More
    Beranda blog Halaman 407

    Soal Saham Newmont, Mahasiswa Unram Ajukan Sengketa Informasi

    HarianNusa.com, Mataram – Divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang nilai penjualan saham 6% hingga kini masih misteri. Terdapat perbedaan hitungan dari beberapa pakar. Versi Bumi Resources berjumlah Rp 1,35 triliun sedangkan versi Medco/AMI sebesar 2,56 Triliun.

    Menyikapi hal tersebut, Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) Amiruddin mengajukan permohonan informasi pada PT DMB terkait nilai penjualan saham tersebut. Namun, hingga kini permohonan informasi yang diminta tidak kunjung diberikan, sehingga Amiruddin memutuskan untuk mengajukan sengketa informasi di Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB.

    “Artinya mengapa ada 2 data harga penjualan saham yang berbeda? Ini juga harus dibuka oleh PT. DMB agar tidak ada kecurigaan masyarakat kepada badan publik. Ironisnya sampai saat ini Bakrie Group belum selesai membayar 6% atas saham milik NTB, padahal transaksinya sejak November 2016 dan batas waktunya Maret 2018,” ujarnya belum lama ini.

    “Berangkat dari persoalan inilah pemohon sebagai warga negara dalam mencari kebenaran dan sekaligus keberatan atas sikap dan pelayan dari PT. DMB yang tidak memberikan standard pelayan sesuai UU dan membawa sengketa ke Komisi Informasi apabila tidak ditanggapi keberatan pemohon selam 30 hari kerja sejak surat keberatan diajukan,” tambahnya.

    Beberapa permohonan mahasiswa asal Kecamatan Alas Sumbawa ini di antaranya, Informasi pelunasan 6% saham PT. DMB milik NTB dan meminta salinan informasi terkait laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, catatan laporan keuangan dari tahun 2010-2017.

    Berdasarkan UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), kewajiban badan publik adalah menyediakan, memberikan dan/atau menerbitkan informasi publik yang berada dibawah kewenangannya kepada pemohon informasi publik selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan dan menyediakan informasi publik yang akurat, benar dan tidak menyesatkan. Sehingga sudah sewajarnya termohon memberikan informasi tersebut pada masyarakat. Pemohon mengirimkan permohonan informasi tersebut sejak 20 Februari 2018 lalu. (sat)

    Selain Nilai C, Mahasiswa Unram Beri Kartu Merah untuk Jokowi

    HarianNusa.com, Mataram – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyelenggarakan Seminar yang bertempat di Auditorium Yusuf Abu Bakar Universitas Mataram (Unram) dengan Tema “Menilai Capaian 3 Tahun Pemerintah Jokowi” yang dihadiri oleh berbagai elemen termasuk unsure kepemintahan dari Pemda NTB. Seminar yang berjalan sejak pukul 09.00 – 11.00, Jumat (09/03).

    Seminar tersebut mendapatkan respon dari mahasiswa dengan membentangkan Pamplet Merah bertuliskan “3 tahun Pemerintah Jokowi Telah Gagal Memimpin Indonesia” sesaat setelah seminar telah selesai diselenggarakan. Sebelumnya juga dalam seminar, Ketua BEM Unram, Lalu Liga Selatan dengan lantang memberikan nilai C pada pemerintahan Jokowi di hadapan Moeldoko.

    “Pamplet ini hanya simbolik atas protes kami terhadap pemerintah Jokowi saat ini” ungkap Tirta salah seorang mahasiswa yang membentangkan Pamplet.

    Tirta yang juga Koordinator Front Mahasiswa Nasional (FMN) Ranting Unram mengatakan pemerintahan Jokowi gagal membangun negeri, bahkan dia dengan tegas mengatakan Jokowi membangun negeri melalui sejumlah pencitraan semata.

    “Jokowi adalah rezim yang membangun negeri dengan Pencitraan yang ilusif, seolah-olah rakyat telah sejahtera dengan kebijakan-kebijakanya padahal faktanya rakyat masih miskin, pengangguran di mana-mana, angka buruh migrant terus meningkat, biaya pendidikan masih mahal dan tidak terjangkau” cetusnya.

