More
    Beranda blog Halaman 412

    Kunjungi Lobar, Bupati Karang Asem Bahas Isu Sara

    HarianNusa.com, Mataram – Bupati Karang Asem Bali bersama tim Silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karang Asem berkunjung ke Kabupaten Lombok Barat.

    Secara historis jika dikaitkan pada zaman kerajaan dahulu, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Karang Asem Provinsi Bali sangat dekat. Selain itu kondisi saat ini di Kabupaten Karang Asem penduduknya banyak berasal dari Pulau Lombok.

    “Hampir 45 persen penduduk Karang Asem berasal dari Lombok,” papar Bupati Karang Asem I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos saat diterima Pjs Bupati Lombok Barat, H. Lalu Saswadi didampingi Sekda Lobar, H. M. Taufiq, Anggota Forkopimda Lobar dan OPD terkait di Ruang Rapat Jayengrana Kantor Bupati Lobar, Jumat (2/3/2018)

    I Gusti Ayu Mas Sumatri yang merupakan satu-satunya bupati wanita di Bali ini, mengawali perkenalannya dengan menjelaskan backgroundnya sebagai bupati. Dengan berbekal sebagai seorang guru agama, dirinya diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Karang Asem.

    “Tujuan kami datang ke Lombok Barat untuk silaturahmi yang diisi dengan sinkronisasi masalah keamanan dan ketertiban,” kata bupati wanita dua periode ini.

    Kabupaten Karang Asem sendiri hanya terdiri dari 8 kecamatan, 78 desa dengan jumlah penduduk hanya 410.800 jiwa. Namun masalah konflik sosial dan isu suku, agama dan ras (SARA) belum terjadi secara signifikan.

    “Kendati begitu, kami bersama tim Forkopimda perlu melakukan silaturahmi dan mensingkronisasikan penanganan masalah konflik sosial dan isu SARA ini,” ujarnya.

    Di tempat yang sama, Pjs Bupati Lobar H.L.Saswadi memaparkan data kriminalitas yang ada di Lobar. Mantan Sekwan Lobar ini merinci, kasus kriminalitas yang mendominasi adalah kasus penipuan. Jumlahnya mencapai 105 kali, menyusul kasus penganiayaan sebanyak 95 kali.

    “Kasus-kasus lain hanya pada hitungan belasan kali. Sedangkan kasus yang belum terjadi adalah kasus kepemilikan senjata api (senpi), menyusul kasus pemerkosaan/pencabulan hanya terjadi 4 kali,” jelasnya.

    Di Kabupaten Lobar, kata Saswadi, saat ini sedang menggelar Pilkada. Dikaitkan dengan situasi keamanan dan ketertiban, setelah dievaluasi oleh provinsi NTB, ternyata yang teraman di NTB adalah Lobar. Namun masalah penipuan dan lainnya bukan menjadi isu terbesar.

    “Yang menjadi isu besar itu adalah sara, namun tidak pernah terjadi,” tegasnya.

    Senada dengan Saswadi, Sekda Lobar HM.Taufiq pun menyatakan hal yang sama. Dikatakannya, isu sara di Lobar memang tidak pernah terjadi berkat koordinasi dan kedekatan anggota Forkopimda Lobar sudah demikian bagus baik dengan Forkopimda provinsi maupun kabupaten/kota.

    “Kalau ada masalah sedikit kita langsung kumpul dan kita kompak, kemana-mana kita bareng keliling,” ujar sekda.

    Dikatakannya, Saat ini Pemkab Lobar gencar mengkampanyekan himbauan bertajuk “Pilkada Damai”. Beberapa waktu lalu Pjs Bupati didampingi jajaran bersama Forkopimda bersilaturahmi ke seluruh pasangan calon Bupati Lobar yang akan bertarung di Pilkada. Selain itu Pemkab Lobar juga roadshow ke seluruh kecamatan dan bertemu dengan seluruh Kepala Desa guna mengkampanyekan pesan Pilkada Damai.

