Beranda blog Halaman 31

Pembukaan MTQ ke-XXXI Kecamatan Lingsar, Bupati LAZ: MTQ Sarana Pembinaan Generasi Qur’ani Bermental Juara

HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar di Halaman Masjid At-Taqwa, Desa Karang Bayan, Jumat (22/8/2025). MTQ ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai cabang lomba, diikuti oleh kafilah dari seluruh desa se-Kecamatan Lingsar.

Hadir dalam pembukaan, Anggota DPRD Dapil Lingsar–Narmada, Kepala Dinas PMD Lobar Mahnan, Kepala Dinas Kominfotik Lobar Maad Adnan, Camat Lingsar Marzuki, Camat Narmada Sumasno, jajaran Forkopimcam Lingsar, TP PKK Kecamatan Lingsar, Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar, tokoh agama, serta masyarakat Karang Bayan.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan apresiasi kepada Camat Lingsar beserta seluruh jajarannya, para Kepala Desa, serta masyarakat Karang Bayan atas inisiatif dan semangat kebersamaan dalam menyelenggarakan MTQ ini.

“Peran aktif lembaga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang ikut serta dalam mendukung MTQ sangat luar biasa. Ke depan saya berharap dukungan dari semua pihak, termasuk wakil rakyat di DPRD, dapat lebih nyata. MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga bagian dari aspirasi publik yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an adalah melalui penyelenggaraan MTQ.

“MTQ ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi sarana pembinaan untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan bermental juara. Saya berharap dari ajang ini lahir qari’ dan qari’ah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Lingsar di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, MTQ menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter generasi muda. “Dengan semangat kebersamaan, dukungan masyarakat, dan motivasi para kafilah, saya yakin Kecamatan Lingsar mampu meraih juara umum dan mengembalikan kejayaan Lombok Barat di tingkat Provinsi,” pungkasnya.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan seni Islami, pawai taaruf, pelepasan ribuan merpati oleh Camat Lingsar, serta penyerahan pelakat kepada Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar. (F2)

Ket. Foto:

Foto bersama Bupati Lombok Barat pada acara Pembukaan MTQ ke-XXXI Kecamatan Lingsar. (Ist) 

Kado HUT RI, PLN Salurkan Bantuan Pasang Listrik Gratis 2.821 Keluarga Prasejahtera di Seluruh Indonesia

HarianNusa, Jakarta – PT PLN (Persero) memberikan kado spesial bagi masyarakat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan menyalurkan bantuan sambungan listrik gratis kepada 2.821 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia. Bantuan ini disalurkan secara serentak di 38 provinsi melalui program Light Up The Dream (LUTD) pada Rabu (20/8).

LUTD merupakan program bantuan pemasangan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera yang tinggal di wilayah berlistrik, namun belum mampu menyambung listrik ke rumah mereka. Kegiatan yang berasal dari inisiasi dan donasi sukarela pegawai PLN ini telah dilaksanakan sejak tahun 2020 dan berhasil memberikan sambungan gratis kepada 37.088 pelanggan di seluruh Indonesia.

Romi Wahyudi, warga Ulak Karang Utara, Padang, Sumatera Barat yang merupakan salah satu penerima manfaat program LUTD, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan penyambungan listrik yang diberikan. Dirinya menyampaikan, setiap harinya Ia sekeluarga harus hidup dengan penuh keterbatasan tanpa listrik, bahkan untuk penerangan sekalipun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai PLN dari pusat sampai daerah. Alhamdulilah, saya menikmati sambung listrik gratis yang diberikan sama PLN. Semoga berkat ini keluarga saya bisa memanfaatkannya menjadi lebih baik,” ujar Romi.

Bukan hanya penerima manfaat, program ini juga mendapatkan respons positif dari Pemerintah Daerah. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengapresiasi program inisiasi dari pegawai PLN ini, yang secara konsisten memberikan akses listrik untuk masyarakat kurang mampu.

