Beranda blog Halaman 242

Kecewa Yusril, Caleg Bercadar Asal Lombok Mundur dari PBB

HarianNusa.com – Seorang calon legislatif atau caleg bercadar di Mataram, Nusa Tenggara Barat mengundurkan diri dari Partai Bulan Bintang (PBB), lantaran PBB kini mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Perempuan bercadar bernama Baiq Riny Ariyani, memutuskan memundurkan diri lantaran Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra bergabung di kubu Jokowi. Menurutnya itu sangat menciderai hasil ijmak ulama yang justru mendukung pasangan Prabowo-Sandi.

“Saya tunduk pada ijma’ ulama, saya tunduk pada Habib Rizieq, tidak tunduk pada Yusril Ihza Mahendra,” ujarnya dihubungi, Senin, 4 Februari 2019.

Dia tidak sendiri, sedikitnya empat orang caleg PBB di Lombok, juga turut mundur dari PBB. Masing-masing dua caleg DPRD Kota Mataram, satu caleg DPRD Provinsi NTB dan satu caleg DPR RI.

Riny sebelumnya maju melalui PBB mencalonkan diri untuk DPRD Kota Mataram. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak memilih dirinya nanti dan mengarahkan pilihan pada calon lain.

“Saya minta masyarakat untuk mengarahkan pilihannya pada calon lain, karena percuma, saya telah mundur,” ucapnya.

Riny sebelumnya sempat viral karena dalam kertas suara, dirinya menggunakan cadar. Hanya terlihat matanya di balik cadar hitam yang dikenakan. (sat)

Baiq Rini, mantan caleg PBB
Baiq Rini, mantan caleg PBB

Usai Ditangkap, Dorfin Felix Dipindah Ke Kejati

HarianNusa.com – Tahanan kasus narkoba yang sempat melarikan diri dari Rutan Tahti Polda NTB, Dorfin Felix kini kasusnya sudah masuk tahap dua dan dilimpahkan ke Kejati NTB.

Setelah sempat melarikan diri selama sepuluh hari, akhirnya Dorfin Felix tersangka kasus narkotika jenis shabu seberat 2, 4 kg dengan nilai 3,2 miliar ini berhasil ditangkap oleh Reskrim Polres Lombok Utara di hutan Pusuk pada Jumat (1/2), sekitar pukul 21.30 WITA.

WNA asal Prancis itu hari ini, Senin (4/2) dibawa dengan pengawalan ketat Polda NTB menuju Kejaksaan Tinggi NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. I Komang Suarthana (HarianNusa.com/f3)

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Komang Suarthana mengatakan bahwa penangkapan DPO Dorfin merupakan kerja keras timnya dilapangan bersama masyarakat setempat.

Dikatakannya, meskipun sempat melarikan diri, Dorfin tetap dikenakan pasal yang sama sebelumnya.

“Dorfin tetap dikenakan pasal yang sama sebelumnya,” ungkapnya di Ruang Kerjanya Senin, (4/2).

Terkait keterlibatan orang dalam atas kaburnya Dorfin, Komang mengatakan bahwa menurut pemeriksaan tersangkanya sudah jelas.

“Dari hasil pemeriksaan tersangkanya kan sudah jelas Kompol Tuti,” ungkapnya.

Ia menampik adanya hubungan khusus antara tahanan (Dorfin) dengan tersangka (Tuti). Kaburnya Dorfin menurutnya murni karena kelalaian tersangka Tuti sebagai Kasubdit Pengamanan Tahanan Polda NTB.

“Ini murni kelalaian,” jelasnya. (f3)

Tahanan Kabur Ditangkap Polisi dan Pak Haji

HarianNusa.com – Tahanan narkoba asal Prancis, Dorfin Felix yang sempat kabur dari rumah tahan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, telah berhasil ditangkap polisi Jumat malam, 1 Februari 2019.

Dia ditangkap polisi di wilayah hutan Pusuk, Lombok Barat. Pelaku dalam kondisi lemah karena kelelahan dan belum makan saat 11 hari melarikan diri.

