Beranda blog Halaman 340

DPW PKS NTB Harap Pemerintah Pusat Berikan Perhatian Khusus Pasca Gempa

HarianNusa.com, Mataram – Bencana gempa bumi yang terjadi di NTB khususnya di Lombok dimana kecamatan Bayan, Samablie dan Sembalun kondisinya cukup memprihatinkan.

Seperti diketahui gempa bumi berkekuatan 6,4 SR dengan kedalaman 10 KM (tidak berpotensi tsunami) mengguncang pulau Lombok pada Minggu (29/7) kemarin sekitar pukul 05.47 WIB dan gempa susulan terus terjadi hingga sore hari.

Ketua DPW PKS NTB, H.Abdul Hadi menyampaikan rasa bela sungkawa dan turut prihatin atas musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok dan berharap kepada semua pihak untuk memberikan perhatian kepada tiga kecamatan yang terdampak cukup parah.

“Kami berharap karna bencana gempa ini memakan korban jiwa dan materi. Kami berharap kepada semua pihak untuk memberikan perhatian kepada tiga kecamatan ini. Khusus kepada pemerintah kami berharap juga bisa memberikan langkah lebih cepat khususnya menangani pasca bencana,” harapnya.

Ia menyatakan akibat bencana gempa ini tentu sangat banyak sekali masyarakat yang hari ini kesulitan bahan makanan, minuman dan
tidak berani masuk rumah karena memang kondisi rumah mereka hancur dan sebagian rusak.Kami berharap langkah berikutnya lebih serius bersama-sama menangani pasca bencana.

Yang dibutuhkan oleh masyarakat (korban,red) saat ini adalah air bersih makanan,selimut, tenda alas tempat tidur, penerangan lampu jenset karena kesulitan listrik.

Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan lebih besar alasannya karena ini menyangkut bencana cukup meluas dan membutuhkan biaya cukup besar sehingga anggaran bencana di pasca gempa membutuhkan anggaran sangat besar dan pemerintah pusat bisa lebih banyak membantu.

Ia juga berharap dengan kejadian bencana ini, karena semua pihak turun ikut membantu,koordinasi bantuan bencana harus dilakukan apakah itu lembaga atau organisasi itu harus bisa kita tata dan kelola yang baik agar tidak daerah-daerah baik dalam pantauan atau komunikasi itu tidak ada yang tidak mendapat bantuan.

“Seperti di daerah obel2 itu komunikasi bantuan tidak bisa sampai. Selama ini bantuan banyak samapi di kecamatan Sembalun. Dan sambalia ternyata lebih parah dan lebih banyak membutuhkan bantuan dan perhatian, khususnya daerah yang tidak sampai komunikasinya,” pungkasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (29/7).(f3)

Universitas Mataram Wisudakan 1.766 Mahasiswa

HarianNusa.com, Mataram – Universitas Mataram (Unram) kembali menggelar wisuda kedua kalinya di tahun 2018. Juli ini Unram mewisudakan 1.766 mahasiswa. Wisuda dibagi tangal 28 Juli dan 30 Juli 2018.

Melalui Konser Amal BPPD NTB dan Komunitas Pariwisata Galang Dana untuk Korban Gempa

HarianNusa.com, Mataram – Badan Promosi Pariwsata Daerah (BPPD) NTB dan Komunitas Pramuwisata Sehati menggelar konser amal untuk korban gempa bumi Lombok.

GrabBike Mataram Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

HarianNusa.com, Mataram – Puluhan driver GrabBike Mataram melakukan penggalangan dana bagi korban bencana gempa bumi di Lombok, Minggu (29/07). Aksi penggalangan dana dilakukan pukul 14.00 Wita beberapa saat usai gempa melanda Lombok.

Johan Rosihan Minta Pemerintah Ambil Langkah Cepat Tangani Korban Gempa

HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang berpusat di Lombok Timur, Minggu (29/07) merenggut 15 korban tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Bahkan ratusan rumah warga mengalami rusak.

Aliansi Masyarakat NTB Deklarasi Dukung Jokowi – Moeldoko

 

HarianNusa.com, Mataram – Dukungan untuk Presiden Jokowi pada pilpres 2019 terus mengalir dari berbagai daerah.
Salah satunya adalah dukungan datang dari masyarakat Propinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat (AMAN NTB) yang menggelar deklarasi dukungan untuk Jokowi- Meoldoko (JM) pada pilpres 2019,  yang dipusatkan di Kota Mataram, Minggu (29/7).