    Komunikasi intensif semacam itu yang membuat Forkopimda Karang Asem ingin membuat semacam kerja sama dalam rangka penanganan kasus-kasus sosial di daerah masing-masing.

    Terkait dengan kerjasama ini, beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Bogor juga menginginkan hal yang sama. Namun, penandatanganan kerjasama belum semat dilakukan. Jika hal ini sudah ada kesepakatan, maka dalam waktu dekat, antara Forkopimda Lobar, Karang Asem dan Bogor bisa dikoordinasikan segera.

    Tidak berhenti sampai di situ, Sekda Taufiq juga menyinggung keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Lobar. Diakuinya, FKUB sangat berperan dalam rangka menjaga konflik yang kemungkinan akan memicu menimbulkan masalah.

    “Biasanya itu kita rangkul dan menggelar diskusi bersama sebelum masalah itu membias,” terangnya. (f3)

    Dua Mayat di Dompu Ternyata Maling Ayam yang Dimutilasi Warga

    HarianNusa.com, Mataram – Misteri penemuan dua mayat di ladang jagung Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Selasa (27/02) kemarin akhirnya terkuak. Berdasarkan hasil otopsi, dua jenazah tersebut tewas dibunuh warga. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa dua jenazah tersebut merupakan korban tersengat listrik.

    Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan Kabid Dokkes Polda NTB AKBP Hastry di RSUD Dompu, terdapat empat fakta mengejutkan seputar kematian kedua korban. Pertama diketahui potongan tubuh dan tulang belulang yang ditemukan adalah potongan tubuh dua laki-laki berumur sekitar 15 dan 20 tahun.

    Kemudian kedua korban meninggal dunia sekitar 12-15 hari yang lalu diakibatkan benturan benda tajam dan benda tumpul ditunjukan dengan adanya bekas bacokan pada tulang punggung korban dan tangan korban yang patah serta adanya memar pada tengkorak korban. Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda sengatan listrik, seperti informasi yang beredar sebelumnya. Terakhir, baju kaos yang digunakan salah satu korban ditemukan di dalam kantong celana yang korban kenakan.

    Hasil pengembangan kasus penemuan mayat tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku bernama Angga warga setempat, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Dari informasi Angga, pelaku lainnya berhasil diringkus polisi.

    Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti yang ditemui mengatakan, sebelumnya polisi juga menahan seorang pelaku yang diketahui bernama Syarifudin alias Rambo. Dia mengaku para korban tewas akibat tersengat listrik yang dipasang di kandang ayam milik pelaku.

    “Berdasarkan hasil otopsi tersebut dilakukan intograsi ulang kepada para pelaku.  Sehingga diperoleh hasil yang awalnya para pelaku mengatakan bahwa korban meninggal karena tersengat listrik yang dipasang di sekitar kandang ayam guna menghalau binatang liar yang memangsa ternak. Akhirnya mengakui perbuatannya,” ujarnya Kamis, (01/03).

    Pelaku akhirnya mengaku bahwa dua korban yang diduga sebagai maling ayam tersebut tewas akibat dianiaya oleh para pelaku.

    Sebanyak tujuh orang pelaku kini telah diamankan polisi. Mereka diduga sebagai dalang dari kasus pembunuhan dua terduga maling ayam tersebut. Masing-masing pelaku bernama Irfan (18), Amirudin (19), Hermansyah (21). Ketiganya merupakan warga Desa Bara Kecamatan Woja Dompu.

    Pelaku lainnya bernama Usman (46), Syarifudin alias Rambo (22), Musmulyadin (29) warga Dusun Campa Desa Bakajaya Kecamatan Woja. Terakhir, Supriadin (28) warga Dusun Soriutu Kecamatan Manggelewa Dompu.

    Kronologis Pembunuhan Maling Ayam

    Doktor Zul: Percuma Jadi Gubernur Hebat Jika Tidak Selamat

    HarianNusa.com, Sumbawa – Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc meminta masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk mendoakannya agar ikhtiarnya mengikuti proses demokrasi di Pilgub NTB ini meraih kemenangan yang diridhoi Allah SWT. Karena itu di setiap kunjungannya menyapa masyarakat di berbagai pelosok NTB, Ia selalu meminta dukungan dan doa restu untuk kemenangan Zul-Rohmi.

