More
    Beranda blog Halaman 16

    PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

    HarianNusa, Aceh — PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi kunci untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh. 

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal. Ia menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat dicapai dengan kolaborasi lintas sektor.

    “Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” ujar Darmawan.

    Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari sistem besar Sumatra.

    Untuk _recovery_, PLN mengerahkan 1.476 personel yang di datangkan dari berbagai unit PLN se-Indonesia untuk membantu mempercepat pekerjaan, baik perbaikan tower di jalur transmisi, perbaikan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik.

    General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menambahkan bahwa pekerjaan dilakukan _non stop_ dengan sistem _shift_ untuk memastikan perbaikan berjalan lebih cepat.

    “Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak,” Ujar Amirrudin.

    Pihaknya juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, hingga akses logistik di area yang sulit dijangkau. Sinergi ini menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur transmisi yang terdampak.

    “Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh,” tambah Amiruddin.

    PLN mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ini. Seluruh langkah perbaikan ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan Aceh. (F*)

    Ket. Foto:

    Petugas PLN bekerja keras memulihkan kelistrikan pasca banjir Aceh. (Ist)

    PLN Nyalakan Kembali Empat Wilayah Terberat Pascabencana Banjir, Sistem Kelistrikan Aceh Pulih 93 Persen

    HarianNusa, Aceh – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 93 persen sistem kelistrikan di Aceh sehingga lebih dari 1,7 juta masyarakat telah menikmati listrik kembali. Pasokan listrik pada 4 (empat) lokasi di Aceh yang sebelumnya gelap karena paling terdampak bencana pun telah kembali terang. Keempat kabupaten tersebut terdiri dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

    Dalam rapat terbatas yang digelar saat lawatannya ke Aceh pada Minggu (7/12), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kerja keras dan kecepatan semua pihak, termasuk PLN dalam memulihkan kembali listrik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas pascabencana yang menerpa.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua lembaga, para gubernur, bupati yang hadir. Terutama, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada semua pejabat, semua yang ada di lapangan, semua lembaga, TNI, Polri, BNPB, PLN, Kemensos, serta para dokter. Jadi, saya sampaikan terima kasih. Semuanya bekerja keras,” kata Presiden Prabowo.

    Pada kesempatan sama, Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa arahan Presiden sejak awal bencana untuk segera mempercepat pemulihan seluruh kelistrikan Aceh dengan berbagai upaya dan kerjasama lintas sektoral. Oleh karena itu, lanjut Bahlil, pihaknya bersama PLN terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, BNPB, Kementerian/Lembaga terkait dan semua stakeholders untuk mempercepat memulihkan pasokan listrik.

    “Alhamdulillah, pemulihan kelistrikan di empat kabupaten berjalan lancar. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi berkat kolaborasi kuat antara PLN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat, hal ini bisa tercapai dengan segera. Kita tahu pemulihan listrik dan energi sangat krusial karena berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat apalagi di masa-masa sulit seperti saat ini,” ujar Menteri Bahlil.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang kembali turun langsung ke Aceh memberikan dorongan moril yang sangat besar bagi seluruh insan PLN di lapangan. Dukungan tersebut menjadi tambahan energi bagi para petugas untuk bekerja lebih cepat dan semangat di tengah kondisi yang penuh tantangan.

    “Dukungan dan kehadiran langsung dari Bapak Presiden menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh tim kami di lapangan. Setelah berhari-hari bekerja non-stop, para petugas tentu kelelahan menghadapi medan dan cuaca yang ekstrem. Namun, rasa lelah tersebut berubah menjadi semangat. Hal yang sebelumnya tak mungkin, menjadi sangat mungkin. Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen,” ujar Darmawan.

    Darmawan juga menjabarkan, untuk membuat sistem kelistrikan Aceh andal seperti sedia kala, dibutuhkan waktu 24 jam ke depan untuk dilakukan proses sinkronisasi.

    “Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh. Proses sinkronisasi dilakukan untuk mengeliminasi pemadaman bergilir sehingga sistem kelistrikan Aceh menjadi pulih seperti sedia kala,” jabar Darmawan.

