More
    Beranda blog Halaman 397

    Teluk Lembar, KEE Mangrove Pertama di  NTB

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat (Lobar) H. L. Saswadi bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Ari Subiantoro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Kepala Balai Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, Camat Sekotong dan Kepala Desa Cendi Manik melakukan penanaman Pohon Mangrove di Teluk Lembar yang berada di Dusun Bagek Kembar Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong, Selasa (27/3/2018).

    Kegiatan yang diinisiasi oleh DLH Lobar dan BKSDA NTB itu digelar untuk memeriahkan HUT Kabupaten Lombok Barat yang ke-60 sekaligus menetapkan kawasan tersebut sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove.

    Kawasan Ekosistem Esensial merupakan kawasan di luar kawasan konservasi yang secara ekologis atau secara fisik penting bagi konservasi keanekaragaman hayati dengan melindungi ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetik yang mencakup ekosistem alami maupun buatan.

    Dengan ditetapkannya Teluk Lembar sebagai KEE Mangrove, menjadikan kawasan tersebut sebagai KEE Mangrove pertama di NTB. Dengan begitu KEE ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan konservasi mangrove di daerah lain.

    Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu Bupati Lombok Barat telah menetapkan pembentukan Forum Pelestari Mangrove. Anggotanya terdiri dari instasi pemerintah, swasta, organisasi masyarakat yang peduli terhadap kelestarian mangrove terutama di Kabupaten Lombok Barat.

    Dalam kesempatan itu, Pjs Bupati H. Lalu Saswadi sangat mendukung wilayah Teluk Lembar dijadikan KEE Mangrove. Hal itu diakuinya mengingat pentingnya keberadaan ekosistem mangrove di wilayah Lombok Barat.

    “Kita berharap agar kawasan ini bisa bertambah lagi. Semoga dengan semakin meluasnya kawasan mangrove yang terlindungi menjadikan Lombok Barat semakin maju dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” harapnya.

    Harapan yang sama disampaikan Kepala BKSDA NTB, Ari Subiantoro. Ari berharap agar seluruh pihak termasuk Pemkab Lobar dan unsur swasta serta masyarakat umum dapat berperan melestarikan dan menjaga KEE Mangrove yang memiliki luas sekitar 86,46 ha ini.

    “Mangrove sebagai kesatuan ekosistem yang sangat penting bagi penahan abrasi, menjaga kualitas air, area pemijahan ikan, area pembesaran ikan dan penahan erosi,” kata Ari.

    Sementara itu, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial yang diwakili oleh Kasubdit Lahan Basah Margo Utomo menjelaskan, KEE merupakan ekosistem esensial yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan dikelola berdasarkan prinsip konservasi yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif provinsi/kabupaten/kota.

    “Pengelolaan ekosistem esensial tidak menjadi tanggung jawab satu sektor saja, tapi harus melibatkan stakeholder terkait antara lain Pemerintah Daerah, Lintas Kementrian, LSM, Perguruan Tinggi dan Sektor Swasta. Mari kita jaga dan lestarikan lahan basah khususnya ekosistem mangrove agar peran dan manfaatnya terutama sebagai keanekaragaman hayati, sumber mata pencaharian dan pencegah bencana dapat terus kita rasakan hingga anak cucu kita kelak,” ajaknya. (f3)

    Pramuka Harus Mengambil Peran pada Event Bahari Internasional

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Kwarda NTB yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D. mengukuhkan Pimpinan Satuan Karya Pramuka Bahari NTB di Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Laut Mataram, Selasa, (27/3/2018).

    Pengukuhan ini dinilai strategis oleh Sekda NTB yang akrab disapa Pak Ros itu. Sehingga, Sekda mengingatkan bahwa pada tahun 2018 ini, terdapat dua event bahari internasional yang akan dilaksanakan di NTB.

    “Tahun 2018 adalah tahun bahari bagi NTB karena akan menjadi tuan rumah event Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEX) Komodo dan Sail Moyo Tambora” ungkapanya.

    Sekda menambahkan, Karena Saka ini adalah wahana bagi adik-adik penegak dan pandega untuk meningkatkan kemampuan kebaharian, pramuka dapat mengambil peran dan ikut serta dalam berbagai rangkaian kegiatan MNEX dan Sail Moyo-Tambora termasuk juga menimba ilmu kebaharian dari perwira angkatan laut 14 negara yang menyatakan akan mengirimkan kapal dan pasukan ke perairan NTB.

