More
    Beranda blog Halaman 422

    Opini TGB: Safari Silaturrahim ke Lasem Rembang

    “Safari Silaturrahim ke Lasem Rembang Jawa Tengah, Sabtu-Minggu 17-18 Februari 2018”

    Oleh : TGB

    Akhirnya menginjakkan kaki napak tilas jejak silaturrahim Neneknda Saya Tuan Guru Pancor, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang kerap bertemu dan saling bertukar pikiran dengan Kiai-kiai kharismatik di kawasan Lasem Rembang Jawa Tengah di masa lalu. Sesuatu yang selalu disebutkan Kakek Saya tersebut, bahwa Lasem dikenal sampai ke Lombok karena di tempat ini hidup orang-orang sholeh dan baik.

    Dimulai dengan berjumpa KH Gus Qoyyum Mansur di Ponpes An Nur, yang menjamu Saya dan rombongan dengan sangat menyenangkan sekaligus menyediakan tempat bermalam bagi kami.

    Silaturrahim berlanjut dengan jamaah sholat subuh di Masjid Jami’ Lasem. Masjid yang memiliki daya tampung hingga 3.500 jamaah, dan bergaya arsitektur bangunan mengikuti perpaduan dari unsur Jawa, Cina, dan Islam.

    Setelah kuliah subuh dan berziarah makam para Kiai di dalam area masjid, silaturrahim kami lanjutkan ke Ponpes Assholatiyah untuk bertemu KH Ahmad Attabik, yang menyambut kami dengan penampilan Marching Band para santrinya. Kemudian ke Ponpes Al Wahdah bersua dengan KH Afhas, dan diteruskan ke Ponpes Al Hidayat beranjangsana dengan KH. Zaim Ahmad Ma’soem. Terakhir bersilaturrahim dengan KH. Luthfi Thomafi, pengasuh SMK Islam Terpadu Avicenna.

    Dalam beberapa kesempatan memberikan tausiyah ke para santri dan santriwati, Saya menyampaikan beberapa materi terkait konteks kondisi sosial keterkinian. Terutama terkait maraknya tindak kekerasan terhadap para pemuka agama, baik para Ulama Islam maupun pemuka agama lainnya.

    Bahwasanya kunci untuk menuntaskannya adalah penegakan hukum yang tegas, adil dan transparan untuk membongkar semuanya lebar-lebar. Selain mempercayakannya pada para aparat hukum sepenuhnya, kita juga wajib untuk selalu waspada dan siap siaga menjaga keamanan serta keselamatan para Kiai dan Ulama kita. Karena jika kita lengah dan biarkan, hanya akan membuat para pelaku senang dan bebas mengulangi tindakannya. Sementara jika kita kukuh melawan, mereka akan jeri melakukannya lagi.

    Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang begitu tegas dan detail memberikan petunjuk serta perintah dalam Al Quran terkait pentingnya orang beriman menjaga harta, jiwa, dan kehormatan orang beriman lainnya.

    “Tidak boleh orang menakut-nakuti sesamanya, apalagi sampai membunuh dengan sengaja tanpa alasan. Tidak boleh siapapun orangnya, setinggi apapun jabatannya, merusak kehormatan orang lain dengan cara apapun, baik melalui ucapan maupun perbuatan.” (TGB)

    KPU Pesan Paslon Manfaatkan Kampanye Lebih Dekat dengan Rakyat

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Komisi Pemilihan Umum, (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur NTB di depan Kantor KPU NTB, Minggu (18/2).

    Deklarasi yang berjalan damai dan tertib tersebut diikuti oleh empat paslon gubernur dan wakil gubernur NTB beserta tim pendukung masing-masing paslon.

    Ketua KPU Provinsi NTB, H. Lalu Aksar Anshori dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada kapolda NTB yang telah mengkawal seluruh rangkaian kegiatan dan telah menyumbangkan kesenian gendang beleq gabungan TNI-Polri.

