HarianNusa.com, Jakarta – Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi kembali menerima anugerahi penghargaan. Kali ini Gubernur yang sekaligus Tahfidzul Al-Qur’an itu dianugerahi penghargaan sebagai tokoh perbukuan Islam 2018.
Operasi Pekat, Polda NTB Berhasil Sita Ribuan Botol Miras dan Sabu
HarianNusa.com, Mataram – Polda NTB berhasil menggelar Operasi Pekat Gatarin 2018.
Gempa di Banjarnegara, 2 Meninggal dan Ratusan Bangunan Rusak
HarianNusa.com, Nasional – Penanganan darurat dampak gempa yang mengguncang wilayah di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan.
100 Pemuda NTB Dipersiapkan Menjadi Duta Perdamaian
HarianNusa.com, Mataram – Bertepatan dengan Hari Warisan Dunia yang jatuh pada hari ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar bimbingan teknis diplomasi budaya damai. Pembukaan acara digelar di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Rabu (18/04).
Bulog NTB Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan
Bulog NTB Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadhan
HarianNusa.com, Mataram – Tim Satgas (Satuan Tugas) Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdiri dari Bulog NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram dan Satgas Pangan Polda NTB melakukan pengecekan ketersedian beras di gudang BULOG Dasan Cermen-Mataram, Rabu (18/4/2018).
Saat itu tampak hilir mudik sejumlah truk pengangkut beras mitra yang masuk ke gudang Bulog.
Dari pengecekan yang dilakukan itu diketahui beras yang ada di Gudang Bulog tersedia dalam 2 (dua) jenis yaitu jenis premium dan medium.
Kepala Bulog Divre NTB,H.Achmad Ma’mun dalam kesempatan itu memastikan bahwa kebutuhan beras menjelang bulan Ramadhan ini aman.
“Stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog Divre NTB sejumlah 39.715 ton cukup untuk ketahanan stok sampai dengan 2018 atau aman sampai dengan 9 bulan kedepan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Achmad Ma’mun menyatakan stock beras aman hingga Januari 2019 terlebih saat ini pengadaan masih tetap berjalan.
“Artinya stok akan terus terpupuk untuk NTB,” tambahnya.
Untuk menjaga harga beras di pasaran tetap stabil Ia berjanji akan terus melakukan kegiatan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP)
“Untuk Kegiatan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) akan kita optimalkan lagi tujuannya untuk menjaga harga beras di pasaran. Kita akan melakukan intervensi kepasar baik secara grosiran atau melalui penjualan langsung melalui outlet outlet RPK Bulog yang notabene ada dipermukiman,” tandasnya.
Ia merinci dalam kegiatan GSHP ini harga jual HET (Harga Eceran Tertinggi) beras kualitas medium dipatok dengan Rp. 9.000; hingga RP.9.200; per kilogram sedangkan untuk kualitas beras premium dipatok dengan harga Rp. 10.200; sampai dengan RP. 11.500 per kilogram.
“Selain komoditi beras Bulog juga akan menyediakan gula pasir dengan metode grosiran dan eceran, minyak goreng merk “KITA” dan mulai tahun ini Bulog Divre NTB juga menyediakan tepung terigu “KITA” yang saat ini sudah datang sebanyak 17 ribu kilogram dengan harga jual Rp. 8.000 per kilogram,” pungkasnya.
Untuk itu masyarakat diminta untuk tidak kuatir dengan ketersediaan beras dan beberapa komoditas lainnya menjelang bulan Ramadhan. (f3)
Gempa 4,4 SR Guncang Banjarnegara, Ratusan Rumah Rusak
HarianNusa.com, Nasional – Sebagian wilayah Banjarnegara diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 4,4 SR dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 4 kilometer pada jarak 52 kilometer utara Kebumen pada Rabu (18/4/2018) pukul 13.28 WIB.
Gempa tidak berpotensi tsunami. BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal. Awalnya dilaporkan gempa kekuatan 4,2 SR dengan kedalaman 10 km namun direvisi 4,4 SR kedalaman 4 km.
