More
    Beranda blog Halaman 447

    Wagub Tegaskan NTB Tolak Impor Beras

    HarianNusa.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  menolak melakukan impor beras seperti yang di rencanakan pemerintah pusat.

    Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin menyatakan Pemprov NTB menolak melakukan impor beras seperti yang direncanakan pemerintah pusat untuk mengimpor sebanyak 500 ribu ton beras.

    Ditegaskan Amin, bahwa sudah menjadi kebijakan dan keputusan pemerintah Provinsi NTB bahwa tidak ada impor beras di NTB. Pasalnya NTB merupakan daerah surplus beras.

    “Kita surplus beras kok, kita kirim ke daerah lain. Jadi jelas kita tolak. Biarkan daerah-daerah yang kurang saja,” tegasnya di Mataram, Senin, (15/1/2018).

    Ditanya apakah dengan penolakan impor beras ini berarti Pemerintah Provinsi NTB tidak mendukung keputusan pemerintah pusat, Amin memgatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan melaksanakan keputusan pemerintah pusat tetapi tidak untuk impor beras.

    Dikatakan Amin bahwa stok beras di NTB sudah melebihi. Terlebih lagi dalam waktu 2-3 bulan ini akan dilakukan panen raya di beberapa wilayah di NTB.

    “Stok beras di NTB sudah melebihi. Apalagi di sawah-sawah sekarang sudah banyak di tanam padi. Doakan saja supaya tidak terjadi bencana sehingga panen lancar,” ujarnya.

    Ia juga mengatakan jika impor beras dilakukan tentu akan berimbas pada nasib petani.

    “Petani bisa marah dan kita juga marah. Masak kita surplus beras mau impor beras, ya jelas kita tolak,” imbuhnya. (f3)

    So Sweet… Vlog Terakhir Pasangan Kekasih yang Tewas di Pantai Semeti

    HarianNusa.com, Mataram – Pasangan kekasih Eka Mardayanti dan Dedi asal Desa Kawo Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) tewas tenggelam di Pantai Semeti Desa Selong Belanak Loteng. Keduanya hanyut dihempas ombak saat berliburan menikmati akhir pekan pada Minggu, (14/01).

    Pemprov NTB Gelar Mutasi, Wagub: Tidak Ada Unsur Politik

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB)
    menggelar mutasi besar-besaran terhadap ratusan orang pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemprov NTB di Gedung Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB, Senin (15/1/2018).

    Kodim 1615/Lotim Lakukan Sidak dan Tes Urine di Lokasi Penghijauan

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka meminimalisir adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit TNI, Kodim 1615/Lotim menggelar inspeksi mendadak dan tes urine terhadap personelnya di lokasi Penghijauan, Senin (15 /1/2018).

    Di tengah kesibukan melaksanakan reboisasi di Dusun Dasan Tinggi Desa Sambelia Kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur, Prajurit tetap dituntut untuk menjaga keselamatan dan kesehatan baik fisik maupun jiwa.

    Kaitan dengan itu, Kodim 1615/Lotim bersama personel Unit Inteldim 1615/Lotim menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) dan melaksanakan tes urine terhadap personelnya di lokasi penghijauan.

    Kasdim 1615/Lotim, Mayor Czi Edi Gustaman di lokasi penghijauan menyampaikan kegiatan tes urine yang bersifat dadakan ini bertujuan untuk meminimalisir adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan Prajurit khususnya anggota Kodim 1615/Lotim sehingga penggunaan narkoba sesuai dengan peruntukan.

    “Untuk memberikan efek yang positif bagi prajurit, tes urine sengaja dilakukan secara mendadak sehingga dalam situasi dan kondisi apapun Prajurit selalu siap untuk melaksanakan tugasnya,” tegasnya

    Dalam pelaksanaannya, terlihat ratusan anggota Kodim 1615/Lotim mulai dari para Perwira, Bintara dan Tamtama menyerahkan urine di dalam tabung yang sudah disiapkan petugas.

