Beranda blog Halaman 56

Presiden Prabowo : Pelantikan 961 Kepala Daerah Serentak Momen Bersejarah untuk Indonesia

0

HarianNusa, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam prosesi pelantikan serentak yang digelar di Istana Negara pada Kamis (20/2). Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepala daerah yang baru dilantik dan menegaskan pentingnya amanah yang kini mereka emban.

“Selamat atas mandat yang diberikan oleh rakyat di daerah masing-masing,” ujar Presiden Prabowo.

Pelantikan ini menjadi momen bersejarah pertama di Indonesia dengan jumlah kepala daerah yang dilantik secara serentak, terdiri dari 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 363 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota dari 481 daerah di seluruh Indonesia.

“Hal ini menunjukkan betapa besar bangsa kita. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, yang memiliki demokrasi yang hidup, berjalan, dan dinamis,” tambah Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Ia menegaskan bahwa kepala daerah adalah pelayan dan abdi masyarakat yang bertugas menjaga, membela, dan memperjuangkan kesejahteraan warganya.

“Kita mungkin berasal dari partai, agama, dan suku yang berbeda-beda, tetapi kita semua lahir dalam keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih, dan keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda-beda, tetapi kita satu. Marilah kita mengabdi dan berbuat yang terbaik untuk rakyat,” tegas Presiden mengakhiri sambutannya.

Salah satu kepala daerah yang dilantik, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari momen bersejarah ini. Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden yang menyempatkan diri untuk menyalami para kepala daerah usai pelantikan.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Bapak Presiden bahkan menyempatkan diri untuk menyalami kami yang baru dilantik,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB.

Ia juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat NTB agar dirinya bersama Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri (Umi Dinda) dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya selama lima tahun ke depan.

“Alhamdulillah, saya dan Umi Dinda telah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Artinya, mulai saat ini saatnya untuk kerja… kerja… kerja. Kami juga mohon doa dari masyarakat NTB agar perjalanan lima tahun ke depan diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan oleh Allah SWT untuk mewujudkan semua harapan dan visi yang telah kami sampaikan selama ini,” pungkasnya.

Pelantikan serentak ini diharapkan menjadi titik awal sinergi baru antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (F3)

Ket. Foto:
Suasana pelantikan kepala daerah terpilih serentak oleh Presiden Prabowo. (Ist)

Pj Bupati Lombok Barat Tegaskan Kesiapsiagaan dan Selektivitas Perizinan Perumahan 

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar upacara Paripurna di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat pada Senin, 17 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh Pj Bupati Lombok Barat H. Ilham, Pj Sekda Lobar H. Fauzan Husniadi, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Pejabat Eselon III, serta seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Dalam amanatnya, Pj Bupati H. Ilham menyoroti berbagai musibah yang melanda Lombok Barat akibat cuaca ekstrem, terutama banjir yang terjadi di lima kecamatan yakni Labuapi, Kediri, Kuripan, Gerung, dan Sekotong. Musibah ini juga mengakibatkan kerusakan pada jembatan penghubung antara Lembar dan Gerung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran, TNI, Polri, Basarnas, serta masyarakat yang telah bahu-membahu dalam menangani bencana ini. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan,” ujar H. Ilham.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh camat dan OPD untuk tetap sigap, waspada, dan bergerak cepat dalam mengatasi bencana, serta melakukan berbagai langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Dalam kesempatan ini, Pj Bupati menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pemberian izin pembangunan perumahan. Ia meminta OPD teknis terkait untuk melakukan kajian mendalam terhadap dampak lingkungan sebelum mengeluarkan izin guna mencegah banjir.

“Kita harus selektif dan ketat dalam memberikan izin perumahan, agar tidak menimbulkan masalah baru. Selain itu, OPD terkait juga harus melakukan pengawasan ketat terhadap proses pembangunan, sehingga sesuai dengan kajian teknis dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, ia juga meminta camat dan OPD terkait untuk melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang saat musim hujan guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Di akhir amanatnya, H. Ilham menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat terpilih yang akan dilantik secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Lombok Barat.

