Golkar Pastikan Dukung Suhaili-Amin pada Pilgub NTB 2018

82
(kiri-kanan): Wakil Ketua DPD GOLKAR NTB Bidang Kominfo dan Penggalangan Opini, Chris Parangan bersama Ketua DPD GOLKAR Jabar, Dedi Mulyadi (Istimewa)

Hariannusa.com, Mataram – Partai Golangan Karya (Golkar) siap menghantarkan pasangan Suhaili-Amin sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada pilkada NTB 2018 mendatang.

Meskipun SK dukungan partai berlambang beringin tersebut belum diserahkan secara resmi tetapi partai berlambang pohon beringin tersebut sudah memastikan dukungannya kepada pasangan Suhaili-Amin.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Golkar NTB Bidang Kominfo dan Penggalangan Opini, Chris Parangan saat dikonfirmasi melalui telephone, Sabtu (11/11).

Dalam keterangannya, Chris mengatakan bahwa SK dukungan partai Golkar kepada pasangan Suhaili-Amin pada pilgub NTB 2018 mendatang sudah ditandatangani oleh DPP Partai GOLKAR bersamaan dengan SK dukungan untuk Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018 nanti.

Adapun terkait kenapa SK dukungan tersebut belum diserahkan kepada DPD Partai GOLKAR NTB, Chris mengatakan bahwa DPP masih menunggu partai lain selain Partai GOLKAR dan NASDEM yang juga hendak ikut bergabung dengan kedua partai tersebut.

“Dengan dua partai ini saja sudah cukup untuk maju tetapi kita tetap menunggu partai lainnya yang ingin bergabung dengan kita,” katanya.

Disinggung masalah hubungan Suhaili-Ahyar yang sama-sama merupakan kader Golkar yang juga mempunyai hajatan sama untuk maju ke pilgub NTB 2018, Chris Parangan mengaku, hingga kini, antara Suhaili dan Ahyar tidak ada gesekan secara pribadi. Sebab, hubungan mereka masih terjalin baik. Meski demikian, pasca tanggal 5 Februari 2018, yakni jadwal penetapan paslon, maka tentu akan ada perbedaan.

“Setelah peresmian dari KPU, barulah ada perbedaan itu. Kalau sekarang, setahu saya antara Pak Suhaili dan Pak Ahyar masih ada komunikasi kok,” kata CP, panggilan akrab Chris Parangan.

Menurutnya, pertarungan antar kader Golkar tidak saja terjadi di NTB, namun terdapat di wilayah lainnya di Indonesia. Salah satunya di Pilkada Jawa Barat (Jabar).

Untuk itu, ia mencontohkan  semua kader Golkar  di NTB, seyogyanya perlu meniru langkah Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi yang meski tidak diusung partainya, namun dapat legowo, bahkan mensosialisasikan Walikota Bandung Ridwan Kamil berpasangan dengan kader Golkar Jabar Daniel Muttaqien Syafiuddin yang telah memperoleh SK resmi dari DPP Golkar sebagai bakal calon Gubernur Jabar.

“Sikap legowo dan Ksatria Kang Dedi harus diikuti kader GOLKAR di NTB. Insya Allah, pasca tanggal 5 Februari barulah GOLKAR akan bersikap tegas,” tandasnya.  (f3)