More
    Beranda blog Halaman 413

    Didatangi Doktor Zul, Pedagang Pasar Plampang Heboh

    HarianNusa.com, Sumbawa – Kehadiran Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc membuat heboh para pedagang di Pasar Plampang, Rabu (28/2) pagi. Para pedagang langsung berebutan menyalami dan foto bersama dengan Calon Gubernur satu-satunya dari Pulau Sumbawa.

    Antusias para pedagang dan pengunjung pasar tersebut cukup beralasan karena selama ini mereka baru pertamakali didatangi langsung Calon Gubernur yang akan berlaga pada 27 Juni 2018 mendatang. Selain itu mereka juga hanya melihat Doktor Zul—sapaan Cagub Nomor 3 ini dari pajangan kalender dan baliho. Apalagi dari empat pasangan calon, hanya Cagub yang didukung Partai Demokrat dan PKS ini yang didampingi seorang wanita anggun berjilbab hijau, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang kebetulan kakak kandung Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi MA.

    Selain menyapa para pedagang, Doktor Zul yang didampingi Ketua Relawan Zul—Rohmi, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si, Ketua Sahabat Rengga Edy “Rio” Mochtar, para Relawan Jilbab Hijau dan tim sukses lainnya, secara tak terduga bertemu Ny. Ming—teman sekelasnya ketika mengeyam pendidikan di SMP Negeri 1 Sumbawa puluhan tahun lalu. Keduanya sempat bercengkrama dan sedikit larut pada nostalgia masa silam. Ny Ming adalah pengusaha yang juga adik kandung Arifin (Boss Ipin) Ketua DPC Perindo Sumbawa. Selepas dari Pasar Plampang, Doktor Zul menyambangi masyarakat di sejumlah desa wilayah kecamatan bagian timur Sumbawa ini. Seperti Sepayung, Sepakat, Selanteh dan beberapa desa dan dusun lainnya yang diakhiri di Labuan Jontal Desa Teluk Santong.

    Sebelumnya Doktor Zul sempat bertatap muka di Posko Pemenangan Zul-Rohmi, Desa Muer. Kedatangan Doktor Zul pada Selasa malam itu sedikit terlambat karena menjelang larut malam dari jadwal seharusnya pukul 20.00 Wita. Keterlambatan ini tidak disengaja, sebab pagi harinya menghadiri Rakercab Demokrat Sumbawa lalu diskusi dengan Persatuan Guru PAUD, lanjut ke Kabupaten Sumbawa Barat juga menghadiri Rakercab Demokrat di daerah setempat. Dari Taliwang KSB tanpa jeda, Doktor Zul langsung meluncur ke Kecamatan Plampang.

    Meski demikian masyarakat setempat dengan sabar menunggu kehadiran orang yang akan diperjuangkan menjadi Gubernur NTB Periode 2018—2023 ini. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga, namun paling dominan masalah pertanian. Misalnya embung, pupuk, dan harga gabah. Warga juga berharap dapat menyambangi mereka ketika ditakdirkan menjadi Gubernur mendatang. Warga pun bertekad untuk berjuang bersama memenangkan Zul-Rohmi. Menurut mereka, kesempatan orang Sumbawa menjadi Gubernur NTB tidak datang dua kali. Apalagi Doktor Zul adalah calon Gubernur NTB pilihan Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi—gubernur saat ini.

    Dalam kesempatan itu, Cagub Zulkieflimansyah mengatakan, bahwa menyapa dan bersilaturrahim dengan masyarakat terus dilakukan mulai dari ujung Sape, Bima hingga Ampenan Lombok karena memang NTB ini sangat luas. Setiap hari ia harus bangun subuh dan tidur menjelang tengah malam. Memang lelah, namun kondisi itu tergantikan karena merasa bahagia bertemu dengan masyarakat.

    Ternyata menjadi pemimpin NTB ini membutuhkan calon gubernur yang kuat dan sehat secara fisik. Karena memang permintaan masyarakat tidak muluk-muluk, hanya ingin didatangi pemimpinnya. Ia tidak bisa membayangkan jika tidak kuat dan sehat, bagaimana bisa menyapa rakyatnya yang tersebar di beberapa tempat dengan jangkauan yang jauh dan luas. “Masyarakat itu tidak perlu dikasih uang banyak, tidak perlu janji-janji yang besar, cukup didatangi calon pemimpinnya walaupun hanya sebentar, dipeluk bahunya, dijabat tangannya dengan erat, ditatap matanya dengan lembut, itu menghadirkan sensasi luar biasa di masyarakat,” ucap Doktor Zul.Keberaniannya menyapa masyarakat secara langsung diakui Doktor Zul bukan tanpa risiko.

    Namun dengan cara ini mengajar masyarakat tentang kepemimpinan yang baru, sehingga masyarakat mengetahui siapa pemimpinnya, apa pikiran, gagasan, dan narasinya yang akan dibangun. Ini penting agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung dan membeli karung dalam perut kucing.

    Di bagian lain Doktor Zul menyinggung sikap pesimis sebagian masyarakat bahwa tidak mungkin orang Sumbawa menjadi Gubernur. Indikatornya adalah populasi penduduk di Pulau Sumbawa kalah jauh Lotim, Lobar, dan Loteng.

    Dengan rasa pesimis ini, banyak putra-putra terbaik Sumbawa yang lebih memilih menjadi Calon Wakil Gubernur yang nantinya bisa menjadi Gubernur ketika Gubernurnya meninggal dunia dan ditangkap KPK.
    Doktor Zul mengakui Sumbawa lebih kecil dari Lotim, Loteng, dan Lobar. Tapi mereka lupa, ketika hati masyarakat Sumbawa ditautkan dengan KSB, Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima, maka basis elektoralnya tidak kalah besarnya dibandingkan dengan daerah-daerah di Pulau Lombok. Karena itu dengan keberaniannya menjadi Calon Gubernur NTB, dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak muda dan orang tua.