    Dikatakan Aksar pelaksanaan deklarasi kampanye damai dan berintegritas yang dilakukan oleh keempat paslon gubernur dan wakil gubernur NTB ini mempunyai dua tujuan.

    Kedua tujuan tersebut, ungkap Aksar, yakni pertama ingin membangun komitmen dengan semua paslon untuk menyelenggarakan kampanye dan seluruh tahapan Pilkada 2018 dengan damai dan berintegritas.

    “Kami ingin para paslon selama pelaksanaan kampanye memberikan keteladan kepada masyarakat untuk selalu bersikap damai selama pelaksanaan pilkada ini,” kata Aksar.

    Tujuan kedua, lanjut. Aksar, yakni memperkenalkan dan
    mempublikasikan semua pasangan calon kepada masyarakat luas sehingga mereka mengenal dan mengetahui semua calon pemimpin mereka.

    “Kami memberikan keaempatan kepada semua paslon untuk dapat menyapa masyarakat dan menyampaikan visi missi dan program-program dari masing-masing paslon,” tambahnya.

    Menurut Aksar tahapan kampanye merupakan tahapan yang paling panjang dari rangkaian pelaksanaan pilkada, untuk itu ia berpesan kepada para paslon memanfaatkan moment kampanye sebagai peluang menyampaikan visi-misi mereka.

    “Gunakan moment kampanye ini untuk menyampaikan visi misi bukan untuk saling menghujat atau menjatuhkan,” ungkapnya.

    Selain itu, pelaksanaan kampanye ini juga diharapkan sebagai wadah dan peluang bagi masyarakat untuk mengenal wakilnya secara lebih luas.

    “Mari kita berikan peluang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memilih wakilnya,” pungkasnya.

    Acara dirangkai dengan penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai dan Beribtegritas oleh Keempat Paslon. Kemudian dilanjutkan pelepasan merpati dan balon serta pelepasan peserta pawai oleh ketua KPU. (f3)

    Lutfi Siap Lakukan “Sumpah Rakyat” untuk Peduli Rakyat dan Tidak Korupsi

    HarianNusa.com, Mataram – Momentum Pilkada Lombok Timur haruslah dimaknai sebagai upaya menyatukan semua keinginan dan harapan warga Lombok Timur untuk melakukan perubahan yang elementer demi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bersama.

    Bagi  Cabup Lombok Timur No 4, Samsul Lutfi kehendak rakyat Lombok Timur yang menginginkan perubahan bidang kehidupan melalui suksesi Pilkada merupakan wujud kesetiaan rakyat  berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilukada.

    Untuk itu Fiddin siap berjuang bersama seluruh elemen  masyarakat melakukan perubahan yang mendasar guna memenuhi harapan warga Lotim.

    Menurut Samsul Lutfi,  sebagai tanggungjawab moral dan politiknya, ia siap melakukan sumpah rakyat, jika kelak terpilih akan menuntaskan semua janji janji politiknya.

    “Saya siap disumpah rakyat di lapangan terbuka, jika terpilih Bupati Lotim berjanji tidak KKN dan mementingkan hajat hidup rakyat,” tungkasnya, Sabtu (17/02).

    Bagi Lutfi, sumpah rakyat ini sebagai rambu-rambu memperjuangkan aspirasi seluruh warga Lombok Timur. Selain itu sumpah rakyat sebagaih bentuk utang budi Fiddin kepada warga Lotim yang kelak mempercayai memegang amanat.

    “Saya siap dilaknat jika ingkar janji kepada warga Lotim,” imbuhnya.

    Lutfi meyakini secara psykologis,  sumpah rakyat di atas Al Quran akan berkonsekuensi  langsung dan tunai jika dilanggar. “Sumpah ini  sebagai jaminan keyakinan menilai track record kinerjanya melayani kepentingan rakyat ,” ungkapnya.

    Ia menuturkan sumpah rakyat sebagai wujud garansi total Fiddin jika kelak terpilih.

