Beranda blog Halaman 271

Peringati Hari Guru, Sekda Lobar: Guru Harus Ubah Cara Mengajar Agar Lebih Menyenangkan

HarianNusa.com – Sekda Lombok Barat, H. Moh. Taufiq dalam apel peringatan Hari Ulang Tahun PGRI Ke-73 dan dirangkai dengan peringatan Hari Guru Nasional di Lapangan Bupati Lombok Barat (Lobar), Senin (26/11) menyampaikan dalam era revolusi industri 4.0, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang sangat kompleks tetapi menarik.

Untuk itu, kata Sekda, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk memberikan andil, tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi juga harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan di daerah, serta dalam melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke 21.

Dikatakan sekda, PGRI hadir bukan hanya ikut serta memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetapi juga berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat guru.

”Guru sulit bersaing dengan mesin yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. Karena itu para guru perlu mengubah cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran multi-stimulan agar lebih menyenangkan dan menarik,” tegasnya.

Dalam apel itu Taufiq menyampaikan terima kasih kepada pengurus PGRI di semua tingkatan yang telah gigih memperjuangakan aspirasi guru. Terutama memperjuangkan tambahan kesejahteraan guru honorer pada pemda masing-masing. Tidak lupa dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru, pendidik, dan tenaga kependidikan, utamanya guru honorer yang selama ini tidak kenal lelah mengisi kekosongan guru.

“Tanpa dedikasi guru honorer maka proses pembelajaran dirasakan akan sangat tidak efektif dan kesulitan karena kekurangan guru,” ujarnya.

Tercatat jumlah guru Sekolah Dasar honorer di Lobar sejumlah 1.506 orang, guru PNS Sekolah Dasar sebanyak 2.033 orang, sedangkan untuk guru tetap yayasan sebanyak 120 orang, dan jumlah tenaga pendidik di Sekolah Menengah Pertama sejumlah 671 guru PNS, guru tetap yayasan sebanyak 327 orang, kemudian guru honorer sebanyak 659 orang.

Peringatan HUT PGRI di hadiri langsung oleh ribuan guru yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Lombok Barat. (f3)

15 Kontestan NTB Terjaring LIDA 2

HarianNusa.com – Ratusan peserta audisi Liga Dangdut Indonesia ke-2 memadati Taman Budaya Mataram, Minggu, 25 November 2018.

BI Cetak Puluhan Wirausaha Unggulan di NTB

HarianNusa.com – Bank Indonesia (BI) perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencetak 35 wirausaha unggulan, yang bakal menjadi agen perubahan di sektor UMKM NTB.

Ratusan Peserta Ikuti Audisi Liga Dangdut Indonesia 2

0

HarianNusa.com – Ratusan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati gedung Taman Budaya Mataram, Minggu (25/11/2018). Mereka mendaftarkan diri sebagai calon peserta Liga Dangdut Indonesia ke 2 yang digelar oleh stasiun Televisi Indosiar.

“Melalui program Liga Dangdut Indonesia 2 ini Indosiar berharap dapat menjadi program yang inspiratif dan akan melahirkan idola Indonesia dengan kualitas vokal dangdut terbaik hingga turut meramaikan industri hiburan tanah air,” ungkap Ekin Gabriel selaku VP- PSRD Division Head.

Calon peserta yang memiliki bakat menyanyi dangdut baik pria maupun wanita berusia 15 – 25 tahun dapat datang langsung ke lokasi audisi dengan membawa data diri beserta foto. Formulir pendaftaran dapat diambil langsung di lokasi audisi secara gratis.

Berbeda dengan LIDA tahun sebelumnya, Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 akan digelar semakin kompetitif dengan memilih Idola Indonesia yang mewakili seluruh provinsi. Proses audisi di masing-masing provinsi, nantinya Indosiar akan membawa data dari 10 terbaik ke Jakarta yang kemudian diseleksi kembali untuk memilih duta dangdut berbaik yang akan bersaing di panggung Liga Dangdut Indonesia 2.

