More
    Beranda blog Halaman 408

    TGB Berikan Catatan Penting pada Jokowi

    HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada pemerintah pusat atas segala macam bentuk dukungan terhadap pembangunan NTB. Terutama pembangunan infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi dan infrastruktur merupakan salah satu dongkar kemajuan ekonomi di NTB.

    Sehingga saat ini, lanjutnya, berkat dukungan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo, ekonomi NTB berhasil tumbuh dengan baik sebesar 7,1 persen di atas nasional. Bahkan kalau prinsip kemantapan infrastruktur ini terus diupayakan Presiden Jokowi, Gubernur yakin NTB bahkan Indonesia akan terus mengalami kemajuan.

    “Alhamdulillah, berkat suport pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, Alhamdulillah ekonomi NTB tumbuh 7,1 persen tanpa tqmbang,” ungkap TGB pada Diskusi Nasional bertajuk Pencapaian 3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK yang menghadirkan Kepala Staf Presiden, Dr. Moeldoko sebagai keynot Speake di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (9/3/2018).

    Untuk itu, Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mengajak masyarakat NTB untuk berterima kasih. Ia mengatakan karena berterima kasih adalah merupakan etika yang paling tinggi, sedangkan akhlak yang paling mulia itu adalah bersyukur.

    Selain itu, Gubernur paraih ratusan penghargaan tersebut memberikan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia, khususnya di NTB, agar menyikapi kondisi sosial sebagai suatu tantangan, bukan sesuatu yang harus diratapi. Oleh karenanya, TGB yakin dan selalu berpandangan positif kepada pemerintah untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

    Dari hasil diskusi yang dilakukan, Gubernur memberikan catatan kepada pemerintah pusat terhadap dua hal. Sektor pembangunan infrastruktur, agar tidak hanya yang berskala besar saja yang menjadi prioritas pemerintah, seperti jalan TOL, akan tatapi infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan akses masyarakat juga diharapkan menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini. Sehingga konektivitas distribusi arus ekonomi dari masyarakat dapat berjalan dengan baik, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang merasakan pembangunan infrastruktur tersebut.

    Selain itu, lanjutnya, dalam proses pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini, agar melibatkan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang telah ada, sehingga masyarakat akan menjadi bagian dari proses pembangunan itu, serta dapat merasakan dampak dari proyek-proyek infrastruktur yang ada saat ini.

    “Saya harap tidak hanya jalan TOL saja yang menjadi prioritas, tapi juga infrastruktur yang berkaitan dan menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu saya juga berharap, dalam proses pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat melalui program padat karya, agar mereka merasa sebagai bagian dari proses pembangunan itu,” harapnya.

    Sedangkan sektor ekonomi, Gubernur menilai saat ini kurangnya kegiatan sosial keagamaan di masyarakat akibat dari berkurangnya transaksi ekonomi sosial masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tumbuh pesatnya ritel-ritel modern yang mengurangi transaksi tradisional masyarakat. Menurutnya hal ini cukup berbahaya, karena selama ini kegiatan sosial kemasyarakat yang timbul dari hasil transaksi tradisional masyarakat melalui pasar-pasar tradisional memiliki peran sangat efektif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat sehingga terhindar dari perbuatan kriminal dan radikalisme.

    “Saya khawatir dengan hilangnya kegiatan sosial kemasyarakatan akibat dari pertumbuhan ritel modern akan merusak transaksi tradisional yang sudah ada, sehingga menyebabkan masyarakat untuk berbuat kriminal dan radikal,” ujarnya.

    Oleh karena itu, ia berharap agar segala macam bentuk kebiijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, agar disiapkan jaring pengamannya, sehingga tidak merusak jaringan ekonomi sosial kemasyarakatan yang sudah ada. (f3) 

    Saswadi Minta PPS dan PPK Serius Bertugas

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Ketua KPU Kabupaten Lombok Barat, Suhaimi Syamsuri resmi melantik puluhan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan ratusan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Lobar,Jumat (9/3).

    Pelantikan dihadiri Pjs Bupati Lobar, H. L. Saswadi, anggota Forkopimda, Bawaslu, anggota KPU dan SKPD Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

    Dalam kesempatan itu, Pjs Bupati Lombok Barat, H. Lalu Saswadi berharap para PPS dan PPK dalam bertugas agar berkordinasi dengan baik sehingga gelaran Pilkada dapat berjalan dengan sukses.

