Beranda blog Halaman 28

Sheraton Senggigi Sukses Gelar Road to Give 2025

HarianNusa, Lombok Barat – Sheraton Senggigi Beach Resort sukses menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk Road to Give 2025 yang dipusatkan di Garden Sheraton Lombok, Minggu (28/9). Acara ini merupakan bagian dari program tahunan Marriott International yang digagas oleh Marriott Business Council Bali, sebagai salah satu bentuk kampanye sosial dan penggalangan dana.

General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Peter The, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan antar karyawan, tetapi juga membawa dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Program Road to Give ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial, terutama dalam hal kebersihan lingkungan dan aksi kemanusiaan. Tahun ini, dana yang terkumpul akan disalurkan ke Solat Chapter di Bali,” ujar Peter.

Berbagai kegiatan mewarnai acara ini, mulai dari jalan santai sambil memungut sampah di sepanjang kawasan Senggigi, senam Zumba, hiburan musik, hingga pembagian doorprize bagi peserta. Kegiatan ini diikuti antusias oleh seluruh karyawan Sheraton Senggigi dan The Sire, salah satu properti Marriott lainnya di Lombok.

“Dari internal Sheraton Senggigi dan The Sira, donasi yang terkumpul mencapai Rp70 juta. Ini menunjukkan semangat berbagi yang luar biasa dari para karyawan kami,” tambah Peter.

Peter juga menjelaskan bahwa kegiatan ini akan terus menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya menumbuhkan solidaritas internal, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui Road to Give 2025 Sheraton Senggigi kembali menegaskan komitmennya sebagai bagian dari jaringan Marriott International yang peduli terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan sosial. (F3) 

Ket. Foto:

Foto bersama para peserta Road to Give 2025 di Sheraton Senggigi Hotel Lombok. (HarianNusa) 

Merasa Tertipu Travel Umrah, Korban Laporan Polisi Tuntut Pengembalian Uang

HarianNusa, Lombok Barat – Harapan suci yang dibangun dengan keringat dan doa berubah menjadi mimpi buruk bagi BP, salah satu korban dugaan penipuan oleh biro perjalanan Haji dan Umroh Casanova. Uang senilai Rp32 juta hasil menabung selama sembilan bulan untuk memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci justru lenyap tanpa kejelasan.

BP mengungkapkan kekecewaannya dalam konferensi pers pada Minggu (21/9), menyebut pihak travel terus mengulur jadwal keberangkatan jamaah tanpa realisasi. “Awalnya dijadwalkan 27 Juli, lalu mundur ke 6 Agustus, kemudian 9 Agustus. Tapi semuanya hanya janji manis,” ujarnya.

Puncak kekecewaan terjadi pada malam sebelum jadwal keberangkatan terakhir. Saat seluruh jamaah telah bersiap dengan koper dan perlengkapan, pihak travel tiba-tiba membatalkan dengan alasan sepele: masalah nama belakang di paspor. “Padahal jelas ada nama ‘binti’ orang tua ibu saya”. Itu hanya alasan mengada-ada,” kata BP geram.

Tak hanya menanggung kerugian materi, BP dan ibunya juga harus menghadapi tekanan sosial. “Ibu saya sampai enggan keluar rumah. Ada tetangga yang bilang, ‘itu mah uang dapur dipakai umrah.’ Rasanya hancur hati saya sebagai anak,” ungkapnya haru.

Menurut BP, dirinya bukan satu-satunya korban. Puluhan jamaah lain mengalami nasib serupa, dengan kerugian hingga puluhan juta rupiah per orang. Bahkan ada yang sudah menyetor Rp72 juta untuk biaya umrah kedua orangtua mereka. “Kami dijanjikan pengembalian uang jika tak berangkat dalam tiga hari. Tapi sudah berminggu-minggu, tak ada kabar. Mobil yang katanya jadi jaminan pun ternyata masih kredit baru dua bulan,” bebernya.

Korban lain seperti EL, BT, dan RR juga menyampaikan hal senada. Mereka kecewa karena orangtua yang seharusnya berangkat dalam satu rombongan malah gagal berangkat sama sekali.

