More
    Beranda blog Halaman 388

    Mahasiswi di Lombok Timur Gantung Diri dengan Jilbabnya

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Seorang mahasiswi Stikes Hamzar Lombok Timur (Lotim) Nurhayati Muslina (22) mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Dia tewas gantung diri di rumahnya di Gubuk Pedalaman Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji Lotim. Rabu (11/04) sekitar pukul 05.00 Wita.

    Zul-Rohmi Dinilai Pemimpin dengan Segudang Pengalaman di Tingkat Nasional

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Nomor Urut 3 DR Zulkieflimasyah – DR.Siti Rohmi Djalillah dinilai pemimpin yang mempunyai segudang pengalaman.

    Pemkab Lobar Bersama Ratusan Masyarakat Gelar Zikir dan Doa

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Ratusan karyawan ASN Lombok Barat, masyarakat dan anak yatim berzikir di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (11/4/2018).

    Zul-Rohmi, Dinilai Pasangan Berpendidikan Tinggi Namun Tetap Rendah Hati

    HarianNusa.com, Mataram – Pepatah semakin padi berisi semakin merunduklah tangkainya, kiranya tepat disematkan pada sosok Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB dalam Pilgub 2018.

    Meski mengenyam dan mampu menyelesaikan jenjang pendidikan yang
    tinggi, turut berkiprah membangun pendidikan, dan menjabat di sejumlah
    posisi strategis, pasangan Zul-Rohmi tetap menunjukan sikap yang sangat rendah hati.

    Setidaknya, hal itu dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), baik di Lombok maupun di Sumbawa, yang sempat dikunjungi Zul-Rohmi
    dalam setiap kampanye blusukan keduanya di tengah masyarakat sepanjang
    masa kampanye ini.

    Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi. Bahasa yang mereka sampaikan saat memapar visi dan misi kinerja kepemimpinan pun dengan bahasa sehari-hari yang merakyat.

    “Bahasa yang disampaikan sangat sederhana, seperti masyarakat biasa
    saja, sehingga kami pun mudah memahami. Ini yang membuat kami merasa lebih dekat, merasa lebih mengenal dan juga dikenal oleh pak Zul dan bu Rohmi. Program-programnya sangat cerdas,” kata Mustaan, warga
    Bayan, Lombok Utara.

    Perpaduan Hobi Menulis dan Membaca

    Dari sisi pendidikan, pasangan Zul-Rohmi memang calon pimpinan yang sangat mumpuni. Bukan hanya berpendidikan tinggi, kepedulian keduanya untuk sektor pendidikan pun tak bisa diragukan.

    Ibarat sudah ditakdirkan, pasangan Zul-Rohmi juga memiliki hobby yang berbeda namun saling melengkapi. Dr Zul yang hobby menulis, dan Dr Sitti Rohmi sangat suka membaca.

    Dr H Zulkieflimansyah Ph.D atau akrab disapa Bang Zul, lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Pendidikan dasar hingga SMA ditempuhnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, hingga tamat SMA pada 1989.

    Selepas SMA, Zulkieflimansyah mengambil S1 ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta. Gelar Sarjana Ekonomi diperolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3.

    Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK). Pada tahun 1997 memperoleh gelar MSc in International marketing dari Department of
    Marketing. Tahun 1998 mengikuti program Master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department of Economics dan selanjutnya menyelesaikan program Doktoralnya di Departemen yang sama pada tahun 2001.

    Sederet prestasi telah diukir Dr Zul sejak kanak-kanak. Berbagai perlombaan dan prestasi di menangkannya di Sumbawa Besar, tempat di mana ia dibesarkan.  Puncaknya ia terpilih mewakili propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kompetisi pertukaran pelajar antara
    Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.

    Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis Outback Freight Business
    Service memungkinkan dirinya mengenal Australia sangat dalam sampai ke
    pedalaman dan berinteraksi dengan suku asli aborigin yang mengesankan.

    Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi Pemenang pertama lomba menulis Mahasiswa bidang ekonomi tingkat Nasional.

    Bang Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa  dalam Bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di Tingkat Nasional.

    JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo,
    Japan tentang Comparative Asian Industrial System. Bang Zul tak hanya
    bergulat dengan buku di kampus, tapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus.

    Periode 1994-1995 Bang Zul dipercaya oleh  Mahasiswa UI sebagai Ketua Senat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI).

    “Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas,” kata Bang Zul.

    Selain degree programme yang ditempuhnya di Glasgow, Bang Zul juga
    menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland). Saat ini,
    Bang Zul sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA.

    Ilmu tak dipendam sendiri. Bang Zul membagikan keilmuannya dengan
    menjadi dosen terbang di sejumlah perguruan tinggi nasional, bahkan
    beberapa diantaranya di luar negeri.

