More
    Beranda blog Halaman 21

    Mendagri Imbau  Pemerintah Daerah Jaga  Situasi Kondusif dan Damai

    HarianNusa, Lombok Barat  – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait perkembangan situasi terkini melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar di Ruang Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat. 

    Kegiatan yang dilaksanakan secara video conference (daring), pada Selasa, (02/09) ini dihadiri Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, perwakilan Forkopimda, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Barat.

    Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengimbau seluruh kepala daerah dan pejabat negara untuk menghindari gaya hidup berlebihan atau pamer kemewahan, terutama di tengah situasi sosial yang sensitif akibat demonstrasi di sejumlah daerah. Ia menekankan bahwa pejabat publik harus menjadi teladan dalam menjaga citra dan kepercayaan masyarakat. 

    “Jangan sampai ada flexing kemewahan, baik pejabat maupun keluarga pejabat, karena tindakan pamer kemewahan dapat menimbulkan provokasi di tengah masyarakat,” tegas Tito.

    Mendagri juga menyoroti potensi media sosial, khususnya TikTok, yang sering dimanfaatkan sebagai medium provokasi dan bahkan digunakan untuk menyiarkan langsung aksi penjarahan. “Menjarah juga ada yang live, dan live-nya pakai TikTok. Situasi ini gampang sekali memicu masyarakat untuk terprovokasi,” tambahnya.

    Selain isu sosial, Tito menekankan pentingnya pengendalian inflasi di setiap daerah. Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok.

    Menindaklanjuti arahan Mendagri, Sekda Lobar H. Ilham, menjelaskan bahwa Pemkab Lombok Barat melalui TPID terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau dan menekan laju inflasi. 

    “Keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Dengan keterbukaan informasi serta langkah nyata seperti GPM, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ilham.

    Sekda juga menekankan peran komunikasi publik dalam menjaga stabilitas situasi. Diskominfotik Lombok Barat diminta untuk terus menyebarluaskan informasi positif agar masyarakat tidak terpengaruh isu yang dapat menimbulkan keresahan.

    Rapat koordinasi ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai upaya konkret menekan angka inflasi di Lombok Barat. (F2)

    Ket. Foto:

    Pemkab Lombok Barat mengikuti arahan Mendagri yang digelar secara daring. (Ist) 

    NTB  Rumah Kita : Gubernur Tekankan Aksi Damai dan Jaga Kondusifitas Daerah 

    HarianNusa, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, melakukan silaturahmi dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari Cipayung Plus serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Minggu (31/8). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan tujuan memperkuat komitmen bersama menjaga ketenangan dan kedamaian daerah.

    Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa dirinya tidak melarang mahasiswa atau organisasi untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi maupun demonstrasi. Namun, ia meminta agar setiap aksi dilakukan dengan tertib dan damai.

    “Kami tidak melarang mahasiswa untuk aksi. Pertemuan ini semata-mata silaturahmi, bukan untuk membatasi. Yang kami harapkan hanya komitmen bersama agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai,” ujar Gubernur.

    Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dan pemuda yang menunjukkan kepedulian besar terhadap daerah.

    “Saya justru kaget sekaligus bangga, adik-adik mahasiswa menyampaikan bahwa NTB ini rumah kita bersama. Mereka cinta daerah ini dan tidak ingin NTB mengalami instabilitas. Mereka hanya ingin aspirasinya didengar, dan itu sangat saya hargai,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak tokoh lintas agama untuk memberikan dukungan dengan doa sekaligus menyerukan persatuan kepada umat masing-masing.

