Beranda blog Halaman 33

Bangkitkan Potensi Lokal, KKN UNRAM Bimbing Petani Desa Salut Kelola Kakao Berkelanjutan

HarianNusa, Lombok Utara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Salut tahun 2025 menggelar penyuluhan budidaya kakao sekaligus membagikan bibit kakao kepada petani di Dusun Salut Timur, Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (5/8). Kegiatan ini mengusung tema Ekonomi Hijau dengan tajuk “Penyuluhan Kakao Berkelanjutan: Mengintegrasikan Ekonomi Hijau dan Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Masa Depan yang Lebih Baik.”

Program ini bertujuan mendorong pertanian berkelanjutan melalui edukasi dan pemberdayaan potensi lokal. Sebanyak 25 petani kakao menjadi peserta utama dalam kegiatan ini. Ketua KKN PMD Unram Desa Salut, Rizieq, berharap penyuluhan tersebut dapat meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kebun kakao secara efektif, ramah lingkungan, dan berorientasi jangka panjang.

“Kami berharap, para petani lokal memperoleh pengetahuan baru khususnya dalam budidaya kakao. Harapannya, ilmu yang didapat dapat diterapkan sehingga hasil panen kakao menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Penyuluhan menghadirkan narasumber ahli pertanian dari Fakultas Pertanian Unram, yakni Ir. I Ketut Ngawit, MP., didampingi Dr. Ni Wayan Sri Suliartini, SP., MP., dan Andi Tri Lestari, S.Hut., M.Si. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta perawatan tanaman sesuai fase pertumbuhan.

Salah satu poin penting adalah strategi pengendalian hama secara ramah lingkungan. Peserta juga diajak melihat langsung contoh tanaman kakao yang terserang hama, mempelajari ciri-ciri visualnya, serta cara perawatan agar tetap menghasilkan panen optimal. Teknik pruning atau pemangkasan rutin turut ditekankan guna memastikan tanaman mendapat cahaya cukup dan mengurangi risiko serangan hama.

Sebagai penutup, seluruh peserta menerima bibit kakao untuk ditanam di kebun masing-masing. Ketua Kelompok Tani Dusun Salut Timur menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN dan narasumber. “Terima kasih atas ilmu dan bantuan bibit yang diberikan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi petani di sini,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif. Para petani berharap penyuluhan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas panen, dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

KKN UNRAM 2025 Desa Salut Lombok Utara

Polresta Mataram Gelar Pasar Murah Beras di CFD, Jaga Stabilitas Harga Menjelang HUT RI ke-80

0

HarianNusa, Mataram – Dalam rangka menjaga stabilitas harga beras sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Polresta Mataram Polda NTB akan menggelar Operasi Pasar Murah di Teras Udayana, saat Car Free Day (CFD) pada Minggu (10/08/2025).

Kegiatan ini menawarkan beras SPHP Bulog dengan harga terjangkau. Setiap pengunjung dapat membeli maksimal dua kantong plastik, masing-masing berisi 5 kilogram beras.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko SIK., MH., menjelaskan bahwa pasar murah ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur dan semangat menyambut Hari Kemerdekaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

“Menyambut 17 Agustus, kami ingin berbagi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Ini juga bentuk dukungan kami dalam menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya, Sabtu (09/08/2025).

Pasar murah ini merupakan hasil kerja sama Polresta Mataram dengan Perum BULOG NTB, yang menargetkan masyarakat umum, khususnya mereka yang terdampak fluktuasi harga beras.

Kapolresta berharap, kegiatan ini dapat membantu mencegah praktik penjualan beras dengan harga tinggi yang melampaui batas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. 

Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat bisa tersenyum lega menjelang perayaan kemerdekaan, tanpa khawatir terbebani harga kebutuhan pokok. (F3)

Gempur Rokok Ilegal, Lombok Barat Intensifkan Operasi Pasar 

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran rokok illegal di wilayahnya, dengan mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar pemberantasan rokok tembakau ilegal, salah satunya di wilayah Kecamatan Gunungsari, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk menekan peredaran rokok tanpa cukai atau berpita cukai palsu yang merugikan negara dan membahayakan masyarakat.

Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat, Maad Adnan,  menjelaskan jika operasi ini merupakan tindak lanjut dari  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2020, yang mengatur penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Kami bersama Bea Cukai melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran rokok ilegal. Selain merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, rokok ilegal juga tidak memenuhi standar kesehatan sehingga beresiko lebih besar bagi konsumen,” ungkapnya. 

Operasi yang melibatkan enam personel dari unsur Bappeda, Dinas Kominfotik, Pol PP dan Bea Cukai ini menyisir sejumlah titik penjualan di kawasan Gunungsari. Tim menemukan beberapa produk yang diduga tidak sesuai ketentuan, dan langsung memberikan pembinaan kepada penjual agar tidak lagi memperdagangkan rokok ilegal.

Maad menegaskan, pemberantasan rokok ilegal bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga upaya edukasi. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk mengenali ciri rokok ilegal, seperti tidak adanya pita cukai, pita cukai palsu, atau pita cukai bekas.

“Kita dorong pedagang untuk menjual produk yang legal. Ini bukan hanya soal pajak tapi juga perlindungan kesehatan dan ketertiban masyarakat sesuai Perda Lombok Barat Nomor 9 Tahun 2016,” tambahnya. 

Pemkab Lombok Barat berkomitmen melaksanakan operasi serupa secara rutin di berbagai kecamatan, sebagai bagian dari program “Gempur Rokok Ilegal” yang menjadi agenda nasional. (F3)

Ket. Foto:

Kegiatan Operasi pasar  dalam upaya memberantas peredaran rokok tembakau ilegal bertempat di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. (Ist)

Lombok Barat Kembali Raih Anugerah Kabupaten Layak Anak 

HarianNusa, Jakarta – Kabupaten Lombok Barat berhasil mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Katagori Nindya pada anugrah KLA tahun 2025. Hal ini juga menjadikan Lombok Barat menjadi yang terbaik diantara Kabupaten/Kota lain di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan Anugrah KLA 2025 yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2025 ini dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Kepala DP2KBP3A Lobar Arief Suryawirawan, berserta sejumlah kepala daerah se Indonesia.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengatakan prestasi ini adalah hasil kolaborasi dan kerja keras semua jajaran pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Hal ini sebagai hasil kerja nyata semua jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat sehingga berhasil menjadi yang terbaik di NTB dalam anugrah Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan ini. 

“Ini adalah hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh jajaran Pemkab Lombok Barat sehingga berhasil menjadi yang terbaik di NTB,” ujarnya.

Lebih lanjut Wabup UNA mengatakan,  pemerintah daerah harus terus hadir di masyarakat. Hal ini sebagai wujud komitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang kolaboratif dan partisipatif serta peduli pada masyarakat. Karenanya ia bersama bupati terus memerintahkan semua jajaran untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sebagai wujud kerja nyata. Wabup juga meminta kepada jajarannya untuk memperhatikan dan mengawasi serta menyelesaikan berbagai persoalan terkait anak dan perempuan dengan cepat dan tuntas. 

“Semua jajaran harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat agar masyarakat selalu merasakan kehadiran pemerintah daerah dalam setiap situasi dan kondisi,” tegasnya 

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, dalam sambutannya mengatakan anugrah KLA 2025 ini sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam melindungi anak dan perempuan. Menurutnya, KLA ini juga sebagai komitmen daerah dalam memenuhi hak anak dan perlindungan terhadap anak dan sebagai langkah untuk mewujudkan ekosistem lingkungan yang ramah dan layak anak di semua wilayah. Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan KLA ini sebagai upaya nyata dalam mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan bertanggung jawab.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada semua tim penilai dan semua pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan KLA 2025 ini,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa digitalisasi telah membawa perubahan yang sangat mendalam pada kehidupan manusia. Menurutnya screen time anak-anak Indonesia sudah terlalu jauh. Hal ini tentu membutuhkan adanya filter atau solusi bagi anak agar tidak terjebak pada Gadget. Ia mengatakan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak tentu harus ada solusi dan jalan keluar. 

