More
    Beranda blog Halaman 387

    Ribuan Masyarakat di Pulau Medang Antusias Sambut Kegiatan BI

    0

    HarianNusa.com, Bima – Pulau Medang menjadi misi terakhir kegiatan ekspedisi Bank Indonesia. Tim ekspedisi yang berlayar dari Desa Pusu Kecamatan Lenggudu Kabupaten Bima menuju Pulau Medang menempuh jarak 160 nm atau 296,320 Km. Setelah berlayar selama 10 jam KRI Hiu 634 berlabuh di Labuhan Badas untuk menjemput 2 orang anggota tim ekspedisi lainnya.

    Kepala Tim Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB,Ocky Ganesia dalam siaran pers menyampaikan Tim ekspedisi sampai di Pulau Medang pada Jumat (13/4/2018) pukul 09.00.Evakuasi barang – barang logistik dan tim ekspedisi mengalami kendala karena KRI Hiu 634 tidak bisa berlabuh ke Dermaga di Pulau Medang sehinga personil dan barang – barang logistik harus diangkut menggunakan perahu nelayan.

    “Meski mengalami kendala semangat tim ekspedisi tak berkurang sedikitpun,” ujarnya.

    Setibanya di Pulau Medang,lanjutnya, Tim Ekspedisi disambut oleh ratusan pelajar SD dan SMP yang berbaris dan membawa Bendera Merah Putih. Siswa-siswi ini bersal dari SDN 2 Pulau Medang, SMPN 5 Satu Atap Labuhan Badas, SDN 1 Pulau Medang, dan MTs NW. Selain siswa siswi, masyarakat dan Kepala Desa Medang Bugis dan Kepala Desa Medang Bajo turut menyambut kedatangan tim ekspedisi.

    Dikatakannya,warga masyarakat Desa Bajo Medang sebanyak 1388 jiwa dan masyarakat Desa Bugis Medang sebanyak 1191 Jiwa sangat antusias dengan kegiatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

    Salah seorang warga setempat, Yandina yang hadir saat itu menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada Bank Indonesia.

    “Kami sangat berterimakasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan bantuan kesehatan gratis dan memberikan bantuan pendidikan,” ungkapnya.

    Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 2 Pulau Medang dan SMPN 5 Satu Atap Labuan Badas, Ibrahim.Ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan menyampaikan harapan semoga Bank Indonesia dapat datang kembali ke Pulau Medang.

    Acara diawali dengan seremoni penyerahan bantuan pendidikan dan kesehatan bertempat di sekolah SDN 2 Pulau Medang.

    Dalam sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani memaparkan tugas pokok Bank Indonesia sebagai bank sentral.

    “Mendistribusikan uang rupiah keseluruh wilayah NKRI adalah salah satu tugas pokok Bank Indonesia. Oleh karena itu BI dengan komitmen tinggi mendistribusikan uang rupiah ke daerah terpencil (remote area) termasuk ke pulau – pulau terpencil dan terdepan. Dalam kesempatan ini Bank Indonesia juga mengadakan sosialisasi gerakan cinta rupiah kepada siswa siswi sekolah, termasuk memberikan bantuan sosial bidang pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.

    Warga di kedua desa tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan BI tersebut sehingga waktu layanan penukaran uang rupiah yang semula direncanakan berakhir pukul 12.00 mengingat persiapan sholat Jum’at terpaksa diperpanjang sampai 12.30 WITA. Begitupun dengan kegiatan layanan pengobatan gratis yang tetap melayani pasien sampai pukul 12.30 WITA.

    Pukul 13.00 waktu setempat tim ekspedisi Laskar Nusa menuntaskan kegiatan di Pulau Medang dan berangkat kembali menggunakan perahu nelayan menuju KRI Hiu 634.

    Tuntasnya misi tim ekspedisi Bank Indonesia di Pulau Medang menjadi akhir dari rangkaian kegiatan Ekspedisi Laskar Nusa 2018. (f3)

    Akses Internet Di Daerah 3T Mulai Banyak Dimanfaatkan Berbagai Sektor

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)/Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informasi (BP3TI) mengungkapkan bahwa program penyediaan akses layanan internet, khususnya di daerah kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), amat berkontribusi ke berbagai sektor aktivitas.

    Direktur BAKTI/BP3TI Anang Latif, saat berkunjung ke SMAN 1 Janapriya,Lombok Tengah, NTB, Kamis (12/4/2018) mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen fokus untuk memenuhi akses internet di daerah kategori 3T agar ketimpangan teknologi digital bisa diminimalisir.

