More
    Beranda blog Halaman 93

    Situasi Kondusif, Warga Mareje Gelar Gawe Rapah Pererat Kebersamaan

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Kondisi Desa Mareje kini telah kondusif pasca berdamai, untuk mempererat kerukunan dan tali persaudaraan antar masyarakat setempat, Pemerintah Desa Mareje bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat menggelar Gawe Rapah. Kegiatan dengan tema "Kita semua bersaudara dan damai Marejeku" ini dilaksanakan pada Rabu, 18 Mei 2022 di Desa Mareje Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

    Dalam kegiatan dibacakan ikrar sopoq tundun atau satu keturunan yang dipandu oleh Wali Paer Kabupaten Lombok Barat H.L Anggawa Nuraksi. Ikrar ini menyatakan bahwa masyarakat satu keturunan sehingga perlu menjaga kebersamaan dan kerukunan.

    Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kedamaian di wilayah Lombok Barat dan Nusa Tenggara Barat. Ia meminta agar masyarakat tetap menjaga kerukunan dalam menjalankan kehidupan. Dengan kerukunan dan kedamaian ini masyarakat akan semakin maju dan berkembang. Selain itu pembangunan juga akan berjalan dengan lancar.

    "Marilah kita menjaga kedamaian dan kerukunan agar kita bisa sejahtera," ujarnya.

    Bupati dua periode yang sukses membawa Lombok Barat menjadi terbaik dalam angka harapan lama sekolah di wilayah Nusa Tenggara Barat mengatakan, bahwa acara hari ini merupakan simbol kerukunan di tengah tengah masyarakat yang dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari masyarakat. Dengan kerukunan dan kebersamaan tersebut masyarakat diharapkan dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Selain itu dengan kerukunan dan kedamaian ini masyarakat desa Mareje akan semakin sejahtera dan maju.

    "Tentu ini menjadi simbol kerukunan dan kebersamaan masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi. Tentu ini seperti yang tertuang dalam ikrar sopoq tundun yang dipandu wali paer Lombok Barat tadi," ujarnya.

    Sementara itu Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah menyampaikan, bahwa tantangan kedepan memang tidak mudah. Hal ini karena pengaruh sosial media yang dapat diakses secara luas. Termasuk terkait peristiwa keributan antar pemuda di Desa Mareje yang kabarnya atau isunya hingga internasional.

    "Ini tentu menjadi perhatian kami di Forkopimda Nusa Tenggara Barat. Kami di Forkopimda NTB memiliki pertemuan santai untuk membicarakan hal hal penting. Kami berharap agar inisiasi untuk adanya pertemuan santai sambil ngopi dapat dilakukan di kabupaten juga karena efektif dalam menyelesaikan masalah," ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan filosofi dari mongolia tentang rajawali. Ia mengatakan ada pesan dalam filosofi rajawali tersebut untuk tidak mengambil keputusan saat emosi. Kemudian kedua, agar jangan pernah mengabaikan teman yang sudah menemani dalam waktu yang lama.

    Dalam kesempatan ini juga Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kapolda, Dandrem, Bupati dan Wakil Bupati serta semua pihak yang telah menjaga Mareje agar tetap aman. Ia berharap Mareje dapat tetap aman dan damai.

    "Apresiasi kami untuk bapak kapolda, dandrem serta kita semua beruntung memiliki bupati dan wakil bupati yang luar biasa. Terima kasih kepada semua pihak dan mari kita jaga desa kita tercinta agar tetap damai dan rukun," ujarnya.

    Dalam kegiatan ini juga dilakukan sembeq Kending "patuh patuh saling kangen" oleh Bupati Lombok Barat dan bersama Gubernur, Dandrem, Kapolda, Wakil Bupati Lombok Barat. Sembeq kending ini diberikan kepada warga sebagai simbol agar warga hidup rukun dan damai. Dalam kegiatan ini juga di sampaikan nasihat cilokak oleh ketua FKUB Lombok Barat TGH Subeki Sasaki yang berisi tentang nasihat hidup rukun.

