Beranda blog Halaman 26

Kapolresta Mataram Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

HarianNusa, Mataram – Dalam semangat memperingati perjuangan para pemuda Indonesia, Polresta Mataram menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolresta Mataram, Selasa (28/10/2025).

Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., selaku Inspektur Upacara, dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama, para perwira, bintara, serta ASN Polresta Mataram.

Dalam amanatnya, Kapolresta Mataram mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat untuk meneladani semangat juang para pemuda yang pada 28 Oktober 1928 mengikrarkan Sumpah Pemuda, sebagai tonggak penting persatuan dan kebangkitan bangsa Indonesia.

 “Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan tanggung jawab menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan,” ujar Kombes Pol. Hendro Purwoko.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tetap relevan hingga kini, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, di mana peran generasi muda sangat menentukan arah masa depan bangsa.

“Para pemuda di masa itu berjuang dengan keberanian, tekad, dan keikhlasan. Maka tugas kita hari ini adalah melanjutkan semangat itu melalui kerja nyata, dedikasi, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Mataram menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri, terutama generasi muda di tubuh kepolisian, agar selalu menanamkan nilai integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.

 “Sebagai anggota Polri, kita semua juga bagian dari pemuda bangsa yang punya tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban. Jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi untuk memperkuat pengabdian kita kepada masyarakat,” tegasnya.

Upacara yang berlangsung dengan penuh khidmat itu ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, serta harapan agar semangat persatuan dan gotong royong terus mengakar di hati seluruh insan Bhayangkara.

 “Mari kita terus jaga semangat kebangsaan, berbuat yang terbaik untuk negeri ini, dan jadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa kemajuan bangsa ada di tangan kita semua,” pungkas Kapolresta Mataram. (F3)

Ket. Foto:

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., memimpin Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 97. (Ist) 

Wamen PANRB Lepas Peserta PKN, Kombes Lalu Iwan Masuk Kategori 9 Terbaik Nasional

HarianNusa, Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia aparatur sipil negara dan kepemimpinan nasional. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto, Rabu (22/10/2025) di Jakarta, resmi melepas 43 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXIII Tahun 2025 yang dinyatakan lulus.

Upacara pelepasan turut dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN Tri Widodo Wahyu Utomo, serta sejumlah pejabat tinggi lintas instansi.

Dalam sambutannya, Wamen Purwadi berharap para lulusan PKN menjadi pejabat pimpinan tinggi (JPT) Madya, yang mampu menjadi inisiator lintas sektor, pemecah sekat birokrasi, dan penggerak sinergi antar instansi.

“Kita butuh pemimpin yang berani menembus batas birokrasi, dan menciptakan kolaborasi strategis demi pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Purwadi.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Utama LAN Andi Taufik, Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah, Executive Director Pijar Foundation Cazadira Fediva Tamzil, perwakilan IKA PIMNAS Estiarty Haryani, serta sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama dari berbagai kementerian dan lembaga.

Dari 43 peserta yang dinyatakan lulus, salah satu nama yang mencuri perhatian yakni Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M., Perwira Menengah (Pamen) Polri yang kini menjabat sebagai Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Promosi dan Kerja Sama di Badan Gizi Nasional (BGN) RI.

Lulusan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu sukses menorehkan prestasi membanggakan, dengan masuk dalam kategori 9 peserta terbaik nasional, dalam program pelatihan bergengsi yang diikuti pejabat tinggi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan PKN Tingkat I Tahun 2025 dan masuk dalam kategori 9 peserta terbaik,” ujar Kombes Lalu Iwan usai upacara pelepasan.

Ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, rekan kerja, dan seluruh pihak yang mendukung selama proses pendidikan.

“Capaian ini bukan hasil kerja keras pribadi saja, tapi juga doa dan semangat dari keluarga, sahabat, dan rekan-rekan,” ucapnya.