    Darmawan menerangkan bahwa pemulihan sistem kelistrikan dilakukan dengan mengutamakan fasilitas-fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, jaringan telekomunikasi dan fasilitas vital lainnya. Secara bertahap, pasokan listrik juga terus disalurkan ke rumah-rumah masyarakat. 

    “Jaringan telekomunikasi yang sebelumnya lumpuh, kini dapat beroperasi, sama seperti fasilitas-fasilitas publik vital lainnya. Kami juga tetap mengutamakan keselamatan warga dengan memastikan setiap lokasi telah aman dari genangan air sebelum kembali dialiri listrik. Tidak hanya itu, petugas PLN juga terus bersiaga di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan kelistrikan susulan,” terang Darmawan

    Darmawan juga merinci bahwa proses pemulihan menjadi sangat menantang ketika banjir dan longsor susulan merobohkan beberapa tower transmisi tegangan tinggi di sejumlah titik baru yang sebelumnya tidak terdampak. Kondisi ini memaksa PLN melakukan identifikasi ulang jaringan, mengerahkan peralatan tambahan, serta meningkatkan jumlah personel untuk membangun tower darurat dalam waktu singkat.

    “Di tengah upaya penyambungan transmisi yang sudah kami identifikasi, cuaca kembali memburuk dan merobohkan tower di titik baru. Ini memerlukan peralatan baru dan tambahan tenaga di lapangan. Namun berkat kerja bersama TNI, Polri, Pemda, BNPB, BPBA, hingga masyarakat, semua kendala tersebut dapat kami atasi,” tutup Darmawan. (F*)

    Ket. Foto: Dihadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memberikan pemaparan terkait kondisi listrik di Aceh pasca bencana banjir. (Ist)

    Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

    HarianNusa, Sumatera Barat  — PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sistem kelistrikan Sumatra Barat pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir November lalu. Berkat kerja keras tim di lapangan, listrik wilayah Sumatra Barat pulih 100% setelah Kabupaten Agam sebagai wilayah terdampak terakhir berhasil dinyalakan pada Jumat (5/12) pukul 17:53 WIB.

    Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PLN dan kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan kelistrikan di berbagai wilayah terdampak bencana. Dengan pulihnya kelistrikan di Sumatra Barat, aktivitas masyarakat perlahan dapat kembali berjalan normal.

    “Kami mengapresiasi dedikasi petugas PLN dan seluruh pihak yang bekerja tanpa henti untuk memulihkan kembali listrik di wilayah-wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, meski kondisi medan yang sangat berat. Insyaallah listrik sudah bisa dinikmati oleh masyarakat dan aktivitas bisa berjalan seperti biasa,” ucap Mahyeldi.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa hadirnya listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Maka, sejak awal pihaknya _all out_ untuk merampungkan proses pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Sumatra Barat. 

    “Sesuai arahan Pemerintah, melalui Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Pak Bahlil Lahadia, seluruh personel bekerja 24 jam penuh di lapangan untuk memastikan semua titik terdampak mendapatkan suplai listrik kembali. Alhamdulillah, saat ini pasokan listrik Sumatra Barat telah pulih 100%. Semoga ini semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitasnya serta mengoptimalkan layanan publik,” ucapnya.

    Darmawan juga menyampaikan, pemulihan cepat yang dikerjakan tak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak. Menurutnya, sinergi Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sangat krusial dalam proses penormalan kelistrikan Sumatra Barat. 

    “Kami menyaksikan bagaimana semangat gotong royong benar-benar hidup. Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan tim PLN bergerak sebagai satu tubuh. Ini merupakan misi kemanusiaan untuk mengembalikan terang pascabencana di Sumatra Barat,” ujarnya.

    Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ajrun Karim menyampaikan, proses pemulihan di berbagai lokasi terdampak, seperti Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Dharmasraya, Sawah Lunto, Pasaman Timur, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Solok Selatan, dan Kota Padang memiliki tantangan yang besar. Menurutnya, penanganan tersebut memerlukan langkah teknis yang kompleks akibat terputusnya akses sejumlah lokasi jaringan listrik tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR) dan gardu distribusi terdampak.

    “Petugas kami bersama TNI, Polri, dan masyarakat menembus jalur terjal, membawa peralatan berat secara manual, dan bekerja hingga malam hari karena akses ke titik-titik lokasi yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki,” ujar Ajrun.

