More
    Beranda blog Halaman 411

    TGB Jadi ‘Special Edition’ di Aceh

    0

    HarianNusa.com, Aceh – Seperti biasanya, di Masjid Kopelma yang berada di dalam lingkungan Universitas Syah Kuala, Aceh, setiap subuh terlihat rame oleh jamaah yang hadir sholat berjamaah yang memang diprogramkan pihak kampus. Namun pagi ini sholat subuh berjamaah terlihat sedikit berbeda karena terlihat backdroop yang bertajuk “subuh education” dan di bawahnya tertulis “special edition”.

    Yang dimaksud dengan special edition itu ternyata adalah kehadiran tokoh muda yang mulai diperbincangkan di kancah nasional. Yaitu Dr.TGH. M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

    Bagi tokoh masyarakat dan mahasiswa di Aceh, TGB menjadi tokoh yang special, muda dan berwawasan kebangsaan yang mumpuni.

    Dalam kesempatan menyampaikan tausiyah setelah solat subuh, TGB yang didaulat menyampaikan kepepimpinan dan ahlak, mengupas pentingnya pembentukan akhlak dengan panjang lebar,Jumat (3/3/2018).

    TGB menjelaskan bahwa perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam dengan sangat cepat di seantero dunia dimulai dari kemulian ahklak beliau. Lebih jauh dijelaskan, dalam Al-Qur’an, Allah SWT memuji nabi akhir zaman itu bukan karena ketinggian ilmunya, dimana ketinggian ilmu beliau tidak mampu ditandingi Malaikat Jibril sekalipun. Tetapi Rasulullah dipuji karena kemulian akhlak beliau, sembari TGB membacakan surat dalam Al-Qur’an. Bahkan dijelaskan Nabi mengedepankan ahlak sebelum mempertajam masalah aqidah dan syariat.

    Antusiasme jamaah semakin meninggi ketika dalam sesi dialog beberapa penanya menanyakan kondisi negara yang semakin mengkawatirkan dengan kasus-kasus korupsi, narkoba dan lainnya. Bahkan sistem pemilu langsung tak luput dari sorotan jamaah.

    Penuh keteduhan dan ketenangan TGB menjawab satu persatu pertanyaan tersebut dengan melandaskan seluruh jawaban beliau pada Al-Quran dan hadist.

    Dikatakan TGB, salah satu pondasi membangun negara adalah memperbaiki sistem ahklak yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan demikian apabila pondasi ahklak yang kuat sudah terbentuk sejak dalam lingkungan keluarga, maka insya Allah sistem ahlak dalam masyarakat dan negara akan menjadi baik dan kuat. Bangsa yang kuat tidak akan dapat dipengaruhi bangsa lain.

    Di akhir tausiyahnya TGB mengutip sebuah hadist Rasul yang artinya amal amalmu mencerminkan siapa pemimpinmu. (f3)

    Sekda Berharap NTB Jadi Laboratorium Bank Syariah di Indonesia

    HarianNusa.com, Mataram – Koversi PT Bank NTB ke Bank NTB Syariah sesuai rencana yang diharapkan pada bulan Agustus 2018, menaruh harapan besar bagi pemerintah dan masyarakat NTB, khususnya dalam proses transaksi perbankan, terutama dalam akses permodalan yang sesuai dengan tuntunan agama, agar terhindar dari praktek-praktek yang berujung pada perbuatan riba.

    Demikian disampaikan Sekda Provinsi NTB, H. Rosiady Sayuti pada acara Gathering dalam rangka “Readness” jajaran pegawai Bank NTB untuk konversi menjadi Bank NTB Syariah, di hotel Lombok Raya, Sabtu (3/3/2018).

    Rosiady mengatakan, dengan dilakukannya konversi ini, maka seluruh aspek kegiatan kehidupan masyarakat NTB secara bertahap diharapkan bernafaskan syariah. Mulai dari ekonominya, pariwisata, hotel-hotel dan segala macam bentuk usaha harus bernuansa syariah.

