Beranda blog Halaman 254

Kuota Elpiji di Lombok Tak Merata, Pengusaha SPPBE Angkat Bicara

HarianNusa.com – Pembagian kuota distribusi gas elpiji (LPG) di Pulau Lombok diduga tak merata. Pertamina didesak meninjau kembali pola pembagian kuota elpiji tersebut.

Dugaan tidak merata dan tidak adilnya jatah kuota elpiji itu terungkap setelah Komisaris PT Dinamika Utama Karya (PT DUK), Ir H Bambang Muntoyo angkat bicara.

PT DUK merupakan perusahaan pengoperasi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Kayangan yang merupakan satu-satunya di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Jelas tidak merata dan tidak adil distribusi kuota yang diatur Pertamina,” tegas Bambang, Minggu (6/1) di Mataram.

Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan elpiji di Lombok Utara terestimasi mencapai 35 ton per hari.

Namun SPPBE Kayangan hanya mendapat jatah kuota 17 ton di tahun 2019 ini.

Hal itu membuat kebutuhan masyarakat Lombok Utara dipenuhi pasokan dari SPPBE yang ada di kabupaten lain terutama dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

Bambang memaparkan data 2019, Kota Mataram mendapat kuota harian 66 ton, Lombok Barat 54 ton dan 34 ton (dua lokasi SPPBE di Lobar), LombokTengah 53 ton, dan Lombok Timur 46 ton.

Padahal menurut Bambang, SPPBE milik PT DUK memiliki kapasitas mencapai 30 ton dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara secara mandiri.

“Ini yang membuat kami bertanya-tanya. Tahun 2018 kita dapat hanya 20 ton per hari, dan tahun ini justru turun 17 ton perhari,” katanya.

Ia mengatakan, alasan Pertamina Depo Ampenan bahwa kuota PT DUK turun lantaran SPPBE Kayangan terdampak gempa dan dalam masa perbaikan.

Namun, papar Bambang, segala kerusakan di SPPBE Kayangan sudah diperbaiki dan dibenahi.

Sejak 19 Desember 2018 lalu, SPPBE Jayangan juga sudah mulai beroperasi secara normal.

“Jadi alasan Pertamina kami duga sangat mengada-ada,” katanya.

Menurut Bambang, pihaknya sudah bersurat ke jajaran Pertamina pusat, terkait hal tersebut.

Ia mendesak adanya transparansi dan keadilan serta pemerataan jumlah kuota elpiji.

“Harusnya kan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah Kabupaten/Kota,” katanya.

Menurut dia, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar juga sudah bersurat ke Pertamina Depo Ampenan, terkait masalah ini. Namun belum ada respon dan belum ditanggapi.

Akibat tidak meratanya kuota elpiji itu, cukup banyak kuota jatah Kota Mataram dan Lombok Barat yang akhirnya masuk dan dipasarkan di Lombok Utara.

Hal ini bukan saja berpeluang mengganggu kestabilan harga elpiji di pasaran, tetapi membuat ancaman kelangkaan bisa terjadi kapan saja.

“Intinya kita minta Pertamina meninjau kembali pembagian kuota agar jangan seperti ini,” tegasnya. (sat)

Jawaban Pengusul Atas Pandangan Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Izin Usaha Perikanan dan Kelautan

0

HarianNusa.com – Terhadap Raperda tentang usaha kelautan dan perikanan, Pengusul melalui juru bicaranya, H. Burhanuddin mengatakan sangat

Gempa 3,9 Magnitudo Guncang Lombok Utara

HarianNusa.com – Gempa bumi bermagnitudo 3,9 mengguncang barat laut Lombok Utara, pukul 13.31 Wita, Sabtu 5 Januari 2019.

Masa Sidang 1 Tahun 2019, Dewan Setujui Empat Raperda Usul Prakarsa DPRD NTB

0

HarianNusa.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang Pertama Tahun 2019,

Space Iklan Belum Dibayar, Reklame Tsamara di Dompu Diturunkan

HarianNusa.com – Reklame bergambar Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany diturunkan pengelola space iklan di Dompu, Nusa Tenggara Barat

Gubernur DKI Jakarta Bantu 33,6 Miliar Bagi Korban Gempa di Lombok

HarianNusa.com – Gubernur DKI Jakarta, Pof. Anies Baswedan, Ph.D, melakukan kunjungan kerja ke NTB dalam rangka menyerahkan bantuan keuangan dan hibah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemda Kabupaten Lombok Utara dan Pemda Lombok Timur, Jumat (4/1/19).

Kedatangan Anies tersebut diterima Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah ditemani Bupati Lombok Utara, Dr. TGH. Nazmul Ahyar dan disambut antusias masyarakat Dusun Lendang Brore, Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung saat meninjau puluhan rumah yang sudah dibangun dengan menggunakan bahan baku bambu, menggunakan anggaran swadaya masyarakat, bantuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta lembaga yang bekerjasama dengan pemerintah, seperti Baznas.