    Dirinya melanjutkan, untuk memulihkan kondisi kelistrikan Sumatra Barat, pihaknya membangun kembali beberapa tiang jaringan listrik dan gardu trafo distribusi pada sejumlah daerah terdampak.

    “Dalam pemulihan ini, PLN berhasil memasang 619 tiang JTM dan JTR, serta 30,95 kilometer sirkuit (kms) kabel listrik pengganti untuk memastikan suplai listrik untuk masyarakat kembali normal,” tutupnya. (F*)

    Ket. Foto: Petugas PLN bekerja keras memulihkan kelistrikan di Agam, Sumatra Barat pasca diterjang banjir bandang. (Ist)

    Sheraton Senggigi Buka Musim Liburan dengan Christmas Tree Lighting Ceremony 2025 yang Spektakuler

    HarianNusa, Lombok Barat – Semarak musim liburan telah tiba di Sheraton Senggigi Beach Resort melalui perayaan Christmas Tree Lighting Ceremony 2025, yang menandai dimulainya rangkaian acara akhir tahun bertema “A Season of Delight dan “Senggigi Starlight Carnival”.  Acara berlangsung di area lobi yang dihias dengan dekorasi Natal yang meriah.

    Pohon Natal utama tahun ini memiliki tampilan yang unik, dibangun dengan struktur besi dan kawat yang kemudian dibalut dengan lampu kelap kelip yang menawan. Selain pohon Natal, lobi juga menampilkan Giant Gingerbread House, kreasi rumah roti jahe berukuran besar hasil karya tim Food & Beverages dan Pastry. Instalasi ini menjadi pusat perhatian tamu dan menambah suasana festive di resort.

    Peter The, General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, mengungkapkan, semua ide desain ini lahir dari tim Marketing, lalu diwujudkan secara kreatif oleh tim Engineering dan tim Food and Beverages, mencerminkan kolaborasi antar departemen yang kuat di Sheraton Senggigi.

    “Christmas Tree Lighting Ceremony ini merupakan kali pertama yang kami adakan di Sheraton Senggigi Beach Resort,” ujar Peter The, Senin, (1/12/25) malam.

    “Lebih dari sekadar menyalakan lampu, momen ini menjadi simbol cahaya kebahagiaan dan rasa syukur yang ingin kami bagikan kepada seluruh tamu dan mitra yang telah mendukung kami sepanjang tahun,” tambahnya.

    Acara turut dimeriahkan oleh penampilan anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Patmos, serta kehadiran Santa yang menambah keceriaan suasana. Para undangan juga berkesempatan menikmati hidangan-hidangan yang akan disajikan pada Christmas Eve Dinner dan New Year’s Eve Dinner. 

    Selain acara utama, Sheraton Senggigi juga menghadirkan rangkaian program akhir tahun sepanjang bulan Desember, termasuk promosi kuliner, paket spa akhir tahun,  dan aktivitas keluarga yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh tamu.

    Sheraton Senggigi Beach Resort tetap menjadi pilihan favorit wisatawan lokal dan internasional karena berlokasi tepi pantai yang strategis dengan akses langsung ke Senggigi Beach. Dilengkapi dengan suasana tropis yang tenang, cocok untuk menikmati liburan akhir tahun dengan keluarga maupun pasangan. 

    Dengan pelayanan khas hotel resort bintang 5, Sheraton Senggigi mengutamakan kenyamanan dan kehangatan untuk tamu pada saat rangkaian acara penutupan tahun 2025. Tamu juga akan dimanjakan dengan adanya hiburan, live music,promo spa, pusat kebugaran, beragam pilihan kuliner, serta aktivitas keluarga sepanjang liburan. (F3)

    Ket. Foto:

    Christmas Buffet Menu Full Set. (Ist)

    PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh dengan Kolaborasi Lintas Instansi 

    HarianNusa, Aceh Upaya pemulihan kelistrikan Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor terus dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, Polri, dan PLN bergerak bersama memastikan penanganan darurat berjalan efektif agar layanan kelistrikan untuk masyarakat terdampak dapat segera pulih.

    Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin  menekankan bahwa distribusi bantuan logistik akan dikerahkan mengingat banyaknya wilayah yang masih terisolasi dan sangat membutuhkan pertolongan.

    “Prioritas utama pemerintah saat ini adalah pendorongan logistik bagi masyarakat, mulai dari bahan makanan, kebutuhan pribadi seperti pakaian, hingga obat-obatan. Seluruh bantuan akan didistribusikan menggunakan alutsista TNI ke titik-titik terdampak,” ucapnya.

    Sjafrie juga menegaskan bahwa percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Ia mengapresiasi langkah cepat PLN di lapangan, sekaligus mendorong agar proses pemulihan dapat terus dioptimalkan.

    “Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan. Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” ujarnya.

    Dukungan untuk percepatan pemulihan Aceh juga ditunjukkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dengan mengirimkan tim khusus ke wilayah terdampak untuk membantu mengakselerasi penanganan. Dirinya menekankan pentingnya stabilisasi layanan publik, termasuk layanan kelistrikan untuk masyarakat. 

    “Kebutuhan listrik ini sangat krusial. Kami bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan PLN terus mempercepat pemulihan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menikmati layanan listrik,” ucap Tito.

    Selaras dengan arahan Pemerintah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, PLN terus mengerahkan sumber daya dan personel terbaik dari unit-unit se-Indonesia untuk memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak. Dirinya juga terus berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mendorong percepatan _recovery_ kelistrikan pascabencana di Aceh.

    “Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa seluruh kekuatan PLN harus dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana, baik banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Aceh. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden, kami semua berkolaborasi,” ujar Darmawan.

    Dalam proses pemulihan tersebut, PLN terus berkolaborasi dengan Pemprov Aceh, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Sultan Iskandar Muda, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh di bawah arahan pemerintah pusat. Salah satu langkah krusial adalah pengiriman unit-unit _tower emergency_ dari Jakarta menuju Banda Aceh menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU). Selain itu, beberapa unit juga diangkut melalui jalur darat dan laut dengan dukungan TNI Angkatan Darat (AD) dan jajaran Kepolisian.

    Darmawan memberikan apresiasi terhadap Polri yang membantu memastikan kelancaran komunikasi di tengah kondisi jaringan terputus. Dari sisi logistik, TNI AD memfasilitasi pengiriman material menggunakan truk dan membuka akses menuju wilayah terdampak yang masih hampir mustahil untuk dilewati. Bahkan, helikopter dikerahkan untuk mengangkut material tower ke titik-titik yang tidak mungkin dicapai melalui jalur darat.

    “Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan dari TNI dan Kepolisian ikut membantu. Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulihan,” kata Darmawan.

    Tidak hanya pemulihan infrastruktur, dukungan kemanusiaan juga digalang. Posko, dapur umum, serta fasilitas pendukung lain dibangun bersama sebagai bentuk solidaritas antar instansi.

    “Seluruh komponen kekuatan Indonesia bergerak bersama. Dengan semangat perjuangan dari tim PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, kami merasakan kekompakan luar biasa. Semoga Allah SWT memudahkan segala ikhtiar ini, sehingga Aceh dapat segera pulih,” pungkas Darmawan. (F*)

    Ket. Foto:

    PLN dan  TNI – Polri bersinergi memulihkan listrik untuk masyarakat Aceh pasca banjir bandang. (Ist)

    Dua Warga Kekait Nyaris Saling Bacok Gegara Spandek 

    HarianNusa, Lombok Barat – Suasana Dusun Kekait Daye, Desa Kekait, sempat memanas Rabu siang (19/11/2025). Dua warga yang masih memiliki hubungan saudara, Kamaludin dan Sahabudin, terlibat cekcok hebat gara-gara masalah pagar rumah. Untungnya, situasi berhasil diredam setelah jajaran Polsek Gunungsari turun tangan melakukan mediasi.

    Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, menjelaskan, mediasi dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Kekait, Aipda Andika Priyono, sekitar pukul 13.00 Wita. Menurutnya, konflik berawal saat Sahabudin membangun pagar samping rumah menggunakan batako. Namun, sebelum pagar rampung, ia memasang lembaran spandek. Pantulan cahaya matahari dari spandek itulah yang membuat Kamaludin merasa terganggu.