    “Dengan dilakukannya konversi ini, saya harap seluruh aktivitas masyarakat NTB secara bertahap akan bernuansa syariah. Terutama dalam ekonomi, pariwisata, hotel dan segala aktivitas lainnya,” ungkapnya.

    Menurut Sekda, dengan adanya aktivitas syariah dalam semua aspek kehidupan masyarakat NTB, maka akan lahir transaksi-transaksi ekonomi yang sehat di daerah. Hal Itulah yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi NTB, sehingga daerah-daerah lain akan datang untuk belajar dan melakukan riset, sehingga NTB akan menjadi pusat labiratorium syariah di indonesia.

    “Saya harap kedepan dengan konversi ini NTB akan jadi laboratorium syariah di Indonesia. Ini merupakan visi besar besar pemerintah sekaligus juga merupakan harapan masyarakat NTB,” ujarnya.

    Di hadapan seluruh jajaran Bank NTB yang hadir, Sekda menjelaskan bahwa, visi menciptakan masyarakat yang melaksanakan ekonomi Syariah adalah harapan besar dimasa yang akan datang.

    Menurutnya apabila transaksi syariah hanya 5 hingga 10 persen, maka ia menilai cita-cita bernuansa syariah itu belum berhasil. Karena dengan segala macam proses panjang dari konfersi yang telah dilalui.

    Sekda menilai bahwa saat ini sudah cukup banyak kegiatan masyarakat di NTB yang berientasi syariah. Karena kegiatan syariah di NTB telah banyak sejak duhulu sebelum adanya rencana konversi ini.

    “Saat ini juga cukup banyak masyarakat kita yang tidak mau bertransaksi dengan perbankan conventional. Untuk itu, konversi ini hadir untuk mengakomodir sebagian masyarakat yang anti dengan Bank Konvensional,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, ia menilai masyarakat NTB sudah sangat siap menerima dan menunggu konversi Bank NTB ke syariah. Karena dengan hal ini akan membawa kebaikan hidup dimasa yang akan datang.

    “Semoga dengan konversi ini masyarakat NTB semakin sejahtera dan seluruh karyawan Bank NTB Syariah juga akan menjadi lebih sejahtera,” harapnya.(f3)

    Patroli Gabungan di Bima, Puluhan Sapi yang Hilang Berhasil Ditemukan

    HarianNusa.com, Bima – Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P pimpin langsung operasi gabungan bersama anggota Kompi A Yonif 742/SWY, Satpol PP Kabupaten Bima bersama masyarakat di Desa Tolo Uli Kecamatan Monta, Sabtu (3/3/2018).

    Patroli gabungan yang dilakukan tersebut membuahkan hasil. Puluhan sapi milik warga Dusun Tanjung Baru Desa Tangga Baru yang hilang beberapa hari lalu berhasil diamankan.

    Menurut Bambang, Patroli keamanan itu dilakukan secara gabungan untuk memantau situasi di seputaran Kecamatan Monta mengingat sebentar lagi akan digelar pesta demokrasi secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB nanti.

    “Patroli gabungan dilakukan untuk menyakinkan keamanan situasi dan kondisi di wilayah Kabupaten maupun Kota Bima menjelang Pilkada serentak juni mendatang,” ujar Bambang.

    Namun dalam perjalanan lanjutnya, berdasarkan hasil penelusuran dan pencarian para Babinsa Koramil 1608-07/Monta bahwa puluhan sapi milik warga Tanjung Baru diketahui lokasinya, sehingga Patroli gabungan langsung menuju sasaran yang dimaksud dan menemukan puluhan sapi milik warga yang hilang dan masih dikenali oleh pemiliknya.

    “Kegiatan semacam ini akan terus kita lakukan untuk meyakinkan kondusifitas wilayah teritorial Kodim 1608/Bima tetap dalam keadaan aman dengan harapan tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada,” pungkasnya.