    300 Titik Kantong Pemilih Baru

    Lebih jauh Lutfi mengakui bahwa progress field trip hariannya mengunjungi kantong pemilih baru sudah ada di 300 titik kantong pemilih dengan sebaran yg merata di setiap desa atau dusun.

    “Prinsipnya Fiddin  akan mengunjungi konstituen agar  bisa diterima rakyat tanpa cela,” ujarnya.

    Lutfi berjanji dalam sisa waktu empat bulan menuju Pilbup, pihaknya akan makin intensip dan agresif membuka jejaring pemilih baru. Hal ini agar rakyat Lotim bisa diyakinkan tentang performance dan cita cita Fiddin.

    “Fiddin akan takzim melayani kepentingan rakyat dengan mengutamakan keadilan dan pemerataan pembangunan,” tegasnya.

    Samsul Lutfi yang juga anggota DPR RI Dapil NTB dari Partai Demokrat menyadari bahwa Pemilukada serentak ini makin berat variasi tantangannya, terkait perubahan perilaku pemilih yang tidak mudah diyakinkan dengan janji-janji di depan. Hal ini karena  kecendrungan pragmatisme yang kuat  rakyat yang tidak sabar dalam menantikan perubahan yang diinginkan.

    “Fiddin memiliki  tanggungjawab moral  melakukan votters education agar pemilihnya memiliki pemahaman yang sama arti perubahan yang sesungguhnya,” pungkasnya. (sat)

    Deklarasi Kampanye Damai, KPU Batasi Jumlah Massa 

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Memasuki massa kampanye pilkada NTB, keempat calon gubernur dan wakil gubernur akan melakukan Deklarasi Kampanye Damai yang akan dilakukan Minggu, (18/2/2018) esok.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Aksar Anshori menyatakan deklarasi kampanye damai yang akan dilakukan keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB itu mempunyai dua tujuan.

    Kedua tujuan tersebut, kata Aksar, yakni pertama ingin membangun komitmen dengan semua paslon untuk menyelenggarakan kampanye dan seluruh tahapan Pilkada 2018 dengan damai dan berintegritas.

    “Nanti akan ada surat pernyataan yang dibacakan dan ditandatangani masing-masing paslon yang disaksikan Gubernur NTB Kapolda NTB, Danrem 162/WB dan Bawaslu NTB,” kata Aksar kepada HarianNusa.com saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (17/2).

    Tujuan kedua, lanjut. Aksar, yakni memperkenalkan dan
    mempublikasikan semua pasangan calon kepada masyarakat luas sehingga mereka mengetahui semua paslon tersebut.

    “Nantinya akan dilaksanakan pawai terhadap semua paslon untuk menyapa masyarakat dan menyampaikan visi missi dan program-program dari masing-masing paslon,” tambahnya.

    Dalam kegiatan deklaraai kampanye damai esok, KPU Provinsi NTB membatasi jumlah massa yang akan dibawa oleh masing-masing paslon.

    “Kami membatasi setiap paslon membawa paling banyak sepuluh mobil saja,” pungkasnya.

    Deklarasi Kampanye Damai akan dilaksanakan dengan mengambil rute mulai dari KPU Provinsi NTB menuju jalan pejanggik sampai lampu stopan sweta, belok ke kanan ke arah jalan Brawijaya Seganteng lurus ke jalan Sriwijaya lampu stopan setelah Hotel Grand Legi belok ke kiri di jalan Bung Karno menuju ke Pagutan/Karang Genteng lurus ke Jalan Lingkar Selatan Bundaran by pass 2 belok ke jalan Gajahmada Jempong/pagesangan menuju Jalan Majapahit sampai taman Ampenan/Lapangan Malomba putar balik ke Jalan Langko dan finish dikantor KPU Provinsi NTB. (f3)

    TGB Yakin Kedatangan Alim Ulama Membawa Berkah untuk NTB

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr.TGH M. Zainul Majdi menjamu makan malam delegasi Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua III Bidang kemahasiswaan dan kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, di Pendopo Gubernur, Sabtu,(16/2/2018).