    Kemenangan yang dimaksud adalah yang diraih dari diijabahnya doa-doa yang terpanjatkan dari bibir dan hati mereka yang penuh keikhlasan. Bukan hanya kemenangan Zul Rohmi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018–2023, tapi kemenangan menjadi pemimpin yang selamat dunia dan akhirat.

    “Percuma menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur yang hebat jika kita tidak selamat,” ucap Doktor Zul—sapaan Cagub No. 3 ini saat bertatap muka dengan warga Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa, Kamis (1/3).

    Karena itu blusukan yang dilakukan dengan menyambangi masyarakat dari rumah ke rumah, menembus pelosok, dusun, kampung dan lainnya, sebagai cara efektif untuk mengetahui kenyataan yang ada. Dengan blusukan juga dapat menautkan perasaan dan batin antara calon pemimpin dengan rakyatnya. “Jika hati ini sudah bertaut, rakyat pasti akan mendukung dan selalu mendoakan mereka-mereka yang selalu datang menyapa. Dan insyaaAllah dari doa-doa inilah Allah SWT mendengar dan mengabulkannya,” ujarnya.

    Sementara ketika bertatap muka dengan warga Kebayan Kelurahan Uma Sima, Cagub asli Sumbawa yang berpasangan dengan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (kakak kandung Gubernur NTB TGB HM. Zainul Majdi MA) ini mengatakan bahwa NTB sangat luas dan menjadi pemimpin di NTB harus memahami tentang NTB dan masyarakatnya. Salah satu cara adalah mendatanginya. Karena itu menjadi pemimpin NTB membutuhkan calon gubernur yang kuat dan sehat secara fisik agar bisa terus menyapa rakyatnya. Sebab permintaan masyarakat tidak muluk-muluk, hanya ingin didatangi pemimpinnya.

    Ia tidak bisa membayangkan jika tidak kuat dan sehat, bagaimana pemimpin itu bisa menyapa rakyatnya yang tersebar di beberapa tempat dengan jangkauan yang jauh dan luas. Keberaniannya menyapa masyarakat secara langsung diakui Doktor Zul bukan tanpa risiko. Namun dengan cara ini akan mengajarkan masyarakat tentang kepemimpinan yang baru, sehingga masyarakat mengetahui siapa pemimpinnya, apa pikiran, gagasan, dan narasinya yang akan dibangun. Ini penting agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung dan membeli karung dalam perut kucing.

    Di bagian lain, Doktor Zul juga mengemukakan motivasi dirinya maju dan didukung TGB menjadi Calon Gubernur NTB. Ini ketika dia dan TGB hadir pada acara kenegaraan dan mendengar pidato Presiden Jokowi yang mempresentasikan tentang NTB. Banyak perusahaan besar multi nasional menghidangkan satu bayangan menakjubkan tentang NTB masa depan, mulai dari Samota di Sumbawa, pembangunan Smelting di KSB, Mandalika dan lain-lain di Pulau Lombok. Karena itu Doktor Zul berkesimpulan meskipun NTB terletak di ujung timur Indonesia tapi daerahnya sangat luar biasa. Karena itu dibutuhkan seorang pemimpin yang berkompeten dalam melanjutkan kepemimpinan TGB untuk NTB yang gemilang.

    Di tempat yang sama, Dahlia mewakili kaum perempuan Kebayan Uma Sima mengajak memilih pasangan yang di dalamnya ada seorang perempuan. Satu-satunya pasangan itu adalah Zul-Rohmi. Ia mengemukakan alasan memilih Zul—Rohmi, karena hanya perempuan yang mengerti tentang perempuan. (sat)

    Sitti Rohmi Kunjungi Atlet Pencak Silat

    HarianNusa.com, Mataram – Diah Ayu Lestari, atlet pencak silat yang juga seorang Qori’ah asal Petemon, Rabu (28/2) dikunjungi oleh Cawagub, Sitti Rohmi Djalilah yang akrab disapa Ibu Rohmi.