PKN Tingkat I sendiri, jenjang pendidikan tertinggi dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan strategis nasional, yang diselenggarakan LAN RI. Tujuannya, menyiapkan pejabat eselon I agar memiliki kemampuan transformasional, kolaboratif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan birokrasi modern.

Capaian Kombes Lalu Iwan menjadi kebanggaan tersendiri bagi BGN RI dan masyarakat NTB, yang mengenal dirinya sebagai sosok polisi berdedikasi tinggi dan berjiwa pengayom.

“Semoga ilmu dan pengalaman selama pelatihan, bisa saya manfaatkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan membawa nama baik BGN RI,” ungkapnya.

Dengan semangat reformasi birokrasi yang terus digelorakan, para lulusan PKN Tingkat I Angkatan LXIII diharapkan menjadi motor perubahan menuju birokrasi yang profesional, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (F*)

Ket. Foto:

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto berjabat tangan dengan Sekretaris Deputi (Sesdep) Bidang Promosi dan Kerja Sama di Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Kombes Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M.,  yang juga salah  peserta terbaik PKN Tingkat I LXIII Tahun 2025. (Ist)

BPOM Mataram Edukasi Pangan Aman dan Gizi Seimbang di Sekolah 

HarianNusa, Mataram –  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan sejak dini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memberikan edukasi pangan aman di lingkungan sekolah dalam acara Workshop Pangan Jajanan Anak Sekolah di SDN 29 Cakranegara, Senin, (20/10). Kegiatan ini diikuti oleh 60 wali murid dan 10 orang guru.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, S. SI., Apt., mengungkapkan, dalam workshop ini BBPOM Mataram menghadirkan dua materi utama yang sangat relevan dengan kondisi sekolah saat ini, yaitu Lima Kunci Memilih dan Membeli Pangan Aman serta Nutrisi Seimbang, Cek Klik dan Stunting. 

“Kegiatan berlangsung secara interaktif, dengan banyak pertanyaan yang muncul dari peserta, mulai dari cara memenuhi asupan gizi seimbang, langkah yang tepat ketika terjadi keracunan, hingga keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah,” ungkapnya.

Kepala SDN 29 Cakranegara, Iswati, menyampaikan apresiasi atas peran aktif BBPOM dalam menciptakan budaya sadar pangan di sekolah.

“Kami berharap seluruh komunitas sekolah termasuk guru, wali murid, dan penjaga kantin dapat bersama-sama mewujudkan pangan yang aman dan bergizi demi masa depan anak-anak yang sehat dan berkualitas,” harapnya. 

Tak hanya terbatas pada sesi kelas, petugas BBPOM juga melakukan kunjungan langsung ke kantin sekolah untuk meninjau kondisi pangan yang dijual. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyampaikan pesan-pesan edukatif seputar keamanan pangan dengan cara yang santai dan mudah dipahami oleh para pengelola kantin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan bergizi khususnya bagi anak-anak usia sekolah yang tengah berada di masa tumbuh kembang. (F3)

Ket. Foto:

Petugas BBPOM Mataram saat memberikan pemaparan  pada kegiatan Workshop Pangan Jajanan Anak Sekolah di SDN 29 Cakranegara. (Ist) 

Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

HarianNusa, Musi Banyuasin  – Pemerintah terus memperluas pemerataan akses listrik PT PLN (Persero) di seluruh pelosok negeri. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau progres Program Listrik Desa sekaligus penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10) menegaskan, terang listrik merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, Pemerintah bersama PLN berkomitmen memberikan akses listrik merata hingga tahun 2030.

“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera bebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini akan terus dikebut agar seluruh rakyat dapat menikmati terang yang sama dan memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil memang tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan akses setara bagi seluruh warga.

“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu (penerangan). Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, PLN berkomitmen menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.

Darmawan menambahkan, untuk melistriki 1.285 desa di tahun ini, pihaknya akan membangun infrastruktur jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Melalui upaya tersebut, diharapkan lebih dari 77 ribu keluarga bisa menikmati listrik.