    Puluhan sapi yang sudah ditemukan tersebut langsung diamankan oleh Patroli gabungan untuk selanjutnya diserahkan kepada masing-masing pemiliknya.(f3)

    Sekda NTB Buka Pesta Wirausaha ke-4 Komunitas TDA

    HarianNusa.com, Mataram – Sekda Provinsi NTB, H. Rosiady Sayuti membuka acara Pesta Wirausaha ke 4 Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Taman Budaya Mataram, Sabtu (3/3/2018).

    “Ini merupakan acara yang luar biasa, saya atas nama pemerintah Provinsi mengucapkan selamat dan terimakasih, karena event ini insya Allah akan berhasil mencetak angkatan kerja di NTB menjadi wirausaha”, ungkap Sekda NTB, saat membuka cara yang bertema “Industri Kreatif dan Pariwisata NTB di Era Digital”.

    Pak ros sapaan akrab Sekda NTB beharap, agar TDA mampu menjadi wadah yang solutif bagi anak muda NTB untuk menunjukkan eksistensinya.

    ” Komunitas TDA semoga akan terus sukses dan anak-anak muda terus berkreasi membangun diri dan usaha, karena anak muda menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mengembangkan dan memajukan daerah,” harapnya.

    Acara yang digelar oleh komunitas Tangan Di Atas (TDA) ini diselenggarakan di Taman Budaya NTB, tanggal 3-4 Maret 2018. Peserta yang terlibat tak kurang dari 200 orang peserta.

    TDA merupakan suatu komunitas yang beranggotakan para wirausahawan muda dan orang-orang yang berminat pada dunia wirausaha. Komunitas ini mempunyai puluhan ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Komunitas ini didirikan oleh Roni Yuzirman dan Nuzli Arismal para pengusaha sukses di negeri ini.

    Nama TDA merupakan perwujudan dari keyakinan komunitas bahwa menjadi Tangan Di Atas itu lebih mulia dari pada Tangan Di Bawah (TDB). Di samping itu, TDA juga meyakini bahwa dengan menumbuhkan semangat berwirausaha, merupakan salah satu solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi bangsa.

    Sementara itu, Ketua TDA Kota Mataram, Bambang Parmadi, menyampaikan pada pesta wirausaha ini ada beberapa hal yang dilaksanakan yakni, edukasi, seminar, coaching singkat, bazaar, performing art, dan networking.

    Bambang juga berharap, semoga dengan adanya acara ini semakin membuka jaringan bisnis baik sesama pelaku usaha maupun stake holder lainnya.

    “Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat menjadi ibadah bagi kita semua,” tambahnya.

    Acara yang dimulai dengan pemukulan gong oleh Sekda NTB tersebut juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Mataram, OPD Lingkup Provinsi NTB. (f3)

    Bawaslu NTB: Tingkat Kepatuhan Paslon dalam Melakukan Kampanye Rendah 

    HarianNusa.com, Mataram – Selama pelaksanaan Kampanye yang di mulai sejak tanggal 15 Februari lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing paslon gubernur dan wakil gubernur NTB.

    Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid menyatakan
    beberapa catatan yang diperoleh bawaslu sejak diadakannya kampanye mulai tanggal15 hingga 1 Maret 2018 kemarin.

    Dikatakan Khuwailid selama masa kampanye bawaslu bersama Pengawas pemilu baik tingkat kabupaten/kota sampai panwas kecamatan telah mencatat proses plaksanaan kampanye yang dilakukan keempat paslon.

    “Kami mmembuat beberapa kriteria tingkat kepatuhan masing paslon dalam melakukan Kampanye. Dan ini menjadi pengawasan bawaslu mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota,” kata Khuwailid saat Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Kampanye di kantor Bawaslu NTB, Jumat (2/3).