Kabid Humas Polda NTB Komisaris Besar Polisi Komang Suartana, mengatakan polisi berhasil menangkap pelaku dengan sebelumnya membagi tim menjadi tiga titik.

“Pada saat tim mobile bergerak, Kanit Resmob turun di tikungan Gunung Malang. Kemudian Bripka Mirsandi menyisir ke arah atas. Pada saat Bripka Mirsandi melihat pergerakan di atas bukit dengan kecepatan ringan mengendarai mobil melihat sosok seseorang turun dari atas,” ujarnya, Minggu, 3 Februari 2019.

Bripka Mirsandi mengikuti Dorfin Felix. Dia juga menghubungi Kasat dan Kanit yang berada di pos 1 dan 2.

Setelah cukup pas kondisi untuk penggerebekan, Bripka Mirsandi kemudian menyergap pelaku dengan posisi siap tembak.

“Tanpa menunggu lama langsung disergap oleh Bripka Mirsandi dengan posisi siap tembak dan dibantu salah seorang haji warga Pusuk untuk diborgol,” ungkapnya.

Bripka Mirsandi dan seorang warga yang belum diketahui namanya berhasil menangkap pelaku. Beruntung Dorfin Felix tidak melawan saat diringkus. Dia tidak mendapatkan tembakan dari polisi.

“Kami catat waktu penangkapan 21.30 Wita di hutan Pusuk,” terangnya. (sat)

Respon Kendala Percepatan Rehab Rekon di Lapangan, Kalak BPBD NTB Surati BRI

HarianNusa.com – Komitmen percepatan proses Rehab/Rekon Rumah Rusak Korban Gempa di NTB terus digenjot. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, terus melakukan berbagai langkah taktis dan strategis
dalam merespon kondisi yang berkembang di lapangan.

“Selain melakukan penguatan kapasitas dan kinerja fasilitator dengan berbagai monitoring, evaluasi dan supervisi, tujuh hari seminggu non stop. Kami juga terus melakukan pemangkasan birokrasi,” ujar HM. Rum, melalui siaran persnya, Minggu (03/2).

H. Moh. Rum kembali melakukan gebrakan. Jumat, (1/2), pihaknya mengirimkan surat permakluman, yang berkode penting, bernomor 360/144/BPBD.NTB/II/2019 kepada Kepala Cabang Utama BRI Mataram (yang mengcover wilayah kerja se-Provinsi NTB)

“Langkah tersebut kami lakukan, mengacu pada arahan Pak Gubernur yang tertuang dalam surat Keputusan Nomor 360-12 Tahun 2019 tentang Juknis Perceatan Rehab Rekon. Dan setelah memperhatikan progress data faktual dan kendala di lapangan. Intinya kita butuh Support System dari Bank BRI untuk mempercepat berbagai proses perbankan,” terang H.M. Rum.

Menurut Rum, banyak kendala dan keluhan yang diiventarisir oleh Tim Pengendali Kegiatan (TPK) BPBD Provinsi NTB, yang membawahi para fasilitator. Terutama terkait aktivitas timnya dengan pihak BRI. Karena itulah pihaknya menegaskan kepada pihak BRI untuk memproses/menindaklanjuti/memperhatikan setidaknya tujuh hal.

“Pertama, untuk persyaratan pembuatan rekening Kelompok Masyarakat (Pokmas) cukup hanya dengan melampirkan SK Kepala Desa/Lurah setempat tentang Susunan Pengurus Pokmas,” jelas Rum.

Kedua, pencairan Dana Siap Pakai (DSP) ke rekening Pokmas cukup dengan melampirkan satu lembar Surat Rekomendasi yang ditandatangani ketua Pokmas dan PPK BPBD Kota/Kab setempat. Tentu saja ada isian dalam surat rekomendasi itu yang harus diisi termasuk nama nomor rekening dan tanda tangan anggota Pokmas.