“Apresiasi yang luar biasa untuk PLN dengan Light Up The Dream atau penyalaan listrik di Papua Barat Daya. Di kesempatan ini kita sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan dukungan penuh untuk program ini dan diharapkan berlanjut di waktu mendatang. Mari kita berjuang bersama-sama untuk masyarakat kita bisa menikmati listrik,” kata Elisa.

Dukungan juga hadir dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Menurutnya, Light Up The Dream merupakan program yang sangat positif dari seluruh pegawai PLN untuk masyarakat Indonesia.

“Kita bersama-sama memastikan bahwa di Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Maluku Utara bisa benar-benar merdeka dari rasa gelap dan merdeka untuk menikmati fasilitas listrik, sehingga mereka bisa mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan. Kami doakan yang terbaik kepada PLN untuk terus memastikan Indonesia menyala,” ujar Sherly.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat dan PLN sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Kegiatan ini merupakan cerminan kepedulian dan solidaritas insan PLN. Melalui LUTD, PLN ingin semua keluarga di Indonesia dapat memanfaatkan listrik untuk kehidupan lebih baik,” ucap Darmawan.

Pada tahun ini, sampai dengan Agustus 2025 tercatat sebanyak 7.978 keluarga prasejahtera di 38 provinsi telah mendapat sambungan listrik gratis lewat program tersebut. Ke depan, PLN memastikan program LUTD akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari misi besar PLN mewujudkan keadilan energi untuk semua.

“Kami percaya bahwa akses terhadap listrik adalah pintu pembuka menuju kemajuan. Dengan hadirnya listrik, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa lebih produktif, dan perekonomian serta kualitas hidup masyarakat juga meningkat,” pungkas Darmawan. (F3)

KET. FOTO: Penyerahan bantuan listrik gratis oleh PLN kepada masyarakat kurang mampu. (Ist)

Rebo Bontong Masuk Kharisma Event Nusantara, Bhayangkari  Ajak Rawat Tradisi Lokal

HarianNusa, Lombok Utara – Pentingnya menjaga kelestarian tradisi Rebo Bontong atau ritual Mandi Safar sebagai identitas budaya Gili sekaligus modal sosial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Utara.

Hal itu ia sampaikan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, saat menghadirGili Festival 2025 di Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Rabu (20/8). Festival yang menampilkan ritual adat Rebo Bontong ini masuk dalam jajaran 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Rebo Bontong adalah cara kita sebagai penghuni memaknai alam sebagai bagian dari pensucian diri. Kita mandi di laut untuk kembali suci, maka laut harus dijaga kesuciannya, tidak boleh rusak. Mensucikan diri berarti menggunakan air yang suci,” ujar Ny. Heny.

Ia menekankan, rangkaian tradisi mulai dari doa bersama, begibung (makan bersama), melarung miniatur kapal, hingga mandi laut bukan sekadar seremonial, melainkan simbol solidaritas, empati, dan kebersamaan. Menurutnya, gotong royong warga dalam menyiapkan hidangan, interaksi hangat dengan wisatawan, hingga kebersamaan di laut mencerminkan kekuatan budaya yang bernilai tinggi.

Lebih jauh, Ny. Heny menegaskan Bhayangkari tidak hanya berperan mendampingi Polri, tetapi juga menjadi jalur komunikasi sosial yang mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bhayangkari dan seluruh organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga budaya dan keseimbangan sosial. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyapa masyarakat sekaligus ikut menjaga warisan budaya,” tegasnya.

Ia menilai, penetapan Rebo Bontong sebagai KEN merupakan kebanggaan sekaligus peluang besar yang harus dirawat dengan inovasi berkelanjutan. “Meski festival ini mampu mendongkrak occupancy hotel hingga 100 persen, transformasi dan keberlanjutan tetap menjadi kunci. Generasi muda harus hadir dengan ide segar,” ujarnya.

Kepala Biro SDM dan Organisasi Kementerian Pariwisata RI, Antonio Wasono Imam Prakoso, menyebut KEN bukan sekadar kalender acara tahunan, melainkan sarana memperluas pasar wisata dan memperkuat ekonomi masyarakat.