Sejumlah korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Ampenan dan Polres Mataram. BP sendiri akhirnya memberangkatkan ibunya lewat biro umrah lain. Namun, ia menuntut pengembalian uang dan keadilan atas kerugian yang dialaminya.

“Kami sudah habis-habisan. Ada yang jual mobil, ada yang gadai emas. Jangan sampai pelaku dibiarkan bebas,” tegas BP.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak Travel Umrah & Haji Plus Casanova hanya memberikan jawaban singkat: “Jamaah akan diberangkatkan dalam waktu dekat.”

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut konkret dari pihak travel. Sementara para korban terus berharap aparat penegak hukum bertindak cepat agar tidak ada lagi calon jamaah yang menjadi korban janji palsu. (F3)

Gema Shalawat Warnai Maulid Nabi di Madrasah Darunnajah Mamben

HarianNusa, Lombok Timur – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti Madrasah Diniyah Darunnajah al-Irsyadi, Mamben, Lombok Timur, Rabu (10/9/2025). Ratusan santri, guru, dan wali santri berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan lantunan shalawat yang menggema sepanjang acara.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini di Madrasah Darunnajah mengusung tema Spirit Maulid: Meneguhkan Karakter, Menumbuhkan Akhlak Mulia. 

Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dihidupkan dalam rangkaian acara yang berlangsung sejak sore hari.

Kegiatan dimulai dengan shalat Ashar berjamaah di mushalla madrasah. Ratusan jamaah yang terdiri dari para santri, guru, dan wali santri tampak khusyuk mengikuti jalannya ibadah. Seusai shalat, acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’i yang dipimpin para ustadz dan ustadzah.

Suasana semakin syahdu ketika seluruh jamaah larut dalam gema shalawat. Lantunan itu menggema serentak, menciptakan atmosfer religius yang menggetarkan hati. Banyak hadirin terlihat menundukkan kepala, larut dalam rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Mudir Madrasah Darunnajah, Ustadz Ahmad Asdaruddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Maulid Nabi adalah salah satu ekspresi cinta umat Islam kepada Rasulullah. 

Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sarana untuk menumbuhkan keteladanan.

“Peringatan Maulid Nabi tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Asdaruddin di hadapan jamaah.

Ia menambahkan bahwa Maulid seharusnya diisi dengan kegiatan positif yang memperkuat iman. 

“Perayaan ini diisi dengan pembacaan shalawat, sirah Nabawiyah, dan doa bersama. Itu wujud kegembiraan sekaligus rasa cinta kita pada Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, peringatan Maulid juga dipandang sebagai sarana pendidikan akhlak bagi para santri. 

Dengan meneladani kisah hidup Nabi Muhammad SAW, diharapkan para generasi muda mampu membentuk karakter yang kuat sekaligus menjaga nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Acara Maulid di madrasah tersebut berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Para wali santri tampak bahagia menyaksikan anak-anak mereka berpartisipasi aktif dalam lantunan shalawat. 

Senyum ceria para santri menambah semarak suasana, mencerminkan rasa cinta mereka pada Rasulullah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. Doa itu memohon keberkahan, kelancaran dalam menuntut ilmu, serta keselamatan bagi seluruh warga madrasah.

Pemandangan hangat terlihat ketika para santri saling berjabat tangan dengan guru dan wali mereka usai doa. 

Kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa Maulid Nabi tidak hanya soal merayakan kelahiran Rasulullah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan solidaritas antarumat.

Madrasah Darunnajah berharap peringatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Semoga momentum Maulid ini benar-benar menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengamalkan ajaran Islam dalam sikap, perkataan, dan perbuatan,” tutup Asdaruddin.[]

Wajah Baru Nusakambangan, Warga Binaan Makin Berdaya dengan FABA

HarianNusa, Jawa Tengah – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), warga binaan mampu menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi. FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini berubah menjadi sumber penghidupan baru. 

Melalui workshop FABA yang memanfaatkan lahan tidur di Pulau Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi produk seperti batako, paving block, roaster, hingga buis beton. Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) tersebut menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pasca pembinaan.

Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Kevin Ruben Rafael, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya workshop pengelolaan FABA dari PLN.

“Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujar Kevin.

Hal senada diungkapkan warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Listianto, yang merasakan langsung manfaat program ini.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam program pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau Workshop Pengelolaan FABA di Lapas Nusakambangan, Selasa (9/9).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dapat menciptakan peluang ekonomi sirkuler sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ujar Darmawan.

Saat ini, workshop FABA di Nusakambangan dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako setiap tahun. Jika kapasitas ini berjalan optimal dan produk mulai dipasarkan, workshop berpotensi menghasilkan omzet hingga Rp5,4 miliar per tahun.

Darmawan menyampaikan bahwa sebanyak 30 warga binaan telah aktif dan terampil memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pendampingan dan bimbingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa, kedisiplinan, dan etos kerja mereka, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” tutur Darmawan.

Keberhasilan program ini menunjukkan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat,” pungkas Darmawan. (F2)

Ket. Foto:

Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) memberikan keterampilan pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) kepada Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (Ist)

Mutasi Pejabat, Bupati LAZ : Kuatkan Integritas dan Loyalitas Untuk Perubahan Lobar

HarianNusa, Lombok Barat  – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Lombok Barat. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati, Senin (8/9/2025), dengan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, para Camat, serta pejabat yang dilantik.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

“Pejabat yang dilantik hari ini adalah hasil dari proses panjang, mulai dari asesmen hingga seleksi akhir. Namun hasil asesmen juga menunjukkan hampir separuh pejabat masih perlu meningkatkan kualitas kinerjanya. Karena itu, gunakan waktu sebaik mungkin untuk menempa diri, mempercepat adaptasi, dan segera mengejar target kinerja,” tegasnya.

Bupati LAZ juga menggarisbawahi sejumlah prioritas yang harus segera ditindaklanjuti oleh pejabat eslon 2 yang baru dilantik. Hal tersebut antara lain percepatan penyaluran modal usaha tanpa bunga bagi masyarakat pada dinas koperasi,  Dinas Lingkungan Hidup menuntaskan berbagai catatan pengelolaan lingkungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian: melakukan pembenahan menyeluruh dalam tata kelola dan Staf Ahli Bupati: menyampaikan masukan strategis secara rutin sesuai dengan tupoksi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa loyalitas dan integritas menjadi kunci utama. Kompetensi tanpa integritas dan loyalitas, menurutnya, tidak akan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. “Kompetensi saja tidak cukup. Loyalitas dan integritas menjadi syarat mutlak. Jika ada catatan dalam hal ini, maka tidak mungkin bisa melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Bupati LAZ mengajak seluruh pejabat untuk bekerja dengan cepat, tepat, dan inovatif. Ia menekankan bahwa hanya pejabat dengan kinerja terbaik yang akan bertahan, karena pola kerja rutin tanpa inovasi tidak akan membawa perubahan signifikan di Lombok Barat. “Setiap hari harus lahir inovasi baru. Dengan begitu, perubahan besar akan terjadi di Lombok Barat. Mari jaga kolaborasi, bangun komunikasi yang solid, dan jadikan jabatan ini sebagai amanah untuk mewujudkan perubahan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini berlangsung aman, lancar, dan khidmat, dengan harapan pejabat yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak perubahan di Lombok Barat. 

Sejumlah pejabat eslon 2 hasil pansel yang dilantik antara lain Subardi selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Deny Arif Nugroho sebagai Kepala Bappeda, I Ketut Rauh sebagai Kasatpol PP, dan Afgan Kusumanegara sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Selanjutnya, M Busyairi mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Lalu Agha Farabi sebagai Kadis Perindustrian dan Perdagangan serta terakhir Baiq Mustika Dwiyatni Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. 