    “Ilmu pada kesempatan yang langka, Akan ada transfer of knowledge dari perwira dan pakar kepada masyarakat NTB, mari kita manfaatkan,” ungkapnya.

    Dandenpom Kapten Arga Yudishtira mewakili Danlanal Mataram menyampaikan, pimpinan organisasi yang baru dilantik harus berperan aktif sebagai penggerak organisasi dalam membina tunas muda harapan bangsa mengembangkan keterampilan dan kecakapan kebaharian.

    “Di sinilah kita memupuk rasa cinta tanah air dan sikap hidup kebaharian generasi masa depan yang harus terus dioptimalkan,” tegasnya. (f3)

    PKK NTB Inisiasi Gerakan Sebar Sedekah Hijab

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTB menginisiasi Gerakan Sebar Sedekah Hijab untuk para muslimah yang belum mengenakan hijab.

    Gerakan tersebut disampikan Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi saat bersilaturahmi dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTB, Selasa (27/03/18).

    Isteri Gubernur NTB tersebut bertandang ke Dispar bersama rombongan perwakilan komunitas muslimah NTB dari MUI Kota Mataram, Fakultas Kedokteran Unram, ODOJ, Tahajjud call Community dan Hijabers Mom Lombok.

    Dalam kesempatan itu Erica menceritakan bahwa beberapa waktu lalu Ia sempat menggelar silaturrahim dengan kumpulan komunitas muslimah NTB, yang terdiri dari MUI Kota Mataram, Fakultas Kedokteran Unram, Odoj, hijabers mom dan Tahajjud Call Community, di Pendopo.

    “Gerakan Sebar Sedekah Hijab untuk para muslimah yang belum mengenakan hijab ini, selain merupakan salah satu kegiatan yang lahir dari niat tulus komunitas untuk saling berbagai kepada sesama muslimah di NTB, juga dihajatkan dalam rangka mendukung suksesnya program halal tourism yang saat ini menjadi icon pariwisata di NTB,” jelas Hj. Erica.

    Sebelumnya Kepala Dispar Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan pada pagi hari ini.

    “Terimakasih saya ucapkan kepada ketua TP PKK atas kunjungan ibu ke kantor kami untuk kita sama-sama berdiskusi terkait desa wisata dan produk-produknya,” ungkapnya.

    Faozal kemudian menjelaskan empat perwakilan desa wisata binaan yang coba dihadirkan untuk menjadi pilot project.

    “Desa wisata yang sedang dibina dan disiapkan untuk penguatan desa sebagai destinasi wisata ini boleh dikatakan sudah memadai sebagai contoh desa yang menunjang predikat wisata halal kita,” Jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari komunitas muslimah NTB menyampaikan tujuan kedatangannya tersebut. Yakni bahwa misi dari gerakan sebar sedekah hijab ini adalah misi dakwah untuk menunjang program wisata halal di daerah ini.

    “kami ingin menyampaikan gerakan ini dengan cara yang santun dan dapat diterima oleh masyarakat desa wisata tersebut sehingga target awal gerakan ini bisa terlaksana dengan semaksimal mungkin,” Jelasanya.

    Berkenaan dengan hal ini, Ia menyampaikan membutuhkan data yang akurat terkait lokasi desa wisata yang akan dikunjungi.

    “Apabila program ini bisa berjalan dengan baik maka kedepannya insya Allah akan ada desa binaan yang bisa menjadi contoh bagi desa-desa binaan selanjutnya,” harapnya. (f3)

    Kini RSUD Provinsi NTB Miliki Alat Radioterapi

    HarianNusa.com, Mataram – Sebagai Rumah Sakit Rujukan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dituntut untuk terus melakukan inovasi dalam menghadirkan kenyamanan bagi setiap pengunjung.

    Untuk dapat melakukan hal itu, pihak RSUD Provinsi NTB terus berupaya melakukan pembenahan, mulai dari pelayanan kesehatan yang ramah kepada setiap pasien serta pengadaan fasilitas alat kesehatan yang memadai, sehingga cita-cita menghadirkan pelayanan prima kepada setiap pengunjung benar-benar dapat terwujud nyata. Untuk memastikan berjalannya pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.

    Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi melakukan sidak terkait pelayanan kesehatan dan ketersediaan alat medis yang memadai di RSUP NTB,Selasa (27/3/2018).

    Kedatangan Gubernur NTB yang akrab disapa TGB itu disambut langsung Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM beserta jajaran.

    Sebelum melakukan sidak ketersediaan alat kesehatan,TGB berkesempatan melakukan dialog dengan beberapa pasien terkait dengan pelayanan dan kondisi kesehatan.

    Dalam sidak tersebut, Gubernur meninjau fasilitas kesehatan Radioterapi bagi penderita Kanker di RSUD Provinsi NTB yang baru diadakan pada tahun 2017, melalui DAK dan DAU anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi NTB tahun 2017, dengan tipe Varian Clinac CX Linear Accelerator dan telah terinstall pada bulan Desember 2017.

    Gubernur berharap dengan adanya alat penunjang kesehatan Radioterapi tersebut, pelayanan kesehatan di RSUD Provinsi NTB, khususnya bagi penderita kanker dapat dilakukan di NTB.

    Ia menjelaskan angka kunjungan penderita kanker di NTB mencapai 120 pasien kanker per hari. Selama ini RSUD Provinsi NTB hanya melakukan rujukan bagi mereka ke Rumah Sakit Sanglah, Bali dan Rumah Sakit di Surabaya.

    “Target kita dengan adanya fasilitas Radioterapi ini, semua penderita Kanker di NTB dapat kita tangani sendiri di RSUD Provinsi NTB ini, karena ini merupakan ikhtiar untuk menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai pusat penanganan lanjut dari pasien Kanker,” harapnya.

    Menurutnya semakin banyak cakupan dari jaminan kesehatan maka akan semakin banyak pengunjung yang datang ke Rumah Sakit. Dimana sebenarnya menurut aturan jaminan kesehatan yang ada, pelayanan kesehatan ada tahapan-tahapannya, mulai dari Rumah Sakit yang di Kabupaten/Kota sebelum dilakukan rujukan di RSUD Provinsi NTB.

    “Kedepan saya minta Direktur untuk melakukan komunikasi dengan kabupaten kota, terkait fungsi-fungsi penyelesaian pelayanan kesehatan di Kabupaten Kota, mulai dari Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Kota, sebelum dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Provinsi, kalau fasilitas kesehatan ada dan bisa menyelesaikan permasalahan tidak perlu di lakukan rujukan ke RS Provinsi, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien,” pintanya.

    Sementara itu Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM berharap dengan hadirnya alat Radioterapi di RSUP NTB ini akan mampu memberikan pelayanan kesehatan terutama pada penderita penyakit Kanker yang angkanya terus meningkat.

    Fikri mengatakan bahwa angka kunjungan pasien Kanker pada tahun 2015 di NTB sebesar 28.643 jiwa, dengan angka kunjungan 120 pasien kanker per hari.

    Lebih lanjut Fikri mengatakan l bahwa saat ini RSUD Provinsi NTB merupakan satu dari 17 Rumah Sakit di Indonesia yang memiliki alat Radioterapi.

    Ia berharap bulan Agustus mendatang alat canggih tersebut sudah dapat beroperasi, karena saat ini pihak RSUD Provinsi NTB sedang menyiapkan kelengkapan administrasi penunjang untuk pengoperasian alat tersebut.

    1. “Ke depan dengan hadirnya fasilitas Radioterapi di RSUD Provinsi NTB, kami dapat lebih fokus untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap timbulnya penyakit kanker melalui scaning, sehingga sekecil apapun gejala dini dari kanker dapat terdeteksi dengan alat tersebut. Karena selama ini dengan motode deteksi yang ada secara manual dianggap kurang efektif untuk melakukan deteksi dini terhadap peyakit kanker,” terang Fikri. (f3)

    Fikri Siap Kawal Pembangunan Talang Air dan Jaringan Irigasi di Moyo Utara

    0

    HarianNusa.com, Sumbawa – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Syamsul Fikri AR,S.Ag, M.si yang juga merupakan ‎ketua Tim Pemenangan Husni-Mo 2015 lalu menyatakan mendukung pembangunan talang air dan jaringan irigasi di Moyo Utara.

    “Saya sangat mendukung pembangunan talang air dan jaringan di Moyo Utara,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (27/3/2018).

