fbpx
23 C
Mataram
Sabtu, Oktober 31, 2020
Update Covid-19 Indonesia
406,945
Total Kasus
Updated on 30/10/2020 7:35 pm
Beranda Pendidikan Justibelen: Media Kampus dengan Harapan Menggilas Peradaban Hoax

Justibelen: Media Kampus dengan Harapan Menggilas Peradaban Hoax

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Pemred Justibelen 2017-2018 telah terpilih. Media kampus yang bernaung pada UKF Forjust Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) tersebut memilih Candri Fajriana sebagai nakhoda baru Justibelen, Jumat (6/10).

Media kampus Justibelen terkenal sebagai satu-satunya media di Fakultas Hukum Unram yang intens mengabarkan informasi pada mahasiswa. Candri terpilih menggantikan Pemred sebelumnya, Ripaal Fahrurozi.

Justibelen mengalami pasang surut dalam menjalankan roda organisasi. Mulai dari kevakuman keanggotan hingga penarikan buletin akibat dinilai mengabarkan berita yang kontra pejabat kampus. Tidak hanya Justibelen, media kampus besar di Unram seperti UKPKM Media Unram juga bernasip sama. Media tersebut dibekukan rektor lantaran dinilai menyebarkan berita yang merugikan kampus.

- Advertisement -

Candri sebagai wanita kedua yang terpilih menjadi Pemred memiliki harapan ke depan. Melalui Justibelen ia berharap demokrasi kampus dapat kembali tumbuh. Ia berkomitmen untuk memberitakan apa yang sebenarnya harus diberitakan dengan tetap memegang teguh azas keberimbangan (cover both side).

“Insyaallah saya punya komitmen kerja. Tentunya masih membutuhkan bimbingan para senior. Justibelen ke depannya akan memberitakan apa yang harusnya diberitakan dengan tetap menjaga azas keberimbangan,” ujarnya usai serah-terima jabatan di Sekret Forjust FH Unram.

Selain menumbuhkan demokrasi di level kampus, ia berkomitmen untuk menggilas peradaban hoax yang saat ini menjadi hidangan empuk yang dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, penyebaran hoax berisiko tinggi bagi buruknya perkembangan demokratisasi bangsa.

“Ada relasi antara demokrasi dan hoax. Di era demokrasi yang serba bebas, masyarakat seakan bebas mengirim hoax. Ini menjadi kerugian bagi proses demokrasi kita. Untuk itu media kampus menjadi salah satu harapan dalam memerangi hoax,” paparnya.

Seorang hakim, Bismar Siregar pernah berpesan agar pers kampus dapat menjaga idealisnya. Karena di masa ini, satu-satunya media yang dapat bersikap netral adalah media kampus. Media mainstream yang sering terkontaminasi dengan unsur politik tidak pantas untuk ditiru pers kampus. Media kampus diharapkan memberitakan sesuatu secara kaffah dan jauh dari strategi framing pemberitaan.

Harapan tersebut akan diaktualisasi Justibelen di bawah kepemimpinan Chandri untuk menumbuhkan nuansa jusrnalistik yang bebas kepentingan politik dan tentunya bebas hoax. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Kunjungi Sumbawa, Wagub Semangati Para Nakes

HarianNusa.com, Sumbawa - Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Oleh karena...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Telah Diresmikan, Kini Warga Poan Bisa Beribadah di Masjid Ibadurrahman

HarianNusa.com, Lombok Barat - Masjid Hidayatullah yang dibangun pada tahun 1993 yang berlokasi di Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia