More
    Beranda blog Halaman 403

    Sambangi Ponpes, Saswadi : Pilkada Damai Hindari Gesekan Horizontal

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah baik Bupati wakil bupati maupun gubernur wakil gubernur NTB, Pejabat Sementara Bupati Lobar,H.Lalu Saswadi terus melakukan silaturahmi dengan semua unsur masyarakat.

    Tidak hanya dengan unsur pejabat dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) saja,Saswadi juga terus mendekatkan diri dan bersilaturahmi dengan tokoh agama serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Lobar.

    Hari ini,Sabtu (17/3/2018), Saswadi memanfaatkan hari libur untuk bersilaturrahmi dengan beberapa Tuan Guru yang ada di wilayah Kecamatan Kediri, kabupaten Lombok Barat.

    Kunjungan diawali dengan mendatangi kediamaan TGH. Muchlis Ibrahim yang merupakan pimpinan Ponpes Al Islahudiny.

    TGH Muchlis Ibrahim didampingi sang anak yang juga Wakil Ketua DPRD Lobar, Sulhan Muchlis Ibrahim menyambut Saswadi dengan penuh kehangatan dan keakraban.

    Saswadi kemudian melanjutkan silaturahmi ke kediaman TGH. Ahyani Muktar, pimpinan Ponpes AL Muktariyah Bangket Dalem Kecamtan Kediri.

    Saswadi mengatakan, selain bersilaturahmi kegiatan ini dilakukan untuk mensukseskan gelaran Pilkada Serentak 2018 di Lombok Barat.

    “Melalui silaturahmi ini kita harapakan dapat terus menjaga persatuan dan persaudaraan, tentunya dalam rangka menyambut pilkada serentak yang akan di gelar dalam waktu dekat ini,” jelas Saswadi.

    Ditambahkannya, dalam momentum Pilkada tahun ini gesekan-gesekan horizontal harus dihindari. Karena bagaimanapun juga , lanjut Saswadi,Pilkada adalah untuk kepentingan semua masyarakat. (f3)

    Relawan Jilbab Hijau Labuapi Komitmen Dukung Zul-Rohmi

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Berbagai Komunitas Masyarakat di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat merapatkan barisan untuk mendukung pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah. Ratusan anggota komunitas masyarakat ini tanpa ragu masuk ke gerbong Relawan Jilbab Hijau yang menjadi warna dan simbol perjuangan pasangan calon nomor urut tiga itu.

    “Relawan Jilbab Hijau Labuapi Akan organisir ibu ibu dan remaja putri memilih Zul Rohmi. Intinya kami akan bergerak di seluruh Kecamatan Labuapi,” kata tokoh Relawan Jilbab Hijau Labuapi Musliah di Rumak Labuapi, Sabtu (18/3/2018).

    Musliah mengatakan komunitasnya mantap menetapkan hati untuk memilih pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat ini lantaran Zul-Rohmi punya perbedaan mencolok dari kandidat lain.

    Inspirasi utama Relawan Jilbab Hijau Labuapi adalah Siti Rohmi Djalilah yang tak lain adalah kakak kandung dari Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang. Rohmi kata Musliah adalah Cawagub perempuan pertama di NTB. Andai Zul-Rohmi menang di Pilkada 2018, maka provinsi NTB akan mencatatkan sejarah baru di mana kaum perempuan mendapatkan peran penting dalam pemerintahan.

    Rekam jejak Sitti Rohmi juga menjadi pertimbangan Kelompok Bank Sampah untuk menjadikan mantan Ketua DPRD Lombok Timur itu sebagai panutan. Rohmi menurut Musliah adalah taulandan yang telah membuktikan kaum perempuan berhak mendapatkan pendidikan yang tinggi, punya karir yang mentereng dan tetap tak lupa pada tanggung jawab utama sesuai kodrat perempuan.

    “Perempuan NTB harus pintar seperti Bu Rohmi. Kami bangga adanya sosok Bu Rohmi jadi cawagub perempuan pertama,” ujar Musliah.

    Ketua Kelompok Pengelola Bank Sampah Siti menjelaskan elawan Jilbab Hijau Labuapi berisikan anggota yang punya latar belakang beragam. Mereka terdiri dari kelompok arisan, pengajian ibu-ibu, kelompok pedagang pasar, kelompok kesenian, dan Kelompok Bank Sampah.

    “Relawan Jilbab Hijau Labuapi Akan organisir Ibu Ibu dan remaja putri memilih Zul Rohmi,” ucap Siti mantap. (sat) 

    Bocah Hanyut di Praya Ditemukan Meninggal

    HarianNusa.com, Mataram – Juan Ahmad, bocah berumur empat tahun yang tenggelam di Sungai Tiwu Galih  Praya Lombok Tengah berhasil ditemukan pada pencarian hari kedua dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (17/03).

    Tim SAR gabungan dan masyarakat setempat menemukan Juan pukul 09.45 Wita di Sungai Gleger Praya. Lokasi penemuan tersebut sejauh 2,02 KM dari lokasi kejadian pertama (LKP) dan sekitar 400 meter dari Bendungan Batu Jai.

    “Jenazah ditemukan 2,02 KM dari lokasi korban tenggelam,” ujar Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, Minggu (18/03).

    Sebelumnya korban pada Kamis (14/03) tengah mandi hujan di sungai sekitar. Namun korban terseret arus dan menghilang. Berbagai upaya pencarian dilakukan tidak membuahkan hasil,  hingga sabtu pagi jenazah ditemukan.

    Sebelumnya informasi tertulis pada Sabtu kemarin korban belum ditemukan. Namun melalui pernyataan SAR menegaskan bahwa korban ditemukan pagi kemarin dan dibawa ke rumah duka.  (sat)

    TGB Tampil di Program Damai Indonesiaku TvOne

    0

    HarianNusa.com, Jawa Barat – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) diundang jajaran media Televisi TVOne untuk menjadi narasumber pada program Damai Indonesiaku, yang disiarkan Live di TVOne, Sabtu (17/03/2018).

    Pada program yang disiarkan langsung di Masjid Al-Ittihad, di Kawasan Kota Legenda Wisata, Cibubur-Jawa Barat itu, Gubernur TGB menyampaikan materi terkait kesyukurun. Terlebih menyukuri karunia Allah atas Indonesia yang begitu luas dan penuh kakayaan yang luar biasa.

    “Salah satu keberkahan hidup adalah mensyukuri karunia Allah,” jelas TGB pada acara yang mengusung tema “Rasa Syukur dalam Kebangsaan” itu.

    Dalam kesempatan itu Gubernur TGB menguraikan beberapa bentuk kesyukuran kepada Allah SWT yang harus ada dan terpatri dalam diri orang beriman. Yang pertama, pengakuan yang tulus dalam diri kita, bahwa segala nikmat yang diperoleh merupakan karunia yang berasal dari Allah SWT. Yang kedua mengucapkan dengan lisan, berupa ungkapan alhamdulillah, atas apa yang dikaruniakan oleh Allah SWT. Bentuk kesyukuran yang ketiga lanjut TGB adalah menggunakan seluruh apa yang ada dalam diri kita, termasuk seluruh panca indra, untuk melakukan hal-hal baik.

    “Melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang bermanfaat, hadir untuk sholat berjama’ah, melangkahkan kaki untuk bersilaturrahim kepada sahabat, kerabat atau melangkahkan kaki untuk mencari nafkah yang halal, merupakan salah satu bentuk kesyukuran,” jelas TGB.

    Bersama Habiburrahman El-Shirazy atau yang lebih akrab disapa kang Abik, TGB mengajak seluruh anak bangsa untuk mensyukuri karunia Allah atas Indonesia ini. Sebuah negara besar yang dikaruniai keindahan, keberagaman suku, agama, bahasa dan adat istiadat yang dengan kebaragaman itu, seluruh anak bangsa mampu hidup rukun dan saling menguatkan.

    “Perbedaan yang kayak ini, Allah ikatkan kita dalam persaudaraan,” ungkap Gubernur NTB dua periode tersebut.

    Hal ini berbeda dengan apa yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini, kata TGB. Dimana, ada bangsa yang hanya satu suku namun tidak mampu hidup rukun. Bahkan saling berselisih yang pada akhirnya berpecah belah dan saling memusuhi.

    “Di dalam bangsa Indonesia ini, sungguh nyata kasih sayang Allah kepada kita,” jelas TGB seraya menjelaskan bahwa tugas kita atas semua karunia Allah itu adalah menjaganya dengan cara mengokohkan persatuan antara sesama anak bangsa.

    Karena itu, TGB mengajak seluruh anak bangsa untuk mensyukuri karunia Allah di Indonesia ini. Sebab, dengan kedamaian yang terus dikokohkan seluruh anak bangsa, kerja-kerja dakwah Islam dapat dilakukan dengan laluasa. Yakni dakwah yang menyatukan bukan yang memecah belah.

    “Kita dianjurkan untuk memudahkan bukan menyulitkan dan menyampaikan kabar gembira bukan keputusasaan,” ujarnya.
    (f3)

    Tanah Bergerak di Bima, Rumah Warga Bergeser dan Retak

    HarianNusa.com, Bima – Tim Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor Bima pada Rabu (15/03) melakukan survei terkait bencana alam yang terjadi di wilayah Bima. Dilaporkan telah terjadi pergerakan tanah di Kecamatan Lambitu, kabupaten Bima.

    Pergerakan tanah tersebut menyebabkan satu unit rumah warga mengalami retak yang berlokasi di Desa Teta. Bahkan, jalan yang ada di desa tersebut juga retak.

    Jalan di Desa Teta mengalami retak akibat pergerakan tanah. (ist)

    “Kejadian ini sudah empat hari, serta jalan di Desa Teta patah juga.  Gunung sekitarnya adalah area penanamam jagung masyarakat. Sementara masyarakat belum ada yang mengungsi karena perkiraan TRC BPBD masih aman dan tetap waspada,” ujar Kasi Kedaruratan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja.

    Sementara upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Bima yakni langsung memantau lokasi bencana tersebut, sekaligus memantau pergerakan tanah di desa tersebut. (sat)

    Seorang Pelajar di Lotim Tenggelam di Pantai Ketapang

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Seorang pelajar SMK 1 Korleko Lombok Timur bernama Zulhaeri (15) tenggelam di Pantai Ketapang Kecamatan Pringgabaya, Sabtu (17/03).

    Mandi Hujan Sejak Kamis Lalu, Bocah di Praya Menghilang

    HarianNusa.com, Mataram – Juan Ahmad, seorang bocah empat tahun asal Kampung Bogak, Praya, Lombok Tengah menghilang sejak Kamis (15/03) lalu. Hingga kini bocah tersebut belum ditemukan.

    Hindari Penyebaran Isu Sara dan Hoax dalam Pilkada Damai 2018

    Oleh : Prof. Dr. Galang Asmara SH., M.Hum

    Dalam tulisan ini sengaja saya mengangkat tema terkait isu SARA dan hoax dalam Pilkada tahun 2018. Hal ini disebabkan karena saat ini Pilkada serentak tahun 2018 sudah memasuki tahap kampanye pertemuan-pertemuan dan penyebaran bahan kampanye. Sudah tentu dalam tahap ini isu-isu terkait pasangan calon (Paslon) akan bermunculan, baik yang bersifat positif maupun negatif. Bagi pendukung Paslon biasanya akan memunculkan isu-isu positif dari Paslon yang didukungnya yang biasanya berupa keunggulan dan keistimewaan Paslon yang didukungnya. Sebaliknya mereka akan memunculkan isu-isu negatif yang berupa kelemahan-kelemahan dari Paslon yang lain yang tidak didukungnya.