“Ketiga, untuk Korban yang Kepala Keluarganya (KK) telah meninggal dunia. Bantuan diserahkan ke satu orang Ahli Waris yang berhak, dengan cukup didasarkan Surat Keterangan Ahli Waris dari Kepala Desa/Kelurahan,” lanjut HM Rum.

Keempat, kata HM.Rum, Untuk KK yang telah menjadi TKI atau Keluar Negeri atau sedang sakit parah. Proses pembuatan rekening/pencairannya dapat dilanjutkan dengan didasarkan Surat Kuasa/Keterangan dari Kepala Desa/Lurah.

“Jadi kita berharap tidak ada lagi informasi atau temuan kami di lapangan. Dimana diwajibkan KK tersebut datang sendiri dari luar negeri atau dibopong dalam keadaan sakit parah untuk datang ke Bank BRI,” jelas Rum.

Kelima, lanjutnya, dalam hal terjadi kesalahan penulisan Nama yang tidak sesuai antara SK Bupati/Walikota dengan KTP Korban/By Name By Address. Sebelum keluarnya SK Revisi dari Walikota/Bupati, dapat diperbaiki dengan Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat. Sehingga tidak menghambat proses pencairan dana.

“Keenam, kami juga memita kepada pihak BRI untuk segera memproses lanjut transfer dari rekening KK ke rekening Pokmas. Tanpa harus menunggu pembagian buku tabungan di desa/kecamatan/daerah lain selesai. Termasuk tidak ada istilah pembatasan debet harian, seperti isu di KLU yang satu hari hanya boleh delapan Pokmas saja,” ingat HM Rum.

Ketujuh, dalam hal pihak BRI menemukan situasi/kondisi di lapangan yang dianggap tidak sesuai dengan Juklak maupun Juknis. Diminta kepada Pihak BRI segera berkoordinasi dengan pihak BNPB/Kemen PUPR/Pemda/BPBD setempat.

“Jadi kita berharap tidak ada lagi tindakan-tindakan atau ketidak pahaman mekanisme kerja dari pihak manapun, yang tergabung dalam Tim Percepatan Rehab/Rekon ini. Yang menghambat kinerja keseluruhan Tim. Sekali lagi, ini adalah tugas dan panggilan kemanusiaan. Sebuah kesempatan untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tutup HM Rum.

Surat tersebut ditembuskan kepada hampir semua pihak yang berkompeten, antara lain Kepala BNPB, Gubernur NTB, Staf Ahli Menteri PUPR, Danrem 162/Wirabhakti, Kadis Perkim NTB, Kadis PUPR NTB, TPK BPBD NTB, Kadis Perkim Kab./Kota, Kalak BPBD Kab/Kota, Korwil/Fasilitator, Kepala Cabang BRI Kab./Kota, Kedes/Lurah dan Pokmas terdampak. (f3)

Sukseskan Program Sergab, Kasdim Sumbawa Kunjungi SP3T Utan

0

HarianNusa.com – Kepala Staf Kodim 1607/Sumbawa Mayor Arh Huwairy, ST., bersama Pasiterdim Kapten Inf Robert P dan Pasandi Letda Inf Stevanus mengunjungi Sentra Pelayanan Pertanian Padi terpadu (SP3T) di Desa Sabedo Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Jumat (1/2) kemarin. Kunjungan ini untuk melihat dan mengecek langsung operasional SP3T.

Kunjungan kasdim 1607/Sumbawa bersama rombongan diterima Ketua SP3T Mustafa dan Sekertarinya Junaidin di lokasi SP3T.

Pada kesempatan tersebut Kasdim Sumbawa mengecek operasional Unit Penggilingan Padi (Stationer Rice Milling Unit/RMU) SP3T dan bertukar pikiran dengan pengurus SP3T Utan.

Dalam dialog tersebut, Mustapa menyampaikan kendala yang dihadapi SP3T pada saat musim gabah ataupun jagung.

“Kendala kami di lapangan yakni tidak memiliki gudang penyimpanan gabah sehingga tidak bisa menampung gabah dan jagung petani yang melakukan penggilingan di SP3T,” ungkap Mustapa.

