More
    Beranda blog Halaman 28

    SMKN 1 Gerung Penuhi Kuota PPDB 2025, Jurusan Perhotelan dan Manajemen Perkantoran Jadi Favorit

    HarianNusa, Lombok Barat – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gerung kembali menjadi magnet bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd, mengungkapkan, bahwa pihaknya telah berhasil memenuhi kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanyak 396 siswa, sesuai target yang ditetapkan.

    “Kuota kita tahun ini sebanyak 11 kelas, masing-masing maksimal 36 siswa. Alhamdulillah sampai penutupan pendaftaran tanggal 17 Juli kemarin, tercatat sebanyak 478 orang mendaftar,” jelas Hj. Erni Zuhara, kepada HarianNusa.com saat ditemui di  Kantornya, Selasa, (22/7/2025).

    Tingginya animo calon siswa membuat beberapa jurusan langsung penuh di hari pertama pendaftaran, terutama pada dua jurusan yang menjadi favorit, yaitu Perhotelan dan Manajemen Perkantoran. 

    “Jurusan Perhotelan tercatat menerima 211 pendaftar, sementara Manajemen Perkantoran 171 pendaftar. Padahal kuota yang tersedia hanya satu kelas masing-masing,” ungkapnya.

    Secara keseluruhan, SMKN 1 Gerung memiliki 11 jurusan yang terbagi dalam dua bidang keahlian, yaitu: Bidang Pariwisata, dengan jurusan Perhotelan (3 kelas), Usaha Layanan Wisata (1 kelas), Kuliner (2 kelas). Untuk Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen seluruhnya sudah terpenuhi sebanyak 5 kelas dengan jumlah 36 siswa per kelas. 

    Sementara untuk jurusan Akuntansi, meskipun sempat kurang diminati, jurusan Akuntansi akhirnya berhasil mencapai target satu kelas penuh berkat proses pemindahan pendaftar dari jurusan favorit, dan jurusan lainnya yang seluruhnya telah terpenuhi masing-masing satu kelas.

    Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) resmi pada 24–26 Juli 2025, SMKN 1 Gerung telah menggelar kegiatan pra MPLS sejak tanggal Senin, (21/7). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan karakter dan pembinaan mental siswa baru dengan melibatkan aparat Koramil Gerung.

    “Tujuan kami membentuk disiplin sejak awal sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme pada siswa. Ini penting agar mereka tidak hanya unggul dalam keahlian tetapi juga memiliki sikap yang baik,” tegas Hj. Erni.

    Dengan terpenuhinya seluruh kuota dan antusiasme siswa yang tinggi, SMKN 1 Gerung siap mengawali tahun ajaran baru dengan semangat baru dan komitmen untuk mencetak lulusan yang terampil dan berkarakter. (F2)

    Ket. Foto:

    Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd. (HarianNusa)

    Dikbud Lobar: PIP SMP Tahun 2024  Capai 9.562 Siswa, Masyarakat Bisa Cek Mandiri Lewat Aplikasi “Sipintar”

    HarianNusa, Lombok Barat – Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SMP di Kabupaten Lombok Barat terus menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat  tahun 2024,  tercatat sebanyak 9.562 siswa telah menerima bantuan pendidikan ini.

    “Khusus PIP untuk jenjang SMP di Kabupaten Lombok Barat tahun 2024 sebanyak 9.562 siswa,” ungkap Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Lombok Barat yang diwakili  Lalu Riyanadi Saputra, Operator Bidang SMP, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Senin, (21/7).

    Ia juga menjelaskan, bahwa penerima PIP di Kabupaten Lombok Barat terus  mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. 

    “Misalnya jika tahun ini bertambah 1.000 siswa, maka pada tahun berikutnya potensi kenaikannya bisa mencapai 1.500 hingga 2.000 siswa,” jelasnya.

    Untuk data tahun 2025, pihaknya belum bisa memberikan informasi resmi lantaran Surat Keputusan (SK) terakhir untuk PIP masih dalam proses unggah dan baru akan dirilis paling lambat 31 Desember 2025.

    Terkait besaran dana PIP, Lalu Riyana menjelaskan bahwa untuk jenjang SMP, siswa menerima bantuan  sebesar Rp750.000, namun khusus untuk siswa kelas 9 semester genap dan kelas 7 semester gasal menerima sebesar Rp375.000 setiap bulannya.  