    Ia juga mendedikasikan ide, pemikiran, dan biaya serta tenaga untuk membangun UTS di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sebuah perguruan tinggi yang sejak beberapa tahun lalu mulai mencetak sumber daya manusia NTB yang andal dan berdaya saing.

    Karir bang Zul semakin moncer sejak 2004. Pria ramah dengan senyum khas ini masuk ke panggung Politik Senayan sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepercayaan publik padanya sangat kuat, ia bahkan menjadi anggota DPR RI selama tiga periode.

    Bagi bang Zul, pendidikan menjadi sektor yang penting, karena ini akan
    berkaitan dengan akselerasi pengembangan sektor lainnya. Jika sumber daya manusia suatu daerah sudah maju dan mampu bersaing di tingkat
    global, maka bisa dipastikan kemajuan daerah itu akan sangat pesat.

    NTB sebagai daerah yang secara natural sudah sangat kaya dengan sumber
    daya alam, akan semakin maju juga dengan didukung SDM yang berdaya
    saing untuk mengelolanya.

    “NTB sangat banyak potensi SDA-nya, dan kelak pasti pembangunan dan investasi di berbagai bidang akan masuk ke sini. Kami bertekad agar masyarakat jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri, sehingga pendidikan juga menjadi hal utama yang harus terus didorong untuk meningkatkan SDM di NTB,” kata Bang Zul, dalam sebuah kesempatan blusukan di Lombok Utara. (sat) 

    Rumor Dokter Mawardi di KLU, Benarkah?

    HarianNusa.com, Mataram – Hilangnya dr Mawardi belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya, telah dua tahun mantan Direktur RSUP NTB tersebut belum ditemukan semenjak dikabarkan menghilang dari rumahnya di Jl. Langko Kota Mataram pada 23 Maret 2016 silam.

    Keluarga Minta Hilangnya dr. Mawardi Tidak Digunakan Jadi Sarana Politik

    HarianNusa.com, Mataram – Akhir-akhir ini spanduk yang berisi mendesak pihak kepolisian menemukan dr Mawardi beredar di berbagai tempat di Kota Mataram.

    Massa Gedor Polda NTB dan Kantor Gubernur Minta Mawardi Ditemukan

    HarianNusa.com, Mataram – Belasan pemuda dari Nusa Tenggara Development Institute (NDI) menggelar aksi di depan Mapolda NTB, Rabu (11/04) pagi.

    Gelar Donor Darah, RSUD Tripat Targetkan 200 Kantong Darah

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ke 60 sekaligus HUT RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) ke 13, RSUD Tripat menggelar acara donor darah, Selasa (10/4/2018).

    Sejak pukul 08.00 WITA puluhan pendonor di antaranya ASN Lobar, masyarakat kelompok pendonor, mahasiswa dan siswa SMA seputaran Gerung sudah memadati RSUD Tripat.

    Direktur RSUD Tripat, drg. Arbain Ishak Drg mengatakan pihaknya menargetkan kegiatan yang digelar selama sehari itu mampu mengumpulkan 200 kantong darah.

    “Walaupun hanya satu hari kita ingin capai sebanyak 200 kantong. Mengingat kebutuhan darah di Rumah Sakit sangat kekurangan,” kata drg. Arbain.

    Ia menambahkan, kebutuhan darah di RSUD Tripat masih sangat kurang mengingat kebutuhan masyarakat akan darah sangat tinggi.

    Tempat penyimpanan darah sementara yang ada diakui Arbain terkadang belum bisa mencukupi kebutuhan pasien. Menurutnya, salah satu kendalanya pendonor yang disiapkan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan.

    “Karena keadaan tersebut kita harus mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah,” pungkasnya. (f3)

    Bermain Gemilang, PERSIJA Taklukkan Johor DT 4-0

    0

    HarianNusa.com – Jakarta, Pemain penyerang PERSIJA Marco Simic berhasil membawa timnya unggul dari klub asal Malaysia Johor Darul Takzim dalam laga piala AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa malam (10/4).

    Disaksikan lebih dari 60 ribu penonton -rekor penonton terbanyak piala AFC 2018-, Simic mencetak “quattrick”, 3 gol di babak pertama dan 1 gol di babak ke-dua.

    Gol babak pertama tersebut diborong oleh Marko Simic pada menit ke-8, 12′, dan 19′.

    Skor 4-0 membawa tim Macan Kemayoran ini berada di puncak grup H piala AFC 2018.

