Beranda blog Halaman 30

Bupati LAZ Ajak Wamen Transmigrasi Saksikan Peresean, Warisan Budaya Sasak yang Mendunia

HarianNusa, Lombok Barat – Suasana meriah menyelimuti Festival Peresean Bupati Lobar Cup ketika Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berhasil mengajak Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, untuk menyaksikan langsung atraksi budaya khas masyarakat Sasak tersebut, Kamis, 28 Agustus 2025 di Taman Kota Gerung. Kehadiran Wamen Transmigrasi ini menjadi momentum bersejarah, karena peresean semakin mendapatkan perhatian pemerintah pusat sebagai warisan budaya yang layak dilestarikan bahkan dikembangkan ke level nasional.

Wamen Viva Yoga Mauladi, yang hadir di Lombok Barat dalam rangka Rapat Kerja Teknis Pembangunan dan Pengembangan Kawasan, Kementeria Transmigrasi, mengaku sangat terkesan dengan pertunjukan peresean.

“Peresean ini luar biasa! Bukan hanya pertunjukan, tapi cerminan keberanian, sportivitas, dan filosofi hidup masyarakat Sasak. Tradisi ini harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, karena memiliki nilai budaya yang tinggi,” ungkapnya penuh kekaguman.

Keberhasilan menghadirkan pejabat pusat menyaksikan langsung peresean menjadi bukti komitmen Bupati Lobar dalam mengangkat martabat budaya lokal. Dalam kesempatan itu, Bupati LAZ menegaskan bahwa Lombok Barat tengah memperjuangkan agar peresean bisa diakui sebagai cabang olahraga resmi. 

“Ini adalah salah satu ikhtiar kami agar peresean tidak hanya dikenal sebagai atraksi budaya, tetapi juga menjadi cabang olahraga yang dapat dipertandingkan secara resmi. Dengan demikian, pepadu-pepadu kita bisa mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” tegas Bupati.

Apresiasi juga datang dari masyarakat yang turut menyaksikan festival. Salah seorang tokoh pemuda Lombok Barat, Kurniadi Zainuddin, menyampaikan rasa bangganya kepada Bupati.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati LAZ. Beliau bukan hanya peduli pada pembangunan, tetapi juga pada pelestarian budaya. Membawa Wakil Menteri menyaksikan peresean adalah langkah luar biasa yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap identitas budaya kita,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga Desa Jembatan Kembar, Hasanudin yang hadir bersama keluarganya.

“Ini pertama kalinya saya melihat pejabat pusat menonton langsung peresean di Lobar. Semua ini berkat kerja keras Bupati LAZ. Kami bangga punya pemimpin yang mampu memperkenalkan warisan budaya Sasak hingga ke tingkat nasional,” tuturnya dengan penuh haru.

Festival Peresean Bupati Cup kali ini tidak hanya menjadi tontonan rakyat, tetapi juga tonggak penting dalam perjuangan melestarikan identitas budaya Sasak. Sambutan hangat masyarakat, sorak penonton, dan antusiasme pepadu menjadi bukti bahwa peresean telah melekat kuat di hati masyarakat Lombok Barat.

Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi yang terpukau menyaksikan langsung, semakin meneguhkan bahwa Lombok Barat di bawah kepemimpinan H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mampu membawa kearifan lokal menuju panggung nasional. (F2)

Ket. Foto:

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengajak Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, meriahkan event Peresean budaya khas Sasak Lombok. (Ist) 

Lombok Barat Ikuti Forum Smart City, Menteri Komdigi Hadir Bersama Wakil Bupati Lobar

HarianNusa, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat turut ambil bagian dalam Forum Smart City yang digelar di Yogyakarta, Rabu, 27 Agustus 2025. Acara yang menghadirkan berbagai daerah dari seluruh Indonesia ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. Kegiatan ini dihadiri Menteri Komdigi dan sejumlah Kepala Daerah di Indonesia termasuk Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, hadir mewakili Pemerintah Daerah dalam forum bergengsi ini. Kehadiran Lombok Barat menunjukkan komitmen daerah dalam mendorong transformasi digital dan penerapan konsep kota cerdas (smart city) yang berorientasi pada pelayanan publik, efisiensi pemerintahan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Wakil Bupati didampingi oleh beberapa kepala OPD.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Komdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa digital yang berdaya saing. “Smart City bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut tata kelola, budaya, dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha menyampaikan bahwa Lombok Barat terus berupaya mengintegrasikan berbagai program pembangunan berbasis digital, mulai dari pelayanan administrasi, sistem persuratan elektronik, hingga pengembangan ekosistem digital bagi UMKM dan pariwisata.

