More
    Beranda blog Halaman 402

    Fraksi PPP Anggap Konversi Bank NTB Menjadi Bank NTB Syariah Tidak Tepat

    HarianNusa.com, Mataram – Fraksi PPP menilai peralihan Konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah tidak tepat. Menurutnya sebaiknya pemerintah membentuk Bank NTB Syariah tersendiri tanpa harus mengganggu Bank yang sudah ada.

    Hal itu dikatakan Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PPP, Drs.TGH Hazmi Hamzar, SH, di kantornya, Senin (19/3/2018).

    TGH Hazmi mengatakan sebaiknya peralihan Konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah jangan terlalu dipaksakan alasannya sampai sekarang kita belum tahu bagaimana jalannya Bank NTB Syariah ini. Terlebih jika Bank NTB Syariah ini nantinya gagal berkembang maka tidak bisa dikembalikan menjadi Bank Konvensional lagi.

    “Bagaimana kita kalau sudah seperti itu?” ujarnya penuh tanya.

    Mengenai kekurangan modal 1,2 triliun, ia menyarankan untuk mengumpulkan pengusaha muslim NTB untuk menanamkan modalnya.Menurutnya tidak sulit bagi mereka mengumpulkan sama-sama 100-200 miliar.

    “Masa sulit mencari 1,2 Triliun. Kalau tidak nyeberanglah keluar untuk mencari,1,2 triliun saja kok susah sekali mencari,” ujarnya.

    Menurutnya, dari infrastrukturnya saja Konversi Bank NTB belum memenuhi syarat menjadi Bank NTB Syariah karena kepemimpinan masih dipegang oleh orang konvensional.

    “Sekarang kalau kita bikin jadi Bank NTB Syariah siapa yang akan memimpin sementara pimpinannya orang Konvensional semua. Bagaimana menentukan Bank Syariah kalau pimpinannya orang konvensional,” ungkapnya.

    Ia menyarankan sebaiknya seluruh persyaratan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah dilengkapi dahulu. Dan harus ada penelitian yang komprehensif supaya tidak bolak balik. Karena jika sudah menjadi Bank Syariah tidak bisa kembali menjadi bank konvensional.

    “Supaya full syariah, sumber dananya syariah, yang mengelola syariah, bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat dengan syariah dan pesertanya juga syariah. Itu namanya benar-benar Bank Syariah,” tandasnya.

    Ia menyarankan sebaiknya pemerintah jangan terlalu memaksakan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah jika belum siap dana dan infrastruktur.

    “Bagaimana mau dikatakan syariah jika sumber dananya bukan syariah dan pengelolanya bukan syariah,” lanjutnya.

    Ia menegaskan sebaiknya membentuk Bank NTB Syariah yang baru tanpa harus mengganggu Bank NTB yang sudah ada.

    Dijelaskannya Fraksi PPP akan menyetujui perubahan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah jika sudah jelas siap. Kita tidak setuju itu karena belum siap.

    “Kita akan setuju dengan catatan mari tunjukkan siapa yang akan mengelola Bank Syariah ini. Kedua, kalau gagal nanti tidak boleh balik ke konversional siapa yang akan bertanggungjawab. Sumber dananya dari mana karena sumber dana Bank Syariah tidak bisa dari Bank konvensional,” cetusnya.

    Ditegaskannya lagi, untuk beralih menjadi Bank Syariah semuanya harus syariah juga, baik modal, infrastruktur dan manajemennya.

    “Baru bisa dikatakan syariah jika semuanya syariah, dananya syariah, pengelolanya, syariah, pengelolaannya syariah dan nasabahnya pun syariah, jadi semuanya harus syariah,” pungkasnya. (f3)

    Bulog Divre NTB Gelar GSP 2018

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok Badan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Gerakan Stabilisasi Pangan 2018 di Mataram,Senin (19/3/2018).

    Sesuai dengan perintah Bulog Pusat, Gerakan Stabilisasi Pangan 2018 ini dilakukan secara serentak oleh Perum Bulog di semua Provinsi di Indonesia.