Selain itu, sambungnya Mustapa, petani juga masih enggan menggiling padi dan jagung mereka di SP3T karena belum dilengkapi alat pemisah beras, butir dan batu kecil yang terdapat dalam padi ataupun jagung saat digiling.

Sementara Kasdim Sumbawa pada kesempatan tersebut menyampaikan kehadirannya dalam rangka mengecek operasional RMU dan Dryer serta peralatan lain yang telah didukung oleh kementerian pertanian.

Menurutnya, operasional SP3T belum maksimal karena masih banyak gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang menjual gabah dan jagungnya ke tengkulak yang bermodal besar dan masih banyak petani yang tidak mengetahui keberadaan SP3T.

“Minimnya informasi tentang keberadaan SP3T juga menjadi kendala sehingga operasionalnya tidak sesuai harapan,” kata huwairy.

Untuk memaksimalkan operasinal SP3T, lanjutnya, perlu dilakukan promosi secara terus menerus kepada Gapoktan di wilayah Kecamatan Utan, sehingga hasilnya juga bisa dirasakan oleh Gapoktan itu.

Terkait dengan kendala yang dihadapi pengurus SP3T, Kasdim Sumbawa memberikan bantuan pendampingan dany mengambil langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan operasional SP3T dengan harapan keberadaan SP3T bermanfaat bagi para petani dan memberikan nilai positif dalam membantu program pemerintah khususnya swasembada pangan. (f3)

Wagub Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana yang Dibuka Presiden RI

0

HarianNusa.com – Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) di Jatim Expo Surabaya Jawa Timur, Sabtu (02/02/19).

Kehadiran Wagub didampingi Kalak BPBD NTB Muhammad Rum, ST, MT, Kepala Bappeda NTB Ir. Ridwansyah, M.Sc dan Plt. Karo Humas dan Protokol NTB Najamuddin, S.Sos, M.M.

Rakornas instansi BNPB ini dinakhodai Letjen Doni Munardo dengan mengangkat tema ‘Jaga Alam Jaga Kita’ yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dalam arahannya, presiden meminta untuk dibuat sistem informasi bencana di setiap daerah.

“Masyarakat kita di Indonesia ini sebagian besarnya tinggal di daerah cincin api yang sewaktu-waktu dapat terjadi bencana. Untuk itu, sistem informasi bencana itu harus segera ada di setiap daerah supaya masyarakat lebih cepat mendapatkan informasi tentang kebencanaan,” papar Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Lebih lanjut, mantan Walikota Solo dua periode ini menjelaskan, bahwa perlu dilakukan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat supaya masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

“Saya pernah menonton video dimana, masyarakat Jepang dengan tenang menghadapi gempa yang menimpa mereka. Ketika alarm peringatan berbunyi, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri,” jelas Presiden.

Presiden juga mengungkapkan, saat terjadi bencana, hal yang masih sangat sulit untuk dimanage dengan baik menyangkut masalah koordinasi antar pihak-pihak terkait.

“Masalah koordinasi antar pihak terkait ini menjadi salah satu yang masih sangat sulit dilakukan manakala bencana sedang terjadi. Ke depan, ini harus benar-benar diperhatikan dengan baik dan serius untuk memudahkan penanganan saat terjadi bencana,” jelas Presiden.

(f3)

Di Lobar, Hanya Sepuluh Perumahan yang Dibantu PSU

HarianNusa.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja Fasilitas Rumah Umum, Kamis (31/1) kemarin mengunjungi lokasi bantuan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang dikucurkannya di Kabupaten Lombok Barat.

Kunjungan tim itu dipusatkan di Perumahan Muhajirin Asri 2 di Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Lombok Barat. Komplek perumahan tersebut adalah salah satu dari total 10 titik lokasi yang dibantu untuk PSU dari anggaran Kementerian.

Untuk tahun 2018 lalu, Lombok Barat memang hanya kebagian 10 lokasi dengan total nilai Rp. 4,1 milyar. Sedangkan untuk unit rumah, bantuan PSU itu mencakup 936 unit.