    Terkait dengan itu, lanjutnya, ada beberapa yang menjadi kepatuhan bagu paslon dalam melakukan kampanye.

    Ia menyebutkan sejak mulai tanggal 15 Februari hingga 1 Maret seluruh paslon telah melakukan tahapan kampanye sebanyak 53 kali. Paslon nomor urut 1 sebanyak 9 kali, nomor urut 2 sebanyak 4 kali, nomor urut 3 sebanyak 30 kali, dan paslon nomor urut 4 sebanyak 10 kali.

    “Jumlah kampanye ini belum kami rincikan. Karena menurut aturan, kampanye dilakukan 10 kali untuk tingkat provinsi, 15 kali untuk tingkat kabupaten/kota dan 3 kali untuk tingkat kecamatan,” terang Khuwailid.

    Disebutkan Khuwailid, ketidaktaatan paslon tersebut dalam melakukan kampanye paling banyak adalah karena tidak adanya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dyang disampaikan kepada pihak kepolisian.

    ” Dari 53 kali kampanye hanya 10 yang ada STTP nya. Berarti 43 kali tidak ada,” ujar Khuwailid.

    Dari kampanye yang dilakukan paling banyak adalah dalam bentuk tatap muka. Dan bentuk kegiatan kampanye inilah yang paling banyak tidak ada STTP nya. Karena
    tatap muka dan blusukan merupakan bentuk kampanye menurut perbawaslu nomor 4 tahun 2017.

    “Kampanye yang teragendakan dengan baik biasanya ada STTP nya, ” katanya.

    Selain itu juga ditemukan ada dua tempat dugaan pelanggaran. Pertama di Kabupaten Sumbawa a Barat yakni kampanye di PAUD oleh paslon nomor urut 3 dan kampanye di ponpes di kecamatan kopang oleh paslon no urut 4.

    ” Inilah pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing paslon selama kampanye itu.
    Oleh krn itu ini menjadi catatan penting yang harus diperhatikan Kepatuhan dalam berkampanye ini masih rendah secara umum karena dari 53 kampanye, hanya 10 yang memiliki STTP,” pungkasnya.

    Sementara, Direktur Intelijen dan Kemanan (Dir Intelkam) Polda NTB Kombes Pol. Susilo Rahayu Irianto menyatakan dari hasil pantauannya selama pelaksanaan kampanye yang dilakukan keempat paslon calon gubernur dan calon wakil gubernur, dilakukan dengan banyak metode. Namun pihaknya menyesalkan karena minimnya STTP yang disampaikan ke Polda atas pelaksanaan kegiatan kampanye tersebut.

    “Kami sangat mengharapkan kegiatan kampanye sejak tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018 nanti, setiap paslon memenuhi ketentuan UU Nomor 4 tahun 2017,” harapnya.

    Dalam kesempatan itu, salah satu LO dari paslon nomor urut 1 Suhaili-Amin, Hasan Massad berharap agar pihak penyelenggara pilkada serta pihak keamanan tidak terlalu berlebihan dalam mengatur alur pelaksanaan Pilkada.

    Menurut Hassan, tentu semua paslon mempunyai komitmen yang sangat tinggi dalam menjaga kondusifitas pelaksanaan kegiatan Pilkada ini.

    ” Hanya saja kami juga berharap agar ornamen-ornamen serta pendekatan sekuritas yang begiti tinggi tidak terlalu diperlihatkan dalam pelaksanaan Pilkada ini,” harap Hasan.

    LO paslon nomor urut 4 Ali-Sakti, M. Zainul Fahmi juga berharap agar dalam pengurusan STTP diberikan konpensasi pengurusan secara kolektif dalam jangka waktu tertentu selama kampanye agar pihak LO atau Timses Paslon tidak disibukkan hanya mengurus STTP di pihak kepolisian sehingga kepengurusan tehnik kemenangan Paslon terabaikan.

