More
    Beranda blog Halaman 415

    Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam di Kota Bima

    HarianNusa.com, Bima Kota – Upaya Polres Bima Kota menciptakan situasi Kamtibmas jelang Pilkada Kota Bima  terus ditingkatkan, salah satunya dengan memberantas penyakit masyarakat seperti judi,  miras dan prostitusi serta gangguan kamtibmas lainnya. Unit Patmor Sat Sabhara Polres Bima Kota melakukan pemberantasan penyakit masyarakat judi sabung ayam di Kelurahan Kumbe Kota Bima, Minggu (25/02) pukul 14.00 Wita.

    “Pembubaran judi sabung ayam ini berdasarkan laporan dari masyarakat karena selama ini warga setempat resah dengan adanya judi sabung ayam tersebut” kata Kasat Sabhara Polres Bima Kota IPTU Wahyudin.

    Walaupun sempat mendapat penolakan dari para pelaku judi sabung ayam tersebut, namun situasi dapat diredam dan mengamankan barang bukti berupa tiga ekor ayam aduan dan satu buah gelanggang adu ayam.

    “Pemberantasan penyakit masyarakat ini untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif terlebih saat ini sedang berlangsungnya Pilkada Kota Bima” tambah Kasat Sabhara.

    Setelah dilakukan pembubaran judi sabung ayam tersut, barang bukti langsung dibawa dan diamankan di Polres Bima Kota.  (sat)

    Polisi dan Warga Suela Evakuasi Seorang Pria Gangguan Jiwa

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Polisi dan warga Desa Suela Lombok Timur (Lotim) mengevakuasi seorang pria yang mengalami gangguan jiwa. Pria tersebut terjebit di antara rumpun bambu di tengah derasnya aliran Sungai Temaras Tibu Jukung Dusun Cempaka Desa Suela, Minggu (25/02).

    Bhabinkamtibmas Desa Suela Polsek Suela Brigadir Sopian Mulyadi bersama Kanit IK Polsek Suela Bripka Harun Bil Faqih, Kanit Binmas Polsek Suela Bripka Alwan Husnayadi, Bhabinkamtibmas Desa Sapit Bripka Abdul Rasyid dan warga bahu membahu menyeberangi sungai mengevakuasi pria tersebut.

    “Warga dan polisi mengevakuasi pria tersebut dengan tandu seadanya. Kemudian pria yang diduga mengidap gangguan jiwa tersebut dibawa ke Puskesmas Suela untuk menjalani perawatan medis,” ujar Kasubag Humas Polres Lotim, IPTU Made Tista.

    Entah mengapa, pria tersebut terjepit di rumpun bambu di sungai. Beruntung warga menemukan pria tersebut dan segera mengevakuasinya. (sat)

    Banjir di Sumbawa, Jembatan Penyeberangan Putus

    HarianNusa.com, Sumbawa – Banjir terjadi di Dusun Melung Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Banjir terjadi pukul 16.20 Wita, Minggu (25/02).

    Tingkatkan Literasi Baca Tulis, IGI NTB Gelar Workshop Menemu Baling

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Workshop Menemu Baling (Menulis dengan mulut membaca dengan telinga) di Fizz Hotel Mataram, Sabtu (24/2/2018).

    Tunjukkan Komitmen pada Olahraga, Ahyar Abduh Dukung Turnamen Voli Kerongkong Cup II

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Calon Gubernur NTB nomor urut 2, TGH Ahyar Abduh berkunjung ke Desa Kerongkong, Lombok Timur, Minggu (25/02) sore.

    Pelaku Pembunuhan di Poto Tano Ditangkap Polisi

    HarianNusa.com, Mataram – Kasus pembunuhan di Cafe Bintang Desa Labuhan Mapin Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Sabtu (24/02) terkuak. Pelaku pembunuhan diringkus kurang dari 24 jam oleh polisi.