    “Dalam menghadapi tugas yang berat ini, agar berjalan dengan baik maka keseriusan sangat diharapkan. Semua tugas tersebut apabila dilaksanakan dengan cermat dan terstruktur maka Pilkada akan sukses,” ujarnya.

    Sementara itu Ketua KPU Lobar, Suhaimi Samsuri mengingatkan kepada para PPS dan PPK yang telah dilantik tentang pentingnya kekompakan dalam bekerja.

    “Selamat kepada teman-teman yang sudah dilantik. Tetap membangun konsolidasi dan koordinasi yang kuat antar PPK maupun kepada instansi terkait. Harus kompak!,” tegasnya.

    Lebih lanjut Suhaimi menegaskan para PPS dan PPK untuk menjaga integritas sebagai penyelenggara Pilkada dengan tidak menjadi partisan dan menghindari keberpihakan kepada pasangan calon.

    “Teman-teman harus bisa jaga integritas. Karena integritas itu harga mati. Siap dan sanggup jaga integritas?,” seru Suhaimi yang disambut meriah para anggota PPS dan PPK.

    Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 17 dan UU Nomor 7 tahun 2017 disebutkan tugas-tugas PPK, di antaranya melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan di tingkat Kecamatan yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, Menerima dan menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Kabupaten/Kota, Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh PPS di wilayah kerjanya, Melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara, Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwas Kecamatan dan lainnya.

    Sedangkan tugas PPS di antaranya, melakukan verifikasi dan rekapitulasi dukungan calon perseorangan, mengangkat petugas pemutakhiran data pemilih, mengumumkan daftar pemilih, melakukan perbaikan dan mengumumkan hasil perbaikan Daftar Pemilih Sementara, menyampaikan daftar Pemilih kepada PPK, mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya dan lainnya. (f3)

    Moeldoko Sebut NTB Akan Jadi Pusat Ekonomi Dunia

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Kepala Staf Presiden (KSP) Dr. Moeldoko, menyebutkan Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi pusat ekonomi dunia.

    Dengan sejumlah mega proyeknya, seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi destinasi wisata berkelas dunia, Global Hub Kayangan yang akan menjadi pelabuhan sekaligus pusat ekonomi kedua setelah Singapura dan pengembangan Kawasan Samota di Pulau Sumbawa.

    “NTB akan jadi pusat ekonomi dunia dengan mega proyek Global Hub Kayangan,” ungkapnya dalam acara Diskusi Nasional 3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (9/3/2018).

    Di hadapan ratusan peserta yang hadir, diantaranya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum. dan anggota Forkopimda Provinsi NTB itu, Mantan Panglima TNI ini mengajak para generasi muda Indonesia, terutama para mahasiswa untuk memandang masa depan lebih optimis dan produktif serta melihat permasalahan yang ada di negara kita sebagai sebuah peluang dan kesempatan untuk melakukan terobosan dan inovasi.

    “Benar ada banyak masalah di sekeliling kita, tapi kalau mau melihatnya secara berbeda, kita dapat menjadikan masalah-masalah tersebut sebagai peluang dan kesempatan”, ujarnya.

    Selain itu, Moeldoko menjelaskan, bahwa saat ini perubahan yang terjadi di belahan dunia berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi yang berbasis robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya. Oleh kerena itu pemerintah pusat dan daerah terus mendorong terciptanya ekosistim yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan.

    Dalam hal ini, pemerintah mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam merespon perkembangan dunia di era ekonomi digital saat ini.

    Untuk itu, saat ini pemerintah terus melakukan pemerataan pembangunan, dari pembangunan terintegrasi menjadi pembangunan tersebar ke seluruh Indonesia, mulai dari pembangunan infrastruktur dan pembangunan peradaban manusia.

    “Saat ini total proyek nasional, Rp 1.320 Triliun, sedangkan total proyek daerah Rp. 2.800 Triliun,” paparnya dalam persentasi di hadapan peserta diskusi.

    Moeldoko mendorong kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa se-Indonesia untuk melakukan riset dalam pengembangan mobil listrik nasional. Ia menjanjikan 5 persen saham dari pengembangan mobil listrik nasional akan diberikan kepada mahasiswa se-Indonesia yang mampu memberikan Ide dan gagasan dalam pengembangan proyek nasional tersebut.