“Gili Festival 2025 memadukan tradisi, seni, dan konservasi dengan latar keindahan tiga Gili. Dengan tema Feel the Sensation, Feel the Excitement, kami ingin wisatawan merasakan kegembiraan yang sama dengan masyarakat lokal. Event ini menonjolkan kesetaraan, kebersamaan, dan kearifan lokal,” katanya.

Ia menekankan, pengembangan event pariwisata harus berangkat dari unique selling point serta inovasi kreatif agar menjadi daya tarik yang kuat. “Kementerian mendukung penuh penyelenggaraan Gili Festival demi pencapaian target 16 juta wisatawan mancanegara, 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara, dan 25,8 juta tenaga kerja sektor pariwisata pada 2025,” jelasnya.

Dukungan itu dituangkan melalui lima program unggulan: transformasi digital pariwisata (tourism 5.0), gerakan wisata bersih, penguatan gastronomi, pengembangan merry and wellness tourism, serta event global berbasis budaya lokal dan desa wisata.

Di akhir pernyataannya, Ny. Heny menekankan pentingnya menyeimbangkan modernisasi dengan kearifan lokal dalam mengemas tradisi. “Pelestarian budaya adalah citra masyarakat lokal yang arif sekaligus modal sosial pariwisata. Modernisasi hanyalah alat. Jika dikelola tepat, hasilnya bisa maksimal,” katanya.

Ia menutup dengan komitmen Bhayangkari untuk terus terlibat dalam kegiatan budaya dan pariwisata, termasuk bermitra dengan manajer pariwisata dalam event mendatang. baik skala nasional maupun kegiatan pengembangan SDM pariwisata.

“Bahagia itu ketika kita bisa membuat banyak orang ikut berbahagia. Melalui pelestarian budaya seperti Rebo Bontong, kita mewujudkan kebahagiaan bersama yang berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (F2)

Ket. Foto:

 Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, saat menghadiri festival Rebo Bontong. (Ist)

Handi Risza: Pemda Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

HarianNusa, Jakarta – Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menyoroti gelombang kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) di sejumlah daerah yang mencapai 250% hingga 1.200%. Ia mengungkapkan, “Sejumlah daerah menaikkan PBB-P2 secara fantastis mulai dari 250% hingga 1.200%. Beberapa daerah berdalih bahwa kenaikan PBB-P2 di daerahnya merupakan bagian dari penyesuaian peraturan daerah berdasarkan UU No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).”

Menurutnya, PBB-P2 merupakan pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh orang pribadi maupun badan, dengan pengecualian kawasan yang digunakan untuk usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. “Bumi diartikan sebagai permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman. Sedangkan bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi,” jelasnya (15/8/2025).

Handi menekankan bahwa Pasal 40 ayat (1) UU HKPD menetapkan NJOP sebagai dasar pengenaan PBB-P2, yang ditentukan setiap tiga tahun sekali. Namun, untuk objek tertentu, NJOP dapat ditetapkan setiap tahun oleh kepala daerah. “Celah regulasi ini dimanfaatkan oleh kepala daerah untuk menentukan NJOPnya sendiri tanpa berkonsultasi dengan Kepala Daerah di atasnya atau Kementerian terkait dan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sedang menghimpit masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan PBB-P2 ini kerap menjadi jalan pintas bagi pemerintah daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tuntutan kemandirian fiskal. PBB-P2 dinilai sebagai instrumen yang cepat dioptimalkan karena kewenangan penyesuaian NJOP berada di tangan pemerintah daerah sendiri. Kondisi ini semakin diperparah oleh perlambatan transfer pusat, berkurangnya dana bagi hasil sumber daya alam, dan stagnasi retribusi.

Menurut Handi, pemerintah daerah sebenarnya memiliki opsi lain yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan. “Langkah awalnya adalah memperluas basis pajak dengan memperbarui pendataan objek pajak secara digital, menutup kebocoran, dan memastikan semua wajib pajak teridentifikasi,” paparnya. Ia menambahkan bahwa potensi BUMD di sektor air bersih, energi, dan pariwisata lokal juga bisa dioptimalkan, termasuk pengelolaan aset daerah yang menganggur melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.

