Beranda blog Halaman 24

SMSI Mataram: Media Lokal Harus Kuat dengan Identitas Sendiri

HarianNusa, Mataram – Di era banjir informasi dan dominasi media besar, media lokal menghadapi tantangan serius. Tidak hanya soal persaingan pembaca, tetapi juga soal bagaimana tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi berita yang serba cepat dan digital.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Mataram, Sofiana Mufidah menegaskan, media lokal tidak boleh hanya fokus bertahan hidup. Media lokal, menurutnya, harus berani menemukan cara baru agar tetap dibutuhkan masyarakat, tanpa kehilangan jati diri.

“Persaingan dengan media nasional bukan soal siapa paling besar. Media lokal punya kekuatan sendiri yang tidak dimiliki media besar,” katanya.

Ia menilai media lokal hidup dari realitas daerahnya sendiri. Isu warga, kebijakan pemerintah daerah, budaya lokal, hingga persoalan sosial di tingkat bawah justru menjadi kekuatan utama media lokal.

Ia mengingatkan agar media lokal tidak tergoda meniru media nasional yang mengejar isu-isu besar dan viral saja.

“Kalau media lokal hanya meniru media nasional, lama-lama akan kehilangan identitas,” ujarnya.

Menurutnya, media lokal tidak harus selalu cepat, tetapi harus tepat. Akurasi, konteks, dan keberpihakan pada kepentingan publik jauh lebih penting daripada sekadar kejar tayang.

Tidak Sekadar Terbit, Tapi Berkualitas

Selain konten, Sofie juga menyoroti pengelolaan media lokal yang masih sering berjalan seadanya. Ia menilai media harus mulai dikelola secara profesional, meskipun dalam skala kecil.

Pembagian tugas redaksi, peningkatan kualitas SDM, dan disiplin terhadap kode etik jurnalistik menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan.

“Bertahan itu bukan cuma soal tetap terbit. Tapi bagaimana menjaga kualitas dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Adaptif Digital, Jangan Terjebak Klik

Menghadapi era digital, media lokal perlu memanfaatkan teknologi dan media sosial. Namun, Ia mengingatkan agar media tidak terjebak pada praktik jurnalistik instan demi mengejar klik.

Menurutnya, mengejar trafik tanpa verifikasi justru bisa merusak kredibilitas media lokal.

“Media lokal harus bisa memanfaatkan algoritma, bukan dikendalikan olehnya,” katanya lagi.

Cari Model Bisnis yang Sehat

Soal ekonomi media, Ia mendorong media lokal agar lebih kreatif dan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan. Ketergantungan pada iklan atau kerja sama yang tidak sehat, menurutnya, bisa mengganggu independensi redaksi.

Ia juga mendorong kerja sama dan solidaritas antar-media lokal agar tidak saling menjatuhkan di tengah persaingan yang ketat.

“Media lokal harus saling menguatkan, bukan saling mematikan,” ujarnya.

Tetap Jadi Penjaga Kepentingan Publik

Di tengah tekanan ekonomi dan persaingan digital, Sofie menegaskan bahwa peran utama media tetap sebagai pengawas sosial. Media lokal harus berani mengawal kebijakan daerah dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Kalau media lokal kehilangan keberanian dan nurani, maka yang tersisa hanya nama, bukan persnya,” pungkasnya.

Pandangan ini menjadi pengingat bagi media lokal, bahwa bertahan bukan dengan mengalah, tetapi dengan memperkuat identitas, profesionalisme, dan keberpihakan pada publik. (F*)

Ket. Foto:

Ketua SMSI Kota Mataram, Sofiana Mufidah. (Ist)

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Aceh, Pembangkit Mulai Beroperasi  

HarianNusa, Aceh Tamiang – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan kembali jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB. Kini, interkoneksi sistem kelistrikan Aceh yang tadinya terisolasi telah kembali terhubung dengan _backbone_ sistem besar Sumatra. Dengan pulihnya interkoneksi tersebut, pemulihan kelistrikan Aceh kini memasuki tahapan pengoperasian kembali pembangkit listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa jaringan transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan penopang utama interkoneksi sistem kelistrikan Sumatra dan Aceh, sehingga pemulihannya menjadi langkah krusial dalam mengembalikan kekuatan sistem kelistrikan Aceh pascabencana.