Apel Paripurna ini berjalan dengan tertib dan lancar, dengan seluruh petugas apel berasal dari Dinas PUPR Lombok Barat.

Ket. Foto:
Pj. Bupati Lombok Barat, H. Ilham memberikan amanat dalam upacara Paripurna di Lapangan Kantor Bupati Lobar. (Ist)

Pj Bupati dan Baznas Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Lombok Barat

0

HarianNusa, Lombok Barat – Penjabat (Pj) Bupati Lombok Barat, H. Ilham, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Barat, terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Pada Rabu (12/2), Pj Bupati turun langsung ke wilayah yang terdampak di Kecamatan Gerung dan Kecamatan Kediri untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.

Dalam kunjungannya, Pj Bupati didampingi oleh Ketua Baznas Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir Al Azhar, Lc, S.Ag, MA, beserta Komisioner Baznas, Kepala OPD terkait, Camat Gerung, Kepala Desa Suka Makmur, dan Kepala Desa Banyumulek Barat. Mereka meninjau kondisi warga serta menyerahkan bantuan berupa 300 dus mi instan bagi warga terdampak di dua desa tersebut.

Pj Bupati Lombok Barat H. Ilham menyampaikan apresiasi kepada Baznas atas dukungan dan kepedulian yang diberikan kepada warga terdampak banjir. Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk tetap sigap dalam menangani dampak bencana.

"Dalam situasi seperti ini, semua harus sigap dan gerak cepat agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik. Saya juga meminta OPD terkait untuk segera menangani fasilitas umum yang rusak akibat banjir," tegasnya.

Selain bantuan langsung, Ilham mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan guna mencegah bencana serupa di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Mari kita rawat alam dan pastikan kebersihan terjaga, terutama dalam pengelolaan sampah agar aliran air tetap lancar dan tidak terjadi banjir," ujarnya.

Ketua Baznas Lombok Barat, TGH. Taisir Al Azhar, menyatakan bahwa Baznas akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

"Hari ini kami bersama Pj Bupati meninjau langsung korban banjir di dua kecamatan dan menyalurkan bantuan kepada mereka. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Baznas akan terus berupaya memberikan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak banjir lainnya di Lombok Barat.

"Kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus berusaha membantu masyarakat agar mereka bisa bangkit kembali dari bencana ini," tuturnya.

Dengan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Baznas Lombok Barat, diharapkan penanganan dampak banjir dapat dilakukan secara efektif serta masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit kembali. (F3)

Ket. Foto:
Pj. Bupati Lombok Barat H. Ilham serahkan bantuan kepada korban banjir. (Ist)

Dinas PU Lombok Barat Gerak Cepat Koordinasi Atasi Jembatan Bakong yang Retak dan Miring

0

HarianNusa, Lombok Barat – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat, HK. L. Winengan, bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Penjabat (Pj.) Gubernur NTB, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, serta Pelaksana Tugas (Plt.) PUTR Provinsi NTB untuk mengatasi kondisi Jembatan Bakong yang mengalami retak dan kemiringan yang mengkhawatirkan.

HK. L. Winengan menjelaskan bahwa Jembatan Bakong, yang menghubungkan Kecamatan Gerung dan Kecamatan Lembar, merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi terkait agar langkah penanganan segera dilakukan.

"Tadi kami sudah berkoordinasi dengan Pj. Gubernur NTB, Sekda NTB, dan PUTR NTB. Kami akan menyampaikan kondisi jembatan ini ke PU Pusat, karena ini harus segera ditangani. Jembatan ini merupakan jalur ekonomi masyarakat serta jalur utama untuk kebutuhan PLN Jeranjang yang mengangkut solar dan batu bara. PLN Jeranjang juga harus terlibat dalam penanganan ini. Jika tidak ada langkah konkret dalam satu minggu ke depan, jalan ini akan saya tutup," tegasnya, Kamis, (13/2/25).

