More
    Beranda blog Halaman 3

    Nahas! Warung Nasi di Ampenan Terbakar Saat Menggoreng Ikan, Kerugian Capai Rp25 Juta

    HarianNusa, Mataram — Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah warung nasi di Jalan Industri, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (14/03/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Kebakaran tersebut sempat membuat panik warga sekitar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.

    Sejumlah personel Polsek Ampenan bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Mataram langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Kehadiran petugas di lokasi tidak hanya untuk melakukan evakuasi, tetapi juga membantu mengamankan area kebakaran agar proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran berjalan lancar.

    Kapolsek Ampenan Ahmad Majmuk menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sementara dari saksi, kebakaran terjadi saat pengelola warung sedang memasak.

    “Menurut keterangan saksi, saat itu karyawan warung sedang menggoreng ikan sambil menyiapkan bahan makanan lainnya. Tiba-tiba api menyambar minyak panas di penggorengan dan mengenai sisa minyak yang tercecer di lantai,” ujarnya.

    Api kemudian dengan cepat merambat hingga menyambar kabel listrik dan bagian plafon warung. Menyadari kejadian tersebut, karyawan warung bersama seorang pembeli segera keluar dari dalam warung sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

    Sekitar 15 menit setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman dibantu personel Polsek Ampenan serta warga setempat.

    Akibat peristiwa tersebut, sejumlah peralatan dapur, bahan makanan, serta sebagian plafon warung hangus terbakar. Berdasarkan keterangan pemilik warung, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp25 juta.

    “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik warung mengalami kerugian materiil sekitar dua puluh lima juta rupiah,” tutup Kapolsek. (F*)

    Ket. Foto:

    Petugas kepolisian Sektor Ampenan melakukan pengamanan saat pemadam kebakaran melaksanakan tugas memadamkan warung yang terbakar di Ampenan. (Ist)

    Delapan Calo Tiket dan Preman Terminal Mandalika Diamankan Jelang Lebaran dan Nyepi

    HarianNusa, Mataram – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di berbagai titik keramaian. Salah satunya dilakukan oleh Polresta Mataram yang menggelar patroli penertiban calo tiket dan aksi premanisme di kawasan Terminal Mandalika, Minggu (15/03/2026).

    Patroli tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP I Made Dharma YP., S.T.K., SIK., M.SI., bersama Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., SIK., dengan melibatkan tim opsnal Sat Reskrim Polresta Mataram dan Polsek Sandubaya, serta di backup Tim Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB. Dari kegiatan itu, petugas berhasil mengamankan delapan orang yang diduga terlibat praktik calo tiket dan aksi premanisme di area terminal.

    “Patroli ini kami lakukan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat terkait maraknya calo tiket dan aksi premanisme di Terminal Mandalika yang sering menimbulkan cekcok dengan agen tiket resmi maupun para penumpang,” ujar AKP I Made Dharma usai kegiatan.

    Menurutnya, penertiban tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026, yang difokuskan pada pengamanan arus mudik Lebaran serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di fasilitas transportasi umum.

    “Kegiatan ini tidak hanya kami lakukan di terminal, tetapi juga di kawasan pertokoan, tempat wisata, dan lokasi keramaian lainnya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang hari raya,” tambahnya.

    Delapan orang yang diamankan masing-masing berinisial J, I, A, T, MR, B, FES, dan DH, yang sebagian besar berasal dari wilayah Kecamatan Sandubaya. Mereka diduga kerap melakukan praktik percaloan tiket serta tindakan yang meresahkan penumpang dan agen resmi di terminal.

    Saat ini, kedelapan orang tersebut telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah pembinaan.

    “Mereka akan kami berikan pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika kembali melakukan tindakan serupa, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim.

    Polresta Mataram juga mengimbau 

    masyarakat yang beraktivitas di ruang publik agar segera melaporkan jika menemukan tindakan yang meresahkan atau berpotensi mengganggu keamanan.