    Hadir dalam acara ini Gubernur NTB, Kapolda NTB, Dandrem 162/WB, Bupati Lobar, Wakil Bupati Lobar, Wali Paer Majelis adat sasak Lombok Barat, Ketua Bale Mediasi, Kaplores Lobar, Dandim 1606 Mataram, Ketua FKUB, Kepala OPD, Tokoh agama serta tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Mareje. (*)

    Ket. Foto:
    Sesi sembeq kending pada acara gawe rampah Desa Mareje. (Istimewa)

    1.470 Peserta Ikut Ujian UTBK-SBMPTN di Universitas Mataram

    0

    HarianNusa, Mataram – Sebanyak 1.470 peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) sekaligus jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) gelombang I di Universitas Mataram (Unram) mulai mengikuti Ujian pada Selasa (17/5) kemarin.

    Ketua Pelaksana UTBK-SBMPTN Unram sekaligus Wakil Rektor Bidang Akdemik, Agusdin SE., MBA., DBA. mengungkapkan, jika pelaksanaan ujian hari pertama di Unram berjalan lancar.

    “Alhamdulillah, UTBK hari ini berjalan lancar, dari segi persiapan ruang dan sarana prasarana semua berjalan lancar, ujian diikuti oleh 555 orang peserta untuk sesi I dan 555 untuk sesi II sesuai kapasitas komputer yang kita miliki, sedangkan di Sumbawa setiap sesinya di ikuti oleh 180 peserta,” kata Agusdin.

    1.110 peserta yang mengikuti ujian di Kampus Unram Mataram tersebar ke dalam 6 (enam) lokasi, yaitu UPT. Pustik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Perpustakaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, dan Fakultas Teknik. Sedangkan lokasi ujian di pulau Sumbawa dipusatkan pada 3 (tiga) lokasi ujian, yaitu di SMKN 1 Sumbawa Besar, SMKN 2 Sumbawa Besar, dan SMKN 3 Sumbawa Besar.

    Agusdin juga mengingatkan kepada peserta agar mempersiapkan kesehatan dengan baik, mengikuti protokol kesehatan, dan menaati semua peraturan yang ada selama berlangsungnya ujian. Ia juga menekankan agar peserta ujian datang tepat waktu.

    “Peserta harus tau ruangan ujiannya sehari sebelum tes, jangan sampai terlambat dan jangan sampai didiskualifikasi," tegasnya.

    Wakil Rektor Bidang Akademik itu menjelaskan, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan UTBK tahun ini dengan tahun sebelumnya. “Bedanya sejak COVID itu tidak ada ujian campuran, sekarang ada ujian campuran. Kemudian materi tesnya juga bertambah satu yaitu Bahasa Inggris,” jelas Agusdin.

    Sementara itu, Lale Silke Sastia Aviva, peserta UTBK asal Lombok Tengah juga menyampaikan kiat-kiatnya dalam menghadapi ujian.

    “Persiapan yang saya lakukan belajar materi dari kelas 10 (sepuluh) tentang Biologi, Kimia, dan Fisika. Tipsnya juga harus belajar giat beberapa hari sebelum ujian dan jangan menganggap remeh,” tuturnya.

    Peserta yang bercita-cita menjadi dokter itu mengungkapkan alasannya memilih Unram. “Program studi yang saya pilih adalah Pendidikan Kedokteran dan Pendidikan Biologi,” tuturnya saat diwawancarai humas usai mengikuti ujian.

    “Cita-cita saya jadi dokter dan saya memilih Unram karena merupakan universitas paling bagus di NTB," kata lulusan SMA Negeri 1 Praya itu.

    Ia mengaku jika sudah mengetahui bahwa Program Studi Kedokteran Unram memiliki akreditasi A dan termasuk 10 besar terbaik di Indonesia. Lale berharap agar dirinya bisa lulus dan diterima di program studi yang diinginkan, dan bisa berhasil menjadi dokter. (*)

    Ket. Foto:
    Kegiatan UTBK- SBMPTN gelombang 1 di Universitas Mataram (Unram). (Istimewa)

    Forum Komunikasi Pensiunan Pegawai PTAM Giri Menang Perkuat Silaturahmi dengan Halal Bihalal

    0

    HarianNusa, Mataram – Forum Komunikasi Pensiunan Pegawai (FKPP) PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) mengadakan kegiatan Halal Bi Halal. Bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Pusat (17/05), kegiatan berjalan dengan penuh nuansa kekeluargaan. Dihadiri oleh Komisaris, Direksi dan seluruh Pejabat Struktural.

    Ini merupakan acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh FKPP sejak didirikan pada tahun 2019 yang lalu, karena selama pandemic program yang direncanakan oleh FKPP sulit untuk diselenggarakan.