    “Di Unram saja, kami harus menyiapkan uang berkisar antara Rp. 500.000 – 22.000.000 untuk pembayar UKT belum termasuk sederet pungutan liar yang sewaktu-waktu ditarik oleh kampus seperti IOMA, Pembelian buku dan lain sebagainya yang tentunya bukan hanya menjadi kegagalan rektor Unram dalam memberikan pendidikan yang layak dan terjangkau melainkan juga adalah Kegagalan Jokowi selaku presiden yang harus bertanggung jawab memberikan pendidikan yang layak sebagai hak seluruh warga negara bukan kemudian memberikan ruang untuk dibisniskan sebagaimana yang terjadi saat ini” tegasnya.

    Selain itu Tirta juga menyampaikan kritiknya atas Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) sebagai program populis pemerintah Jokowi saat ini, menurut Tirta program tersebut terkesan ilusif.

    “Program RAPS Jokowi hanya program pencitraan yang sangat ilusif, Jokowi Mengilusi rakyat dengan menjanjikan pembagian tanah baik tanah-tanah eks HGU maupun tanah Hutan akan tetapi di satu sisi perampasan dan monopoli tanah berjalan semakin intensif saja, di NTB saja angka monopoli tanah masih berada diatas angka 70% dari total luas daratan NTB dan pelaku monopoli paling luasnya justeru lembaga-lembaga yang dibuat oleh negara seperti KPH dan Taman Nasional. Dan ketika rakyat berjuang mempertahankan tanahnya justru dihadapkan dengan tindakan-tindakan kriminalisasi seperti yang dialami oleh Petani Sambalia dan Jurang koak kecamatan Bebidas beberapa waktu yang lalu,” paparnya.

    Terkait Seminar yang diadakan tersebut, Tirta memberikan apresiasi karena Unram mampu menyelenggarakanya, akan tetapi Tirta juga menyayangkan bahwa seminar tersebut tidak mampu menghadirkan seluruh mahasiswa agar kemudian seluruh mahasiswa bisa memberikan penilainya atas kinerja pemerintahan Jokowi saat ini. Menurut Tirta, seminar tersebut terkesan sebagai upaya politik Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan untuk memamerkan citra baik dari Jokowi akan tetapi justru takut untuk dikritik secara langsung oleh rakyatnya.

    Aksi pembentangan pamflet merah tersebut berjalan sekitar 30 menit dan mendapatkan respon dari satpam dengan menanyakan identitas mahasiswa. Bahkan polisi juga sempat dikabarkan merespon tindakan tersebut dengan menyarankan agar Tirta menghentikan aksinya. (sat)

    Mayat Wanita Hamil Ditemukan di Saluran Bypass BIL

    HarianNusa.com, Mataram – Sosok mayat ditemukan di saluran irigasi di Bypass BIL menuju Bandara Internasional Lombok, Sabtu (10/02) sekitar pukul 05.30 Wita pagi. Mayat tersebut diidentifikasi bernama Rohani (33) Warga Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Lomok Barat.

    Mayat tersebut dalam keadaan hamil. Diduga Rohani merupakan korban tabrak lari. Korban saat itu tengah melakukan olahraga pagi, namun beberapa saat kemudian warga melihat korban tengah berada dalam saluran air dalam keadaan tewas.

    Dugaan warga mayat tersebut korban tabrak lari yang terpental ke saluran atau korban tabrak lari yang jasadnya disembunyikan dalam saluran tersebut.

    “Posisinya berada dalam saluran ini, kemungkinan korban tabrak lari,” ujar Abadi, seorang warga yang menyaksikan proses evakuasi.

    Jenazah kemudian dibawa ke RS. Bhayangkara Mataram untuk dilakukan otopsi. Hingga kini polisi masih menyelidiki pelaku atas kematian korban. (sat)

    Kapal Penumpang Terdampar di Pelabuhan Gili Nanggu

    HarianNusa.com, LOMBOK BARAT – Sebuah kapal penumpang bernama KMP Gunsa 8 tujuan pelabuhan Lembar Lombok Barat terdampar di perairan Gili Nanggu Lombok Barat, Jumat (09/03). Kejadian terjadi sekitar pukul 13.45 wita.

    Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram menerjunkan Tim Rescue dan Rescue Boat 220 Mataram ke lokasi kecelakaan untuk melakukan evakuasi.

    Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya, S.H yang didampingi oleh Kepala Sub Seksi Operasi, Putu Arga Sujarwadi,S.H., M.M ikut terjun langsung dan berkoordinasi dengan pihak kapal untuk jalannya proses evakuasi. Selain dari Kantor SAR Mataram, beberapa potensi SAR dari KPLP Lembar, Pol Air Polda NTB dan KP3 ikut terlibat dalam penanganan kecelakaan pelayaran tersebut dengan mengerahkan 2 unit kapal milik KPLP Lembar dan Pol Air Polda NTB.

    “Personil kami bersama dengan potensi SAR telah standby di sekitar lokasi kecelakaan untuk melakukan evakuasi jika diperlukan oleh pihak kapal. Sementara itu nahkoda kapal melakukan usaha untuk menggeserkan kapal dari posisi kandasnya dan usaha tersebut berhasil”, kata I Nyoman Sidakarya. Tim SAR gabungan memberikan pengawalan selama proses tersebut berlangsung hingga berhasil sandar di pelabuhan Lembar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, imbuhnya.

    Sementara Putu Arga Sujarwadi mengatakan kapal tersebut terdampar disebabkan arus bawah laut yang cukup keras, sehingga membuat nahkoda beralih menyadarkan kapal tersebut secara darurat guna menghindari kecelakan laut.

    “Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Padang Bay, Karangasem, Bali berhasil keluar dari lokasi kandasnya pada pukul 16.15 wita dan dipandu oleh tim SAR gabungan menuju pelabuhan Lembar. Sekitar 20 menit kemudian, kapal dengan jumlah penumpang 68 orang dan ABK 17 orang ini berhasil sandar dalam keadaan selamat,” imbuhnya. (sat)

    OKP dan BEM se-NTB Deklarasi Tolak Hoax dan Isu SARA

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Ratusan perwakilan Mahasiswa dari puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) intern dan eksternal kampus, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se_Nusa Tenggara Barat menggelar diskusi kebangsaan berjudul “Merajut kebhinekaan dan merawat NKRI” bertempat di sebuah kedai kopi di kawasan Jalan Majapahit Mataram, Sabtu (10/03/2018 ).

    Acara diskusi menghadirkan sejumlah pembicara dari pemerintah dan juga akademisi yakni Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan praktisi Dosen Universitas Muhammadiyah Mataram.

    Diskusi yang diinisiasi badan koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Nusa Tenggara barat tersebut membahas tema seputar informasi hoax yang menyebar di masyarakat melalui media sosial dan media lainnya yang kerap kali meresahkan dewasa ini. Diskusi juga secara khusus membahas sejumlah cara jitu menangkal hoax serta cara meminimalisir isu SARA yang mengancam disintegrasi bangsa.

    Selain menggelar diskusi acara juga dirangkai dengan deklarasi menolak hoax, isu SARA, ujaran kebencian (Hate Spech) dan mendukung pihak kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan tindakan hukum secara tegas terhadap para pelaku demi terciptanya suasana kedamaian dan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang Pilkada damai 2018 yang juga akan digelar di Nusa Tenggara Barat pada tanggal 27 bulan Juni mendatang.

    Acara dirangkai dengan penandatanganan petisi bersama berisi kesepakatan OKP dan BEM se_Nusa Tenggara Barat diantaranya :
    1. Mengutuk adanya pihak pihak yang melakukan penyebaran berita hoax yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa;
    2. Menolak politisasi SARA dan adanya ujaran kebencian (Hate Spech) yang dapat memprovokasi sìtuasi guna kepentingan politik kelompok tertentu dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018;
    3. Mendukung pihak POLRI dalam melaksanakan langkah- langkah penegakan hukum terhadap penyebaran hoax, isu sara & ujaran kebencian (Hate Spech) guna memberikan kepastian hukum dan mencegah konflik sosial ditengah masyarakat ;
    4. Menghimbau kepada seluruh organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (ormas), organisasi keagamaan dan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga sikap toleransi / kebersamaan dalam merajut ke bhinekaan guna menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