    “Masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat 110 apabila menemukan situasi yang tidak aman di lingkungan sekitar,” tutupnya. (F*)

    Ket. Foto: Delapan calo tiket dan preman yang diamankan di Polresta Mataram. (Ist)

    Ambil Sertipikat di Hari Libur, Masyarakat: Benar-Benar Pengalaman Terbaik

    HarianNusa, Karawang – Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja, kehadiran Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) menjadi solusi yang memudahkan. Layanan yang tersedia di 107 Kantor Pertanahan (Kantah) di seluruh Indonesia ini memungkinkan masyarakat tetap mengurus urusan pertanahan di hari libur tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Salah satu yang merasakan langsung kemudahan tersebut adalah Angelita (30), warga Karawang yang memanfaatkan PELATARAN untuk mengambil sertipikat tanah setelah menyelesaikan proses balik nama.

    “Menurut saya ini benar-benar pengalaman terbaik. _Well, the best experience I have ever had_. Prosesnya cepat, saya bisa urus sendiri, dan hari ini bahkan bisa langsung ambil sertipikatnya,” ujar Angelita, pegawai bank yang datang langsung ke Kantah Kabupaten Karawang untuk mengambil dokumennya.

    Angelita mengaku mengetahui informasi mengenai layanan di hari akhir pekan tersebut melalui media sosial. Ia melihat informasi tersebut dari akun resmi Kantah Kabupaten Karawang di TikTok, yang menurutnya cukup responsif ketika menjawab pertanyaan masyarakat. “_Honestly_ saya tahu dari TikTok. Di Google masih tertulis tutup, tapi di TikTok saya sempat tanya dan langsung dibalas. Itu enaknya, jadi saya tahu kantor buka dan bisa datang hari ini,” jelasnya.

    Ia menceritakan, sertipikat yang diambil merupakan hasil dari proses balik nama yang sebelumnya ia urus secara mandiri. Menurutnya, seluruh proses berjalan cukup cepat dan tidak berbelit. “Prosesnya sekitar sebulan dan menurut saya cepat. Saya memang sengaja urus sendiri karena ingin tahu benar tidak sih pengalaman layanan pertanahan sekarang seperti yang banyak dibahas di media sosial,” ucapnya.

    Pengalaman tersebut membuat Angelita merasa puas dengan pelayanan yang diterima. Ia menilai birokrasi pelayanan pertanahan saat ini semakin mudah diakses masyarakat, termasuk melalui inovasi layanan di akhir pekan seperti PELATARAN.

    Melalui layanan yang dibuka setiap Sabtu-Minggu pukul 09.00-12.00 waktu setempat ini, masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja tetap dapat mengakses layanan pertanahan. Khususnya, bagi mereka yang mengurus urusan tanahnya secara mandiri tanpa perantara. (*)

    Ket. Foto: Melalui Pelayanan Tanah Akhir Tahun (PELATARAN) Kantor pertanahan memberikan pelayan akhir pekan bagi masyarakat. (Ist)

    Hangatnya Bukber di Kediaman Brigjen Lalu Iwan, Puluhan Jurnalis NTB Dapat Tausiyah Hikmah Puasa

    HarianNusa, Lombok Barat – Suasana hangat terasa di kediaman Sesdep Prokma BGN, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.IK., M.M., Sabtu (14/3/2026). Puluhan jurnalis dari berbagai media di Nusa Tenggara Barat (NTB), berkumpul dalam agenda buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban.

    Tidak kurang dari 40 wartawan hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka terdiri dari reporter, pimpinan redaksi, hingga pengurus organisasi media di NTB. Pertemuan itu sekaligus mempererat komunikasi, antara jurnalis dengan Brigjen Lalu Iwan yang selama ini menjalin hubungan baik, dalam implikasi pemberitaan berbagai kegiatan.

    Menjelang waktu berbuka, acara diisi tausiyah Ramadhan yang dispaikan Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat, TGH Muhammad Taisir Al Azhar, L.C., M.A.. Dalam ceramahnya, ia mengulas hikmah serta keutamaan puasa sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan pengendalian diri.

    Ia mengingatkan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki akhlak, sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

    “Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati kepada sesama, dan menjadi jalan memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT,” ujar TGH Taisir Al Azhar di hadapan para jurnalis.

    Usai tausiyah, Brigjen Lalu Iwan menyampaikan apresiasi kepada para wartawan, yang selama ini aktif mengangkat berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media.

    Ia menilai peran jurnalis sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat literasi publik.