    Mereka tadinya yang tidak memiliki semangat karena mengetahui ada putra Pulau Sumbawa yang maju menjadi Calon Gubernur, kembali bersemangat dalam mentap kehidupan ini.

    “Semoga kehadiran bapak ibu ini menjadi saksi sebuah perjalanan panjang yang kita mulai dari langkah pertama. Kami mohon doa restu bapak dan ibu semoga dengan doa dan dorongannya, insya Allah tanggal 27 Juni kita akan bikin sejarah baru, putra dari Pulau Sumbawa akan menjadi Gubernur di propinsi yang kita cintai ini,” pintanya. (sat)

    Syamsul Fikri: Koalisi Demokrat – PKS Bersama Relawan Siap Menangkan Zul- Rohmi

    HarianNusa.com, Sumbawa — Ketua DPC Partai Demokrat Sumbawa, Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si mengatakan koalisi Demokrat, PKS dan relawan dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa Selasa 27/2/2018 yang berlangsung di aula Hoter Sernu.

    Dijelaskan Fikri sapaan akrabnya, Melalui momentum Rakercab ini, selain membahas program kerja partai demokrat, juga membahas beberapa agenda penting yang harus dilaksanakan pada 2018 dan pemilu 2019. Hal ini penting dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kepemimpinan daerah seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

    “Alhamdulillah Demokrat sudah mengantarkan kadernya menjadi Wakil Bupati di Kabupaten Sumbawa bersama Bupati.dan InsyaAllah momentum yang sama juga akan kembali terjadi dimana Demokrat bersama PKS partai koalisi kembali mengulang memontum tersebut dengan mengantarkan paket Zul-Rohmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di NTB,” Tegasnya.

    Dijelaskannya, pengusungan Zul-Rohmi dengan empat kursi demokrat dan PKS tiga kursi tidak akan berhasil hingga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, jika tidak adanya dukungan semua pihak serta sinergitas dari para relawan-relawan Zul-Rohmi. Demikian juga dengan partai koalisi, agar tetap melakukan konsolidasi yang baik, terukur dan terkoordinir maka apa yang kita harapkan dan cita-citakan tersebut dapat tercapai.

    Dalam hal ini Partai Demokrat memberikan kepercayaan dengan memilih putra terbaik dari pulau Sumbawa untuk menjadi calon gubernur. “ Dalam hal ini saya sebagai ketua partai Demokrat di kabupaten Sumbawa dan sebagai ketua koalisi bersama dengan PKS bersama-sama dengan relawan siap memenangkan Zul-Rohmi,” tegasnya.

    Sementara itu, Cagub NTB yang diusung Partai Demokrat dan PKS, Dr Dr.Zulkieflimansyah, M.Sc dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Dirinya maju bersama Siti Rohmi Jalilah bukan karena letupan emosi semata. Namun sudah melalui beberapa pertimbangan dan perhitungan secara matang. Dimana salah satu motivasi yang meyakinkan dirinya maju adalah didukung oleh Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

    “ Propinsi NTB dengan dua pulau besar memiliki kualitas di segala bidang. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang sanggup mengendalikan, mengatur, dan mengembangkan semua itu.Kita maju di Pilgub ini bukan mau perang ataupun mencari musuh. Jadi partai boleh berbeda calon gubernur dan calon wakil gubernur akan tetapi jangan sampai persaudaraan kita terganggu karena berbada calon dan beda partai,” Ungkapnya.

    Sementara itu, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B,Sc yang hadir dalam Rakercab tersebut mengatakan, Rakercab Partai Demokrat merupakan suatu langkah yang tepat dalam merumuskan langkah dan program yang baik dalam meraih kemenangan dalam pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019, tentu dengan cara yang santun tanpa harus saling mencaci maki dan saling menjelek jelekkan.

    Dalam hal ini Bupati berpesan, agar rakercab partai Demokrat menghasilkan rumusan-rumusan program kerja yang baik dan serta ciptakanlah Pilkada yang jujur aman adil dan damai di dukung oleh kinerja KPU dan Panwaslu yang independen dan berkompeten.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada seluruh ASN mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa agar tidak terlibat politik praktis. Demikian juga kepada seluruh masyarakat sumbawa yang memiliki wajib pilih agar memilih pemimpin yang hebat dengan cara yang rasional sehingga terpilih pemimpin yang betul-betul hebat dan dapat memajukan daerah dan bangsa.

    Semenara itu, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri dalam sambutannya mengatakan, kesempatan pengusungan putra terbaik sumbawa menjadi Gubernur tidak pernah datang dua kali dan partai demokrat kali ini akan memberikan kesempatan itu. Hal ini didasari secara populasi penduduk NTB, dimana sumbawa jauh lebih sedikit di bandingkan dengan populasi penduduk di pulau lombok yang menurut kebanyakan orang tidak mungkin bisa menang.

    Namun dengan proses diskusi yang panjang dan berbagai pertimbangan dan pertemuan, maka paratai demokrat yakin dan akan membuktikan bahwa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Dan hari ini Demokrat membuktikannya dengan melakukan Rakerda untuk merumuskan langkah-langkah dalam memenangkan dan memperjuangkan kemenangan Zul-Rohmi.

    “ Pada kesempatan ini Saya berpesan kepada seluruh kader Demokrat dan Ormas Nahdatul Watan (NW) agar jangan sampai ada yang menyimpang dari garis perjuangan partai Demokrat dan Ormas NW demi kemaslahatan NTB,” ujarnya.

