More
    Beranda blog Halaman 22

    Konservasi Hiu Paus di Teluk Saleh, Lindungi Ekosistem Laut 

    HarianNusa, Sumbawa  – Upaya menjaga ekosistem laut dan keberlangsungan satwa dilindungi kembali ditegaskan. Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.I.K., M.H., Rabu (27/8/2025), saat menghadiri Rapat Pembentukan Kawasan Konservasi Perlindungan Hiu Paus di Teluk Saleh. Pertemuan berlangsung di Villa Aqila, Kabupaten Sumbawa.

    Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Bima-Dompu dan Sumbawa-Sumbawa Barat, DKP Kabupaten Dompu, DKP Kabupaten Sumbawa, pemerintah desa (Labuhan Jambu dan Labuhan Aji), Forum Pokmaswas Teluk Saleh, sejumlah kelompok pengawas masyarakat (Pokmaswas), hingga Aliansi Masyarakat Teluk Saleh dan Serikat Nelayan Pulau Sumbawa.

    Menurut Direktur Polairud Polda NTB yang akrab disapa Kombes Boy Samola, keberadaan hiu paus di Teluk Saleh bukan hanya aset ekologi, tetapi juga bernilai tinggi bagi sektor pariwisata berkelanjutan.

    “Hiu paus ini adalah sahabat laut kita. Kita perlu melindungi mereka, bukan saja untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga demi masa depan masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut. Konservasi ini akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang,” jelasnya.

    Ia menambahkan, Polairud Polda NTB siap bersinergi dengan pemerintah daerah, nelayan, hingga masyarakat pesisir untuk memperkuat pengawasan kawasan laut, agar praktik ilegal seperti penangkapan satwa dilindungi dapat dicegah.

    “Polairud hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk edukasi dan mendukung masyarakat menjaga lautnya sendiri. Jika laut sehat, masyarakat pun sejahtera,” tegas Kombes Boy Samola.

    Rapat tersebut menjadi langkah awal menuju penetapan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi hiu paus. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan perlindungan biota laut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata. (F2)

    Ket. Foto:

    Foto bersama dalam kegiatan Rapat Pembentukan Kawasan Konservasi Perlindungan Hiu Paus di Teluk Saleh. (Ist)

    Motif Pembunuhan Nurminah yang Mayatnya Dicor Terungkap, Pelaku Cemburu 

    HarianNusa, Lombok Barat –  Kasus pembunuhan seorang perempuan bernama Nurminah yang terjadi di salah satu perumahan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat yang terungkap pada Sabtu 23 Agustus 2025 kini semakin terang. 

    Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Reskrim, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa motif di balik pembunuhan keji ini adalah kecemburuan dan amarah pelaku.

    “Motif pembunuhan ini bermula dari rasa cemburu yang dirasakan pelaku terhadap korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, Rabu, (27/8).

    Kejadian tragis ini bermula pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA. Korban, inisial NU, datang ke rumah tersangka yang tak lain adalah kekasih korban. Dua jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WITA, tersangka yang berinisial INB alias IH memeriksa ponsel korban dan menemukan percakapan WhatsApp serta Facebook dengan mantan pacar korban. Penemuan ini langsung memicu pertengkaran hebat di antara keduanya.

    Meski sempat mereda, cekcok kembali pecah sekitar pukul 12.00 WITA. Pelaku yang sudah dikuasai emosi tidak dapat menahan diri. 

    Ia memukul kepala korban berkali-kali menggunakan kepalan tangannya, baik di sisi kiri maupun kanan. 

    Setelah itu, pelaku mengambil senapan gas, mengokangnya kemudian menembakkan ke kepala sebelah kiri korban. Tembakan itu membuat NU langsung tergeletak dan tidak sadarkan diri. 

    Dalam kepanikan, tersangka memutuskan untuk menghabisi nyawa korban dan berusaha menghilangkan jejak. Jasad korban dimasukkan ke dalam sumur yang berada di dapur rumah pelaku, kemudian ditimbun dengan campuran pasir dan semen hingga tertutup rapat.

    Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senapan gas, celana pendek jeans, celana panjang legging, celana dalam, kain sarung, dan selimut tidur milik korban. Sebuah proyektil atau peluru senapan gas juga turut diamankan sebagai barang bukti kunci.

    Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, INB alias IH telah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan tiga pasal sekaligus, yaitu Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Pembunuhan berencana dapat diancam hukuman berat, mulai dari pidana penjara paling lama 20 tahun, seumur hidup, bahkan hukuman mati.

    “Saat ini, kami telah menetapkan INB alias IH sebagai tersangka, dan telah melakukan penahanan. Proses penyidikan akan terus dilanjutkan hingga tahap pelimpahan berkas dan tersangka ke Kejaksaan,” tegas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

    Meskipun pihak kepolisian belum menjadwalkan gelar perkara dan rekonstruksi, kedua proses ini akan segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. 

    Saat ini pihak Kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban dan memperkuat jeratan hukum bagi pelaku. (F2)

    Ket. Foto:

    Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara pembunuhan dan penimbunan jasad korban di rumah pelaku. (Ist)

    Penutupan MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar, Desa Bug-Bug Raih Juara Umum

    HarianNusa, Lombok Barat – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kecamatan Lingsar resmi ditutup di Halaman Masjid At-Taqwa, Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/8/2025). Penutupan berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri Bupati Lombok Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesra Setda Lombok Barat, Afgan Kusumanegara, Camat Lingsar Marzuqi S.AP, Kabid IKP Diskominfotik Arief Rachman, Kepala Desa Se Lingsar, Dewan Hakam, para peserta dan masyarakat Karang Bayan.

    Dalam sambutannya, Camat Lingsar Marzuqi, S.AP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ XXXI ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan MTQ bukan hanya sebagai ajang perlombaan, melainkan juga sebagai sarana pembinaan umat dalam memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    “MTQ ini menjadi wadah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, bermental juara, serta siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Saya berharap para qori dan qoriah terus meningkatkan kemampuan serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini yang diwakili oleh Kabag Kesra Afgan Kusumanegara dalam sambutannya menekankan pentingnya MTQ dalam membangun karakter masyarakat.

    “MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus mendukung kegiatan keagamaan, termasuk MTQ, agar semakin memperkokoh keimanan dan ketaqwaan masyarakat,” kata Afgan.

    Pada penutupan ini diumumkan para pemenang lomba. Desa Bug-Bug berhasil meraih predikat Juara Umum MTQ XXXI Kecamatan Lingsar. Posisi peringkat kedua diraih oleh Desa Gontoran, disusul peringkat ketiga Desa Karang Bayan selaku tuan rumah. Sementara itu, peringkat keempat ditempati Desa Sigerongan, dan peringkat kelima diraih oleh Desa Lingsar. Acara diakhiri dengan penyerahan piala kepada para juara. (F2)

    Ket. Foto:

    Penyerahan Piala kepada para juara pada Penutupan MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar. ( Ist)

    Warga Nyiur  Lembang Digegerkan Penemuan Mayat Seorang Pria,  Penyebab Kematian Masih Didalami

    HarianNusa, Lombok Barat  – Warga Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat seorang pria, pada Minggu siang (24/8/2025). 

    Korban diduga berinisial EFR, Polri, Anggota Polres Lombok Barat,  berusia 29 tahun yang beralamat di dusun yang sama. Pihak kepolisian dari Polres Lombok Barat langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan personel Polsek Lembar telah diturunkan untuk melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi kejadian.

    “Penyidik Unit Pidana Umum (Pidum), Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat, dan personel Polsek Lembar telah melaksanakan pengecekan dan olah TKP terkait meninggalnya korban,” ujar AKBP Yasmara Harahap, Minggu (24/8/2025).

    Menurut keterangan yang dihimpun, penemuan jenazah berawal dari seorang warga, 50 tahun, yang sedang mencari ayam peliharaannya di bukit belakang rumahnya sekitar pukul 11.30 WITA. Saat menyisir area tersebut, ia menemukan sosok pria tersebut.

