HarianNusa.com, Mataram – Berita yang diterbitkan media online DW berjudul “Indonesia akan Didera Gelombang Panas Mematikan” dibantah tegas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Lulusan SMK AL-KAHFI Diminta Harus Bisa Terbang Tinggi
HarianNusa.com, Sumbawa Besar – Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. H. Zulkieflimansyah melepas puluhan lulusan SMK Al-Kahfi Angkatan ke-II tahun 2017-2018 di Pondok Modern Al-Kahfi Sumbawa, Jum’at, (20/04).
Milad ke-20, DPD PKS Sumbawa Besar Gelar Pesta Rakyat
HarianNusa.com, Sumbawa Besar – Milad ke 20 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jatuh pada tanggal 20 April, diperingati meriah oleh DPD PKS sumbawa dengan serangkaian acara digelar selama seminggu penuh.
BPBD Minta Masyarakat NTB Bersiap Hadapi Musim Kemarau
HarianNusa.com, Mataram – Hujan yang mengguyur beberapa wilayah di NTB ini merupakan pacaroba sebagai peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang dipastikan tidak akan berdampak banjir.
Meskipun hujan terjadi secara terus menerus namun dipastikan tidak akan berpotensi banjir dimana kondisi tanah yang tidak jenuh karena hari tanpa hujan berlangsung cukup lama.
“InshaAllah tidak akan sampai banjir,” ungkap kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H.Muhammad Rum di Mataram, Jumat (20/4/2018).
Lebih lanjut ia meminta masyarakat untuk bersiap-siap menghadapi musim kemarau yang akan datang. Ia berharap dampak kekeringan pada musim kemarau yang akan datang lebih sedikit dari musim kemarau tahun lalu.Menurut data BPBD jumlah desa yang terdampak kekeringan pada tahun lalu sejumlah 381 desa.
“Mudah-mudahan tahun ini tidak sampai sebanyak tahun lalu,” harapnya.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini, pihaknya akan melakukan Rakor bersama instansi dinas terkait.
“Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak BPBD kabupaten/kota, BMKG kira-kira apa yang kita lakukan untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak perlu kuatir dengan hujan yang akhir-akhir ini sering terjadi karena ini merupakan musim pancaroba sebagai peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
BPBD Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Musim Kemarau
HarianNusa.com, Mataram – Hujan yang mengguyur beberapa wilayah di NTB ini merupakan pacaroba sebagai peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang dipastikan tidak akan berdampak banjir.
Meskipun hujan terjadi secara terus menerus namun dipastikan tidak akan berpotensi banjir dimana kondisi tanah yang tidak jenuh karena hari tanpa hujan berlangsung cukup lama.
“InshaAllah tidak akan sampai banjir,” ungkap kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H.Muhammad Rum di Mataram, Jumat (20/4/2018).
Lebih lanjut ia meminta masyarakat untuk bersiap-siap menghadapi musim kemarau yang akan datang. Ia berharap dampak kekeringan pada musim kemarau yang akan datang lebih sedikit dari musim kemarau tahun lalu.Menurut data BPBD jumlah desa yang terdampak kekeringan pada tahun lalu sejumlah 381 desa.
“Mudah-mudahan tahun ini tidak sampai sebanyak tahun lalu,” harapnya.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini, pihaknya akan melakukan Rakor bersama instansi dinas terkait.
“Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak BPBD kabupaten/kota, BMKG kira-kira apa yang kita lakukan untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau,” ujarnya.
Ia menghimbau masyarakat tidak perlu kuatir dengan hujan yang akhir-akhir ini sering terjadi karena ini merupakan musim pancaroba sebagai peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. (f3)
Samsudin Resmi Gantikan Gede Sakti, Abdul Hadi: Ini Merupakan Kekuatan Baru
HarianNusa.com, Mataram – Samsudin, ST melakukan sumpah dan janji Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat sisa masa jabatan tahun 2014-2019 di Gedung DPRD Provinsi NTB, Jumat (20/4/2018).
Samsudin dari Partai PKB dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi NTB menggantikan TGH Lalu Gede Muhammad Ali Wira Sakti Amir Murni, MA yang mengundurkan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi NTB.
Dalam sambutannya Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan Pelantikan Samsudin sesuai dengan ketentuan pasal 239 ayat 1 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR,DPR,DPD dan DPRD yang menyatakan bahwa anggota DPRD berhenti antar waktu karena meninggal dunia, mengundurkan diri dan atau diberhentikan.
“Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah DPRD Provinsi NTB memiliki beban dan tanggung jawab mengembangkan kehidupan demokrasi,menjamin keterwakilan rakyat, meningkatkan kualitas dan produktivitas kinerja serta mengembangkan hubungan dan legalisme cek ballance antar lembaga perwakilan daerah dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H.Abdul Hadi mengatakan kehadiran anggota DPRD Provinsi NTB yang baru dilantik ini merupakan kekuatan baru bagi NTB dalam hal ini DPRD Provinsi NTB untuk bisa bekerja lebih banyak bagi masyarakat.
“Satu orang anggota DPRD ini kan mewakili dari sekian banyak pemilihnya, kami berharap dengan kebersamaan beliau (Samsudin,red) baik di komisi maupun di badan ataupun alat kelengkapan akan memperkuat DPRD NTB ke depannya,” ungkap Ketua DPW PKS NTB itu kepada wartawan usai sidang Paripurna DPRD Provinsi NTB.
Sementara, Samsudin, usai pelantik dan pengambilan sumpah/janji jabatan mengatakan terkait akan ditempatkan di fraksi apa nantinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan Partai.
“Saya serahkan sepenuhnya kepada kebijakan partai, apakah akan di tempat difraksi apa nantinya biarlah itu menjadi keputusan partai,” ungkapnya. (f3)
Cegah Uang Palsu, BI Latih APH
HarianNusa.com, Mataram – Bank Indonesia (BI) menggelar pelatihan pencegahan dan penanganan terhadap tindak pidana rupiah kepada aparat penegak hukum (APH) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Gedung Serbaguna Kantor BI Perwakilan NTB, Kamis (19/4/2018).
Kegiatan tersebut diikuti penyidik Polda/Polres se- NTB dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati/Kejari se-NTB.
Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu BI Departemen Pengelolaan Uang, Asral Mashuri menyatakan Uang Rupiah merupakan lambang kedaulatan NKRI.
Dikatakannya,jika uang Rupiah dipalsukan tentu akan sangat merugikan dan mengganggu baik karena ada korbannya maupun menyangkut kedaulatan negara.
Oleh karena itu perlu dilakukan sinergi didalam melakukan pemberantasan upal.
Menurutnya,dalam pembahasan uang palsu ada tiga pilar yang harus dilakukan, pertama preventif yaitu melindungi rupiah dengan fitur securiti yang handal dan mudah dikenali yakni dengan 3 D (Dilihat Diraba Diterawang).
“Dengan melakukan iklan layanan masyarakat tentang mengenal rupiah dengan cara 3 D, karena fitur securitinya handal maka masyarakat akan cepat mengetahui mana uang asli dan uang palsu,” ungkapnya.
Yang kedua, prevtif, dimana kata kuncinya adalah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait uang palsu,baik secara langsung maupun melalui media cetak, elektronik dan online.
Yang ketiga, barulah kalau memang sudah dilakukan sosialisasi dan edukasi tapi tetap dipalsukan beredar maka diambil langkah reprensif, pelaku ditangkap. Dimana Peran BI menyediakan saksi ahli, peran kepolisian menangkap pelakunya,peran jaksa menuntut supaya pelaku dihukum sehingga ada efek jera.
“Kenapa kita disini bergandengan tangan semuanya ini untuk memberantas uang palsu. Sebelum terjadi kita tanggulangi dan antisipasi,” ujarnya kepada wartawan.
Adapun materi yang disampaikan diantaranya Pengelolaan uang rupiah, strategi penanggulangan uang palsu, ciri-ciri khas uang rupiah, aspek-aspek pemenuhan secara hukum mengenai tindak pidana. (f3)
AJI dan IJTI Gencar Usulkan Perubahan Hari Pers Nasional
HarianNusa.com, Nasional – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) gencar-gencarnya mengusulkan perubahan Hari Pers Nasional (HPN). HPN yang semula diperingati pada 9 Februari menurut dua organisasi wartawan tersebut sangat tidak tepat.
Menakar Peluang Zul-Rohmi Lewat Strategi Blusukan “Day by Day”
Oleh : Bambang Mei F./Didu
HarianNusa.com, Opini – Ibarat bercocok tanam, apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi hari ini menganut falsafah itu , seperti menyemai , merawat dan petik hasil . Menyemai bibit padanannya adalah gerakan day by day Zul Rohmi ataupun relawannya menemui konstituen dari titik ke titik secara cepat.