    Ia menegaskan, menjaga kondusivitas adalah kepentingan bersama karena stabilitas daerah sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

    “Kalau NTB tidak kondusif, ekonomi akan terganggu dan yang pertama merasakan dampaknya adalah rakyat. Karena itu kita semua harus menjaga kedamaian,” tegasnya. (F3)

    Ket. Foto:

    Silaturahmi Pemerintah Provinsi dan Kota Mataram dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari Cipayung Plus serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). (Ist)

    LAZ-Adha Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kebersamaan untuk  Lombok Barat

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Semangat ini diyakini menjadi kunci utama terwujudnya pembangunan yang harmonis, adil, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Lombok Barat Hj Nurul Adha atau yang dikenal dengan pasangan LAZ-Adha, pada Ahad, 31 Agustus 2025.

    Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun demikian, persaudaraan dan kebersamaan serta kedamaian harus tetap dijaga. “Mari kita satukan hati, eratkan tangan, dan bersama-sama membangun daerah ini. Dengan kebersamaan, insya Allah semua tantangan dapat kita lewati,” ujarnya dengan penuh keteduhan.

    Wakil Bupati Hj. Nurul Adha juga menyampaikan pesan serupa. Menurutnya, menciptakan suasana rukun, aman, dan damai di tengah masyarakat harus terus dilakukan. Hal ini agar proses pembangunan dapat terus dilaksanakan. Ia juga meminta agar semua pihak dapat menahan diri sehingga hal hal negatif tidak terjadi. 

    “Kita ingin Lombok Barat menjadi rumah yang nyaman bagi semua, tempat kita saling mendukung, saling menjaga, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

    Sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah yang selalu mengedepankan semangat kebersamaan. Mereka menilai suasana damai dan persaudaraan akan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan semangat persatuan yang terus dijaga, Lombok Barat diharapkan mampu menjadi daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga teduh dan harmonis dalam kehidupan sosial warganya. (F2)

    Ket. Foto:

    Pasangan Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha (LAZ-Adha). (Ist)

    Tingkatkan Layanan EV, PLN Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru

    HarianNusa, Surabaya – PT PLN (Persero) resmi meluncurkan _Home Charging Services_ (HCS) Ultima sebagai versi terbaru dari layanan pengisian daya kendaraan listrik (EV) di rumah. Hadir dengan proses pemasangan yang lebih singkat dan praktis, HCS Ultima menjadi terobosan penting dalam peningkatan layanan pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.

    Berbeda dari versi sebelumnya, HCS Ultima dirancang lebih singkat dan praktis. Layanan ini terintegrasi pada sistem PLN seluruh proses mulai dari pengajuan, instalasi, hingga layanan purna jual dapat dilakukan secara _end-to-end_ dan _real-time_ melalui aplikasi PLN Mobile, di mana pada layanan sebelumnya pemohon tidak dapat melihat progress masing-masing tahapan secara _real-time_.

    Dari segi kecepatan penyambungan, layanan HCS Ultima dipercepat menjadi hanya 7 hari kerja untuk sambungan standar saluran udara tegangan rendah.

    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa HCS Ultima dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pemasangan fasilitas pengisian daya yang cepat dan praktis. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat untuk beralih kendaraan listrik.

    “Layanan terbaru ini kami hadirkan sebagai langkah nyata dalam mendukung percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia sekaligus mendorong upaya pemerintah untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi,” ujar Darmawan.

    Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Daniel Lestanto, menjelaskan bahwa HCS Ultima pertama kali diluncurkan di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu, (27/8) bersamaan dengan _event_ Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. 

    Jawa Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran karena wilayah ini menjadi wilayah yang memiliki pertumbuhan kendaraan listrik terbesar di luar Jabodetabek. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan layanan yang sesuai dengan harapan pelanggan.

    “Sebagai penyedia layanan HCS, kami mendengar apa yang diinginkan para pelanggan. Untuk itu kami meluncurkan layanan HCS Ultima. Tidak sampai di situ kami juga menawarkan penawaran khusus berupa diskon pemasangan 50 persen untuk mengakomodir antusiasme masyarakat,” ujarnya.