    “Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis, yang selama ini terus mendukung berbagai kegiatan melalui pemberitaan di media,” ujar Brigjen Lalu Iwan.

    Menjelang berakhirnya acara, ia juga menyampaikan ucapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, kepada seluruh jurnalis dan masyarakat.

    “Kami sekeluarga menyampaikan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

    Momen buka puasa bersama tersebut berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Para jurnalis terlihat menikmati hidangan berbuka sambil berbincang ringan, memperkuat silaturahmi antara insan pers dan keluarga besar Brigjen Lalu Iwan. (F*)

    Ket. Foto: 

    Suasana bukber di kediaman Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan tampak khusuk saat TGH. Muhammad Taisir Al Azhar, L.C., M.A..menyampaikan tausiah tentang hikmah puasa. (HarianNusa/fit) 

    BPN Kota Mataram Gelar Buka Puasa Bersama IPPAT Kota Mataram

    HarianNusa, Mataram – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Kantor Pertanahan Kota Mataram bersama Ikatan Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Mataram pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Acara yang berlangsung di halaman Kantor Pertanahan Kota Mataram, Sabtu, (14/3)  tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, pegawai, serta para notaris/PPAT yang tergabung dalam IPPAT.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar lembaga, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergi dalam pelayanan pertanahan di Kota Mataram. 

    Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin Putra Utama, S.SiT., M.M.,  dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara BPN dan IPPAT dalam mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat

    Selain itu, Halid Aslamudin, juga  memberikan informasi penting kepada para PPAT mengenai kondisi internal BPN Kota Mataram. “Saat ini sedang berlangsung mutasi besar-besaran khusus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski demikian, kami tetap berkomitmen memberikan layanan pertanahan terbaik sesuai dengan SOP yang berlaku. Perubahan ini justru menjadi momentum untuk memperkuat sistem kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan,” tegasnya.

    Senada, Ketua IPPAT Kota Mataram, Bapak I Dewa Satriadiana, S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang lebih erat. 

    “IPPAT Kota Mataram siap bersinergi dengan Kantor Pertanahan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan. Dengan kebersamaan, kita dapat menghadirkan layanan yang lebih baik, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Acara diawali dengan khataman Al-Qur’an di Mushallah Kamilul Ardi yang diikuti oleh pegawai Kantor Pertanahan Kota Mataram. Tradisi mengaji telah menjadi agenda rutin BPN Kota Mataram selepas shalat dzuhur. Kegiatan ini telah dimulai sejak pertengahan Tahun 2025 dan berlanjut sampai sekarang.

    Melalui kegiatan ini, Kantor Pertanahan Kota Mataram dan IPPAT Kota Mataram berharap dapat terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

    Ket. Foto: 

    Kegiatan silaturahmi dn buka puasa bersama Kantor BPN Mataram dan IPPAT Kota Mataram. (Ist)

    Nadira Bantah Dugaan Perselingkuhan, Sebut Tak Pernah Lihat Bukti Percakapan

    HarianNusa, Mataram – Nadira Ramayanti angkat bicara menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menegaskan hingga saat ini tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang disebut-sebut menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya.

    Dalam pernyataannya, Nadira menyampaikan bahwa klaim mengenai adanya percakapan yang beredar di publik tidak pernah ia lihat secara utuh maupun dikonfirmasi langsung kepadanya.

    “Menanggapi pemberitaan yang kembali beredar mengenai dugaan adanya bukti percakapan yang disebut-sebut sebagai dasar tuduhan terhadap diri saya, saya menegaskan bahwa hingga saat ini saya tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang Nadira Bantah Dugaan Perselingkuhan, Sebut Tak Pernah Lihat Bukti Percakapan

    HarianNusa, Mataram – Nadira Ramayanti angkat bicara menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menegaskan hingga saat ini tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang disebut-sebut menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya.

    Dalam pernyataannya, Nadira menyampaikan bahwa klaim mengenai adanya percakapan yang beredar di publik tidak pernah ia lihat secara utuh maupun dikonfirmasi langsung kepadanya.

    “Menanggapi pemberitaan yang kembali beredar mengenai dugaan adanya bukti percakapan yang disebut-sebut sebagai dasar tuduhan terhadap diri saya, saya menegaskan bahwa hingga saat ini saya tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang dimaksud oleh pihak-pihak yang menyampaikan klaim tersebut,” ujarnya.