    Aktivis di Antara Pilkada dan Pemilu Legislatif 2019

    Oleh: Didu (Direktur Mi6)

    Baru baru ini sejumlah Aktivis Pergerakan NTB dari berbagai elemen mendeklarasikan dukungan politiknya ke paket AMAN. Secara taktik, sikap politik kalangan Aktivis Prodem ini bisa dibenarkan dan tepat. Hal ini tentu terkait dengan menambah daya resonansi kekuatan, khususnya terkait citra baik persepsi publik terhadap aktivis.

    Kedua, pilihan sikap sebagian aktivis melakukan bloking politik ke AMAN ini harus dimaknai sebagai upaya menyatukan power politik kaum pergerakan dalam satu kesatuan sikap dan gerak dalam mewarnai konstelasi Pilgub NTB.

    Ketiga, terkait ekspektasi atau harapan yang hendak diraih ke depan dari para aktivis dengan adanya dua momentum yakni pilkada dan pemilu legislatif. Di mana kedua peristiwa politik itu dijadikan isu perekat yang berujung pada pemilu legislatif.

    Bagi kalangan aktivis yang memiliki cita-cita karier politik ke depan, maka momentum Pilkada dijadikan tools untuk persiapan menyongsong pemilu legislatif lewat serangkaian gerakan investasi tanam budi kebaikkan dibasis rakyat yang dikuasai.

    Pilkada juga dipakai sebagai sarana mengartikulasikan kerja politik di basis pemilih oleh kalangan aktivis. Kerja kolektif aktivis tentu diuji dalam pilkada ini sampai sejauh mana agregasi maupun daya penetrasinya di massa rakyat.

    Hubungan simbiosis politik antara Paslon dengan kaum pergerakan tidak bisa lagi diartikan dalam kontek moral force semata, namun bersifat saling memahami maksud.

    Kesetiaan dan menjaga trust tentu menjadi komitmen awal yang paling utama. Pada celah ini terjadi hubungan take and give yang bermuara pemberian privelese agar aktivis bisa terback-up dalam melaksanakan kerja di basis secara masif maupun kerja politik lain untuk kepentingan Paslon yang didukung.

    Partisipasi Politik Aktivis

    Dalam konstruksi politik yang tidak bebas nilai ini, perjuangan kaum pergerakan dalam memenangkan paslon yang didukung patut diapresiasi. Karena Hal tersebut merupakan partisipasi politik yang kongkret dari para aktivis yang siap pasang badan.

    Demikian pula di Paslon lain selain AMAN, beberapa kalangan aktivis pergerakan juga melakukan bloking politik. Semangat dan cita-citanya pun sama yakni ingin berperan memenangkan Paslon yang didukung dengan sukses story.

    Menyebarnya kekuatan kalangan aktivis pergerakan pada masing-masing Paslon Pilgub NTB ini merupakan dinamika yang tidak harus dikontradiksikan.

    Sebagai salah satu pilihan sikap politik yang otonom, apa yang dilakukan oleh aktivis yang memilih berafiliasi ini merupakan tradisi politik yang baik. Dari momentum Pilkada ini para aktivis dapat belajar dan bekerja dengan cermat untuk terlibat sebagai vote getter dalam memperbesar perolehan suara Paslon yang didukung.

    Bagi kalangan aktivis pergerakan tentu sudah tidak asing bagaimana melakukan proses pendampingan pemilih di basis konstituennya. Pelatihan metodologi tentang community organizer sudah pernah dijalani, sehingga memudahkan melakukan penetrasi di basis. Kelebihan para aktivis inilah yang menjadi kekuatan politik di mata Paslon lain.

    Relationship Aktivis dan Media

    Sudah barang tentu tampilnya kaum pergerakan dalam dinamika Pilgub NTB tidak membawa cek kosong. Dengan sejumlah pengalaman lapangan dalam melakukan pendampingan dan advokasi di grassroots, para aktivis memiliki bekal keterampilan yang bisa dijadikan alat untuk bersinergi dalam meraih suara rakyat.

    Peran media dalam mengartikulasikan kerja-kerja politik para aktivis sangatlah penting. Hal ini setidaknya dapat memberikan spirit tersendiri atas kerja politik partisan yang dilakukan.