    Melalui kesepakatan bersama (petisi)yang ditandatangani unsur kepemudaan di NTB tersebut, semua pihak diharapkan mampu meredam segala bentuk gejolak sosial berbau SARA dan juga bisa menahan diri baik yang bersumber dari informasi hoax serta ujaran kebencian yang berasal dari sumber yang tidak jelas yang bertujuan merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta menimbulkan gangguan kamtibmas menjelang pilkada mendatang.

    “Isu hoax dan sara ini sangat sensitif yang beresiko pada konflik komunal yang masif, jadi perlu kita antisipasi dan lakukan upaya pencegahan secara kolektif. Kita menginginkan pilkada di NTB ini bisa berjalan damai dan tidak terjebak pada isu-isu hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab” ujar Hendri Hartawan sekretaris Umum Badko HMI Nusa tenggara Barat usai menandatangani petisi bersama. (f3)

    Gelar Rakor, Panwaslu Lobar Sosialisasi ke Stakeholders

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Dalam rangka mewujudkan Pilkada Serentak yang adil dan damai, keberadaan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menjadi sorotan. Terutama di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Panwas sering dianggap lamban dalam bekerja, terutama karena tidak melakukan sosialisasi tentang materi pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

    Hal tersebut pernah dibantah keras dan secara terbuka oleh Ketua Panwaslu Lobar, Lalu Arjuna Surya Nursiwan, SH beberapa waktu lalu. Namun untuk menambah kuantitas sosialisasi, Panwaslu pun menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi Stakeholders Dalam Rangka Pengawasan Pelaksanaan Pemilu di Hotel Puri Sharon Senggigi, Sabtu (11/3).

    Iwan, panggilan akrab sang ketua ini, menampik keras tudingan Panwaslu yang dianggap lamban dalam bekerja dan tidak berlaku adil terhadap para pasangan Calon.

    “Seperti sebuah permainan, maka kami ini seperti wasit. Harus berlaku adil,” ujarnya menampik tuduhan itu.

    Iwan lalu menjelaskan aneka tahapan yang dilaksanakan oleh timnya dalam melaksanakan pengawasan, mulai dari tahapan prefentif sampai kepada penindakan.

    “Panwaslu terikat pada dua konteks dalam bekerja, yaitu administratif dan hukum,” terangnya sambil menuturkan keterbatasan personalia membuat Panwaslu harus menggandeng stakeholders yang akan ikut mengawasi.

    Hal tersebut pun diamini oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB, M. Khuwailid yang menyatakan bahwa seluruh orang yang berkepentingan terhadap Pemilu adalah stakeholders.

    “Masing-masing stakeholder itu tidak bisa dipisahkan dalam event itu. Semuanya terikat,” ujarnya menegaskan kesederajatan Peserta, Penyelenggara, Pemerintah, dan Media dalam tugasnya masing-masing terhadap Pemilu.

    Khuwailid lalu menyentil satu kasus yang dilaporkan oleh salah satu pasangan calon tentang pengerusakan baliho di Desa Cendimanik.

    “Mestinya tugas menurunkan baliho itu adalah keharusan tugas paslon atau timnya. Kadus itu tidak salah, hanya tidak memiliki wewenang saja,” ujarnya tegas.

    Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar, H. Lalu Saswadi mengingatkan agar para paslon melaksanakan proses Pilkada secara bermartabat. Ia meminta semua Paslon terlibat aktif dalam menjaga kedamaian, menjaga keamanan, dan saling mengadu visi.

    “Kalau ada riak-riak kecil, sudah biasa dalam demokrasi,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB itu.

    Saswadi juga mengingatkan agar seluruh stakeholders terlibat aktif dalam meningkatkan partisipasi dan kehadiran para pemilih di hari H di TPS.