Handi mengingatkan bahwa kenaikan PBB-P2 secara drastis berpotensi menimbulkan efek kejut (tax shock). “Memaksakan kenaikan PBB-P2 secara drastis, berpotensi menciptakan efek kejut (tax shock) yang bisa memukul daya beli dan konsumsi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan kelas menengah bawah yang memang sudah mengalami penurunan secara signifikan,” tegasnya.

Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah resistensi publik dalam bentuk protes, tunggakan pembayaran, gejolak sosial, hingga gugatan hukum terhadap NJOP yang dinilai memberatkan. Dalam jangka menengah, kebijakan ini juga berpotensi melemahkan iklim investasi properti dan sektor konstruksi, terlebih jika tidak dibarengi perbaikan layanan publik.

“Risiko yang lebih serius adalah turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah ketika pajak naik tanpa transparansi penggunaan, yang pada akhirnya menurunkan kepatuhan pajak secara sistemik dan mempersulit target pendapatan di masa depan,” kata Handi.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi terbaik. “Kami mengajak semua pihak menahan diri dan membicarakan persoalan ini dengan bijak dan solutif, DPRD, Pemda dan Pemerintah Pusat harus mencari solusi dan jalan keluar yang terbaik. Menjaga dan melindungi kepentingan masyarakat luas harus menjadi fokus utama dalam pengambilan kebijakan,” pungkasnya.

WNA Spanyol 73 Tahun Hilang di Lombok, Polres Lombok Barat Intensifkan Pencarian

0

HarianNusa, Lombok Barat –  Seorang warga negara asing (WNA) asal Spanyol, Maria Matilde Muñoz Cazorla, dilaporkan hilang sejak awal Juli 2025. Perempuan berusia 73 tahun itu terakhir kali terlihat di sebuah hotel di kawasan Senggigi. 

Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan pencarian intensif. Upaya ini dilakukan setelah adanya permintaan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol yang diteruskan melalui Kementerian Luar Negeri RI.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Reskrim, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Pencarian terhadap Maria Matilde dimulai setelah pihak kepolisian menerima laporan mengenai hilangnya perempuan kelahiran 11 September 1952 tersebut. 

“Kami telah menerima surat permintaan bantuan pencarian dari Kedutaan Besar Spanyol. Sebagai tindak lanjut, Polres Lombok Barat langsung melakukan upaya pencarian dan menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang Hilang (DPOH),” ujar Kasat Reskrim, Selasa (19/8/2025).

Berdasarkan investigasi, Maria Matilde Muñoz Cazorla diketahui menginap di Kamar 107 Hotel Bumi Aditya, Desa Senggigi, Batu layar sejak (13/6/2025). Ia terakhir terlihat pada (1/7/2025) sekitar pukul 10.00 WITA. 

Saat itu, ia baru saja kembali ke kamarnya setelah pamit hendak pergi ke pantai. Sejak saat itu, keberadaannya tidak diketahui.

“Korban sudah check-in sejak (13/6/2025) dan terakhir melakukan perpanjangan kamar hingga 20 Juli 2025. Namun, sejak tanggal (1/7/2025), ia tidak terlihat lagi,” kata AKP Lalu Eka.

Untuk menemukan Maria, pihak kepolisian telah memperluas area pencarian. Tim investigasi memeriksa sejumlah lokasi vital, pintu keluar masuk wilayah lombok termasuk bandara dan pelabuhan. Koordinasi dilakukan dengan pihak Bandara Internasional BIZAM, dan hasilnya menunjukkan bahwa Maria terakhir kali terbang ke Jakarta pada 5 Maret 2025. 

“Tidak ada catatan penerbangan atas nama Maria Matilde Muñoz Cazorla untuk periode Juli-Agustus 2025,” jelas AKP Lalu Eka.

Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan di Pelabuhan ASDP Lembar, Pelabuhan Senggigi, dan Pelabuhan Bangsal. Pihak kepolisian telah menempelkan poster DPOH di lokasi beberapa lokasi tersebut termasuk area publikdan hotel-hotel dan melakukan pengecekan manifest penumpang. 

