HarianNusa.com, Mataram – Basarnas dan tim gabungan saat ini terus melakukan evakuasi terhadap wisatawan yang saat ini masih berada di tiga gili Lombok Utara (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air), Senin (06/08).
Gempa Lombok 7,0 SR: Sebanyak 124 Gempa Susulan Hingga Kini
HarianNusa.com, Mataram – Gempa berkekuatan 7,0 skala richter (SR) malam kemarin, Minggu (05/07) mengakibatkan banyak korban jiwa, korban luka dan ribuan rumah rusak. Gempa semalam terjadi pukul 19.46 Wita.
Data Sementara 91 Korban Meninggal Gempa Lombok 7,0 SR
HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi 7,0 skala richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok mengakibatkan 91 warga meninggal dunia.
Data Sementara Korban Meninggal di KLU Puluhan Orang
Gempa 7.0 yang berpusat di Lombok Utara menimbulkan korban jiwa. Berikut data sementara jumlah korban berdasarkan data yang diterima:
Wiranto Ajak Mahasiswa Melawan Ancaman Disintegrasi Bangsa
HarianNusa.com, Mataram – Universitas Mataram bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang, Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam RI) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Forum Koordinasi dan Singkronisasi Wawasan Kebangsaan di Auditorium Universitas Mataram, Sabtu, (04/08/2018).
Masuk Daerah Terpencil, Baiq Diyah Ganefi Salurkan Bantuan Gempa
HarianNusa.com, Lombok Utara – Untuk kesekian kalinya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi bersama DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB, menyasar kawasan penduduk yang terdampak gempa untuk diberikan bantuan kemanusiaan.
TGB Perpanjang Masa Tanggap Darurat Penanganan Gempa
HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB TGB KHM Zainul Majdi menerbitkan Surat Keputusan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Penanganan Gempa di Lombok, selama 7 hari ke depan mulai tanggal 5 s/d 11 Agustus 2018.
Gempa Lombok, Fahri Hamzah Kirim Bantuan Susulan Dua Truk Susu
HarianNusa.com, Mataram – Saat Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah bidang Kokesra melakukan kunjungan di lokasi gempa Obel-Obel Sembalun Lombok, ditemukan di lokasi gempa banyak bantuan berupa mie instan yang kurang baik untuk kesehatan korban gempa Lombok ( Rabu,1/8).
Hadir di Unram, Wiranto Puji Keamanan NTB
HarianNusa.com, Mataram – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI ), TNI Purn. Wiranto, S.H melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTB, Sabtu (04/08/2018).
Setibanya di NTB, Wiranto langsung disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D.
Ditemani Sekda, Wiranto kemudian menghadiri seminar pada Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Wawasan Kebangsaan yang bertema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda Guna Menghadapi Ancaman Radikalisme di Era Global” di Universitas Mataram (Unram).
Wiranto juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTB yang telah memberikan peluang untuk datang kesini. Ia memuji keamanan di NTB.
“Laporan yang saya dapatkan di NTB merupakan salah satu daerah yang cukup stabil di Indonesia. Terima kasih juga kepada Rektor Unram yang memberikan masukan/sharing untuk perjuangan kita ke depan nantinya,” kata Wiranto.
Ia berharap agar pemuda, khususnya Mahasiswa dapat menempatkan diri sebagai agen persatuan. Menurutnya, partisipasi kaum muda dan para pemuda sangat penting demi menjaga keutuhan bangsa.
“Saya berpesan agar adik-adik pahami betul sejarah kita, arti persatuan Indonesia, pahami betul jika kita terus bersatu, dan terus menjaga warisan ini untuk para pendahulu kita,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir di Auditorium Abubakar Unram tersebut.
Sebelumnya, atas nama Gubernur dan seluruh masyarakat NTB, Sekda menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih atas ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah diselenggarakannya seminar ini.
“Kegiatan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi anak-anak kami, saat ini harus kita pahami bersama banyak anak-anak terpengaruh terhadap arus global, untuk itu kegiatan seperti ini sangatlah penting,” ungkap Sekda.
Menutup sambutannya, Sekda berharap semoga dengan kehadiran Wiranto sebagai narasumber, para peserta yang hadir dapat memperoleh tambahan wawasan dan pemikiran.
Usai memberi sambutan, Menkopolhukam, ditemani Sekda, Rektor Unram melakukan pemukulan Gendang Beleq dan yel-yel tanda dibukanya kegiatan tersebut. Selanjutnya, dilakukan pembacaan ikrar setia Pancasila dan siap bela negara, oleh perwakilan mahasiswa menandatangani ikrar tersebut.
Penandatanganan ikrar diwakili oleh mahasiswa UNRAM, Universitas NW Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas NU Mataram, dan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mataram. (f3)
Bersama TNI, Ratusan Kader PKS “serbu” Rumah Warga
HarianNusa.com, Sembalun – Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya Minggu (29/7) lalu masih menyisakan trauma di sebagian warga masyarakat Sembalun, Sajang, Sambalia dan sekitarnya. Terlebih lagi masih dirasakannya gempa susulan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan terjadi ratusan kali.
Baca juga:
Ini Penjelasan Mengapa Gempa di Lombok Ratusan Kali
43 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Lombok
Selain trauma, gempa Lombok ini juga menyisakan banyak bangunan rumah warga dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat. Selain tidak layak huni lagi, bangunan rumah rusak tersebut menjadi ancaman laten bagi warga.

“Beberapa hari ini, kita membantu warga untuk membersihkan rumah mereka dari puing-puing runtuhan bangunan. Rumah yang parah atau rusak berat kita bantu robohkan dan bersihkan” ungkap Uhibbussa’adi, Sekretaris Umum PKS NTB di Sembalun Sabtu (4/8).
Pria berkacamata ini menambahkan, pihaknya mengerahkan sedikitnya 240 orang kader PKS ke lokasi pada Sabtu-Minggu ini.
“Ada sekitar 240 orang, dan kita sebar ke beberapa titik lokasi. Sebagian di Sembalun, sebagian lagi di Desa Obel-obel. Tugasnya sama membantu membersihkan rumah warga. Di beberapa lokasi kita melakukannya bersama anggota TNI juga” ungkapnya.
Warga berharap bantuan dari pemerintah segera terealisasi untuk rumah-rumah yang rusak agar bisa segera di bangun kembali. “Kita berharap lebih cepat lebih baik” ungkap Hamdan, seorang warga Sembalun.
Saat meninjau lokasi korban gempa beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo menjanjikan bantuan hingga 50 juta rupiah bagi warga yang rumahnya rusak berat.