    Kepala Divre Bulog NTB, H.Achmad Ma’mun menyatakan ketersediaan stok equevalen beras sejumlah 8.799.783,89 Kilogram. Dengan keterjaminan stok hingga bulan mei 2018.

    Dalam GSP ini Divre Bulog NTB menyiapkan 1000 ton beras dengan harga yang berbeda yang masih di bawah HET (harga eceran tertinggi).

    “Untuk beras jenis medium dengan harga Rp. 9.000; per kilogram,Medium Plus Rp.10.000; perkilogram dan Premium Rp. 11.000; perkilogram,” urainya.

    Sementara untuk gula pasir ada dua jenis,kemasan biasa dengan harga 12 ribu perkilogram dan gula pasir kemasan merk “KITA” dengan harga Rp.12.500 perkilogram.

    “Untuk minyak goreng merk “KITA” seharga Rp.12.500; perkilogram,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Achmad Ma’mun mengatakan untuk Pagu Bansos Rastra sampai dengan Maret 2018 sebanyak 13.414.620 kilogram.

    “Untuk pelaksanaan pendistribusian Bansos Rastra sampai 16 Maret lalu sudah tersalur sejumlah 12.929.620 kilogram atau 96,38 persen dari penyaluran untuk alokasi tiga bulan,” terang Ma’mun.

    Kegiatan GPS ini, Bulog NTB menyiapkan 4 unit mobil yang akan menyasar 4 (empat) pasar pencatatan yakni pasar Kebon Roek, Pagesangan, Sindu dan Mandalika.

    “Selain itu,penjualan juga dilakukan melalui RPK ( Rumah Pangan Kita) di wilayah kota Mataram dan tempat-tempat yang mudah dijangkau konsumen,” pungkasnya.

    Sebelumnya untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan bahan pokok,hampir setiap hari Divre Bulog NTB melakukan kegiatan operasi pasar dengan menggelar pasar murah di beberapa titik di Mataram. (f3)

    Pansus Raperda Konversi Bank NTB Ditunda

    HarianNusa.com, Mataram – Sidang Paripurna DPRD Provinsi NTB yang salah satu agendanya adalah penyampaian Laporan Pansus atas hasil pembahasannya terhadap 4 buah Raperda prakarsa kepala daerah kembali ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

    Dari 4 buah Raperda prakarsa kepala daerah tersebut salah satunya adalah Raperda Konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Pansus Raperda Konversi PT Bank NTB menjadi PT Bank NTB Syari’ah menunda penyampaian Laporan Pansus.

    Ketau Pansus Raperda Konversi Bank NTB menjadi PT Bank Syariah, Johan Rosihan, ST menyampaikan alasan penundaan dikarenakan Pansus lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

    “Bagaimana pembentukan PT. Bank NTB Syariah dari konversi ini tidak mengganggu akte pendirian bank, perubahan anggaran dasar, modal dan lain sebagainya. Sebab begini, kalau kita pakai rumusan awal yang diberikan Pemprov NTB itu artinya kita melakukan konversi dengan membubarkan bank. Itu persoalannya,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB tersebut.

    Kejaksaan sudah memberikan pendapat hukumnya atau LO kejaksaan yang mengatakan bahwa perlu diatur dalam pasal tersendiri yang mengakomodir status pendirian Bank NTB.

    Lebih lanjut Johan menyebutkan Bank NTB ini didirikan dengan perda no 7 tahun 1999, tetapi perda yang diajukan pemerintah daerah itu bersifat mencabut perda pendirian tersebut.

    “Nah dengan mencabut perda itu berarti status hukum Bank NTB sudah tidak ada. Padahal tujuan kita hanya konversi atau hanya merubah bentuk kegiatan PT Bank NTB. Nah ini kami bolak balik pembahasannya, yang sampai saat ini belum menemui titik temu,” ujar Johan.

    Lanjut Johan, Berdasarkan aturan pembuatan Perda baru ini akan merubah lebih dari 50 persen materi Perda sebelumnya seperti aspek modal, komposisi organisasi, jajaran direksi, dan banyak materi lain yang ikut mengalami perubahan.