    “Saya akan berikan 5 persen saham untuk mahasiswa se-Indonesia yang memiliki ide dan gagasan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia,” janji Moeldoko.

    Sedangkan pada sektor pertanian yang merupakan pekerjaan kurang lebih 60 persen penduduk Indonesia. Kepala KSP ini dalam waktu dekat akan melakukan pembangunan sistem informasi pertanian di Indonesia.

    “Dengan adanya sistem ini, petani se-Indonesia dapat berbagi dan berdiskusi mengenai bibit-bibit unggul dan permasalah pertanian seperti hama dan lain-lain,” pungkasnya. (f3)

    Moeldoko Ajak Mahasiswa di Mataram Bangun Sikap Optimistik dan Inovatif

    HarianNusa.com, Mataram – Di hadapan sekitar 650 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Mataram yang hadir memenuhi Auditorium DOME Universitas Mataram, 9 Maret 2018, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengajak para mahasiswa dan anak-anak muda untuk melihat masa depan secara lebih optimis dan produktif.

    Benar bahwa ada banyak masalah di sekeliling kita, tapi kalau mau melihatnya secara berbeda, kita dapat menjadikan masalah-masalah tersebut sebagai peluang dan kesempatan.
    Oleh karena itu, ia mengajak anak-anak muda untuk menyambut tantangan zaman ini dengan berinovasi.

    “Berinovasilah atau mati!”, itulah yang selalu dikatakan Moeldoko di hadapan anak-anak muda.

    Ia mengatakan perubahan-perubahan yang terjadi di dunia ini berlangsung sangat cepat, mulai dari teknologi robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya. Moeldoko melanjutkan bahwa Presiden Jokowi mendorong terciptanya ekosistem yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan.

    Dalam konteks itu, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang lainnya dalam merespons perkembangan di era ekonomi digital.

    “Dalam sistem sosial politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapapun dan menjadi apapun,” kata Moeldoko.

    Hadir dalam kegiatan di Universitas Mataram tersebut antara lain Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. A. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram Prof.Dr.H. Lalu Husni, SH, M.Hum, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. Firly, M.Si, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (Pnb) Dodi Fernando, SE, M.Soc, Komandan Korem 162/Wirabakti Kolonel (Inf) Farid Makruf, MA, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram. Penanggap dari kalangan akademisi adalah DR. Firmansyah.

    Ajakan untuk membangun sikap optimis dan sikap positif juga datang dari Gubernur NTB. “Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis,” kata Gubernur.

    Acara bincang-bincang yang digelar oleh Kantor Staf Presiden bekerja sama dengan Universitas Mataram tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kantor Staf Presiden menyambangi kampus-kampus untuk mendapatkan masukan, usulan, kritik, dan tanggapan atas berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

    Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, Padang, dan Makassar.

    Dalam paparannya, Moeldoko menjelaskan apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi. Ia menunjukkan beberapa komitmen Pemerintah Pusat terhadap Provinsi NTB. Sekarang ini, ada tiga kawasan di NTB yang dapat didorong untuk menjadi lebih besar dan lebih baik, yakni Mandalika, Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora), serta Global Hub Kayangan.

    “Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1%,” kata Tuan Guru Bajang, panggilan sehari-hari Gubernur NTB.

    Selain ekonomi, pembangunan di bidang sosial dan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian penting yang harus diperhatikan dalam konteks membangun NTB.

    Selain bertemu dengan para mahasiswa dan kalangan kampus, Moeldoko sebelumnya juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah, Lombok Tengah, dan Pondok Pesantren Nurul Haramain yang diasuh oleh TGH. Hasanain Juaini. Selain itu, digelar juga bincang-bincang santai dengan para tokoh dan ulama, pengelola media massa, penggerak kebudayaan, tokoh masyarakat, dan aktivis sosial dan lingkungan.

    Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden yang dipimpin oleh Moeldoko menerima berbagai masukan dan saran terkait dengan pembangunan yang berlangsung di NTB. Beberapa topik yang dibahas antara lain adalah buruh migran, lingkungan, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan perhutanan sosial.

    Pada kesempatan bincang-bincang di Dome tersebut, Moeldoko juga menerima masukan dari perwakilan mahasiswa, yang diterima secara langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan. Dokumen tersebut, kata Moeldoko, akan dipelajari, dan jika memang relevan, akan disampaikan kepada Presiden Jokowi. (sat) 

    NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON 2024 Bersama Bali

    HarianNusa.com, Mataram – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 mendatang mengambil Tagline Sport, Tourism & Culture. Sektor wisata dan budaya diusung sebagai daya tarik bagi wisata domestik dan mancanegara pada perhelatan PON mendatang.