Ribuan massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat itu mulai berdatangan sejak pukul 07.00 wita dengan munggunakan berbagai jenis kendaraan baik angkutan umum maupun pribadi.
Deklarasi dimulai pukul 10.00 wita dengan diawali testemoni dari semua perwakilan elemen yang mendukung JM.

Mulai dari  Ketua Jaringan Intelektual NTB, L Iqbal Murad, Persatuan Alim Ulama NTB, TGH Iskandar, Laskar Sasak, TGH Sunaryawan Abdullah, Jaringan Pemberdayaan Petani NTB, Syamsuriadi, Jaringan Pengusaha Muda Kreatif NTB, Salman Sopyan, Aktivis Muda NTB, Agus Safari,  Perkumpulan Desa Industri Mandiri NTB, Irwan, Aktivis Buruh NTB, Zamroni, Tokoh Masyarakat Sumbawa, Ikhwan, Aktivis Mbojo/BIMA, Sueadin, Jaringan aktivis Buruh Migran, Abdul Mukmin, Tokoh Muda Loteng/Mantan Presiden BEM IKIP Mataram, Muh. Munawir,  dan Aktivis Nasional, Moh Fihirudin.

Perwakilan Jaringan Aktivis Buruh Migran NTB, Zamroni menegaskan bahwa pada rezim Jokowi sekarang inilah para buruh migran mendapat perhatian besar dan perlindungan dari pemerintah. Banyak contoh seperti kasus TKW baik Arab Saudi, Malaysia maupun negara lainnya.

“Sehingga dasar ini yang membuat jaringan kami untuk tetap mendukung Jokowi 2 periode, dan kami siapkan menangkan pada pilpres 2019 mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Perkumpulan Desa Industri Mandiri NTB, Adi Kusmawan, mengaku sangat terkesan dengan program Jokowi pada periode ini karena  membangun dari desa, sehingga potensi desa-desa yang ada menjadi terangkat dan mampu memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa tersebut,” ungkapnya.

Jaringan Aktivis Pemuda NTB, Irwan, dengan tegas menyatakan bahwa  tidak ada alasan untuk tidak mendukung Jokowi dua periode, karena Jokowi sangat peduli petani. Ini terlihat dengan membangun banyak irigasi untuk kepentingan para petani kita.

“Baru-baru ini NTB berhasil mengexpor 300 ton jagung sesuai dengan data BPS. Ini manandakan bahwa Jokowi sangat peduli dengan kebutuhan dasar para petani,” bebernya.

Tokoh Muda Sumbawa, Ikhwan, SH dalam testimoninya  mengatakan bahwa deklarasi ini hanya pengulangan deklarasi 4 tahun lalu, sebab hasil kerja Pak Jokowi sangat terbukti berhasil, terutama perhatian pembangunan di NTB ini.

“Yang paling saya tidak bisa lupakan adalah saat presiden Jokowi mengundang Ummuna PBNW Hj St Raihanun ZAM ke istana atas nama pimpinan NW. Ini adalah pengakuan kepala negara dan pemerintah tentang keabsahan Ketua Umum PBNW yang dipimpin Ummuna Hj St Raihanun ZAM. Untuk itu, agar pembangunan terus  berkelanjutan dan maju, maka kita harus memenangkan Jokowi kembali,” ajaknya.

Aktivis Nasional,  Fihirudin, menegaskan di era Jokowi ini adalah benar-benar terjadi pemerataan pembangunan di semua sektor yang berkeadilan.
Dulu sebelum Jokowi, harga BBM di Papua menyentuh angka 60 – 100 ribu perliter, namun sekarang ini semua harga BBM sama rata di semua provinsi.

“Ini yang mejadikan keistimewaan pak Jokowi. Sehingga harus dipilih kembali 2019 nanti biar pembangunan berkeadilan terus berlanjut. Dan untuk periode ini kita inginkan pendamping Jokowi itu adalah Jendral (Pur) Moeldoko, karena beliau tidak ambisi kekuasaan,” terangnya.

Tokoh Muda Mbojo Bima, Suaedin,  dengan lantang menyatakan bahwa negara kita ini dibentuk atas dasar persatuan dan kesatuan. Atas dasar itulah Bapak Jokowi melakukan pemerataan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh Indonesia.