    Turut hadir Ketua FKPP H. Abdurrahim yang juga Direktur Utama periode 1995-200, didampingi oleh H. Siswandi Sumarno selaku Sekretaris. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan Tausiyah yang disampaikan oleh DR. TGH L. Ahmad Zainuri, MA.

    Direktur Utama PTAM Giri Menang (Perseroda) L. Ahmad Zaini menyambut baik acara silahturahim ini. Dalam sambutannya, ia mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin atas nama direksi, pribadi dan keluarga. Zaini juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan FKPP yang sampai saat ini masih bersemangat dalam menjalankan organisasi Forum Pensiunan.

    “Masih dalam nuansa Idul Fitri, di bulan Syawal yang barokah ini kita semua dapat berkumpul dalam nuansa kekeluargaan. Kami para penerus (managemen) mengucapkan apresiasi dan terimakasih yang tulus kepada para senior yang sudah memberikan bimbingan kepada kami, dimana sampai saat ini kami masih bisa mempertahankan bahkan kami bisa menorehkan prestasi yang membanggakan untuk daerah," ungkap Zaini.

    Pada kesempatan itu, zaini juga mengatakan bahwa perusahaan (PTAM Giri Menang) saat ini banyak mengalami perubahan, mulai dari badan hukum, operasional hingga dengan tingkat kesejahteraan pegawai.

    "Itu semua kami capai berkat kerja sama dari seluruh elemen yang ada di lingkup PTAM Giri Menang (Perseroda), ” pungkasnya.

    Untuk diketahui anggota FKPP PTAM Giri sampai saat ini sebanyak 70 orang dan tetap terus bertambah setiap tahunnya. (f*)

    Ket. Foto:
    Kegiatan Halal bihalal FKPP PTAM Giri Menang. (Istimewa)

    Dukung Perkembangan Industri Voice Over Kemenparekraf-Voice Institute Indonesia Gelar “Wonder Voice Over Camp ”

    0

    HarianNusa, Jakarta – 15 Mei 2022 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Voice Institute Indonesia menyelenggarakan “Wonder Voice Over Camp” selama dua hari, yaitu pada 14 Mei 2022 di Spacebar Audio Production dan 15 Mei 2022 di Cut2cut Audio Production, Jakarta.

    “Wonder Voice Over Camp” sendiri merupakan rangkaian puncak dari program Wonder Voice of Indonesia, untuk meningkatkan awareness masyarakat akan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Indonesia, diantaranya Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam pernyataannya, di Jakarta (15/5/2022) mengatakan perkembangan zaman menghadirkan berbagai profesi baru yang tidak biasa dan tidak pernah terfikirkan sebelumnya, selain YouTuber, Influencer, kini kehadiran voice over makin memperkaya profesi di industri kreatif.

    “Voice over ini menurut saya sebuah profesi yang unik dan sangat menarik. Dan profesi ini sangat cocok untuk menyampaikan keindahan Indonesia terutama di lima DSP melalui medium voice over dalam sebuah produk promosi audio visual, yang dapat memberikan kenyamanan kepada audience (masyarakat), sehingga menumbuhkan ketertarikan dan pada akhirnya wisatawan berkunjung ke lima DSP,” ujar Menparekraf Sandiaga.

    Sebanyak 10 peserta terpilih dalam Wonder Voice Over Camp, dapat mengikuti beragam kegiatan menarik guna mengasah serta meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri mereka. Antara lain bootcamp, simulasi take voice over, audio production, networking ke audiopost, hingga produksi sampe voice over.

    Selain, Wonder Voice Over Camp yang menjadi puncak acara Wonder Voice of Indonesia. Terdapat dua kegiatan lainnya, yaitu Wonder Voice Over Challenge yakni mengisi suara salah satu dari lima video destinasi super prioritas dan Wonder Voice from Home yakni online class yang berisikan materi-materi seputar basic voice over skill dan emphasizing (intonasi suara).

    “Jenis pekerjaan ini memang tidak umum, tapi sangat dibutuhkan, saya yakin profesi ini akan menjadi sebuah harapan dan masa depan bagi bangsa Indonesia yang dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Oleh karenanya, pemerintah akan terus hadir untuk memastikan program yang digagas tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” katanya.

    Founder Voice Institute Indonesia, Bimo Kusumo Yudho, mengungkapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang telah bekerja sama dengan pihaknya dalam menyelenggarakan Wonder Voice of Indonesia. Menurut Bimo antusiasme para peserta dalam kegiatan ini sangat besar.