    Menanggapi penyampaian dari tim paslon itu, Direktur Intelkam Polda NTB menyetujui pengurusan STTP secara kolektif karena itu justru dianggap lebih memudahkan asalkan rumusan pengajuannya dirinci berdasarkan ketentuan dalam PKPU Nomor 4 tahun 2017.

    ” Pengajuan STTP secara kolektif dari masing-masing Paslon justru akan membantu kami dari pihak kepolisian asalkan pengajuan STTP itu harus ada rinciannya sebagaimana dalam PKPU Nomor 4 tahun 2017,” kata Susilo.

    Selain itu para Tim Paslon juga mempertanyakan titik-titik penyebaran baliho dan alat peraga kampanye yang telah ditentukan oleh KPU.

    Selain ketua bawaslu dan Direktur Intelkam Polda NTB, Rapat Konsolidasi Evaluasi Pelaksanaan Kampanye juga dihadiri Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU NTB, Yan Marli serta sejumlah LO dari keempat Paslon cagub dan cawagub NTB di pilgub 2018.(f3)

    Perempuan Hindu Dukung Zul-Rohmi

    HarianNusa.com, Mataram – Pesemetonan Perempuan Hindu Kota Mataram menyatakan siap mendukung kesuksesan Pilkada NTB tahun 2018. Mereka juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak malas datang ke TPS pada tanggal 27 Juni nanti dan juga tidak lupa untuk mencoblos no urut 3. Hal itu disampaikan dalam tatap muka dengan Pasangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalillah di lingkungan Jeruk Manis Jum’at malam lalu.

    Dalam pertemuan itu pasangan Zul-Rohmi mendatangi secara langsung dan menyapa komunitas ini. Sementara Pertemuan itu berlangsung dengan penuh keakraban. Ratusan komunitas perempuan Hindu tersebut mengadakan tanya jawab dan mendengarkan langsung program dan komitmen pasangan Zul Rohmi.

    Di antara program-program dan komitmen yang disampaikan, yang paling banyak mendapatkan perhatian warga adalah komitmen terhadap persoalan kebangsaan dan program pendidikan.

    Untuk persoalan kebangsaan, I Nyoman Wandatari, SE meminta agar Zulrohmi memegang teguh 4 pilar kebangsaan demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang berkeadilan. Agar tidak Ada dikotomi terhadap komunitas perempuan Hindu dengan komunitas perempuan lainnya di NTB. ” kesetaraan di segala bidang dan terus mengembangkan semangat pluralisme dan toleransi di antara sesama warga NTB. Semangat pluralism dan toleransi tersebut akan sangat mendukung aspek kemanan demi terciptanya kondusifitas pembangunan di berbagai bidang,” ungkap Wandatari

    Dibagian lain, Sitti Rohmi mengungkapkan untuk program di bidang pendidikan, Zulrohmi akan mengirimkan 500 – 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri. ” Hal tersebut bukan sesuatu yang muluk-muluk mengingat dikampus UTS yang didirikan oleh Dr. Zulkieflimansyah sendiri, sudah banyak mengirimkan dosen maupun mahasiswanya ke luar negeri. Tentunya hal tersebut akan lebih mudah lagi direalisasikan jika dia terpilih untuk menjadi Gubernur NTB kelak,” ujar Sitti Rohmi yang ditemani Dr Zul dalam Pertemuan dengan komunitas perempuan Hindu ini.

    Dr Zul mengatakan bahwa Pertemuan ini adalah salah satu di antara ratusan titik silaturahmi yang sudah dilakukan Zul Rohmi. Untuk ke depan sampai dengan batas masa tenang kampanye, masih ada ratusan jadwal kunjungan lainnya.

    “Hal ini penting untuk tetap terus dilaksanakan demi mendengar dan mendapatkan masukan dari sebanyak mungkin warga NTB sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan jika kelak pasangan ini terpilih untuk memimpin NTB periode 2018 – 2023,” jelas Dr Zul yang terlihat tetap bugar dan fit meskipun jadwal kunjungan ke konstituen padat.