“Inilah yang sekarang dilakukan Pak Jokowi, maka tidak ada alasan untuk tidak dilanjutkan pemerintahan Jokowi ini,” ujarnya.

Setelah semua perwakilan elemen membacakan testemuninya, dilanjutkan dengan deklarasi dukungan untuk Jokowi-Moeldoko (JM) dipimpin, Ketua Jaringan  Pengusaha Muda dan Kreatif NTB, Syamsurriadi.
Menurut Ketua AMAN JM NTB, Lalu  Fauzi Haryadi menegaskan bahwa alasan lembaganya memberikan dukungan kepada Jokowi untuk kembali memimpin karena memperhatikan kinerja dan perhatian penuh presiden  Jokowi terhadap kemajuan NTB, rekam jejak, kondisi ekonomi, keamanan dan pembangunan di Nusa Tenggara Barat dan di Republik Indonesia cukup berhasil.

“Kenapa kita dukung Jokowi-Moeldoko, karena Indonesia masih membutuhkan sentuhan kerja dari kolaborasi antara sipil dan militer (Jokowi -Moeldoko), sehingga paket JM ini sangat menjanjikan untuk kemajuan Indonesia yang lebih maju lagi,” katanya.

Ketua Intelektual NTB Lalu Iqbal menambahkan bahwa dukungan tersebut disepakati dengan sesadar-sadarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan tendensi apapun, melainkan demi kemajuan bangsa dan pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Selanjutnya, terhadap hal-hal yang menyangkut pemerintahan Jokowi-Moeldoko nantinya, kami berkomitmen untuk secara aktif menjaga, mengawal dan mengkritik secara konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sebelum deklarasi berlangsung, acara diawali dengan pembacaan zikir dan doa yang dipimpin TGH Dr. Selamat, atas korban musibah gempa yang terjadi di NTB yang banyak menimbulkan korban. (sat)

Pemkab Lobar Kembali Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir Rob

0

HarinNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) kembali menyalurkan bantuan kepada warga pesisir pantai Endoq Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung yang dilanda bencana banjir Rob beberapa hari lalu.

Sebelumnya, Rabu (25/7) lalu gelombang pasang menerjang pemukiman warga hingga sejauh 1 kilometer dan merusak berbagai fasilitas umum dan fasilitas pribadi milik warga.

Bantuan yang diberikan pemkab Lobar berupa 700 kg beras serta telur ras diberikan kepada 115 KK yang terdampak bencana banjir rob tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lobar Abdul Manan didampingi Kepala Dinas Sosial Hj. Ambaryati, Camat Gerung H. Muyadi serta perwakilan BPBD dan Kesbangpolinmas.

Sebelumnya, Rabu (25/7) lalu gelombang pasang menerjang pemukiman warga hingga sejauh 1 kilometer dan merusak berbagai fasilitas umum dan fasilitas pribadi milik warga.

Sebelumnya Pemkab Lobar juga telah menyalurkan bantuan mie instan serta peralatan memasak.

Abdul Manan mengatakan, sesaat setelah kejadian abrasi melanda tiimnya segera melakukan pendataan terhadap korban yang terkena abrasi. Dari data yang didapat sebany 31 KK yang terkena langsung banjir rob tersebut dan terpaksa diungsikan ke SDN 4 Taman Ayu. Dari data yang ada pula terdapat 115 KK yang terganggu
mata pencahariannya akibat kejadian ini.

“Bantauan ini kita berikan untuk stok 3 hari kedepan. Seandainya setelah 3 hari kedepan masih dirasa kurang, akan kita salurkan kembali. Bantuan yang diberikan ini bersumber dari stok cadangan pangan yang ada di Lobar,” terangnya.

Kesigapan bencana juga ditunjukkan Tim Tagana Dinas Sosial Lobar dan BPBD. Hal ini ditunjukkan dengan dilakukannya patrol setiap malamnya ke wilayah kejadian bencana. Mereka juga sudah membuat posko penanggulangan bencana.