“Ketika kita minta anak anak kita mengurangi penggunaan handphone tentu harus ada solusi seperti bermain bersama di taman atau memperbanyak waktu bersepeda sebagai wujud menjaga semangat anak. Jadi bisa teralihkan pada kegiatan lain agar generasi kita bisa menjadi generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Pada KLA ini Lombok Barat bersama 67 daerah lain di Indonesia masuk dalam Kabupaten Layak Anak katagori Nindya. Dalam anugrah ini Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menerima secara langsung piagam penghargaan dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah didampingi Veronica Tan yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

Anugrah KLA Katagori Nindya ini telah diraih dua kali. Kabupaten/Kota lain di NTB berada pada katagori Madya. Hal ini menempatkan Lombok Barat menjadi Kabupaten terbaik di NTB dalam anugrah KLA 2025. (F/Kom)

Ket. Foto:

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menerima secara langsung piagam penghargaan dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah didampingi Veronica Tan yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (Ist)

Aruna Senggigi Rayakan Anniversary ke 9 dengan Semangat Bangkit dan Berbagi

HarianNusa, Lombok Barat – Menjelang perayaan hari jadinya yang ke-9, Aruna Senggigi Resort and Convention menggelar Media Gathering bertema “Bound For Greatness – Celebration to 9th Anniversary” di Seaview Aruna Senggigi, Kamis (7/8) malam. Acara ini dihadiri pimpinan dan jajaran manajemen Aruna Senggigi, serta puluhan awak media baik cetak, online, dan elektronik.

General Manager Aruna Senggigi, Yeyen Heryawan, dalam sambutannya menyebut momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemanasan menuju puncak perayaan ulang tahun Aruna Senggigi pada 18 Agustus 2025 mendatang.

“Sesuai tema Bound For Greatness, kami ingin bangkit kembali setelah menghadapi berbagai tantangan di tahun 2025, termasuk efisiensi dan isu terkait hak siar atau hak cipta musik,” ujar Yeyen.

Menjelang hari jadinya, Aruna Senggigi telah melaksanakan serangkaian kegiatan sosial, di antaranya donor darah, Good Nineteen, aksi bersih pantai di Senggigi, dan bakti sosial di Panti Jompo Mandalika.

Yeyen berharap, program tersebut tidak hanya menjadi perayaan internal, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah hadir dan selalu mendukung perjalanan Aruna Senggigi,” pungkasnya.

Acara Media Gathering ini dimeriahkan dengan berbagai  Door Prize menarik, berupa sejumlah voucher menginap di Aruna Senggigi, Rice Cooker, Blander, Mixer, kipas Angin, Mesin Cuci hingga TV 32 Inc, dan lainnya. (F3)

Ket. Foto: General Manager Aruna Senggigi Resort and Convention, Yeyen Heryawan saat memberikan sambutan pada acara Media Gathering Anniversary Aruna Senggigi ke 9. (Ist)

Rayakan HUT RI ke-80, FSKR dan SMSI NTB Gelar Lomba Mancing di Ranggagata

HarianNusa, Mataram – Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80, yang mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, warga Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, siap berkolaborasi menyelenggarakan Lomba Mancing Merdeka yang terbuka untuk umum, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Acara unik tersebut digagas Forum Silaturrahmi Keluarga Ranggagata (FSKR), bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTB, media online gatanews.id, dan Pemerintah Desa Ranggagata. Rencananya, kegiatan akan digelar mulai pukul 09.30 Wita hingga selesai, di Embung Eat (kali) Berobot, tapal batas Lombok Tengah dengan Lombok Barat.

Ketua FSKR, H. Maskur, S.Pd., mengatakan jika kegiatan itu lebih dari sekadar lomba mancing biasa.

“Ini adalah momentum untuk mempererat silaturahmi antara warga desa dan para perantau asal Ranggagata. Semangat kemerdekaan kami rayakan dengan cara yang menyenangkan, tapi juga penuh makna,” ujar Maskur dengan antusias, Kamis (7/8/2025), di Mataram.

Tema kegiatan tahun ini yakni “Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Kemerdekaan Menuju NTB Makmur Mendunia”, yang sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dan promosi potensi desa.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda tahunan desa, sekaligus sebagai model kolaborasi antara komunitas perantau, pemerintah desa, media, dan organisasi masyarakat.

“Merdeka bukan hanya soal seremonial, tapi juga bagaimana kita bisa saling rangkul, bersatu, dan maju bersama. Itulah semangat yang ingin kami tanamkan, dalam Lomba Mancing Merdeka ini,” tutur H. Maskur.