    Dalam rangka memenangkan Pilkada, para Tim Sukses pendukung Paslon tertentu biasanya akan menerapkan berbagai strategi seperti membuat pencitraan terhadap Paslon yang didukungnya seola-olah ia adalah seorang juru selamat yang akan mampu membawa daerah ke suatu kondisi yang dicita-citakan selama ini, seperti mewujudkan pendapatan yang tinggi bagi pekerja, buruh, petani dan PNS., pendidiklan gratis, pelayanan kesehatan gratis, penciptaan lapangan kerja bagi penganggur dan banyak lagi lainnya. Kerap kali hal itu juga menjadi janji-janji politik para Paslon pada saat kampanye. Strategi lain adalah dengan membagikan bahan sembako, memberikan sumbangan berupa uang atau material untuk pembangunan sarana dan prasarana umum seperti tempat ibadah, jalan setapak, sumur bor, werles, terop untuk keperluan kampung, dll.

    Di pihak lain ada pula dengan menebarkan isu-isu negatif terhadap lawan politiknya atau Paslon lain sehingga calon konstituen tidak memilih pasangan calon lain yang menjadi lawan Paslon yang didukungnya. Cara ini dilakukan dengan berbagai cara seperti memunculkan aib pribadi dan atau keluarga yang bersangkutan, tau dengan memberitakan hal-hal yang bersifat fitnah (bohong) atau yang sering diesebut sebagai berita hoax. Selain itu terkadang dengan menebarkan isu-isu yang berbau SARA seperti asal usul keluarga dari etnis tertentu, bahkan isu pribumi dan non pribumi bisa muncul pada saat kampanye sebagai strategi untuk mengalahkan lawan politik. Hal ini sering disebut sebagai kampanye hitam atau smear campaign. Kampanye hitam adalah berkampanye dengan cara buruk atau jahat. Buruk atau jahat dalam pengertian merugikan orang lain atau lawan politik. Si pelaku kampanye hitam itu berharap dirinya atau paslon yang didukungnya mendapatkan keuntungan. Ibarat peribahasa: mengeruhkan air, berharap ikan muncul. Black campaign biasanya menjadi senjata pemusnah para tim sukses menjelang masa akhir kampanye.

    Yang tidak kalah pentingnya sebagai senjata pemusnah adalah menyebarkan berita hoax. Hoax adalah berita palsu atau bohong yang sengaja dibuat dan disebarluaskan untuk menimbulkan ketakutan atau kehebohan. Terdapat pula hoax yang dibuat untuk menipu publik. Hoax-hoax ini banyak disebar lewat SMS, WhatsApp atau BBM (BlackBerry Messenger), Instagram, facebook, Twitter, Path, serta blog–blog, dll. Penyebaran berita bohong atau hoax sangat membahayakan dan merugikan masyarakat. “Hoax berbeda dengan kritik. Kalau kritik biasanya mengungkapkan fakta tentang kekurangan seseorang atau ketidaksesuaian harapan terhadap perilaku seorang. Kritik bisa bersifat konstruktif atau  untuk memperbaiki kekurangan atau kekeliruan. Sedangkan hoax merupakan manipulasi, kecurangan, yang dapat dan bahkan dimaksudkan untuk menjatuhkan orang lain.”

    Sejatinya hoax merupakan tindakan kriminal, yakni salah satu bentuk cyber crime.  Pelaku penyebar hoax dapat diancam Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, diancam dengan pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.” Seseorang yang mem-forward, berita hoax  juga bisa dianggap turut mendistribusikan kabar bohong. “Oleh karena itu berhati-hatilah dalam menyebarkan pesan berantai lewat pesan pendek (SMS), maupun e-mail. jika mendapat pesan berantai yang dicurigai hoax, sebaiknya laporkan saja kepada polisi. Terhadap laporan tersebut, pihak kepolisian selanjutnya akan melakukan penyidikan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.  Dalam UU Pemilu sudah jelas juga merupakan larangan untuk menyebarkan berita hoax dalam kampanye Pilkada. Dalam Pasal 69 huruf c dikatakan, bahwa dalam kampanye dilarang melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba Partai Politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat. Ancaman terhadap perbuatan tersebut adalah pidana penjara paling singkat 3 (tiga) bulan atau paling lama 18 (delapan belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000.00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000.00 (enam juta rupiah). (Pasal 187 (2)