    Daniel menambahkan promo ini berlaku mulai 27 Agustus 2025 hingga 30 Juni 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan menyambut momentum Hari Pelanggan Nasional. 

    Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PLN Icon Plus, Aditya Syarief Darmasetiawan menambahkan hadirnya layanan HCS Ultima ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama pelanggan dalam melakukan pengisian daya kendaraan listriknya. 

    Dengan HCS Ultima, pengguna cukup melakukan pengisian daya 1 sampai 2 kali seminggu di rumah, terutama untuk kebutuhan harian dalam kota. 

    “Bagi pelanggan yang ingin mengajukan pemasangan HCS Ultima cukup melalui aplikasi PLN Mobile pada menu EV. Setelah pengajuan, pelanggan bisa melakukan monitoring _real-time_ hingga pemasangan HCS Ultima selesai,” pungkas Syarief. (F*)

    Ket. Foto:

    PLN luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru.  (Ist)

    Bupati Lombok Barat Tanggapi Kunjungan BAP DPD RI: “Kami Ingin Proses yang Clear and Clean”

    HarianNusa, Lombok Barat –  Merespon kehadiran Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Kantor Gubernur NTB untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan multi pihak (Jum’at, 29/8/2025), Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memberikan tanggapan. 

    “Saya ada di Jakarta untuk Rakornas Inflasi dengan Bapak Presiden. Ada Tim GTRA dan Asisten 1 yang hadir di Provinsi,” ujar LAZ  melalui sambungan  telepon.

    Menanggapi pernyataan 12 Senator dari BAP DPD RI dalam RDP tersebut, LAZ menampik tudingan dirinya tidak pro rakyat.

    “GTRA Lombok Barat tidak mau sembarangan. Kita tidak ingin sembarangan. Kita ingin sesuai aturan. Maksud baik akan baik jika dijalankan dengan proses yang baik juga,” tegas LAZ.

    Seharusnya pihak BAP DPD RI jika ingin memberi kepastian hukum, menurut LAZ harusnya ikut mendengar pihak lain agar lebih proporsional.

    “Lahan seluas lebih dari 90-an Hektar itu kan adalah HGB milik PT. Lingga. Supaya adil harusnya pihak PT juga dihadirkan? Kan syarat tanah bisa dijadikan TORA adalah dalam status clear and clean,” ujarnya.

    LAZ juga menampik tudingan dirinya berada di belakang PT. Lingga.

    “Saya baru dilantik 3 bulan baru tahu urusan itu. Kami normatif saja. Bagaimana mungkin lahan yang sudah jelas ada HGB nya tapi terbit Sertifikat Hak Milik di dalamnya? 

    Kita ingin ini clear and clean dulu baru mengambil tindakan selanjutnya. Toh rekomendasi kita adalah agar lahan itu dijadikan bank tanah atau aset negara, bukan menjadi HGB PT. Lingga lagi”, tegasnya.

    Kehadiran BAP yang berjumlah 12 orang senator DPD RI itu menanggapi aduan masyarakat yang menyebut diri Komisi Independen Pengurusan Hak-Hak atas Tanah dan Lahan NTB (KIPHTL-NTB). Aduan tersebut adalah karena di atas lahan tersebut telah bermukim banyak penduduk yang tinggal turun temurun akibat PT. Lingga tidak kunjung beroperasi. 

    Polemik tentang lahan yang berada di wilayah Pangsing Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat mencuat akibat ditetapkan sebagai lahan terlantar oleh Kementerian ATR/ BPN. Penetapan ini pun terjadi jauh sebelum LAZ menjadi bupati dan pihak PT. Lingga sudah mengajukan keberatan. 

    Senada dengan LAZ, Penjabat Sekretaris Daerah NTB Lalu Moh Faozal yang hadir di RDP dengan DPD itu juga tidak menampik jika masalah agraria di daerah pariwisata, khususnya di wilayah selatan Pulau Lombok memang cukup banyak, termasuk di lahan HGB PT. Lingga itu. Menurutnya, lahan itu harus segera diselesaikan sesuai aturan.