    Ditegaskan, saat ini Provinsi NTB harus di pimpin oleh orang yang ahli dan berkompeten serta baik dalam sikap dan prilaku di dalam memperjuangkan kemaslahatan masyarakat NTB yang gemilang.

    “Oleh karenanya, partai demokrat menawarkan calon pemimpin yang mampu berkompeten dan berakhlak baik untuk memimpin NTB kedepan agar menjadi NTB yang gemilang dan semua itu ada di paket Zul-Rohmi,” jelasnya. (sat) 

    Silaturahmi dengan Pejabat Desa, Saswadi Ajak Sukseskan Pilkada

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pejabat Sementara (pjs) bupati Lombok Barat, H. Lalu Saswadi melakukan silaturahmi dengan seluruh Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) seKecamatan Lingsar bertempat di Aula Kantor Camat Lingsar, Rabu (28/2/2018).

    Saat itu Saswadi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut mensukseskan Pilkada Serentak yang digelar lima tahun sekali dengan sebaik-baiknya. Dengan harapan Pilkada itu akan melahirkan pemimpin terpilih yang menjadi perwujudan amanah rakyat.

    “Mari kita sukseskan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dengan penuh tanggungjawab,” ajaknya.

    yang sengaja dilakukan Saswadi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat untuk dapat menyampaikan secara langsung tugas pokoknya dalam Pilkada selaku Pjs Bupati.
    Lebih lanjut ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar, Camat, Desa dan Dusun merupakan alat untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini.

    “Tugas saya selaku Pejabat Sementara (Pjs) ialah menjalankan Pemerintahan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) atau melanjutkan program yang sudah ada”, katanya.

    Dikatakannya, terkait dengan tahapan Pilkada yang saat ini sudah memasuki tahapan kampanye, maka sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menko Polhukam, Men PAN-RB, dan KPK maka Pjs maupun Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Daerah diminta untuk menfasilitasi Pilkada agar berlangsung sukses.

    “Konflik dan permasalahan sekecil apapun bisa segera dituntaskan,” ujar Saswadi.

    Seperti diketahui sebelumnya, beberapa waktu lalu, Saswadi bersama jajaran Forkompimda dan beberapa SKPD yang termasuk dalam Tim Pemantauan Perkembangan Politik melakukan kunjungan ke semua Pasangan Calon. Mereka bersepakat agar Pilkada bisa dilaksanakan dengan damai. Hal itu juga untuk menepis dugaan tentang keterlibatan ASN dalam Pilkada. Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Saswadi meminta agar netral saat pilkada berlangsung.

    “Kedepan keberhasilan Pilkada ini tergantung dari peran kita aparatur kewilayahan. Mari kita bersama sukseskan dengan mengajak masyarakat untuk hadir memberikan suaranya dalam pencoblosan di TPS masing-masing pada tanggal 27 Juni 2018. Sekali lagi saya tekankan agar bersama menjaga netralitas kita selaku ASN di wilayah,” tegasnya.

    Turut hadir pada acara tersebut Asisten III H. Fathurrahim, beberapa anggota Forkompimda Lobar, Camat Lingsar Rusditah, Camat Narmada H. Saefudin Farid, Danramil Narmada Kapten Turmudzi, Kapolsek Lingsar Ipda Erny Anggraeni, Danposramil Lingsar Pelda Sadariah, Seluruh Kades sekecamatan Lingsar-Narmada dan Seluruh Ketua BPD Sekecamatan Lingsar-Narmada. (f3)

    Jelang HUT ke-60, Pemkab Lobar Gelar Rapat Persiapan

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Menjelang Peringatan HUT ke-60, pemerintah kabupaten Lombok Barat menggelar rapat persiapan HUT Lobar di Ruang Jayengrana Kantor Bupati Lobar, Senin (26/2/2018).

    Sekda Kabupaten Lombok Barat, H. Moh. Taufiq mengatakan peringatan HUT Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ke-60 dipastikan akan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Aneka kegiatan telah disiapkan Pemkab Lobar. Untuk lebih memaksimalkan persiapan HUT, rangkaian kegiatan yang semula dimulai pada 5 Maret terpaksa diundur ke tanggal 9 Maret.

    “Kita mulai 9 Maret agar persiapan lebih matang. Untuk keiatan-kegiatan yang terlalu memakan biaya sebaiknya didrop saja. Kegiatan juga harus merata di semua kecamatan,” kata Sekda saat rapat persiapan.

    Asisten III Setda Lobar, H. Fathurrahim selaku ketua panita HUT Lobar ke-60 dalam kesempatan itu memaparkan rincian kegiatan yang telah disiapkan. Ia menjelaskan, kegiatan rencananya akan diawali dengan senam dan jalan sehat massal di halaman Kantor Bupati Lobar. Kemudian dilanjutkan dengan sepeda santai, aneka lomba seperti lomba siskamling, lomba kebersihan pasar dan lainnya.

    Dilanjutkannya, Selain lomba, Pemkab Lobar juga menggelar kegiatan sosial seperti bersih pantai, tassaruf (penyaluran) zakat oleh Baznas, job fair dan masih banyak lagi.

    “Upacara peringatan HUT yang merupakan acara puncak akan diramaikan dengan atraksi terjun payung dari TNI,” ungkap Fathurrahim.

    Dalam rapat tersebut, selain persiapan HUT Lobar juga dibahas kesiapan Pemkab Lobar menjelang event berskala internasional yakni Mekaki Marathon 2018 dan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018.