    Sementara itu menjelang Pilkada serentak tahun 2018 ini juga harus mewaspadai penyebaran isu SARA. Bahaya Isu SARA dalam rangka Pilkada Melebihi Bahaya Politik Uang.  Isu sara misalnya muncul pada Pilkada DKI Jakarta. Dalam Pilkada serentak Tahun 2018 bisa saja isu SARA berkembang dan mewarnai isu politik Pilkada. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis mengancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) kepada  Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis. (lihat Pasal 4 jo pasal 16).

    Kecuali itu penyebar isu SARA dilarang oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut UU tersebut, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Perbuatan tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) (Lihat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2).

    Menyebarkan isu sara melalui kampanye dalam Pilkada juga sudah jelas dilarang. Dalam Undang-Undang Pemilu Kepala Daerah (UU Nomor 1 Tahun 2015) dikatakan, bahwa  dilarang melakukan penghinaan terhadap etnis, agama, dan lainnya. Pasal 69 UU huruf “b” UU tersebut menyatakan, bahwa dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, Calon Gubernur, Calon Bupati, Calon Walikota, dan/atau Partai Politik (Pasal 69 huruf b). Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diancam pidana penjara paling singkat 3 (tiga) bulan atau paling lama 18 (delapan belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000.00 (enam ratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp6.000.000.00 (enam juta rupiah).

    Berdasarkan hal-tersebut, maka saya menghimbau untuk marilah kita menghindari diri dari perbuatan tercela yang berupa penyebaran berita hoax apalagi sengaja membuat berita hoax. Jika ada berita yang dicurigai hoax maka sebaiknya segera dilaporkan kepada Polisi. Demikian pula kita hindari diri dari penyebaran isu sara dalam Pilkada di NTB dalam tahun 2018. Menyebarkan isu SARA tidak sesuai dengan tata krama kita berbangsa dan bernegara karena dapat membahayakan semangat persatuan dan kesatuan dan melanggar sasanti Bhinneka Tunggal Ika.

    Baca Juga: Dampak Money Politik dan Kampanye Hitam dalam Pemilihan Kepala Daerah

    Korem 162/WB Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Data dan Penyusunan RKA 2019

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Korem 162/WB menggelar sosialisasi pemutakhiran data dan penyusunan rencana kerja anggaran tahun 2019.

    Acara yang dilaksanakan oleh staf Perencanaan Korem 162/WB di Aula Sudirman Korem 162/WB dibuka oleh Kasi Logistik Letkol Inf Supriadi dan diikuti oleh Kepala Staf Kodim Jajaran Korem 162/WB,Wadan Yonif 742/SWY beserta para personel Staf Korem dan Jajaran Korem 162/WB yang mengawaki bidang terkait rencana kerja anggaran.

    Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid makruf, M.A., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Supriadi menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan memberikan penjelasan tentang Pemutakhiran Data dan Penyusunan RKA sehingga terlaksananya pemutakhiran data dan terhimpunnya data-data personil,material serta fasilitas dalam format yang sudah ditentukan.
    Sehingga usulan kegiatan dari satuan bawah sesuai dengan program kerja dan jenis belanja dalam rangka penyusunan rencana kerja anggaran (RKA) dan rencana kerja lapangan Korem 162/WB.

    Dilanjutkanya, aspek lain diselenggarakannya kegiatan ini yaitu dalam rangka meningkatkan profesionalisme segenap personel satker maupun subsatker disatuan-satuan yang membidangi rencana kerja anggaran mengingat peningkatan profesionalisme sangat penting dan diperlukan bagi semua bidang dan fungsi yang ada dalam suatu organisasi.