    “Saya kira ini harus kita duduk bersama agar masalah bisa dilihat seobjektif mungkin,”  tandasnya. (F2)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ). (Ist)

    Wabup UNA Ajak Semua Pihak Kolaborasi Atasi Stunting

    HarianNusa, Lombok Barat – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat bekerja sama dengan RSUD Tripat, RSUD Awet Muda Narmada, serta seluruh Puskesmas menggelar kegiatan senam bersama, jalan sehat, dan aksi bergizi di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Jumat (29/8/2025).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Sekda Lobar H. Ilham, Ketua TP PKK Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua DWP Lobar Erni Zuhara, para Kepala OPD, jajaran pegawai Puskesmas, kader posyandu, pelajar, serta masyarakat umum.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menurunkan angka stunting di Lombok Barat. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus dimulai dari kepedulian terkecil di keluarga hingga dukungan lintas sektor. “Perlu kerja sama dan kepedulian dari semua pihak. Mari kita jaga pola hidup sehat, bergerak bersama, dan peduli pada gizi anak-anak kita. Dengan begitu, kita bisa menurunkan stunting di Lombok Barat,” ujarnya.

    Ia juga mengajak seluruh peserta, baik jajaran pegawai maupun masyarakat, menjadikan momentum jalan sehat dan aksi bergizi ini sebagai motivasi untuk terus menjaga kebugaran serta meningkatkan kualitas hidup.

    “Ayo, kita sehat bareng, bugar bareng, bergizi bareng, dan bahagia bareng. Pegawai dan masyarakat yang sehat akan membuat kerja nyata makin semangat, belajar makin kuat,” tambahnya penuh semangat.

    Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ribuan peserta tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan keluarga sekaligus pencegahan stunting. Semarak acara semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize menarik bagi peserta jalan sehat. (F2)

    Ket. Foto:

    Wabup UNA memberikan sambutan dalam kegiatan Jalan Sehat dalam rangka meriahkan HUT RI. (Ist)

    Bupati LAZ Ajak Wamen Transmigrasi Saksikan Peresean, Warisan Budaya Sasak yang Mendunia

    HarianNusa, Lombok Barat – Suasana meriah menyelimuti Festival Peresean Bupati Lobar Cup ketika Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berhasil mengajak Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, untuk menyaksikan langsung atraksi budaya khas masyarakat Sasak tersebut, Kamis, 28 Agustus 2025 di Taman Kota Gerung. Kehadiran Wamen Transmigrasi ini menjadi momentum bersejarah, karena peresean semakin mendapatkan perhatian pemerintah pusat sebagai warisan budaya yang layak dilestarikan bahkan dikembangkan ke level nasional.

    Wamen Viva Yoga Mauladi, yang hadir di Lombok Barat dalam rangka Rapat Kerja Teknis Pembangunan dan Pengembangan Kawasan, Kementeria Transmigrasi, mengaku sangat terkesan dengan pertunjukan peresean.

    “Peresean ini luar biasa! Bukan hanya pertunjukan, tapi cerminan keberanian, sportivitas, dan filosofi hidup masyarakat Sasak. Tradisi ini harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, karena memiliki nilai budaya yang tinggi,” ungkapnya penuh kekaguman.

    Keberhasilan menghadirkan pejabat pusat menyaksikan langsung peresean menjadi bukti komitmen Bupati Lobar dalam mengangkat martabat budaya lokal. Dalam kesempatan itu, Bupati LAZ menegaskan bahwa Lombok Barat tengah memperjuangkan agar peresean bisa diakui sebagai cabang olahraga resmi. 

    “Ini adalah salah satu ikhtiar kami agar peresean tidak hanya dikenal sebagai atraksi budaya, tetapi juga menjadi cabang olahraga yang dapat dipertandingkan secara resmi. Dengan demikian, pepadu-pepadu kita bisa mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” tegas Bupati.