    Ada hal yang menarik dalam pertemuan kali ini saat Calon Wakil Gubernur Dr. Sitti Rohmi Djalillah dido’akan secara Hindu oleh Komunitas Pesemetonan Hindu kota Mataram agar selalu sehat dan memperoleh kesuksesan dalam Pilkada NTB 2018. Ini merupakan sebuah penghormatan dan dukungan moral yang tinggi bagi pasangan ini dari komunitas tersebut.

    Sebaliknya dari sisi Sitti Rohmi Djalillah – yang juga merupakan ketua Muslimat NW – hal tersebut sekaligus menjadi bukti semangat pluralisme dan toleransi khususnya antar kalangan umat beragama di NTB. (sat) 

    Hina Jokowi, Warga Lombok Utara Dibekuk Polisi

    HarianNusa.com, Mataram – Seorang warga Dusun Mekar Sari Desa Santong Kacamatan Kayangan Lombok Utara dibekuk Subdit II Ditreskrimsus Polda NTB,  Jumat (02/03).

    Pria berinisial KJ alias Among (40) diduga telah melakukan penghinaan terhadap presiden Jokowi melalui akun facebook miliknya bernama Jayang Rane.

    “Iya betul yang bersangkutan ditangkap setelah diduga melakukan ujaran kebencian atau penghinaan/pencemaran nama baik yang ditujukan pada presiden Jokowi,” ujar Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti, Sabtu (03/03).

    Pelaku juga pada sore kemarin langsung diterbangkan ke Mabes Polri guna proses hukum.  “Langsung kemarin sore diterbangkan ke Jakarta,” ungkapnya.

    Pelaku yang merupakan pekerja swasta ini ditangkap di Gili Trawangan. (sat)

    Bang Zul Janji Siap Akomodir Perasaan Perempuan

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah berjanji akan memajukan kaum perempuan NTB andai nanti mendapat kepercayaan memimpin NTB. Politikus Partai Keadilan Sejahtera mengatakan dirinya beruntung maju bersama cawagub Sitti Rohmi Djalilah. Sitti Rohmi adalah satu-satunya figur perempuan yang ikut dalam kontestasi Pilkada NTB 2018 ini. Tentunya kata Dr Zul, Rohmi adalah orang yang tepat untuk menyelesaikan persoalan perempuan di NTB.

    “Perasaan wanita NTB akan diakomodir oleh Ibu Rohmi. Beliau yang paling paham. Orang yang paling tepat untuk mengatasi persoalan perempuan,” kata Dr Zul  Taman Budaya Jayangrana, Narmada, Jumat (2/3).

    Masalah perempuan kata Dr Zul termasuk salah satu komitmen Zul-Rohmi untuk melaju dalam kontestasi Pilkada NTB. Zul-Rohmi bertekad akan berupaya menekan jumlah perempuan NTB menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.

    Banyaknya perempuan menjadi TKW selama ini lanjut Dr Zul menjadi penyebab persoalan kesehatan dan gizi buruk pada anak.

    Karena pilihan menjadi TKW membuat seorang ibu harus berpisah jauh dengan anak-anaknya dalam waktu yang lama. Sehingga anak-anak yang seharusnya mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu mengalami gizi buruk, persoalan kesehatan dan juga gangguan mental.

    “Anak-anak mengalami nasib terlantar dan gizi buruk karena kurang kasih sayang dari ibunya. Karena ibunya keluar negeri menjadi TKW,” ujar Dr Zul. (sat) 

    Demokrat Optimis Zul-Rohmi Menang

    HarianNusa.com, Lombok Barat –  Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah meyakini pasangan calon yang mereka usung di Pemilihan Umum Kepala Daerah Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah akan memenangkan kontestasi Pilgub NTB 2018. Jafar mengatakan duet Zul-Rohmi adalah figur terbaik yang dimiliki oleh NTB untuk melanjutkan pembangunan pasca selesainya masa jabatan Gubernur Petahana NTB Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang.