Namun, hingga saat ini belum ditemukan catatan nama Maria Matilde sebagai penumpang yang menyeberang ke Bali maupun daerah lain.

Maria Matilde Muñoz Cazorla memiliki ciri-ciri fisik yang cukup spesifik: rambut pendek bergelombang warna putih, tubuh kurus, kulit putih berkerut, dan tinggi sekitar 150 cm. Saat ini, keberadaannya masih misterius.

“Hingga saat ini, keberadaan Maria Matilde Muñoz Cazorla masih belum ditemukan. Pencarian terus kami lakukan dan informasi terkait keberadaannya masih kami himpun,” tutup AKP Lalu Eka.

Polres Lombok Barat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Maria Matilde untuk segera menghubungi pihak berwenang. 

Informasi bisa disampaikan kepada Hotline Layanan Pengaduan Masyarakat Sat Reskrim Polres Lombok Barat  (+62 81230154600), atau kantor kepolisian terdekat (Hotline Layanan 110). (F2)

Ket. Foto: Maria Matilde Muñoz Cazorla WNA asal Spanyol yang dilaporkan hilang. (Ist)

HUT RI ke-80, LSM Garuda Indonesia Tegaskan Identitas Baru Hadapi Oknum Nakal

0

HarianNusa, Mataram – Momen HUT ke-80 Republik Indonesia dimaknai berbeda oleh LSM Garuda Indonesia. M. Zaini selaku direktur, mengumumkan pergantian logo dan stempel resmi sebagai penanda era baru sekaligus tameng melawan pencatutan nama.

Pergantian itu, menurutnya, adalah jawaban atas laporan adanya oknum yang menggunakan nama Garuda Indonesia untuk menekan dan menipu pihak lain.

“Bertepatan dengan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kami sudah mengganti logo dan stempel lembaga Garuda Indonesia yang baru,” kata Zaini kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Menurut Zaini, keputusan ini dilatarbelakangi temuan adanya oknum yang menggunakan nama dan identitas lembaga Garuda Indonesia untuk kepentingan pribadi. Oknum tersebut, kata dia, bahkan menyalahgunakan nama lembaga untuk menekan pihak lain.

“Kami mendapat laporan bahwa ada oknum-oknum yang mencatut atau menggunakan logo LSM Garuda untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Itu sangat merugikan kami karena berdampak pada nama baik lembaga,” tegas Zaini.

Praktik ini, lanjutnya, membuat citra organisasi ternodai. Bahkan, ada laporan masyarakat yang merasa resah akibat tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengaku anggota Garuda Indonesia.

Zaini menegaskan, setiap surat resmi dari LSM Garuda Indonesia selalu disertai stempel basah, bukan hasil scan atau fotokopi. Ia meminta semua pihak untuk lebih waspada jika menerima dokumen yang meragukan.

“Kami selalu mengirim surat resmi berstempel basah, bukan melalui rilisan atau scan. Kalau ada yang mencurigakan, segera klarifikasi ke kami,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terintimidasi oleh pihak yang mengaku sebagai bagian dari Garuda Indonesia tanpa bukti otentik.

“Kalau ada yang mengatasnamakan lembaga kami, tanyakan apakah mereka punya kartu anggota resmi. Kalau tidak, jelas mereka bukan bagian dari kami,” imbuhnya.

Zaini mengimbau semua pihak, baik lembaga pemerintah maupun masyarakat sipil, agar proaktif melakukan klarifikasi setiap kali ada surat atau rilis yang mencatut nama Garuda Indonesia. Ia menyebut klarifikasi adalah kunci untuk mencegah kesalahpahaman.

“Konfirmasi itu penting. Dengan begitu saya bisa memastikan kebenarannya. Kalau ternyata bukan dari kami, jangan sampai dianggap perbuatan lembaga kami,” tuturnya.