    “Target di awal hanya 500 submission, tapi beyond expectation, yang mendaftar hingga 5.900 orang. Artinya di sini masyarakat Indonesia memang aware dan mau berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah untuk mempromosikan 5 DSP dengan cara yang berbeda yaitu dengan voice over dan akhirnya dari 5.900 kita seleksi hingga terpilih 10 peserta terbaik,” jelas Bimo.

    Bimo Kusumo juga sangat bersyukur dengan kehadiran Wonder Voice of Indonesia, karena dapat mengetahui lebih dalam keberadaan voice talent yang ada Indonesia. “Ternyata bukan hanya di Jakarta saja tetapi memang di daerah-daerah, banyak yang memang memiliki talenta-talenta yang baik. Dan tidak menutup kemungkinan kedepannya bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas,” kata Bimo.

    Profesor Bambang Buat Program Kelas Bahasa Inggris Gratis bagi Mahasiswa dan Dosen Unram

    0

    HarianNusa, Mataram – Universitas Mataram (Unram) bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar acara Sosialisasi Beasiswa LPDP dengan tema “Membangun SDM Universitas Mataram Melalui LPDP”, di Gedung Dome Unram.

    Sosialisasi yang digelar pada Kamis, 12 Mei 2022 lalu ini turut dihadiri oleh Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Program Studi (Kaprodi) di bawah Rektor, Kepala BAKP, Kepala BUK, serta peserta sosialisasi di lingkup Unram.

    Rektor Unram dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara tersebut menyampaikan, bahwa sosialisasi dari LPDP ini merupakan kesempatan emas bagi Unram untuk mendapatkan informasi atau pemaparan terkait beasiswa LPDP. Prof. Bambang juga mengatakan bahwa dari sekian banyak kuota penerima beasiswa LPDP yang disediakan, masih belum tercapai sepenuhnya.

    “Sebagai informasi bahwa ada sekitar 3.000 beasiswa atau 3.000 kuota beasiswa LPDP yang tidak pernah tercapai. Kita dari NTB atau dari Unram sedikit sekali kontribusinya, ini informasi dari Bapak Muhammad Iqbal Djawad,” ucapnya.

    Beasiswa LPDP merupakan beasiswa khusus untuk S2 dan S3. Dan di tahun 2022 akan ada beasiswa khusus untuk Kemendikbudristek mulai dari S1, S2, dan S3, di mana beasiswa ini akan menambah jumlah kuota penerima beasiswa. Menanggapi besarnya peluang beasiswa yang ada, Prof. Bambang menekankan bahwa Unram harus mempersiapkan diri.

    “kita tidak bisa tinggal diam kemudian tiba-tiba berharap ada sekian orang bisa berbahasa Inggris, ada sekian orang yang lulus beasiswa LPDP, saya kira tidak bisa seperti itu kalau kita hanya berdiam diri,” ujarnya.

    Untuk mendaftar kuliah di luar negeri terdapat persyaratan yang memerlukan hasil tes Bahasa Inggris TOEFL atau IELTS. Dan untuk mendukung hal tersebut, Rektor Unram telah mempersiapkan program kelas Bahasa Inggris gratis.

    “Salah satu program kita yang akan segera kita lakukan itu adalah membuat unit pelayanan Bahasa Inggris di level fakultas for free. Gratis. Karena tidak sulit membuat unit baru di sini, tinggal siapkan ruangan, lalu tutornya, siapkan materinya, buatkan jadwalnya, tes mahasiswanya, buat gradenya apakah basic, intermediate, advance dan sebagainya, lakukan kursusnya, for free. Kita berlakukan mulai dari mahasiswa semester 1 sampai mahasiswa semester akhir. Sehingga begitu mereka tamat, jadilah mereka pemburu-pemburu beasiswa yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain,” tutur Prof. Bambang.

    Selain untuk mahasiswa, Rektor Unram juga akan membuat kebijakan bagi para dosen muda agar tetap mengikuti kursus Bahasa Inggris.

    “Untuk dosen-dosen ini nanti kita akan khususkan di UPT Pusat Bahasa, kita akan buat kebijakan ikut kursus mungkin sama nilainya dengan mengajar 2 mata kuliah misalnya,” kata Rektor.