    Untuk Mekaki Marathon 2018, Kepala Dinas Pariwisata Ispan Junaidi mengaku kesiapan dan respon dari berbagai pihak sudah bagus. Event Lombok Marathon yang sempat digelar oleh Pemprov NTB beberapa waktu lalu dianggap meninggalkan kesan yang kurang baik di mata para Runners.Belajar dari hal tersebut, Pemkab Lobar melalui Dinas Pariwisata telah mengantispasi segala kemungkinan untuk kelancaran acara.

    “Kondisi kita seperti kesiapan fisik dan psikologis saat ini sudah baik. Ditambah dengan sudah ada pelebaran jalan di lokasi,” jelas Ispan.

    Selain itu, lanjut Ispan, pihaknya juga menyiapkan atraksi seni budaya, doorprize dan acara hiburan lainnya untuk 2.500 pelari yang ditargetkan ikut serta dalam Mekaki Marathon kali ini.

    “Kita tidak menargetkan terlalu banyak peserta. Hanya 2.500 saja. Yang penting kontinyu dan terkelola secara professional. Tentunya kita juga bersiap seandainya peserta melebihi target,” ujar Ispan.

    Sementara itu terkait kesiapan menyambut MNEK 2018, Pemkab Lobar menyiapkan atraksi seni budaya saat menyambut kedatangan staf Angkatan Laut dari 43 negara ini. Pemkab Lobar juga menyediakan 50 stand pameran bahari dengan menampilkan produk keunggulan Lombok Barat.

    Di akhir acara, Pjs Bupati Lobar H. L. Saswadi berharap persiapan benar-benar dimaksimalkan. Ia juga mengajak seluruh ASN turut serta mensukseskan perayaan peringatan HUT Lobar ke-60 ini.

    “Mari meriahkan HUT Lobar. Kita sebagai ASN harus ikut mensukseskan peringatan HUT Lobar ini. Untuk Mekaki Marathon, kita jadikan Lombok Marathon kemarin sebagai pelajaran. Mari berbuat yang terbaik,” ajaknya. (f3)

    PJs Bupati Lobar Kunjungi Ketiga Paslon Bupati Lobar

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat H. Lalu Saswadi turun bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) ke seluruh pasangan calon (Paslon) Bupati/ Wakil Bupati, Sabtu (24/2). Didampingi Sekretaris Daerah Kabipaten Lombok Barat, Kasi Intel Kejari Mataram, Kepala Bakesbangpol, Kepala Dinas Kominfo Statistik, Kepala Dinas Perhubungan, dan beberapa Pejabat Eselon III lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

    Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk perhatian khusus dalam tugasnya sebagai pejabat sementara Bupati seusai dikukuhkan beberapa waktu lalu.
    Saswadi diberikan wewenang tidak hanya memfasilitasi Pilkada Gubernur/ Wakil Gubernur dan Bupati/ Wakil Bupati, namun juga mewujudkan Pilkada damai dan menjamin netralitas seluruh aparatur sipil daerah.

    Hal itu disampaikannya di semua Paslon yang diawali di Kediaman Bupati Non Aktif H. Fauzan Khalid, lalu disusul di kediaman H. M. Izzul Islam dan berakhir di kediaman Nauvar Furqoni Farinduan di Desa Dasan Tapen.

    Calon Bupati Petahana H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi silaturrahmi tersebut. Menurut Fauzan, kunjungan ini akan mengurangi tensi politik yang ada di Lombok Barat, termasuk posisi dirinya sebagai incumbent.

    “Dengan adanya kunjungan ini, mudah-mudahan bisa menepis berbagai macam  anggapan terhadap Forkopimda dan ASN, terkait sikap mereka terhadap pelaksanaan Pemilukada ini,” ujarnya menjawab tudingan yang mempersoalkan netralitas
    ASN dan Forkompimda.

    “Kita tidak boleh terbelenggu oleh tafsir makna netralitas. Netralitas itu bukan berarti tidak boleh saling silaturrahim, akan tetapi (arti) netralitas itu kita harus bisa memberikan perlakuan yang sama terhadap semua pasangan calon,” pungkas mantan Ketua KPUD NTB yang akan berpasangan dengan Hj. Sumiatun itu pada pilkada Lobar ini.

    Seusai dari kediaman Fauzan, Saswadi dan rombongan pun bergeser ke rumah H. M. Izzul Islam yang jaraknya tidak jauh dari rumah Fauzan.
    Rombongan diterima langsung oleh Izzul yang baru saja tiba dari kegiatan lainnya.

    Senada dengan Fauzan, Izzul pun mengaku bangga dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang sudah menunjukkan perhatian serius terhadap stabilitas keamanan.

    “Mari kita jadikan Pemilukada ini sebagai contoh dan ajang silaturahmi. Jangan sampai ada terjadi benturan ditengah masyarakat. Sebagai calon, saya harap calon yang lain juga jangan sampai melakukan intimidasi atau hal-hal yang bisa memecah belah dan mengadu domba masyarakat,” ujar mantan Plt. Bupati era Almarhum H. Iskandar itu.

    Suasana berbeda ditemukan Saswadi bersama rombongannya saat berkunjung ke Farin. Pasangan yang biasa disebut F-One ini menyambut tim Pemkab Lobar dengan didampingi oleh tim suksesnya. Bahkan ia sudah menyebut dirinya bupati di hadapan para beberapa Kepala SKPD yang mendampingi Saswadi dan Forkompimda.
    Dalam kesempatan itu, Farin dan Muammar menyatakan agar momentum silaturrahmi itu tidak hanya sekedar bersifat seremonial.

    “Harapan kami, khususnya kepada pihak yang berwajib, bantu kami untuk menyelenggarakan konteks-konteks Pilkada yang terbuka dan kondusif,” pungkasnya sambil menuturkan kondisi di lapangan.