Sementara untuk pejabat administrator yang dilantik antara lain Fitriyati Wahyuni yang menjabat sebagai Camat Gerung, Sapoan sebagai Camat Lembar, Andi Purnawan Camat Sekotong, Muktamat sebagai Camat Kuripan, Saepul Abubakar Camat Kediri, Lalu Pardita Utama sebagai Camat Labuapi, Anwar Jayadi Camat Narmada, Zulkifli sebagai Camat Gunungsari,  H.Iswarta Mahmuludin, M.Pd sebelumnya Camat Kediri menjadi Sekdis Diskominfotik, Arief Rachman, S.IP, M.Sos sebelumnya Kabid IKP diskominfotik dipromosi menjadi Sekretaris Inspektorat, Camat Labuapi Lalu Rifandani dilantik menjadi Kepala Bagian Umum Setda Lobar. Serta Ratusan Pejabat Eslon 3 dan 4 lainnya. (F2)

Ket. Foto:

Pelantikan Pejabat eselon 2 Pemkab Lombok Barat. (Ist)

Rakor Percepatan Program Nasional, Bupati LAZ: Semua Harus Gerak Cepat dan Kolaborasi untuk Indonesia Raya

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden, yaitu Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Rakyat. Rakor berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (8/9/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), para asisten, kepala OPD terkait, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Lombok Barat.

Dalam arahannya, Bupati LAZ menegaskan, keberhasilan program strategis nasional membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan kelurahan. “Dalam membentuk Koperasi Merah Putih di 119 desa dan 3 kelurahan, koperasi harus memiliki badan hukum, memahami persoalan spesifik di masing-masing desa, dan bergerak nyata membantu perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga menekankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar dipandang sebagai pemenuhan gizi anak-anak, melainkan juga instrumen penting untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Ia mendorong agar penyediaan dan distribusi bahan baku pangan dilakukan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. “Dengan sinergi ini, perputaran ekonomi bisa langsung dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat Lombok Barat,” tegasnya.

Terkait program Sekolah Rakyat, Pemkab Lombok Barat telah menyiapkan fasilitas sementara di dua lokasi, yakni Sekolah Dasar di SKB Gunungsari dan Sekolah Menengah Pertama di Graha Paramita. Langkah ini menunjukkan kesiapan daerah untuk mendukung penuh kebijakan pusat. 

“Kita siap mendukung penuh kebijakan pusat dan program strategis nasional dalam rangka berkolaborasi menyukseskan Asta Cita Presiden, NTB Mendunia, dan Lombok Barat Sejahtera dari desa,” ujarnya 

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat menentukan efektivitas pelaksanaan program pemerintah, baik pusat maupun daerah, sehingga hasilnya bisa lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. 

“Dengan koordinasi yang baik, kebijakan strategis daerah dapat berjalan optimal serta memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Kita Harus Gerak Cepat dan Kolaborasi untuk Indonesia raya,” tutupnya.

Rakor ini berjalan lancar dan menghasilkan komitmen bersama untuk mempercepat implementasi program prioritas nasional di Lombok Barat, khususnya pembentukan Koperasi Merah Putih, pelaksanaan MBG, dan Sekolah Rakyat. (F2)

Ket. Foto:

Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional di Lombok Barat yang dipimpin langsung oleh Bupati LAZ. (Ist)

Musda VI PKS Lombok Timur Meriah, Abdul Hadi Bagikan Sembako untuk Warga Lombok

0

HarianNusa, Lombok Timur – Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lombok Timur berlangsung semarak dengan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah pembagian paket sembako oleh Anggota DPR RI, H. Abdul Hadi.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hadi menyerahkan secara langsung bantuan sembako kepada warga yang hadir. Aksi sosial tersebut disambut hangat masyarakat yang merasa terbantu di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

“Musda ini bukan hanya momentum konsolidasi partai, tetapi juga wujud kepedulian nyata PKS terhadap masyarakat. Kami ingin selalu hadir membawa manfaat,” ujar Abdul Hadi.

Warga penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya di Lombok Timur, pembagian paket sembako juga dilakukan serentak melalui seluruh DPD PKS se-Pulau Lombok yang menggelar Musda pada hari yang sama. Hal ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial PKS kepada masyarakat di berbagai daerah.