    Selain itu dirinya juga menyampaikan kesiapannya mengawal segala proses pembangunan Talang air dan Jaringan irigasi di Moyo Utara itu.

    ” Saya siap mengawal proses pembangunan talang air dan jaringan irigasi di Kecamatan Moyo Utara itu,” ujarnya.

    Sementara ditempat yang sama, ketua‎ Forum Petani Moyo Utara, Adizul Syahabuddin mengatakan bahwa
    usulan yang dimasukan oleh Dinas PU kabupaten Sumbawa tersebut saat ini sudah dibahas di Bappeda.

    ” Dan semoga Bappeda Sumbawa memasukan untuk di bahas di DPRD. Karena hal tersebut sangat penting bagi kelangsungan hidup petani di Kecamatan Moyo Utara,” harapnya.

    Menurutnya, aset melanjutkan pembangunan talang dan jaringan irigasi tersebut sangat dibutuhkan oleh petani di Moyo Utara.

    “Makanya perlu dukungan semua pihak termasuk di Legislatif serta ‎stakeholder terkait di Kecamatan Moyo Utara,” tandasnya.

    Seperti diketahui pembangunan talang atau zipon di Moyo Utara merupakan janji politik Husmi-Mo saat berkampanye di Desa Penyaring 2015 lalu. Dan insya Allah janji politik tersebut akan ia realisasikan pada 2019 mendatang. Mengingat saat ini usulan pembangunan Talang Air dan Jaringan yang akan menelan anggaran APBD sekitar Rp 8,8 Milyar masih berproses. (f3)‎

    Fraksi PDIP Tolak Ranperda Konversi PT Bank NTB 

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Setelah beberapa kali dilakukan penundaan, akhirnya DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) menyetujui Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) tentang konversi PT Bank NTB menjadi PT Bank NTB Syariah. Persetujuan ini dilakukan pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Senin (26/3/2018).

    Di Monggonao Lutfi-Feri Disambut Simpatisan

    HarianNusa.com, Kota Bima – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bima HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH, menggelar silaturahim dan pengukuhan Tim Pemenangan LUTFI-FERI tingkat Kelurahan Monggonao Kecamatan Mpunda, Senin Malam (26/03) di halaman kantor Sekertariat DPD PPP di lingkungan Karara Jalan Gajah Mada.

    Ribuan simpatisan pemilihnya di Monggonao mengelu-elukan sepanjang jalan dan antusias mengikuti kegiatan tersebut.Kehadiran paslon yang diusung sembilan Parpol tersebut menjadi magnet tersendiri bagi warga masyarakat yang menginginkan adanya perubahan di Kota Bima.

    Pantauan dilapangan, sebelum ke lokasi acara pengukuhan, pasangan Lutfi-Feri disambut oleh warga lingkungan Monggonao dengan ratusan Obor, kemudian diarak menyusuri wilayah Monggonao menuju lingkungan Karara. Terlihat diantara kerumunan massa, Alfian Indra Wirawan, S.Adm, Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Golkar Kota Bima dan Dedy Mawardy, anggota DPRD Kota Bima dari Partai Hanura, yang tidak kalah semangatnya meneriakkan yel-yel Salam Perubahan. Antusias dan membludaknya masyarakat Monggona terlihat dengan berebutannya warga masyarakat meminta foto selfie di sepanjang rute arak-arakan yang dilewati sepanjang kurang lebih tiga kilo meter tersebut.

    Bahkan di beberapa titik gang, juga terlihat sekelompok warga dengan sambutan obor dan musik Hadrah yang kian menambah meriah suasana tepat di depan gang H. Abubakar RW 01. Praktis, Yel-yel Salam Perubahan Hidup Nomor Urut 2, dan Menangkan pasangan LUTFI-FERI terus terdengar bersahutan. “Selamat datang sang Perubahan, bapak HM. Lutfi, SE dan bapak Feri Sofiyan, SH. Kami di Kelurahan Monggonao menginginkan Perubahan di Kota Bima. Salam 2 Jari,” ucap warga Monggonao, Bahraen penuh semangat.