“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi _backbone_ interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan di Aceh Tamiang pada Rabu (17/12).

Pemulihan interkoneksi tersebut dilakukan melalui pembangunan tower darurat pada sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor, sehingga jalur Pangkalan Brandan–Langsa dapat kembali difungsikan secara aman.

“Dalam prosesnya, pembangunan tower darurat ini dilakukan di tengah kondisi lapangan yang menantang, mulai dari akses lokasi yang terbatas, kontur medan yang labil pascabencana, hingga curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan genangan air dan lumpur yang ekstrem,” jelas Darmawan.

Dirinya melanjutkan, setelah jaringan transmisi berhasil tersambung kembali, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya. Proses ini membuat sistem kelistrikan Aceh berangsur-angsur pulih. Untuk pengoperasian yang optimal, dibutuhkan durasi sekitar 48 jam ke depan melalui proses pemanasan, sinkronisasi dengan sistem, serta pengujian kinerja. Tahapan ini menjadi prasyarat sebelum sistem dapat dibebani lebih lanjut agar aliran listrik tetap andal dan tidak memicu gangguan lanjutan.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” tegasnya.

Selanjutnya, pasokan listrik akan secara bertahap disalurkan ke jaringan distribusi melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, dan 15.717 unit gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

Untuk mendukung seluruh proses pemulihan, lebih dari 1.600 petugas PLN masih terus bersiaga hingga pemulihan listrik pascabencana di Aceh dapat dituntaskan. Darmawan menjelaskan juga bahwa semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana menjadi inspirasi para insan PLN yang bertugas.

“Kami belajar dari semangat dan perjuangan masyarakat Aceh yang tidak pernah padam untuk bangkit dari kondisi bencana ini. Maka tim PLN tidak pernah menyerah karena ini bukan hanya soal memulihkan pasokan listrik, namun ini adalah simbol api perjuangan rakyat Aceh,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa di sejumlah wilayah Aceh masih terdapat genangan lumpur dan air pascabencana, sehingga penormalan jaringan listrik dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak membahayakan masyarakat. Tidak hanya itu, Darmawan juga memohon maaf sekaligus memohon dukungan dari masyarakat Aceh dalam upaya memulihkan kelistrikan.

“Kami memahami betul ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat pascabencana. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” tutup Darmawan. (F*)

Ket. Foto:

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri), Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra (kedua dari kiri) dan para petugas PLN ketika menyelesaikan pemasangan kabel di titik tower 142 pada jaringan transmisi Pangkalan Brandan – Langsa di Aceh Tamiang. (Ist)

Gubernur NTB Imbau Pedagang Tradisional Manfaatkan QRIS

HarianNusa, Mataram  – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal mengimbau para pedagang di pasar tradisional Dasan Agung, Kota Mataram memanfaatkan teknologi QRIS untuk pembayaran transaksi digital. Imbauan tersebut disampaikan saat meninjau aktifitas pasar didampingi Ketua TP PKK, Sinta M. Iqbal dan Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin, Kamis (11/12/2025).

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur menyampaikan pentingnya edukasi penggunaan QRIS kepada para pedagang, termasuk pedagang lansia.

“Dulu Bank NTB itu 90% itu banyak untuk pembiayaan konsumsi pegawai negeri. Nah sekarang insya Allah Bank NTB akan berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya buat masyarakat luas terutama UMKM seperti pelungguh sami. Jadi tolong juga bantu untuk sosialisasikan ke yang toaq-toaq niki. Ndeq ngerti tentang QRIS niki, kasih tau bahwa ini untuk kebaikan mereka juga. Jadi daftarkan ke QRIS sehingga lebih banyak nanti pengguna QRIS ini,” imbaunya.

Gubernur dan Ketua TP PKK NTB juga menyapa para pedagang, memantau harga kebutuhan pokok serta melakukan pembelian menggunakan QRIS.

Dalam kegiatan tersebut, Bank NTB Syariah memberikan Reward Prime kepada sejumlah pedagang pengguna QRIS di Pojok NTB Syariah. 

Salah seorang pedagang, Ely, menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS memberikan dampak positif pada aktivitas pasar.

“Semenjak adanya QRIS yang diprogramkan sama Bank NTB, Pasar Dasar Agung semakin rame, semakin bagus, semakin hidup, semakin bersih juga. Dan alhamdulillahnya semakin rame usaha-usaha teman-teman kita semua di sini. Terima kasih kepada Bank NTB,” ucapnya.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengungkap adanya peningkatan signifikan jumlah pedagang pengguna QRIS di pasar tersebut.