“Forum ini menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman antar daerah, agar kita bisa mengembangkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Lombok Barat,” jelas Hj. Nurul Adha.

Partisipasi Lombok Barat dalam Forum Smart City ini diharapkan dapat memperkuat langkah daerah menuju pemerintahan yang transparan, responsif, serta didukung teknologi digital yang inklusif. (F2)

Ket. Foto:

Menteri Komdigi Meutya Hafid  bersama Wakil Bupati  Lobar Hj. Nurul Adha. (Ist)

Tiga Masalah yang Membelit UMKM Bambu di Lombok Timur

HarianNusa, Lombok Timur –  Kecamatan Sikur di Lombok Timur sejak lama dikenal sebagai kawasan penghasil bambu. Pohon bambu tumbuh subur di berbagai desa, membentuk pemandangan hijau sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Namun di balik potensi itu, pelaku UMKM bambu masih menghadapi tiga persoalan mendasar yang membuat langkah mereka tersendat karena keterbatasan bahan baku, akses pemasaran yang sempit, dan sulitnya permodalan.

Melihat kondisi tersebut, Lombok Research Center (LRC) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai ikhtiar memetakan potensi sekaligus mengurai persoalan yang menghambat pengembangan ekonomi bambu.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengrajin bambu, petani, pelaku UMKM, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga lembaga keuangan.

Direktur LRC, Suherman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam ekonomi daerah.

“UMKM salah satu tulang punggung ekonomi, karena bisa menyerap tenaga kerja dan menopang kehidupan masyarakat,” katanya pada hari Kamis (28/8/2025) kemarin.

Menurutnya, bambu dapat menjadi basis ekonomi lokal yang berkelanjutan bila ada pemetaan potensi yang jelas, termasuk jenis bambu, sebaran, pola pemanfaatan, hingga rantai usaha yang bisa dikembangkan.

“LRC berikhtiar untuk membuka peluang-peluang usaha berbasis bambu bagi pelaku UMKM di Lombok Timur,” ujarnya.

*Tiga Masalah Utama*

Dari forum diskusi, muncul tiga persoalan krusial yang seringkali dihadapi oleh pelaku UMKM bambu, yakni terkait keterbatasan bahan baku, pemasaran, dan permodalan.

Ketersediaan bahan baku menjadi tantangan, karena meski bambu tumbuh melimpah, pemanfaatan yang tidak terencana bisa mengancam keberlanjutan.

Dari sisi pemasaran, produk bambu cenderung dianggap bernilai seni dan hanya dibeli kalangan tertentu. Sementara akses permodalan kerap terbentur syarat administrasi dan riwayat kredit.

Kabid Litbang Bappeda Lombok Timur, Lalu Ridho Arindi menegaskan pemanfaatan bambu masih jauh dari optimal.

Dia merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mencatat bambu memiliki 1.500 jenis kegunaan.

“Selama ini bambu hanya identik dengan produk kerajinan. Padahal, bambu bisa diolah menjadi produk kebutuhan sehari-hari seperti tusuk sate, cilok dan tusuk gigi. Produk seperti itu cepat dibeli, sehingga bisa membantu ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Ridho, tantangannya adalah mengubah mindset masyarakat agar melihat bambu sebagai bahan baku industri kecil, bukan sekadar bahan kerajinan tradisional.

Dari sisi pembiayaan, perwakilan BRI Cabang Selong, Lalu Hadika Atmaja memaparkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses UMKM. Mulai dari KUR Super Mikro Rp1–10 juta, KUR Mikro Rp10–100 juta, hingga KUR Kecil Rp100–500 juta.

Namun, ia menginformasikan kendala yang seringkali muncul adalah kelayakan kredit terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

“Sistem ini sensitif terhadap riwayat pembayaran. Kalau pernah menunggak, pengajuan kredit tidak bisa diproses,” katanya.

Hadika juga mengingatkan pelaku UMKM untuk berhati-hati dalam menggunakan fasilitas pembayaran marketplace seperti Shopee Pay agar kolektibilitas tetap terjaga.

*Dukungan Pemda*

Tak hanya bernilai ekonomi, peneliti LRC, Maharani di sisi yang lain, menekankan fungsi dan manfaat bambu juga penting secara sosial dan ekologi.