“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujarnya.

Di Sumatera Selatan sendiri, terdapat 11 desa yang merupakan bagian dari total 1.285 lokasi Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Dari sebelas desa tersebut, 7 desa di antaranya berada di wilayah Musi Banyuasin, yakni Desa Bandar Jaya, Desa Epil Barat, Desa Kepayang, Desa Mangsang, Desa Muara Merang, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Sako Suban.

Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Banyuasin, menyampaikan rasa syukur karena penantian panjangnya kini membuahkan hasil. Dusun 4 Sungai Putih akan segera di aliri listrik lewat Program Lisdes ABT 2025.

“Hampir sekitar 10 tahun warga menunggu. Alhamdulillah, dalam waktu yang dekat ini, jaringan listrik dan sarana penerangan khususnya untuk masyarakat bakal terealisasi. Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM atas kerja kerasnya menghadirkan program ini. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” ucapnya haru.

Hal senada diungkapkan Rohiya, warga Dusun 4 Sungai Putih, yang selama ini harus bergantung pada genset untuk penerangan malam hari dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam. Dirinya juga berharap agar seluruh proses yang dikerjakan untuk melistriki desanya dapat segera rampung.

“Biasanya kami nyalakan genset dari jam enam sampai jam sembilan malam, biaya Rp25 ribu semalam. Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” ujarnya. (F*)

Ket. Foto:

Sejumlah petugas PLN melakukan pemasangan tiang listrik. (Ist)

FSKR Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Bekam Gratis di Ranggagata

HarianNusa, Lombok Tengah – Forum Silaturahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, dan terapi bekam pada Minggu (19/10) di Becingah Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Ketua FSKR, H. Maskur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar FSKR untuk lima tahun ke depan dalam rangka memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di kampung halaman.

“Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai keluarga besar asal Ranggagata yang saat ini banyak tinggal di luar daerah. FSKR berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi lewat kegiatan sosial seperti ini,” ujar H. Maskur. 

Kegiatan ini didukung penuh oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi NTB dan Perkumpulan Bekam Indonesia NTB. 

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tutup H. Maskur

Ketua panitia kegiatan, Sunardi, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini menghadirkan 13 tenaga medis yang seluruhnya merupakan putra-putri asli Ranggagata, termasuk di antaranya dr. Renan, Direktur Medis RSCM Jakarta.

“Alhamdulillah, kami bisa mengumpulkan tenaga medis asal Ranggagata yang kini berkiprah di berbagai daerah. Dan hari dr. Renan yang merupakan spesialis dokter Jantung di RSCM Jakarta juga bisa hadir. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga,” ungkap Sunardi.

Selain pengobatan gratis, sebelumnya  FSKR juga menggelar lomba memancing dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Sementara itu, pada pertengahan November mendatang, FSKR berencana menggelar aksi penghijauan dengan menanam 2.000 bibit pohon nangka sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Pendanaan seluruh kegiatan FSKR berasal dari urunan para anggotanya. Selain itu, FSKR rutin menggelar pengajian bulanan dan setiap empat bulan sekali kembali ke kampung halaman untuk menyelenggarakan kegiatan sosial.

Ratusan warga dari Dusun Ranggagata dan sekitarnya memadati lokasi kegiatan. Antusiasme tinggi terlihat dari panjangnya antrean peserta yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.

Salah seorang warga, Inaq Marsitah, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat senang dan bersyukur. Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi dokter dan perawatnya adalah anak-anak Ranggagata sendiri. Ada rasa bangga dan haru bisa bertemu mereka,” ujarnya.