    Sementara itu bagi kalangan aktivis, liputan media ini merupakan sarana untuk pencitraan yang baik untuk menuju jenjang politik ke depannya. Pilkada gubernur adalah sasaran antara utama menuju pemilu legislatif 2019. Untuk itu tidak salah jika dalam Pilgub NTB banyak Aaktivis turba politik ke empat Paslon.

    Hubungan simbiosis antara aktivis dan media sesuatu yang inheren. Sebagai sarana artikulator ke publik, media bisa menjadi sahabat yang baik para aktivis guna menerjemahkan arah maksud keinginan kaum pergerakan.

    Media alat yang efektif untuk menyemai dan menabur segala kebaikkan perjuangan kaum aktivis dalam konstestasi Pilgub NTB. Sehingga agak tidak masuk diakal jika para aktivis ada pola pikir menjauhi media.

    Momentum Pilgub NTB ini salah satu tolok ukur menilai progress report kalangan aktivis dalam meraih dukungan dan mengamankan basis dukungannya. Dan media adalah saksi dan bukti sejarah yang otentik dalam menilai kerja politik kalangan aktivis lewat publikasinya ke publik.

    Kunjungi Wanasaba, Ahyar-Mori Diyakini Akan Pimpin NTB

    0

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Calon Gubernur NTB nomor urut 2,TGH Ahyar Abduh terus melakukan rangkaian silaturahmi ke berbagai daerah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Kali ini silaturahmi dan tatap muka dilakukan dengan masyarakat desa Bagek Sopan Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur,Sabtu (24/2/2018).

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lombok Timur, H. Maidiy seraca Tegas menyatakan TGH Ahyar Abduh dan Mori Hanifi lah yang akan menjadi Pemimpin NTB kedepan.

    In mengajak seluruh kader partai Gerindra di Lombok Timur agar berjuang bersama-sama untuk memenangkan Ahyar-Mori sebagai gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub NTB 2018.

    “Dan kita sebagai partai psngusung berkewajiban untuk memenagkan TGH Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi untuk menjadi Gubernur dan wakil Gubernur NTB,” tegasnya.

    Sementara calon gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh dalam sambutannya menyampaikan berbagai program yang akan dilakukannya nanti ketika sudah menjabat sebagai gubernur NTB.

    “Program utama dan prioritas kami kedepan adalah menyiapkan isfrastuktur dasar, pelayana prima, cepat , gratis dan mudah bagi masyrakat khususnya kesehatan serta pendidikan,” ungkapnya.

    Masyarakat yang antusias dan ingin bertemu dengan calon pemimpinnya tersebut tidak bisa dibendung. Mereka beramal – ramai menghadiri berdatangan menghadiri acara silaturahmi itu.

    Acara silaturahmi tersebut tampak ramai dihadiri oleh sekitar 1.500 orang masyarakat desa Bagek Sopan yang terdiri para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ibu-ibu. Juga dihadiri oleh TGH. Hilmi. (f3)

    Ribuan Santri di Medan Hadiri Tabligh Akbar TGB 

    0

    HarianNusa.com, Medan – Kehadiran Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara disambut dengan antusias oleh ribuan santri di Ponpes itu, Jumat (23/02/2018).

    Para santri tersebut ingin mendengar langsung nasihat dan motivasi dari Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut. Sebab selama ini, mereka hanya dapat menyaksikan nasehat dan motivasi itu lewat media.

    Saat itu juga, Gubernur peraih leadership award itu memberi motivasi dan mengobarkan semangat belajar ribuan santri di Ponpes Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudathul Hasanah tersebut.

    “Jangan pernah berpikiran macam-macam saat belajar di pondok pesantren. Yang penting belajar mengaji pada para kiai, sekaligus belajar beragam ilmu pengetahuan lainnya sebanyak-banyaknya. Insya Allah akan dimudahkan segala jalan menuju keberhasilan di masa depan,” pesan Gubernur TGB saat Tabligh Akbar bertemakan “Urgensi Kepemimpinan Dalam Islam” di Ponpes tersebut.

    Lebih lanjut, TGB sapaan akrab sang gubernur menuturkan pengalamannya selama menimba ilmu di pondok pesantren.