    Ia juga menyatakan belum dapat memastikan keaslian percakapan yang beredar di berbagai pihak. Pasalnya, dirinya tidak pernah melihat secara langsung apakah percakapan tersebut benar berasal dari perangkat ataupun akun WhatsApp miliknya.

    “Sampai dengan saat ini saya juga tidak dapat memastikan bahwa percakapan yang beredar tersebut benar berasal dari perangkat atau akun WhatsApp milik saya, karena saya sendiri tidak pernah melihat secara langsung bukti yang dimaksud secara utuh,” jelasnya.

    Menurut Nadira, ia bahkan tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai “bukti utuh” sebagaimana yang disampaikan dalam berbagai pemberitaan media.

    Karena itu, ia menilai tidak tepat jika berbagai klaim dibangun di ruang publik tanpa adanya klarifikasi atau konfirmasi langsung kepada dirinya.

    “Saya juga tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai ‘bukti utuh’ sebagaimana yang disampaikan di media, sehingga sangat tidak tepat apabila berbagai klaim tersebut dibangun di ruang publik tanpa pernah dikonfirmasi secara langsung kepada saya,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Nadira menegaskan bahwa komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak.

    “Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak,” katanya.

    Di akhir pernyataannya, Nadira berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

    Ia juga mengingatkan bahwa saat ini dirinya tengah menyelesaikan persoalan rumah tangga melalui jalur hukum.

    “Saya berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih saat ini saya juga sedang menyelesaikan persoalan rumah tangga saya melalui jalur hukum,” pungkasnya. oleh pihak-pihak yang menyampaikan klaim tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu, (14/3/26).

    Ia juga menyatakan belum dapat memastikan keaslian percakapan yang beredar di berbagai pihak. Pasalnya, dirinya tidak pernah melihat secara langsung apakah percakapan tersebut benar berasal dari perangkat ataupun akun WhatsApp miliknya.

    “Sampai dengan saat ini saya juga tidak dapat memastikan bahwa percakapan yang beredar tersebut benar berasal dari perangkat atau akun WhatsApp milik saya, karena saya sendiri tidak pernah melihat secara langsung bukti yang dimaksud secara utuh,” jelasnya.

    Menurut Nadira, ia bahkan tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai “bukti utuh” sebagaimana yang disampaikan dalam berbagai pemberitaan media.

    Karena itu, ia menilai tidak tepat jika berbagai klaim dibangun di ruang publik tanpa adanya klarifikasi atau konfirmasi langsung kepada dirinya.

    “Saya juga tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai ‘bukti utuh’ sebagaimana yang disampaikan di media, sehingga sangat tidak tepat apabila berbagai klaim tersebut dibangun di ruang publik tanpa pernah dikonfirmasi secara langsung kepada saya,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Nadira menegaskan bahwa komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak.

    “Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak,” katanya.

    Di akhir pernyataannya, Nadira berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

    Ia juga mengingatkan bahwa saat ini dirinya tengah menyelesaikan persoalan rumah tangga melalui jalur hukum.

    “Saya berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih saat ini saya juga sedang menyelesaikan persoalan rumah tangga saya melalui jalur hukum,” pungkasnya.

    Di tengah prahara rumah tangganya yang dikabarkan nyaris berujung perceraian, nama Nadira sempat menjadi sorotan setelah muncul isu dugaan perselingkuhan yang menyeret dirinya dengan Bupati Dompu. (F3)

    Ket. Foto: 

    Nadira memberikan klarifikasi atas tuduhan dugaan perselingkuhan  yang menyeret namanya. (Ist)

    Kantor Pertanahan Tetap Buka Layani Masyarakat pada Masa Cuti Bersama Nyepi dan Idulfitri 1447 H

    HarianNusa, Jakarta – Di tengah masa libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan pertanahan. Sejumlah Kantor Pertanahan (Kantah) akan buka untuk memberikan pelayaan terbatas pada tanggal tertentu selama masa libur tersebut. 