    Dana PIP ini diperuntukkan untuk membantu siswa dalam membiayai keperluan pendidikan pribadi, seperti:

    Membeli buku, alat tulis, dan seragam,

    Perlengkapan sekolah,Transportasi ke sekolah, Biaya kursus dan praktik tambahan, Biaya magang dan uang saku.

    Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi penerima PIP, pemerintah menyediakan layanan digital berbasis web melalui aplikasi SIPINTAR yang dapat diakses di http://pip.kemendikdasmen.go.id melalui ponsel.

    “Lewat aplikasi ini, masyarakat tidak perlu datang ke kantor dinas. Cukup masukkan NISN dan NIK siswa, semua informasi terkait PIP bisa langsung diakses. Aplikasi ini sudah berjalan sejak tahun 2020 dan sangat membantu,” jelasnya.

    Dengan adanya digitalisasi layanan seperti Sipintar, Dinas Dikbud Lombok Barat berharap masyarakat semakin mudah memantau hak pendidikan anak-anaknya, serta memastikan setiap siswa yang layak mendapatkan bantuan PIP bisa terus terfasilitasi. (F3)

    Ket. Foto:

    Gedung Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat. (HarianNusa)

    Fun Walk Penas, Bupati LAZ : Masyarakat Sehat dan UMKM Gembira

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus menunjukkan upaya kerja nyata dengan melakukan berbagai terobosan untuk mewujudkan Lombok Barat Maju, Mandiri dan berkeadilan. Salah satunya adalah kegiatan Fun Walk atau jalan sehat CFN yang dilaksanakan Ahad pagi di kawasan Jalur Penas, Gerung Kabupaten Lombok Barat. Fun Walk CFN edisi 20 Juli 2025 dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), para Kepala OPD, Ketua TP PKK Lobar Ayu Indra Rukmana, Camat Gerung, Camat Narmada serta ratusan masyarakat Lombok Barat.

    Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya kegiatan Fun Walk hari ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari pekan ke pekan, itu bisa terlihat dengan semakin banyaknya lapak pedagang yang memenuhi jalan Penas dan taman kota Gerung. 

    “Kegiatan Fun Walk atau jalan sehat ini kita lakukan dengan rute keliling di sekitaran komplek Kantor Bupati Lobar. Ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan sebagai momentum kebersamaan sekaligus pemberdayaan UMKM serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat Sehat dan UMKM Gembira,” ungkapnya.

    Lebih lanjut Bupati LAZ juga mengatakan, Fun Walk dan Car Free Nite (CFN) merupakan salah satu bagian dari upaya kerja nyata pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk mewujudkan keramaian kota Gerung. Ia memantau setiap minggunya, masyarakat semakin banyak yang hadir. Hal ini menandakan antusias masyarakat yang semakin tinggi, tentu ini sangat menggembirakan dan dampaknya terasa terhadap pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak dengan adanya UMKM lokal dan banyak pelaku usaha kuliner serta kerajinan yang meramaikan kegiatan ini. 

    “Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berjalan dan menjadi ruang produktif bagi masyarakat dengan perekonomian yang terus meningkat,” harapnya.

    Kegiatan Fun Walk diselenggarakan setiap akhir pekan tepatnya pada Ahad pagi setelah pada malam harinya digelar Car Free Nite (CFN). Dengan cuaca yang mendukung, kegiatan ini dirangkai dengan penampilan atraksi seni beladiri dari persatuan pencak silat boxer dan judo. Selain itu pada kegiatan ini juga diberikan berbagai doorprize menarik. CFN dan Fun Walk edisi ini Dinas Perhubungan, Satpol PP dan DPMD menjadi koordinator. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan meriah.

    (F2)

    Ket. Foto: Bupati LAZ membuka kegiatan fun walk CFN di Kota Gerung, Lombok Barat. (Ist)

    Harga Kuliner CFN Gerung Murah Meriah, Warga Kota Mataram dan Lombok Tengah Ikut Meramaikan

    HarianNusa, Lombok Barat – Gelaran Car Free Nite edisi Sabtu, 19 Juli 2025 Semakin Ramai dan Padat pengunjung. Kegiatan yang dilaksanakan di Kawasan Penas Kantor Bupati Lombok Barat ini dihadiri oleh Bupati Lobar H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Ketua TP PKK Lobar Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Bupati Bima, para Asisten, Kepala OPD dan masyarakat Lombok Barat dan Kabupaten Lainnya 

    Dalam sambutannya Bupati LAZ mengatakan kegiatan Car Free Nite (CFN) ini mendapat sambutan yang meriah dari seluruh masyarakat Lombok Barat. Menurutnya, ini adalah salah satu wujud kerja nyata Pemerintah Dalam memajukan Kota Gerung yang selama ini tidak ada aktivitas atau sepi. Menurutnya CFN ini menjadi wadah bagi UMKM untuk dapat memasarkan berbagai produk yang dihasilkan. 