    “Sedangkan berdasarkan undang-undang tentang pembentukan Perda, jika terjadi perubahan materi Perda lebih dari 50 persen maka wajib dibuatkan Perda baru,” terangnya.

    Saat ini pihak Pansus tengah berupaya mencari satu solusi pasal agar Perda Nomor 7 tahun 1999 itu bisa terakomodir.

    “Solusinya adalah kita membuat satu pasal yang mencabut Perda Nomor 7 tahun 1999, tetapi materi Perdanya tetap terakomodir dalam Perda baru. kami akan meminta waktu dua atau tiga pekan lagi kepada pimpinan untuk menemukan formulasi yang tepat terhadap masalah ini dengan melakukan langkah konsultasi kepada otoritas hukum yang mengeluarkan Akte Pendirian yakni Kemenkumham dan Dirjen Otda terhadap satu rumusan pasal yang telah kami rancang tersebut,” pungkasnya. (f3)

    KRC NTB Salurkan Donasi untuk Korban Banjir Dompu

    HarianNusa.com, Dompu – Tim Relawan Korps Respon Cepat (KRC) NTB melakukan kegiatan Trauma Healing dan bagi-bagi sepatu baru bagi anak-anak yang terkena musibah banjir di Lingkungan Soriwono, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB. Minggu, (18/03).

    Relawan KRC NTB, Muhammad Wahyu Rosadi mengatakan, lokasi tersebut menjadi prioritas KRC karena daerah tersebut merupakan daerah paling parah yang diterjang banjir.

    “Lokasi tersebut kita prioritaskan terlebih dahulu karena di Kelurahan Potu merupakan salah satu daerah yang paling parah diterjang derasnya banjir. Air yang menggenangi pemukiman rumah warga sampai atap rumah,” ujarnya.

    Berdasarkan sumber data BPBD NTB, tercatat 500 rumah rusak akibat diterjang derasnya banjir di kelurahan Potu.
    Penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Tim Relawan KRC NTB dipusatkan pada bidang pendidikan, terutama penyaluran sepatu untuk siswa-siswi yang menjadi korban banjir.

    “Hadiah sepatu baru ini diberikan sebagai ganti untuk sepatu mereka yang telah hanyut dibawa banjir. Sepatu yang dibagikan hanya untuk siswa-siswi yang masih menempuh pendidikan SD sampai dengan SMA,” tuturnya.

    Dari hasil assesment yang dilakukan Relawan KRC NTB di lingkungan tersebut, tercatat 41 anak yang membutuhkan sepatu baru karena sepatu mereka hanyut terbawa banjir.

    Adapun donasi yang dihimpun oleh KRC NTB berasal dari KAMMI Sumbawa, BEM FMIPA UNRAM, MT Al ‘Laj Farmasi UNRAM, Paguyuban Mujur, KTI Dian Desa Mujur-Lombok Tengah, Pemuda Mujur Membangun, Komunitas Oi, Club Motor Seker, dan Mahasiswa Tanaq Awu.

    Sebelum bagi-bagi sepatu baru, Tim Relawan KRC NTB bersama IKAPMI Dompu, dan Rohis SMAN 1 Dompu melakukan Trauma Healing dengan tujuan untuk menghibur dan mengembalikan lagi semangat-semangat mereka akibat musibah banjir yang terjadi dua pekan lalu.

    “Semoga kedatangan Tim Relawan KRC NTB bisa mengembalikan lagi semangat mereka untuk menuntut ilmu dan meraih semua impiannya,” harapnya. (sat)

    Seorang Remaja di Mataram Tewas Tabrak Truk

    HarianNusa.com, Mataram – Kecelakaan lalu lintas terjadi di simpang empat Jalan Brawijaya Kacamatan Cakranegara Kota Mataram. Kejadian terjadi pukul 08.00 Wita, Senin (19/03) pagi.