Langkah cepat yang dilakukan Dinas PU Lombok Barat, termasuk pelaporan resmi kepada Pj. Gubernur NTB serta peninjauan langsung ke lokasi, diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan. Selain itu, pihak terkait juga akan melakukan kajian teknis lebih lanjut untuk menentukan apakah jembatan masih bisa diperbaiki atau harus dibangun ulang.

Menurut HK. L. Winengan, Jembatan Bakong yang dibangun pada tahun 1996/1997 telah mengalami kelelahan struktur akibat usia pakai yang cukup lama. Hujan deras yang melanda Kabupaten Lombok Barat dalam beberapa waktu terakhir juga menyebabkan debit air Sungai Dodokan meningkat, yang diduga menjadi salah satu penyebab utama keretakan dan kemiringan jembatan.

Hadi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar jembatan, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. "Kami sangat khawatir karena jembatan ini setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah diharapkan segera menetapkan perbaikan Jembatan Bakong sebagai prioritas anggaran agar akses masyarakat dan jalur ekonomi tetap berjalan dengan aman dan lancar. (F3)

Ket. Foto:
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat, HK. L. Winengan kembali meninjau kondisi Jembatan Bakong bersama Plt. Kadis PUTR Provinsi NTB. (Ist)

Le Braga Tongkrongan dengan View Terbaik di Braga Sambil Ngopi Senja

0

Sudah tak diragukan lagi, kawasan Braga Kota Bandung jadi pusat wisata kuliner yang diwarnai nuansa historis yang panjang tentang Kota Bandung.

Dari sekian banyak tempat nongkrong, mulai dari restoran, cafe hingga tempat ngopi, tak semuanya memiliki tempat dengan pemandangan terbaik.

Dari sedikit cafe di Braga dengan view menarik, LeBraga di Jalan Braga adalah satu-satunya. Cafe ini baru buka sejak Desember 2024, tepat di pertigaan Jalan Braga dan Naripan.

Posisinya yang strategis di persimpangan itu membuat tongkrongan dengan pemandangan terbaik.

Apalagi, lantai 2 cafe ini memiliki balkon terbuka dengan view Jalan Braga panjang dan Jalan Braga pendek.

Cafe ini mengusung tema creative space dimana komunitas kreatif bisa memanfaatkan tempat ini sebagai tempat kreasi. Lukisan yang dipajang di coffee shop ini juga melibatkan seniman pelukis di Jalan Braga.

"Ini tidak semata coffee shop, kami mengusung creative space dimana komunitas kreatif di Kota Bandung bisa memanfaatkan tempat ini," ujar Iwan Febrian, owner LeBraga.

Tidak hanya Iwan, turut andil Dendi Salmaeza yang juga menginisiasi keberadaan tempat ini, yang juga menyediakan panggung untuk stand up comedy dan gerakan kreatifitas lainnya.

"Kemarin juga kami melibatkan komunitas difable di tempat ini untuk berkreatifitas," ucap Iwan.

Tidak hanya itu, tongkrongan di Braga ini juga ternyata cafe kids friendly atau ramah anak karena menyediakan space melukis untuk belajar anak.

"Jadi saat emaknya makan, anak-anak bisa belajar melukis di lantai 2 yang punya balkon dengan pemandangan terbaik di Braga," katanya.

Momen terbaik untuk nongkrong dengan view terbaik tentu saja saat menjelang sore. Di balkon lantai 2, bisa menikmati kopi dengan pemandangan aktifitas manusia di Jalan Braga.

Soal makanan, tidak hanya kopi, LeBraga juga menyajikan makanan tradisional hingga menu sarapan.