“Bambu sangat dibutuhkan masyarakat, misalnya untuk acara pemakaman. Dari sisi ekologi, bambu punya manfaat tinggi dalam menyerap karbon dan menjaga konservasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program pemetaan UMKM bambu ini mendapat dukungan anggaran dari APBD Lombok Timur, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini juga jadi bentuk perhatian pemerintah terhadap UMKM,” imbuhnya.

Diskusi ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pemberdayaan dan pembinaan UMKM bambu di Lombok Timur.

Hasil diskusi juga akan menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis pengetahuan agar dapat lebih tepat sasaran.***

Ket. Foto:

Salah satu UMKM Bambu di Lombok Timur. (Ist) 

Haul TGH Najamuddin: Doa, Silaturahmi, dan Harapan Museum

HarianNusa, Lombok Timur – Peringatan haul ke-19 Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga di Aula Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi, Mamben, Senin (25/8/2025), berlangsung khidmat. Keluarga besar Jero Gumirang bersama jamaah larut dalam lantunan doa yang menguatkan ikatan spiritual dan sosial.

Mereka berkumpul untuk memperingati haul ke-19 Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga, sekaligus mendoakan para dzurriyah Jero Gumirang.

Haul, bagi masyarakat Lombok, bukan sekadar ritual tahunan. Haul adalah ruang perjumpaan batin antara generasi yang masih hidup dengan jejak leluhur yang telah berpulang.

Di Mamben, haul TGH Najamuddin menjadi momentum merekatkan silaturahmi keluarga besar, tokoh masyarakat, hingga jamaah yang pernah bersentuhan dengan dakwahnya.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah Swt atas karunia-Nya, sehingga kita bisa berkumpul dalam rangka haul Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga serta doa bersama untuk para dzurriyah Jero Gumirang,” ujar putra kedua almarhum, Ustaz Ahmad Asdaruddin, dalam sambutannya.

Menurutnya, haul ini bukan hanya untuk mengenang, melainkan juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai perjuangan dan dakwah yang pernah ditorehkan almarhum.

*Warisan Spiritual di Mamben*

Bagi masyarakat Lombok Timur, nama TGH Najamuddin bin Wirangga tak asing. Ia dikenal bukan hanya sebagai ulama, melainkan juga pendidik yang konsisten membimbing umat. 

Kehadirannya di masa hidup telah melahirkan generasi santri yang kini banyak melanjutkan kiprah dakwah di berbagai daerah.

“Mamben memiliki kekayaan spiritual dan sejarah yang luar biasa,” kata Ustaz Asdar menegaskan.

Dia berharap, melalui haul ini, masyarakat kian mengenal keistimewaan Mamben dan menjadikannya sumber inspirasi sekaligus kebanggaan lokal.

Harapan itu tak berhenti pada kata-kata. Ustaz Asdar bahkan menggagas sebuah ide pendirian museum kecil di Mamben. 

Museum itu diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami jejak sejarah dan perjuangan para leluhur.

“Kami berharap ke depan bisa didirikan museum kecil di Mamben agar generasi muda dan masyarakat umum bisa mengetahui peninggalan sejarah dan perjuangan para leluhur,” ujarnya.

Haul bukan sekadar doa. Ia adalah upaya merawat ingatan. Setiap bacaan ayat, setiap lantunan doa, dan setiap pertemuan keluarga besar merupakan cara untuk menjaga agar nama dan perjuangan TGH Najamuddin tetap hidup dalam sanubari umat.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi haul ini menjadi jangkar spiritual yang menahan masyarakat agar tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Ustaz Asdar. 

“Momentum haul ini mengingatkan kita akan jasa besar beliau yang telah berkontribusi dalam dunia dakwah dan perjuangan umat,” ungkapnya.

Keluarga besar Jero Gumirang menganggap haul ke-19 ini tak hanya mengenang almarhum, melainkan juga meneguhkan ikatan sosial dan keagamaan. Harapan agar ada museum di Mamben merupakan wujud konkret menjaga memori kolektif warga.***

Ket. Foto: 

Kegiatan Peringatan Haul ke-19 Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga di Aula Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi, Mamben, Senin (25/8/2025).

Konservasi Hiu Paus di Teluk Saleh, Lindungi Ekosistem Laut 

HarianNusa, Sumbawa  – Upaya menjaga ekosistem laut dan keberlangsungan satwa dilindungi kembali ditegaskan. Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.I.K., M.H., Rabu (27/8/2025), saat menghadiri Rapat Pembentukan Kawasan Konservasi Perlindungan Hiu Paus di Teluk Saleh. Pertemuan berlangsung di Villa Aqila, Kabupaten Sumbawa.

Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Bima-Dompu dan Sumbawa-Sumbawa Barat, DKP Kabupaten Dompu, DKP Kabupaten Sumbawa, pemerintah desa (Labuhan Jambu dan Labuhan Aji), Forum Pokmaswas Teluk Saleh, sejumlah kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas), hingga Aliansi Masyarakat Teluk Saleh dan Serikat Nelayan Pulau Sumbawa.

Menurut Direktur Polairud Polda NTB yang akrab disapa Kombes Boy Samola, keberadaan hiu paus di Teluk Saleh bukan hanya aset ekologi, tetapi juga bernilai tinggi bagi sektor pariwisata berkelanjutan.

“Hiu paus ini adalah sahabat laut kita. Kita perlu melindungi mereka, bukan saja untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga demi masa depan masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut. Konservasi ini akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, Polairud Polda NTB siap bersinergi dengan pemerintah daerah, nelayan, hingga masyarakat pesisir untuk memperkuat pengawasan kawasan laut, agar praktik ilegal seperti penangkapan satwa dilindungi dapat dicegah.

“Polairud hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk edukasi dan mendukung masyarakat menjaga lautnya sendiri. Jika laut sehat, masyarakat pun sejahtera,” tegas Kombes Boy Samola.

Rapat tersebut menjadi langkah awal menuju penetapan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi hiu paus. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan perlindungan biota laut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata. (F2)

Ket. Foto:

Foto bersama dalam kegiatan Rapat Pembentukan Kawasan Konservasi Perlindungan Hiu Paus di Teluk Saleh. (Ist)

Motif Pembunuhan Nurminah yang Mayatnya Dicor Terungkap, Pelaku Cemburu 

HarianNusa, Lombok Barat –  Kasus pembunuhan seorang perempuan bernama Nurminah yang terjadi di salah satu perumahan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat yang terungkap pada Sabtu 23 Agustus 2025 kini semakin terang. 

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Reskrim, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa motif di balik pembunuhan keji ini adalah kecemburuan dan amarah pelaku.

“Motif pembunuhan ini bermula dari rasa cemburu yang dirasakan pelaku terhadap korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, Rabu, (27/8).

Kejadian tragis ini bermula pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA. Korban, inisial NU, datang ke rumah tersangka yang tak lain adalah kekasih korban. Dua jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WITA, tersangka yang berinisial INB alias IH memeriksa ponsel korban dan menemukan percakapan WhatsApp serta Facebook dengan mantan pacar korban. Penemuan ini langsung memicu pertengkaran hebat di antara keduanya.

Meski sempat mereda, cekcok kembali pecah sekitar pukul 12.00 WITA. Pelaku yang sudah dikuasai emosi tidak dapat menahan diri. 

Ia memukul kepala korban berkali-kali menggunakan kepalan tangannya, baik di sisi kiri maupun kanan. 

Setelah itu, pelaku mengambil senapan gas, mengokangnya kemudian menembakkan ke kepala sebelah kiri korban. Tembakan itu membuat NU langsung tergeletak dan tidak sadarkan diri. 

Dalam kepanikan, tersangka memutuskan untuk menghabisi nyawa korban dan berusaha menghilangkan jejak. Jasad korban dimasukkan ke dalam sumur yang berada di dapur rumah pelaku, kemudian ditimbun dengan campuran pasir dan semen hingga tertutup rapat.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senapan gas, celana pendek jeans, celana panjang legging, celana dalam, kain sarung, dan selimut tidur milik korban. Sebuah proyektil atau peluru senapan gas juga turut diamankan sebagai barang bukti kunci.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, INB alias IH telah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan tiga pasal sekaligus, yaitu Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Pembunuhan berencana dapat diancam hukuman berat, mulai dari pidana penjara paling lama 20 tahun, seumur hidup, bahkan hukuman mati.

“Saat ini, kami telah menetapkan INB alias IH sebagai tersangka, dan telah melakukan penahanan. Proses penyidikan akan terus dilanjutkan hingga tahap pelimpahan berkas dan tersangka ke Kejaksaan,” tegas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

Meskipun pihak kepolisian belum menjadwalkan gelar perkara dan rekonstruksi, kedua proses ini akan segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. 

