More
    Beranda blog Halaman 124

    Unram Jadi Pusat UTBK: Bisa Pilih Lokasi Tes di Lombok atau Sumbawa

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pendaftaran Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) sekaligus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah dibuka sejak tanggal 2 Juni 2020 dan berakhir pada 20 Juni 2020 mendatang.

    Terdapat 74 Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk sebagai Pusat UTBK oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), salah satunya adalah Universitas Mataram (Unram).

    Sebagai salah satu pusat UTBK, Unram telah menyediakan lokasi tes di Lombok dan Sumbawa. Dengan demikian, calon peserta UTBK perlu jeli dalam menentukan lokasi tes. Bagi calon peserta yang ingin melaksanakan tes di Mataram harus memilih pusat UTBK "UNIVERSITAS MATARAM – LOMBOK", sedangkan untuk peserta yang ingin tes di Sumbawa memilih pusat UTBK "UNIVERSITAS MATARAM – BIMA SUMBAWA".

    "Dalam dua hari ini banyak calon peserta yang bertanya terkait dengan lokasi tes tersebut, ada peserta yang berdomisili di Lombok memilih lokasi tes di Sumbawa sementara calon peserta yang berdomisili di Sumbawa memilih lokasi tes di Lombok," terang Khairul Umam, Humas Unram.

    “Calon peserta UTBK perlu jeli dalam melakukan pendaftaran, sebaiknya mempelajari dulu pedoman pendaftaran UTBK yang telah tersedia di laman unram.ac.id atau di Instagram Unram @officialunram, calon peserta juga dapan mengakses laman LTMPT untuk mengetahui informasi lebih lengkap bahkan tersedia video tutorial pendaftaran UTBK, sehingga tidak terjadi kesalahan pada saat pendaftaran," pesannya.

    Lokasi tes UTBK di Lombok nantinya akan di pusatkan di Universitas Mataram, adapun lokasi tes di Sumbawa akan digelar di 4 sekolah, yaitu SMKN 1 Sumbawa, SMKN 2 Sumbawa, SMKN 3 Sumbawa, dan SMAN 1 Sumbawa.

    UTBK 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 12 Juli 2020, dimana setiap harinya akan diadakan 4 sesi tes, kecuali pada hari Jumat hanya akan diadakan 2 sesi tes, sehingga total terdapat 30 sesi tes.

    Pelaksanaan UTBK 2020 akan menerapkan Protokol Covid-19, seperti jarak antar peserta UTBK minimal 1,5 meter dan diwajibkan menggunakan masker. (f3)

    Ket. Foto:
    Aktivitas kegiatan UTBK di Unram. (Dok. Humas Unram).

    Transaksi Narkoba di Salah Satu Hotel di Senggigi, Polisi Amankan Sejumlah Tersangka

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat –
    Anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat menangkap terduga pelaku tindak pidana narkotika, Kamis, (04/06/2020) sekitar pukul 21.00 Wita. Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan informasi dari masyarakat di Jalan Raya Sengiggi Dusun Batul Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batul Layar Kabupaten Lombok Barat tepatnya di Hotel Omasitar.

    Adapun para tersangka yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut yakni, BS alias Beni laki-laki (24 th) warga Dusun Batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Barat Kabupaten Lombok Barat; SH alias Andi, laki-laki (35th), alamat Dusun Batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Barat Kabupaten Lombok Barat; AN alias Anin, perempuan (26 th), alamat
    Dusun Embung Jagung Desa Jenggik Utara Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur; dan FKR, perempuan (32th) dengan alamat yang sama di Kosan Dusun batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat.

    Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto S.I.K, M.Si, menyampaikan

    kronologis kejadian dimana pada hari Kamis, 04 Juni 2020 sekitar pukul 21.00 Wita. Anggota opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Raya Sengiggi Dusun Batu layar Desa Batu layar Kecamatan Batu layar Kabupaten Lombok Barat tepatnya di Hotel Omasitar sering dijadikan tempat transaksi jual beli Narkotika yang dilakukan oleh BS alias Beni.