Dua Pria Spesialis Pencurian Tabung Gas di Ampenan Ditangkap Polisi

0

HarianNusa, Mataram – Dua pria berinisial J (22) dan R (24) asal Ampenan yang diduga sebagai spesialis pencurian tabung gas akhirnya ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Ampenan pada Selasa malam (4/2/2025). Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan setelah penyelidikan polisi atas laporan masyarakat terkait pencurian tabung gas 3 kg dan kompor gas di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, pada 28 Januari 2025 lalu.

Kapolsek Ampenan AKP Gede Sukarta, didampingi Kanit Reskrim Polsek Ampenan Iptu Lalu Arfi K. R. SH., pada Kamis (6/2), menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan respons terhadap laporan korban serta keluhan warga yang sering kehilangan tabung gas 3 kg di lingkungan tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, kedua terduga mengakui perbuatannya. Mereka bahkan mengaku telah mencuri tabung gas 3 kg di tiga rumah berbeda di lingkungan tersebut," ujar Kapolsek dalam konferensi pers di Mapolsek Ampenan.

Dijelaskan bahwa modus operandi para pelaku adalah dengan memanjat tembok rumah korban. Salah satu pelaku masuk dan mengambil tabung gas serta kompor gas, sementara rekannya berjaga di luar untuk memantau situasi. Setelah mendapatkan barang curian, mereka langsung menjualnya ke warga di kampung sebelah dengan harga Rp50.000 hingga Rp100.000.

"Hasil penjualan mereka gunakan untuk kepentingan pribadi dan berfoya-foya. Mereka mengincar tabung gas karena mudah dijual," tambah Kapolsek.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan pencurian tabung gas di wilayah Ampenan.

"Kami akan terus menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain dalam komplotan pencuri tabung gas ini," tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap aksi pencurian dan selalu menjaga keamanan lingkungan demi mencegah tindak kejahatan serupa. (F3)

Ket. Foto:
Konferensi pers pengungkapan kasus pencurian tabung gas elpiji 3 Kg di Mapolsek Ampenan. (Ist)

Pj Bupati Lobar Tekankan Perizinan di Lombok Barat Harus Cepat dan Akurat

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar monitoring dan evaluasi terhadap rangkaian proses perizinan di daerah tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 5 Februari 2025, di ruang kerja Bupati Lombok Barat dan dihadiri oleh Pj Bupati Lombok Barat H. Ilham, Asisten II Setda Lobar H. Lalu Najamudin, Kepala DPMPTSP Hary Ramadhan, Kepala Bappeda H. Akhmad Saikhu, Inspektur Lobar Hademan, Kepala Dinas Kominfotik Ahad Legiarto, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam pertemuan ini, Pj Bupati H. Ilham menekankan bahwa persoalan perizinan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal ini juga telah dibahas dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Menteri Dalam Negeri pada Selasa lalu. Dalam rapat tersebut, Kementerian Dalam Negeri turut menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah pihak terkait dalam upaya pengawasan perizinan.

"Kami meminta agar seluruh jajaran bekerja secara maksimal dan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam melaksanakan perizinan di Lombok Barat. Proses perizinan yang baik akan menciptakan kepastian hukum dan mendukung iklim investasi di daerah," ujar Ilham.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan proses perizinan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran perizinan yang pada akhirnya berdampak positif pada perekonomian daerah. "Mari kita laksanakan proses perizinan dengan cepat, akurat, dan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto, M.Eng menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memiliki komitmen tinggi dalam mempercepat proses perizinan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang beroperasi secara terpadu di Dinas Perizinan.

"Kami telah menerapkan MPP sejak beberapa waktu lalu untuk mempermudah dan mempercepat proses perizinan. Diharapkan keberadaan MPP ini mampu menunjang iklim usaha dan investasi di Lombok Barat," ungkap Ahad Legiarto.

Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap agar proses perizinan semakin transparan, efisien, serta mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (F3)

Ket. Foto:
Kegiatan monitoring dan evaluasi perizinan di Lombok Barat. (Ist)

Polda NTB Berhasil Ungkap Kasus 3C dan Pemalsuan Dokumen STNK

0

HarianNusa, Mataram – Subdit III Ditreskrimum Polda NTB berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), serta pemalsuan dokumen surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Wakil Direktur Reskrimum Polda NTB, AKBP I Putu Bagiartana, SH, M.I.Kom., mengungkapkan, dalam kasus curas ini petugas berhasil mengamankan dua terduga, yakni PR (26) warga Kelurahan Pejeruk, Kota Mataram, dan RM (22) warga Dusun Rempek Timur, Kabupaten Lombok Utara.

Modus operandi yang digunakan terduga, yakni berpura-pura sebagai anggota kepolisian, menghentikan paksa korban di jalan, lalu mengancam dan mengambil kendaraan korban. Beberapa korban juga diajak pergi dengan alasan menuju "basecamp", namun ditinggalkan di tengah jalan sementara kendaraan mereka dibawa kabur oleh terduga pelaku.

"Dari tangan para terduga pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti berupa, beberapa unit sepeda motor hasil kejahatan, termasuk Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio, STNK dan BPKB palsu dan Kunci kendaraan curian," ungkap Wadir dalam press rilis yang digelar Selasa, (4/2) di Command Center Polda NTB.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 365 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Adapun tiga orang yang menjadi korban kasus curas ini yakni Budi Setiawan, Muh. Irwan Hadi, dan Sumardi.

Wakil Direktur Reskrimum Polda NTB, AKBP I Putu Bagiartana, SH, M.I.Kom, juga mengungkap kasus pemalsuan dokumen kendaraan bermotor. Seorang tersangka berinisial SG (29), warga Kelurahan Turida, Kota Mataram, ditangkap atas dugaan pemalsuan STNK.

Modus yang digunakan adalah menghapus data asli pada STNK bekas menggunakan amplas, lalu menggantinya dengan identitas baru sesuai pesanan menggunakan aplikasi desain grafis dan dicetak menggunakan printer. Setiap STNK palsu dijual dengan harga Rp500.000

"Korban dalam kasus ini adalah Lalu Gunawan, yang menjadi salah satu pembeli STNK palsu tersebut,"

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa Laptop dan printer yang digunakan untuk mencetak STNK palsu, berbagai alat pendukung seperti gunting, cutter, dan stempel, serta uang tunai Rp6.300.000 hasil transaksi pemalsuan.

"Pelaku dikenakan Pasal 263 Ayat (1) KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun," ungkapnya.

Wadir menegaskan bahwa Polda NTB akan terus berupaya memberantas kejahatan jalanan serta tindak pidana pemalsuan dokumen.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindak kejahatan, khususnya curas dan pemalsuan dokumen kendaraan. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

Seluruh pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (F3)

Ket. Foto:

Konferensi Pers ungkap kasus curas dan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor oleh Ditreskrimum Polda NTB. (Ist)

Tujuh Warga Hilang Akibat Banjir Bandang di Bima, Pencarian Terus Dilakukan

0

HarianNusa, Bima – Banjir bandang yang melanda wilayah Wera-Ambalawi, Kabupaten Bima, menyebabkan dampak besar bagi masyarakat. Selain menghancurkan rumah warga dan fasilitas umum, bencana ini juga mengakibatkan hilangnya beberapa warga yang terseret arus deras.

Hingga saat ini, dilaporkan bahwa tujuh warga dinyatakan hilang. Salah satu korban, Irma, telah ditemukan, sementara enam lainnya masih dalam pencarian oleh Tim Gabungan yang terdiri dari personel TNI-Polri, BPBD, Tagana, serta berbagai elemen masyarakat yang turut membantu upaya pencarian.

Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Wera, IPTU Iksan, S.H., yang berada langsung di lokasi bencana di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, mengonfirmasi bahwa pencarian masih berlangsung intensif. Tim Gabungan menyisir sepanjang aliran Sungai Nanga Wera dan daerah sekitarnya guna menemukan korban yang masih hilang.