    “Sesuai arahan Bapak Menteri, Kantah yang menyelenggarakan program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan, red), agar tetap memberikan pelayanan pertanahan terbatas pada libur Idulfitri mendatang, yaitu pada tanggal 18, 19, 20, 23, dan 24 Maret 2026,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat ditemui di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jumat (13/03/2026).

    Menurut Sekjen ATR/BPN, Kantah yang berada di wilayah ibu kota provinsi akan tetap buka. Sementara itu, untuk Kantah lainnya akan menyesuaikan dengan kebutuhan di wilayah masing-masing. “Ini khususnya bagi Kantah-kantah yang berada di daerah tujuan mudik,” lanjutnya.

    Layanan pertanahan terbatas, rencananya akan dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 12.00 waktu setempat. Sekjen ATR/BPN berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan pertanahan terbatas ini secara optimal. “Masyarakat bisa memantau informasi selengkapnya melalui akun media sosial Kantah di wilayah masing-masing,” lanjutnya.

    Dalu Agung Darmawan menjelaskan, Kantah yang membuka layanan terbatas di masa libur ini bertanggung jawab terhadap pelaksanaan sekaligus penyebaran informasi soal pelayanan tersebut.

    “Kantah yang membuka layanan terbatas silakan mengumumkan kepada masyarakat melalui media komunikasi yang tersedia,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama masa liburan ini antara lain informasi dan konsultasi pertanahan; pemutakhiran data digital terhadap sertipikat lama; penerimaan berkas layanan pertanahan; serta penyerahan produk layanan pertanahan yang diajukan langsung oleh pemilik tanah tanpa melalui kuasa. (*)

    Pengembangan Kasus Curanmor Babakan, Polisi Ungkap Pencurian Motor di Karang Kemong dan Amankan 5 Penadah

    HarianNusa, Mataram  – Pengembangan penyelidikan kasus curanmor di Babakan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Mataram menguak kasus pencurian motor lain yang terjadi di wilayah Karang Kemong, Cakranegara, Kota Mataram. 

    Dari pengungkapan tersebut, dua pelaku utama pencurian  motor di Babakan  berinisial SH dan MS berkaitan dengan kasus pencurian motor lainnya yang terjadi di Karang Kemong. Dari kasus ini polisi juga berhasil mengamankan lima orang terduga penadah, yakni RA, IKB, AA, MS, dan S yang diduga terlibat dalam penjualan atau penyimpanan barang hasil kejahatan tersebut.

    Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., menjelaskan,  terbongkarnya kasus curanmor di Karang Kemong merupakan hasil pengembangan dari penyidikan kasus pencurian sepeda motor yang sebelumnya terjadi di wilayah Babakan, Kecamatan Sandubaya.

    “Sebelumnya ada dua laporan curanmor yang masuk ke Polresta Mataram, yaitu di wilayah Babakan dan di wilayah Karang Kemong. Namun yang lebih dulu terungkap adalah kasus di Babakan,” ujar AKP I Made Dharma saat ditemui media, Jumat (13/03/2026).

    Peristiwa pencurian di Karang Kemong sendiri terjadi pada 2 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu korban memarkir sepeda motor jenis Honda Vario di sebuah gang di samping rumahnya. Tak lama kemudian, korban mendengar suara mesin sepeda motor dihidupkan. 

    “Ketika keluar untuk mengecek, korban mendapati motornya sudah tidak ada di tempat. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram,” tutur Kasat Reskrim. 

    Saat polisi melakukan penyelidikan, identitas pelaku dalam kasus Babakan lebih dulu teridentifikasi hingga akhirnya SH dan MS berhasil diamankan. Dari hasil pemeriksaan terhadap keduanya, penyidik kemudian menemukan keterkaitan dengan kasus pencurian lain di Karang Kemong.

    “Dari pengembangan pemeriksaan terhadap para pelaku, diketahui bahwa SH dan MS juga merupakan pelaku utama dalam kasus pencurian di Karang Kemong,” jelasnya.

    Selain itu, dari keterangan para pelaku, polisi juga memperoleh informasi mengenai sejumlah orang yang diduga menerima atau membantu menjual sepeda motor hasil curian tersebut. Berdasarkan informasi itu, petugas kemudian berhasil mengamankan lima terduga penadah.

    Saat ini seluruh terduga pelaku dan penadah tengah menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Mataram.