    Artanto menuturkan, berdasarkan informasi dari masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Kasat Resnarkoba Polres Lobar IPTU Faisal Afrihadi, SH langsung memimpin timnya dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku SH alias Andi yang pada saat itu masuk ke hotel Omasitar menggunakan sepeda motor.

    "Setelah SH diamankan kemudian mencari keberadaan BS yang berada di salah satu kamar hotel, setelah pintu kamar itu dibuka kemudian memanggil BKD ( badan keamanan desa) dan salah satu tokoh masyarakat yang berada di sekitar TKP, langsung menuju salah satu kamar tempat dilakukan penggeledahan serta pemeriksaan, dan ditemukan uang tunai senilai Rp. 251.000 ( dua ratus lima puluh satu ribu rupiah) yang diduga hasil penjualan narkotika Jenis sabu, 15 (lima belas poket) narkotika jenis sabu dengan berat bruto 6,31 gram," jelasnya, Jumat, (7/6).

    Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah uang tunai Rp. 251.000 ( dua Ratus enam Puluh satu Ribu Rupiah ), 15 poket klip plstik transparan yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 6,31 Gram, 2 buah bong, 2 buah pipet kaca, 5 korek api gas, 1 buah gunting, 3 bendel klip plastik kosong, 6 pipet plastik, 1 buah timbangan, 1 buah hp warna hitam merk redmi, 1 buah hp Oppo F5, 1 buah hp oppo A5, 1 buah hp kecil warna hitam merk nokia, 1 buah hp kecil warna hitam merk samsung, 1 buah hp kecil warna putih merk samsung.

    "Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Lobar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (f3)

    Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Presiden Minta Berbagi Beban

    HarianNusa.com, Jakarta – Salah satu tantangan besar bagi Indonesia saat ini ialah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat dan dapat dieksekusi dengan cepat. Program-program tersebut dibutuhkan untuk mencegah agar laju pertumbuhan ekonomi negara tidak terkoreksi lebih dalam.

    “Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dengan kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi negara kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai penetapan program pemulihan ekonomi nasional dan perubahan postur APBN tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta, melalui telekonferensi pada Rabu, 3 Juni 2020.

    Berdasarkan data yang diperoleh, di tengah tantangan yang dihadapi, perekonomian pada kuartal pertama tahun ini masih tumbuh sebesar 2,97 persen. Presiden berharap agar laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua hingga keempat mendatang tetap dapat dijaga dan tidak merosot bahkan mencapai angka minus.

    “Karena itu saya minta agar semua skema pemulihan ekonomi yang telah dirancang seperti subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank-bank yang terdampak restrukturisasi, penjaminan kredit modal kerja, PMN untuk BUMN, dan investasi pemerintah untuk modal kerja saya harapkan, minta, dan ingin pastikan ini harus segera operasional di lapangan,” kata Presiden.

    Kepala Negara menekankan, program pemulihan ekonomi nasional dimaksud harus dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha, utamanya yang bergerak di sektor industri padat karya.

    Sektor tersebut perlu diberikan perhatian khusus agar mereka tetap mampu beroperasi dan mencegah terjadinya PHK secara masif sekaligus mampu mempertahankan daya beli para pekerja dan karyawannya.

    “Sektor ini  menampung tenaga kerja yang sangat banyak sehingga goncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya,” kata Presiden.

    Dalam menjalankan program-program tersebut, nantinya pemerintah bersama dengan pihak-pihak terkait harus berdampingan dan bersedia memikul beban dan bergotong royong untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan itu, yakni agar kegiatan produktif para pelaku usaha dapat tetap berjalan, mencegah terjadinya PHK masif, menjaga stabilitas sektor keuangan dan roda perekonomian.