“Jumlah merchant di sini ketika kami mulai di pasar ini dari 31 sekarang 129. Jumlah frekuensi transaksi 4.444 per bulan di bulan November. Kemudian nominal transaksinya 248 juta sekian di bulan November di pasar ini saja,” jelasnya. (F3)

Ket. Foto: 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK, Sinta M. Iqbal dan Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin, meninjau pasar tradisional Dasan Agung. (Ist)

Sumber: Kominfotik NTB

PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

HarianNusa, Aceh — PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi kunci untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal. Ia menegaskan bahwa pemulihan hanya dapat dicapai dengan kolaborasi lintas sektor.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur Langsa–Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan Aceh terputus dari sistem besar Sumatra.

Untuk _recovery_, PLN mengerahkan 1.476 personel yang di datangkan dari berbagai unit PLN se-Indonesia untuk membantu mempercepat pekerjaan, baik perbaikan tower di jalur transmisi, perbaikan jaringan distribusi ke pelanggan, hingga dukungan armada dan logistik.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin menambahkan bahwa pekerjaan dilakukan _non stop_ dengan sistem _shift_ untuk memastikan perbaikan berjalan lebih cepat.

“Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak,” Ujar Amirrudin.

Pihaknya juga menjalin kolaborasi strategis dengan TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan yang memberikan dukungan pengamanan, mobilisasi personel, hingga akses logistik di area yang sulit dijangkau. Sinergi ini menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur transmisi yang terdampak.

“Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh,” tambah Amiruddin.

PLN mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya percepatan pemulihan ini. Seluruh langkah perbaikan ini dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan Aceh. (F*)

Ket. Foto:

Petugas PLN bekerja keras memulihkan kelistrikan pasca banjir Aceh. (Ist)

PLN Nyalakan Kembali Empat Wilayah Terberat Pascabencana Banjir, Sistem Kelistrikan Aceh Pulih 93 Persen

HarianNusa, Aceh – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 93 persen sistem kelistrikan di Aceh sehingga lebih dari 1,7 juta masyarakat telah menikmati listrik kembali. Pasokan listrik pada 4 (empat) lokasi di Aceh yang sebelumnya gelap karena paling terdampak bencana pun telah kembali terang. Keempat kabupaten tersebut terdiri dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

Dalam rapat terbatas yang digelar saat lawatannya ke Aceh pada Minggu (7/12), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kerja keras dan kecepatan semua pihak, termasuk PLN dalam memulihkan kembali listrik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas pascabencana yang menerpa.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua lembaga, para gubernur, bupati yang hadir. Terutama, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada semua pejabat, semua yang ada di lapangan, semua lembaga, TNI, Polri, BNPB, PLN, Kemensos, serta para dokter. Jadi, saya sampaikan terima kasih. Semuanya bekerja keras,” kata Presiden Prabowo.

Pada kesempatan sama, Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa arahan Presiden sejak awal bencana untuk segera mempercepat pemulihan seluruh kelistrikan Aceh dengan berbagai upaya dan kerjasama lintas sektoral. Oleh karena itu, lanjut Bahlil, pihaknya bersama PLN terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, BNPB, Kementerian/Lembaga terkait dan semua stakeholders untuk mempercepat memulihkan pasokan listrik.

“Alhamdulillah, pemulihan kelistrikan di empat kabupaten berjalan lancar. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi berkat kolaborasi kuat antara PLN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat, hal ini bisa tercapai dengan segera. Kita tahu pemulihan listrik dan energi sangat krusial karena berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat apalagi di masa-masa sulit seperti saat ini,” ujar Menteri Bahlil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang kembali turun langsung ke Aceh memberikan dorongan moril yang sangat besar bagi seluruh insan PLN di lapangan. Dukungan tersebut menjadi tambahan energi bagi para petugas untuk bekerja lebih cepat dan semangat di tengah kondisi yang penuh tantangan.