Menurut Zaini, setiap anggota resmi Garuda Indonesia memiliki kartu tanda anggota (ID Card) yang ditandatangani langsung oleh dirinya. Identitas ini menjadi pembeda utama antara anggota resmi dan oknum yang hanya mengaku-ngaku.

“Kalau tidak ada tanda tangan saya di kartu keanggotaan, maka bisa dipastikan orang itu bukan bagian dari LSM Garuda Indonesia,” katanya.

Peran Sosial LSM Garuda

Selain berfungsi sebagai pengawas kebijakan dan advokasi rakyat, Garuda Indonesia juga aktif dalam kegiatan sosial. Mereka rutin menggelar bakti sosial untuk fakir miskin, anak yatim piatu, anak terlantar, dan lansia.

“Kami hadir bukan hanya untuk mengawasi jalannya kebijakan pemerintah, tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui aksi sosial,” tambah Zaini.

Zaini menegaskan, perubahan logo bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah strategis untuk melindungi integritas lembaga. Menurutnya, menjaga kepercayaan publik adalah kunci keberlangsungan organisasi masyarakat sipil.

“Kalau nama baik kami dirusak oleh oknum, maka semua kerja keras kami akan sia-sia. Karena itu, pergantian logo ini adalah upaya kami menjaga kredibilitas,” ujarnya.

Dengan logo baru, LSM Garuda Indonesia berharap bisa menutup celah pencatutan nama sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran mereka dalam advokasi demokrasi dan kemanusiaan.

“Dengan adanya logo baru ini, maka sekali lagi kami menegaskan bahwa sejak tanggal 17 Agustus 2025, logo, stempel dan atribut lainnya yang lama-lama itu tidak berlaku lagi,” pungkas Zaini.

Pasokan Listrik PLN Andal, Rangkaian Peringatan HUT RI Berlangsung Khidmat dan Meriah

HarianNusa, Jakarta – PT PLN (Persero) berhasil menyuplai listrik andal selama rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8). Acara kenegaraan mulai dari Malam Renungan Suci, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tersebut berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna kebangsaan, dengan dukungan pengamanan listrik berlapis.

Kepala Biro Umum Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden, Brigjen TNI Mulyadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan listrik yang andal dari PLN selama rangkaian perayaan HUT ke-80 RI.

“Kami sangat terbantu dengan kesiapan dan kerja PLN yang luar biasa. Kehadiran rekan-rekan PLN memberi rasa aman dan tenang, sehingga seluruh rangkaian upacara bisa berjalan dengan khidmat dan lancar. PLN telah menjadi bagian penting dari suksesnya momen bersejarah ini,” ujar Brigjen TNI Mulyadi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI bukan hanya seremoni kenegaraan, melainkan momentum sakral untuk mengenang pengorbanan para pahlawan sekaligus merayakan kemerdekaan yang hakiki. Karena itu, PLN dengan sepenuh hati berkontribusi menjaga kelancaran acara dengan pasokan listrik yang andal 

“HUT ke-80 RI adalah momentum sakral bagi seluruh bangsa. Karena itu, PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tapi juga menyalurkan semangat kebangsaan. Kami berdiri tegak bersama rakyat, memastikan setiap detik upacara berjalan tanpa gangguan. Listrik yang terjaga ini adalah wujud dedikasi kami untuk Indonesia yang maju dan merdeka seutuhnya,” tegas Darmawan.

Darmawan menambahkan, keberhasilan pengamanan kelistrikan merupakan hasil persiapan teknis yang matang dan kerja kolaboratif seluruh tim. Sejak jauh hari, PLN melakukan asesmen dari hulu hingga hilir sistem kelistrikan serta menetapkan masa siaga kelistrikan khusus Jakarta pada 1–18 Agustus 2025.