    Dalam kesempatan terakhir, Saswadi mengungkapkan harapannya agar semua Paslon bisa mengendalikan simpatisannya.

    “Para kandidat ini adalah orang tua kita semua. Mereka terdepan dalam memberikan rasa aman dalam Pilkada,” ujarnya.

    Senada dengan hal itu, Kapolres Lobar AKBP Hery Siswanto dengan didampingi oleh Kapolres Mataram AKBP Mohammad dan Dandim 1606 Lobar Letkol Joko Rahmanto menyatakan pihaknya sudah memetakan wilayah-wilayah yang dianggap berpotensi konflik.

    “Seluruh potensi konflik sudah kita petakan dan peran serta masyarakat adalah kunci penyelenggaraan Pilkada Damai di Kabupaten Lombok Barat,” tegasnya. (f3)

    Kampanye Terbatas, Suhaili-Amin Goyang Kota Mataram

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor 1, H. Suhaili FT – H. M. Amin menggelar kampanye terbatas di Gedung serbaguna Al-Ihsan – Ampenan, Mataram, Selasa (27/2/2018).

    Ribuan massa pendukung dan simpatisan pasangan calon (Paslon) Suhaili-Amin yang diusung Partai Golkar, Nasdem dan PKB itu memadati lokasi,mereka melakukan orasi politik sambil terus berteriak menyuarakan dukungannya kepada paslon yang dikenal dengan “Kanggokm Tadah” tersebut.

    Sebelum melakukan pidato politiknya, calon gubernur NTB nomot urut 1,Suhaili menggoyang seluruh peserta kampanye yang hadir dengan sebuah lagu yang dibawakannya.
    Sambil berteriak menyuarakan dukungannya, massa yang memadati lokasi ikut bergoyang dan bernyanyi bersama calon orang nomot 1 di NTB yang terkenal merakyat tersebut.

    Usai bernyanyi, calon gubernur NTB, Suhaili memulai pidato politiknya. Dihadapan ribuan massa pendukungnya ia meminta doa dan ikhtiar bersama-sama menjadi satu kesatuan semangat dalam menggapai dan mencapai kemaslahatan tanpa pandang bulu demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh keluarga besar NTB.

    Mantan Ketua DPRD NTB itu mengingatkan, dalam mencapai ikhtiar agar jangan sampai menyimpang dari norma-norma agama dan aturan yang ada.

    “Marilah kita ikhtiar sesuai dengan norma-norma dan aturan yang benar,” ajaknya dihadapan ribuan massa pendukungnya saat itu.

    Suhaili mengimbau kepada seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tetap menghormati dan menghargai paslon lainnya. Menurutnya semua paslon itu baik.

    Ia menekankan jangan pernah perbedaan pilihan itu menjadikan saling bermusuhan apalagi sampai memutuskan tali persaudaraan.

    “Jangan pernah saling bermusuhan dan jangan pernah menebarkan kebencian meskipun berbeda pilihan,” cetusnya.

    Diumpamakannya, seandainyapun dalam internal partai, ada yang tidak memilih dirinya, bagi Suhaili itu tidak menjadi permasalahan asalkan jangan menjadikan permusuhan diantara anggota dan kader partai.

    Ia meyakini tak ada satu pasanganpun yang akan mampu mengalahkannya jika Allah SWT berkehendak pasangan Suhaili-Amin menang.

    “Untuk itu marilah bersama-sama kita berdoa dan berikhtiar dengan baik dan benar sesuai norma agama dan aturan,” ajaknya lagi.

    Ia mengatakan doakan suhaili-amin menang jika akan membawa kebaikan, kesejahteraan, kedamaian dan ketentraman bagi seluruh Masyarakat NTB begitu juga sebaliknya

    “Saya ingin menjadi pelayan masyarakat, jabatan itu bukan suatu hal yang dibanggakan tapi untuk memberikan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Suhaili meminta kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk menyatukan tekad, bersama bekerja dan bersatu memenangkan pasangan Suhaili-Amin.

    Sebelumnya, calon gubernur NTB, Muhammad Amin menyampaikan rasa syukurnya karena telah berpasangan bersama Suhaili. Baginya ini sebagai bentuk semangat dan spirit untuk menjadikan NTB lebih baik lagi.

    Bagi, Amin berpasangan dengan Bupati Lombok Tengah yang pernah mendapat penghargaan pusat sebagai bupati terbaik itu akan mampu merealisasikan visi misi untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTB.

    “Untuk itulah kami Suhaili-Amin bertekad bersama memajukan pembagunan yang telah diraih,yang tertuang dalam visi misi kami bersama,” ungkapnya.

    Di akhir acara, calon gubernur NTB dengan slogan “Kanggokm Tadah” tersebut menggoyang ribuan massa pendukungnya dengan sebuah lagu berjudul “Taqwa” yang disambut dengan sorak sorai gembira seluruh pendukung dan simaptisannya. (f3)

    Survey OMI: Jika Pilkada NTB Digelar Sekarang, Zul—Rohmi Pemenangnya

    HarianNusa.com, Mataram – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masih beberapa bulan lagi. Namun jika digelar pada Bulan Februari 2018 ini, dapat dipastikan pasangan Dr. H. Zulkiflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul—Rohmi) menjadi pemenang dengan meraih suara terbanyak. Hal ini berdasarkan hasil survey Olat Maras Institute (OMI) terhadap elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta prilaku pemilih masyarakat NTB di Pilkada serentak 2018.

    Metodologi Survei dilaksanakan pada tanggal 15-24 Februari 2018 untuk periode Februari—April ini menggunakan Stratified Random Sampling dengan populasi dan sampel 3.522.679 juta jiwa/sampel 1200 responden. Tingkat kepercayaan 95% dan Margin of Error 2,6%. Jumlah pemilih opsi tidak menjawab atau belum menentukan sikap cukup tinggi, mencapai 44,20 persen.