Ketua SMSI NTB, H. Abdus Syukur, S.H., yang juga wartawan senior san ahli pers menambahkan jika kegiatan tersebut bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bentuk nyata dukungan media dalam mempromosikan potensi lokal dan pariwisata desa.

“Melalui media, termasuk gatanews.id yang merupakan bagian dari SMSI, kami ingin tunjukkan bahwa desa seperti Ranggagata, memiliki kekayaan alam dan semangat warganya yang luar biasa. Ini penting untuk mengangkat nama NTB di kancah nasional bahkan internasional,” ungkap Abdus Syukur.

Untuk diketahui, panitia menargetkan kegiatan itu akan diikuti sekitar 700 peserta, baik warga lokal maupun perantau asal Ranggagata dari berbagai daerah. Yang lebih menarik, pendaftaran lomba gratis alias tanpa pungutan biaya. Peserta hanya perlu membawa alat pancing dan semangat kemerdekaan.

Lomba Mancing Merdeka ini juga akan disemarakkan dengan hadiah menarik, doorprize, dan berbagai hiburan khas desa yang bakal menambah kemeriahan suasana. (F3)

Warga Perbukitan Pantai Duduk Tuntut Penegakan Hukum atas Kebisingan Warung

HarianNusa, Lombok Barat –  Para warga perbukitan Dusun Duduk, Kecamatan Batulayar, akhirnya angkat bicara melalui kuasa hukum mereka terkait gangguan kebisingan dari warung-warung di Pantai Duduk yang telah berlangsung berbulan-bulan. Mereka menilai narasi yang beredar di media tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan mendesak penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran ketertiban umum.

Keluhan warga bukan tanpa dasar. Sejak April 2025, mereka telah menyampaikan protes melalui berbagai jalur, dimulai dari laporan lisan kepada kepala dusun, dua surat resmi kepada kepala desa, hingga dua petisi tertulis yang ditandatangani oleh puluhan warga. Namun, tidak ada solusi konkret yang diambil oleh pihak terkait.

“Ini bukan keluhan satu orang. Kami bicara sebagai satu komunitas,” tegas salah satu warga yang mengungkap kekecewaannya atas pemberitaan yang menyudutkan seolah-olah hanya segelintir pihak yang terganggu.

Musik dangdut dan karaoke keras yang diputar dari pagi hingga larut malam disebut sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga. Suara tersebut merambat hingga ke perbukitan, masuk ke rumah-rumah warga, dan mengganggu waktu istirahat mereka.

Upaya mediasi pun dinilai tidak adil. Dalam mediasi pertama, hanya satu warga yang diundang, sementara puluhan lainnya tidak dilibatkan meskipun turut menandatangani petisi. Bahkan, suasana pertemuan disebut tidak kondusif karena salah satu pemilik warung membawa belasan orang.

“Yang dipermasalahkan bukan soal izin atau keberadaan warung, tapi suara keras yang terus-menerus. Kalau tidak ada kebisingan, maka tak akan ada masalah,” kata seorang warga.

Kondisi semakin memperburuk setelah beredarnya video dari salah satu pemilik warung yang secara terang-terangan merekam dirinya bersama petugas Satpol PP, lalu memutar musik keras dengan speaker diarahkan ke rumah warga di perbukitan. Video itu diunggah ke media sosial sebagai bentuk ejekan terhadap warga yang melaporkan gangguan tersebut.

Terkait hal itu, warga telah menyerahkan video dan bukti unggahan media sosial kepada kuasa hukum mereka, Kantor Law Office Dr. I Gede Sukarmo, SH, MH; DKK, sebagai bagian dari langkah hukum yang sedang ditempuh.

Menanggapi pernyataan pemilik warung yang meragukan suara bisa terdengar dari jarak 1,5 kilometer, warga menyampaikan bahwa secara ilmiah, gelombang suara frekuensi rendah seperti bass memang mampu merambat jauh, terutama saat tidak ada penghalang dan arah angin mendukung.

“Kami bisa melihat jelas warung-warung itu dari rumah kami. Getarannya bahkan terasa. Ini bukan perasaan, ini fakta,” tegas warga lainnya.