    Seorang remaja bernama Rio Dwi Wijaya (18) yang mengendarai motor Yamaha Xeon bernopol DR 5928 CQ terlibat tabrakan dengan sebuah dum truk bernopol DR 8562 AF yang dikemudikan oleh H. Ahmad Marwin (33) asal Dusun Ketapang Deda Gegerung Kecamatan Lingsar Lombok Barat.

    Kasat Lantas Polres Mataram AKP Puri Arum Lestari, mengatakan kronologis kejadian bermula saat truk datang dari arah barat menuju selatan, sementara sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah timur menuju barat.

    “Saat memasuki simpang empat terjadi benturan antara kedua kendaraan tersebut,” ujarnya.

    Akibatnya, Rio terpental jatuh ke aspal dan meninggal di lokasi kejadian. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUP NTB.

    Korban merupakan pelajar asal Lingkungan Gerung Butun Barat Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Polisi hingga saat ini masih memeriksa saksi-saksi untuk memastikan siapa yang lalai dalam berkendara.

    “Perkembangan lebih lanjut kami laporkan kembali. Untuk sementara Kami dalam proses pemerikasaan saksi-saksi,” pungkasnya. (sat)

    Hindari Konflik Horizontal, Tuan Guru Diminta Turun Jaga Kondusivitas

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Sebagai bagian dari upayanya menghadirkan kondusifitas di daerah, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat H. Lalu Saswadi menggelar kunjungan langsung ke para Tuan Guru.

    Setelah sehari sebelumnya bertandang ke kediaman TGH. Mukhlis Ibrahim dan TGH. Mukhtar Ahyani, Lalu Saswadi mengunjungi TGH. Safwan Hakim di kediamannya di Komplek Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri Selatan Lobar, Minggu (18/03).

    H. Lalu Saswadi kembali mengingatkan kepada masyarakat agar terus menjaga keamanan dan ketentraman selama menjelang digelarnya Pesta Demokrasi di wilayah Lobar.

    Gesekan-gesekan horizontal sudah mulai nampak, walaupun baru tercermin melalui media sosial.

    Menurut Saswadi, hal itu harus dihindari pada kondisi nyata, karena bagaimanapun Pilkada adalah untuk kepentingan semua masyarakat.

    “Karena masing-masing Paslon ini, memiliki masa yang tipikalnya keras, jadi saya pribadi meminta kepada para Tuan Guru untuk ikut turun menjaga kondusifitas di daerah kita ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan IKM Provinsi NTB itu.

    TGH. Safwan Hakim yang merupakan tokoh agama kharismatik dan juga Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim menyambut baik ajakan tersebut.

    “Para Pimpinan Pondok Pesantren, Ulama dan Tokoh Masyarakat adalah perekat umat,” ujarnya.

    Ketua Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Lobar ini pun memberikan contoh kebijakan yang ada di Ponpes Nurul Hakim yang dipimpinnya.

    “Kita tidak ingin berjarak dengan semua pihak dengan mengambil posisi mendukung salah satu calon. Kita ingin membangun silaturrahmi dengan semua calon,” tegas Tuan Guru Safwan.

    Namun tambahnya, ia meminta semua komponen di pondoknya untuk aktif dalam Pilkada. Salah satu caranya adalah membebaskan semua pihak memilih berdasarkan hati nuraninya.

    “Agar hasil dari Pilkada ini juga adalah sosok pemimpin terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

    TGH. Safwan Hakim pun memastikan bahwa kebersamaan ulama’ dengan umaro’ (pemerintah, red) menjadi salah satu kunci sukses Pilkada yang damai.

    Selain bersilaturrahmi dengan Tuan Guru yang ada di Kecamatan Kediri, Saswadi juga akan melakukan hal serupa dengan para Tuan Guru yang ada di wilayah Kabupaten Lobar. Semua itu demi terwujudnya Pilkada yang aman dan damai khususnya di wilayah Kabupaten Lobar. (f3)

    Laskar Sasak Bangun Rumah Singgah untuk Anak Yatim

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka Hari Jadi ke-1 Laskar Sasak melaksanakan salah satu programnya yaitu pembangunan rumah singgah untuk anak yatim di Wilayah Lombok Timur (Lotim) tepatnya Dusun Nyambuk Bawang Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (18/3/2018)

    Giat pembangunan ini adalah salah satu program dari ormas Laskar Sasak yang rutin dilaksanakan untuk mensejahterakan rakyat. Dalam Giat bedah rumah ini Laskar Sasak bekerja sama dengan Lumbung Pangan (Lumpang).