    Menurut OMI, ini disebabkan karena sampai saat ini beberapa calon belum turun menyambangi masyarakat. Kemudian kecendrungan responden belum mengenal calon atau wajah baru dalam Pilkada NTB. Masyarakat berharap didatangi dan disapa calon-calon. Alasan lain, waktu pemilihan masih 4 bulan lagi yang dirasakan masih cukup lama.
    Meski demikian persentasi suara untuk pasangan Zul—Rohmi cukup tinggi, jauh dibandingkan dengan pasangan-pasangan calon lainnya. Namun karena jumlah opsi tidak menjawab juga tinggi, posisi seluruh calon masih berada di zona merah (berbahaya).

    Selain pasangan Zul-Rohmi, tiga paslon lainnya memiliki persentase suara yang berdekatan. Dalam survey itu pasangan Zul—Rohmi meraih 32,80%, Suhaili—Amin 24,60%, disusul Ali—Sakti 21,60% yang tidak terpaut jauh dengan Ahyar—Mori 21,00 %.

    OMI yang bekerjasama dan disupervisi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini juga merilis survey elektabilitas per Kabupaten. Untuk Kabupaten Lombok Timur, Ali-Sakti meraih 33,56%, disusul Zul—Rohmi 20,50%, Suhaili—Amin 10,25% dan paling buntut Ahyar—Mori 4,24%. Tidak menjawab 31,45%. Kabupaten Lombok Tengah 44,13%, Ali—Sakti 6,89%, Zul—Rohmi 5,66%, dan Ahyar—Mori 4,86%, dengan tidak menjawab 38,46%. Lombok Utara, Ahyar—Mori 27,77%, Ali-Sakti 11,11%, Zul—Rohmi 9,25% dan Suhaili—Amin 0,20% (tidak menjawab 51,85%). Kota Mataram, Ahyar—Mori 51,51%, Zul—Rohmi 9,10%, Suhaili—Amin 6,60%, dan Ali—Sakti 5,05% (tidak menjawab 28,28%). Kabupaten Lombok Barat, Ahyar—Mori 19,13%, Zul—Rohmi 13,58%, Ali-Sakti 6,80% dan Suhaili—Amin 4,32 % serta 56,17% tidak menjawab.

    Zul—Rohmi Merajai Pulau Sumbawa

    Sementara untuk Pulau Sumbawa elektabilitas pasangan Zul—Rohmi tak tertandingi. Untuk Kabupaten Sumbawa Barat Zul—Rohmi 25,80%, Suhaili Amin 3,20%, Ahyar-Mori 1,70%, Ali-Sakti 1,30% dan tidak menjawab 68,00%. Kabupaten Sumbawa, Zul—Rohmi 45,10%, Suhaili—Amin 5,30%, Ahyar—Mori dan Ali—Sakti sama-sama 2,70%, tidak menjawab 44,20%. Kabupaten Dompu Zul—Rohmi 22,20%, tiga pasangan calon lainnya masing-masing 7,40% dan tidak menjawab 55,60 %. Kabupaten Bima, Zul—Rohmi 27,30%, Ahyar Mori 5,00%, Ali-Sakti 2,50% dan Suhaili—Amin 1,70% serta tidak menjawab 63,60%. Kota Bima Zul—Rohmi 22,20%, Ahyar-Mori 16,70%, Suhaili Amin dan Ali Sakti sama-sama 2,80%, tidak menjawab 55,60%.
    Secara umum dari survey ini dapat dilihat, setiap Cagub menang di basisnya masing-masing. Tapi Zul-Rohmi berpeluang menyalip paslon lain di Pulau Lombok karena saat ini TGB belum turun dan gerakan NW Pancor belum begitu masif.

    Di bagian lain surveynya, OMI meliris hasil survey pemilih dilihat dari umur, suku, pendidikan, pekerjaan dan jenis kelamin. Untuk Umur, rata-rata pemilih masing-masing calon tersebar di pemilih muda 17-30 tahun dan 31-45 tahun, terkecuali pemilih Ali Sakti yaitu 31,72% pada umur 46-65 tahun. Sedangkan pemilih yang banyak memilih opsi tidak menjawab rata-rata umur 17-45 tahun. Artinya potensi untuk menarik minat pemilih umur 17—45 tahun masih besar. Kemudian Suku, ini menjadi salah satu daya tarik pemilih.

    Berdasarkan survei, Suhaili, Rohmi dan Ali BD merebut pemilih dari Suku Sasak. Sedangkan H.M Amin, SH., M.Si (Suku Samawa) tidak terlalu banyak pemilihnya dibandingkan Dr. H. Zulkieflimansyah di Kabupaten Sumbawa yang juga dari Suku Samawa. Begitu juga dengan H. Mori Hanafi yang pemilihnya di Suku Mbojo hanya 12,85%, sedangkan Dr. H. Zulkieflimansyah mencapai 24,54%. Salah satu alasannya karena suku Mbojo dengan Samawa berada dalam satu Pulau dan responden beranggapan masih satu rumpun suku.

    Terlebih jika dikaitkan dengan sejarah kerajaan di Sumbawa dengan Bima serta Dompu, sehingga keterwakilan Suku Mbojo sama dengan Suku Samawa.
    Selanjutnya dilihat dari latar belakang pendidikan ini tidak terlalu signifikan berpengaruh. Persebaran pemilih dengan latar belakang pendidikan merata di seluruh kandidat atau tidak ada yang terlalu menonjol. Zul Rohmi dan Ahyar Mori rata-rata pemilihnya dari kalangan tamatan SMA/MA dan D4/S1. Sedangkan Suhaili Amin dan Ali Sakti rata-rata tamatan SD, SMP dan SMA.
    Untuk profesi, dari hasil survei yang dilaksanakan ini, mayoritas pemilih berprofesi sebagai Petani, wiraswasta dan ibu rumah tangga.