Kuasa hukum warga mengecam lambannya penegakan hukum oleh aparat.

“Sudah ada pelanggaran nyata terhadap ketertiban umum. Pasal 503 KUHP sudah cukup jelas. Ini bukan saatnya menunggu mediasi ketiga. Yang dibutuhkan warga adalah tindakan tegas, bukan dialog tak berujung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa warga tidak menolak usaha atau pariwisata, tetapi ketenangan dan perlindungan hukum harus tetap dijunjung.

“Klien kami berhak atas kehidupan yang tenang. Tidak seharusnya korban justru diminta terus-menerus bernegosiasi dengan pelanggar ketertiban umum,” pungkasnya.  (F3)

Ket. Foto:

Ilustrasi kebisingan suara musik keras  yang diputar warung sekitar pantai duduk. (Ist)

Kapolresta Mataram Pimpin Penanaman Jagung di Ponpes Darul Hikmah, Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

HarianNusa, Lombok Barat – Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan penanaman jagung di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang diinisiasi Polri sebagai implementasi program swasembada pangan nasional.

Dalam sambutannya, Kapolresta Mataram menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pondasi utama bagi stabilitas sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, upaya menciptakan ketahanan pangan harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan secara cukup, berkualitas, dan berkelanjutan bagi setiap individu. Ini adalah pilar penting bagi negara, dan harus diwujudkan dengan langkah konkret, salah satunya memanfaatkan lahan produktif secara optimal,” tegas Kombes Pol Hendro.

Ia menambahkan, penanaman jagung di Ponpes Darul Hikmah ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang terus hidup melalui semangat gotong royong dan sinergi antara Polri, pesantren, pemerintah, serta para pemangku kepentingan di sektor pertanian.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang nyata, mampu memberikan manfaat bagi warga sekitar dan mendorong kemandirian pangan di lingkungan Ponpes,” lanjutnya.

Selain aspek ketersediaan pangan, Kapolresta juga menyoroti pentingnya pengelolaan lahan secara bijak demi menjaga kelestarian lingkungan. “Keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pangan dan pelestarian lahan adalah tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang,” ujarnya.

Kapolresta juga mengajak seluruh elemen untuk mengelola lahan secara efektif. Ia optimistis dengan modal disiplin, gotong royong, dan semangat juang yang tertanam di lingkungan pondok pesantren, program ini akan berjalan sukses.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah, TGH Kholilurrahman M.Ag., mengapresiasi inisiatif Polresta Mataram dalam mendukung program ketahanan pangan. Ia menyebut, peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan yang menanamkan semangat persatuan, cinta tanah air, dan kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan.

“Penanaman jagung ini adalah simbol menanam semangat, menanam persaudaraan, dan menanam rasa cinta kepada bangsa dan negara,” tegas TGH Kholilurrahman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, di mana Polri diberikan mandat sebagai pelaksana di lapangan, khususnya dalam upaya meningkatkan swasembada jagung. (F3)

Ket. Foto:

Kegiatan penanaman jagung yang dipimpin Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H.,  di lahan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah, Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. (HarianNusa) 

Bupati LAZ Kukuhkan Pengurus GOW:  Perempuan Memiliki Peran Strategis dalam Kerja Nyata Lombok Barat

HarianNusa, Lombok Barat – 

Pengukuhan Kepengurusan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Masa Bakti 2025–2030 dilakukan oleh Bupati Lombok Barat di Aula Kantor Bupati Lombok Barat Selasa 5 Agustus 2025, dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Membangun Kabupaten Lombok Barat yang Maju, Mandiri, Berkeadilan, dan Sejahtera dari Desa”. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Ketua TP PKK Lobar Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua DWP Lobar Hj. Erni Zuhara Ilham, para Asisten Daerah, Kepala OPD, serta seluruh anggota organisasi wanita di Lobar

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menyampaikan apresiasi terhadap peran Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Lombok Barat. Ia mengatakan bahwa organisasi wanita, khususnya yang tergabung dalam GOW, memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah.  Hal ini karena tugas utama GOW adalah mendukung dan membantu pemerintah dalam mewujudkan visi-misi daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lombok Barat. 