Selain pembagian sembako, Musda VI PKS Lombok Timur juga diisi dengan agenda konsolidasi organisasi, penguatan struktur partai, serta diskusi strategis dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

Dengan menggabungkan kegiatan konsolidasi internal dan aksi sosial, PKS Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk senantiasa dekat dengan rakyat dan berkhidmat bagi kesejahteraan umat.

Pemkab Lobar Bersama Bea Cukai Mataram Intensifkan Operasi Rokok Ilegal

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung upaya pemberantasan rokok ilegal di daerah. Bekerja sama dengan Bea Cukai Mataram, jajaran Satpol PP Lobar menggelar operasi terpadu pada Jumat (29/8/2025) di tiga kecamatan sekaligus, yakni Gerung, Kuripan, dan Gunungsari.

Dalam operasi yang berlangsung serentak tersebut, tim berhasil menyita 87.444 batang rokok ilegal berbagai merek yang beredar tanpa pita cukai. Barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Mataram untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif Pemkab Lobar dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas penerimaan negara. Rokok ilegal selama ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga berpotensi mengganggu iklim usaha yang sehat serta membahayakan kesehatan masyarakat.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Lobar, Wirya Kurniawan, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Lobar dalam menindak tegas peredaran barang ilegal di wilayahnya.

“Rokok ilegal merugikan negara dan masyarakat. Karena itu, Pemkab Lobar bersama Bea Cukai terus berkolaborasi melakukan operasi, pengawasan, dan edukasi agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam peredaran maupun konsumsi rokok ilegal,” ujarnya.

Selain melakukan penindakan, Pemkab Lobar juga aktif dalam upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada pedagang, pemilik toko, dan masyarakat umum. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahaya dan konsekuensi hukum dari memperjualbelikan rokok ilegal.

Melalui koordinasi lintas sektor, Pemkab Lobar terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, Bea Cukai, serta elemen masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Bupati Lombok Barat, bahwa pemberantasan rokok ilegal bukan hanya tugas aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

Pemkab Lobar menegaskan akan terus meningkatkan intensitas operasi serupa di seluruh wilayah kecamatan. Pengawasan berlapis dilakukan untuk memastikan distribusi rokok ilegal bisa ditekan seminimal mungkin.

“Langkah ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Lobar dalam menjaga kedaulatan ekonomi daerah serta memastikan masyarakat terlindungi dari peredaran produk yang tidak sesuai aturan,” tambah Wirya.

Dengan dukungan penuh dari Bea Cukai Mataram, diharapkan pemberantasan rokok ilegal di Lombok Barat dapat berjalan lebih optimal. Ke depan, Pemkab Lobar menargetkan tidak hanya menekan angka peredaran rokok ilegal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mendukung upaya ini demi kepentingan bersama. (F2)

Ket. Foto:

Operasi pasar peredaran rokok dan tembakau iris ilegal di Lombok Barat. (Ist)

Musda VI PKS Kota Mataram: Perkuat Sinergi, Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

HarianNusa, Mataram – Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Mataram menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI, Minggu (7/9/2025), di Ballroom Hotel Lombok Garden, Mataram. Dengan mengusung tema “Kokoh Bersama Membangun Kota Mataram untuk Indonesia”, Musda ini menjadi momentum penting bagi PKS untuk memperkuat sinergi lintas elemen dalam membangun kota yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan.

Musda ke-VI PKS Kota Mataram dihadiri oleh jajaran pengurus Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Etik Daerah (DED), Badan Pengurus Harian (BPH) DPC PKS se-Kota Mataram, hingga Ketua Dewan Pengurus Ranting. Hadir pula Wali Kota Mataram yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta perwakilan partai politik seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kehadiran mereka menunjukkan semangat kebersamaan dan silaturahmi antarpartai di Kota Mataram.

Ketua DPD PKS Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa Musda bukan hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga ajang memperkuat peran PKS sebagai mitra strategis pemerintah.

“Melalui Musda ke-VI ini, kita ingin memperkuat soliditas struktural partai dan merumuskan arah kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga Mataram. Kita ingin hadir sebagai kekuatan yang solutif dan melayani,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai kepemimpinan yang amanah, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Dengan semangat kolektif Kokoh Bersama, PKS menatap masa depan Kota Mataram sebagai kota yang lebih maju, adil, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” tambahnya.