    Sedangkan pemilih seluruh calon merata dari berbagai profesi tersebut. Terakhir, dari jenis kelamin pemilih dalam survei ini juga merata. Pemilih Suhaili Amin, Ahyar Mori dan Ali Sakti rata-rata laki-laki. Sedangkan pemilih Zul Rohmi mayoritas perempuan. Ini membuktikan bahwa keterwakilan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi D, M.Pd menarik perhatian kaum perempuan dalam Pilkada NTB 2018 ini.

    Dimintai tanggapannya, Selasa (27/2), Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc dari Cagub Zul—Rohmi, mengatakan dilihat dari metodologinya, jumlah responden, dan validitasnya, hasil survey tersebut cukup obyektif. Karena bagaimanapun Ia selaku calon di lapangan bisa merasakan seperti apa respon masyarakat di setiap kabupaten/kota yang dikunjungi. Hasil survey ini juga tidak terkesan mengada-ada. Ini juga menunjukkan bahwa persaingan sangat terbuka bagi semua calon dengan peluang yang cukup besar. “Tinggal bagaimana di sisa waktu ini setiap calon mengoptimalkan peluang yang ada untuk meraih kemenangan,” ujar Doktor Zul—sapaan calon kelahiran Sumbawa ini.
    Doktor Zul tetap berharap masyarakat dihidangkan demokrasi yang fair dan sehat karena hampir semua kandidat ini adalah sahabat.

    Terkadang yang memperuncing keadaan dan membuat gaduh, adalah tim sukses. “Semoga dengan politik dan demokrasi yang sehat inilah hadiah kita buat demokrasi di Indonesia,” pungkasnya. (sat) 

    Blusukan di Pasar, Bang Zul Disuguhkan Jamu Kebugaran 

    HarianNusa.com, Sumbawa – Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc disambut antusias para pedagang dan pengunjung di Pasar Labuan Sumbawa, Selasa (27/2) pagi. Hal tersebut terlihat dengan semangatnya pedagang untuk berswafoto (selfi) dengan calon gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Demokrat tersebut.

    Kehadiran Cagub bernomor urut 3 ini dimanfaatkan para pedagang untuk menyampaikan berbagai harapan.

    Tentunya masyarakat berharap ketika Pasangan Zul—Rohmi ditakdirkan melanjutkan ikhtiar TGB, perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Sumbawa berkembang ke taraf kesejahteraan.

    Saat menyapa masyarakat, Doktor Zul yang didampingi Ketua Tim Relawan Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si dan Ketua Sareng (Sahabat Rengga) Edy Rio Mochtar serta anggota tim lainnya, sempat berbelanja ikan, sayur dan bumbu sepat. Bahkan Mbok Mariyam penjual jamu menyuguhkan segelas jamu yang sudah diracik khusus.

    Wanita paruh baya ini mengaku jamu tersebut untuk menghilangkan pegal linu, rasa lelah dan mengembalikan kebugaran. Harapannya agar Doktor Zul diberikan kesehatan untuk selalu dan terus menyapa masyarakat.

    Doktor Zul juga menyempatkan diri ke Terminal Sumer Payung. Di sana, Cagub pasangan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Rohmi) yang merupakan kakak kandung Tuang Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi saat ini, disambut para sopir, pedagang kaki lima dan penumpang bus dari berbagai daerah di NTB.

    Mereka mengaku sudah mengenal lama Doktor Zul dan siap memilih pada Pilkada Juni mendatang. Bahkan para pedagang mengajak Doktor Zul ke warung, yang di sana sudah lama tertempel kalender Zul—Rohmi. Mereka juga menyempatkan untuk berfoto sambil memperlihatkan salam tiga jari.

    Selepas dari Terminal Sumer Payung, Doktor Zul bertolak ke Hotel Sernu Raya untuk menghadiri Rakercab Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa. Seperti Rakercab di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, hasilnya bertekad mewujudkan Zul-Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018—2023.

    Diketahui, pada hari yang sama, Cagub NTB Dr. Zulkiflimansyah berdiskusi dengan Persatuan Guru PAUD. Kemudian bertatap muka dengan masyarakat Kecamatan Plampang dan Labangka. (sat) 

    Sekda NTB: Upaya Hukum Penting, Upaya Preventif Lebih Penting

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D membuka pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Provinsi NTB dalam rangka pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat, di Hotel Santika Mataram, Selasa (27/02/2018).

    Didampingi kepala BPOM Mataram, Dra. Ni Nengah Suarningsih, Apt, MH., Sekda mengingatkan bahwa upaya hukum bukan merupakan satu- satunya cara untuk mengatasi masalah peredaran narkoba di kalanngan para generasi muda.

    Menurut Sekda, upaya preventif melalui informasi dan edukasi lebih penting dan lebih utama dilakukan oleh berbagai kalangan untuk mengatasi masalah tersebut.

    Sekda menegaskan bahwa upaya hukum itu penting , namun yang lebih penting adalah tindakan pencegahan oleh lembaga-lembaga pendidikan, pondok pesantren dan tokoh-tokoh masyarakat.

    “ Membuat anak-anak menjadi lebih sadar agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan berbagai macam obat-obat terlarang, merupakan strategi yang harus dikedepankan,” ungkap Sekda saat itu.

