HarianNusa.com, Mataram – Ajaran Islam sangat menekankan pentingnya berbagi kepada sesama. Terutama berbagi ta’jil kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka. Lalu seperti apa ganjaran bagi orang yang berbagi ta’jil kepada orang yang berpuasa?

Dilansir dari Islami.co, Menurut Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan, “Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air.”

Sementara Kalau untuk berbagi makan malam, lebih diutamakan hadits Rasulullah SAW. yang berbunyi “Siapa yang membatalkan puasa orang lain, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang bersangkutan.”

Namun yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana bila orang yang ditanggung tadi, pada saat puasanya melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya. Apakah dosanya juga akan ditanggung oleh yang memberi ta’jil? Jangan khawatir, Karena semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang berbagi tersebut. Artinya, pahala bagi orang yang berbagi itu tetap, sementara dosanya tetap menjadi tanggung jawab Partner berbagi.

Kenyataan di atas menunjukkan bagaimana kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Dan anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. (sta)

iklan[/caption]</div>    </div>


    <footer>
                
        <div class=