More
    Beranda blog Halaman 427

    Relawan Suhaili-Amin Imbau Jangan Terpancing Black Campain

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Nuansa pilkada serentak tahun 2018 di NTB kian menarik. Konstalasi politik menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB semakin memanas. Saling serang antar pendukung yang menjatuhkan lawan politik masing-masing terlihat semakin masif.

    Salah satu paslon yang mendapatkan serangan cukup massif adalah Suhaili-Amin. Beberapa kebijakan Suhaili di Kabupaten Lombok Tengah menjadi sasaran empuk lawan untuk di jadikan komoditi politik.
    Hal serupa juga terjadi pada calon wakilnya, Muhammad Amin yang
    juga tidak terlepas dari serangan.

    Menyikapi tingginya tensi situasi politik di NTB jelang pilgub ini, kordinator relawan Suhaili-Amin, Syamsul Hadi meminta semua relawan yang terbentuk di seluruh NTB untuk menahan diri dan tidak melakukan serangan balik.

    Dikatakan Syamsul, dirinya memahami naiknya frekwensi serangan hampir ke semua bakal calon tidak terkecuali Suhaili-Amin Namun demikian Syamsul menghimbau agar para relawan tidak terpancing dengan tetap mengedepankan politik santun dan mengikuti norma serta aturan yang berlaku.

    Sikap para relawan yang selalu mengedepankan politik santun, kata Syamsul, sebagai cerminan sosok paslon Suhaili-Amin yang selalu menghindari konflik terbuka dengan paslon lain.

    Sikap santun ini juga, lanjutnya, sebagai bentuk adaptasi dari akhlak Suhaili-Amin yang merupakan sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang memberikan manfaat kebaikan bagi masyarakat NTB.

    Syamsul menilai NTB tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik semata, namun tingkah laku serta adat ketimuran juga harus tetap dikedepankan, sehingga pembangunan di NTB menjadi seimbang, tidak hanya sukses pembangunan fisik tetapi diiringi dengan pembangunan manusianya. Sosok Suhaili-Aminpun di nilai sangat tepat untuk mewujudkan kesinambungan program ini.

    “Situasi politik akan semakin memanas, semua calon bakal kena serangan, sekecil apapun kebijakan yang akan di keluarkan oleh para calon akan menjadi komoditi politik, tetapi kami relawan Suhaili-Amin tetap akan santun, mengedepankan norma serta aturan,” tegasnya Syamsul di Mataram, Jumat (9/2).

    Di media sosial sendiri hampir semua bakal calon gubernur dan wakil gubernur mendapat serangan. Pasangan Suhaili-Amin juga tidak luput dari serangan. Beberapa kebijakan Suhaili seperti meminjam dana untuk pembangunan di Lombok Tengah tidak lepas menjadi bahan serangan.

    Senada dengan Syamsul, beberapa tim dan kordinator paslon Suhaili-Amin lainnya juga menyatakan tidak terpengaruh dengan serangan lawan politik. Mereka tetap mengedepankan politik santun dan beretika serta tidak melakukan serangan balik terhadap paslon lain. (f3)

    Pilkada Lobar : Izzul Islam Dirindu, Fauzan-Farin Berebut Suara Golkar

    HarianNusa.com, Mataram – Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Mataram memandang Pilkada Lombok Barat  makin menarik dengan munculnya tiga Paslon Bupati Lombok Barat akan membuat konstestasi kian hangat  Ada tiga calon yg memiliki latar belakang sebagai kader Partai Golkar,  Majunya Hj Sumiatun mendampingi Incumbent yang diusung Partai Golkar dan kolega membuktikan bahwa secara resmi Golkar mendukung Ketua DPD Golkar Lombok Barat tersebut.

    Sementara di sisi lain Ada Nauvar Farin dan H. Muamar Arafat yang juga merupakan Kader Golkar, maju dengan diusung Partai Gerindra, Hanura dan PKPI.

    Sebagai calon dari kader Golkar,  Nauvar Farin merupakan putra mantan bupati H. Zaini Arony yang juga Mantan Ketua DPD I Golkar NTB,  sedangkan H. Muamar Arafat Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil Lobar yang juga Kader Golkar.

    Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan dalam rivalitas merebut dukungan massa rakyat diprediksi suara rakyat loyalist  Golkar akan pecah dengan dengan melihat komposisi tiga kader terbaik  Golkar yang maju di Bursa Pilkada Lombok Barat.

    Kata Athar, di luar paslon  itu, saat ini ada sosok lain yang sedang dirindukan oleh masyarakat Lombok Barat,  yakni H. M. Izzul Islam. Di mata sebagian warga Lombok Barat, Cabup Lobar tersebut dikenal sebagai sosok tokoh yang familiar dan peduli dengan rakyat.