    Diharapkan, setiap Personil yang membidangi rencana kerja anggaran harus dapat memahami mekanisme prosedur penyelenggaraan rencana kerja anggaran,sehingga mengurangi terjadinya kesalahan yang tidak perlu yang berdampak pada kurang tertibnya pelaksanaan program kerja dan anggaran

    “Kita berharap dengan adanya kegiatan perencanaan,persiapan yang matang dalam menata program kerja dan anggaran akan bermuara pada tercapainya akuntabilitas di jajaran Korem 162/WB, ” ujar Supriadi saat membaca amanat Danrem.

    Seperti diketahui bersama Korem 162/WB,berutut turut telah mendapatkan penghargaan peringkat terbaik kedua dalam penggunaan anggaran negara di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mataram,dan peringkat terbaik dalam pengelolaan anggaran selama tahun anggaran 2017 dari Staf Perencanaan TNI AD (Srenad).

    “Namun kita jangan merasa puas/bangga berlebihan tetapi kita teruslah bekerja dan berkarya dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan slogan mencintai,dicintai dan dibanggakan rakyat, berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas,” ujarnya.

    Supriadi melanjutkan,untuk itu agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius,manakala ada masukkan agar disarankan,berikan masukkan serta tanyakan hal-hal yang kurang difahami, sehingga dapat dituangkan dalam Rapat Kerja Anggaran Korem 162/WB.TA 2019.

    “Semua ini tidak terlepas dari kinerja dan pengawasan para pimpinan di satuan jajaran Korem 162/WB dalam menggunakan setiap anggaran yang diberikan negara, sehingga penggunaannya tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya,” pungkasnya. (f3)

    Lalu Mudjitahid Bantah Mendukung Paslon Tertentu

    HarianNusa.com, Mataram – Mantan Walikota Mataram, H. Lalu Mudjitahid bantah pemberitaan di media yang menyebutkan dirinya mendukung salah satu Paslon tertentu pada Pilgub NTB 2018.

    Bantahan itu disampaikannya kepada Tim Media Ahyar-Mori saat melakukan silaturahmi ke kediamannya di Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Jumat (16/3/2018).

    Silaturahmi dengan tokoh sesepuh masyarakat adat sasak tersebut dalam rangka diskusi, salah satunya tentang kepemimpinan NTB ke depan, menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 – 2023.

    Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut Mamiq Mudji – sapaan akrab Lalu Mujitahid bercerita banyak mengenai pengalamannya selama 10 tahun memimpin Kota Mataram, dan 10 tahun memimpin Lombok Barat.

    Dalam pertemuan itu, sesepuh warga NTB ini memberikan bantahan yang muncul di media bahwa ia mberikan dukungan kepada paslon tertentu.

    “Itu tidak benar. Kemarin kehadirannya ke sini untuk bersilaturahmi. Dan saya sampaikan pada beliau, ini semua kan ikhtiar. Yang menentukan adalah Allah dan para pemilih. Dan saya tidak pernah menyatakan dukungan kepada siapapun,” jelasnya memberikan klarifikasi.

    “Yang utama adalah programnya baik untuk masyarakat. Kalau Ahyar – Mori mau mengembangkan Koperasi Syari’ah Berbasis Masjid, pasti saya paling depan mendukung. Saya ini Ketua Tim Pengembangan Koperasi Syari’ah Berbasis Masjid. Sekaligus saya akan mengembangkan jaringan-jaringan saya yang ada di bawah,” lanjutnya.

    Diakhir pertemuan itu Mamiq Mudji menyampaikan beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh pemimpin NTB ke depan.

    “Kriteria yang harus dimiliki ada 2. Pertama adalah Tauhid, yang dibuktikan dengan menjalankan ibadah secara rutin dan ikhlas, yakin tentang keberadaan Allah SWT yang selalu mengawasi kita. Kedua adalah amal sholeh, yang merupakan perwujudan dari tauhid dan keimanan yang dimiliki,” tutupnya. (f3)

    error: Content is protected !!