Mahasiswa Unram terlibat ricuh saat menolak acara Fraksi Nasdem Goes to Campus. (sat/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Puluhan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menolak acara Nasdem Goes to Campus yang digelar di Fakultas Hukum, Unram, Selasa (5/12).

Mahasiswa menolak kampus dijadikan tempat politik praktis dengan membebaskan Parpol memasuki areal kampus. Menurut mahasiswa sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi, kampus harus steril dari kepentingan politik praktis tersebut.

Sejak awal, aksi mahasiswa memanas lantaran pihak kampus lambat menemui mahasiswa di depan gedung Fakultas Hukum Unram tempat diselenggarakan acara. Aksi saling dorong antara petugas keamanan kampus dan mahasiswa tak terhindarkan.

Aksi berubah menjadi ricuh saat mahasiswa menerobos masuk gedung tempat diselenggarakan acara. Adu mulut dan saling dorong dengan petugas keamanan kampus mewarnai aksi mahasiswa.

Salah seorang aktivis mahasiswa menaiki meja penjagaan depan gedung sembari berorasi. Beberapa saat kemudian, mahasiswa menerobos pintu masuk gedung yang dikawal petugas keamanan kampus.

Petugas keamanan kampus tak berdaya saat mahasiswa menerobos masuk. Beruntung acara digelar di lantai tiga, sehingga mahasiswa tidak langsung mendatangi tempat berlangsungnya acara tersebut.

Beberapa saat kemudian, Dekan Fakultas Hukum Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni bersama Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unram, H. Sofwan turun menemui mahasiswa. Aksi yang semula ricuh berhasil diredam.

Ketua BEM Fakultas Hukum Unram, Alwi Sahbana meminta pihak kampus menjelaskan kepentingan Parpol masuk kampus. Ia juga mewakili mahasiswa menuntut tiga tuntutan dalam aksi tersebut.

“Pertama kami menuntut acara Nasdem tidak digelar di kampus, karena membawa embel-embel partai. Kedua, kami mempertanyakan sikap fakultas yang tidak mengabarkan akan melakukan kegiatan tersebut pada BEM dan DPM. Terakhir, kami menuntut usut tuntas kasus Victor Laiskodat,” tegasnya.

Sementara Lalu Husni menjelaskan, acara tersebut merupakan acara sosialiasi UU Ormas oleh Fraksi Nasdem DPR RI. Ia membantah acara tersebut merupakan ajang politik praktis.

“Perlu dibedakan antara fraksi dengan partai. Yang hadir saat ini adalah DPR yang mempunyai kewenangan membuat undang-undang untuk sosialisasikan UU Ormas,” jelasnya.

Husni mengatakan acara tersebut penting karena UU Ormas merupakan program legislasi yang harus disosialisasikan pada masyarakat.

“Mengapa (acara) penting, kita tahu karena ada Ormas tertentu yang dibekukan karena dianggap mengganggu. Presiden membuat Perppu dan menjadi undang-undang, itulah yang perlu disosialiasikan,” pungkasnya.

Usai menggelar dialog, mahasiswa Unram membubarkan diri dengan syarat usai acara sosialisasi digelar, DPR yang hadir dalam sosialiasi harus menjelaskan maksudnya yang menggunakan slogan Fraksi Nasdem Goes to Campus dalam sosialisasi tersebut. (sat)

Komentar