    Ketua Harian Laskar Sasak, Imam Zarkasih mengatakan selain bertujuan mensejahterakan masyarakat,juga agar Laskar Sasak lebih dekat dengan masyarakat .

    “Giat ini menanamkan jiwa gotong-royong dengan masyarakat agar lebih dekat, hal ini akan menjauhkan tendensi negatif atas laskar sasak,” kata Imam.

    Diatas tanah seluas 50 are ini akan dibuat bangunan seluas 2 are secara bertahap namun secepatnya diselesaikan untu menampung anak yatim.

    Selain kegiatan pembangunan rumah penampungan anak yatim,Laskar Sasak juga telah melakukan berbagai program diantaranya penanaman pohon, penyantunan fakir miskin dan anak yatim serta kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

    “Hal ini saya sampaikan agar kita memiliki semangat yang sama untuk menjalankan program kita dan saya berterima kasih kepada masyarakat desa ini telah menerima kami dengan baik,” tambahnya.

    Dewan pendiri Laskar Sasak,TGH Kasful dalam sambutannya menyampaikan bahwa Laskar Sasak harus menjadi ksatria yang sesungguhnya.

    “Laskar Sasak adalah perajurit, yang harus dilaksanakan oleh Laskar Sasak adalah menjadi pendekar disiang hari namun tunduk pada Tuhan pada malam hari,” ungkap TGH. Kasful.

    Ia juga mendorong agar Laskar Sasak selalu aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan seperti menyantuni anak yatim, fakir miskin dan menjadi pembela rakyat kecil.

    Kepala desa Lendang Belo Surya Jaya menyampaikan rasa syukurnya telah bertemu dengan Laskar Sasak yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan programnya tersebut.

    Dalam kesempatan itu juga,Ketua Umum Laskar Sasak, Lalu Taharudin menyampaikan berbagai harapannya.

    “Saya berharap kekompakan Laskar Sasak ini bisa meningkat dan program inipun menepis anggapan negatif dari masyarakat dan pemerintah terhadap Laskar Sasak,” harapnya. (f3)

    135 Personel Kodim 1620/Loteng Lakukan Tes Urine

    HarianNusa.com, Mataram – Korem 162/WB menggelar inspeksi mendadak (sidak) tes urine khususnya bagi prajurit jajaran Kodim 1620/Loteng,Senin (19/3/2018).

    Pasi Intel Kodim 1620/Loteng, Lettu Inf Suliono, S.IP saat memimpin sidak tes urine mengatakan Inspeksi mendadak (Sidak) tes urine ini dilakukan dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Prajurit Korem 162/Wira Bhakti khususnya Kodim 1620/Loteng

    Dilanjutkanya, Sidak ini merupakan bagian dari program satuan untuk menghindari adanya anggota Kodim 1620/Loteng yang menggunakan ataupun mengedarkan barang haram tersebut.

    “Sidak tes urine ini dilakukan selain memberikan efek positif bagi personel itu sendiri, juga karena sanksi hukumannya yang tegas hingga pemecatan atau dikeluarkan dari dinas TNI AD,” ungkapnya.

    Sementara, Dandim 1620/Loteng Letkol Inf Is Abul Rasi menyampaikan kegiatan itu dilakukan sebagai wujud pernyataan perang terhadap Narkoba khususnya di lingkungan TNI AD.

    “TNI dari awal sudah berkomitmen untuk memberantas dan menyatakan perang terhadap Narkoba apapun jenisnya,” ungkap Is panggilan akrab Dandim 1620/Loteng.