    Apresiasi juga datang dari masyarakat yang turut menyaksikan festival. Salah seorang tokoh pemuda Lombok Barat, Kurniadi Zainuddin, menyampaikan rasa bangganya kepada Bupati.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati LAZ. Beliau bukan hanya peduli pada pembangunan, tetapi juga pada pelestarian budaya. Membawa Wakil Menteri menyaksikan peresean adalah langkah luar biasa yang menunjukkan perhatian pemerintah terhadap identitas budaya kita,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh warga Desa Jembatan Kembar, Hasanudin yang hadir bersama keluarganya.

    “Ini pertama kalinya saya melihat pejabat pusat menonton langsung peresean di Lobar. Semua ini berkat kerja keras Bupati LAZ. Kami bangga punya pemimpin yang mampu memperkenalkan warisan budaya Sasak hingga ke tingkat nasional,” tuturnya dengan penuh haru.

    Festival Peresean Bupati Cup kali ini tidak hanya menjadi tontonan rakyat, tetapi juga tonggak penting dalam perjuangan melestarikan identitas budaya Sasak. Sambutan hangat masyarakat, sorak penonton, dan antusiasme pepadu menjadi bukti bahwa peresean telah melekat kuat di hati masyarakat Lombok Barat.

    Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi yang terpukau menyaksikan langsung, semakin meneguhkan bahwa Lombok Barat di bawah kepemimpinan H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mampu membawa kearifan lokal menuju panggung nasional. (F2)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengajak Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, meriahkan event Peresean budaya khas Sasak Lombok. (Ist) 

    Lombok Barat Ikuti Forum Smart City, Menteri Komdigi Hadir Bersama Wakil Bupati Lobar

    HarianNusa, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat turut ambil bagian dalam Forum Smart City yang digelar di Yogyakarta, Rabu, 27 Agustus 2025. Acara yang menghadirkan berbagai daerah dari seluruh Indonesia ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. Kegiatan ini dihadiri Menteri Komdigi dan sejumlah Kepala Daerah di Indonesia termasuk Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha.

    Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, hadir mewakili Pemerintah Daerah dalam forum bergengsi ini. Kehadiran Lombok Barat menunjukkan komitmen daerah dalam mendorong transformasi digital dan penerapan konsep kota cerdas (smart city) yang berorientasi pada pelayanan publik, efisiensi pemerintahan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Wakil Bupati didampingi oleh beberapa kepala OPD.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Komdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa digital yang berdaya saing. “Smart City bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut tata kelola, budaya, dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha menyampaikan bahwa Lombok Barat terus berupaya mengintegrasikan berbagai program pembangunan berbasis digital, mulai dari pelayanan administrasi, sistem persuratan elektronik, hingga pengembangan ekosistem digital bagi UMKM dan pariwisata.

    “Forum ini menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman antar daerah, agar kita bisa mengembangkan inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Lombok Barat,” jelas Hj. Nurul Adha.

    Partisipasi Lombok Barat dalam Forum Smart City ini diharapkan dapat memperkuat langkah daerah menuju pemerintahan yang transparan, responsif, serta didukung teknologi digital yang inklusif. (F2)

    Ket. Foto:

    Menteri Komdigi Meutya Hafid  bersama Wakil Bupati  Lobar Hj. Nurul Adha. (Ist)

    Tiga Masalah yang Membelit UMKM Bambu di Lombok Timur

    HarianNusa, Lombok Timur –  Kecamatan Sikur di Lombok Timur sejak lama dikenal sebagai kawasan penghasil bambu. Pohon bambu tumbuh subur di berbagai desa, membentuk pemandangan hijau sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.

    Namun di balik potensi itu, pelaku UMKM bambu masih menghadapi tiga persoalan mendasar yang membuat langkah mereka tersendat karena keterbatasan bahan baku, akses pemasaran yang sempit, dan sulitnya permodalan.