    “Paket Izzul Islam TGH Khudari Ibrahim resepentasi pasangan religius nasionalis,” ungkap Athar.

    Athar melihat sosok Izzul Islam sudah tidak asing baik bagi Tokoh Politisi NTB maupun Lombok Barat,  Mantan Ketua DPW PPP NTB,  saat ini  Ketua DPW Partai PERINDO NTB dikenal merakyat dan low profile.

    Sementara itu wakil bupatinya TGH Khudari Ibrahim, Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa Lombok Barat,  tokoh agama representasi  dari kalangan Santri.”Masyarakat mengenalnya Tuan Guru dari Keluarga Besar Ponpes Al Islahudiny Kediri,” jelas Athar.

    Di mata Sekretaris Mi6, munculnya pasangan Zul – Khaer menjadi alternatif dan solusi untuk kemajuan Lombok Barat ke depannya.

    Sementara itu, sambung Athar, Fauzan yang saat ini menjabat bupati menggantikan Zaini Arony sosok tidak berafliasi kevpartai manapun, hanya pernah menjabat sebagi Ketua KPU NTB.

    Lebih jauh Athar mengulas Lombok Barat dengan jumlah pemilih kurang lebih 450.000 ribu jiwa dan 10 kecamatan akan membuat pilkada Lombok Barat semakin seru. Tiga Calon Bupati yang akan berlaga sama-sama kental dengan Lombok Barat,  Izzul Islam Mantan Bupati,  Fauzan Incumbent dan Nauvar Farin anak Mantan Bupati.

    “Pilkada Lombok Barat ini seolah – olah pertarungan antara para jawara ditingkat kabupaten,” ucapnya.

    Terkait suara NW Lombok Barat dengan tidak majunya TGH Hasanain Djuaini, Athar memprediksi kekuatan basis massa NW dan juga Partai Demokrat akan menjadi pembeda di balik kekuatan masing-masing calon yang ada.

    “Kalau kita melihat latar belakang masing-masing calon maka sudah barang tentu Jamah NW akan mendukung kader dan alumninya. Izzul Islam yang merupakan Alumni NW secara khusus akan mendapatkan dukungan plus,” bebernya.

    Lebih jauh Athar mengulas sisi lain di balik partai koalisi, Fauzan yang diusung partai koalisi gemuk akan melawan kaolisi ramping Izzul Islam dan Farin yang diusung  lima partai saja dengan jumlah korrsi yang pas-pasan dan efektif.

    “Dengan partai pengusung yang gemuk belum tentu menjamin kemenangan di tangan apabila mesin partai tidak bergerak secara optimal,  terlebih sosok Fauzan yg  tidak memiliki background partai politik,” pungkasnya. (sat)

    ACT NTB Berikan Santunan kepada Sahdan

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat (ACT NTB) kembali melakukan bakti sosial kemanusiaan. Kali ini ACT NTB menyalurkan santunan kepada Sahdan, Kamis (8/2/2018).

    Tahun 2011 lalu,Sahdan, lelaki kelahiran 5 Februari, 27 tahun silam di Dusun Mendagi Desa Beleka Kecamatan Gerung Lombok Barat itu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pola makannya dari saat itu mulai tidak teratur  sehingga menyebabkan datangnya penyakit baru yaitu  Taruma Abdomen.

    Tahun 2018 ini ia mengidap penyakit lambung bocor yang menjadikan saluran untuk proses buang air besarnya tidak berfungsi sehingga satu-satunya cara untuk mengeluarkannya adalah dengan melakukan penyedotan.

    Hampir sebulan penuh Sahdan terbaring tak berdaya di kamar RSUD Provinsi NTB. Dan ia sudah menjalani operasi sebanyak  dua kali. Namun keterbatasan alat di rumah sakit ini membuatnya dirujuk ke rumah sakit Sanglah di Bali.

    Sahdan sangat berharap dirinya bisa sembuh karena ia sangat ingin bertemu ibunya yang saat ini mengais rejeki di negeri Jiran.

    “Saya ingin sembuh agar bisa bertemu ibu yang sekarang jadi TKW di Malaysia, saya ingin sembuh untuk membahagiakan kedua orangtua, juga untuk menjaga adik-adik saya,” kata Sahdan saat ditanya tentang harapannya.

    Kepala Cabang ACT NTB, L. M. Alfian mengatakan bahwa ACT NTB akan terus berusaha untuk menjadi solusi bagi masyarakat NTB kurang mampu yang membutuhkan bantuan.