    NTB dan Kantor Staf Kepresidenan Dorong Percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial

    HarianNusa.com, Mataram – Sebagai salah satu upaya percepatan Program Prioritas Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS), saat ini Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Hidup (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasioanal (ATR / BPN), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyelenggarakan “Pra-Rembuk Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial” di 9 (Sembilan) Provinsi Prioritas  untuk memastikan penyelesaian usulan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial dari masyarakat dan mitra pembangunan, sebagai persiapan Rembuk Nasional Reforma Agraria dan Pehutanan Sosial Untuk Keadilan Sosial.

    Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal ini menyatakan dukungan dan kesiapan kolaborasi untuk percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial. “Bentuk komitmen ini berupa pembentukan Gugus Tugas Reforma Agaria yang telah disampaikan kepada Bapak Gubernur” ungkap Dr. H. Agus Patria, SH. MH. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. NTB pada Pra Rembuk Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial di Ruang Rapat Utama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Selasa 10 April 2018.

    Gubernur NTB juga telah membentuk  Tim Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dengan SK Gubernur untuk mempercepat penyelesaian kawasan hutan yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemberian Izin dengan skema Perhutanan Sosial atau pemberian Hak (Reforma Agraria) kepada masyarakat;   “Dengan kolaborasi pusat, daerah dan masyarakat ini diharapkan bisa mendorong masyarakat agar semakin  aktif mengusulkan RA atau PS dan model pemberdayaanya untuk ditindaklanjuti ATR/BPN, KLHK dan Kemendes yang telah hadir bersama kita disini” kata Agung Hardjono, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dalam pembukaan dan pemberian arahan dalam Pra-rembuk;

    Pra Rembuk ini dipandu oleh Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dihadiri oleh Kementerian ATR/BPN diwakili oleh Reny Widiawati, Sesditjen Penataan Agraria,  Eri Indrawan dan Sigit Nugroho mewakili Ditjen Planologi dan PSKL Kementerian Lilngkungan Hidup dan Kehutanan, Suprapedi dan Dudi Nugraha mewakilil Kementerian Desa PDDT, OPD Provinsi, kelompok mitra pembangunan antara lain perwakilan Serikat Petani Indonesia, Samanta, Konsepso, Koslata, Gema Alam, Mitra Samya, Transform, WALHI, WWF, Serikat Tani dan Forum Komunikasi Petani Dompu.

    Secara khusus Wakil Sekjend PBNU Imam Pitudu menyampaikan bahwa jajaran NU Pusat dan Daerah siap mendukung bahkan menjadi ujung tombak percepatan Program Prioritas Presiden Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial. “Hukum menghidupkan tanah yang mati adalah wajib. Fiqih-nya wajib dikelola tanpa atau dengan izin pemerintah. Dengan adanya Program RAPS ini maka pemerintah sudah menjalankan fiqih” kata Imam.
    Menurut penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup NTB, Ir. Madani Mukarrom, saat ini capaian Perhutanan Sosial yang telah diserahkan kepada masyarakat meliputi Hutan Kemasyarakatan (HKm) : Penetapan Areal Kerja (PAK) HKm di NTB seluas 31.220,50 Ha, IUPHKm : 20.049,6 Ha, Penetapan Areal Kerja (PAK) HTR: 4.396 Ha, IUPHHK- HTR: 3.152,88 Ha, Kemitraan Kehutanan/KK 11.604  Ha dan MoU KK seluas 3.821 Ha. Sebelumnya tanggal 27 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan 5750 Sertifikat Tanah bagi masyarakat NTB.
    Pra Rembuk ini mengindentifikasi bahwa masih ada beberapa daerah yang sudah dikelola masyarakat selama puluhan tahun namun berstatus dalam kawasan hutan. Untuk itu diperlukan percepatan pelaksanaan Perpres 88/2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTHK)  melalui Tim Inver yang telah dibentuk oleh Gubernur, kolaborasi dengan  Akademisi, dan masyarakat sipil. Perwakilan masyarakat dan mitra pembangunan yang hadir diminta agar menyampaikan data subjek dan objek dalam kawasan kepada Tim Inver untuk ditindaklanjuti dan diproses melalui mekanisme PPTHK. Penyampaian usulan usulan TORA dalam waktu dekat disampaikan kepada Gugus Tugas Reforma Agraria NTB yang akan disahkan oleh Gubernur, simultan dapat disampaikan LAPOR! (lapor.go.id) untuk diteruskan dan dikawal kepada Kementerian teknis terkait.

    Sebagai penutup, Abetnego Tarigan menyampaikan bahwa akselerasi Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial harus berbarengan dengan penyelesaian Konflik Agraria. “jangan sampai banyak sertifikat yang dibagi oleh Presiden tapi semakin banyak juga konflik yang terjadi. Kami mengawal akselerasi RAPS simultan dengan penyelesaian konflik” kata Abetnego. (sat) 

    error: Content is protected !!