“Dukungan dan kehadiran langsung dari Bapak Presiden menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh tim kami di lapangan. Setelah berhari-hari bekerja non-stop, para petugas tentu kelelahan menghadapi medan dan cuaca yang ekstrem. Namun, rasa lelah tersebut berubah menjadi semangat. Hal yang sebelumnya tak mungkin, menjadi sangat mungkin. Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menjabarkan, untuk membuat sistem kelistrikan Aceh andal seperti sedia kala, dibutuhkan waktu 24 jam ke depan untuk dilakukan proses sinkronisasi.

“Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh. Proses sinkronisasi dilakukan untuk mengeliminasi pemadaman bergilir sehingga sistem kelistrikan Aceh menjadi pulih seperti sedia kala,” jabar Darmawan.

Darmawan menerangkan bahwa pemulihan sistem kelistrikan dilakukan dengan mengutamakan fasilitas-fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, jaringan telekomunikasi dan fasilitas vital lainnya. Secara bertahap, pasokan listrik juga terus disalurkan ke rumah-rumah masyarakat. 

“Jaringan telekomunikasi yang sebelumnya lumpuh, kini dapat beroperasi, sama seperti fasilitas-fasilitas publik vital lainnya. Kami juga tetap mengutamakan keselamatan warga dengan memastikan setiap lokasi telah aman dari genangan air sebelum kembali dialiri listrik. Tidak hanya itu, petugas PLN juga terus bersiaga di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan kelistrikan susulan,” terang Darmawan

Darmawan juga merinci bahwa proses pemulihan menjadi sangat menantang ketika banjir dan longsor susulan merobohkan beberapa tower transmisi tegangan tinggi di sejumlah titik baru yang sebelumnya tidak terdampak. Kondisi ini memaksa PLN melakukan identifikasi ulang jaringan, mengerahkan peralatan tambahan, serta meningkatkan jumlah personel untuk membangun tower darurat dalam waktu singkat.

“Di tengah upaya penyambungan transmisi yang sudah kami identifikasi, cuaca kembali memburuk dan merobohkan tower di titik baru. Ini memerlukan peralatan baru dan tambahan tenaga di lapangan. Namun berkat kerja bersama TNI, Polri, Pemda, BNPB, BPBA, hingga masyarakat, semua kendala tersebut dapat kami atasi,” tutup Darmawan. (F*)

Ket. Foto: Dihadapan Presiden RI Prabowo Subianto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memberikan pemaparan terkait kondisi listrik di Aceh pasca bencana banjir. (Ist)

Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

HarianNusa, Sumatera Barat  — PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sistem kelistrikan Sumatra Barat pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir November lalu. Berkat kerja keras tim di lapangan, listrik wilayah Sumatra Barat pulih 100% setelah Kabupaten Agam sebagai wilayah terdampak terakhir berhasil dinyalakan pada Jumat (5/12) pukul 17:53 WIB.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PLN dan kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan kelistrikan di berbagai wilayah terdampak bencana. Dengan pulihnya kelistrikan di Sumatra Barat, aktivitas masyarakat perlahan dapat kembali berjalan normal.

“Kami mengapresiasi dedikasi petugas PLN dan seluruh pihak yang bekerja tanpa henti untuk memulihkan kembali listrik di wilayah-wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, meski kondisi medan yang sangat berat. Insyaallah listrik sudah bisa dinikmati oleh masyarakat dan aktivitas bisa berjalan seperti biasa,” ucap Mahyeldi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa hadirnya listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Maka, sejak awal pihaknya _all out_ untuk merampungkan proses pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Sumatra Barat. 

“Sesuai arahan Pemerintah, melalui Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Pak Bahlil Lahadia, seluruh personel bekerja 24 jam penuh di lapangan untuk memastikan semua titik terdampak mendapatkan suplai listrik kembali. Alhamdulillah, saat ini pasokan listrik Sumatra Barat telah pulih 100%. Semoga ini semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitasnya serta mengoptimalkan layanan publik,” ucapnya.

Darmawan juga menyampaikan, pemulihan cepat yang dikerjakan tak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak. Menurutnya, sinergi Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sangat krusial dalam proses penormalan kelistrikan Sumatra Barat. 

“Kami menyaksikan bagaimana semangat gotong royong benar-benar hidup. Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan tim PLN bergerak sebagai satu tubuh. Ini merupakan misi kemanusiaan untuk mengembalikan terang pascabencana di Sumatra Barat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ajrun Karim menyampaikan, proses pemulihan di berbagai lokasi terdampak, seperti Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Dharmasraya, Sawah Lunto, Pasaman Timur, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Solok Selatan, dan Kota Padang memiliki tantangan yang besar. Menurutnya, penanganan tersebut memerlukan langkah teknis yang kompleks akibat terputusnya akses sejumlah lokasi jaringan listrik tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR) dan gardu distribusi terdampak.