    “Insya Allah 2018 ini, Zul-Rohmi akan memenangkan Pilkada NTB. Mereka akan melanjutan kemajuan di era pemerintahan yang akan berlalu,” kata Jafar pada acara deklarasi dukungan Partai Demoktrat kepada Zul-Rohmi di Taman Budaya Jayangrana, Narmada, Lombok Barat, Jumat (2/3).

    Politikus asal Sulawesi Selatan itu menjelaskan alasan partainya mendukung Zulkieflimansyah yang merupakan kader Partai keadilan Sejahtera dan Sitti Rohmi Djalilah yang tak lain kader dari Demokrat.

    Zul kata Jafar adalah salah satu putra terbaik NTB yang sudah lama berkiprah di kancah nasional. Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa itu menurut Jafar punya latar belakang pendidikan cemerlang di berbagai negara di luar negeri.

    Mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI itu menambahkan kalau Doktor Zul sudah punya konsep jitu untuk melanjutkan pembangunan NTB yang sebelumnya sudah punya banyak kemajuan di 10 tahun masa kepemimpinan TGB.

    Sementara Sitti Rohmi, dikatakan Jafar sudah sangat dikenal oleh masyarakat NTB. Selama ini Rohmi banyak berkiprah di NTB. Di antaranya bekerja di perusahaan tambang PT Newmont, menjadi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur dan juga menjadi Rektor Universitas Hamzanwadi. Rohmi kata Jafar adalah sosok perempuan menginspirasi bagi kaum perempuan NTB. Modal berbagai aktivitas Rohmi di berbagai sisi untuk masyarakat NTB menurut Jafar akan memudahkan Zul-Rohmi untuk memahami persoalan masyarakat NTB tak terkecuali persoalan perempuan.

    “Akan disayangkan jika masyarakat NTB tidak memberikan kepercayaan memimpin kepada dua figur ini,” ujar Jafar. (sat)

    Rohmi: Perempuan NTB Jangan Termarjinalkan 

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah berjanji untuk memajukan kaum perempuan NTB. Cawagub nomor urut tiga yang berpasangan dengan Cagub Zulkieflimansyah itu mengatakan pembangunan SDM perempuan menjadi salah satu komitmen Zul-Rohmi bila dipercaya memerintah NTB periode 2018-2023.

    “Perempuan NTB tak boleh termarjinalkan. Perempuan harus berikan kontribusi untuk pembangunan dan kemajuan NTB,” ujarnya ditemui di Taman Budaya Jayangrana, Narmada, Jumat (2/3).

    Politikus Partai Demokrat itu mengatakan beberapa persoalan seperti kelaparan dan gizi buruk di NTB disebabkan karena banyak kaum perempuan mengambil jalan pintas dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) keluar negeri. Jadinya anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam kasih sayang ibu jadi tidak mendapat perhatian sebagaimana harusnya.

    Padahal kata Rektor Universitas Hamzanwadi itu NTB kaya akan sumber daya alam yang seharusnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

    Ke depan Rohmi ingin pemerintahan provinsi akan mendorong agar perempuan NTB memiliki skill dan keterampilan. Mereka bisa menghidupkan industri pengolahan hasil bumi yang melimpah di NTB.

    Rohmi tak bermaksud membawa perempuan NTB menyalahi kodrat dengan mengambil peranan kaum laki-laki. Visi Zul-Rohmi adalah menjadikan perempuan NTB agar menjadi sosok yang soleha dan tangguh. Dalam arti berbakti kepada suami dan keluarga dan juga menjadi penguat perekonomian keluarga.

    “Insyallah Zul Rohmi akan mengakomodir kepentingan kaum perempuan NTB,” ujar Rohmi. (sat) 

    error: Content is protected !!