    “Saksi mendekati mayat tersebut untuk memastikan dan benar bahwa laki-laki tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., menceritakan kronologi penemuan.

    Saksi kemudian segera memberitahu warga sekitar yang selanjutnya menghubungi kepala dusun. Laporan ini dengan cepat sampai ke pihak kepolisian. 

    Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan area untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

    Dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti di sekitar lokasi penemuan jenazah. Barang bukti tersebut antara lain satu buah kunci sepeda motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit berwarna putih, dan satu unit telepon genggam.

    AKP Lalu Eka Arya mengungkapkan, hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban ditemukan tak bernyawa dengan leher terikat tali pada batang pohon. Ia menambahkan, posisi tubuh korban berada di sekitar pohon di area dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam.

    “Kami telah melakukan pengamatan TKP secara umum dan khusus, pemotretan, serta pemeriksaan luar pada tubuh korban. Barang bukti juga sudah diamankan dari TKP,” jelas AKP Lalu Eka Arya.

    Penyidik telah berkoordinasi dengan dokter pemeriksa untuk melakukan visum luar. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara mendalam. 

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwajib.

    “Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis terkait penyebab kematian korban. Kami akan terus menginformasikan perkembangan kasus ini,” tutup AKP Lalu Eka Arya. (F2)

    Ket. Foto:

    Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H. (Ist)

    Bank NTB Syariah Raih Gelar Juara Bola Volly Bupati Lobar Cup 2025

    HarianNusa, Lombok Barat – Final Bola Volly Bupati Lombok Barat Cup 2025 berlangsung meriah di Lapangan Voly Taman Kota Gerung, Sabtu malam (23/8/2025). Pertandingan puncak yang mempertemukan tim Bank NTB Syariah melawan Tim Puncang sari berhasil menyedot perhatian penonton yang memenuhi arena. 

    Dengan permainan penuh semangat dan strategi yang matang, tim Bank NTB Syariah berhasil tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan gemilang. Hasil ini mengantarkan mereka sebagai Juara Bupati Lobar Cup 2025. 

    Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang didampingi Wakil Bupati Lobar Umi Nurul Adha (UNA), hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta turnamen. Menurutnya, ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan membangun semangat sportivitas di tengah masyarakat. 

    “Selamat kepada Bank NTB Syariah yang telah menjadi juara. Namun yang lebih penting, semua tim sudah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan sportivitas yang luar biasa. Inilah semangat yang harus terus kita kembangkan di Lombok Barat,” ujar Bupati.

    Perhelatan Bupati Lobar Cup 2025 ini diikuti tim terbaik dari berbagai daerah se Pulau Lombok. Rangkaian pertandingan yang digelar sejak 19 Juli hingga 23 Agustus 2025 ini berjalan sukses dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. 

    Dengan berakhirnya turnamen ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap olahraga bola volly semakin berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dispora Lombok Barat didukung oleh berbagai pihak. (F2)

    Ket. Foto:

    Foto bersama Tim Volly Bank NTB Syariah. (Ist)

    Tragis! Perempuan Asal Lombok Barat Meregang Nyawa, Mayatnya Disemen dalam Sumur oleh Kekasih

    “Kasus hilangnya NU (27) bikin geger warga Lombok Barat. Setelah dua pekan dicari, jasadnya ternyata terkubur dalam sumur dengan pasir dan semen. Lebih mengejutkan, pelakunya diduga kekasih sendiri!”

    HarianNusa, Lombok Barat – Misteri hilangnya NU (27), seorang perempuan asal Dusun Beleke, Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, akhirnya terkuak. 

    Setelah hampir dua minggu dinyatakan hilang, NU ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku yang diduga merupakan kekasih korban.

    Terduga pelaku, IMB alias Imam IH (31), ditangkap di rumah orang tuanya di Gebang Baru pada Sabtu (23/8/2025), sekitar pukul 00.30 WITA. 

    Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan orang hilang yang dibuat oleh kakak korban, di Polsek Gerung pada (12/8/2025).

    Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Reskrim, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., M.H., mengatakan bahwa penyelidikan dimulai setelah laporan diterima. 

    Berdasarkan keterangan kakak korban, bahwa NU meninggalkan rumah pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA, menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam tanpa izin keluarga dan tidak kunjung kembali.

    Tim gabungan dari Jatanras Satreskrim Polres Lombok Barat kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman kasus. Dari hasil penelusuran, tim menemukan petunjuk bahwa NU memiliki hubungan asmara dengan terduga pelaku, IMB alias IH.

    “Berdasarkan hasil penyelidikan, kami menemukan petunjuk bahwa korban sempat janjian bertemu dengan terduga pelaku di sebuah perumahan, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi,” ujar AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

    Saat mendatangi lokasi tersebut, tim menemukan kejanggalan berupa tumpukan pasir di depan sebuah rumah di BTN tersebut. Kejanggalan ini menjadi petunjuk kuat bagi pihak kepolisian. 

    Tim segera bergerak cepat mencari keberadaan IMB alias IH, yang akhirnya berhasil diamankan di rumah orang tuanya.

    Setelah dibawa ke Mako Polres Lombok Barat, terduga pelaku diinterogasi. Dihadapan penyidik, IMB alias IH akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku telah melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian NU.

    “Berdasarkan keterangan terduga pelaku, bahwa telah memukul korban hingga tidak sadarkan diri, kemudian menyeretnya ke dalam sumur yang ada di dalam rumah di BTN tersebut,” jelas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.

    Lebih lanjut, pelaku menimbun korban yang sudah berada di dalam sumur dengan pasir dan semen beton. Penemuan ini segera ditindaklanjuti dengan  pembongkaran lokasi penimbunan mayat korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik perbuatan keji yang dilakukan oleh terduga pelaku. 

    Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 340,JO 338,JO 351 ayat 3 KUHP, terkait Tindak Pidana Penganiayaan/Pembunuhan.

    Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait kasus ini. Proses penyelidikan akan terus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (F2)

    Ket. Foto:

    Sumur lokasi tempat mayat NU dikuburkan di dalam sebuah rumah BTN di Perampuan, Lombok Barat. (Ist)

    Pembukaan MTQ ke-XXXI Kecamatan Lingsar, Bupati LAZ: MTQ Sarana Pembinaan Generasi Qur’ani Bermental Juara

    HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar di Halaman Masjid At-Taqwa, Desa Karang Bayan, Jumat (22/8/2025). MTQ ini akan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai cabang lomba, diikuti oleh kafilah dari seluruh desa se-Kecamatan Lingsar.

    Hadir dalam pembukaan, Anggota DPRD Dapil Lingsar–Narmada, Kepala Dinas PMD Lobar Mahnan, Kepala Dinas Kominfotik Lobar Maad Adnan, Camat Lingsar Marzuki, Camat Narmada Sumasno, jajaran Forkopimcam Lingsar, TP PKK Kecamatan Lingsar, Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar, tokoh agama, serta masyarakat Karang Bayan.

    Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan apresiasi kepada Camat Lingsar beserta seluruh jajarannya, para Kepala Desa, serta masyarakat Karang Bayan atas inisiatif dan semangat kebersamaan dalam menyelenggarakan MTQ ini.

    “Peran aktif lembaga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang ikut serta dalam mendukung MTQ sangat luar biasa. Ke depan saya berharap dukungan dari semua pihak, termasuk wakil rakyat di DPRD, dapat lebih nyata. MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga bagian dari aspirasi publik yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an adalah melalui penyelenggaraan MTQ.

    “MTQ ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi sarana pembinaan untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan bermental juara. Saya berharap dari ajang ini lahir qari’ dan qari’ah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Lingsar di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan, MTQ menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter generasi muda. “Dengan semangat kebersamaan, dukungan masyarakat, dan motivasi para kafilah, saya yakin Kecamatan Lingsar mampu meraih juara umum dan mengembalikan kejayaan Lombok Barat di tingkat Provinsi,” pungkasnya.

    Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan seni Islami, pawai taaruf, pelepasan ribuan merpati oleh Camat Lingsar, serta penyerahan pelakat kepada Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar. (F2)

    Ket. Foto:

    Foto bersama Bupati Lombok Barat pada acara Pembukaan MTQ ke-XXXI Kecamatan Lingsar. (Ist) 

    Kado HUT RI, PLN Salurkan Bantuan Pasang Listrik Gratis 2.821 Keluarga Prasejahtera di Seluruh Indonesia

    HarianNusa, Jakarta – PT PLN (Persero) memberikan kado spesial bagi masyarakat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan menyalurkan bantuan sambungan listrik gratis kepada 2.821 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia. Bantuan ini disalurkan secara serentak di 38 provinsi melalui program Light Up The Dream (LUTD) pada Rabu (20/8).

    LUTD merupakan program bantuan pemasangan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera yang tinggal di wilayah berlistrik, namun belum mampu menyambung listrik ke rumah mereka. Kegiatan yang berasal dari inisiasi dan donasi sukarela pegawai PLN ini telah dilaksanakan sejak tahun 2020 dan berhasil memberikan sambungan gratis kepada 37.088 pelanggan di seluruh Indonesia.

    Romi Wahyudi, warga Ulak Karang Utara, Padang, Sumatera Barat yang merupakan salah satu penerima manfaat program LUTD, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan penyambungan listrik yang diberikan. Dirinya menyampaikan, setiap harinya Ia sekeluarga harus hidup dengan penuh keterbatasan tanpa listrik, bahkan untuk penerangan sekalipun.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai PLN dari pusat sampai daerah. Alhamdulilah, saya menikmati sambung listrik gratis yang diberikan sama PLN. Semoga berkat ini keluarga saya bisa memanfaatkannya menjadi lebih baik,” ujar Romi.

    Bukan hanya penerima manfaat, program ini juga mendapatkan respons positif dari Pemerintah Daerah. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengapresiasi program inisiasi dari pegawai PLN ini, yang secara konsisten memberikan akses listrik untuk masyarakat kurang mampu.

    “Apresiasi yang luar biasa untuk PLN dengan Light Up The Dream atau penyalaan listrik di Papua Barat Daya. Di kesempatan ini kita sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan dukungan penuh untuk program ini dan diharapkan berlanjut di waktu mendatang. Mari kita berjuang bersama-sama untuk masyarakat kita bisa menikmati listrik,” kata Elisa.

    Dukungan juga hadir dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Menurutnya, Light Up The Dream merupakan program yang sangat positif dari seluruh pegawai PLN untuk masyarakat Indonesia.

    “Kita bersama-sama memastikan bahwa di Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Maluku Utara bisa benar-benar merdeka dari rasa gelap dan merdeka untuk menikmati fasilitas listrik, sehingga mereka bisa mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan. Kami doakan yang terbaik kepada PLN untuk terus memastikan Indonesia menyala,” ujar Sherly.

    Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat dan PLN sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan.

    “Kegiatan ini merupakan cerminan kepedulian dan solidaritas insan PLN. Melalui LUTD, PLN ingin semua keluarga di Indonesia dapat memanfaatkan listrik untuk kehidupan lebih baik,” ucap Darmawan.

    Pada tahun ini, sampai dengan Agustus 2025 tercatat sebanyak 7.978 keluarga prasejahtera di 38 provinsi telah mendapat sambungan listrik gratis lewat program tersebut. Ke depan, PLN memastikan program LUTD akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari misi besar PLN mewujudkan keadilan energi untuk semua.

    “Kami percaya bahwa akses terhadap listrik adalah pintu pembuka menuju kemajuan. Dengan hadirnya listrik, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa lebih produktif, dan perekonomian serta kualitas hidup masyarakat juga meningkat,” pungkas Darmawan. (F3)

    KET. FOTO: Penyerahan bantuan listrik gratis oleh PLN kepada masyarakat kurang mampu. (Ist)

    Rebo Bontong Masuk Kharisma Event Nusantara, Bhayangkari  Ajak Rawat Tradisi Lokal

    HarianNusa, Lombok Utara – Pentingnya menjaga kelestarian tradisi Rebo Bontong atau ritual Mandi Safar sebagai identitas budaya Gili sekaligus modal sosial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Utara.