Menurut Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB Heri Susanto, SP., yang ikut menyambut kedatangan rombongan, kunjungan itu dilakukan oleh tim secara lengkap, yaitu dari unsur Kementerian PUPR, Bappenas, dan bahkan unsur Kemendagri.

Bantuan PSU untuk wilayah NTB, ujar Heri, mulai direalisasikan dari tahun 2016 sampai 2018 lalu. Untuk Lombok Barat sendiri, baru mulai di tahun 2018 berupa jalan lingkungan sepanjang 4.032 meter.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat H. Lalu Winengan mengemukakan, bantuan PSU ditujukan untuk rumah subsidi agar penghuninya bisa nyaman, leluasa dan tidak terganggu dengan jalan yang banjir, dan becek.

“Dalam akad pembelian rumah mereka, PSU itu dijamin ada,” tegas Winengan, Sabtu (2/2).

PSU yang dimaksud Winengan adalah drainase yang baik, jalan yang lebar yang sudah dirabat beton atau paving block.

“Untuk tahun 2019 ini, kita harap dan optimis akan dapat bantuan PSU lagi,” harap Winengan.

Sepuluh (10) perumahan yang mendapat PSU tahun 2018 lalu adalah Perumahan Amaris Green Hill Wadon, Muhajirin Asri 2, Royal Zam Zam 2, Griya Perembun Asri, Taman Ayu, Pesanggrahan Indah, Griya Reyan Indah, Citra Persada Dawung, Lentera Garden dan Perumahan Bhayangkara Residence. (f3)

Angkut Wisatawan China, Perahu Titanic Terbalik di Lombok

HarianNusa.com – Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 2 Februari 2019.

Perahu bernama Titanic Lombok rute Pelabuhan Tawun Lombok Barat menuju Gili Poh Lombok Barat terbalik akibat perahu tidak seimbang.

Humas Kantor SAR Mataram, Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan, kronologis terjadi pukul 12.15 Wita. Perahu tersebut mengangkut delapan orang, lima di antaranya wisatawan asal China.

“Para korban hendak pergi memancing dan semua duduk di kanan kapal. Kapal kemudian tidak seimbang dan terbalik,” ungkapnya di Mataram.

Beruntung seluruh korban dapat dievakuasi menggunakan perahu nelayan. Seluruh korban dalam kondisi selamat dan tidak mengalami cidera. Wisatawan juga telah kembali ke hotel. (sat)

62 Kasus DBD di Lobar Terbanyak di Kecamatan Kuripan

0

HarianNusa.com – Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid telah mengingatkan jajaran dan masyarakatnya untuk mengantisipasi wabah Demam Berdarah Dangue (DBD), dengan mengeluarkan Surat Edaran.

Surat Edaran itu ditujukannya kepada seluruh Kepala Desa dan Camat se Kabupaten Lombok Barat untuk segera melakukan pencegahan dan menangani kasus DBD secara cepat.

“Surat Edaran Bupati sudah dijalankan oleh Puskesmas dengan melakukan sosialisasi dan pogging,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, H. Racham Sahnan Putra di Ruang Kerjanya, Jum’at (1/2/2019).

Rahman mengaku, pihaknya dan semua Puskesmas harus mengambil tindakan segera dalam menangani DBD, baik melalui sosialisasi, pogging, dan penanganan kuratif berdasarkan standar operasional prosedur Puskesmas.

“Puskesmas kan sudah memiliki SOP sendiri dalam penanganan DBD,” tegas Rahman.

Menurut Dinas Kesehatan Lombok Barat, jumlah kasus DBD sampai saat ini mencapai 62 kasus.

“Di Kecamatan Kuripan yang paling banyak terkena DBD, jumlahnya 32 kasus, kemudian di Puskesmas Kediri ada 12 kasus, Puskemas Jembatan Kembar ada 6 kasus, Puskesmas Gunungsari 4 kasus, Puskesmas Dasan Tapen dan Gerung masing-masing 6 kasus dan di Puskesmas Labuapi ada 2 kasus. Sehingga kasus keseluruhan di Lombok Barat mencapai 62 kasus,” terang Rahman.