    “Pilkada saat ini kan satu putaran. Jangan sampai hanya 60% saja. Memang benar DPT di Lobar lebih dari 500an ribu, tapi kalau yang datang di TPS hanya 100 ribuan, kan sayang?,” ujar Saswadi.

    Hadir sebagai narasumber juga dalam acara tersebut adalah Kasi Intel Kejari Mataram dan Kasat Serse Polres Lobar. Mereka secara bergantian menerangkan pentingnya pendekatan preventif kepada seluruh Kepala Desa se Kabupaten Lombok Barat dan Kepala Dusun se Kecamatan Batulayar. (f3)

    Relawan Pringgabaya Deklarasi Dukungan untuk Zul-Rohmi dan Fiddin

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Relawan Sahabat NTB di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Jumat kemarin (9/3) mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB Zulkieflimnsyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Lombok Timur Syamsul Lutfi dan Najamuddin Moestofa (Fiddin).

    Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin melakukan deklarasi secara resmi di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Deklarasi dilakukan oleh perwakilan tiap-tiap dusun dan desa di Kecamatan Pringgabaya. Kemudian ada juga 100 lebih relawan muda yang berinisiatif mendukung Zul-Rohmi dan Fiddin untuk mewujudkan NTB Gemilang dan Lotim Baru.

    “Kami Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur menyatakan dukungan kepada Zul-Rohmi untuk NTB dan Fiddin untuk Lombok Timur. Kami mengakomodir seluruh dusun dan desa sekecamatan Pringgabaya Lotim, kami akan mengepung wilayah Pringgabaya dengan semangat perubahan dan kemajuan untuk NTB dan Lotim,” kata Ketua Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Pringgabaya Lotim Juanidi Putrabaya,

    Junaidi Putrabaya yang juga mantan aktivis pemuda mahasiswa Lotim ini mengatakan mereka punya alasan kuat untuk menetapkan hati mendukung Zul Rohmi untuk NTB dan Fiddin untuk Lotim. Mereka merasa punya kesamaan semangat dan harapan baru pada kedua paslon ini baik untuk NTB dan Lotim. Kedua paslon menurut dia mampu merepresentasikan semangat dan harapan kaum muda. Junaidi menyebut Zul-Rohmi adalah paslon yang tepat untuk melanjutkan ikhtiar Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi di NTB yang telah sukses membangun daerah ini selama 10 tahun memimpin. Kemudian Fiddin menurut Junaidi memiliki visi dan misi yang bagus dan bermasa depan. Di mana Fiddin memiliki komitmen kuat untuk mendorong Kabupaten Lotim yang baru dan maju.

    “Kami dari Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin sudah mengorganisir dan mengkonsolidasikan kekuatan muda Lotim untuk memenangkan paslon Zul-Rohmi untuk NTB Gemilang dan Fiddin untuk Lotim Baru. Kami akan mengordinir kerja politik di basis kecamatan dan tingkat desa sampai ke dusun. Bahkan sudah ada sebagian di basis TPS masing-masing. Kami akan mendorong politik bersih dan santun, politik bermasa depan gemilang dan baru,” ujar Junaidi.

    Terakhir Junaidi menambahkan, semangat kelompok muda di Lotim baik laki-laki dan perempuan harus berasosiasi dan bergabung dengan calon pimpinan muda. Karena, pada mereka lah harapan dan semangat pembangunan itu tetap ada. (sat) 

    Moeldoko Mengaku Kagum pada Kehidupan Ponpes Nurul Haramain 

    HarianNusa.com, Lombok Barat- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku terkagum-kagum dengan kehidupan, filosofi, motto, dan sistem pengembangan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, ketika ia mengunjungi pondok tersebut, Jumat, 9 Maret 2018.

    Hal itu disampaikannya di hadapan lebih dari lima ribu santri pondok pesantren yang telah menantinya sejak lepas sholat Jumat. Moeldoko mendapatkan penjelasan panjang lebar dari pengasuh pondok Tuan Guru Haji Hasanain Juaini tentang bagaimana sistem pendidikan di pondok ini dikembangkan, untuk melatih anak-anak siap menghadapi kehidupan yang mengglobal. “Mereka kita didik, kita ajari, supaya apa yang mereka kuasai kompatibel dengan globalisasi,” ujar TGH Hasanain.