    Terpisah, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar menegaskan kegiatan tes urine yang dilaksanakan secara dadakan di lokasi penghijauan sebagai upaya satuan Kodim 1615/Lotim untuk melaksanakan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terhadap seluruh anggota.

    “Sehingga tidak ada lagi personel Kodim 1615/Lotim khususnya menyentuh apalagi menggunakan barang haram itu,” tegasnya.

    Dikatakan Agus, sapaan akrab Dandim, sesuai dengan ketentuan hukum yang diatur dalam UU No nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam Bab XV mengatur tentang sanksi pidana bagi para pelaku tindak pidana Narkotika juga berlaku bagi personel militer.

    “Dengan dilaksanakannya program P4GN saya berharap agar para Prajurit dan keluarga besar TNI menghindari dan tidak menggunakan Narkoba apalagi menyebarkannya karena ancaman hukumnya sudah jelas,” harapnya. (f3)

    Bupati Resmikan Program Air Minum dan Sanitasi di Lombok Barat

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air minum dan akses sanitasi di Kabupaten Lombok Barat, pemerintah terus menggeliat melakukannya.

    Jenazah Dedi Ditemukan di Pantai Semeti Pagi Tadi

    HarianNusa.com, Mataram – Sepasang kekasih yang menikmati liburan hari Minggu di Pantai Semeti Desa Selong Belanak Lombok Tengah, terseret ombak di laut,  Minggu (14/01).

    Keduanya bernama Eka Madayati dan Dedi asal Kawo Lombok Tengah.  Saat kejadian keduanya sedang berfoto selfie,  namun nahas ombak yang datang menyeret Eka. Kekasihnya yang mencoba menyelamatkannya ikut terseret ombak.

    Korban Eka Madayati ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara korban Dedi ditemukan pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wita,  Selasa (16/02).

    Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Agus Hendra Sanjaya mengatakan korban ditemukan dalam kondisi terapung tidak jauh dari lokasi tempat kedua korban tenggelam.

    “Iya korban ditemukan dalam kondisi mengapung tidak jauh dari LKM (Lokasi Kejadian Musibah), ” ujarnya.

    Kini jenazah korban telah dibawa di rumah duka di Kawo Lombok Tengah.  (sat)

    Saksikan Baiq Gita Perwakilan Dangdut Asal Lombok Malam ini

    HarianNusa.com, Mataram – Malam ini, Senin (15/1) merupakan malam pembukaan ajang Audisi Liga Dangdut Indonesia di Indosiar. Perwakilan asal NTB, Baiq Gita akan hadir di malam pembukaan ini.

    Baiq Gita akan memperkenalkan budaya Lombok dengan menggunakan pakaian khas Lombok. Acara pembukaan ini kini tengah berlangsung sejak pukul 20.00 Wita.

    Baiq Gita merupakan gadis asal Rarang Lombok Timur yang lolos audisi bersama empat perwakilan NTB lainnya, namun dalam ajang pembukaan ini dipilih 34 perwakilan masing-masing provinsi se-Indonesia yang akan tampil.

    Baiq Gita sejak SMA memang hobi dalam bernyanyi, suara merdunya membuatnya lolos maju audisi. Ia lolos sejak penjaringan atau pencarian bakat di Taman Budaya Kota Mataram.

    “Saya memang hobi nyanyi sejak SMA, makanya saat ada kesempatan audisi saya mencoba ikut, dan Alhamdulillah saya lolos maju ke Jakarta,” ujar Gita belum lama ini.

    Kini acara tersebut tengah berlangsung di Indosiar. (sat)

    Dua Bocah di Jalan Lingkar Jambret Seorang Ibu Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

    HarianNusa.com, Mataram – Kejadian nahas menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Darwatiningsih (64). Ia dijambret dua bocah ingusan saat sedang melintas di Jalan Lingkar Kota Mataram.

    Kronologis bermula saat korban saat melintas di depan SMK Pelayaran yang berada di Jalan Lingkar, tiba-tiba dua bocah ingusan yang melintas menggunakan Honda Vario memepet motor korban dari belakang. Salah seorang pelaku kemudian merampas dompet milik korban yang berada di box motor korban.