    “Gelaran CFN ini adalah kerja nyata dan ikhtiar kita semua dalam memajukan kota Gerung. Tentu ini juga sebagai tempat bagi masyarakat untuk memperoleh hiburan dan kuliner yang telah berhasil menghidupkan UMKM di lobar,” ujarnya.

    Sementara Itu pengunjung CFN, Anisa yang berasal dari Kota Mataram mengatakan ia bersama teman temannya datang ke CFN ini untuk menikmati berbagai kuliner yang dijual oleh UMKM. Menurutnya harga kuliner di CFN ini terjangkau dan murah meriah. Hal inilah yang mendorongnya untuk bermalam Minggu ke CFN Gerung di wilayah Penas. “Harga kulinernya murah meriah namun rasanya luar biasa. Ini yang membuat kita dari Mataram kesini,” tuturnya. 

    Sementara itu Sri Ambarsari pengunjung dari Lombok Tengah mengatakan ia bersama keluarga setiap malam Minggu datang ke CFN. Kedatangan nya ke CFN bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati hiburan dan tari tari atraksi yang ditampilkan. Artis artis lokal yang ditampilkan di CFN ini sangat luar biasa dan ditonton dengan gratis. Sehingga ia dan keluarga menikmati CFN ini dengan gembira dan senang. Ia berharap agar sesekali CFN dapat mendatangkan artis Ibu Kota Jakarta seperti Lesti kejora, Arneta Julia, atau Nurma Paejah. “Kita bisa nonton artis lokal dengan gratis sambil menikmati kuliner UMKM yang harganya sangat terjangkau. Kami berterima kasih kepada Pemda Lobar,” ujarnya.

    Dalam acara CFN ini juga diserahkan piagam penghargaan kepada kepada para kepala desa yang telah dinyatakan sebagai desa mandiri. Menurut Bupati, semakin banyak desa yang mandiri itu menandakan bahwa proses pembangunan di desa telah tumbuh dengan baik. Dalam CFN ini juga disampaikan presentasi tentang Fornas  dimana Lombok Barat dan Pemuda Pelopor NTB. Kegiatan Fornas ini nantinya akan dilaksanakan di bencingah agung dan lapangan kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. 

    Pada kegiatan Car Free Nite (CFN) edisi kali ini Satuan Pol. PP, Dinas Perhubungan dan Dinas PMD menjadi koordinator dalam kegiatan ini. (F/Kom)

    Ket. Foto:

    Suasana car Free Night Kabupaten Lombok Barat. ( Ist)

    Bupati LAZ Semprot Investor Marina Bay, Dianggap Tidak Serius

    HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara tegas menyemprot Investor Marina Bay karena terlalu banyak janji daripada bukti. Hal tersebut terjadi saat rapat atau ekspose bersama Investor Marina Bay di ruang kerja Bupati Lombok Barat, Jumat, 19 Juli 2025. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati LAZ, Asisten II Setda Lobar, Kepala OPD, Camat Sekotong, Kepala Desa Buwun Mas dan Investor Marina Bay..

    Dalam kesempatan tersebut Bupati LAZ mengatakan, pihaknya sangat terbuka dengan investasi dari semua pihak. Hal ini sebagai upaya untuk memajukan pariwisata Lombok Barat. Karenanya ia menghadirkan Asisten II, para kepala dinas, Kepala BPN, Camat Sekotong dan Kepala Desa Buwun Emas saat ekspos. Namun ia kecewa karena pihak investor yang sudah promosi mendirikan kawasan wisata dengan luas kurang lebih 150 hektar namun ternyata mengurus izin oss perizinan dengan luas hanya 1,7 hektar. 

    “Hal ini kan tidak jelas, Informasi yang disampaikan di ekspos akan membangun kawasan ratusan hektar tapi ternyata izin yang diurus hanya 1,7 hektar. Ini kan tidak jelas dan hanya memberikan angin surga dan janji janji saja,” ujarnya.