    “Saya minta konsep berbagi beban, sharing pain, harus menjadi acuan bersama. Antara pemerintah, BI, OJK, perbankan, dan pelaku usaha harus betul-betul bersedia memikul beban, bergotong royong. Bersedia bersama-sama menanggung risiko secara proporsional dan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian,” kata Presiden.

    Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar program pemulihan ekonomi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntabel, dan mampu mencegah terjadinya risiko moral hazard. Untuk itu, diperlukan pengawasan dan pendampingan dalam menjalankan program-program tersebut.

    “Saya minta pada Jaksa Agung, BPKP, LKPP, dari awal sudah melakukan pendampingan. Jika diperlukan KPK juga bisa dilibatkan untuk memperkuat sistem pencegahan. Ini penting,” kata Presiden.

    Adapun terkait perubahan postur APBN tahun 2020, Presiden mendapat laporan bahwa berbagai perkembangan dalam penanganan Covid-19 dan berbagai langkah strategis pemulihan ekonomi membawa konsekuensi adanya tambahan belanja yang berimplikasi pada meningkatnya defisit APBN. Untuk itu Presiden meminta Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas untuk melakukan kalkulasi lebih cermat, lebih detail, dan lebih matang terhadap berbagai risiko fiskal ke depan.

    “Saya ingin tekankan lagi agar perubahan postur APBN betul-betul dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntabel sehingga APBN 2020 bisa dijaga, dipercaya, dan tetap kredibel,” kata Presiden.

    Presiden Tinjau Kesiapan Kenormalan Baru di Masjid Istiqlal

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo pada Selasa pagi, 2 Juni 2020, menyambangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dalam rangka meninjau kesiapan penerapan prosedur kenormalan baru di sarana ibadah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga memeriksa perkembangan proyek renovasi masjid tersebut setelah sebelumnya dikunjungi Presiden pada awal Februari 2020 lalu.

    “Sampai hari ini telah selesai kurang lebih 90 persen dan renovasi besar ini akan diselesaikan insyaallah nanti di awal bulan Juli,” kata Presiden saat memberikan keterangan.

    Namun, hingga saat ini belum diputuskan apakah nantinya masjid Istiqlal akan langsung dibuka dan dapat digunakan untuk umum setelah renovasi selesai dilakukan pada bulan tersebut. Menurut rencana awal yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, apabila tidak ada kendala, pembukaan kembali masjid tersebut selepas renovasi akan dilakukan pada bulan Juli mendatang.

    Kepala Negara berpesan agar keputusan yang nantinya diambil harus dilandasi oleh data-data ilmiah dan melalui tahapan-tahapan dan protokol yang ketat.

    “Karena kita tahu bahwa penyebaran Covid sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi dan wilayah bisa dikendalikan,” kata Presiden.

    “Oleh sebab itu, pembukaan baik untuk tempat ibadah maupun aktivitas ekonomi, sekolah, semuanya melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 dan Rt nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi sesuai dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan,” kata Presiden.

    Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meminta pengelola Masjid Istiqlal untuk menyiapkan sedari sekarang protokol kesehatan yang harus diterapkan para jemaah untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.

    “Tadi saya titip untuk disiapkan protokol-protokol kesehatan sehingga nanti pada saat kita melaksanakan salat di Masjid Istiqlal ini semuanya aman dari Covid,” kata Presiden.

    Untuk diketahui, renovasi lingkungan dan bagian bangunan masjid dengan daya tampung jemaah hingga mencapai 200 ribu orang tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangunan masjid sebagai salah satu bangunan cagar budaya sekaligus mendukung peningkatan fungsi aktivitas sosial keagamaan, kantor, dan kegiatan kemasyarakatan. Renovasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden sejak tahun 2019 lalu.

    Mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga.

    Kisah Mahasiswa NTB Berlebaran di Polandia Saat Pandemi

    0

    Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Tidak hanya di tanah air, namun juga di rantauan, Polandia. Lantunan takbir yang merdu di tengah keheningan masjid Blue City kota Warsawa tidak bisa didengarkan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Open house oleh KBRI kali ini ditiadakan, riuh para diaspora yang biasanya ramai kini sepi. Ucapan halal bi halal dan maaf-maafan hanya berseliweran lewat dunia virtual.