    Hal itu ia sampaikan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, saat menghadirGili Festival 2025 di Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Rabu (20/8). Festival yang menampilkan ritual adat Rebo Bontong ini masuk dalam jajaran 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

    “Rebo Bontong adalah cara kita sebagai penghuni memaknai alam sebagai bagian dari pensucian diri. Kita mandi di laut untuk kembali suci, maka laut harus dijaga kesuciannya, tidak boleh rusak. Mensucikan diri berarti menggunakan air yang suci,” ujar Ny. Heny.

    Ia menekankan, rangkaian tradisi mulai dari doa bersama, begibung (makan bersama), melarung miniatur kapal, hingga mandi laut bukan sekadar seremonial, melainkan simbol solidaritas, empati, dan kebersamaan. Menurutnya, gotong royong warga dalam menyiapkan hidangan, interaksi hangat dengan wisatawan, hingga kebersamaan di laut mencerminkan kekuatan budaya yang bernilai tinggi.

    Lebih jauh, Ny. Heny menegaskan Bhayangkari tidak hanya berperan mendampingi Polri, tetapi juga menjadi jalur komunikasi sosial yang mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    “Bhayangkari dan seluruh organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga budaya dan keseimbangan sosial. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyapa masyarakat sekaligus ikut menjaga warisan budaya,” tegasnya.

    Ia menilai, penetapan Rebo Bontong sebagai KEN merupakan kebanggaan sekaligus peluang besar yang harus dirawat dengan inovasi berkelanjutan. “Meski festival ini mampu mendongkrak occupancy hotel hingga 100 persen, transformasi dan keberlanjutan tetap menjadi kunci. Generasi muda harus hadir dengan ide segar,” ujarnya.

    Kepala Biro SDM dan Organisasi Kementerian Pariwisata RI, Antonio Wasono Imam Prakoso, menyebut KEN bukan sekadar kalender acara tahunan, melainkan sarana memperluas pasar wisata dan memperkuat ekonomi masyarakat.

    “Gili Festival 2025 memadukan tradisi, seni, dan konservasi dengan latar keindahan tiga Gili. Dengan tema Feel the Sensation, Feel the Excitement, kami ingin wisatawan merasakan kegembiraan yang sama dengan masyarakat lokal. Event ini menonjolkan kesetaraan, kebersamaan, dan kearifan lokal,” katanya.

    Ia menekankan, pengembangan event pariwisata harus berangkat dari unique selling point serta inovasi kreatif agar menjadi daya tarik yang kuat. “Kementerian mendukung penuh penyelenggaraan Gili Festival demi pencapaian target 16 juta wisatawan mancanegara, 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara, dan 25,8 juta tenaga kerja sektor pariwisata pada 2025,” jelasnya.

    Dukungan itu dituangkan melalui lima program unggulan: transformasi digital pariwisata (tourism 5.0), gerakan wisata bersih, penguatan gastronomi, pengembangan merry and wellness tourism, serta event global berbasis budaya lokal dan desa wisata.

    Di akhir pernyataannya, Ny. Heny menekankan pentingnya menyeimbangkan modernisasi dengan kearifan lokal dalam mengemas tradisi. “Pelestarian budaya adalah citra masyarakat lokal yang arif sekaligus modal sosial pariwisata. Modernisasi hanyalah alat. Jika dikelola tepat, hasilnya bisa maksimal,” katanya.

    Ia menutup dengan komitmen Bhayangkari untuk terus terlibat dalam kegiatan budaya dan pariwisata, termasuk bermitra dengan manajer pariwisata dalam event mendatang. baik skala nasional maupun kegiatan pengembangan SDM pariwisata.