“Peran Perempuan sangat penting dan strategis dalam Kerja Nyata Lombok Barat. GOW tidak hanya menjadi wadah komunikasi antar organisasi wanita, tetapi juga motor penggerak dalam berbagai kegiatan sosial, hingga penguatan ekonomi perempuan, dan GOW merupakan wadah bagi perempuan untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati LAZ juga menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mengentaskan kemiskinan dan memastikan validasi data dengan berbasis data. Hal ini agar berbagai program prioritas yang diarahkan ke masyarakat tepat sasaran. Ia meyakini GOW akan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi konkret. 

“Seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan, harus mampu menerjemahkan peran nyata untuk mewujudkan masyarakat Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan. Tentu ini semua membutuhkan kerja nyata kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu ketua GOW Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA) yang juga Wakil Bupati Lombok Barat, menyampaikan bahwa Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lobar merupakan organisasi yang menaungi para wanita hebat. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Selain itu GOW juga akan mengedepankan kolaborasi dan sinergi agar bisa bekerja secara maksimal. Menurutnya GOW harus menjadi garda terdepan mendukung pemerintah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan khususnya terkait kemiskinan dan stunting. 

“Semoga amanah yang diberikan kepada kami bisa di emban dengan penuh tanggung jawab sehingga organisasi GOW bisa menjadi wadah strategi dalam menjalankan program prioritas di kabupaten Lombok Barat,” harapnya.

Dalam kegiatan ini Bupati LAZ secara langsung mengukuhkan Hj Nurul Adha sebagai ketua GOW Lombok Barat bersama seluruh jajaran pengurus GOW. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) adalah sebuah forum atau wadah yang menghimpun berbagai organisasi wanita di suatu daerah yang berfungsi menjadi tempat penyaluran aspirasi anggota dan menjembatani hubungan antara organisasi wanita dengan pemerintah. (F2)

Ket. Foto:

Acara pengukuhan Pengurus GOW Kabupaten Lombok Barat. (Ist) 

Bupati LAZ  Terima Audiensi Kepala Lapas, Perkuat Kolaborasi dan Integritas untuk Indonesia 

HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menerima audiensi dari jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat di Ruang Kerja Bupati Lombok Barat, Senin 4 Agustus 2025. Audiensi ini membahas kesiapan teknis dan administratif dalam rangka pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80. 

Hadir dalam audiensi ini Kepala Lapas M. Fadli, bersama sejumlah pejabat struktural di antaranya Kasi Kegiatan Kerja Murdahi, Kasi Keamanan dan Ketertiban M. Pauzan, Kepala Kesatuan Pengamanan Nyoman Agus, serta Kasubag Tata Usaha Novan Leksono.

Bupati LAZ dalam arahannya mengatakan, sangat gembira dan menyambut baik atas kunjungan yang telah dilakukan oleh Kalapas dan jajaran. Ia memberikan apresiasi upaya Lapas dalam melaksanakan proses pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi sosial. Tentu ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan bagaimana saling support antara satu dengan yang lain. 

“Kami siap mendukung sepenuhnya program pemberian remisi ini sebagai bagian dari sistem pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Ini bukan hanya bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku, tetapi juga bagian dari upaya membangun kembali harapan dan masa depan warga binaan,” ujarnya

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa pemberian remisi harus tetap mengedepankan asas keadilan, objektivitas, serta transparansi agar dapat dirasakan manfaatnya secara menyeluruh oleh warga binaan. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat selalu terbuka terhadap kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak.  Hal ini diperlukan untuk memperlancar proses pembangunan. 

“Pemda Lombok Barat selalu siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak. Lombok Barat adalah Kabupaten Kolaboratif dengan kerja nyata yang terus kita lakukan. Mari kita kuatkan Kolaborasi dan Integritas Untuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat,  M. Fadli, menyampaikan pentingnya Remisi kepada warga binaan dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, Remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas perilaku positif warga binaan selama menjalani masa pembinaan di lapas. 

“Momentum ini menjadi simbol harapan baru bagi para warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat nantinya,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Lobar bersama jajaran Lapas berkomitmen menjunjung tinggi prinsip pembinaan yang humanis, mendukung reintegrasi sosial, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan. (F2)

Ket. Foto:

Bupati LAZ menerima audiensi Kalapas Kelas IIA Lombok Barat beserta jajaran. (Ist)