“Gelombang pasang yang melanda Kabupaten Lobar terjadi di 3 tempat yakni Pantai Kuranji, Pantai Cemare dan yang terparah melanda Pantai Enduk. Patroli dilakukan pada malam hari menginggat kejadian gelombang pasang biasanya terjadi pada tengah malam hingga pagi hari,” jelas Tohri, bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

Rasa bersyukur diungkapkan Lalu Imran selaku Kadus Taman Ayu. Diungkapkanya, Pemkab Lobar selau tanggap terhadap yang dialami masyarakatnya.

“Bantuan beras dan bantuan lainnya ini sangat membantu selama kami tidak bisa melaut,” ungkapnya. (f3)

Kemantapan Jalan di Lobar Jauh di Atas Rata-Rata Nasional

0

HarianNusa.com, Jakarta – Kondisi jalan yang mantap di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Kemantapan jalan yang telah mencapai 62,55% adalah capaian di atas rata-rata secara nasional yang di tahun 2017 lalu tercatat baru mencapai 59%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abram E. Borus, Kasubdit Manajemen dan Evaluasi Jalan Daerah pada Direktorat Jalan Bebas Hambatan Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PERA), di ruang kerjanya, Rabu (25/07).

“Kalau di NTB (Nusa Tenggara Barat, red) rata-rata sudah di atas angka tersebut. Apalagi jalan di Pulau Lombok, rata-rata sudah bagus,” ujar Abram saat menerima kunjungan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, Dr. H. Baehaqi yang didampingi Kasubag Perencanaan Program Dinas PU dan Penataan Ruang Lobar, Anwar Junaidi, ST.

Kunjungan Baehaqi bersama staff Dinas PU-PR tersebut justru ingin meminta agar Lobar bisa memperoleh anggaran lebih besar guna menuntaskan persoalan infrastruktur jalan untuk Tahun Anggaran 2019 nanti.

“Kita perlu mempercepat konektivitas jalan provinsi dengan jalan kabupaten dan jalan desa guna memberikan daya ungkit yang lebih cepat terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ujar Baehaqi mengawali penjelasannya.

Infrastruktur jalan, menurut Doktor bidang Ekonomi Pembangunan tersebut, adalah faktor utama yang mendukung percepatan pembangunan, terutama kalau dikolaborasikan dengan sektor lain.

“Sektor pariwisata, pertanian, perindustrian dan perdagangan, bahkan pendidikan dan kesehatan, sangat bergantung pada baik buruknya infrastruktur jalan,” papar Baehaqi.

Biaya produksi pada beberapa produk unggulan, tambah Baehaqi memberi contoh, dipengaruhi oleh komponen transportasi dan akses. Dengan demikian, lanjut Baehaqi, bila jalan sudah baik akan mempermudah para petani, pelaku industri, bahkan wisatawan untuk memasarkan produknya atau langsung mengakses hasil pertanian para petani. Ia yakin, konektivitas dan kolaborasi multi sektor itu akan mempercepat penurunan kemiskinan.

Abram pun memiliki keyakinan yang sama. Kasubdit itu lalu memaparkan kondisi penganggaran jalan di Indonesia tahun 2018 ini.

“Anggaran tahun ini cuma 42 Trilyun. Tapi untuk jalan hanya 18 trilyun sehingga semua daerah hanya bisa memperoleh salah satu dari dua jenis anggaran. Tidak bisa dua duanya,” ujarnya sambil menjelaskan beberapa perhelatan nasional yang membuat anggaran di kementeriannya ikut disesuaikan.

“Kalau tahun depan (2019, red) anggaran kita usulkan bisa mencapai 69 Trilyun. Tentu lebih besar, mudah-mudahan ada daerah yang bisa memperoleh keduanya, baik DAK (Dana Alokasi Khusus, red) Reguler maupun DAK Penugasan,” tambah Abram.

Anwar Junaidi pun ikut menambahkan permohonan Baehaqi tersebut. Untuk diketahui, papar Anwar, Pemkab Lobar dengan kepempimpinan Bupati Haji Fauzan Khalid telah menambah 67,01 Kilo meter panjang jalan kabupaten, dari 504,87 Kilo meter menjadi 571,68 Kilo meter.

Dari total panjang jalan itu, sepanjang 357,5 Kilo meter atau 62,55% dalam kondisi mantap. Di tahun anggaran 2018 ini, proses rekonstruksi jalan dengan standar jalan provinsi tersebut bersumber dari banyak sumber anggaran.