    “Ini adalah salah satu langkah konkrit kami,” katanya disela-sela kunjungannya itu. (f3)

    Danrem Sambut Kunjungan Study Tour Siswa Diktukba Polri ke Makorem 162/WB

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Kunjungan Study Tour Ratusan Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Kepolisian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2017 di Makorem 162/WB disambut Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, MA., bersama para Kepala seksi dan Perwira Seksi Korem 162/WB di Aula Sudirman Makorem 162/WB Mataram, Kamis (8/2).

    NTB Menjadi Tuan Rumah Multilateral Naval Exercise Komodo 2018

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dipercayakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala dunia pada gelaran Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 yang akan dilaksanakan pada Mei 2018 mendatang.

    TGB Dorong Mahasiswa Ikut dalam Proses Menentukan Arah Bangsa

    HarianNusa.com, Sumatera Barat – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendorong para mahasiswa, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Islam untuk ikut secara aktif dalam proses menentukan bagaimana arah bangsa Indonesia ke depan.

    Zul-Rohmi: Pertaruhan Prestise dan Truff Politik TGB

    HarianNusa.com, Mataram – Sejatinya daya tarik Pilgub NTB terletak pada paket Zul Rohmi yang kehadirannya melawan mainstream politik (baca: Anomali) serta terkesan ada hidden agenda dari sisi kalkulasi politik.

    Ahyar Abduh Didukung Warga Praya Barat Daya Pimpin NTB

    0

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Bakal calon gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018, TGH.Ahyar Abduh bersilaturrahim dengan warga Praya Barat Daya Lombok Tengah di Desa Darek kamis (08/02).

    Primkopad Korem 162/WB Gelar Rapat Anggota Tahunan dan Pemilihan Ketua Primkopad Baru

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Korem 162/WB menggelar Rapat anggota tahunan (RAT) Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad) Kartika Wira Bhakti sekaligus pemilihan Ketua Primkopad dan para pengurusnya yang baru periode 2018-2023 di Aula Sudirman Makorem 162/WB Mataram, Kamis (8/2).

    Minta Perbaikan Bendungan, Warga Sape Blokir Jalan

    0

    HarianNusa.com, Bima – Ratusan masyarakat Sape melakukan pemblokiran jalan negara lintas Sape-Bima di depan bendungan Raba Seme Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Rabu (7/2).

    Pemblokiran jalan tersebut sebagai bentuk protes warga yang meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk segera dilakukan perbaikan bendungan Induk Raba Seme dengan mendatangkan alat berat eksavator mengingat kondisi Bendungan sudah jebol.

    Melihat kondisi tersebut, Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid segera melakukan negosiasi dengan masyarakat pemblokir jalan tersebut.

    “Saya bersama Muspika Kecamatan Sape mendatangi masyarakat yang melakukan pemblokiran jalan dan bernegosiasi dengan mereka termasuk dengan perwakilannya,” ungkap Junaid.

    Negosiasi yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut, kata Junaid, belum membuahkan hasil karena para pemblokir jalan meminta jalan dibuka setelah alat berat eksavator sudah ada di lokasi.

    Danramil bersama para Babinsanya dan Muspika Sape yang dihadiri Kapolres Bima AKBP Bagus Dewo Satrio, S.IK., melaksanakan rapat untuk menentukan jalan keluar karena kondisi jalan negara sudah macet.

    Junaid kembali melakukan negosiasi bersama Muspika Sape dan Dinas PU Kabupaten Bima untuk pembebasan lahan milik Kaharudin yang berdekatan dengan bendungan DAM yang akan dilalui oleh eksavator.

    “Alhamdulillah pemilik lahan yang akan dilewati eksavator bersedia membebaskan tanahnya dengan penandatanganan surat pernyataan pembebasan yang disaksikan secara bersama-sama,” jelas Junaid.

    Sambil menunggu eksavator datang, Danramil Sape terus berupaya dengan sabar dan penuh santun untuk berdialog dengan masyarakat agar bersedia membuka jalan sehingga tidak menimbulkan kemacetan dari dua arah.

    Sekitar menjelang waktu sholat ashar, akhirnya masyarakat membuka jalan untuk kelancaran lalu lintas setelah eksavator tiba di lokasi.

    Menurut informasi dari masyarakat sekitar yang namanya tidak ingin disebutkan, bukan kali ini saja Danramil Sape turun langsung bernegosiasi dengan warga mencari solusi terbaik terhadap setiap permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat.

    Salah satu permasalahan yang diselesaikan yakni pelelangan tanah Pemda di wilayah Sape yang hampir setiap tahun menjadi permasalahan, akhirnya dapat diselesaikan dengan cara bernegosisasi secara tepat dan baik. (f3)

    error: Content is protected !!