Istiningsih menutup sambutannya dengan komitmen untuk terus menjadikan PKS sebagai partai produktif yang bekerja nyata, hadir dengan solusi atas persoalan masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan bersama.

Sementara itu, Bendahara Umum DPW PKS NTB, Eko Anugraha Aprianto, S.P., yang hadir mewakili Ketua DPW PKS NTB, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musda. Menurutnya, Musda ke-VI merupakan momentum penting dalam konsolidasi dan penguatan struktur partai di tingkat daerah.

“Tema yang diangkat mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi ciri khas perjuangan PKS. Membangun daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan semua elemen, termasuk partai politik sebagai bagian dari demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Eko juga menilai DPD PKS Kota Mataram selama ini aktif menyuarakan aspirasi rakyat dan menghadirkan program pelayanan serta advokasi. Ia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat melanjutkan bahkan meningkatkan capaian tersebut.

“DPW PKS NTB akan terus memberikan dukungan dan arahan strategis agar DPD PKS Kota Mataram mampu menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat,” tegasnya.

Musda ke-VI ini sekaligus menegaskan komitmen PKS Kota Mataram untuk hadir bersama rakyat, menjadi bagian dari solusi, dan berkontribusi membangun Mataram yang lebih baik demi Indonesia yang lebih maju.

Musda VI PKS Kota Mataram: Hj. Istiningsih Pimpin DPD Periode 2025–2030

HarianNusa, Mataram – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Mataram secara resmi mengumumkan jajaran Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) periode 2025–2030. Pengumuman itu berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI PKS Kota Mataram, Minggu (7/9/2025), dan menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kota.

Dalam struktur baru tersebut, Hj. Istiningsih, S.Ag. ditetapkan sebagai Ketua DPD PKS Kota Mataram. Penunjukan ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya, seorang perempuan dipercaya memimpin DPD PKS di Kota Mataram.

Selain ketua DPD, turut diumumkan kepengurusan inti DPTD, yakni:

  • Majelis Pertimbangan Daerah (MPD): Ismul Hidayat, S.IP.
  • Dewan Etik Daerah (DED): M. Amri Amin, M.Pd.I.
  • Dewan Pengurus Daerah (DPD): Hj. Istiningsih, S.Ag.

Ketua Panitia Musda, Irawan Aprianto, ST., menegaskan bahwa proses pemilihan berlangsung demokratis melalui musyawarah dan penjaringan sesuai arahan struktur wilayah maupun pusat.

“Kepengurusan baru ini merupakan hasil kaderisasi berjenjang dan matang. Kami optimis DPTD periode 2025–2030 akan membawa semangat baru dan kinerja yang lebih solid,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Hj. Istiningsih menekankan bahwa kepengurusan DPTD merupakan wadah kolaborasi dan pelayanan bagi masyarakat.

“Kami tidak akan bekerja sendiri. Ini adalah kerja kolektif. DPTD akan turun langsung ke masyarakat, memperkuat struktur partai, dan menghadirkan solusi konkret di tengah umat,” tegasnya.

PKS Kota Mataram menargetkan sejumlah agenda strategis, antara lain konsolidasi kader hingga tingkat kelurahan, penguatan jaringan dakwah dan pelayanan sosial, serta persiapan menuju Pilkada dan Pemilu 2029.

Hadir pula perwakilan DPW PKS NTB, Eko Anugraha Aprianto, SP., yang menyampaikan apresiasi atas jalannya Musda ke-VI.

“Kepengurusan ini adalah amanah besar. Kita berharap PKS Kota Mataram di bawah struktur baru mampu menjawab tantangan zaman dengan semangat kolaboratif, profesional, dan tetap menjaga nilai-nilai dakwah,” ujarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan DPTD baru, PKS Kota Mataram menegaskan komitmennya sebagai partai yang hadir di tengah masyarakat dengan pelayanan dan solusi nyata.