“Kami melakukan simulasi beban dan pengujian sistem secara menyeluruh. Koordinasi lintas unit diperkuat, dan setiap perangkat cadangan dipastikan dalam kondisi prima. Ini adalah kerja teknis yang presisi, namun tetap mengedepankan kecepatan dan ketepatan,” jelas Darmawan.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menambahkan untuk memastikan kelancaran acara, PLN menerapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis yang terdiri dari suplai 2 subsistem, 4 gardu induk, 4 penyulang, _full automation_ melalui scada, 8 unit _Uninterruptible Power Supply_ (UPS) dengan total daya 3.200 kVA, serta _power generator_ dengan total daya 8.000 kVA. Seluruh sistem ini diawasi secara _real-time_ selama 24 jam melalui  _control center_ di Powerhouse PLN Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain itu sebanyak 131 personil PLN disiagakan penuh selama 24 jam di 7 titik posko siaga di sekitar Istana Merdeka. Mereka tergabung dalam petugas khusus PLN yang dibentuk untuk mendukung keandalan kelistrikan selama rangkaian kegiatan HUT ke-80 RI.

”Kami menyusun strategi pengamanan kelistrikan dengan pendekatan sistemik dan berlapis. Setiap komponen, dari gardu induk hingga UPS, kami pastikan berfungsi optimal. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung momen penting bangsa,” ujar Andy.

Andy juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan personil PLN dalam menjaga keandalan listrik selama acara berlangsung.

“Kami menempatkan personil siaga di titik-titik strategis dan melakukan pengawasan 24 jam. Semua ini demi memastikan listrik tetap andal, tanpa gangguan, dan mendukung jalannya upacara dengan sempurna,” tutup Andy. (F*)

Ket. Foto:

.Foto suasana pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Minggu (17/08). (Foto: BPMI Setpres)

Upacara Bendera HUT RI ke-80, Polsek Sandubaya Tekankan Nasionalisme dan Semangat Pengabdian

0

HarianNusa, Mataram – Polsek Sandubaya menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (17/08/2025) pukul 08.00 WITA. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mapolsek Sandubaya, dipimpin oleh Kasat Lantas Polresta Mataram, KOMPOL Yozana Fajri Sidik AF., S.I.K., MH., C.PHR.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto, S.T.K., S.I.K., perwakilan staf Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara, personel gabungan Polsek Sandubaya, Linmas, serta perwakilan Bhayangkari.

Rangkaian upacara berjalan sesuai tata urutan, mulai dari penghormatan pasukan, pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, hingga doa bersama. Seluruh prosesi berlangsung lancar hingga selesai pukul 08.30 WITA.

Kapolsek Sandubaya menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat rasa cinta tanah air, menumbuhkan kedisiplinan, serta meningkatkan semangat pengabdian anggota kepolisian kepada masyarakat.

“Upacara ini menjadi pengingat bahwa tugas kita bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjaga persatuan dan nilai luhur bangsa,” tegas Kapolsek.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta memperkokoh persaudaraan di wilayah hukum Polsek Sandubaya. (F2)

Ket. Foto:

Kegiatan Upacara HUT RI ke 80 di Polsek Sandubaya. (Ist)

Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Bupati LAZ: Mari Kita Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata dari Lobar untuk Indonesia

HarianNusa, Lombok Barat – 

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Ketua DPRD Lalu Ivan Indaryadi beserta Wakil Ketua dan Anggota DPRD, Forkopimda Lobar, mantan Bupati, Mantan Wakil Bupati, Mantan Sekda, pimpinan instansi vertikal, Sekda, Kepala OPD, BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Bupati LAZ menegaskan bahwa peringatan hari kemerdekaan merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta melanjutkan perjuangan dengan kerja nyata. Menurutnya dengan kerja nyata akan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. 

“Kemerdekaan bukan akhir perjuangan, melainkan fondasi untuk mengisi kemerdekaan dengan upaya melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan, serta menjaga perdamaian dan keadilan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata dari Lobar Untuk Indonesia,” ujarnya.

Bupati LAZ mengatakan tahun ini, tema nasional peringatan HUT ke-80 RI adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Menurut Bupati LAZ tema ini sejalan dengan visi pembangunan Lombok Barat, yaitu “Maju, Mandiri, dan Berkeadilan. “Maju” selaras dengan semangat “Indonesia Maju”. Sementara “Mandiri” bermakna sama dengan “Bersatu dan Berdaulat”, serta “Berkeadilan” mencerminkan cita-cita “Rakyat Sejahtera.”