    Anang menyampaikan, dengan tersedianya akses layanan internet secara merata, diharapkan di tingkat kabupaten dan kota dapat segera menerapkan e-goverment, e-education dan e-healty.

    “Kita bantu sektor lainnya biar lebih optimal dengan fasilitas teknologi komunikasi informatikanya. Di sini tugas BAKTI/BP3TI,” kata Anang.

    Penguatan dan perluasan akses layanan internet tersebut, kata Anang, dilaksanakan melalui enam program. Termasuk program Palapa Ring yang nantinya menghubungkan semua kabupaten dan kota dengan jaringan serat optik.

    “Untuk Lombok, NTB, saja, sudah 249 titik jaringan internet terpasang. 50 persennya digunakan di sekolah, kantor pemerintahan dan Puskesmas,” ucap Anang.

    Anang menuturkan, pemanfaatan internet secara optimal oleh masyarakat di daerah, pemerintah gencar menyelenggarakan sosialisasi ke berbagai sektor aktivitas seperti pendidikan, sentra nelayan, ketenagakerjaan, kesehatan dan lainnya.

    Sedangkan soal kerja sama penyediaan jaringan internet oleh operator seluler, untuk pemasangan base transceiver station (BTS) tetap oleh operator namun dengan skema subsidi dari BAKTI dan pengawasan bersama.

    Kedatangan ke Lombok Tengah ini juga bagian dari kunjungan kerja Komisi I DPR RI guna memantau hasil pemanfaatan penyediaan akses layanan internet di daerah, terutama di sektor pendidikan. (f3)

    Dr Zul Ajak Kaum Muda Berbenah Sambut Era Baru Peradaban

     

    HarianNusa.com, Lombok Timur –
    Setelah dua hari menyapa warga Kota Mataram, Jumat (13/4/2018) Calon Gubernur Nomor Urut Tiga, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi Kabupaten Lombok Timur. Doktor Zul menyapa ratusan masyarakat dan mendengar keluh kesah mereka tentang problematika kehidupannya.

    Doktor bidang ekonomi industri yang bercita-cita menjadikan NTB sebagai pusat teknologi dan industri nasional ini menyempatkan waktu menyapa dan berdialog dengan warga korban banjir yang pernah menggegerkan Lotim November 2017 lalu. Duduk santai bersama warga desa di wilayah kecamatan salah satu titik terparah yang diterjang banjir saat itu, Doktor Zul dengan sabar mendengar keluh kesah warga.

    Di hadapan Doktor, beberapa warga begitu bersemangat menceritakan kondisi mereka saat diterjang banjir. Rumah-rumah mereka ada yang terbawa arus, yang tertinggal hanya pondasinya, sampai sekarang belum diperbaiki.

    Mereka juga mengeluhkan jalan yang rusak dan pemimpin daerah yang jarang turun. Masalah keamanan dan minuman keras selalu merisaukan masyarakat. Mereka berharap Doktor Zul dapat memberikan solusi seandainya terpilih menjadi Gubernur NTB nanti.

    Menurut Muhammad Said , Lima bulan paska banjir, tempat ini belum ditata betul. Beberapa rumah warga tinggal pondasinya saja. Jalan-jalan belum diperbaiki. Yang menghawatirkan, ada dua masalah yang merisaukan didesa ini. Pertama, masalah keamanan dan ketentraman.
    Di kampung ini tidak ada yang mau menjadi kaya karena banyak perampokan. Kalau ada sedikit hasil pertanian, malamnya kita dirampok. Dulu di sini banyak sekali peternak sapi, karena perampokan merajalela sekarang tinggal beberapa saja yang ternak sapi. Kedua, masalah minuman keras yang semakin hari semakin menjadi-jadi. “Bagaimana masa depan kami, kalau di tempat ini tidak ada jaminan keamanan dan ketentraman,” Ungkap salah satu tokoh pemuda kecamatan keruak Muhammad Said.

    Menyawab keluhan warga, Doktor Zul menyampaikan misi mulianya pulang ke NTB. Ia Nyagub bukan karena tidak laku di Jakarta, Ia balik ke NTB karena kecintaanya pada provinsi yang dipimpin Tuan Guru Bajang.

    Selanjutnya Dr Zul juga membeberkan pernah bersama TGB menghadiri presentasi dari pemerintah pusat menyangkut masa depan NTB. “NTB ke depan adalah NTB yang baru dan berbeda. NTB akan mengerjakan berbagai proyek-proyek besar demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Dr Zul dengan nada optimis.