Pekan kedelapan audisi LIDA 2 berlangsung serentak di empat provinsi yakni NTB, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan NTT. Sebelumnya telah menyambangi Provinsi Jambi, Sumbar, Kep. Riau, Kalteng, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Maluku Utara, Kalsel, Riau, Kalbar, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua, dan Sumatera Selatan. Serta masih berlanjut ke 12 provinsi lainnya di Indonesia. (f3)

Rally Wisata 2018 Diharapkan Angkat Potensi Wisata NTB

0

Kapenrem 162/WB, Mayor Dahlan mewakili Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani melepas star tim dari Sulawesi Selatan dalam event Pesona Lombok Rally Wisata Nasional 2018 yang digelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Montana Hotel Senggigi Lombok Barat, Sabtu (24/11/18) pagi.

Usai melakukan pelepasan, Kapenrem menyampaikan ditunjuknya NTB sebagai tempat penyelenggaraan event-event nasional tentu sangat bernilai strategis bukan hanya bagi olahraga rally namun terlebih lagi untuk menujukkan kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara bahwa alam NTB baik yang di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pasca gempa tetap mempesona untuk dikunjungi.

Dengan beberapa kali event nasional bahkan internasional digelar di NTB, lanjut Kapenrem, diharapkan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

“Untuk itu mari kita yang ada di NTB mendukung semua program pemerintah khususnya pariwisata sesuai peran fungsi kita masing-masing karena semua akan saling terkait satu sama lainnya,” pungkasnya.

Rally Wisata Nasional 2018 ini merupakan kegiatan ketiga kalinya yang diselenggarakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) setiap tahunnya dan kali ini diikuti 28 tim dari berbagai daerah di Indonesia. (f3)

Unram Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah

HarianNusa.com –Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram) menggelar workshop Penulisan Artikel Ilmiah dan Pendampingan Publikasi pada Jurnal Internasional

Prodi Ilmu Tanah Unram Gelar Kuliah Umum Pembelajaran Inovatif

HarianNusa.com – Program Studi Ilmu Tanah Universitas Mataram (Unram) menggelar workshop dan kuliah umum bertema Pembelajaran Inovatif untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian Prodi Ilmu Tanah

Mahasiswa Gelar Aksi Minta Polisi Tangkap Peleceh Baiq Nuril

HarianNusa.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menggelar aksi di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kejaksaan Negeri Mataram

Pembangunan Bendungan Meninting Tinggal Setahap

HarianNusa.com – Rencana pembangunan Bendungan Meninting yang sempat hilang kabarnya itu, kini mulai memasuki titik terang. Diam-diam tahapan proses kegiatannya sudah berjalan. Begitu pula dananya sudah tersedia. Dari 6 tahapan awal yang dilalui, kini sudah mencapai tahapan kelima.

“Tinggal tahapan keenam yakni pembebasan lahan yang belum dilakukan,” ujar Asisten II Pemprov NTB, H. Chairul Machsul, Kamis (22/11/2018) di Mataram.

Dikatakan Machsul, untuk rencana pembangunan bendungan Meninting ini masih belum ada kejelasan masalah tanah. Kondisi ini tentunya cukup ruwet, karena akan menyebabkan kontraktor belum berani mengambil langkah. Ia berharap agar tahun 2018 ini pembebasan lahan dan pembuatan jalan masuk sudah selesai.

“Saya harap Pemkab Lobar segera menyelesaikan proses apraisial. Apalagi uangnya sudah ada dari APBN dan bukan APBD,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten II Pemkab Lobar Hj. Baiq Lale Prayatni menjelaskan, pihaknya sudah menganggarkan dari APBD-P sebesar Rp 2,3 milyar. Dirinya (Baiq Lale,red) menepis anggapan pihak Pemkab Lobar lamban dalam menyelesaikan pembebasan lahan. Menurutnya, Pemkab Lobar tetap melakukan koordinasi dengan BPN Provinsi maupun Lobar. Namun yang menyebabkan keterlambatan ini adalah adanya informasi proyek pembangunan bendungan Meninting dihapus. Selain itu pada saat yang sama Lobar mengalami defisit anggaran.