    Jamuan Gubernur itu digelar sebagai sambutan selamat datang sekaligus pembukaan rapat koordinasi yang diikuti oleh 55 Wakil Rektor/Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN (UIN, IAIN dan STAIN) se-Indonesia.

    Atas nama warga NTB, Gubernur yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilhnya Provinsi NTB sebagai tempat melaksanakan pertemuan keilmuan, yang ia yakin akan berguna bagi PTKIN.

    “Semoga pertemuan ini, akan melahirkan ide-ide bagus dan menarik yang bisa dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan PTKIN kedepannya,” ungkap TGB.

    TGB meyakini, kedatangan tamu-tamu dari kalangan alim ulama dan berilmu, dapat membawa berkah bagi provinsi NTB.

    Sebagai seseorang yang juga terlahir dari rahim sekolah agama, mulai dari jenjang madrasah hingga perguruan tinggi, gubernur TGB saat itu sempat mengungkap harapannya, semoga atas ikhtiar bersama seluruh keluarga besar PTKIN, akan dapat mengantarkan marwah pendidikan islam termasuk orang-orang didalamnya, untuk setara dengan mahasiswa dan perguruan tinggi negeri lain.Hal itu jelasnya, hanya dapat dicapai dengan menunjukkan prestasi.

    Sebelumnya, ketua panitia, Hj. Nurul Yaqin melaporkan, kegiatan rakor PTKIN akan digelar hingga tiga hari kedepan, di hotel Jayakarta. Melalui pertemuan ini diharapkan masing-masing PTKIN dapat saling memberikan informasi penting dan menyatukan pandangan. (f3)

    TGB Menjamu Wakil Rektor PTKIN se-Indonesia

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr.TGH M. Zainul Majdi menjamu makan malam delegasi Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua III Bidang kemahasiswaan dan kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, di Pendopo Gubernur, Sabtu,(16/2/2018).

    Jamuan Gubernur itu digelar sebagai sambutan selamat datang sekaligus pembukaan rapat koordinasi yang diikuti oleh 55 Wakil Rektor/Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKI (UIN, IAIN dan STAIN) se-Indonesia.

    Atas nama warga NTB, Gubernur yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan ucapan terima kasih atas dipilhnya Provinsi NTB sebagai tempat melaksanakan pertemuan keilmuan, yang ia yakin akan berguna bagi PTKIN.

    “Semoga pertemuan ini, akan melahirkan ide-ide bagus dan menarik yang bisa dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan PTKIN kedepannya,” ungkap TGB.

    TGB meyakini, kedatangan tamu-tamu dari kalangan alim ulama dan berilmu, dapat membawa berkah bagi provinsi NTB.

    Sebagai seseorang yang juga terlahir dari rahim sekolah agama, mulai dari jenjang madrasah hingga perguruan tinggi, gubernur TGB saat itu sempat mengungkap harapannya, semoga atas ikhtiar bersama seluruh keluarga besar PTKIN, akan dapat mengantarkan marwah pendidikan islam termasuk orang-orang didalamnya, untuk setara dengan mahasiswa dan perguruan tinggi negeri lain. Hal itu jelasnya, hanya dapat dicapai dengan menunjukkan prestasi.

    Sebelumnya, ketua panitia, Hj. Nurul Yaqin melaporkan, kegiatan rakor PTKIN akan digelar hingga tiga hari kedepan, di hotel Jayakarta. Melalui pertemuan ini diharapkan masing-masing PTKIN dapat saling memberikan informasi penting dan menyatukan pandangan. (f3)

    Hadiri Perayaan Imlek, TGH Ahyar Abduh Ajak Masyarakat NTB Contohi Gusdur

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Keberagaman dan toleransi harus tetap dirawat dan dijaga agar selalu harmonis diantara umat pemeluk agama di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada alasan untuk semua insan yang sudah ditakdirkan hidup untuk saling bermusuhan.