    Setibanya di rumah Diah, Sitti Rohmi dan rombongan langsung disuguhkan berbagai atraksi pencak silat oleh Diah, dari berbagai Jurus bela diri (tangan kosong), atraksi menggunakan golok sampai atraksi jurus menggunakan tongkat.

    Atlet yang pernah menjuarai POPDA (Pekan Olah Raga Pelajar Daerah) dan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) terlihat begitu terharu, matanya tampak berkaca-kaca saat Ibu Rohmi menanyakan tentang kegiatan dan masa depannya.

    Selanjutnya, Diah (17) panggilan akrab Diah Ayu Lestari menyampaikan semoga Beliau, ibu Sitti Rohmi Djalilah menang dan berharap para kaum perempuan NTB menyadari pentingnya keterwakilan perempuan, mengingat hanya beliau satu-satunya tokoh perempuan yang maju di Pilgub kali ini. “jika Ibu Rohmi nantinya terpilih, agar lebih memperhatikan kondisi atlet-atlet seperti dirinya, karena kami membutuhkan fasilitas untuk menunjang prestasi,” pinta Diah.

    Menanggapi hal tersebut Sitti Rohmi mengatakan, bahwa kaum perempuan NTB memang harus kuat, agar tidak diremehkan dan dimarjinalkan oleh kaum laki.

    “Bagus sekali Nak Diah menguasai ilmu bela diri pencak silat, itu hal yang positif, selain untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama Daerah, pencak silat juga berguna untuk pertahanan diri,” kata Sitti Rohmi.

    Selanjutnya Sitti Rohmi menekankan, penting bagi kaum perempuan aktif mengikuti pelatihan kewirausahaan agar mampu membuka peluang usaha seperti ekonomi kreatif, agar para perempuan NTB esok tidak banyak ke luar negeri.

    “jadi kedepan nanti seandainya kami terpilih, persoalan-persoalan perempuan NTB ini akan kami masukkan sebagai skala prioritas program pemerintahan. Agar segala persoalan tersebut dapat kami tuntaskan,” pungkasnya. (sat)

    Pemkab Lobar Terus Mengkampanyekan Pilkada Damai

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus melakukan kampanye Pilkada Damai. Masih dalam kegiatan serupa,Pemkab Lobar kembali melakukan roadshow ke kecamatan yang ada.

    Setelah sebelumnya bertemu dengan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar dan Narmada, kali ini Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H L. Saswadi bersama jajaran bertemu dengan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Batulayar dan Gunungsari. Pertemuan dilakukan di Aula Kantor Camat Batulayar, Kamis (1/3/2018).

    Dalam kesempatan itu, Saswadi menyampaikan arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menko Polhukam, Men PAN-RB dan KPK dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta. Antara lain, seluruh ASN diharapkan memfasilitasi jalannya Pilkada Serentak dan menjaga pelaksanaan Pilkada agar berjalan tertib dan sukses.

    “Selain itu juga amanat dari Menko Polhukam agar kita semua taat pada aturan yang sudah dibuat. Salah satunya aturan untuk netralitas seluruh ASN. Salah satu bentuk netralitas kita sudah mengganti foto petahana (bupati non-aktif Fauzan Khalid) yang ada di baliho, spanduk dan lainnya,” jelas Saswadi.

    Tidak lupa Saswadi mengajak para kades agar mensukseskan jalannya Pilkada dengan mengantisipasi munculnya isu SARA di masyarakat serta berpartisipasi menyalurkan suaranya.

    “Mari kita dorong agar Pilkada Bupati Lombok Barat dan Pilkada Gubernur berjalan sukses. Keberhasilan dari Pilkada sangat ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Jangan sampe yang datang ke TPS nanti cuma sedikit. Karena ini ajang memilih pimpinan kita,” tegasnya.