    Prof. Bambang berharap agar ke depan banyak masyarakat NTB secara khusus dari Unram yang mendaftar beasiswa LPDP.

    “Orang pintar ada di mana-mana tidak hanya di wilayah barat atau Jawa saja, di wilayah timur pun banyak. Cuma yang menguasai Bahasa Inggris lebih banyak mereka. Bukan karena kita tidak pintar, tetapi memang kita belum optimal untuk menyiapkan fasilitas supaya mereka bisa menguasai Bahasa Inggris,” pungkasnya.

    Sosialisasi Beasiswa LPDP ini disampaikan oleh narasumber Muhammad Iqbal Djawad, Ph.D. reviewer seleksi beasiswa LPDP, dan dipandu oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Agusdin, SE., MBA., DBA. sebagai moderator.

    Muhammad Iqbal mengatakan bahwa terdapat tiga kunci yang dinilai untuk bisa lolos seleksi beasiswa LPDP, yaitu Resilience, Adaptable, dan Knowledge. Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan.

    Dosen Universitas Hasanuddin itu juga memberikan beberapa kiat untuk mengahadapi tes wawancara beasiswa LPDP. Seperti pendaftar beasiswa harus memiliki motivasi yang tepat dalam mengejar beasiswa, etika yang baik pada saat diwawancara, serta merencanakan kontribusi apa yang akan diberikan ke depannya setelah menyelesaikan studi. (*)

    Diduga Jual Sabu, Dua Warga Cakranegara Diamankan Polisi

    HarianNusa, Mataram – Dua warga Cakranegara Kota Mataram diamankan Sat Resnarkoba Polresta Mataram karena diduga menjual narkotika jenis sabu.

    Penangkapan tersebut bermula dari laporan salah seorang warga Kelurahan Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram yang merasa terganggu dengan aktivitas terduga yang kerap menjual dan atau mengkonsumsi sabu. Menerima laporan tersebut Tim Opsnal Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan atas informasi di lokasi yang dimaksud.

    Memperoleh kejelasan, maka tim opsnal melakukan operasi penangkapan yang langsung dipimpin oleh Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Porusa Utama SE SIK, pada Sabtu (14/05) sekitar pukul 16:30 wita.

    “Saat di lokasi kami mendapatkan satu orang laki-laki dan satu orang perempuan, kemudian kami lakukan penggeledahan yang disaksikan aparat lingkungan setempat,”ungkap Yogi usai penangkapan.

    “Mereka adalah SH, laki 32 tahun, alamat Karang Bagu Cakranegara, dan R, Perempuan 31 tahun, alamat kelurahan karang Taliwang, Cakranegara,” tambahnya.

    Dengan tanpa perlawanan tim opsnal dari Resnarkoba Polresta Mataram mengamankan kedua terduga pelaku melakukan penggeledahan.

    Dari keterangan terduga, tim memperoleh informasi yang mengarah ke salah satu tempat kos di wilayah kelurahan Cilinaya, Cakranegara.

    Dari hasil penggeledahan pada dua lokasi berhasil diamankan barang bukti berupa sabu seberat 1,46 gram bruto yang diduga kuat sisa barang yang belum terjual.

    “Dari upaya penggeledahan kami menemukan barang bukti sabu tersebut, dan kuat dugaan kami barang tersebut sisa dari barang yang sebagian telah terjual,” jelasnya.

    Disamping barang bukti sabu, diamankan pula alat komunikasi, alat-alat konsumsi sabu seperti pipet plastik, pipa kaca dan lainnya. Juga diamankan uang tunai sebesar Rp. 1.330.000;.

    Sementara pasal yang akan disangkakan adalah pasal 114, 112 dan atau 127 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan 5tahun Penjara.

    “Kedua terduga dan barang bukti sudah kami amankan, berikut akan kami lakukan pemeriksaan secara detil terhadap keduanya. Untuk status dan hubungan mereka serta perannya masih kami lakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (*)

    Ket. Foto:
    Penggeledahan salah seorang terduga penjual sabu di Cakranegara. (Istimewa)

    Sambirang Yakin Rabies Tak Ganggu Gelaran MXGP Samota

    HarianNusa, Mataram – Anggota DPRD NTB Fraksi PKS Dapil Sumbawa-KSB Sambirang Ahmadi, meyakini status Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sumbawa dan Dompu sebagai kawasan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies tak akan mempengaruhi dan mengganggu citra perhelatan balap motor cross grand prix (MXGP) Samota yang akan digelar pada tahun 2022 ini tepatnya pada tanggal 24-26 Juni. 