Kegiatan Bakti Sosial ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Camat Praya Barat Daya, Kades Ranggagata, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Ranggagata. (F3)

Ket. Foto: 

Kegiatan Bakti Sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar Forum Silaturahmi Keluarga Ranggagata. (HarianNusa)  

Datangi Polres Lombok Tengah, PWI NTB Dorong Kasus Pengancaman Wartawan Pakai UU Pers

HarianNusa, Lombok Tengah – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Ikliludin mendampingi Y. Widi Surya Widialam saat melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) di Polres Lombok Tengah pada Kamis (16/10).

Diketahui sebelumnya Widi yang merupakan wartawan GatraNTB.com mendapat intimidasi atau pengancaman oleh oknum LSM. Peristiwa itu berlangsung di Kantor Bupati Lombok Tengah.

Widi sendiri melayangkan laporan ke Polres Lombok Tengah pada Rabu (15/10) atas tindakan memilukan yang menimpanya. 

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliludin,  mengatakan peristiwa (intimidasi) terjadi pada saat korban melaksanakan tugas-tugas jurnalistik. “Maka kami menginginkan penyidik menggunakan pasal-pasal di Undang-Undang Pers,” kata Ikliludin.

Kasus serupa, kata Ikliludin, pernah diproses Polda NTB. Hanya saja, menurut dia, pemahaman penyidik tentang pemakaian Undang-Undang Pers masih belum bagus.

“Jadi proses-proses itu yang terhambat gitu tapi mungkin di daerah-daerah lain sudah ada hal-hal semacam ini. Kita berharap nanti penyidik bisa mengembangkan lebih luas lah dengan tetap berpaku pada Undang-Undang Pers ini,” tegas Iklil.

Pihaknya menegaskan kasus yang menimpa Widi ini sudah menjadi perhatian Dewan Pers. “Ada anggota Dewan Pers kebetulan dari NTB, Pak Yogi, sudah berkomunikasi dengan kami,” ungkap Iklil.

Dewan Pers meminta korban (Widi, red) untuk melaporkan peristiwa ini juga ke Dewan Pers. “Tadi sudah kita komunikasi dengan korban untuk membuat laporan secara tertulis ke Dewan Pers. Ini maksudnya supaya Dewan Pers juga bisa memantau, bisa mengikuti perkembangan kasus ini,” pungkas Iklil. (F3)

Ket. Foto:

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Ikliludin saat mendampingi Y. Widi Surya saat BAP di Polres Loteng. (Ist) 

Abubakar: Pembangunan Dermaga Gili Gede untuk Majukan Pariwisata Lombok Barat

0

HarianNusa, Lombok Barat – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, H. Abu Bakar, angkat bicara terkait maraknya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang mengenai proyek pembangunan dermaga wisata di kawasan Gili Gede Indah. Ia menegaskan bahwa tuduhan keterlibatannya dalam dugaan pemerasan dan korupsi tidak berdasar serta sangat merugikan nama baik dirinya dan keluarga.

“Bayangkan bagaimana perasaan seorang ayah ketika anaknya bertanya apakah benar bapaknya melakukan pemerasan dan korupsi. Anak saya sampai menerima tautan berita hoaks dari temannya,” ungkap H. Abu Bakar, Selasa (14/10/2025).

Abu Bakar juga menyesalkan adanya pihak yang mengambil foto proyek secara diam-diam dari area sekitar rumah warga negara asing (WNA) tanpa konfirmasi langsung. Ia meminta agar pemberitaan dilakukan secara profesional dan berimbang.

“Kalau mau beritakan, datang langsung ke Gili Gede, tabayyun ke saya atau pihak yang bertanggung jawab. Jangan ngintip dari samping rumah orang lalu membuat opini,” tegasnya.

Menurut Abu Bakar, proyek yang disebut sebagai kegiatan reklamasi itu sebenarnya merupakan pembangunan fondasi dermaga yang terdiri dari causeway dan trestle, serta berfungsi sebagai breakwater untuk mencegah abrasi. Proyek tersebut, katanya, menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Gili Gede.