    Hal ini disampaikan TGH. Ahyar Abduh saat ditemui media ini disela-sela makan malam bersama puluhan warga Katolik saat perayaan Imlek yang digelar di Jalan Pendidikan, Mataram, Jumat (15/02/18).

    Calon Gubernur NTB nomor urut 2 ini menyatakan, sesuatu hal yang baik ditinggalkan oleh para leluhur kita, bagaimana saling menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman antar sesama pemeluk agama. Ahyar menjelaskan bagaimana sosok KH. Abdurrahman Wahid sang pluralisme memberikan kita contoh dan meninggalkan begitu besar pentingnya saling mencintai dan menghargai antar sesama manusia.

    “Kita harus terus menjaga dan memperkuat tali persaudaraan kita antar sesama, tanpa harus melihat latar belakang dan darimana pun agama mereka. Sosok pluralisme Gusdur (alm) harus kita contoh dan kita jaga serta lestarikan di negara kita tercinta ini,” ungkap Walikota Mataram 2 periode ini.

    Nusa Tenggara Barat masyarakatnya terdiri dari bermacam-macam suku, lanjut Ahyar, serta bermacam-macam agama ada. Itulah sebabnya, sebagai masyarakat muslim terbanyak di NTB, maka harus dan wajib hukumnya kita ciptakan NTB ini toleran.

    “Kita harus ciptakan NTB ini menjadi daerah yang cinta akan kebersamaan, keberagaman dan saling menghargai antar siapapun itu. Kalau saya cukup kita belajar banyak dari almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau lebih terkenal dengan Gusdur yang merupakan sosok pluralisme dan cinta keberagaman,” tegasnya. (f3)

    Ahyar Abduh Upayakan Air Bersih untuk Warga Pulau Maringkik

    0

    HarianNusa.com, Lombok Timur –
    Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Ahyat Abduh berkunjung ke Desa Maringkik Kecamatan Keruak kabupaten Lombok Timur,Jumat (16/2).

    Di pulau kecil yang jumlah penduduknya sekitar 2.500 itu, TGH Ahyar Abduh didaulat menjadi khotib sholat Jumat.

    Setibanya di pulau Maringkik, Paslon No 2 di Pilgub NTB ini langsung disambut dengan tangisan haru warga khususnya beberapa ibu-ibu yang hadir. tampaknya warga setempat menaruh harapan kepada pimilik jargon “NTB untuk semua” atas kebutuhan mendasar yakni berupa air bersih.

    Salah satu warga desa Maringkik, bapak Nusapati yang juga Kepala Desa setempat menjelaskan betapa masyarakatnya sangat membutuhkan air bersih ini untuk kehidupannya terutama untuk memasak, mencuci bahkan untuk minum pun harus mereka ambil dari pulau terdekat yang tidak jauh dari pulau ini. Mereka mengeluhkan soal krisisnya air yang sudah dari sejak lima tahun terakhir hingga saat ini sulit mereka dapatkan.

    “Kami sangat membutuhkan air bersih yang bisa kami minum, memasak dan mandi,” keluhnya dihadapan Walikota Mataram Dua Periode itu.

    Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat yang berpasangan dengan Mori Hanafi ini menyatakan bahwa, dirinya akan memperjuangkan pulau kecil Maringkik ini agar bisa menikmati air bersih layaknya warga lainnya yang sudah memiliki air yang cukup.

    disamping itu, lanjutnya, ia akan mengusahakan berupa mesin Bor atau alat lain yang bisa memberikan solusi kekurangan air bersih di pulau tersebut.