    “Karena silau, Pak Kamaludin membuka baut spandek itu sampai terlepas. Dari situlah adu mulut terjadi dan keduanya hampir saling bacok,” ujar Iptu Ida Bagus dalam keterangannya.

    Melihat tensi yang kian tinggi, Aipda Andika Priyono segera memfasilitasi mediasi. Setelah proses dialog yang cukup panjang, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.

    “Dalam mediasi, disepakati bahwa Pak Sahabudin akan memasang kembali spandek tersebut, dan mengecatnya dengan warna hitam agar tidak menimbulkan silau,” jelas Iptu Adnyana.

    Iptu Adnyana Putra menegaskan, mediasi bukan hanya untuk meredakan situasi, tetapi juga untuk mencegah konflik berlanjut menjadi tindakan berbahaya.

    “Kegiatan ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, agar warga lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah,” katanya.

    Ia turut mengapresiasi warga setempat dan para pihak yang terlibat, karena memilih jalur damai daripada memberi ruang pada emosi.

    “Syukurlah semua berjalan aman dan kondusif. Kesepakatan damai ini semoga menjadi pelajaran, agar hal sepele tidak berkembang menjadi keributan besar,” pungkasnya.

    Mediasi berlangsung lancar, situasi kembali normal, dan aktivitas warga pun kembali berjalan seperti biasa. (F3)

    Ket. Foto:

    Suasana mediasi dua warga kekait yang sempat cekcok gegara spandek. (Ist)

    Kebakaran Pertamini di Karang Bagu Hanguskan Dapur Rumah Makan Dua EM Polisi Sigap Evakuasi

    HarianNusa, Mataram – Peristiwa kebakaran satu unit Pertamini di Lingkungan Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 18.30 Wita, turut menghanguskan bagian dapur Rumah Makan Dua EM. Selain kerugian materil, seorang pemilik Pertamini turut menjadi korban akibat luka bakar dalam peristiwa tersebut.

    Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., S.I.K., bergerak cepat memimpin langsung personelnya merespons peristiwa kebakaran yang terjadi di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 18.30 WITA.

    Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., S.I.K., menjelaskan, kebakaran bermula saat pemilik kios sedang mengisi BBM jenis Pertamax dari jerigen ke tabung Pertamini menggunakan pompa sedot. Tanpa diduga, muncul percikan api dari pompa tersebut yang langsung menyambar bahan bakar di jerigen maupun tabung.

    “Dalam hitungan detik api membesar dan menjalar ke seluruh kios. Bahkan dapur rumah makan yang berada tepat di samping kios ikut terbakar,” ungkap Kapolsek disela-sela memimpin evakuasi.

    Melihat api semakin membesar, pemilik kios berusaha memadamkan kobaran api, namun justru terkena sambaran api pada bagian paha dan tangan. Warga sekitar yang melihat kejadian segera membantu melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

    Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Mataram tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.

    “Personel kami yang tiba di lokasi fokus melakukan pengamanan area, memberi ruang bagi petugas Damkar, sekaligus mengatur arus lalu lintas karena posisi kios berada di jalur yang cukup padat,” jelas Kapolsek.

    Kapolsek Sandubaya juga ikut mendampingi korban ke Puskesmas terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan korban yang mengalami luka bakar.

    Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir cukup besar. Puluhan liter Pertamax ludes terbakar, kios Pertamini hangus, dan bagian dapur rumah makan mengalami kerusakan.

    “Nilai kerugian masih dalam proses penghitungan, namun kerusakan materil dipastikan cukup signifikan,” tutup Kapolsek.

    Gerak cepat Polsek Sandubaya dalam penanganan kebakaran ini mendapat apresiasi warga karena mampu membantu mengendalikan situasi sebelum api merembet lebih luas. (F3)

    Ket. Foto:

    Proses pemadaman api oleh Damkar Kota Mataram yang dikawal oleh Polsek Sandubaya. (Ist)

    Cukli dan Batik Gembok Karya Warga Binaan Lapas Lombok Barat Diapresiasi Bupati LAZ 

    HarianNusa, Lombok Barat — Kerajinan Cukli dan Batik Gembok Karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Baratendapat apresiasi dari Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini 

    Bupati LAZ, sapaan akrabnya, terpukau oleh keindahan dan kualitas kerajinan Cukli dan Batik Gembok yang menampilkan kekayaan motif, kerapian pengerjaan, serta nilai filosofis yang melekat pada karya tersebut. Ia meyakini hasil kreasi warga binaan kini mampu bersaing dengan produk UMKM lokal. 