    Sebagai kilas balik, tahun sebelumnya beragam acara yang diadakan oleh pihak KBRI mulai dari buka bersama sampai pada sholat Eid, sehingga suasana ke-Indonesiaan di rantauan begitu terasa.

    Tempat-tempat ibadah untuk sementara waktu ditutup sejak pemerintah memberlakukan Lockdown berskala nasional akibat merebaknya wabah Covid-19 yang kian masif. Virus corona memang berdampak secara langsung ke semua lini kehidupan sosial masyarakat, di Polandia misalnya; kantor-kantor pemerintahan ditutup, social distancing berskala nasional diberlakukan, sekolah-sekolah dan universitas memberlakukan pembelajaran jarak jauh atau distance learning demi menghindari kerumunan orang.

    Sama seperti di tanah air, hari Raya Idul Fitri di Polandia tahun ini bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2020 dan masih dalam suasana musim semi. Pohon-pohon terlihat rindang dan bunga-bunga mulai bermekaran, meskipun begitu masyarakat masih mematuhi himbauan untuk stay home demi melandaikan kurva penyebaran virus.

    Pelaksanaan sholat Eid para penerima beasiswa NTB di Polandia tahun ini tidak dilaksanakan di Masjid maupun di KBRI. Kami sepakat untuk melaksanakan sholat Ied di salah satu apartemen mahasiwa yang berlokasi di jalan Ryzowa kota Warsawa dengan tetap mengikuti himbauan protokol kesehatan dari Pemerintah.

    dok. pribadi

    Sejak pagi buta beberapa mahasiswa sudah berkumpul. Gema takbir dikumandangkan dari lantai tujuh apartemen. Pagi ini Dani Alfatwari, salah satu mahasiswa penerima beasiswa Pemprov NTB akan bertindak selaku khatib. Suasana khidmat kian terasa ketika Khotbah dimulai. Sembari berkaca-kaca beliau menyampaikan pesan perihal bagaimana memaknai wabah Covid-19 di hari kemenangan, menjaga kewarasan, serta tetap bersyukur meskipun jauh dari sanak keluarga dan tanah air.

    “Momen lebaran kali ini kita jadikan sebagai perenungan untuk merefleksi diri betapa kita harus bersyukur meskipun berada dalam suasana Pandemi”, pungkasnya di sela-sela menyampaikan khotbah idul fitri. 

    Hadir juga ketua PPI Polandia, Zulkifli salah satu mahasiwa magister dari Warsaw University of Technology. Beliau menyampaikan sambutan setelah sholat Eid dilaksanakan.

    “Saya berharap momen idul fitri kali ini memperkokoh silaturahmi dan rasa kebersamaan antar kita selaku mahasiswa apalagi di tengah Pandemi seperti saat ini”, ujarnya.

    Tulisan Mohamad Tamrin, Mahasiswa magister di Warsaw University of Life Science-Big Data Analytics asal Lombok Utara, penerima beasiswa Ignacy dari Pemerintah Polandia.

    Geger, Seorang Bayi Perempuan Ditemukan di Depan Kios Warga

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Seorang bayi ditemukan di depan kios salah seorang Warga Desa Peringgarata, Kecamatan Peringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan hidup, Selasa (01/06) sekitar pukul 09.41 wita.

    "Benar bayi berkelamin perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat," kata Kapolsek Peringgarata, AKP Suherdi membenarkan peristiwa penemuan bayi tersebut.

    Suherdi mengatakan hingga saat ini belum diketahui siapa orang tua bayi tersebut. Dia menyebut personel Polsek Peringgarata datang ke lokasi setelah mendapat laporan masyarakat. Oleh anggotanya ,bayi itu langsung dibawa ke Puskesmas Peringgarata.