“Sejak awal proyek ini dituduh ilegal dan diviralkan di media sosial, padahal tujuannya untuk mendukung pariwisata daerah. Jangan sampai persepsi negatif justru menghambat kemajuan industri pariwisata kita,” ujarnya.

Dukungan terhadap Abu Bakar juga datang dari berbagai kalangan, termasuk LSM Edukasi. Ketua LSM tersebut, Yusri, menyatakan pihaknya mendukung setiap upaya pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

“Selama pembangunan itu untuk kemaslahatan masyarakat dan dilakukan sesuai aturan, kami mendukung. Proyek dermaga di Gili Gede berpotensi meningkatkan akses wisata, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal,” kata Yusri.

Ia pun mengajak masyarakat dan media agar melihat persoalan ini secara objektif serta mendukung pembangunan daerah secara konstruktif.
“Kritik boleh, tapi jangan sampai menjatuhkan semangat orang yang sedang berjuang untuk kemajuan daerahnya,” tutup Yusri.

Divonis 6 Tahun,  Zaini Arony: Niat Saya Hanya Untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Lombok Barat 

HarianNusa, Mataram – Mantan Bupati Lombok Barat, Zaini Arony,  divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 400 Juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram, Senin (13/10/2025), atas kasus korupsi pengelolaan lahan Lombok City Center (LCC). Usai sidang, Zaini tampak pasrah dan ikhlas menerima putusan yang disebutnya sebagai konsekuensi dari jabatan yang pernah ia emban.

“Saya ikhlas dan pasrah. Ini pelajaran berharga, terutama bagi para kepala daerah lain agar lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan. Niat baik saja tidak cukup. Harus ada  perencanaan yang  matang supaya program itu berhasil, karena jika gagal semua kepala daerah akan bernasib sama seperti saya, berujung dipenjara,” ujar Zaini kepada wartawan.

Meski demikian, Zaini tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah dalam perkara ini. Ia menegaskan bahwa sejak awal, keputusannya mendukung pembangunan LCC murni dilandasi niat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.

“Saya berani bersumpah, keputusan saya menyetujui LCC semata-mata demi kemaslahatan masyarakat Lombok Barat. Tidak ada niat memperkaya diri sendiri, dan tidak ada kerugian negara yang saya timbulkan,” tegasnya.

Zaini menyampaikan terimakasih kepada majelis hakim atas vonis yang lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntutnya 10,5 tahun dan denda Rp 1 Miliar (subsider 6 bulan kurungan).

Meski menerima dengan ikhlas, Zaini mengaku masih akan berdiskusi dengan kuasa hukumnya terkait kemungkinan ajukan banding.

“Saya merasa putusan ini tidak adil untuk saya. Kalau proyek ini gagal, apa harus saya yang bertanggung jawab? Sementara saya tidak menjalankan operasionalnya,” ucap Zaini.

Zaini menyebut dirinya telah 12 tahun tidak menjabat sebagai Komisaris PT Tripat, BUMD yang terlibat dalam proyek LCC, dan karena itu tidak lagi memiliki kewenangan ataupun informasi mengenai pelaksanaan teknis proyek tersebut.

Dalam momen yang penuh haru itu, Zaini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Lombok Barat,  serta kepada kepada keluarga, anak dan istri tercintanya.  

“Saya mohon maaf jika belum bisa menjadi pemimpin yang baik. Saya sadar yang paling berat menghadapi ini semua adalah anak dan istri saya,” ucapnya dengan suara terbata-bata menahan pilu.

Zaini mengaku terharu atas kepercayaan masyarakat yang telah mengangkatnya menjadi Bupati Lombok Barat selama enam tahun (2009–2015). Keputusannya mendukung pembangunan LCC diniatkannya untuk menciptakan lapangan kerja serta upaya menurunkan angka pengangguran di Lombok Barat.  