    “Saya kira tidak akan mengganggu (gelaran MXGP Samota, red),” kata Sambirang, Sabtu (14/5) 
    Ia menjelaskan, saat ini kawasan tersebut sudah melakukan depopulasi atau pengurangan populasi anjing liar atau tanpa pemilik. Menurutnya, pada pagelaran MXGP diperlukan isolasi di sejumlah wilayah penyangga event balap motocross tersebut. 

    “Saat MXGP nanti perlu isolasi wilayah atau daerah penyangga MXGP di kecamatan sekitar seperti Unger Iwes, Sumbawa, Badas, Moyo Utara dan Moyo Hilir,” terangnya.
    Selain itu, pemerintah juga terus menggalakan vaksinasi rabies sebagai upaya pengendalian kasus. Dengan cakupan vaksinasi rabies 70 persen pada Hewan Penular Rabies khususnya anjing.
    “Capaian vaksinasi ini masih kurang dari 40 persen, karena sebagian besar anjing yang ada adalah anjing liar,” ungkap politisi PKS ini. 

    Namun, bila upaya ini gencar dilakukan tak menutup kemungkinan status ketiga kawasan ini segera bebas rabies. Sebab, syarat bebas rabies adalah 2 tahun terakhir tidak ada kasus rabies.
    Disebutkannya, pada gelaran MXGP yang terpenting adalah usaha meminimalisir anjing-anjing liar di sekitar lokasi. Diupayakan, capaian vaksinasi bagi anjing yang mempunyai pemilik terpenuhi disekitar lokasi MXGP.

    “Selanjutnya adalah kesiapan petugas baik peternakan maupun petugas kesehatan untuk menyiapkan segala sarana dan prasarana penanggulangan,” katanya.

    Dikatakannya, pada bulan lalu pemerintah juga telah melakukan pelatihan oleh FAO kepada 100 orang dokter dan dokter hewan terhadap cara penanganan rabies. Serta pembentukan KASIRA (kader siaga rabies) dengan mengajak partisipasi tokoh masyarakat, aparat desa, babinsa dan bhabinkamtibmas.

    “Kalau ada gigitan segera ditangani. Perlu diketahui bahwa korban gigitan anjing rabies  (manusia, red) apabila dilakukan penanganan dengan benar dan diberi vaksin anti rabies dengan benar, Insya Allah 100 persen bisa sembuh. Kuncinya dilaporkan kalau ada kasus gigitan,” tandasnya. (f3) 

    Ket. Foto:Anggota DPRD NTB Dapil Sumbawa-KSB Sambirang Ahmadi saat diwawancara awak media di Mataram beberapa waktu lalu. (HarianNusa) 

    Bupati Fauzan: Lahan Porang di Sekotong Barat tak Ada Masalah

    0

    Puluhan warga Desa Sekotong Barat mendatangi Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (12/5/2022). Mereka meminta perlindungan Pemkab dari sejumlah oknum warga sindikat tanah. Bahkan, sebagian warga sejak lama diintimidasi sindikat itu.

    Salah seorang warga yang mendatangi kantor Bupati Lobar itu mengatakan, mereka memang sudah lama tinggal di Sekotong Barat. Dulu, sejumlah orang mengimingi mereka mendapat tanah di sana.

    “Baru beberapa tahun ini kami tahu kalau tanah itu dulu kas desa. Mana bisa diambil-ambil saja semaunya,” kata dia.

    Setelah tahu status tanah, warga mulai bertanya kepada pihak yang mengajak mereka menduduki lahan tersebut. Ironisnya, pertanyaan itu malah dijawab dengan intimidasi. Tekanan semakin kencang terhadap warga yang dimintai keterangan oleh pihak berwajib soal status lahan itu.

    “Kami dipaksa berbohong, memberi kesaksian palsu kepada pemeriksa. Kalau tidak, kami diancam terus,” ujarnya.

    Warga semakin gelisah karena oknum mafia tanah itu melibatkan banyak pihak dan semakin terang-terangan mengintimidasi. “Hari ini kami terpaksa mengadu ke Bapak Bupati. Kami berharap dilindungi dari mafia tanah sebenarnya,” kata dia.