    Sebelum dilakukan pengukuhan Tim, pasangan Lutfi-Feri yang saat itu didampingi Ketua Tim Penasehat LUTFI-FERI, Drs. H. Zainul Arifin (mantan Bupati Bima), sejumlah anggota DPRD dan politisi seperti H. Syafriansar, S. Sos (anggota DPRD NTB, Ketua PPP Kobi), Sudirman Dj, SH (Wakil Ketua DPRD dari Gerindra), Edy Ikhwansyah, SE (PPP), Nazamuddin, S. Sos (PKPI), Syahbuddin (Gerindra), dan H. Agus Wirawan, SE, memaparkan sejumlah program Nggusu Waru menuju kota Bima Bangkit diantaranya, mempercepat penyelesaian pembangunan mesjid Raya Al-Muwahiddin sebagai salah satu Ikon Kota Bima, meningkatkan tunjangan guru ngaji, dan meningkatkan insentif bagi marbot dan bilal. Kemudian meningkatkan kesejahteraan gaji pagawai Honor minimal Rp1 juta perbulan. Penambahan Gaji RT/RW sebesar Rp500 ribu perbulan dan pemberian tambahan HP android bagi ketua RT.

    Ada juga tawaran program ambulance gratis setiap Kelurahan, memastikan pemerataan pembangunan dan perlindungan sosial bagi warga miskin melalui BPJS gratis, beras sejahtera plus dan pemberian modal usaha serta pengendalian banjir dengan One Sistim-One Integrated. Untuk itu, HM. Lutfi, mengajak seluruh komponen masyarakat Monggonao dan Karara agar selalu Istiqomah dan membulatkan niat untuk memilih dan mencoblos sekaligus memenangkan pasangan Nomor Urut 2 Lutfi-Feri pada tanggal 27 Juni nantinya.

    Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kelurahan Monggonao, H. Abubakar, secara tegas dan berkomitmen bersama warga masyarakat lingkungan Monggonao dan Karara untuk mendukung dan memenangkan secara total Lutfi-Feri “InsyaAllah kami akan berjuang dan memenangkan 85 persen Lutfi-Feri, karena warga Monggonao dan Karara menginginkan adanya Perubahan di Kota Bima,” ujarnya disambut Yel-Yel Salam Perubahan.

    Ia menambahkan bahwa, keinginan dan tekad masyarakat untuk memenangkan Lutfi-Feri dibuktikan dengan meriah dan memludaknya warga masyarakat yang menyambut kedatangan LUTFI-FERI. “Inilah gerakan nurani masyarakat yang menginginkan Perubahan, mereka dengan suka rela dan ikhlas datang membanjiri acara pada malam ini,” pungkasnya. (sat)

    Pilkada Damai, TGH Hasanain Dukung Wujudkan Kondusivitas

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat –Melanjutkan silaturahmi Pilkada Damai ke para tokoh agama, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Saswadi kembali melakukan kunjungan ke tokoh agama yang ada di Kecamatan Narmada. Kali ini Saswadi mengunjungi Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain yakni TGH. Hasanain Juaini, Sabtu (24/3/2018).

    Adapun tujuannya sama seperti kunjungan sebelumnya, kedatangan PJS ke para tuan guru ini selain untuk mendekatkan diri dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga sebagai upaya merangkul tokoh agama yang memiliki basis massa yang besar untuk membantu pemerintah menjaga kondusifitas dan kenyamanan di daerah Kabupaten Lombok Barat menjelang dan selama gelara Pilkada Serentak 2018.

    Diterima di kediamannya, Saswadi mengajak TGH Hasanain untuk bersama-sama menjaga gesekan-gesekan antar pendukung calon yang kini sudah mulai terlihat. Menurut Saswadi, hal itu harus diantisipasi dan diawasi bersama.

    Apa yang diharapkan Saswadi terkait kondusifitas Pilkada disambut baik oleh TGH. Hasanain. Dirinya dengan tegas mengatakan siap untuk membantu mengarahkan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama gelaran Pilkada.

    “InshaAllah kita bantu pemerintah dalam mensukseskan pemilukada aman dan damai,” tegas TGH. Hasanain. (f3)

    Gandeng Potensi SAR, Basarnas NTB Gelar Latihan

    HarianNusa.com, LOMBOK BARAT – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dengan wilayah kerja di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan pelatihan potensi SAR “Teknik Pertolongan di Permukaan Air”. Pelatihan potensi SAR dilaksanakan selama 5 hari dimulai dari hari Senin (26/03) sampai dengan jumat (30/03).