“Petugas kami bersama TNI, Polri, dan masyarakat menembus jalur terjal, membawa peralatan berat secara manual, dan bekerja hingga malam hari karena akses ke titik-titik lokasi yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki,” ujar Ajrun.

Dirinya melanjutkan, untuk memulihkan kondisi kelistrikan Sumatra Barat, pihaknya membangun kembali beberapa tiang jaringan listrik dan gardu trafo distribusi pada sejumlah daerah terdampak.

“Dalam pemulihan ini, PLN berhasil memasang 619 tiang JTM dan JTR, serta 30,95 kilometer sirkuit (kms) kabel listrik pengganti untuk memastikan suplai listrik untuk masyarakat kembali normal,” tutupnya. (F*)

Ket. Foto: Petugas PLN bekerja keras memulihkan kelistrikan di Agam, Sumatra Barat pasca diterjang banjir bandang. (Ist)

Sheraton Senggigi Buka Musim Liburan dengan Christmas Tree Lighting Ceremony 2025 yang Spektakuler

HarianNusa, Lombok Barat – Semarak musim liburan telah tiba di Sheraton Senggigi Beach Resort melalui perayaan Christmas Tree Lighting Ceremony 2025, yang menandai dimulainya rangkaian acara akhir tahun bertema “A Season of Delight dan “Senggigi Starlight Carnival”.  Acara berlangsung di area lobi yang dihias dengan dekorasi Natal yang meriah.

Pohon Natal utama tahun ini memiliki tampilan yang unik, dibangun dengan struktur besi dan kawat yang kemudian dibalut dengan lampu kelap kelip yang menawan. Selain pohon Natal, lobi juga menampilkan Giant Gingerbread House, kreasi rumah roti jahe berukuran besar hasil karya tim Food & Beverages dan Pastry. Instalasi ini menjadi pusat perhatian tamu dan menambah suasana festive di resort.

Peter The, General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, mengungkapkan, semua ide desain ini lahir dari tim Marketing, lalu diwujudkan secara kreatif oleh tim Engineering dan tim Food and Beverages, mencerminkan kolaborasi antar departemen yang kuat di Sheraton Senggigi.

“Christmas Tree Lighting Ceremony ini merupakan kali pertama yang kami adakan di Sheraton Senggigi Beach Resort,” ujar Peter The, Senin, (1/12/25) malam.

“Lebih dari sekadar menyalakan lampu, momen ini menjadi simbol cahaya kebahagiaan dan rasa syukur yang ingin kami bagikan kepada seluruh tamu dan mitra yang telah mendukung kami sepanjang tahun,” tambahnya.

Acara turut dimeriahkan oleh penampilan anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Patmos, serta kehadiran Santa yang menambah keceriaan suasana. Para undangan juga berkesempatan menikmati hidangan-hidangan yang akan disajikan pada Christmas Eve Dinner dan New Year’s Eve Dinner. 

Selain acara utama, Sheraton Senggigi juga menghadirkan rangkaian program akhir tahun sepanjang bulan Desember, termasuk promosi kuliner, paket spa akhir tahun,  dan aktivitas keluarga yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh tamu.

Sheraton Senggigi Beach Resort tetap menjadi pilihan favorit wisatawan lokal dan internasional karena berlokasi tepi pantai yang strategis dengan akses langsung ke Senggigi Beach. Dilengkapi dengan suasana tropis yang tenang, cocok untuk menikmati liburan akhir tahun dengan keluarga maupun pasangan. 

Dengan pelayanan khas hotel resort bintang 5, Sheraton Senggigi mengutamakan kenyamanan dan kehangatan untuk tamu pada saat rangkaian acara penutupan tahun 2025. Tamu juga akan dimanjakan dengan adanya hiburan, live music,promo spa, pusat kebugaran, beragam pilihan kuliner, serta aktivitas keluarga sepanjang liburan. (F3)

Ket. Foto:

Christmas Buffet Menu Full Set. (Ist)

PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh dengan Kolaborasi Lintas Instansi 

HarianNusa, Aceh Upaya pemulihan kelistrikan Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor terus dipercepat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, TNI, Polri, dan PLN bergerak bersama memastikan penanganan darurat berjalan efektif agar layanan kelistrikan untuk masyarakat terdampak dapat segera pulih.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin  menekankan bahwa distribusi bantuan logistik akan dikerahkan mengingat banyaknya wilayah yang masih terisolasi dan sangat membutuhkan pertolongan.