    Korban terpleset dan jatuh dari motornya. Korban mengalami patah tulang pada bagian tangan kanan. Melihat korbannya yang terjatuh, pelaku yang menjambret korban sambil tersenyum melambaikan tangan seakan mengejek korban.

    Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK menerangkan, kejadian tersebut terjadi pada 28 Juli 2017, namun pelaku berhasil ditangkap pada Sabtu 13 Januari 2018. Pelaku berinisial ARA (16) berhasil ditangkap saat berada di Kantor PT Bayu Jalan Gajah Mada Kota Mataram.

    “Kita lihat ada salah satu pelaku di sekitaran Jalan Gajah Mada, kita melakukan penangkapan. Pelaku kemudian dibawa di Polres Mataram untuk pengembangan pelaku lainnya,” ujar Kapolres, Senin (15/01).

    Pelaku ditangkap Tim Resmob 701 Reskrim Polres Mataram tanpa perlawan. Ia kemudian digelandang ke Mapolres. Hasil pengembangan, ARA menyebutkan pelaku lainnya dalam kasus tersebut. Pelaku lain diketahui berinisial HJ (16).

    “Hasil pengembangan, pelaku menyebutkan nama rekannya yang terlibat kasus penjambretan dengannya,” ungkapnya.

    Pelaku HJ telah lebih dahulu ditangkap dan kini telah diproses hukum. Namun pelaku ARA mengaku telah melakukan aksi jambret sebanyak 10 kali di daerah Cakranegara, Mataram dan Ampenan. Dia mengaku melakukan aksinya bersama pelaku berinisial MU (16). Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap MU.

    “Pada malam itu juga sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku (MU) berhasil ditangkap saat berada dalam warung kakaknya di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Setelah diintrogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” jelasnya.

    Pelaku ARA yang merupakan pelajar sekolah ini juga sebelumnya telah dikirim pada Panti Sosial Paramita Mataram, karena dia di bawah umur. Namun, di sana dia kabur dan kembali menjalankan aksinya.

    “Dua pelaku ini pernah melakukan kejahatan (jambret), di Cakranegara ada empat TKP, kemudian di Polsek Ampenan ada empat TKP dan di Polsek Pajang ada satu TKP,” katanya.

    Sementara pada TKP di Jalan Lingkar, korbannya harus menjalani operasi karena tangan kanannya patah. Tangan korban harus dipasang pen untuk sementara waktu akibat kejadian tersebut. (sat)

    Puluhan Massa LMND Gelar Aksi di Mataram

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Puluhan massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar unjuk rasa di Mataram. Aksi digelar mulai dari KPUD NTB menuju DPRD Provinsi NTB, dan terakhir ke depan Kantor Pemprov  NTB, Senin (15/1/2018).

    Empat tuntutan yang disuarakan oleh para demonstrasi, di antaranya menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan dasar rakyat, tolak beras impor, tolak privatisasi pendidikan dan bangun Pilkada yang berdaulat dan bersih.

    “Kami meminta  Pilkada di NTB dilaksanakan secara berdaulat dan bersih,” ujar Nusdin dalam orasinya di depan Kantor KPU NTB.

    Setiba di depan Kantor Pemerintah Provinsi NTB, puluhan massa LMND masuk ke halaman kantor gubernur. Massa aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil melakukan penghormatan bendera Merah Putih yang ada di tiang bendera halaman kantor Gubernur NTB.

    Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penghormatan bendera Merah Putih, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib. (f3)

    Lapak di Pantai Ampenan Bikin Pedagang Kecewa

    HarianNusa.com, Mataram – Puluhan pedagang di Pantai Ampenan Kota Mataram kecewa akibat pembangunan lapak yang tidak sesuai keinginan pedagang, Senin (15/01). Pasalnya, lapak yang tinggal finishing tersebut terkesan seperti pasar ikan.

    error: Content is protected !!