    Pemberian materi kelas dilaksanakan di aula kantor SAR Mataram dan praktik lapangan dilaksanakan di Pantai Loang Baloq Lombok Barat. Sebanyak 35 orang peserta yang berada di seputaran wilayah Pulau Lombok dari TNI, Polri, PMI, BPBD, Angkasa Pura I, Tagana (Dinas Sosial), Dinas Pariwisata, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan (organisasi kemanusiaan) dan mahasiswa turut serta dalam pelatihan.

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman SIdakarya,S.H dengan melibatkan 10 orang instruktur dari Kantor SAR Mataram dan 1 orang observer dari kantor pusat Basarnas. Turut hadir saat acara pembukaan yaitu Pjs. Bupati Lombok Barat, Danlanud Rembiga, Danlanal Mataram, Danrem Wira Bakti, Dir Shabara Polda NTB, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, GM Angkasa Pura I LIA dan Kadis Pemadam Kebakaran Lombok Barat.

    Dalam setiap operasi SAR khususnya pada kecelakaan pelayaran dan/atau penerbangan yang berskala besar maupun operasi dalam musibah baik kecelakaan, bencana maupun kondisi membahayakan jiwa manusia, Basarnas tidak mungkin untuk melakukanya sendiri tanpa adanya peran serta dan dukungan dari potensi SAR. Oleh sebab itu Basarnas senatiasa berupaya untuk dapat menjalin kerja sama dengan organisasi berpotensi SAR, baik kementrian/Lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, Akademisi dan organisasi kemasyarakatan bagi penggiat SAR.

    Dalam sambutan Direktur Bina Potensi SAR Basarnas yang dibacakan oleh I Nyoman Sidakarya mengungkapkan kondisi geologis provinsi NTB mempunyai tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap terjadinya suatu musibah / bencana alam dan kondisi yang membahayakan manusia mengingat terdiri dari 2 pulau besar yaitu pulau Lombok dan Sumbawa yang dikelilingi oleh 280 pulau kecil dengan luas perairan melebihi daratan. Selain itu NTB merupakan salah satu daerah tujuan wisata, karena memiliki destinasi dan keberagaman potensi wisata kelas dunia. sehingga diharapkan para pelaku bisnis dibidang pariwisata dapat memperhatikan faktor keselamatan dengan wajib menyediakan sumber daya manusia yang memiliki sertifikat kompetensi di bidang pencarian dan pertolongan yang telah diatur dalam pasal 45 UU No 29 tahun 2014 terkait dengan kepariwisataan.

    “Dan melalui pelatihan ini, diharapkan akan tercipta sumber daya manusia yang handal dan professional sehingga pada saat terjadi kecelakaan dimanapun dan kapanpun diharapkan bagi peserta kegiatan ini, dapat mengaplikasikan baik di tempat tugas, maupun di tempat tinggal masing-masing apabila ada korban yang membutuhkan pertolongan. Karena peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang tehnik pertolongan di permukaan perairan,” pintanya.

    Sementara, Pjs Bupati Lombok Barat, Drs. H. Lalu Saswadi,M.M dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pelatihan ini, agar skill yang dimiliki tim SAR dapat meningkat dari waktu ke waktu. Selaku anggota tim SAR, baik perorangan maupun dalam bentuk tim, keberhasilannya dalam tugas sangat ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. “untuk itu saya berharap agar intensitas pelatihan seperti ini sering dilaksanakan agar para anggota tim SAR bisa bekerja professional sebagaimana yang tertera dalam azas SAR yakni cepat, tepat dan handal”, harapnya.

    Materi-materi yang diberikan kepada para peserta antara lain Pengetahuan Dasar SAR, Pengantar MFR, Metode Pertolongan di Air, Teknik Towing atau Carry, Olah Gerak Perahu Karet, Self Rescue dan Pengenalan Sea Survival. Setelah penyampaian materi kelas, para peserta akan mempraktekan materi yang telah diberikan oleh tim instruktur di pantai Loang Baloq Lombok Barat. (sat)

    Ribuan Massa Lutfi-Feri Teriakkan Yel-Yel Salam Perubahan 

    HarianNusa.com, Kota Bima – Kandidat kuat Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bima 2018-2023, HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (LUTFI-FERI), disambut meriah kedatangannya di lingkungan Suntu Kekurahan Paruga Rasanae Barat Kota Bima, Minggu malam (25/3).