    Dalam rangka menjadi salah satu tuan rumah PON XXI 2024, NTB menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Beberapa infrastruktur olahraga telah dimiliki NTB akan direnovasi untuk memenuhi standar nasional. Sebagian lagi akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pendukung sebagai tuan rumah.

    Nantinya juga disiapkan juga fasilitas penyebrangan Bali-Lombok berupa kapal cepat gratis untuk para atlet dan pelatih. Semua Bupati dan Walikota juga siap mendukung penyelenggaraan PON. Sekitar 20.000 kamar-kamar hotel juga sudah disiapkan oleh tuan rumah.

    “Secara objektif kondisi kita lebih menarik. Bali dan Lombok sangat populer. Orang akan merasa nyaman karena kita punya keuntungan citra yang bagus. Dari sisi akses sudah bagus, fasilitas olahraga lebih komprehensif. Jika tidak ada di Bali ada di Lombok,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat menerima Ketua KONI NTB, Andy Hadianto di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (8/3/18).

    Dalam kesempatan itu, TGB (Tuan Guru Bajang – sapaan akrab gubernur NTB) mengatakan bahwa NTB punya potensi.

    “Oleh karena harus disiapkan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan keinginan ini bisa terwujud karena ini akan jadi kebanggan kita semua,” tambah TGB.

    Selain itu, TGB berharap, segala proses yang ditempuh untuk persiapan PON 2024 mendatang dapat berjalan lancar

    ”Anak-anak betul-betul diperhatikan. Aspek kebersihan, higienitas lingkungan, dan penerangan. Aspek kenyamanan para atlet harus ditingkatkan, sebab itu semua adalah aset NTB,” harap TGB.

    Sementara Ketua KONI NTB juga menyatakan hal yang sama dengan gubernur bahwa Even Olahraga Nasional kali ini mengambil ‘Tagline’ Sport, Tourism & Culture, dengan mengusung sektor wisata dan budaya sebagai daya tarik bagi wisata domestik dan mancanegara pada perhelatan PON XXI 2024 mendatang.

    Untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON XXI 2024, NTB menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, beberapa infrastruktur olahraga telah dimiliki NTB yang sebagiannya akan direnovasi demi memenuhi standar nasional dan sebagian akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pendukung sebagai tuan rumah.

    “Nantinya juga disiapkan fasilitas penyebrangan Bali-Lombok berupa speed boat gratis untuk para atlet dan pelatih. Semua Bupati siap menssuport PON NTB 2024, kapasitas 20.000 kamar-kamar hotel juga sudah disiapkan,” pungkasnya. (f3)

    Moeldoko Beranjangsana ke Ponpes Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan Bonder

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kamis, 8 Maret 2018, berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Bonder, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan bertemu dengan pengasuh pondok TGH A.Taqiuddin Manshur. Moeldoko yang didampingi oleh Deputi IV Eko Sulistyo dan Tenaga Ahli Utama Abetnego Tarigan juga bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama dari Lombok Tengah antara lain H. Lalu Mudjitahid, Tuan Guru Maarif Ma’mun, Ketua Anshor NTB Zamroni, dan Ketua Muslimat NU NTB.

    Selain bertemu dengan para kiai dan ulama, Moeldoko juga berkesempatan untuk memberi tausiyah kepada sekitar 200 siswa dan santri muda pondok.

    “Dulu Moeldoko kecil tinggalnya di dusun, jauh dari kecamatan. Moeldoko kecil tinggalnya di langgar atau musala. Pagi-pagi jam 4.00, anak-anak kecil termasuk saya sudah dibangunkan Kiai Slamet pakai rotan. Setelah itu belajar mengaji bersama. Baru dari situ pulang ke rumah, membantu orang tua di sawah. Kadang-kadang menyiram tembakau, membuat lubang untuk menanam jagung, atau memanen padi pakai tangan. Tergantung musimnya,” kata Moeldoko di depan anak-anak yang antusias menyimak.

    Ia juga berpesan, anak-anak sekarang harus waspada terhadap bahaya narkoba yang sudah masuk ke mana-mana.