    Melihat kondisi tersebut, Lombok Research Center (LRC) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai ikhtiar memetakan potensi sekaligus mengurai persoalan yang menghambat pengembangan ekonomi bambu.

    Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengrajin bambu, petani, pelaku UMKM, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga lembaga keuangan.

    Direktur LRC, Suherman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam ekonomi daerah.

    “UMKM salah satu tulang punggung ekonomi, karena bisa menyerap tenaga kerja dan menopang kehidupan masyarakat,” katanya pada hari Kamis (28/8/2025) kemarin.

    Menurutnya, bambu dapat menjadi basis ekonomi lokal yang berkelanjutan bila ada pemetaan potensi yang jelas, termasuk jenis bambu, sebaran, pola pemanfaatan, hingga rantai usaha yang bisa dikembangkan.

    “LRC berikhtiar untuk membuka peluang-peluang usaha berbasis bambu bagi pelaku UMKM di Lombok Timur,” ujarnya.

    *Tiga Masalah Utama*

    Dari forum diskusi, muncul tiga persoalan krusial yang seringkali dihadapi oleh pelaku UMKM bambu, yakni terkait keterbatasan bahan baku, pemasaran, dan permodalan.

    Ketersediaan bahan baku menjadi tantangan, karena meski bambu tumbuh melimpah, pemanfaatan yang tidak terencana bisa mengancam keberlanjutan.

    Dari sisi pemasaran, produk bambu cenderung dianggap bernilai seni dan hanya dibeli kalangan tertentu. Sementara akses permodalan kerap terbentur syarat administrasi dan riwayat kredit.

    Kabid Litbang Bappeda Lombok Timur, Lalu Ridho Arindi menegaskan pemanfaatan bambu masih jauh dari optimal.

    Dia merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mencatat bambu memiliki 1.500 jenis kegunaan.

    “Selama ini bambu hanya identik dengan produk kerajinan. Padahal, bambu bisa diolah menjadi produk kebutuhan sehari-hari seperti tusuk sate, cilok dan tusuk gigi. Produk seperti itu cepat dibeli, sehingga bisa membantu ekonomi masyarakat,” jelasnya.

    Menurut Ridho, tantangannya adalah mengubah mindset masyarakat agar melihat bambu sebagai bahan baku industri kecil, bukan sekadar bahan kerajinan tradisional.

    Dari sisi pembiayaan, perwakilan BRI Cabang Selong, Lalu Hadika Atmaja memaparkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa diakses UMKM. Mulai dari KUR Super Mikro Rp1–10 juta, KUR Mikro Rp10–100 juta, hingga KUR Kecil Rp100–500 juta.

    Namun, ia menginformasikan kendala yang seringkali muncul adalah kelayakan kredit terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

    “Sistem ini sensitif terhadap riwayat pembayaran. Kalau pernah menunggak, pengajuan kredit tidak bisa diproses,” katanya.

    Hadika juga mengingatkan pelaku UMKM untuk berhati-hati dalam menggunakan fasilitas pembayaran marketplace seperti Shopee Pay agar kolektibilitas tetap terjaga.

    *Dukungan Pemda*

    Tak hanya bernilai ekonomi, peneliti LRC, Maharani di sisi yang lain, menekankan fungsi dan manfaat bambu juga penting secara sosial dan ekologi.

    “Bambu sangat dibutuhkan masyarakat, misalnya untuk acara pemakaman. Dari sisi ekologi, bambu punya manfaat tinggi dalam menyerap karbon dan menjaga konservasi,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa program pemetaan UMKM bambu ini mendapat dukungan anggaran dari APBD Lombok Timur, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

    “Mudah-mudahan ini juga jadi bentuk perhatian pemerintah terhadap UMKM,” imbuhnya.