    Pasangan Lutfi Feri didampingi isteri masing-masing. Hj. Elly Alwaini dan Ibu Jumriah, disambut hiruk-pikuk warga baik tua, muda, perempuan dan laki-laki, yang sebagiannya memegang ratusan obor. Keduanya diarak berjalan kaki mulai dari Cabang Yasin Harapan hingga menuju acara silaturahim dan pengukuhan Tim Pemenangan Lutfi-Feri disamping SDN-2 Kota Bima.

    Diiringi musik tradisional Gantaong, di sepanjang jalan terdengar gemuruh ribuan massa meneriakkan Yel Yel Salam Perubahan dan Salam 2 Jari sebagai bentuk dukungan kepada paslon usungan sembilan Parpol tersebut (Golkar, PAN, Gerindra, PPP, PBB, PKB, Nasdem, PKPI, dan Hanura).

    Begitupun saat tiba di arena silaturahim dan pengukuhan Tim Pemenangan, Lutfi-Feri juga mendapat sambutan meriah dari para undangan yang lebih dulu hadir terutama dari kalangan ibu-ibu yang begitu sangat bersemangat dan penuh antusias.

    Keduanyapun mendapat kalungan bunga sebagai bentuk kecintaan dan peghormatan warga masyarakat Kelurahan Paruga terhadap pencalonan mantan anggota DPR RI 2 periode dan mantan Pimpinan DPRD 2 periode tersebut.
    “Salam Perubahan, hidup Lutfi-Feri ,” teriak ibu-ibu lingkungan Suntu Kompak.

    Malam penyambutan Lutfi-Feri benar-benar semarak dan meriah, apalagi di tengah ribuan warga masyarakat tersebut hadir sejumlah tokoh berpengaruh di Kelurahan Paruga diantaranya, Drs. H. Muhammad, Drs. H. A Karim Azis, SH, H. Najib Jawa Baru, Alfian Indrawirawan, S.Adm, Wahyuddin, S.Ag, H. Farid, Johan Jefris (Dae Johan), Syarif Grand, Amran H. Yasin dan Sudirman.

    Suasana kian semarak ketika H. A. Karim Azis atau yang kerap disapa Dae Kero ini didaulat menyampaikan kata sambutan. Dengan gaya serius tapi kocak, pakarnya Pantun Bima ini mampu mengocok perut ribuan undangan yang hadir, tak terkecuali Paslon Lutfi-Feri. “Malampasi para kesem, tantu santudamu. Lampasi duamu wara lenga nuntu laomu, malampasi tolu, wara sabua di ma wu’u,” ucap Dae Kero disambut riuh tawa para hadirin.

    Pada kesempatan itu, Dae Kero mengajak seluruh komponen warga masyarakat Kelurahan Paruga untuk bersatu dan bersama-sama memenangkan pasangan calon nomor urut 2. “Itu keinginan saya, mari kita satukan hati memenangkan Lutfi-Feri. Insya Allah Suntu-Paruga siap mendukung dan memenangkan nomor urut 2, wabil khusus warga di RW 01 dan RW 02,” ucapnya.

    Ia juga menitip pesan dan harapan kepada Lutfi-Feri agar jika nantinya terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bima 5 tahun kedepan dapat menuntaskan pembangunan Masjid Raya Al-Muwahiddin Bima. “Jika bisa setiap tahunnya dianggarkan Rp5 Milyar untuk Masjid Raya,” pesannya yang justru langsung dijanjikan Rp10 Milyar setiap tahun oleh Calon Walikota Bima, HM. Lutfi, SE.

    Pantauan dari lapangan ,sebelum hadir di acara malam silaturahim dan pengukuhan Tim Pemenangan pada sore harinya, Lutfi-Feri menggelar blusukan di wilayah Suntu dan Paruga. Saat blusukan keduanya disambut begitu meriah dan penuh keakraban oleh warga setempat. Keduanya diarak oleh warga menyusuri lorong-lorong gang sekaligus melihat langsung kondisi lingkungan Suntu dan Paruga, terutama sekali warga yang dekat dengan bantaran sungai. Pada kesempatan sama, Lutfi-Feri juga melihat langsung lokasi jembatan gantung yang selama ini sudah tidak lagi akibat diterjang banjir tahun lalu, jembatan tersebut merupakan jalan alternatif penghubung Kelurahan Dara dan Paruga. (sat) 

    error: Content is protected !!