    Sementara itu, Camat Batulayar Suparlan mengaku pihaknya terus berupaya mengendalikan situasi di wilayahnya.

    “Sampai saat ini situasi Kamtibmas di Kecamatan Batulayar masih kondusif walaupun ada dua pasangan calon bupati di wilayah ini. Hingga saat ini kondisi masih terkendali, bersama Muspika Kecamatan situasi ini masih bisa kita pertahankan,” ujarnya.

    Turut hadir dalam kesempatan itu di antaranya Plt Ketua DPRD Lobar Multazam, Sekretaris Bakesbangpoldagri, Kabid Linmas SatPol PP, Dinas PMD, Camat Gunungsari, Kapolsek Senggigi dan Kepala Desa se-Kecamatan Batulayar dan Gunungsari. (f3)

    Dewan Bantah Terima Aliran Dana Merger BPR

    HarianNusa.com, Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bantah dugaan aliran dana 700 juta untuk memuluskan percepatan merger Perda Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi PT. BPR.

    Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi NTB, H. Mahdi mengatakan terkait adanya dugaan aliran dana dalam rangka proses pembahasan perdana PT. BPR. Dan Kejati NTB sudah menetapkan dua orang tersangka. Dari hasil pemeriksaan itu ada yang menyebutkan bahwa ada aliran dana masuk ke DPRD NTB.

    Kata Mahdi, setelah dilakukan klarifikasi oleh pimpinan baik kepada badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) maupun ke Pansus, dengan tegas Mahdi membantah, tidak ada diketemukan aliran dana ke DPRD NTB baik itu dugaan yang ditujukan ke Pansus maupun Bapemperda.

    Ditegaskannya, bahwa semua proses pembahasan raperda PT. BPR NTB itu menggunakan APBD yang telah dipersiapkan di sekretarian DPRD NTB sehingga dari hasil klarifikasi tersebut pimpinan mengambil kesimpulan DPRD NTB hanya melaksanakan proses pembahasan raperda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Tidak ada lagi bahwa anggota DPRD baik secara pribadi maupun secara kelembagaan yang bermain-main dengan anggaran terhadap proses pembahasan perda PT BPR NTB,” tegas Mahdi membantah isu tersebut.

    “Sekali lagi saya katakan bahwa pimpinan sudah memanggil bapemperda dan pansus dan beliau-beliau mengatakan tidak ada anggaran untuk perda baik dari eksekutif maupun bank BPR karena memang anggaran untuk pembahasan itu sudah tersedia di sekretariat DPRD NTB,” tegasnya kembali.

    Untuk mengantisipasi kejadian dugaan-dugaan serupa agar tidak terulang lagi proses pembahasan raperda itu diperketan.

    “Raperda masuk kepada pimpinan DPRD baik itu berupa inisiatif DPRD maupun inisiatif kepala daerah,dari pimpinan akan mendisposisikan kepada bapemperda untuk mengkaji dan mempelajari dasar filosofinya, dasar sosiologisnya, dasar politisnya, ekonomi dan sosial budaya. Setelah dibahas itu disampaikan oleh bapemperda di rapat Paripurna.Di saat rapat Paripurna disampaikan oleh bapemperda apakah layak atau tdk raperda tersebut.Setelah itu ada tanggapan dari fraksi, kalau itu tanggapan eksekutif dijawab oleh bapak gubernur kalau itu inisiatif DPR akan dijawab oleh inisiator, siapa yg menjadi inisiatif dari raperda tersebut. Baru dijawab oleh Komisi-Komisi,” terang Mahdi menguraikan.

    “Jadi peluang-peluang untuk itu sangat kecil dan itu diperketat pembahasannya,” tambahnya Mahdi saat di temui diruang kerjanya, Kamis (01/03/2018).

    Menindaklanjuti atas hal ini yang dianggap mencoreng nama lembaga, Mahdi mengatakan akan melakukan rapat dengan pimpinan, apakah DPRD NTB akan mberikan somasi kepada yang bersangkutan, atau akan menjadi tuntutan tindak pidana pencemaran nama baik dan lain sebagainya.