    “Jangan sampai kalian terjerumus,” pesan Moeldoko. Ia pun memotivasi anak-anak itu dengan bertanya, “Apakah semangat kalian sekarang masih sama seperti semangat Moeldoko kecil?”
    “Maasssssssssssiiiiiiiiiiiiiihhhhhh!!!”

    Mengomunikasikan dan Mendengarkan
    Di hadapan para tokoh dan ulama, Moeldoko mengakui bahwa alam NTB itu sungguh luar biasa. Dia pun sempat mencicipi buah-buah lokal seperti manggis, durian, dan rambutan yang istimewa. Dia pun membayangkan, ke depan potensi ini harus digarap lebih baik.

    “Manggis misalnya, banyak diminati oleh negara-negara seperti China, Taiwan, Hongkong. Untuk upacara imlek ataupun kematian,” terangnya.

    Potensi NTB ini sangat besar. “Jika dilihat dari titik berat pembangunan hari ini, maka Indonesia Timur mendapatkan perhatian yang luar biasa. Dulu pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa dan sebagian Sumatera. Sekarang, ini Pemerintah mendorongnya ke seluruh Indonesia. Salah satunya adalah NTB,” katanya.

    Presiden Jokowi sendiri sudah 7 kali mengunjungi NTB dan bertemu dengan banyak pihak. Kedatangan Kepala Staf Kepresidenan ke NTB sendiri salah satunya bertujuan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari para tokoh, ulama, akademisi, budayawan, birokrat, dan penggiat sosial di Mataram tentang berbagai program strategis yang ditujukan bagi masyarakat NTB.

    Beberapa proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah pusat di NTB adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, pengembangan jaringan Global Hub Kayangan, sejumlah bendungan di Pulau Sumbawa, dan pembangkit listrik bergerak (mobile power plant).

    Moeldoko mengaku ingin lebih banyak mendengar dari kalangan ulama dan santri di NTB, akademisi dan tokoh masyarakat, sekaligus menjelaskan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Makanya kegiatan tersebut juga menggunakan tagar #SantriBicara #KSPMendengar. Tujuannya, supaya apa yang sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Untuk itu, kami ingin banyak mendengarkan, termasuk dari kalangan santri dan ulama,” kata Moeldoko.

    Sementara itu, TGH A.Taqiuddin mengatakan apresiasi dan terima kasihnya atas kunjungan Kepala Staf Kepresidenan ke NTB. “Saya mengucapkan syukur atas kehadiran Bapak Moeldoko di depan para santri, di pondok ini,” kata TGH A.Taqiuddin.

    Ia memaparkan, pondok pesantrennya mengasuh kurang lebih seribu santri yang tinggal di pondok, dan siswa-siswa seputar lingkungan pondok yang jumlahnya juga ribuan. “Kami melayani pendidikan dari jenjang pendidikan PAUD sampai dengan SLTA. Termasuk sekitar 100 santri dari NTT,” papar TGH Taqiuddin. (sat) 

    Mori Hanafi akan Cetak 10 Ribu Wirausahawan Baru

    0

    HarianNusa.com, Bima – Kedatangan Mori Hanafi di Ntobo disambut dengan sangat meriah dengan kesenian Islami Hadrah. Suasana yang hangat juga tampak terasa disaat Mori Hanafi berinteraksi dengan penduduk di Ntobo.

    Tak hanya disambut dengan kesenian Hadrah, Mori Hanafi juga dikalungkan dengan kain hasil tenun perempuan Ntobo. 99% mata pencaharian penduduk yang ada di Ntobo adalah bertani, namun wanita di daerah ini sedari kecil sampai dengan dewasa bahkan manula memiliki keahlian menenun.

    Hasil tenun dari wanita Ntobo sangat berkualitas. Lama pembuatan satu kain tenun bisa menghabiskan waktu seminggu jika sedang tidak musim bercocok tanam.

    Pada kesempatan itu Mori Hanafi juga membeli kain tenun tersebut, satu lembar kain tenun ini dijual dengan harga 300 ribu, padahal jika dijual ke luar dari Ntobo harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Seperti yang terlihat pada foto, Muti’ah Murni, juru bicara Mori Hanafi juga turut mengenakan salah satu hasil tenun dari Ntobo.