“Anggaran tahun ini bersumber dari 3 jenis. Ada DAK, DAU, dan PRIM dari Australia. DAK 2018 mencapai 39 milyar, PRIM 50 milyar, dan DAU mencapai 74 milyar,” terang Anwar Junaidi.

Kunjungan Baehaqi beserta Anwar Junaidi ke Kemen PU PERA setelah sehari sebelumnya (Selasa, 24/07) melakukan presentasi di hadapan anggota DPR RI dari NTB, Dr. H. Kurtubi, M.Sc.

Kunjungan mereka adalah untuk menjabarkan kondisi jalan dan RSUD Patut Patuh Patju yang masih membutuhkan dukungan anggaran pusat untuk bisa naik menjadi Tipe B.

“Kita akan bantu menyuarakan ke Kementerian terkait untuk diperhatikan dan dianggarkan,” janji Anggota Komisi VII DPR RI asal Lobar dari Partai Nasdem tersebut.(f3)

Tingkatkan Sektor Pariwisata, Dispar Lobar Berikan Bimtek

HarianNusa.com, Lombok Barat – Sebanyak 80 orang tenaga pekerja pariwisata dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengikuti uji kompetensi dan bimbingan tekhnis. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Lobar ini sebagai salah satu langkah pemda memajukan sektor pariwisata di Lobar.

“Lobar sebagai daerah kunjungan wisatawan lokal dan luar negeri memilki daya tarik potensi wisata alam yang indah serta terkenal akan keramah tamahannya. Untuk mengemas dan memolesnya menjadi paket wisata yang cantik maka diperlukan pelayanan serta servis yang terbaik kepada para tamu,” ungkap Ispan Junaidi, Kepala Dinas Pariwisata Lobar saat membuka acara di Aula Hotel Puri Saron, Senggigi (25/7/2018).

Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan hingga 3 Agustus mendatang ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepariwisataan kepada pelaku-pelaku wisata pemula serta menyeragamkan barisan tentang bagaimana standar-standar pelayanan yang mengarah pada pelayanan prima sehingga diharapakan wajah pariwisata di Lobar bisa terus meningkat.

“Pelaksanaan bimtek dan uji kompetensi dilaksanakan dengan maksud agar para pelaku pariwisata minimal memliki standar pelayanan. Industri Pariwisata adalah industri yang cepat dan tidak akan pernah berakhir. Dalam pengembangan kedepan dibutuhkan karakter kolektif dari semua unsur yang ada,” tambahnya.

Ditempat yang sama, narasumber dari senior pariwisata Ketut Putre Suarsane mengatakan, dengan dimilikinya sertifikat kompetensi oleh semua pekerja pariwisata maka otomatis standar pelayanan di dunia pariwisata sudah terlaksana.

“Dengan demikian geliat perkembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat seperti yang diharapakan pemerintah bisa terlaksana,” tambahnya.

Sementara itu, TGH. Taisir selaku tokoh agama dan pengerak Wisata Halal dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa pariwisata merupakan industry yang tidak akan berakhir hingga dunia ini berakhir.

“Tourism Halal dalam Al-Qur’an dikatakan, berjalanlah kalian ke seluruh dunia, kepelosok-pelosok negeri. Saat ini telah muncul kesadaran umat Islam di Timur Tengah untuk travelling ke negara yang masyarakatnya beragama Islam. Ini kesempatan kita untuk memperbaiki mutu pelayanan kita,” ujarnya.

Kegiatan semacam ini dirasa sangat penting oleh para peserta. Salah seorang peserta, Nia Rusdiana merasa senang dengan dilaksanakannya uji kompetensi yang dilakukan oleh Pemkab Lobar.

“Nantinya setelah uji kompetensi, sertifikat kompetensi bisa digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan di tempat saya bekerja,” akunya. (f3)

Gempa Lombok, BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada Gempa Susulan

0

HarianNusa.com, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk waspada terhadap ancaman gempa susulan meskipun dengan intensitas dan magnitude yang kecil.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7/8) dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.47 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

“Hingga saat ini (pukul 15.00 WIB) telah terjadi 133 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik,” ungkap Dwikorita, Minggu (29/7).

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pasca gempa. Hingga saat ini, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

“Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter @InfoBMKG akan terus menginformasikan perkembangan gempa,” ungkapnya melalui siaran persnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG bahwa gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat diimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama.

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” imbuh Dwikorita. (f3)