    “Nanti setelah rapat pimpinan kita baru bisa ambil sikap. Kalau saya secara pribadi sebagai sekretaris, berikan paling tidak somasi kepada yang bersangkutan karena informasi ini kebenarannya tidak bisa kita buktikan. Kita minta menyampaikan permohonan maaf di media nasional maupun lokal bahwa DPRD tidak pernah menerima uang tersebut,” pungkasnya. (f3)

    Pilgub NTB, Ahyar Abduh Yakinkan Kesejahteraan Nelayan

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Calon gubernur NTB pasangan nomor urut 2, TGH. Ahyar melakukan silaturahmi dengan puluhan perwakilan nelayan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pantai Gading-Ampenan, Kamis, (01/03).

    Dalam sambutannya Ahyar menyampaikan rasa bangga dan bahagia bisa bertemu langsung dengan para perwakilan nelayan yang ada di NTB.

    Ia mengatakan tentu semua nelayan memilih harapan untuk hidup lebih baik dan dan lebih sejahtera. Untul itu Ahyar menyakinkan bahwa kehadirannya saat itu untuk m3ngabdikan diri demi kesejahteraan para nelayan NTB.

    ” Kehadiran saya saat ini untuk mengabdikan diri demi kesejahteraan para nelayan kita,” katanya di hadapan puluhan perwakilan nelayan NTB.

    Ahyar juga menyampaikan bahwa pasangan Ahyar-Mori sudah mempunyai program-program untuk kesejahteraan nelayan kedepannya.

    “Saya telah menyampaikan tekad dan komitmen kita untuk berjuang bersama demi kesejahteraan para nelayan,” ungkapnya Ahyar, calon gubernur yang berpasangan dengan H. Mori Hanafi pada pilgub 2018 mendatang.

    ” Apakah saudara mempunyai komitmen dan tekad untuk memperjuangkan Ahyar-Mori sebagai gubernur di NTB?,” Tanya Ahyar sambil disambut teriakan dan yel-yel dukungan kepada paslon nomor urut 2 tersebut.

    Ahyar mengajak seluruh nelayan merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan “AMAN” pada pilgub NTB 2018 mendatang.

    “Marilah kita rapatkan barisan untuk memenangkan Ahyar-Mori sebagai gubernur NTB demi kesejahteraan nelayan kita di Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya. (f3)

    Atasi Kekeringan, TNI dan Warga di Sape Perbaiki Pintu Air

    0

    HarianNusa.com, Bima – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Lanta Koramil 1608-03/Sape, Sertu Jamaludin bersama masyarakat binaannya melaksanakan gotong royong perbaiki pintu air bendungan Sumi dan Lanta di Desa Lanta Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Rabu (28/2).

    Danramil 1608-03/Sape Kapten Inf Junaid menyampaikan gotong royong perbaiki pintu air tersebut dilakukan secara manual menggunakan kayu untuk mengatasi kekeringan.

    “Perbaikannya untuk sementara menggunakan balok kayu dengan harapan dapat mengalirkan air ke lahan pertanian,” ujarnya.

    Junaid melanjutkan, berdasarkan laporan Babisanya, bahwa gotong royong pengerjaan pintu air tersebut dilakukan hingga sore hari.

    “Alhamdulillah airnya sudah bisa tertampung dan mengalir ke persawahan masyarakat yang sudah ditanami padi khususnya di Desa Sumi, Lanta dan Rato,” pungkasnya.

    Terpisah Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. mengatakan bahwa Ia setiap saat mengingatkan anggotanya untuk senantiasa berada ditengah-tengah masyarakat dengan harapan setiap permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas.

    Kata Bambang, program Upsus swasembada pangan ini merupakan program pemerintah pusat yang harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat dengan tujuan Indonesia dapat berswasembada pangan untuk kemakmuran dan kesejahtraan rakyat.

    “Semoga kita tetap diberikan kesehatan untuk bisa terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (f3)

    Potongan Tubuh Mayat di Dompu Ditemukan di Lokasi Terpisah

    HarianNusa.com, Dompu – Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo turun langsung melakukan evakuasi potongan tubuh jenazah di sebuah lahan jagung Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Selasa (27/02).