“LCC saya niatkan sebagai ruang baru bagi masyarakat, pedagang kaki lima, dan pelaku UMKM agar bisa tumbuh dan berkembang. Saya ingin ada multiplier effect bagi Lombok Barat,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek ini dijalankan oleh Direktur PT Tripat, Lalu Azril Sopandi,  yang ditunjuk dengan kepercayaan penuh. Namun kenyataannya, pembangunan LCC tidak berjalan sebagaimana yang ia harapkan. 

“Apa mau dikata, LCC tidak berjalan seperti harapan saya dan masyarakat,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Zaini mengungkapkan harapan agar PT Bliss pihak swasta yang dulu digandeng dalam pembangunan LCC tetap berkomitmen untuk melanjutkan proyek tersebut.

“Mudah-mudahan PT Bliss menepati janjinya untuk melanjutkan pembangunan Mega Mall. Sayang kalau tidak dilanjutkan. In sha Allah mimpi saya untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Lombok Barat benar-benar terwujud,” tutupnya. (F3)

Ket. Foto:

Bupati Lombok Barat Periode 2009 – 2015, Drs. H. Zaini Arony. (HarianNusa) 

Spesialis Pencuri Kotak Amal Masjid asal Jatim Ditangkap Polisi 

HarianNusa, Mataram – Tim Opsnal Polsek Sandubaya berhasil mengungkap kasus pencurian kotak amal yang sempat meresahkan jamaah Masjid Qubatul Islam, Kelurahan Karang Taliwang, Cakranegara. Aksi pencurian tersebut terjadi pada 13 Januari 2025 dan terekam kamera CCTV saat pelaku kabur usai membongkar kotak amal.

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., S.I.K., melalui Kanit Reskrim Polsek Sandubaya Ipda Ida Bagus Sadwika, menjelaskan bahwa sejak laporan masuk pihaknya terus melakukan pengejaran sesuai ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV.

Hingga akhirnya pada 7 Oktober 2025, seorang terduga pencuri kotak amal di Masjid Nurul A’la, Karang Pule, berhasil ditangkap warga dan diamankan oleh Tim Opsnal Polsek Ampenan. Dari hasil pengembangan, diketahui bahwa pelaku tersebut adalah orang yang sama yang juga melakukan pencurian kotak amal di Masjid Qubatul Islam, Karang Taliwang.

“Pelaku berinisial RF (34), warga asal Jawa Timur. Dari hasil penyelidikan, ia merupakan spesialis pencuri kotak amal yang kerap beraksi di sejumlah masjid,” ungkap Ipda Sadwika kepada media, Jumat (10/10/2025).

Kini RF harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Setiap peristiwa pencurian yang dilakukannya akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (F3)

Ket. Foto:

Spesialis pencuri kotak amal masjid (RF), diamankan oleh Satreskrim Polsek Sandubaya, Polres Mataram. (Ist)

Bhayangkari Lombok Utara dan Chili House Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Dapur Sehat Keluarga

HarianNusa, Lombok Utara  – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lombok Utara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menggagas lomba memasak makanan bergizi bekerja sama dengan PAUD Chili Community House, di Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, Selasa (7/10/2025).

Kegiatan bertema “Masakan Sederhana, Murah, Bergizi, Cegah Stunting, Cerdaskan Anak Bangsa” itu diikuti 34 wali murid yang tergabung dalam 17 kelompok. Para peserta menampilkan kreasi menu sehat tanpa penggunaan MSG, dengan pendampingan tenaga medis dari Poliklinik Polres Lombok Utara (Dokkes).

Dalam kesempatan itu, Ny. Heny Agus Purwanta, menyampaikan jika kegiatan tersebut berawal dari kepedulian bersama terhadap pola makan anak dan kesadaran pentingnya gizi seimbang dalam keluarga.

“Ini sebenarnya gayung bersambut. Saya menginisiasi, dan teman-teman di Chili House mendukung penuh. Para ibu di Chili sangat peduli dengan apa yang disantap anak-anaknya, dan itu membanggakan. Mereka tahu betul kebutuhan gizi anaknya,” ujar Ny. Heny.