    Mengingat 40 persen penduduk NTB adalah petani maka dalam kesempatan itu, calon wakil gubernur pasangan nomor urut 2, H. Mori Hanafi memaparkan tentang program pertanian yang menjadi prioritas paket AMAN, salah satunya adalah untuk memodernkan pertanian, yakni dengan memperbaharui alat-alat pertanian.

    Tak hanya itu, Mori Hanafi yang pernah menjabat wakil ketua DPRD Provinsi NTB iti juga memaparkan program Ahyar-Mori yakni menciptakan 10 ribu orang wirausahawan baru. Dan akan diberikan 10 juta per-wirausahawan untuk modal dalam berusaha.

    Dalam kesempatan itu Wakil ketua PAN kota Bima, Syamsuri mengajak masyarakat yang hadir untuk mengantarkan pasangan Ahyar-Mori sebagai gubernur dan wakil gubernur NTB dengan menyumbangkan 80 persen suara.

    “Apabila masyarakat Sumbawa, Bima, Dompu menyatukan suara, maka bukannya tidak mungkin 30 persendana APBD akan turun ke Bima,” kata Syamsuri. (f3)

    Komunikasi Sarana Interaksi yang Efektif dalam Menumbuhkan Integritas

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka mewujudkan aparat teritorial yang profesional, Korem 162/WB menggelar kegiatan komunikasi sosial bersama para Prajurit di jajaran di Aula Sudirman Korem 162/WB Mataram, Kamis (8/3/2018).

    Kegiatan Komsos dibuka Kasiter Korem 162/WB Letkol Inf I Nyoman Sumitra, diikuti ratusan personel dari Makorem, Satdisjan dan Yonif 742/SWY dengan tema ”Melalui kegiatan peningkatan kemampuan Komsos kita wujudkan aparat teritorial yang profesional dalam rangka pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di wilayah” dengan pemateri Pasiter Korem 162/WB Mayor Inf Hardani.

    Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., dalam sambutanya yang dibacakan Sumitra menyampaikan pembinaan Komunikasi sosial dipahami sebagai suatu cara TNI AD berhubungan untuk memelihara, meningkatkan dan mengutamakan hubungan erat dengan segenap komponen bangsa dalam rangka mewujudkan ketahanan wilayah.

    Adapun bentuk komunikasi sosial sambungnya, dapat dilaksanakan dalam bentuk diskusi, dialog, ceramah wawasan kebangsaan, Komsos kreatif melalui olahraga, budaya dan kesenian.

    “Semoga dengan kemampuan komunikasi sosial yang dimiliki oleh para Prajurit dapat mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat dan meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sehingga bisa meningkatkan partisipasi seluruh Komponen bangsa dalam mendukung pembangunan dan ketahanan nasional,” pungkasnya. (f3)

    Saswadi Ajak Sukseskan Pilkada 2018

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat –
    PJS Bupati Lombok Barat, H. Lalu Saswadi tidak henti-hentinya mensosialisasikan netralitas dan kondusifitas Pilkada.

    Dikatakannya, saat ini kita sudah berada dihadapan pemilihan kepala daerah (pilkada) baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur maupun pemilihan bupati dan wakil bupati. Oleh karena itu sebagai Pelaksana tugas sementara (Pjs) bupati Lombok Barat sesuai SK yang diberikan kepadanya dirinya diberi amanah untuk menjalankan tugas pokok yang sama dengan bupati Lombok Barat.

    “Namun karena tahun ini merupakan tahun politik,ada tambahan tugas bagi saya yakni mendorong terciptanya keaman dan ketertiban proses pilkada,” jelanya Saswadi kepada puluhan awak media di Ruang Media Center Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (8/3).

    Kaitan dengan Pilkada, lanjut Saswadi, ada beberapa hal yang perlu disampaikan termasuk hasil Rakornas daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada di Indonesia , yang saat itu dibuka dan dihadiri oleh beberapa mentri, ketua KPU, Bawaslu, KPK dan BPK.

    Saswadi menguraikan, saat itu, dalam arahan khusus terkait Pilkada merupakan amanat yang harus dijalankan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku.

    “Dimana kita tahu wasit dalam pilkada ini adalah KPU dan Panwaslu,” ujarnya.

    Terkait dengan itu, pemerintah kabupaten Lombok Barat telah melakukan sosialisasi, pertama dengan melakukan Rapim dan kemudian berkunjung ke kepala desa-kepala desa se Kabupaten Lombok Barat.