Selain fokus pada pencarian korban, IPTU Iksan juga melaporkan kondisi terkini di lokasi bencana. Sejumlah rumah warga dilaporkan hanyut, sementara fasilitas umum seperti sekolah dan jembatan mengalami kerusakan serius. Tim Gabungan telah mulai melakukan pembersihan di permukiman warga yang terdampak banjir.

Situasi terkini menunjukkan bahwa akses menuju Kota Bima masih dapat dilalui dengan aman. Namun, akses di sekitar Desa Nanga Wera mengalami gangguan akibat lumpur dan puing-puing banjir. Upaya evakuasi dan penanganan darurat terus dilakukan untuk membantu warga yang terdampak bencana ini.

Kapolsek Wera mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta mengikuti arahan dari pihak berwenang guna keselamatan bersama. Tim Gabungan akan terus bekerja maksimal dalam proses pencarian dan pemulihan pasca bencana. (F3)

Ket. Foto:
Situasi pasca banjir bandang di Wera-Bima. (Ist)

Laporan TPK Desa Senggigi Tidak Tuntas jadi Temuan Inspektorat, Mastur: Tidak sepenuhnya tanggungjawab kades

0

HarianNusa, Lombok Barat – Kepala Desa (Kades) Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Mastur, memberikan klarifikasi terkait polemik Dana Desa (DD) dan temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Lombok Barat. Ia menegaskan bahwa tuduhan penggunaan dana desa untuk kepentingan pribadi adalah tidak benar.

"Terkait temuan yang menyebut saya menggunakan dana secara pribadi, itu tidak benar. Audit inspektorat dilakukan untuk membina kita agar tidak salah dalam penggunaan dana serta memastikan pengelolaannya sesuai aturan," jelas Mastur, saat ditemui wartawan, Jumat, (31/1) di kantornya.

Ia menambahkan, bahwa kerugian negara yang dimaksud dalam LHP tersebut bukan karena tindakan kepala desa atau TPK yang menggunakan dana secara pribadi, melainkan akibat kelalaian administrasi.

"Ada beberapa laporan yang tidak tuntas dalam suatu program. Fisik proyeknya ada, tetapi laporan administrasinya tidak ada," ungkapnya

Mastur juga menegaskan, bahwa TPK tidak menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi, tetapi kelalaian dalam menyelesaikan administrasi pelaporan proyek yang menjadi permasalahan.

"Jadi sesuai dengan isi rekomendasi LHP Inspektorat bahwa pengembalian kerugian negara ini tidak sepenuhnya menjadi tanggungjawab kepala desa," tukasnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Lombok Barat, Hademan, menyatakan bahwa LHP sudah diterima oleh Kades Senggigi dan yang bersangkutan memiliki waktu 60 hari untuk menindaklanjuti rekomendasi yang tertuang dalam laporan tersebut.

"Kita tunggu dan dorong agar Pak Kades benar-benar segera menyelesaikan permasalahan ini," ungkapnya, saat dihubungi media ini melalui sambungan WhatsApp, Minggu, (2/2).

Hademan berharap, agar kedepannya tata kelola keuangan setiap desa di Lombok Barat semakin baik dalam semua tahapannya.

"Ke depan, diharapkan tata kelola keuangan desa semakin baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban," harapnya.

Ia mengingatkan bahwa dana desa yang dikelola oleh setiap desa adalah uang rakyat rakyat maka harus dipertanggungjawabkan dengan baik agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

"Dan agar selalu ingat bahwa uang yang dikelola itu adalah uang rakyat, maka tidak bisa seenaknya diperlakukan sekehendak hati sendiri, itu bisa mengundang kemarahan rakyat," tandasnya. (F3)

Ket. Foto:
Kepala Desa Senggigi, Mastur. (HarianNusa)