    Salah satu bentuk kompatibilitas dengan dunia global adalah, santri-santri yang sudah memenuhi syarat diharuskan juga memiliki paspor, sehingga mereka sudah siap menjadi penduduk global. Ponpes Nurul Haramain ini juga menjadi salah satu pelopor Ujian Nasional Berbasis Komputer.

    “Sebelum diterapkan secara nasional, kami yang lebih dahulu memulainya pada tahun 2000,” ujar Tuan Guru.

    Jauh sebelum orang bicara tentang perpustakaan digital, pondok pesantren ini sudah mendigitalisasikan buku-buku yang mereka punyai. “Kami scan satu per satu. Pada waktu itu jumlahnya sekitar 58 ribu judul buku,” terang penerima Ramon Magsaysay Award tahun 2011 itu.

    “Di sini, anak-anak juga kita ajari untuk mengolah sampah sendiri. Tiap bulan, sampah-sampah ini juga menghasilkan uang, sehingga dari sampah ini, biaya untuk membayar tenaga pengolah sampah dapat tertutupi,” jelas Tuan Guru.

    Anak-anak juga diajar mandiri, mengemudi mobil, berkebun, karena semua lulusan pondok ini disiapkan untuk menjawab tantangan dunia. Istilahnya, “Nurul Haramain for the world.” Mereka juga memiliki stasiun radio sendiri, yang dikelola oleh para santri.

    Ketika pondok pesantren ini akan dianugerahi sebagai pondok pesantren berwawasan lingkungan, Tuan Guru menolaknya. “Karena seharusnya semua pondok harus berwawasan lingkungan, harus peduli kepada alam,” kata Tuan Guru. Dengan jumlah santri lebih dari 10 ribu siswa yang tinggal dalam asrama, dapat dibayangkan bagaimana manajemen pondok ini dikelola. Tanpa pemanfaatan teknologi, sudah pasti manajemennya akan ruwet.

    Sebelumnya, dalam sholat Jumat di Masjid Nurul Mu’min, Lembuak, Narmada, Moeldoko menyampaikan bahwa masjid dan pesantren dapat menjadi pusat pemberdayaan bagi masyarakat, selain sebagai tempat ibadah. “Masjid bukanlah tempat yang tepat untuk membangun faksi-faksi dan memperjuangkan kepentingan politik praktis,” kata Moeldoko.

    Ia pun punya catatan baik tentang masjid di seluruh NTB, yang menurut data yang dipunyainya berjumlah 5.371 buah. “NTB ini dikaruniai oleh Tuhan potensi alam yang luar biasa, sehingga kita harus bisa menjaga dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan masyarakat luas. Saya datang ke NTB ini, salah satunya untuk mengawal program strategis nasional, memeriksa apakah ada yang kurang atau ada yang dibutuhkan koordinasi lebih jauh. Apakah ada program yang memerlukan percepatan, sekaligus menampung masukan-masukan, kritik, dan usulan dari berbagai pihak,” kata Moeldoko.

    Dalam dialog di pondok pesantren itu, Kepala Staf Kepresidenan antusias dalam menampung dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh para santri. Ia juga memberikan gemblengan motivasi kepada anak-anak muda ini.

    “Sebagai anak muda, kalian harus bersifat optimis. Nanti tahun 2045, ketika negara ini berumur 100 tahun, nasibnya berada di tangan kalian. Mudah-mudahan dari pondok pesantren ini, lahir banyak orang-orang besar, mulai dari bupati, gubernur, menteri, bahkan presiden,” kata mantan Panglima TNI tersebut.

    Apa saja yang disampaikan dan/atau ditanyakan para santri di pondok tersebut, sebagian dapat diunduh di akun Twitter resmi Kantor Staf Presiden yakni @kspgoid, atau dapat dicari melalui tagar #santribicara. (sat) 

    Semarak Perayaan HUT Lobar Ditandai dengan Senam dan Jalan Sehat

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Ribuan Pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) beserta anak-anak sekolah, guru, dan warga sekitar Kantor Pemerintahan tumpah ruah melakukan senam dan jalan sehat.

    Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Lobar ini diselenggarakan di halaman dan jalan seputaran tiga kelurahan pada Jum’at (9/3).

    Acara ini menjadi petanda dimulainya semarak perayaan menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat yang ke-60 yang jatuh pada setiap tanggal 17 April.

    Pada kesempatan itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar, H. Lalu Saswadi dalam sambutannya menyampaikan jalan sehat dan senam massal ini sebagai tanda dimulainya kemeriahan HUT ke-60 Kabupaten Lombok Barat.

    “Sesuai tradisi tahunan, jalan sehat ini mengawali seluruh rangkaian kegiatan menyambut hari jadi Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya sambil menyatakan bahwa ulang tahun kali ini harus lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

    Saswadi pun berkenan ikut senam massal dan melepas peserta jalan sehat. Dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah H. Moh. Taufiq dan Kepala Dispora H. Ilham, ia melepas para peserta jalan sehat dengan mengibarkan bendera start warna biru.

    Jalan sehat dimulai setelah seluruh peserta yang didominasi pelajar dan guru melakoni senam massal yang dipandu oleh seorang instruktur senam yang profesional.

    Rute yang harus dilalui peserta jalan sehat sesuai keputusan panitia rute jalan protokol di Kota Gerung yang membelah tiga kelurahan yang ada di jantung ibu kota Giri Menang itu. Seusai menempuh rute kurang lebih tiga kilometer itu, sesampai garis finish seluruh peserta sudah siap menunggu pengundian door prize dengan hadiah yang cukup menarik.

    Panitia menyediakan hadiah berupa beberapa unit sepeda gunung dan puluhan bingkisan menarik lainnya. (f3)

    Sejumlah Artis Ibukota Siap Gemparkan Kampanye Akbar Suhaili-Amin

    0

    HarianNusa.com, Bima – Kampanye akbar pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Nomer Urut satu (1) H Moh Suhaili FT dan H Muhammad Amin di Lapangan Pacuan Kuda, Desa Panda Kecamatan Palibelo kabupaten Bima Siap menghadirkan penyanyi Dangdut Ibu Kota.

    “Insyaalloh hari ini Sabtu tanggal 10 Maret paslon Suhaili-Amin akan kempanye akbar, yang akan digemparkan dengan kehadiran beberapa artis ibukota diantaranya Joni Iskandar, Yus Yunus, Yunita Ababil, Nazar KDI, Adi KDI, Isma KDI, Sukma Shariz pada pukul 14.00-18.00 WITA,” ujar sekertaris Tim relawan Paslon Suhaili-Amin Muhiddin Rusnan kemarin.

    Menurutnya dipilihnya kabupaten Bima untuk kempanye Akbar tersebut lantaran keyakinan bahwa suara terbesar bisa didapatkan didaerah tersebut.

    “Yakin Suhili-Amin akan dapat suara besar di Bima,“ ucapnya dengan optimis.

    Dikatakan Muhidin bahwa pada kempanye akbar tersebut, Paslon Suhaili-Amin ingin menunjukkan kepada seluruh masyarat NTB, bahwa masyarakat khususnya kabupaten Bima sangat cinta dan sayang kepada Suhaili-Amin.

    “Kita lihat waktu kempanye di
    beberapa tempat di Pulau Sumbawa kedatangan Suhaili-Amin sangat diterima dengan baik dan terlihat antusias masyarakat menyambut Suhaili-Amin, bahkan sampai ada yang menangis,” terang Muhiddin.

    Ia menuturkan dengan diadakannya kampanye akbar yang menghadirkan artis ibukota ini, pihaknya juga ingin memperlihatkan “power” (kekuatan, red.) yang dimiliki oleh Suhaili-Amin di Bima serta partai pengususung. selain itu Muhidin optimistis, kampanye ini akan dihadiri oleh partai pengususung, dan puluhan ribu relawan Suhaili-Amin dan masyarakat Bima.

    “Jelas sangat optimis, Suhaili-Amin Siap menggemparkan masyarakat Bima,” pungkasnya. (f3)

    error: Content is protected !!