Sebagian masyarakat di wilayah Banjarnegara merasakan guncangan sangat keras. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Berdasarkan laporan sementara dari BPBD Kabupaten Banjarnegara, kerusakan bangunan terparah di Dusun Kebakalan Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Bangunan rumah, sekolah, dan masjid di 3 RT dengan jumlah penduduk 136 KK mengalami kerusakan. Beberapa rumah roboh, Gedung SMKN 2 Kalibening banjarnegara mengalami atap genting di 3 kelas ambrol, plafon ambrol, dan genteng masjid rontok.
Beberapa warga mengalami luka-luka tertimpa reruntuhan bangunan dibawa ke puskesmas terdekat dan sebagian warga diusngsikan ke rumah warga di Dusun Gunung Tawang Kecamatan Kertosari.
“BPBD Banjarnegara sudah berada di lokasi dibantu oleh TNI, Polri, PMI, dan relawan melakukan pendataan dan penanganan darurat. Posko darurat didirikan di Kalibening. Data dampak gempa akan disampaikan berikutnya,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. BMKG melaporkan hingga saat ini belum ada gempa susulan. (sat)
IPM NTB Naik ke Peringkat 29 dari 34 Provinsi
HarianNusa.com, Mataram – Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2017 naik ke posisi 29 dari 34 Provinsi di Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM mengatakan meningkatkannya IPM Provinsi NTB dari 65,81 persen pada tahun 2016 menjadi 66,58 persen di tahun 2017 telah membawa NTB menaiki tangga peringkat ke 29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.
“Provinsi NTB berhasil melewati Provinsi Kalimantan Barat dan terpaut selisih 0,43 persen dari Provinsi Gorontalo yang berada di urutan ke 28,” ungkap Endang kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB,Selasa (17/4/2018).
Dikatakan Endang, Semua komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan di tahun 2017 yakni dari faktor Usia Harapan Hidup (UHH) saat lahir mencapai 65.55 tahun, dengan peningkatan sebanyak 0,07 tahun, faktor Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 13, 46 tahun dengan penambahan sebanyak 0,3 tahun,faktor Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yakni 6,90 tahun dengan penambahan 0,11 tahun dan faktor Pengeluaran Per Kapita Per Tahun bertambah menjadi RP. 9.877.000 dengan peningkatan sebesar RP.302.000.
“IPM NTB masih berada pada kategori IPM sedang yakni di angka 66,58.Namun di tahun 2017 laju pertumbuhan IPM NTB mencapai 1,17 persen. Pertumbuhan ini merupakan tercepat ke 3 setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Untuk mencapai posisi IPM tinggi atau di angka 70 maka NTB akan mampu mengejarnya dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun ke depan tergantung progres Pemerintah ke depannya,” ujar Endang.
Sementara, lanjut Endang, pertumbuhan IPM tertinggi di tingkat kabupate/kota se-NTB dari tahun 2016-2017 yang tertinggi adalah Kabupaten Lombok Tengah dengan angka pertumbuhan 1,80 persen, Kabupaten Sumbawa diangka 1,46 persen dan Kabupaten Bima dengan angka 1,34 persen.
“Sedangkan pertumbuhan IPM terendah tingkat Kabupaten/Kota di NTB tahun 2016-2017 yaitu Kota Mataram dengan angka 0,83 persen Kota Bima diangka 0,94 persen dan Kabupaten Lombok Timur sebesar 1,05 persen,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB,Ir.H.Ridwan Syah mengapresiasi capaian yang diraih Provinsi NTB. Ia mengatakan apa yang dicapai saat ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan.
Ia mengatakan Kedepannya akan mensinergikan program kabupaten/kota dan provinsi dengan program nasional. Dan Dalam penyusunan RPJMP lima tahun akan lebih fokus pada persoalan IPM.
“Ketika kita ingin mencapai angka 70 itu,yang harus kita dorong itu apa?, ini yang harus kita fokuskan. Kita akan membuat karakteristik pembangunan manusia per Kabupaten/kota. Itu yang kita sampaikan kepada Bupati/Walikota pada saat penyusunan RPJMD supaya kita berupaya bersama Kabupaten/kota. Apapun program itu harus disinergikan,” pungkasnya. (f3)
TGB : Majukan Daerah Melalui Kerjasama dan Buka Jaringan Seluas-luasnya
HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mendorong seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten/kota se-NTB untuk membangun kerjasama dan membuka jaringan seluas-luasnya demi memajukan daerah.