    Menurut keterangan warga pemilik kios. Ketika hendak membuka kiosnya Ia menemukan seorang bayi dalam keadaan terbungkus kain dan tergeletak di atas meja.

    Pemilik kios mengaku kaget pada waktu menemukan bayi tersebut, dan langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar lokasi.

    Sampai saat ini, Bayi yang ditemukan tersebut masih di Puskesmas Desa Peringgarata untuk mendapatkan perawatan.

    Polisi melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi di TKP untuk dilakukan proses lebih lanjut. (f3)

    Ket foto:
    Seorang bayi dibungkus Kain berwarna hijau. (f3)

    Jelang Perayaan Lebaran Topat, Bupati Lobar Imbau Warganya Tidak Berwisata

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Menjelang perayaan Lebaran Topat, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengimbau warganya untuk tidak berwisata ke tempat-tempat wisata yang ada di Lobar. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

    "Kita semua di momentum Idul Fitri ini, bisa menambah semangat kita untuk berjuang dalam rangka mengeliminasi penyebaran Covid-19," ungkapnya saat Rapat Pembahasan Rekayasa Lalu Lintas sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Ruang Jayangrane, Rabu (27/5).

    Bupati menyebut, rapat forkopimda hari ini menindaklanjuti hasil rapat beberapa hari lalu disepakati akan melakukan penyekatan di hulunya untuk membatasi ruang gerak masyarakat untuk berwisata.

    "Kita mengimbau dan sampaikan kepada masyarakat. Tidak berarti masyarakat tidak boleh berwisata, karena memang tidak memungkinkan untuk kita mengatakan tidak boleh. Karena kita di Lombok Barat tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," akunya.

    Menurut dia, rekan-rekan forkopimda supaya semaksimal mungkin yang mau masuk di kawasan wisata di Kabupaten Lombok Barat bisa diminalisir. Di hilir juga harus memastikan semua protokol kesehatan terkait dengan Covid-19 bisa dijalankan.

    "Disinilah kita berharap peran dari para camat untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan para kepala desa. Sehingga di sisi lain penyebaran dari Covid-19 ini bisa kita atasi," pintanya.

    Selain itu kata dia, di tingkat daerah dibuat tim yang akan melakukan monitoring terhadap kawasan-kawasan wisata untuk melihat bagaimana protokol kesehatan Covid-19 itu bisa dijalankan di masing-masing tempat wisata yang ada di Lombok Barat.

    Sementara Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satriyo Wibowo menyampaikan untuk kegiatan pengamanan di masing-masing lokasi wisata yang menjadi wilayah kerja Polres Lombok Barat sudah dilakukan berdasarkan perencanan yang dibuat sejak beberapa hari yang lalu.

    "Alhamdulillah apa yang kita lakukan sejak kemarin itu sudah sesuai dengan rencana yang ada, hanya saja perencanaan yang kita buat ini dengan perhitungan yang terjelek. Tetapi tidak seperti yang kita bayangkan, jadi apa yang kita kira akan membludak pada pelaksanaannya tidak seperti yang kita bayangkan," akunya.

    Dalam hal ini, lanjut dia, dari pantauan yang dilakukan masih saja ada masyarakat yang berkeinginan untuk berwisata.

    "Rekan-rekan TNI, Pol PP dan Perhubungan kami lihat sudah cukup maksimal membackup dalam pengamanan tersebut," terangnya.

    Demikian pula terkait protokol kesehatan, kata dia, harga mati dalam hal masyarakat harus menggunakan masker. Misalnya ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, siapapun itu tidak diizinkan untuk melintas.

    "Kalau memang mereka ngotot mau melintas, kita suruh cari masker dulu baru kita izinkan," tegasnya.

    Di kesempatan yang sama Kadis Pariwisata Lobar H.Saepul Akhkam mengatakan pra kondisi untuk melakukan pembatasan sosial di tempat wisata sudah dilakukan dengan kegiatan preventifnya H-5 sebelum perayaan Idul Fitri.