    Bagi yang telah terjerat obat-obatan terlarang lanjut Sekda, perlu kesadaran bahwa apa yang mereka lakukan itu merupakan sebuah kesalahan yang harus dibayar dengan sangat mahal.

    Sekda yang akrab disapa Pak Ros itu menjelaskan proses peredaran obat-obatan terlarang yang begitu marak terjadi ini merupakan salah satu wujud dari perang candu yang dulu juga pernah terjadi di dunia. Artinya, jelas Sekda, motif dari pengedaran dan penjualan obat-obatan tersebut adalah bukan semata-mata hanya unsur ekonomi. Tetapi, untuk melemahkan sendi-sendi kebangsaan dan melemahkan energi anak-anak muda.

    “Tanpa kita sadari, saat negara ini diserang maka negara ini akan menjadi lemah sehingga visi untuk negara kita dapat lebih berjaya ke depannya tidak akan bisa terjadi. Kita akan menjadi negara yang selalu bergantung dengan negara lain dan kemudian negara kita akan menjadi terpecah belah,” ungkapnya.

    Karena itu, Sekda berharap BPOM senantiasa melakukan pengawasan makanan yang beredar di NTB. Sehingga, tidak ditemukan makanan yang terkontaminasi atau secara unsurnya mengandung bahan yang tidak halal dalam perspektif Islam untuk para wisatawan muslim.

    “Apalagi NTB sudah dikenal sebagai daerah penyandang predikat pusat wisata halal dunia,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Kepala BPOM Mataram, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt, MH. melaporkan, saat ini telah diberikan kelonggaran dan kebebasan bagi kosmetik dan makanan untuk masuk ke Indonesia tanpa evaluasi. Sehingga menurutnya, perlu dilakukan pengawasan lebih ketat.

    Ia juga melaporkan bahwa peredaran tramadol di NTB pada semester II tahun 2017 dan awal tahun semester I 2018 sudah berkurang. (f3)

    Danrem Ajak Rapatkan Barisan Hadapi Ancaman Narkoba

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Baru-baru ini TNI AL menangkap sekitar 1 ton narkoba yang akan diselundupkan masuk ke Indonesia melalui perairan laut di wilayah Sumatra Utara.

    Selain itu, TNI AD juga melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya peredaran Narkoba baik secara internal maupun eksternal.

    Terkait dengan itu, Danrem 162/WB, Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., kembali menegaskan peredaran narkoba di wilayah Indonesia sudah sangat memperihatinkan.
    Hal ini menurutnya, dapat dilihat dari meningkatnya jumlah pasokan narkoba ke wilayah Indonesia.

    “Narkoba masuk ke negara kita bukan lagi kiloan jumlahnya, namun sampai ton-tonan sehingga Indonesia darurat Narkoba,” ungkap Farid.

    Selain itu sambungnya, data BNN tentang pengguna ataupun kasus narkoba setiap tahunnya terus meningkat bahkan mengakibatkan kematian karena ketergantungan atau kecanduan barang najis itu dengan tidak mengenal usia, latar belakang, status sosial ekonomi.

    Farid melanjutkan, Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah ini menjadi sasaran Proxy War menggunakan narkoba yang bertujuan menghancurkan generasi muda dengan merusak moral anak bangsa, sehingga Negara Indonesia kedepan mudah untuk dikuasai.

    Dijelaskannya, upaya internal yang dilakukannya disatuan Korem dan jajaran yakni setiap saat dilakukan kegiatan P4GN kepada seluruh personel baik Perwira, Bintara, Tamtama maupun PNS TNI AD dengan melakukan tes urine. Jika hasilnya terbukti sebagai pengguna maka seketika itu langsung diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dilingkungan TNI AD dengan sanksi tambahan dikeluarkan dari kedinasan TNI AD.

    Sebagai contoh, sebutnya, pada tahun 2017 kemarin salah satu prajurit yang berdinas di Kodim 1615/Lotim berpangkat Serka dikeluarkan (pecat) karena terbukti menggunakan narkoba .

    “Penegakkan aturan tentang pengguna, pengedar ataupun kepemilikian barang haram itu di lingkungan TNI AD tidak main-main, sanksinya adalah dipecat,” tegasnya.

    Adapun upaya eksternal yang dilakukan adalah secara bersama-sama bersinergi baik BNN, TNI, Polri maupun aparat penegak hukum dan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap Narkoba dengan menetapkan Narkoba sebagai musuh bersama.

    “Babinsa kami di Desa Pandan Tinggang Kodim 1620/Loteng Serka Nurjan beberapa minggu lalu berhasil mengamankan pelaku pengedar Narkoba inisial HR jenis sabu-sabu di wilayah pedesaan berdasarkan informasi dari masyarakat dan langsung diserahkan ke aparat Kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
    Dan pada tahun 2017 juga Babinsa Sembung pernah menangkap pelaku Narkoba dan malah mendapat penghargaan dari Kapolda NTB waktu itu”, kata Farid menyebutkan upaya eksternal yang pernah dilakukan.

    “Mari kita tingkatkan kepedulian mulai diri dan keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat kerja dan sekolah atau dimana saja dengan menjadi agen pencegah dan pemberatas peredaran narkoba, apapun jenisnya, minimal dapat membatasi ruang gerak peredarannya,” himbaunya.

    Farid berharap, kedepan sanksi terhadap pengedar maupun pengguna Narkoba harus lebih berat agar dapat memberikan efek jera baik bagi pelaku itu sendiri maupun yang ingin coba-coba sehingga mereka akan berfikir seribu kali untuk mengulangi atau berbuat yang sama.

    “Semoga kita segera sadar sehingga negara yang kita cintai ini terbebas dari segala bentuk ancaman terutama perang proxy seperti ini,” pungkasnya. (f3)

    error: Content is protected !!