    Dia menemukan potongan tubuh jenazah yang diduga berkaitan dengan potongan tubuh jenazah yang sebelumnya telah ditemukan duluan.

    Kapolres juga melakukan penyisiran, karena diketahui berdasarkan laporan warga, dua orang asal Dusun Wawo Timur Desa Nowa Kecamatan Woja menghilang sejak lebih dari dua pekan yang lalu.

    Benar saya, tidak jauh dari lokasi ditemukan kerangka manusia yang berbeda dari potongan tubuh sebelumnya.

    Diidentifikasikan, kedua korban masing-masing bernama Irwansyah alias Thopan (33) dan Imran Syahdan (12).

    Sementara polisi belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab tewasnya kedua korban. Namun dugaan warga, kedua korban meninggal akibat tindak kejahatan pelaku yang masih misterius.

    Sementara AKBP Erwin Suwondo mengatakan sengaja turun langsung melakukan pencarian jenazah, agar warga dapat mempercayakan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

    “Saya turun langsung ke lapangan untuk memberikan motivasi kepada anggota dan ingin bersentuhan langsung dengan masyarakat serta menenangkan keluarga korban agar menyerahkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” ungkap Kapolres dilansir dari Tribrata. (sat)

    Sitti Rohmi Maknai Pilkada Jadi Ibadah

    HarianNusa.com, Mataram – Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengatakan masyarakat NTB harus memaknai Pemilihan Umum Kepala Daerah dalam konteks ibadah.

    Cawagub yang berpasangan dengan politikus Partai Keadilan Sejahtera Zulkieflimansyah menyebut masyarakat pemilih harus benar-benar mempelajari trek rekor para pasasangan calon. Setelah itu menentukan pilihan sesuai hati nurani, barulah kemudian mencoblos di bilik suara dengan membaca basmalah.

    “Kemajuan provinsi kita ada di tangan kita semua. Gunakan hak pilih sesuai hati nurani, cek trek rekor para calon, baca bismillah sebelum mencoblos, doakan untuk kemajuan, kan ibadah jadinya,” kata Rohmi di Lingkungan Karang Buyuk, Kecamatan Ampenan Selatan, Kota Mataram, Rabu (28/02).

    Rohmi melanjutkan kalau dirinya bersama Zulkieflimansyah bertekad mengikuti proses Pilkada sesuai aturan. Mereka ingin menjadikan masa kampanye ini sebagai masa untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang misi, misi serta gagasan dan ide yang ia bawa untuk menjadi paslon gubernur dan wakil gubernur NTB.

    Rohmi mengatakan pihaknya sangat tidak menginginkan masa kampanye ini menjadi ajang gontok-gontokan dengan paslon lain. Kata dia sudah saatnya NTB matang berdemokrasi di mana masing-masing paslon lebih mengutamakan adu ide dan gagasan ketimbang gontok-gontokan untuk saling menjatuhkan.

    “Masyarakat harus tenang dan tentram selama kampanye ini. Ingat, tujuan kita baik, mari kita lakukan dengan cara yang baik. Jangan ada permusuhan,” imbaunya.

    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB sejak 15 Februari lalu sudah memulai kampanye secara resmi. Ada empat paslon yang ikut dalam kontestasi Pilkada NTB 2018.

    Zul-Rohmi merupakan paslon nomor urut tiga yang diusung PKS dan Partai Demokrat, tiga paslon lain adalah pasangan nomor satu, yakni Moh Suhaili dan Muhammad Amin yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa. Nomor dua merupakan Ahyar Abduh dan Mori Hanafi yang diusung oleh Partai Gerindra, PPP, PAN, PDIP, PBB dan Hanura. Sedangkan untuk nomor empat menjadi milik pasangan yang maju lewat jalur independen Ali Bin Dachlan dan Lalu Gede Sakti. (sat)

    error: Content is protected !!