    Warga lainnya juga mengaku sudah sadar kesalahan di masa lalu dan ingin memperbaikinya. Warga sadar telah menduduki lahan tanpa hak gara-gara iming-iming sejumlah pihak. “Kami mau hidup tenang. Minta tolong Bapak Bupati agar melindungi kami,” kata dia.

    Warga gelisah karena mafia tanah di Sekotong Barat telah menghambat rencana pembukaan sejumlah usaha di sana. Padahal, aneka usaha itu diharapkan bisa menyediakan lapangan kerja bagi warga.

    “Sekarang sedang susah, kami butuh pekerjaan. Kalau terus dihambat, kami tidak bisa dapat kerja,” ujarnya.

    Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, prihatin dengan perkembangan di Sekotong Barat. Selama beberapa waktu terakhir, Pemkab Lobar telah berusaha memediasi para pihak di Sekotong Barat. “Pemkab ingin kemaslahatan untuk semua,” kata dia.

    Mediasi dilakukan karena pemkab telah mendapat paparan rencana penggunaan lahan. Di sana akan dibangun pabrik pengolahan porang. Pengoperasian pabrik itu akan menguntungkan warga dan pemkab Lobar. Sebab, selama memenuhi syarat, warga bisa bekerja atau menjual porang di pabrik itu.
    Bahkan, pemkab mendengar warga di sekitar lokasi mendapat prioritas dalam seleksi pekerja dan pemasok pabrik

    Ada pun soal status lahan, berdasarkan data resmi di sejumlah lembaga negara, lahan yang dipersoalkan diketahui pernah menjadi aset pemerintah. Sejumlah pihak pernah dihukum pengadilan karena mencoba menguasai lahan itu. Saat Pemkab Lombar secara yuridis dibentuk pada Agustus 1958, lahan itu termasuk salah satu aset pemkab. Dalam perjalanan waktu dan aneka pertimbangan, lahan itu ditukar gulingkan dengan pihak lain.

    “Prosesnya sudah lama selesai. Sertifikat sudah dikeluarkan awal 1990an. Aset pengganti sudah lama diserahkan dan dipakai,” ujarnya.

    Pengadilan Negeri Mataram dan Pengadilan Tinggi Mataram juga beberapa kali menggelar sidang terkait lahan di Sekotong Barat. Dalam sejumlah persidangan itu, pengadilan telah menghukum sejumlah pihak yang berusaha menguasai lahan dengan cara tidak sesuai hukum.

    “Ada sejumlah orang mencoba menguasai lahan tanpa mengikuti kaidah hukum. Akibatnya, mereka dijatuhi hukum oleh pengadilan,” ujarnya.

    Dalam catatan PN Mataram antara lain ditemukan vonis 3 tahun kepada Ida Bagus Wirayadi. Sebab, dia terbukti menipu karena mencoba mengklaim lahan tersebut dan menjualnya kepada pihak lain. Padahal, berdasarkan bukti-bukti di pengadilan, Ida Bagus Wirayadi bukan pemilik lahan tersebut.

    PN Mataram juga mencatat kasus Amaq Saime. Dalam proses persidangan hingga ke Pengadilan Tinggi Mataram diketahui, Amaq Saime bukan pemilik lahan yang coba dijualnya dengan harga miliaran rupiah itu.

    Ada pula kasus PT Lombok Dua Malimbo. Pada Januari 2018, PT Lombok Dua Malimbo akhirnya mengakui menduduki lahan itu secara ilegal. (*)

    Ket. Foto:
    Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid. (Istimewa)

    Mantap, Unram Peringkat ke-23 pada THE University Impact Rankings 2022

    0

    HarianNusa, Mataram – Setelah berhasil menempati peringkat ke-15 untuk kategori inovasi pada SCImago Institutions Rankings (SIR) yang dikeluarkan pada awal April, Universitas Mataram (Unram) kembali mengukir prestasi dengan berhasil menduduki peringkat ke-23 Times Higher Education (THE) World University Impact Rankings yang diumumkan pada 28 April 2022 lalu.

    THE World University Impact Rankings merupakan pemeringkatan universitas yang disusun berdasarkan keberhasilan perguruan tinggi dalam menerapkan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

    THE World University Impact Rankings mengukur kinerja Unram sebagai perguruan tinggi yang berdampak pada sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan berdasarkan indikator SDGs 1 – No Poverty; SDGs 2 – Zero Hunger; SDGs 4 – Quality Education; SDGs 5 – Gender Equality; dan SDGs 17 terkait Partnerships for the Goals.