    Menurutnya, Indonesia sudah darurat Narkoba sehingga harus segera diambil tindakan baik preventif maupun refresif terhadap peredaran Narkoba.

    “Kami siap memberikan dukungan dan bantuan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) jika diperlukan untuk melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Kabupaten Lombok Tengah,” tegasnya.

    Orang nomor satu di Kodim 1620/ Loteng itu berharap agar seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama bersatu padu memberantas dan menyatakan perang terhadap Narkoba untuk membatasi ruang dan gerak para pengguna maupun pengedarnya.

    “Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat meminimalisir perederan Narkoba khsusunya di lingkungan Prajurit dan masyarakat pada umumnya,” pungkas Is Abul Rasi.

    Sidak yang dilakukan Usai Upacara bendera bulanan tersebut diikuti 135 personel Kodim 1620/Loteng yang terdiri dari para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kodim 1620/Loteng dengan hasil negatif. (f3)

    KPU NTB Tetapkan Jumlah DPS

    HarianNusa.com, Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018 sebanyak 3,545,106 Pemilih, terdiri dari 1.742.829 Pemilih Laki-laki dan 1.802.277 Pemilih Perempuan yang tersebar di 116 Kecamatan, 1.137 Desa/Kelurahan dan 8.336 TPS.

    Penetapan DPS dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka, Jumat (16/3) dipimpin oleh Ketua dan Anggota KPU Provinsi NTB yang dihadiri Peserta yakni Ketua dan Anggota KPU Kab/Kota se NTB, Kasubbag Program dan Data serta Operator Sidalih.

    Hadir Pula dalam Rapat Pleno Terbuka tersebut Penghubung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bawaslu Prov NTB, Kepala Bakesbangpoldagri Prov NTB, dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Prov NTB.

    Dalam Rapat Pleno Terbuka tersebut, KPU Provinsi NTB melakukan Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran tingkat Provinsi untuk ditetapkan sebagai DPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018

    Selain itu juga, KPU Provinsi NTB melakukan Rekapitulasi dan menetepakan Daftar Pemilih Potensial Non KTP-Elektronik yang tertuang dalam formulir Model A.C.4-KWK, dimana Pemilih tersebut ditemukan oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) saat Coklit tanggal 20 Januari s/d 18 Februari yang lalu, namun belum atau tidak memiliki KTP Elektronik.

    Ketua KPU Provinsi NTB Lalu Aksar Ansori mengatakan didalam Undang-Undang, persyaratan warga negara untuk terdaftar menjadi Wajib Pemilih harus memiliki KTP Elektronik atau Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang menerangkan bahwa pemilih tersebut telah melakukan perekaman e-KTP.

    “Daftar Pemilih Potensial Non KTP-Elektronik yang ditetapkan KPU Provinsi NTB sejumlah 319.530 Pemilih dengan rincian 159.398 Pemilih Laki-Laki dan 160.132 Pemilih Perempuan,” terangnya.

    Lalu Aksa melanjutkankan bahwa DPS tidak muncul begitu saja. Jumlah DPS ini telah terakumulasi secara keseluruhan dimulai dari Data DP4 yang disinkronisasi dengan DPT Pemilu Terakhir. Hasil sinkronisasi tersebut selanjutnya dbagi atau digrouping oleh KPU Kab/Kota menjadi Daftar Pemilih per TPS.

    “Daftar Pemilih Per TPS yang tertuang dalam Formulir Model A-KWK inilah yang dipakai oleh PPDP untuk Mencoklit,” ujar Lalu Aksar

    Kemudian Hasil Coklit ini bermacam-macam, ada Pemilih yang dicoret karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai Wajib Pilih dengan beberapa kategori diantaranya Pemilih yang telah Meninggal dunia, Ganda, Dibawah Umur, Pindah Domisili, Tidak Dikenal, TNI/Polri, Hilang Ingatan, Hak Pilih Dicabut, dan Bukan Penduduk NTB.

    Namun ada juga Pemilih yang tidak terdaftar dalam Model A-KWK, namun ditemukan di lapangan oleh PPDP. Pemilih-pemilih tersebut dicatat dalam formulir Model AA.KWK sebagai Pemilih Baru.