Rahman memastiksn, sampai saat ini dari 62 kasus itu semuanya sudah mendapat perawatan dan tidak ada yang meninggal. Untuk itu Rachman berharap agar masyarakat dan semua stekholder kesehatan bisa secara mandiri membersihkan tempat-tempat berkembangnya perindukan nyamuk, seperti kaleng, air gelas, dan bak kamar mandi.

“Jika tidak dilakukan maka nyamuk sebagai sumber penyakit DBD akan semakin berkembang dan akan ada korban-korban lain,” ujarnya

Namun menurut Rachman, kasus itu belum bisa disebut Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Masih bisa ditangani lah,” ujarnya.

Selain DBD, menurut Rachman, penyakit lain yang bersumber dari lingkungan adalah malaria. Namun pihaknya mengaku sudah menangani dengan memperkuat kerja sama dengan Unicef.

Dari 536 kasus malaria sejak ditetapkan sebagai KLB Kecamatan, pihaknya terus melakukan tindakan agar tidak terjadi penularan.

Target untuk tahun 2019 ini, aku Rachman, Kabupaten Lombok Barat harus mengeliminasi penyakit malaria sehingga menjadi nol kasus.

Selain malaria, penyakit lain akibat lingkungan yang kurang sehat adalah penyakit diare dan ispa. Namun Rahman mengaku Dinas Kesehatan pun bisa mengendalikannya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat berpartisipasi dengan mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Semua pihak harus terlibat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkas Rachman sambil meminta agar masyarakat segera memeriksakan diri di Puskesmas bila menemukan kasus-kasus penyakit menular seperti itu. (f3)

Resmikan Huntara Baznas di KLU, Wagub Minta Struktur Bangunan Harus Kuat

HarianNusa.Com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menghadiri peresmian Hunian Sementara (Huntara) dan Masjid Sementara (Mastara) Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Provinsi NTB, di dusun Telok Kodek Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Jumat (1/2/19).

Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu membuka sambutan dengan langsung meminta penguatan komitmen dari semua agar hunian yang dibangun harus kuat struktur bangunannya.

”Hunian tetap yang kita dirikan harus bagus dan kuat strukturnya, jangan sampai hunian tersebut hanya bagus luarnya saja, tetapi harus juga kuat dari dalam serta strukturnya’,” kata Wagub.

Ia melanjutkan agar semua dana bantuan yang telah diterima dapat segera digunakan.

“Semua bantuan yang telah diterima agar segera digunakan untuk membangun rumah hunian sementara, segera dibuatkan kelompok, kemudian tentukan rumah yang akan dibangun seperti apa, supaya cepat dibangun,” lanjut Ummi Rohmi.

Sebelum menutup sambutannya, Wagub menyampaikan harapannya agar pembangunan pasca gempa di NTB dapat berjalan lancar dan segera terealisasi 100 persen.

Kepala Dinas Pariwasata yang datang mewakili Bupati Lombok Utara mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi NTB terhadap masyarakat Lombok Utara dalam rangka bantuan serta pembangunan pasca gempa.

“Terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur serta seluruh pemerintah provinsi atas perhatiannya terhadap kami, khususnya masyarakat KLU dalam rangka pembangunan, serta program-program pasca gempa,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. TGH. Silamul Jihad S.Ag selaku ketua Baznas Provinsi NTB, menyampaikan ucapan terima kasih serta rasa syukur atas tercapainya program Baznas.

“Alhamdulilah, program Baznas telah banyak mencapai target bahkan melampaui, terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah mendukung program kami, sehingga dari tahun ke tahun kinerja kita bisa terus meningkat,” ujar TGH. Silamul Jihad.

Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug yang disaksikan langsung oleh warga dusun Telok Kodek desa Malaka kecamatan Pemenang.

Peresmian juga dihadiri oleh Ketua Baznas Provinsi dan Kabupaten beserta anggota pengurus, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Kepala Desa dan juga warga desa Malaka. (f3)