    Diskusi ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pemberdayaan dan pembinaan UMKM bambu di Lombok Timur.

    Hasil diskusi juga akan menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis pengetahuan agar dapat lebih tepat sasaran.***

    Ket. Foto:

    Salah satu UMKM Bambu di Lombok Timur. (Ist) 

    Haul TGH Najamuddin: Doa, Silaturahmi, dan Harapan Museum

    HarianNusa, Lombok Timur – Peringatan haul ke-19 Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga di Aula Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi, Mamben, Senin (25/8/2025), berlangsung khidmat. Keluarga besar Jero Gumirang bersama jamaah larut dalam lantunan doa yang menguatkan ikatan spiritual dan sosial.

    Mereka berkumpul untuk memperingati haul ke-19 Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga, sekaligus mendoakan para dzurriyah Jero Gumirang.

    Haul, bagi masyarakat Lombok, bukan sekadar ritual tahunan. Haul adalah ruang perjumpaan batin antara generasi yang masih hidup dengan jejak leluhur yang telah berpulang.

    Di Mamben, haul TGH Najamuddin menjadi momentum merekatkan silaturahmi keluarga besar, tokoh masyarakat, hingga jamaah yang pernah bersentuhan dengan dakwahnya.

    “Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah Swt atas karunia-Nya, sehingga kita bisa berkumpul dalam rangka haul Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga serta doa bersama untuk para dzurriyah Jero Gumirang,” ujar putra kedua almarhum, Ustaz Ahmad Asdaruddin, dalam sambutannya.

    Menurutnya, haul ini bukan hanya untuk mengenang, melainkan juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai perjuangan dan dakwah yang pernah ditorehkan almarhum.

    *Warisan Spiritual di Mamben*

    Bagi masyarakat Lombok Timur, nama TGH Najamuddin bin Wirangga tak asing. Ia dikenal bukan hanya sebagai ulama, melainkan juga pendidik yang konsisten membimbing umat. 

    Kehadirannya di masa hidup telah melahirkan generasi santri yang kini banyak melanjutkan kiprah dakwah di berbagai daerah.

    “Mamben memiliki kekayaan spiritual dan sejarah yang luar biasa,” kata Ustaz Asdar menegaskan.

    Dia berharap, melalui haul ini, masyarakat kian mengenal keistimewaan Mamben dan menjadikannya sumber inspirasi sekaligus kebanggaan lokal.

    Harapan itu tak berhenti pada kata-kata. Ustaz Asdar bahkan menggagas sebuah ide pendirian museum kecil di Mamben. 

    Museum itu diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami jejak sejarah dan perjuangan para leluhur.

    “Kami berharap ke depan bisa didirikan museum kecil di Mamben agar generasi muda dan masyarakat umum bisa mengetahui peninggalan sejarah dan perjuangan para leluhur,” ujarnya.

    Haul bukan sekadar doa. Ia adalah upaya merawat ingatan. Setiap bacaan ayat, setiap lantunan doa, dan setiap pertemuan keluarga besar merupakan cara untuk menjaga agar nama dan perjuangan TGH Najamuddin tetap hidup dalam sanubari umat.

    Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi haul ini menjadi jangkar spiritual yang menahan masyarakat agar tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Ustaz Asdar. 

    “Momentum haul ini mengingatkan kita akan jasa besar beliau yang telah berkontribusi dalam dunia dakwah dan perjuangan umat,” ungkapnya.

    Keluarga besar Jero Gumirang menganggap haul ke-19 ini tak hanya mengenang almarhum, melainkan juga meneguhkan ikatan sosial dan keagamaan. Harapan agar ada museum di Mamben merupakan wujud konkret menjaga memori kolektif warga.***

    Ket. Foto: 

    Kegiatan Peringatan Haul ke-19 Almagfurullah TGH Najamuddin bin Wirangga di Aula Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi, Mamben, Senin (25/8/2025).

    error: Content is protected !!