    Bupati LAZ juga  menyampaikan apresiasi tinggi atas pembinaan yang dilakukan Lapas Lobar. Menurutnya, karya cukli kerajinan khas Lombok yang memadukan ukiran kayu dan ornamen kerang serta Batik Gembok motif Mandalika khas Lapas Lobar, menjadi bukti bahwa pembinaan tidak hanya membentuk perilaku, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi.

    Untuk itu, ia mengaskan dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan promosi dan pemasaran produk warga binaan. Bupati LAZ berharap, kerajinan tersebut dapat masuk dalam agenda pameran daerah, katalog UMKM, hingga potensi kerja sama lintas sektor. 

    “Karya ini bukan hanya indah, tetapi juga membawa pesan positif bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua,” ungkap Bupati LAZ, saat berkunjung di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Selas, (18/11/25).

    Kalapas Lombok Barat, Melalui Ka KPLP, Nyoman Agus Sukarma A, menjelaskan bahwa produk kerajinan Cukli dan Batik Gembok tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian yang secara rutin diberikan kepada warga binaan. Pelatihan dilakukan oleh instruktur profesional bekerja sama dengan berbagai pihak, sehingga kualitas dan kreativitas karya terus meningkat dari waktu ke waktu. 

    “Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Agus.

    Selain Cukli dan Batik Gembok, Lapas Lobar juga menampilkan berbagai produk pembinaan lainnya seperti hasil konveksi, kerajinan tangan, serta olahan pangan. Seluruh karya tersebut mendapat respons positif dari pengunjung yang hadir.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Lapas Lombok Barat dalam menunjukkan keberhasilan program pembinaan sekaligus memotivasi warga binaan untuk terus berkarya. Dengan dukungan pemerintah daerah, karya-karya tersebut diharapkan dapat semakin dikenal dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi para warga binaan maupun lembaga. (F3)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini melihat langsung hasil kerajinan Batik Gembok Karya warga binaan Lapas Kelas IIA Lobar. (Ist)

    Polisi Evakuasi Mayat Pria yang Meninggal di SPBU Lingkar Selatan 

    HarianNusa, Mataram – Sesosok pria ditemukan telah meninggal dunia di dalam Musholla SPBU Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram,  Selasa (18/11/2025). 

    Penemuan mayat ini langsung ditangani oleh personel piket fungsi Polsek Ampenan bersama Kasubsektor Sekarbela serta Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Mataram.

    Kapolsek Ampenan AKP Ahmad Majmuk, S.Pd., menjelaskan bahwa laporan pertama datang dari petugas kebersihan (OB) SPBU yang curiga melihat seorang pria terbaring di dalam musholla seperti sedang tidur. Petugas mencoba membangunkan namun tidak ada respons.

    “Saksi kemudian memanggil rekan lainnya untuk memastikan kondisi pria tersebut. Setelah dicek, korban tidak menunjukkan tanda-tanda bernafas. Karena khawatir terjadi sesuatu, saksi langsung melaporkannya ke pihak lingkungan dan kepolisian,” ungkap Kapolsek.

    Tidak berselang lama, personel Polsek Ampenan tiba di lokasi dan segera melakukan olah tempat kejadian bersama unit identifikasi. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

    Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui bernama Hairil Alami, pria berusia 50 tahun, warga Kecamatan Ampenan yang dikenal sebagai seorang pelatih sepak bola.

    “Hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kehilangan barang milik korban,” jelas Kapolsek.

    Pemeriksaan medis sementara menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung yang dipicu oleh kondisi kelelahan.

    “Kami imbau masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan kondisi anggota keluarga masing-masing, terutama jika menunjukkan gejala kelelahan berat atau kondisi medis tertentu,” tutup Kapolsek.

    Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang menjalani aktivitas fisik intens seperti atlet dan pelatih olahraga. (F3)

    Ket. Foto:

    Proses evakuasi jasad korban yang ditemukan meninggal di SPBU Lingkar Selatan, Kota Mataram. (Ist)

    STN  Ingatkan bahaya “Serakahnomics” dan dampaknya bagi Petani-Nelayan

    HarianNusa, Mataram – Serikat Tani Nelayan (STN) menegaskan, bahwa perekonomian Indonesia kini digerogoti kaum “serakahnomics”. Istilah yang dipopulerkan Presiden Prabowo untuk menggambarkan situasi ketika kekayaan alam dan ruang hidup rakyat  terkonsentrasi di tangan segelintir elit, oligarki, perilaku korup dan kepentingan asing. 

    Peringatan ini disampaikan Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, dalam pidato pembukaan Kongres IX STN di Lapangan Desa Kemitir, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

    Menurut Rifai, yang akrab disapa Pai, asal Masbagik Lombok Timur ,  berbagai indikator ekonomi seperti kenaikan nilai tukar petani sebesar 13,54 persen, penurunan angka kemiskinan  0,10 persen memang tampak positif. Namun capaian itu belum terasa memberikan perubahan nyata bagi masyarakat desa.

    “Data itu terlihat baik, tetapi tidak menyentuh akar persoalan rakyat. Petani dan nelayan masih terancam kehilangan ruang hidupnya,” ujar Rifai dalam pidatonya pada Sabtu, 15 November 2025.

    Ia menilai, ini dampak serakahnomics. Dari meningkatnya eksploitasi sumber daya alam, kepentingan modal asing dalam pengelolaan tanah dan perairan, serta melebarnya kekuasaan elite terhadap komoditas pangan. Situasi tersebut membuat posisi petani dan nelayan semakin rentan.

    “Sumber daya yang mestinya menjadi penopang hidup rakyat justru dikuasai segelintir orang,” katanya.

    STN juga mencatat lonjakan konflik agraria yang mencapai 295 kasus sepanjang 2025, dari sengketa dengan perusahaan, hingga tumpang tindih administrasi pertanahan. Rifai menegaskan bahwa maraknya konflik menunjukkan buruknya tata kelola agraria dan minimnya keberpihakan negara.

    Untuk keluar dari jebakan serakahnomics, STN menyerukan perombakan menyeluruh terhadap sistem ekonomi-politik nasional. Rifai menekankan pentingnya memperkuat posisi rakyat melalui pelatihan komoditas, pembenahan pascapanen, strategi tunda jual, serta akses modal dan teknologi melalui kerja sama dengan bank-bank negara. Pemerintah harus hadir secara progresif untuk menghentikan perampasan tanah dan praktik korupsi yang bersifat struktural.

    “Tanpa keberpihakan negara, petani dan nelayan akan terus tersisih di tanah mereka sendiri,” ujarnya.

    Menutup pidatonya, Rifai mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya mengandalkan capaian ekonomi makro. Pemerintah harus memastikan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan dasar rakyat. Kedaulatan pangan dan stabilitas harga, yang merupakan pondasi utama bagi ekonomi nasional yang inklusif.

    Jika ingin keadilan tumbuh, mulailah dari desa, dari mereka yang menjaga pangan bangsa, tutupnya.

    Ikut hadir dalam acara ini, dalam kesempatan itu Ir. Zulham S. Koto, MBA, Praktisi Perkebunan dan Industri Turunan PT AGRINAS; Elland Yupa Sobhyatta, Analis Konservasi dan Rehabilitasi Wilayah Pesisir; Ayi Firdaus mewakili Dirjen Perhutanan Sosial, Kepala Sesi 1 Balai PS; serta Rudi Rubijaya, S.P., M.Sc., Direktur Landreform Kementerian ATR/BPN. Acara ditutup dengan penanda tanganan komitmen bersama mengawal program kedaulatan pangan dan percepatan reformasi agraria. (F*)

    Ket. Foto:

    Foto bersama dalam kegiatan Kongres IX STN di Lapangan Desa Kemitir, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (Ist)

    error: Content is protected !!