    “Bahagia itu ketika kita bisa membuat banyak orang ikut berbahagia. Melalui pelestarian budaya seperti Rebo Bontong, kita mewujudkan kebahagiaan bersama yang berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (F2)

    Ket. Foto:

     Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, saat menghadiri festival Rebo Bontong. (Ist)

    Handi Risza: Pemda Jangan Jadikan PBB-P2 Jalan Pintas Tambah PAD

    HarianNusa, Jakarta – Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menyoroti gelombang kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) di sejumlah daerah yang mencapai 250% hingga 1.200%. Ia mengungkapkan, “Sejumlah daerah menaikkan PBB-P2 secara fantastis mulai dari 250% hingga 1.200%. Beberapa daerah berdalih bahwa kenaikan PBB-P2 di daerahnya merupakan bagian dari penyesuaian peraturan daerah berdasarkan UU No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).”

    Menurutnya, PBB-P2 merupakan pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh orang pribadi maupun badan, dengan pengecualian kawasan yang digunakan untuk usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. “Bumi diartikan sebagai permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman. Sedangkan bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap di atas permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi,” jelasnya (15/8/2025).

    Handi menekankan bahwa Pasal 40 ayat (1) UU HKPD menetapkan NJOP sebagai dasar pengenaan PBB-P2, yang ditentukan setiap tiga tahun sekali. Namun, untuk objek tertentu, NJOP dapat ditetapkan setiap tahun oleh kepala daerah. “Celah regulasi ini dimanfaatkan oleh kepala daerah untuk menentukan NJOPnya sendiri tanpa berkonsultasi dengan Kepala Daerah di atasnya atau Kementerian terkait dan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sedang menghimpit masyarakat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, kenaikan PBB-P2 ini kerap menjadi jalan pintas bagi pemerintah daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tuntutan kemandirian fiskal. PBB-P2 dinilai sebagai instrumen yang cepat dioptimalkan karena kewenangan penyesuaian NJOP berada di tangan pemerintah daerah sendiri. Kondisi ini semakin diperparah oleh perlambatan transfer pusat, berkurangnya dana bagi hasil sumber daya alam, dan stagnasi retribusi.

    Menurut Handi, pemerintah daerah sebenarnya memiliki opsi lain yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan. “Langkah awalnya adalah memperluas basis pajak dengan memperbarui pendataan objek pajak secara digital, menutup kebocoran, dan memastikan semua wajib pajak teridentifikasi,” paparnya. Ia menambahkan bahwa potensi BUMD di sektor air bersih, energi, dan pariwisata lokal juga bisa dioptimalkan, termasuk pengelolaan aset daerah yang menganggur melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.

    Handi mengingatkan bahwa kenaikan PBB-P2 secara drastis berpotensi menimbulkan efek kejut (tax shock). “Memaksakan kenaikan PBB-P2 secara drastis, berpotensi menciptakan efek kejut (tax shock) yang bisa memukul daya beli dan konsumsi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan kelas menengah bawah yang memang sudah mengalami penurunan secara signifikan,” tegasnya.

    Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah resistensi publik dalam bentuk protes, tunggakan pembayaran, gejolak sosial, hingga gugatan hukum terhadap NJOP yang dinilai memberatkan. Dalam jangka menengah, kebijakan ini juga berpotensi melemahkan iklim investasi properti dan sektor konstruksi, terlebih jika tidak dibarengi perbaikan layanan publik.

    “Risiko yang lebih serius adalah turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah ketika pajak naik tanpa transparansi penggunaan, yang pada akhirnya menurunkan kepatuhan pajak secara sistemik dan mempersulit target pendapatan di masa depan,” kata Handi.

    Ia pun mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi terbaik. “Kami mengajak semua pihak menahan diri dan membicarakan persoalan ini dengan bijak dan solutif, DPRD, Pemda dan Pemerintah Pusat harus mencari solusi dan jalan keluar yang terbaik. Menjaga dan melindungi kepentingan masyarakat luas harus menjadi fokus utama dalam pengambilan kebijakan,” pungkasnya.

    error: Content is protected !!