    “Saat saya mondok di Ponpes Nahdlatul Wathan di Pancor Lombok Timur dulu, tak pernah terpikir sama sekali bakal menjadi seorang gubernur. Nah adik-adik ini juga siapa tahu bakal menjadi seseorang yang lebih dari saya,” tambahnya.

    Menurut doktor ilmu tafsir Al Quran Universitas Al Azhar itu, ilmu pengetahuan dan teknologi atau sains modern tak pernah bertentangan dengan Al Quran. Oleh karenanya para santri harus percaya diri untuk belajar ilmu dan aplikasi terapan modern, di samping ilmu-ilmu agama. Santri tak boleh minder dengan siswa-siswi dari sekolah umum.

    TGB mencontohkan program di sejumlah ponpes di NTB sejak tahun 2011. Melalui MoU dengan Universitas Mataram, saat itu dibuat program penerimaan jalur khusus kepada 10 santri terbaik di bidang akademik dan penghafal Al Quran per tahunnya. Hasilnya, pada tahun 2016 lalu, 10 dokter baru berlatar belakang santri tercetak dengan nilai kelulusan atau indeks prestasi termasuk terbaik, rata-rata di atas 3,7.

    “Itu bukti konkret, santri lulusan pondok pesantren tak kalah kualitasnya dengan mereka yang lulus dari sekolah umum. Asal rajin, tekun dan selalu percaya diri, persaingan di ranah apapun pasti bisa dimenangkan,” pungkas TGB. (f3)

    Zul-Rohmi Diyakini Raup 80 Persen Suara di Sumbawa

    0

    HarianNusa.com, Sumbawa – Pasangan gubernur dan wakil gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah-Dr. Siti Rohmi Djalillah diyakini akan didukung penuh oleh masyarakat Sumbawa.

    Ketua tim relawan kartini Kabupaten Sumbawa, Hj. Ema Nursiani mengatakan bahwa di Kabupaten Sumbawa nantinya Zulrohmi pada 27 juni 2018 diyakini akan meraup suara sebesar 80 persen.

    Ini dikatakannya karena menurutnya masyarakat sangat antusias sekali untuk mendukung dan memenangkan pasangan Zul-Rohmi sebagai gubernur dan wakil gubernur pada pilgub NTB mendatang.

    “Dan kami selaku relawan Zul-rohmi sangat optimis kemenangan paslon nomor urut 3 (tiga) tersebut diangka 80 persen,”ungkapnya.

    Perempuan yang akrab dipanggil Hj Ema tersebut menuturkan bahwa pergerakan yang dilakukan oleh relawan kartini sudah 2017 lalu.

    “Pergerakan kami untuk Dr. Zul sudah 2017 lalu. Dan hingga saat ini relawan kartini terus bergerak maju untuk mensosialisasikan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yakni Zul-Rohmi,” unkapnya.

    Dikatakannya, saat ini dalam sehari tim relawan kartini turun untuk menyambangi masyarakat di Sumbawa 5 sampai 7 titik pertemuan. Sehingga diharapkan apa yang dilakukan kartini s nantinya akan membawa paslon Zul-Rohmi sebagai gubernur dan wakil gubernur NTB.

    “Dalam sehari ada 5 sampai 7 titik kami lakukan pertemuan. Dan Insha Allah apa yang kami lakukan akan berbuah manis untuk Zul-Rohmi,” harapnya.

    Di dirinya sangat mengapresias, saat turun kemasyarakat tim kartini selalu mendapat respon yang positif yakni semua masyarakat mendambakan dan mendoakan pasangan Zul-Rohmi untuk memimpin NTB.

    “Yang membuat kami semangat bahwa masyarakat selalu mendambakan bahkan mendoakan Zul-Rohmi menang pada Pilgub mendatang. Sehingga dengan dorongan serta doa dari masyarakat kami dari tim kartini tidak akan pernah lelah untuk berjuang bersama paslon nomor urut 3 tersebut,” pungkasnya. (f3)

    error: Content is protected !!