    “Saya TGH Ahyar Abduh akan mengupayakan keluhan-keluhan warga di Maringkik ini, karena saya tidak ingin ada warga masyarakat Nusa Tenggara Barat yang masih menangis karena tidak ada air minum,” tegasnya

    Politisi senior Golkar NTB ini juga menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi masayarakat NTB yang kekurangan air bersih,karena air bersih merupakan kebutuhan wajib yang harus dipenuhi untuk kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. (f3)

    Jubir Ahyar-Mori Diminta Perbanyak Baca Buku

    HarianNusa.com, Mataram – Statement Suaeb Qury sebagai juru bicara pasangan nomor urut dua dalam Pilgub NTB Ahyar-Mori menuai polemik. Pasalnya ia menyatakan bahwa pasangan Suhaili-Amin mundur sebelum bertarung. Pernyataan tersebut menurut Sekretaris Tim Pemenangan Suhaili-Amin Lombok Tengah adalah pernyataan kalap dan cenderung tendensius.

    TGB Ingatkan Umat Islam Tidak Meniru Bani Israil

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Usai menyerahkan bantuan untuk rakyat Palestina, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi memberikan Kajian Tafsir Al-Qur’an yang mengupas Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 49 di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Jum’at (16/02/2018).

    Saat itu, Gubernur Kharismatik tersebut mengingatkan umat Islam untuk tidak meniru sikap dan perilaku kaum Bani Israil. Sikap dan perilaku mereka itu, jelas TGB panggilan akrab Gubernur, selalu mengingkari janji, melanggar komitmen dan cepat melupakan nikmat Allah. Meskipun kaum Bani Israil ini diberi keistimewaan oleh Allah SWT berupa dilimpahkannya rezeki yang banyak dan tempat dilahirkannya para nabi. Namun sikap yang melupakan nikmat dan karunia Allah serta melanggar komitmen dan janji tidak boleh diikuti.

    “Hal tersebut, tergambar dalam Surat Al-Baqarah Ayat 49 yang terjemahannya berbunyi Ketika kami menyelamatkan kamu dari Firaun dan pengikut-pengikut Fir’aun mereka menempatkan siksaan yang sangat berat kepadamu mereka menyembelih anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu,” terangnya.

    Ayat ini, jelas TGB, sebelum datangnya Rasulallah, kaum Bani Israil selalu dilimpahkan rezeki yang luar biasa banyaknya oleh Allah SWT. Namun mereka lupa akan semua itu. Lalu Allah ingatkan ketika mereka diselamatkan oleh Allah dari siksaan berat yang dilakukan oleh Fir’aun kepada mereka. Yaitu, anak laki-laki dibunuh dan dibiarkannya anak perempuan dan laki-laki remaja dan dewasa hidup.

    Perilaku Fir’aun ini kata TGB adalah cerminan bagaimana Fir’aun membinasakan kaum Bani Israil untuk mempertahankan kekuasaan.

    Sejarah itu, menurut TGB, mengajarkan manusia bagaimana mensyukuri nikmat yang tidak hanya diberikan pada manusia saat ini. Namun juga nikmat dan karunia yang berikan kepada orang orang terdahulu.

    “Pada para pahlawan Indonesia dulu, Allah karuniakan keberanian, kekuatan untuk berjuang, sehingga kita menikmati kemerdekaan Indonesia saat ini. Kalau Allah binasakan orang tua kita dulu, maka sekarang kita tidak ada. Maka syukurilah nikmat yang diberikan oleh Allah kepada orang tua kita,” ungkap TGB.

    TGB juga mengajak Umat Islam untuk mengambil pelajaran di balik kisah Perjuangan Nabi Musa. Yaitu, dalam menghadapi Fir’aun, Nabi Musa diberi mukjizat oleh Allah berupa tongkat. Dengan tongkat itu, ada hukum sebab akibat yang diajarkan oleh Allah. Allah memerintahkan Musa memukul tongkat sehingga muncul mata air dan terbelahnya lautan. Di situ, lanjut TGB, ada hukum sebab akibat.

    “Mudah bagi Allah langsung memancarkan mata air atau membelah lautan. Namun Allah mengajarkan bahwa ada sebab yang membuat sesuatu itu terjadi,” jelas TGB. (f3)

    error: Content is protected !!