Saat ini pihak Kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban dan memperkuat jeratan hukum bagi pelaku. (F2)

Ket. Foto:

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara pembunuhan dan penimbunan jasad korban di rumah pelaku. (Ist)

Penutupan MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar, Desa Bug-Bug Raih Juara Umum

HarianNusa, Lombok Barat – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kecamatan Lingsar resmi ditutup di Halaman Masjid At-Taqwa, Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/8/2025). Penutupan berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri Bupati Lombok Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesra Setda Lombok Barat, Afgan Kusumanegara, Camat Lingsar Marzuqi S.AP, Kabid IKP Diskominfotik Arief Rachman, Kepala Desa Se Lingsar, Dewan Hakam, para peserta dan masyarakat Karang Bayan.

Dalam sambutannya, Camat Lingsar Marzuqi, S.AP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ XXXI ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan MTQ bukan hanya sebagai ajang perlombaan, melainkan juga sebagai sarana pembinaan umat dalam memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“MTQ ini menjadi wadah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, bermental juara, serta siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Saya berharap para qori dan qoriah terus meningkatkan kemampuan serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini yang diwakili oleh Kabag Kesra Afgan Kusumanegara dalam sambutannya menekankan pentingnya MTQ dalam membangun karakter masyarakat.

“MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus mendukung kegiatan keagamaan, termasuk MTQ, agar semakin memperkokoh keimanan dan ketaqwaan masyarakat,” kata Afgan.

Pada penutupan ini diumumkan para pemenang lomba. Desa Bug-Bug berhasil meraih predikat Juara Umum MTQ XXXI Kecamatan Lingsar. Posisi peringkat kedua diraih oleh Desa Gontoran, disusul peringkat ketiga Desa Karang Bayan selaku tuan rumah. Sementara itu, peringkat keempat ditempati Desa Sigerongan, dan peringkat kelima diraih oleh Desa Lingsar. Acara diakhiri dengan penyerahan piala kepada para juara. (F2)

Ket. Foto:

Penyerahan Piala kepada para juara pada Penutupan MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar. ( Ist)

Warga Nyiur  Lembang Digegerkan Penemuan Mayat Seorang Pria,  Penyebab Kematian Masih Didalami

HarianNusa, Lombok Barat  – Warga Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat seorang pria, pada Minggu siang (24/8/2025). 

Korban diduga berinisial EFR, Polri, Anggota Polres Lombok Barat,  berusia 29 tahun yang beralamat di dusun yang sama. Pihak kepolisian dari Polres Lombok Barat langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan personel Polsek Lembar telah diturunkan untuk melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi kejadian.

“Penyidik Unit Pidana Umum (Pidum), Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat, dan personel Polsek Lembar telah melaksanakan pengecekan dan olah TKP terkait meninggalnya korban,” ujar AKBP Yasmara Harahap, Minggu (24/8/2025).

Menurut keterangan yang dihimpun, penemuan jenazah berawal dari seorang warga, 50 tahun, yang sedang mencari ayam peliharaannya di bukit belakang rumahnya sekitar pukul 11.30 WITA. Saat menyisir area tersebut, ia menemukan sosok pria tersebut.

“Saksi mendekati mayat tersebut untuk memastikan dan benar bahwa laki-laki tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., menceritakan kronologi penemuan.

Saksi kemudian segera memberitahu warga sekitar yang selanjutnya menghubungi kepala dusun. Laporan ini dengan cepat sampai ke pihak kepolisian. 

Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan area untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jenazah. Barang bukti tersebut antara lain satu buah kunci sepeda motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit berwarna putih, dan satu unit telepon genggam.

AKP Lalu Eka Arya mengungkapkan, hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa dengan leher terikat tali pada batang pohon. Ia menambahkan, posisi tubuh korban berada di sekitar pohon di area dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam.

“Kami telah melakukan pengamatan TKP secara umum dan khusus, pemotretan, serta pemeriksaan luar pada tubuh korban. Barang bukti juga sudah diamankan dari TKP,” jelas AKP Lalu Eka Arya.

Penyidik telah berkoordinasi dengan dokter pemeriksa untuk melakukan visum luar. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara mendalam. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwajib.

“Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis terkait penyebab kematian korban. Kami akan terus menginformasikan perkembangan kasus ini,” tutup AKP Lalu Eka Arya. (F2)

Ket. Foto:

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H. (Ist)

Bank NTB Syariah Raih Gelar Juara Bola Volly Bupati Lobar Cup 2025

HarianNusa, Lombok Barat – Final Bola Volly Bupati Lombok Barat Cup 2025 berlangsung meriah di Lapangan Voly Taman Kota Gerung, Sabtu malam (23/8/2025). Pertandingan puncak yang mempertemukan tim Bank NTB Syariah melawan Tim Puncang sari berhasil menyedot perhatian penonton yang memenuhi arena. 