    “Jadi DPS ini didapatkan dari dicoretnya Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kemudian ditambah dengan Pemilih Baru,” jelas Aksar.

    Dalam Rapat Pleno muncul pula tanggapan dari Bawaslu Provinsi NTB. Bawaslu misalnya menyoroti adanya perbedaan data hasil Rekapitulasi KPU KabKota dengan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Panwas. Di Kota Bima juga disoroti adanya pemilih yang dicabut hak pilihnya. Sementara di Kabupaten Lombok Barat disoroti lebih dari 400 pemilih di desa Pemalikan.

    Tehadap perbedaaan data hasil rekapitulasi KPU Kabupaten/kota dengan hasil pengawasan Panwas dijelaskan bahwa DPS yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten/kota telah mendapat masukan dari Panwas pada saat Rekapitulasi di tingkat Kabupaten/kota.

    Terkait adanya Pemilih yang dicabut hak pilihnya di Kota Bima, dijelaskan bahwa KPU Kota Bima sebenarnya telah mendata mereka, namun mereka sendiri yang meminta supaya tidak dimasukkan sebagai pemilih, dan mereka ini memang termasuk warga dalam pengawasan aparat. Hal ini juga dipertegas oleh Ketua KPU Kota Bima Bukhari.

    Mengenai warga masayarakat Desa Pemalikan Lombok Barat, Ketua KPU Lombok Barat, Suhaimi Syamsuri menyatakan bahwa meskipun mereka belum memiliki KTP, namun mereka semua telah didata sebagai Pemilih Non KTP-Elektronik.

    Hal ini juga ditegaskan oleh Lalu Aksar bahwa sebenarnya desa Pemalikan itu sama dengan desa-desa lainnya di NTB ini, di sana ada perumahan permanen, ada sekolah dan ada masjid juga. Namun karena status wilayah yang ditinggali tersebut masih termasuk kawasan Hutan, dimana masyarakat tidak boleh bertempat tinggal di kawasan hutan, menyebabkan mereka sampai saat ini belum mendapat pelayanan memadai dalam perekaman e-KTP.

    “Namun semuanya sudah kita data sebagai pemilih, dan kami akan terus komunikasikan dengan pemerintah daerah agar mereka juga dapat mendapat layanan perekaman e-KTP,” jelas Lalu Aksar.

    Dalam Rapat Pleno Terbuka juga dilakukan perbaikan Data DPS di Kabupaten Lombok Utara.

    “KPU Kabupaten Lombok Utara sudah menetapkan DPS, namun ternyata TPS 31 Desa Pemenang Barat lupa dimasukkan dalam rekap DPS tersebut. Karena itu kami telah melakukan perubahan Berita Acara Rekap,” terang Ketua Divisi Teknis KPU Kabupatenb Lombok Utara,Burhan Ekwanto.

    Aksar menegaskan bahwa KPU Provinsi NTB akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB khususnya Dinas Dukcapil dalam rangka menuntaskan pemilih Non KTP-Elektronik.

    “Dinas Dukcapil harus serius menuntaskan perekaman KTP-Elektronik, dalam upaya menjamin hak konstitusional warga untuk dapat mempergunakan hak pilihnya,” pungkasnya.

    Berita Acara Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara ini beserta Lampirannya dan Softcopy Byname Pemilih selanjutnya akan disampaikan kepada Bawaslu dan Tim Pasangan Calon. DPS juga akan diumumkan ditempat-tempat strategis di Desa/kelurahan mulai tanggal 24 Maret s/d 2 April 2018 untuk mendapat tanggapan masyarakat.