    "Kita melakukan penyebaran surat yang ditujukan kepada 57 Desa Wisata, 18 pengelola tempat wisata, 57 Pokdarwis dan ditembuskan ke 10 camat," tuturnya.

    Dia mengatakan, isi suratnya memang agar tempat-tempat wisata itu dilakukan penutupan.

    "Secara bersamaan dan simultan kita lakulan juga terkait dengan sosialisasi. Cuma memang untuk sosialisasi tidak semua spanduk dan baliho dapat kami tempatkan di hilir atau lokasi tersebut. Sebagai contoh baru kita pasang sudah langsung dirusak," akunya. (f3)

    Cantiknya Krisan Balitbangtan, Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

    0

    HarianNusa.com, Solok – Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini.

    Pada Maret 2020 telah dilakukan kembali penanaman krisan pot di Payo dengan menggunakan varietas-varietas unggul krisan pot hasil rakitan Balitbangtan dengan memberdayakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Payo Sepakat yang ada di wilayah itu.

    Menurut Yusrizal, Ketua Gapoktan Payo sepakat, awalnya pada tahun 2016 mereka melihat perkembangan bunga krisan yang sepertinya cocok untuk ditanam di kawasan Payo. “Setelah dilakukan uji coba dan berhasil maka tahun 2018 barulah kita kembangkan secara besar-besaran,” ujarnya saat itu.

    Dalam keterangan tertulisnya Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry mengatakan benih dan varietas tanaman termasuk sarana yang mempunyai peranan sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu hasil dalam budidaya tanaman. “Dimana pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

    Varietas unggul krisan yang telah dikembangkan di kawasan agrowisata Payo terdiri dari krisan bunga potong diantaranya varietas Yulita, Sintanur, Dewi Ratih, Arosuka Pelangi, Trissa, Socakawani, Velma, Vania, Cintamani, Marimar, Irana, Cayapati dan Sabiya. Sedangkan untuk krisan pot terdiri dari varietas Avanthe Agrihorti, Armita Agrihorti, Naura serta Zwena.

    Kawasan Payo memang terlihat masih alami di belakang Bukit Barisan. Kealamian kawasan tersebut mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang berkunjung. Bahkan, kawasan agrowisata ini dibentuk guna mendorong kawasan Payo sebagai salah satu kawasan wisata di Kota Solok.

    Wali Kota Solok, Zul Elfian saat dihubungi pada Rabu (13/5/2020) mengatakan bahwa dengan adanya kawasan agrowisata yang ada di Payo Kota Solok ini diharapkan pengembangan krisan di Payo dapat terus berlanjut sehingga Payo bisa dikenal di seluruh wilayah Sumatera Barat bahkan hingga nasional. “Sehingga hal ini bisa mengangkat perekonomian masyarakat Payo,” harapnya.

    Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Pol Airud Polres Lobar Lakukan Pengecekan Kapal di Pelabuhan Lembar

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid 19, Satuan Polisi Air Udara (Sat Pol Airud) Polres Lombok Barat melakukan pendataan dan pengecekan crew kapal yang masuk ke NTB melalui jalur laut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang diam-diam pulang mudik tanpa melalui pemeriksaan kesehatan di Pelabuhan.

    Selain itu Pol Airud Polres Lombok Barat dibawah Komando IPDA I Gst Made Suarjaya juga melakukan kegiatan pembagian masker terhadap kapal-kapal parang yang akan masuk ke pelabuhan bongkar muat dan para nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Lembar, Lombok Barat.

    "Kami juga memberikan imbauan terkait protokol kesehatan dalam setiap kegiatan sehari-hari," ungkapnya kepada Hariannusa.com Kamis, (14/5).

    Kasat Pol Airud mengatakan kegiatan yang dilakukan ini sesuai dengan arahan Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo, S. I. K untuk terus memantau situasi perairan sesuai tupoksi Pol Airud.