“Uang kami juga defisit pada waktu itu akibat gempa,” jelas Baiq Lale.

Sementara itu kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ir. Asdin Julaidy menjelaskan, fungsi Bendungan Meninting ini nantinya sangat banyak. Lahan yang bisa diairi mencapai 2.600 hektar. Airnya nanti selain dibawa ke Dam Mujur, juga akan mengganti pelayanan mata air Ranget untuk kebutuhan masyarakat.

“Mata air Ranget nanti bisa fokus untuk PDAM,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, air bendungan ini juga akan dapat membantu aliran bendungan Pandan Duri sehingga air dari kokoq Babak bisa diover ke bendungan Pandan Duri. Sementara itu air baku bendungan ini sendiri bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Gunung Sari dan Lingsar.

Sementara itu Camat Gunungsari H. Rusni menjelaskan, terkait persoalan di masyarakat yang ketempatan pembangunan bendungan ini, hampir tidak ada. Desa yang terdampak adalah Bukit Tinggi yang masuk Gunungsari, dan Dasan Geria yang masuk kecamatan Lingsar.

Dikatakan H. Rusni, warganya yang ada di Dusun Kembalikan, Mur Padang dengan jumlah ratusan KK itu menerima untuk direlokasi. Namun yang terasa agak berat adalah pembangunan salah satu sekolah yang juga terkena proyek bendungan. Sekolah tersebut adalah SDN 3 Bukit Tinggi.

Mengenai harga tanah, H. Rusni mengatakan, sebelum adanya rencana pembangunan bendungan ini harganya sekitar Rp 5 juta per are. Tapi sekarang sudah naik, minimal Rp 10 juta per are.

“Tapi sekarang belum dibebaskan. karena masih diukur oleh BPN,” terangnya. (f3)

Dandim 1606/ Lobar Kagumi Kebersamaan Dua Agama saat “Perang Topat”

HarianNusa.com – Kegiatan Perang Topat yang digelar Pemerintah Kabupatan Lombok Barat (Pemkab Lobar) di Pura Lingsar pada Kamis (22/11/2018) kemarin merupakan event tahunan yang pelaksanaannya melibatkan dua agama yakni Islam dan Hindu.

Event Perang Topat ini tidak hanya menarik perhatian ribuan masyarakat Lombok namun sejumlah wisatawan manca negara juga tampak hadir meramaikan acara yang mencerminkan kerukunan dan perdamaian dalam perbedaan (agama, red).

Dandim 1606/Lobar Let. Kol C.Zi, Djoko Rahmanto, S.E, beserta Istri saat menghadiri Perang Topat tersebut menyampaikan rasa kagum dengan kegiatan yang mengandung unsur adat, tradisi dan budaya dua agama (Islam dan Hindu, red) di Lombok sangat sakral dan dilaksanakan secara bersamaan penuh kedamaian dan kebhinnekaan.

“Seumur hidup saya jadi tentara baru kali ini saya menyaksikan ada perang tanpa korban jiwa maupun luka dalam perang topat ini. Dan ritual ini merupakan tradisi sakral yang merupakan budaya warisan leluhur yang patut dijaga kelestariannya. Disamping itu juga merupakan aset pariwisata yang harganya cukup tinggi. Saya kagum dengan kebersamaan Islam dan Hindu yang hidup berdampingan. Ini mencerminkan aplikasi kebhinnekaan yang patut dicontoh oleh dunia,” ungkapnya.

Selain itu Dandim juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Pemda Lobar yang telah mampu mempertahankan tradisi budaya bangsa di Lombok dan menjadikannya event rutin tahunan dalam agenda pariwisatanya.

Ditambahkannya pula bahwa TNI- POLRI bersinergi bahu membahu dalam pengaman pelaksanaan ritual tersebut. Dengan melakukan sweping guna meminimalisir tindak kejahatan yang mungkin terjadi, serta mengawal pelaksanaan perang topat tersebut agar berlangsung aman dan kondusif. (f3)