    ” Yang terbagi menjadi empat titik. Pertama kita melakukan sosialisasi ke Kecamatan Lingsar dan Narmada, kedua ke Kecamatan Gunung Sari dan Sandik, ketiga ke Kecamatan Sekotong, Lembar dan Gerung, yang terakhir ke Kecamatan Kuripan, Kediri dan Labuapi,” sebutnya.

    Dalam Roadshow dan silaturahmi tersebut materi yang disampaikan sama yakni hasil dari Rakornas di Jakarta.Baginya semua ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan.Ia meminta semua pihak mensuport pelaksanaan pilkada hingga terlaksana dengan Sukses.

    “Sukses dalam artian pelaksaan transparan, kondusif dan lancar serta tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi,” katanya.

    Selain itu kepada semua kandidat Saswadi berharap agar melakukan kampanye dengan menyampaikan visi misi serta memperkenalkan program yang mengarah pada pembangunan dan kesejahtraan masyarakat.

    ” Sehingga ada beberapa hal yang harus kita jaga dalam berkampanye.
    Pemimpin itu adalah wajah dari masyarakat. Jika pemimpinya bagus masyarakatnya juga bagus, begitu juga sebaliknya,” tambahnya sambil menekankan untuk selalu menjaga kondusifitas dan netralitas dalam pilkada.

    Menurutnya suksesnya pilkada tergantung dari tingkat partisipasi masyarakat yang hadir di TPS.

    “Setidaknya 90 persen dari jumlah pemilih hadir di TPS. Itu sebabnya kepada KPU dan Panwaslu marilah kita bersama-sama bagaiman semua berjalan lancar dan pilkada sukses artinya partisaipasi masyarakat yang datang ke TPS tinggi,” ungkapnya.

    Saswadi berharap Pilkada 2018 ini harus lebih baik dan berkualitas dari pilkada sebelumnya. Karena keberhasilan pilkada ini akan menjadi momentum dan tolok ukur Pilpres 2019.

    “Karena itu kita harus saling ingatkan bagaiman Pilkada ini berlangsung kondusif lancar dan sukses. Sehingga kita bisa memilih pemimpin yang terbaik,” pungkasnya. (f3)

    Marak Aduan Pelanggaran, Saswadi: Panwaslu Harus Sosialisasi

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Maraknya aduan tentang pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Perangkat Desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada kali ini membuat Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Saswadi bereaksi .

    Hal itu diperlihatkannya dengan gamblang di hadapan para Kepala Desa dan Ketua BPD Se-Kecamatan Kuripan, Kediri, dan Labuapi saat mengadakan Silaturrahmi, di Aula Kantor Camat Kuripan, Rabu (7/3/2018).

    Saswadi mengatakan semestinya Panwaslu melakukan sosialisasi tentang batasan aturan yang diperbolehkan.

    “Mestinya Panwaslu melakukan sosialisasi. Jadi kita tahu batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh,” ujar Saswadi saat melakukan kunjungan terakhirnya dalam rangka Roadshow Koordinasi ke seluruh kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat.

    Selain itu, Saswadi menyatakan bahwa tolok ukur Pilkada sukses adalah tingkat kehadiran masyarakat di TPS.

    “Jangan sampai dari 400an ribu lebih masyarakat Lobar yang memiliki hak pilih, hanya separuh yang berpartisipasi ke TPS,” lanjut Saswadi menegaskan.

    Bagi Pjs Bupati itu, walaupun hal tersebut adalah tugas bersama KPU dan Panwaslu, namun Pemerintah juga punya kewajiban yang sama.

    Saswadi juga mengingatkan kepada seluruh Kepala Desa agar dokumen-dokumen pertanggung jawaban Kegiatan pembangunan kemasyarakatan di tahun 2017 sudah disiapkan. Hal tersebut dalam rangka membantu audit yang diselenggarakan BPK.

    Selain dokumen yang diperlukan, lebih lanjut Saswadi mengingatkan, bahwa BPK turun untuk mengecek secara fisik seluruh kegiatan pembangunan kemasyarakatan yang telah dilaksanakan.

    “Sejauh ini Lobar telah meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga kali secara berturut. Dengan dokumen yang lengkap tersebut, tidak menutup kemungkinan jika Lobar akan meraih WTP lagi untuk ke empat kalinya,” harap Sasawadi. (f3)

    error: Content is protected !!