    Lebih jauh Dr Zul mengutarakan, kedepan, geliat pembangunan akan semakin cepat di NTB. NTB akan sangat terbuka dan menjadi destinasi menggiurkan bagi industri dan proyek-proyek besar di negeri ini. Proyek-proyek Trilyunan Rupiah akan akrab menyapa kita semua. ” Yang siap akan berpartisipasi dalam arus besar ini. Yang tidak siap akan ketinggalan dan hidup dengan *mengutuk malam*”. Ungkapnya.

    “Saya pulang ke NTB karena tidak menginginkan anak-anak kita di daerah ini menjadi penonton di tempatnya sendiri. Masalah kriminalitas, perampokan, miras, dan sekelumit problematika yang kita hadapi saat ini akar masalah utamanya adalah karena kemiskinan dan pengangguran. Pemimpin kita jarang sekali turun menyapa rakyatnya, sehinga mereka merasa jauh, seolah-olah tidak punya pemimpin”. Lanjutnya.

    Iapun menjelaskan Zul-Rohmi berkomitmen penuh akan tetap turun menyapa masyarakat ketika nanti terpilih menjadi Gubernur seperti yang dilakukan saat ini. Untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran, Zul-Rohmi akan mendorong pengembangan industri olahan dan menghadirkan industri permesinan. Walaupun tidak mudah, Doktor Zul optimis, ke depan NTB akan banyak hadir industri pengolahan, akan banyak hadir pabrik-pabrik pengolahan. Ia berpesan agar masyarakat menyiapkan diri.

    “Jadi, mari kita berbenah secara serius. Sekolahkan putra-putri kita. Yang muda-muda, upgrade kapasitas dan asah keahlian baru untuk menyambut era peradaban baru. Tak cukup dengan berdiam diri, mengomel mengutuk kegelapan untuk kemudian jadi penonton dan pengamat,” tegasnya. (sat) 

    Gempa Guncang Bima, Tidak Berpotensi Tsunami

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi tektonik mengguncang Bima. Gempa terjadi pada Jumat, 13 April 2018 pukul 15.22.09 WITA.

    Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,9 atau skala richter.

    “Episenter terletak pada kordinat 8,81 LS dan 118,37 BT atau tepatnya pada jarak 30 km arah Tenggara Dompu NTB pada kedalaman 113 km,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, S.P., M.M.

    Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa wilayah Bima mengalami guncangan dalam skala intensitas I SIG (II MMI). Di daerah ini guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang.

    Menurut BMKG, jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

    Hingga pukul 15:40 WITA, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

    “Kepada masyarakat di wilayah Bima diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya. (sat)

    Kemenkominfo Sediakan Akses Internet Daerah 3T, DPR Sambut Baik

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dianggap telah bekerja secara baik dan fokus oleh Komisi I DPR RI dalam melaksanakan perannya untuk menyediakan akses jaringan internet ke daerah kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

    Penjual Tuak di Sukamulia Timur Diciduk Polisi

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur (Lotim) melakukan penangkapan terhadap seorang pria penjual tuak di Dasan Baru, Bagek Endep Desa Sukamulia Timur Lotim, Kamis (12/04) pukul 14.30 Wita tadi.

    Jadi Bandar Togel, Wanita di Lombok Timur Ditangkap Polisi

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Tim Ops Pekat Gatarin 2018 Polres Lombok Timur (Lotim) berhasil menangkap seorang wanita berinisial RD alias Ewik (26)

    Sempat Diganggu Para Bocah, Wanita di Kekeri Buang Bayi

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Lombok Barat. Bertempat di Dusun Kekeri Desa Kekeri Kecamatan Gunungsari, ditemukan sebuah orok yang sengaja dibuang oleh seorang wanita tanpa identitas. Kejadian terjadi Senin (09/04) lalu.

    Terjang Gelombang, Tim Laskar Nusa Datangi Desa Pusu

    0

    HarianNusa.com, Bima – Tingginya gelombang laut tidak menjadi penghalang bagi Tim Laskar Nusa menuju Desa Pusu kecamatan Langgudu Kabupaten Bima untuk melanjutkankan misinya.

    Cegah Penyalahgunaan DD, BPK RI Gelar Seminar Pengawasan

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Setiap tahunnya, jumlah Dana Desa (DD) yang digelontorkan pemerintah untuk 74.957 desa di Indonesia terus bertambah. Tahun 2015 jumlah Dana Desa yang dikucurkan mencapai Rp. 20 triliun. Meningkat menjadi empat kali lipat, yaitu mencapai Rp. 81 triliun di tahun 2017.

    error: Content is protected !!