    Diharapkan warga masyarakat yang belum terdaftar agar proaktif melaporkannya ke PPS setempat atau ke kantor KPU kabupatenb/kota. (f3)

    YBM-BRI dan IWABRI Layani Kebutuhan Ratusan Penerima Manfaat Di Lombok Timur

    0

    HarianNusa.com – Lombok Timur, Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI) kantor pusat, bersama Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), menggelar bakti sosial. Kali ini Pondok Pesantren Al Mubassyirun, Jl. Tiu Rotan, Dusun Karang Montong, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, menjadi lokasinya. Pada bakti sosial yang bergulir Rabu (14/3), kesehatan menjadi titik utama pelaksanaan. Terdapat empat poli layanan kesehatan, di antaranya adalah poli umum dengan 200 penerima manfaat, poli gigi dengan 50 penerima manfaat, poli mata dengan pemeriksaan dan pembagian kacamata untuk 50 penerima manfaat, poli bedah minor dengan 20 penerima manfaat.

    Selain layanan kesehatan, YBM-BRI dan IWABRI, turut memberikan bantuan berupa 100 paket sembako untuk masyarakat sekitar pondok pesantren. Kemudian juga 100 paket pendidikan untuk santri, 50 buah Alquran, dua unit MCK Komunal untuk pondok pesantren dan perbaikan dua bale di Dusun Longserang Timur, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Dana sebesar Rp. 269.025.000,- yang bersumber dari zakat pekerja BRI muslim Seluruh Indonesia, tersalurkan dalam rangkaian pelaksanaan program tersebut.

    Turut hadir memeriahkan acara adalah Pahriah, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, Drs. Faisol, selaku Camat Pemenang, Hilmi Manossoh Prayugo, selaku Kapolsek Pemenang, Maknun, selaku Kepala Desa Pemenang Timur, M. Sukri, selaku Kepala Desa Pemenang Barat. Kemudian dari pihak IWABRI dan YBM-BRI turut hadir Yenny Suprajarto, selaku Ketua Pengurus IWABRI, Harsono, selaku Pimpinan Cabang BRI Mataram, Tasurun, selaku Pimpinan Cabang BRI Selong, dan juga Dwi Iqbal Noviawan, selaku General Manager YBM-BRI pusat, beserta segenap pengurus IWABRI kantor pusat, kantor wilayah Denpasar, dan kantor cabang Mataram.

    “Ini merupakan salah satu upaya YBM-BRI dan IWABRI memfasilitasi layanan untuk masyarakat dalam bidang kesehatan, dan juga wujud kepedulian terhadap masyarakat di sekitar Ponpes Al Mubassyirun. Memang bukan angka yang banyak, namun kami yakini dapat membantu kesejahteraan masyarakat di sini. Semoga juga bukan sekali ini saja bantuan bergulir, tetapi kami dapat konsisten menghadirkannya,” tutur Yenny Suprajarto.

    Pondok Pesantren Al Mubassyirun yang terletak di Dusun Karang Montong yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 150 Kepala Keluarga, dan mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah sebagai petani. Pondok Pesantren Al Mubassyirun memiliki 62 siswa pada tingkat Madrasah Tsanawiyah dan 60 siswa untuk tingkat Madrasah Aliyah. Di sisi lain, Pondok Pesantren Al Mubassyirun tidak mematok biaya bagi siswa yang berasal dari keluarga golongan ekonomi bawah, yang sebagian besar latar belakang pekerjaan orang tuanya sebagai petani, pedagang dan guru.

    Kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut merupakan bagian dari Program Berbagi Sehat Rakyat Indonesia. Selain program Berbagi Sehat Rakyat Indonesia, YBM-BRI juga menyalurkan dana zakatnya melalui Program Berbagi Smart Rakyat Indonesia (bidang pendidikan), Berbagi Syiar Rakyat Indonesia (bidang sosial dakwah) dan Berbagi Sejahtera Rakyat Indonesia (bidang ekonomi).

    Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran program pemberdayaan ekonomi berbasis Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) Usaha Keripik Talas dan PKUR Budidaya Ikan Nila dari dua kelompok pemberdayaan dari Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.

    Semoga langkah kebaikan ini dapat terus bergulir, menjangkau masyarakat miskin dan dhuafa di seluruh Indonesia. Karena YBM-BRI akan terus berbagi semangat untuk Indonesia.

    error: Content is protected !!