Dengan permainan penuh semangat dan strategi yang matang, tim Bank NTB Syariah berhasil tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan gemilang. Hasil ini mengantarkan mereka sebagai Juara Bupati Lobar Cup 2025. 

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang didampingi Wakil Bupati Lobar Umi Nurul Adha (UNA), hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta turnamen. Menurutnya, ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat. 

“Selamat kepada Bank NTB Syariah yang telah menjadi juara. Namun yang lebih penting, semua tim sudah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan sportivitas yang luar biasa. Inilah semangat yang harus terus kita kembangkan di Lombok Barat,” ujar Bupati.

Perhelatan Bupati Lobar Cup 2025 ini diikuti tim terbaik dari berbagai daerah se Pulau Lombok. Rangkaian pertandingan yang digelar sejak 19 Juli hingga 23 Agustus 2025 ini berjalan sukses dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. 

Dengan berakhirnya turnamen ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap olahraga bola volly semakin berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dispora Lombok Barat didukung oleh berbagai pihak. (F2)

Ket. Foto:

Foto bersama Tim Volly Bank NTB Syariah. (Ist)

Tragis! Perempuan Asal Lombok Barat Meregang Nyawa, Mayatnya Disemen dalam Sumur oleh Kekasih

“Kasus hilangnya NU (27) bikin geger warga Lombok Barat. Setelah dua pekan dicari, jasadnya ternyata terkubur dalam sumur dengan pasir dan semen. Lebih mengejutkan, pelakunya diduga kekasih sendiri!”

HarianNusa, Lombok Barat – Misteri hilangnya NU (27), seorang perempuan asal Dusun Beleke, Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya terkuak. 

Setelah hampir dua minggu dinyatakan hilang, NU ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku yang diduga merupakan kekasih korban.

Terduga pelaku, IMB alias Imam IH (31), ditangkap di rumah orang tuanya di Gebang Baru pada Sabtu (23/8/2025), sekitar pukul 00.30 WITA. 

Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan orang hilang yang dibuat oleh kakak korban, di Polsek Gerung pada (12/8/2025).

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Reskrim, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., mengatakan bahwa penyelidikan dimulai setelah laporan diterima. 

Berdasarkan keterangan kakak korban, bahwa NU meninggalkan rumah pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA, menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam tanpa izin keluarga dan tidak kunjung kembali.

Tim gabungan dari Jatanras Satreskrim Polres Lombok Barat kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman kasus. Dari hasil penelusuran, tim menemukan petunjuk bahwa NU memiliki hubungan asmara dengan terduga pelaku, IMB alias IH.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami menemukan petunjuk bahwa korban sempat janjian bertemu dengan terduga pelaku di sebuah perumahan, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi,” ujar AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

Saat mendatangi lokasi tersebut, tim menemukan kejanggalan berupa tumpukan pasir di depan sebuah rumah di BTN tersebut. Kejanggalan ini menjadi petunjuk kuat bagi pihak kepolisian. 

Tim segera bergerak cepat mencari keberadaan IMB alias IH, yang akhirnya berhasil diamankan di rumah orang tuanya.

Setelah dibawa ke Mako Polres Lombok Barat, terduga pelaku diinterogasi. Dihadapan penyidik, IMB alias IH akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian NU.

“Berdasarkan keterangan terduga pelaku, bahwa telah memukul korban hingga tidak sadarkan diri, kemudian menyeretnya ke dalam sumur yang ada di dalam rumah di BTN tersebut,” jelas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

Lebih lanjut, pelaku menimbun korban yang sudah berada di dalam sumur dengan pasir dan semen beton. Penemuan ini segera ditindaklanjuti dengan  pembongkaran lokasi penimbunan mayat korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik perbuatan keji yang dilakukan oleh terduga pelaku. 

Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 340,JO 338,JO 351 ayat 3 KUHP, terkait Tindak Pidana Penganiayaan/Pembunuhan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait kasus ini. Proses penyelidikan akan terus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (F2)

Ket. Foto:

Sumur lokasi tempat mayat NU dikuburkan di dalam sebuah rumah BTN di Perampuan, Lombok Barat. (Ist)