“Prioritas utama pemerintah saat ini adalah pendorongan logistik bagi masyarakat, mulai dari bahan makanan, kebutuhan pribadi seperti pakaian, hingga obat-obatan. Seluruh bantuan akan didistribusikan menggunakan alutsista TNI ke titik-titik terdampak,” ucapnya.

Sjafrie juga menegaskan bahwa percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Ia mengapresiasi langkah cepat PLN di lapangan, sekaligus mendorong agar proses pemulihan dapat terus dioptimalkan.

“Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan. Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan tambah kekuatan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” ujarnya.

Dukungan untuk percepatan pemulihan Aceh juga ditunjukkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dengan mengirimkan tim khusus ke wilayah terdampak untuk membantu mengakselerasi penanganan. Dirinya menekankan pentingnya stabilisasi layanan publik, termasuk layanan kelistrikan untuk masyarakat. 

“Kebutuhan listrik ini sangat krusial. Kami bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan PLN terus mempercepat pemulihan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menikmati layanan listrik,” ucap Tito.

Selaras dengan arahan Pemerintah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, PLN terus mengerahkan sumber daya dan personel terbaik dari unit-unit se-Indonesia untuk memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak. Dirinya juga terus berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mendorong percepatan _recovery_ kelistrikan pascabencana di Aceh.

“Kami mendapat arahan dari Bapak Presiden bahwa seluruh kekuatan PLN harus dikerahkan untuk membantu pemulihan bencana, baik banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Aceh. Untuk itu, sesuai arahan Bapak Presiden, kami semua berkolaborasi,” ujar Darmawan.

Dalam proses pemulihan tersebut, PLN terus berkolaborasi dengan Pemprov Aceh, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Sultan Iskandar Muda, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh di bawah arahan pemerintah pusat. Salah satu langkah krusial adalah pengiriman unit-unit _tower emergency_ dari Jakarta menuju Banda Aceh menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU). Selain itu, beberapa unit juga diangkut melalui jalur darat dan laut dengan dukungan TNI Angkatan Darat (AD) dan jajaran Kepolisian.

Darmawan memberikan apresiasi terhadap Polri yang membantu memastikan kelancaran komunikasi di tengah kondisi jaringan terputus. Dari sisi logistik, TNI AD memfasilitasi pengiriman material menggunakan truk dan membuka akses menuju wilayah terdampak yang masih hampir mustahil untuk dilewati. Bahkan, helikopter dikerahkan untuk mengangkut material tower ke titik-titik yang tidak mungkin dicapai melalui jalur darat.

“Kami harus menggunakan helikopter untuk membawa material ke lokasi. Ada helipad yang perlu dibuka, dan di sana pasukan dari TNI dan Kepolisian ikut membantu. Kekompakan ini menjadi kekuatan besar dalam percepatan pemulihan,” kata Darmawan.

Tidak hanya pemulihan infrastruktur, dukungan kemanusiaan juga digalang. Posko, dapur umum, serta fasilitas pendukung lain dibangun bersama sebagai bentuk solidaritas antar instansi.

“Seluruh komponen kekuatan Indonesia bergerak bersama. Dengan semangat perjuangan dari tim PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, kami merasakan kekompakan luar biasa. Semoga Allah SWT memudahkan segala ikhtiar ini, sehingga Aceh dapat segera pulih,” pungkas Darmawan. (F*)

Ket. Foto:

PLN dan  TNI – Polri bersinergi memulihkan listrik untuk masyarakat Aceh pasca banjir bandang. (Ist)

Dua Warga Kekait Nyaris Saling Bacok Gegara Spandek 

HarianNusa, Lombok Barat – Suasana Dusun Kekait Daye, Desa Kekait, sempat memanas Rabu siang (19/11/2025). Dua warga yang masih memiliki hubungan saudara, Kamaludin dan Sahabudin, terlibat cekcok hebat gara-gara masalah pagar rumah. Untungnya, situasi berhasil diredam setelah jajaran Polsek Gunungsari turun tangan melakukan mediasi.

Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, menjelaskan, mediasi dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Kekait, Aipda Andika Priyono, sekitar pukul 13.00 Wita. Menurutnya, konflik berawal saat Sahabudin membangun pagar samping rumah menggunakan batako. Namun, sebelum pagar rampung, ia memasang lembaran spandek. Pantulan cahaya matahari dari spandek itulah yang membuat Kamaludin merasa terganggu.

“Karena silau, Pak Kamaludin membuka baut spandek itu sampai terlepas. Dari situlah adu mulut terjadi dan keduanya hampir saling bacok,” ujar Iptu Ida Bagus dalam keterangannya.

Melihat tensi yang kian tinggi, Aipda Andika Priyono segera memfasilitasi mediasi. Setelah proses dialog yang cukup panjang, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.

“Dalam mediasi, disepakati bahwa Pak Sahabudin akan memasang kembali spandek tersebut, dan mengecatnya dengan warna hitam agar tidak menimbulkan silau,” jelas Iptu Adnyana.

Iptu Adnyana Putra menegaskan, mediasi bukan hanya untuk meredakan situasi, tetapi juga untuk mencegah konflik berlanjut menjadi tindakan berbahaya.

“Kegiatan ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, agar warga lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah,” katanya.

Ia turut mengapresiasi warga setempat dan para pihak yang terlibat, karena memilih jalur damai daripada memberi ruang pada emosi.

“Syukurlah semua berjalan aman dan kondusif. Kesepakatan damai ini semoga menjadi pelajaran, agar hal sepele tidak berkembang menjadi keributan besar,” pungkasnya.

Mediasi berlangsung lancar, situasi kembali normal, dan aktivitas warga pun kembali berjalan seperti biasa. (F3)

Ket. Foto:

Suasana mediasi dua warga kekait yang sempat cekcok gegara spandek. (Ist)

Kebakaran Pertamini di Karang Bagu Hanguskan Dapur Rumah Makan Dua EM Polisi Sigap Evakuasi

HarianNusa, Mataram – Peristiwa kebakaran satu unit Pertamini di Lingkungan Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 18.30 Wita, turut menghanguskan bagian dapur Rumah Makan Dua EM. Selain kerugian materil, seorang pemilik Pertamini turut menjadi korban akibat luka bakar dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., S.I.K., bergerak cepat memimpin langsung personelnya merespons peristiwa kebakaran yang terjadi di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 18.30 WITA.

Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto S.T.K., S.I.K., menjelaskan, kebakaran bermula saat pemilik kios sedang mengisi BBM jenis Pertamax dari jerigen ke tabung Pertamini menggunakan pompa sedot. Tanpa diduga, muncul percikan api dari pompa tersebut yang langsung menyambar bahan bakar di jerigen maupun tabung.

“Dalam hitungan detik api membesar dan menjalar ke seluruh kios. Bahkan dapur rumah makan yang berada tepat di samping kios ikut terbakar,” ungkap Kapolsek disela-sela memimpin evakuasi.

Melihat api semakin membesar, pemilik kios berusaha memadamkan kobaran api, namun justru terkena sambaran api pada bagian paha dan tangan. Warga sekitar yang melihat kejadian segera membantu melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran Kota Mataram tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.

“Personel kami yang tiba di lokasi fokus melakukan pengamanan area, memberi ruang bagi petugas Damkar, sekaligus mengatur arus lalu lintas karena posisi kios berada di jalur yang cukup padat,” jelas Kapolsek.

Kapolsek Sandubaya juga ikut mendampingi korban ke Puskesmas terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan korban yang mengalami luka bakar.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir cukup besar. Puluhan liter Pertamax ludes terbakar, kios Pertamini hangus, dan bagian dapur rumah makan mengalami kerusakan.

“Nilai kerugian masih dalam proses penghitungan, namun kerusakan materil dipastikan cukup signifikan,” tutup Kapolsek.

Gerak cepat Polsek Sandubaya dalam penanganan kebakaran ini mendapat apresiasi warga karena mampu membantu mengendalikan situasi sebelum api merembet lebih luas. (F3)

Ket. Foto:

Proses pemadaman api oleh Damkar Kota Mataram yang dikawal oleh Polsek Sandubaya. (Ist)