    “Mereka dijerat dengan Pasal 477 dan Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dan pertolongan jahat atau penadahan,” tutup Kasat Reskrim. (F*)

    Ket. Foto: Tujuh terduga pencurian motor dan penadah dalam kasus curanmor di Babakan dan Karang Kemong yang diamankan Satreskrim Polresta Mataram. (Ist)

    Tiga Pencuri Motor dan Penadah Dibekuk Tim Resmob Polresta Mataram

    HarianNusa, Mataram – Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram kembali mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kota Mataram. Dalam pengungkapan tersebut, tiga pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dan penadahan berhasil diamankan pada Kamis dini hari (13/03/2026) di wilayah Seganteng, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

    Ketiga terduga yang diamankan masing-masing berinisial SH dan MS yang diduga sebagai pelaku utama pencurian, Sementara BA berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan atas laporan yang masuk ke Polresta Mataram.

    Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban terkait pencurian sepeda motor yang terjadi di rumahnya di wilayah Babakan, Kecamatan Sandubaya.

    Peristiwa tersebut terjadi pada 19 Maret 2026. Saat itu korban memarkir sepeda motornya di depan rumah dalam kondisi terkunci stang, kemudian pergi melaksanakan salat tarawih di masjid yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

    Namun ketika korban kembali sekitar pukul 20.00 Wita, sepeda motor yang diparkir sebelumnya sudah tidak berada di tempat. Menyadari kendaraannya hilang, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

    Dari hasil penyelidikan tersebut, identitas para terduga akhirnya berhasil diketahui hingga akhirnya diamankan di wilayah Seganteng.

    “Yang kami amankan ada tiga orang, dua di antaranya pelaku utama dan satu orang diduga sebagai penadah. Salah satu pelaku utama, yakni SH, juga merupakan residivis kasus pencurian,” jelas AKP I Made Dharma.

    Selain mengamankan para terduga, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor milik korban. 

    Saat ini ketiga terduga tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polresta Mataram. Mereka dijerat dengan Pasal 477 dan Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dan pertolongan jahat (penadahan).

    “Barang bukti sudah diamankan dan kasus ini masih terus kami kembangkan,” tutup Kasat Reskrim. (F*)

    Ket. Foto:

    Terduga pencuri dan penadah diamankan Satreskrim Polresta Mataram. (Ist)

    Kapolsek Mataram Cek Kesiapan Pos Pelayanan Pengamanan Lebaran di Epicentrum Mall

    HarianNusa, Mataram – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026, Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, melakukan kontrol dan pemantauan Pos Pelayanan Call Center 110 milik Polresta Mataram.

    Kegiatan pengecekan tersebut berlangsung pada Kamis (12/03/2026) sekitar pukul 09.43 WITA di Pos Pantau yang berada di kawasan Epicentrum Mall Mataram, Jalan Sriwijaya, Kota Mataram.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi oleh Piket Perwira Pengawas (Pawas) serta Unit Patroli Polsek Mataram untuk memastikan kesiapan sarana prasarana pos pelayanan sekaligus kesiapsiagaan personel yang bertugas dalam memberikan layanan cepat kepada masyarakat melalui Call Center 110.

    Kapolsek Mataram AKP Mulyadi mengatakan, pengecekan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif kepolisian untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat-pusat keramaian menjelang Lebaran.

    “Kami melakukan kontrol langsung untuk memastikan kesiapan personel maupun fasilitas di Pos Pelayanan 110 agar dapat berfungsi secara optimal. Pos ini menjadi salah satu sarana pelayanan cepat bagi masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan pos pelayanan di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan sangat penting sebagai pusat informasi, pengaduan masyarakat, serta respon cepat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Selain itu, Polsek Mataram bersama jajaran Polresta Mataram juga akan meningkatkan patroli serta pemantauan di kawasan pusat keramaian guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjelang Idul Fitri.

    Dengan adanya pengecekan tersebut, diharapkan seluruh personel yang bertugas dapat menjalankan tugas secara maksimal sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026. (F*)

    Ket. Foto: 

    Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi mengecek kesiapan Pos Pengamanan Mudik lebaran di Kawasan Epicentrum Mall. (Ist)

    error: Content is protected !!