Menurutnya, lomba memasak bukan sekadar ajang kreativitas, tetapi juga bentuk evaluasi langsung terhadap pemahaman orang tua tentang makanan sehat. “Kami ingin menguji langsung, bukan hanya memberikan informasi satu arah. Ibu adalah guru pertama dan panutan utama bagi anak-anaknya. Pencegahan jauh lebih penting dan lebih murah dibanding pengobatan,” tegasnya.

Selain lomba memasak, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan program Polisi Sahabat Anak, yang melibatkan 110 anak PAUD Chili House. Mereka diajak mengenal tugas-tugas kepolisian di lingkungan Mapolres Lombok Utara sebagai bagian dari edukasi karakter dan disiplin sejak dini.

“Anak-anak perlu tahu bahwa keamanan dan ketertiban adalah hasil kerja sama semua pihak, termasuk mereka. Dukungan gizi yang baik juga membentuk calon pemimpin masa depan,” ujar Ny. Heny menambahkan.

Ia menilai, kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting masih perlu ditingkatkan. “Banyak orang tua yang menganggap Stunting tidak berbahaya, padahal dampaknya sangat besar bagi masa depan anak. Stunting adalah penghambat generasi emas, musuh kita bersama,” katanya.

Pendiri Chili Community House, Noor Ain Hussin, Ph.D., menuturkan bahwa kerja sama dengan Bhayangkari Lombok Utara lahir dari kesamaan visi untuk mengedukasi masyarakat, khususnya ibu dan anak-anak, tentang pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sering berdiskusi untuk membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat Lombok Utara, terutama yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan keluarga. Dari situ muncul ide lomba memasak bergizi—edukatif, menyenangkan, dan mudah diterima masyarakat,” ujar Noor Ain.

Ia menjelaskan bahwa Chili Community House menerapkan pendekatan learning by doing untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Anak-anak diajak menanam sayuran di kebun sekolah, mengolahnya, dan mengenal cita rasa alami tanpa bahan tambahan.

“Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi menanamkan kebiasaan. Anak-anak belajar bahwa makanan sehat tidak harus mahal, cukup dari bahan lokal sederhana,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi faktor penentu keberhasilan edukasi gizi. “Kebiasaan makan terbentuk di rumah. Saat orang tua ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini, mereka menjadi teladan nyata bagi anak-anak,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga seperti Bhayangkari dan Polres merupakan contoh konkret gotong royong untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga sosial dan pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, pesan edukasi bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas Bhayangkari tersebut. “Saya mendukung penuh upaya Ketua Bhayangkari dalam pencegahan stunting di Lombok Utara. Kegiatan seperti ini sangat saya apresiasi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan edukatif semacam ini sejalan dengan semangat Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. “Polres Lombok Utara akan terus mendukung setiap kegiatan sosial yang membawa dampak positif, selama tidak mengganggu stabilitas harkamtibmas. Anak-anak PAUD yang hadir hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang matang dan berkarakter,” katanya.

AKBP Agus Purwanta menegaskan bahwa Bhayangkari memiliki peran strategis sebagai mitra sosial Polri dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. “Bhayangkari adalah bagian penting dari keluarga besar Polri. Kolaborasi lintas sektor seperti ini harus terus dipupuk karena tujuannya sama, mewujudkan harkamtibmas yang membawa kesejahteraan,” tegasnya.

Kegiatan kolaboratif Bhayangkari Lombok Utara dan Chili Community House ini menjadi bukti bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana dapur keluarga. Melalui edukasi, kreativitas, dan gotong royong, para ibu diajak menjadi garda terdepan dalam membangun generasi Lombok Utara yang sehat dan cerdas. (F3)

Ket. Foto:

Kegiatan Lomba Masak yang digelar Bhayangkari Lombok Utara bersama Chilli House Community. (Ist)