    Dengan menggunakan 3 kapal, kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Pol Airud Polres Lobar ini melibatkan 18 personel.

    "Intinya kami melakukan pemeriksaan orang, barang serta melakukan sosialisasi dan pembagian masker demi mencegah rantai penyebaran covid19 di NTB khususnya di Lombok Barat," pungkasnya. (f3)

    Lombok Barat Lakukan Pelayanan Kependudukan secara Online

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat -Kebutuhan dokumen administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, akta kelahiran, Kartu Keluarga ataupun dokumen kependudukan lainnya di Kabupaten Lombok Barat di tengah merebaknya Covid -19 belum bisa dilakukan secara maksimal sebagaimana pelayanan sebelumnya.

    Meski demikian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sejumlah pola pelayanan yang dilakukan saat ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sebagaimana anjuran pemerintah.

    “Pelayanan pembuatan dokumen kependudukan tetap kita berikan kepada masyarakat. Di antaranya masyarakat yang memerlukan dokumen kependudukan tidak perlu susah payah mengurus ke kantor. Cukup mengusulkan permohonan dokumen kependudukan dimaksud disertai persyaratan yang diperlukan diserahkan ke kantor desa setempat. Untuk selanjutnya secara kolektif akan dbawa oleh petugas desa yang sudah ditunjuk ke Kantor Dukcapil untuk diproses,” kata Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Barat, Fathurrahman, S.Pt, MM, Senin (11/5) sore kemarin.

    Fathurrahman mengatakan, masyarakat bisa menunggu dalam jangka waktu 3 hari dijamin dokumen yang diperlukan pasti selesai dan kembali diserahkan ke masing-masing desa asal warga dengan tetap mengacu pada SOP pelayanan yang sudah ditetapkan.

    Fathurrahman menambahkan, sebelumnya Dukcapil Lombok Barat telah mendistribusikan kurang lebih 3.900 dokumen kependudukan ke masing-masing desa. Sehingga bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan tersebut bisa diambil di kantor desa setempat.

    Lebih lanjut Fathurrahman menambahkan, pelayanan administrasi kependudukan di Lombok Barat tetap jalan sesuai jam kerja dari pukul 8.00 -15.30 Wita. Dalam hal ini pihaknya bisa melayani pembuatan dokumen kependudukan bagi masyarakat yang secara emergency atau harus memerlukan dokumen kependudukan saat itu juga.

    “Misalnya warga yang memerlukan dokumen untuk proses administrasi opname atau melahirkan dan peruntukan kebutuhan yang sifatnya mendesak di rumah sakit bisa kita layani seperti biasa,” ujar Fathurrahman.

    Selanjutnya kata Fathurrahman, bagi masyarakat yang memerlukan konsolidasi data, pindah datang ataupun legalisir kependudukan bisa dilayani secara online melalui nomor WA petugas Dukcapil yang bisa dihubungi. Masyarakat bisa menyerahkan data-data perubahan dimaksud.

    “Kirim saja data-data dimaksud ke WA petugas Dukcapil Lombok Barat untuk selanjutnya kami akan proses. Kalau sudah jadi nanti kami informasikan kepada pemohon untuk bisa diambil ke kantor kami,” kata Fathurrahman.

    Fathurrahman menambahkan, jauh sebelum Covid-19 mewabah seperti saat ini, pihakya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga saat ini. Bahwa pelayanan dokumen kependudukan tetap dilakukan dengan menyesuaikan pola kerja yang mengikuti prosedur tetap kesehatan pencegahan Covid-19 sebagaimana dianjurkan pemerintah.

    “Mari kita saling menjaga dan melindungi diri masing-masing dari bahaya Covid-19 ini. Karena sebagaimana pelayanan sebelumnya biasanya ramai warga yang mengurus data kependudukan, namun dengan Covid-19 ini, semuanya dibatasi bahkan kita rubah polanya seperti di atas,” tutup Fathurrahman. (f3)

    error: Content is protected !!