    Berdasarkan indikator SDG 1 – No Poverty, Unram menempati urutan ke-13 nasional dan 201-300 dunia dari 769 institusi; berdasarkan SDGs 2 – Zero Hunger, Unram menempati urutan ke-13 nasional dan 301-400 dunia dari 553 institusi; berdasarkan SDGs 4 – Quality Education, Unram menempati urutan ke-13 nasional dan 601-800 dunia dari 1,180 insitusi.
    Berdasarkan SDGs 5 – Gender Equality, Unram menempati urutan ke-14 nasional dan 401-600 dunia dari 938  institusi; dan SDGs 17 terkait Partnerships for the Goals, Unram menempati urutan ke 26 nasional dan 1000+ dunia dari 1,438. Namun secara keseluruhan Unram menempati peringkat ke-23 nasional dari 1,406 institusi.

    Menanggapi kabar baik ini, Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M. Agr. St., Ph.D menyampaikan rasa syukurnya atas capaian Unram pada THE World University Impact Rankings.

    “Alhamdulillah, kita akan terus berusaha untuk meningkatkan ranking kita ke depan dengan terus memperbaiki performance indicator-nya (indikator penilaiannya-red), insya Allah,” katanya, Senin, (9/5). 

    Dengan masuknya Unram pada pemeringkatan dunia membuktikan bahwa Unram mampu bersaing dengan universitas besar di Indonesia maupun dunia. Walaupun berada di wilayah timur Indonesia, Unram mampu tampil sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. (*) 

    Ket. Foto:Gedung Rektorat Universitas Mataram. (Istimewa) 

    Begini Cara Desa Gelogor Semarakkan Idhul Fitri 1443 H

    0

    HarianNusa.com – Lombok Barat – Semarak Takbir menggema melafazkan asma memuji keagungan Allah SWT dalam menyambut hari kemenangan Idhul Fitri 1443 Hijriyah setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

    Semua ummat muslim bersuka cita menyambut datangnya kemenangan dihari nan Fitri ini. Suara kumandang takbir, tasbih dan tahmid menggema di masjid-masjid seantero.

    Warga di Desa Gelogor Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, mempunyai tradisi dan cara tersendiri dalam menyambut dan memeriahkan semaraknya malam takbiran menjelang Hari Raya Idhul Fitri ini.

    Pada malam harinya, warga Desa Gelogor menggelar pasar malam. Mereka menjajakan berbagai jenis barang dagangan, mulai dari pakaian, sandal, mainan, kopiah, sarung, mainan, dll, disepanjang jalan dusun Desa Gelogor.

    "Pasar malam Ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun," ungkap Faturahman, Ketua RT Dusun Gelogor Timur, Minggu (01/05/2022) malam.

    Saat pelaksanaan solat I’d, Masjid Al Ijtihad Desa Gelogor yang terdiri dari dua tingkat ini dipenuhi oleh para jama’ah untuk menunaikan ibadah sholat I’d. Tidak hanya halaman masjid yang penuh, namun para jama’ah yang terdiri dari warga sekitar juga rela menggelar tikar dan sajadah di jalan depan halaman masjid, mereka sangat antusias dan tak mau ketinggalan untuk mengikuti sholat I’d 1 Syawal 1443 Hijriyah ini.

    Salah seorang jama’ah sholat I’d, Hj. Ratnasari mengaku jika masjid di jantung Desa Gelogor ini memang kerap dibanjiri jama’ah saat solat hari Raya Idhul Fitri, terlebih saat ini pandemi Covid 19 bisa dikatakan sudah tidak ada. Kendati demikian, para jama’ah tetap mematuhi protokol kesehatan.

    "Kami tetap tetap menggunakan masker, untuk jaga-jaga," ungkapnya usai mengikuti solat I’d di Masjid Al Ijtihad Desa Gelogor, Senin (02/05).

    Setelah rangkaian solat Idhul Fitri selesai para jamaah bersalam-salaman saling meminta maaf, sementara warga Desa Gelogor yang rumahnya dipinggir jalan berdiri rapi depan rumah menyambut para jamaah yang keluar dari masjid untuk bersalaman saling meminta maaf. (F3)

    Ket. Foto:
    Suasana menjelang solat I’d di Masjid Al Ijtihad Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. (HarianNusa)

    error: Content is protected !!