Lebih lanjut, Bupati LAZ memaparkan misi pembangunan Lombok Barat, di antaranya peningkatan SDM unggul dan berdaya saing global, transformasi ekonomi berkelanjutan, ketahanan sosial-budaya berbasis kearifan lokal, pemerataan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang transparan. Untuk mendukung misi tersebut, Pemkab Lobar menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain: Sejahtera dari Desa, SDM Unggul, Pengentasan Pengangguran, Transformasi Ekonomi Mandiri, Ketahanan Sosial, Agrominipolitan, Infrastruktur Berkelanjutan, Tata Kelola Pemerintahan, dan Harmoni Sosial. 

“Perjuangan mengisi kemerdekaan tidaklah mudah. Namun dengan persatuan, sinergi, dan kolaborasi, Lombok Barat akan mampu mewujudkan visi ‘Maju, Mandiri, dan Berkeadilan’ serta ikut mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, dan Maju,” tegasnya.

Upacara HUT RI ke-80 ini turut dimeriahkan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Lombok Barat 2025 yang sukses mengibarkan Sang Merah Putih. Adapun petugas upacara yaitu pembawa baki Riyanti Dwi Rasada Putri dan Ni Kadek Sukriyanti, penggerek bendera Lalu Aqil Alsyak, Ida Bagus Eka Krisnagana, serta Yoga Andika Saputra. Komandan Upacara Danramil Sekotong Kapten Infanteri Muhadi. (F2)

Ket. Foto:

Kegiatan Upacara Bendera HUT RI ke 80 di Pemkab Lombok Barat. (Ist)

Ruko Dua Lantai di Sweta Terbakar, Diduga Akibat Mesin Cuci Meledak

HarianNusa, Mataram – Warga Gerung Butun Timur, Sweta, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Sabtu (16/8/2025) sekitar pukul 06.20 Wita, dikejutkan dengan kepulan asap dan api dari sebuah rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan TGH. Faisal No.16.

Ruko tersebut diketahui lantai satunya difungsikan sebagai toko mebel “Sinar Aluminium”, sementara lantai dua menjadi rumah tinggal sekaligus kantor sebuah portal berita online.

Api diduga berasal dari mesin cuci yang meledak saat sedang digunakan. Yuni, saksi sekaligus orang yang sedang mencuci, menuturkan detik-detik awal munculnya api.

“Tiba-tiba mesin cuci meletus dan langsung mengeluarkan api yang membakar pakaian di dalamnya. Saya segera memanggil pemilik ruko, Anang, yang saat itu sedang beristirahat,” ungkapnya.

Mendengar teriakan Yuni, I Made Sanakumara atau akrab disapa Anang, langsung sigap menyelamatkan diri dan mengamankan tabung gas elpiji, agar tidak menimbulkan ledakan yang lebih besar.

“Saya langsung mengamankan tabung gas, kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Setelah itu saya menghubungi Kapolsek Sandubaya,” katanya.

Tak lama kemudian, tiga unit mobil water tank dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram tiba di lokasi. Dibantu aparat kepolisian dan warga sekitar, api berhasil dijinakkan sebelum sempat merembet lebih luas ke bagian bangunan lainnya.

Beruntung, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, sebagian plafon dan dinding ruko tampak hangus terbakar.

Anang menyampaikan rasa syukurnya sekaligus terima kasih, kepada semua pihak yang terlibat.

“Api bisa cepat dipadamkan berkat kesigapan warga, Kepala Lingkungan, pihak kelurahan, Kapolsek Sandubaya, serta tim Damkar Kota Mataram yang diinformasikan oleh Kapolsek Sandubaya. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan bantuannya,” ujar Anang.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti kerugian akibat kebakaran tersebut. (F3)

Ket. Foto,:

Mesin cuci yang diduga menjadi pemicu kebakaran Ruko dua lantai dan petugas damkar yang sigap mengatasi musibah tersebut. (Ist)