Masyarakat tampak berebut bersalaman dengan kedua gubernur tersebut sembari menunjukkan rumah mereka yang sudah dibangun serta anggota keluarga lain yang rumahnya masih dalam tahap pembangunan.

Menurut Anies, saat ini masyarakan NTB, khususnya Lombok sudah mulai bangkit bergeliat, dan memulai babak baru. Ia mengatakan kebangkitan masyarakat Lombok adalah kebangkitan masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Anies menyampaikan bahwa hikmah tidak pernah datang di hari kemarin. Justru hikmah itu datang di hari esok. Sehingga, apa yang terjadi di NTB ini merupakan musibah yang pasti ada hikmahnya dari Allah SWT.

“Allah sedang merencanakan sesuatu yang tidak pernah kita ketahui,” ungkap Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.

Anies memotivasi masyarakat KLU untuk tetap tangguh menghadapi cobaan dan musibah tersebut. Menurutnya, meski gempa bumi meluluhlantakkan bangunan, namun tidak akan pernah menghancurkan semangat masyarakatnya. Bahkan gempa bumi justru menambah ketangguhan masyarakat NTB.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta itu juga menitipkan pesan kepada guru-guru di sekolah tersebut untuk selalu mendongeng. Sebab, dengan cara seperti itu akan memantik kecerdasan para siswa. Termasuk, pada puluhan tahun yang akan datang, anak-anak yang menuntut ilmu di sekolah tersebut akan menjadi pemimpin. Dan akan menceritakan kejadian gempa bumi kepada anak dan cucunya pada saat itu.

Sebelumnya, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Gubernur DKI Jakarta beserta seluruh rombongan yang telah berkenan mengunjungi NTB, khususnya di KLU sekaligus untuk menyerahkan bantuan.

“Selamat Datang Mas Anies, di rumahnya sendiri,” ungkap Gubernur Lulusan Inggris tersebut.

Bang Zul menjelaskan, ketika musibah gempa melanda NTB beberapa waktu lalu, sebenarnya masyarakat NTB belum siap secara mental. Sehingga katanya, masyarakat di daerah ini mengalami trauma yang sedikit lama. Namun, ketika musibah gempa yang lebih besar melanda daerah lain, seperti yang terjadi di Palu dan Donggala, seakan masyarakat NTB melupakan penderitaannya.

“Mereka mengumpulkan apa yang mereka punya, untuk kemudian mereka sumbangkan ke saudara-saudara kita di Palu,” jelas Gubernur seraya menyampaikan apa yang dilakukan oleh Gubernur DKI beserta masyarakatnya, yang memberikan bantuan, merupakan hal yang luar biasa.

Anies kemudian menyerahkan bantuan kepada kedua Pemkab di NTB itu. Pemprov DKI telah menganggarkan hibah dan bantuan keuangan kepada Pemda Lombok Timur dan Lombok Utara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Bantuan tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai berikut: 1. Lombok Utara Rp. 19.2 M untuk membangun 16 sekolah dari jenjang TK sampai SMP. 2. Lombok Timur Rp. 10 M untuk membangun sanitasi lingkungan, rehabilitasi sarana pendidikan dan normalisasi jaringan air bersih.

Melalui Baznas, DKI juga membangun 25 hunian sementara dan fasilitas MCK bagi warga desa Sigar Penjalin, Lombok Utara. Selain itu jajaran PNS DKI yang peduli telah mengumpulkan sumbangan sebesar Rp. 4.4 M untuk membangun SMP 2 Tanjung Mas, Lombok Utara dan fasilitas pendukungnya.⁣⁣⁣ (f3)

JR Optimis Melenggang ke Senayan

HarianNusa.com – Melihat semakin banyaknya dukungan masyarakat kepada dirinya, H. Johan Rosihan (JR Red) optimis melenggang ke Senayan

Angin Kencang, Kapal Penumpang Kandas di Perairan Lombok

HarianNusa.com –  Kapal penumpang KMP Kalebi yang berlayar dari Pelabuhan Kayangan Lombok menuju Pelabuhan Poto Tano Sumbawa kandas di perairan Lombok Timur,

Pemilihan BEM Unram Bentrok, Satu Dilarikan ke Rumah Sakit

HarianNusa.com – Dua kubu mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terlibat bentrokan, Kamis, 3 Januari 2019.

Peringati HAB Kemenag ke- 73, Ilham Ingatkan Tegakkan 5 Budaya Kerja

HarianNusa.com – Asisten 1 Setda Kabupaten Lombok Barat, H. Ilham pada saat Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag ke-73 di