    Bupati LAZ tegas mengatakan bahwa ia tidak suka apabila investor hanya Janji dan tidak melakukan pembangunan dengan serius. Hal tersebut akan merugikan daerah karena tidak ada PAD yang dihasilkan. Menurutnya apabila investor Marina bay serius ia meminta Marina bay membuktikannya dengan segera mengurus izin lahan yang sudah dikuasai seluas 10 hektar dan segera membayar BPHTB ke daerah untuk balik nama lahan tersebut. Hal itu sebagai bukti kesungguhan dan agar memiliki manfaat bagi peningkatan pendapatan daerah melalui BPHTP. 

    “Silahkan buktikan komitmen dengan mengurus izin tanah yang dikuasi dan segera urus BPHTB nya agar ada pemasukan bagi daerah. Ini kan sangat tidak jelas dan saya khawatir akan sama dengan investor akan dan akan tapi tidak ada aksi nyata,” ujarnya.

    Lebih lanjut Bupati LAZ mengatakan Lombok Barat sangat terbuka dan serius terhadap investor. Hal tersebut diperlihatkan dengan dihadirkannya semua tim perizinan secara lengkap termasuk dari pihak BPN. Hal ini agar ada kejelasan atas iklim investasi. Ia mengatakan apabila investasinya jelas dan dapat dilaksanakan ia bahkan mengatakan izin akan keluar dalam waktu 3 hingga 4 hari tentu dengan tetap mengacu pada aturan perundang undangan. 

    Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Hery Ramadhan mengatakan, investor ini mengurus izin seluas 1,7 hektar. Hal ini sangat jauh dengan publikasi dan promosi yang dikeluarkan yaitu akan membangun di lahan seluas 150 hektar. Bahkan ia melihat pihak investor sudah melakukan promosi penjualan melalui situs atau web. Hal ini tentu sangat tidak tepat karena hanya mengurus izin 1,7 hektar tetap yang dipasarkan lebih dari itu. Ia juga mengatakan adanya pembelian lahan dan pengurusan balik nama akan memberikan manfaat bagi daerah melalui BPHTB. Ia meminta kalau investor serius silahkan mengurus izin segera dengan luas yang sesuai.

    “Janggal juga melihat kondisi ini. Promisinya ratusan hektar tapi izin Oss yang diurus hanya 1,7 hektar. Ini kan sangat tidak jelas dan kami harapkan dapat segera mengurus izin ulang sesuai luasan,” ujarnya. 

    Perwakilan investor Marina bay, Jaques Marbun,  menegaskan pihaknya serius dalam berinvestasi. Ia mengatakan total lahan yang diperlukan untuk kawasan Marina bay ini kurang lebih 150 Hektar. Semuanya sudah berproses secara bertahap sesuai dengan kajian konsultan. Untuk fase pihaknya telah memasarkan villa seluas 1,7. Selain itu pihaknya juga telah membeli lahan seluas 10 hektar milik warga. Hal ini telah berproses dengan skema pembayaran yang disepakati. 

    “Kawasan ini membutuhkan lahan seluas 150 hektar. Kami menyelesaikannya secara bertahap berdasarkan skema yang disepakati. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk mewujudkan kawasan ini. Untuk fase pertama villa yang kita sudah pasarkan seluas 1,7 hektar,” ujarnya.

    Dunia Properti dan pariwisata Indonesia dihebohkan dengan promosi Marina Bay yang akan membangun properti Kelas Dunia di Kawasan Selatan Lombok Tepatnya Sekotong. Investor di kawasan yang berada di pesisir pantai selatan Lombok Barat ini diperkirakan akan berinvestasi sebesar kurang lebih 90 Triliun. Hal tentu menjadi harapan namun serah dilakukan ekspos oleh investor ternyata tidak seperti yang dipromosikan dan disampaikan. (F2)

    Ket. Foto: Bupati LAZ saat memimpin rapat dengan para investor. (Ist)

    KAGAMA dan PMI NTB Berikan Pelayanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Warga Terdampak Banjir 

    HarianNusa, Mataram – Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB, menggelar pelayanan kesehatan dan trauma healing gratis pada warga terdampak banjir di Karang Kemong, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. 

    Aksi yang berlangsung sejak Minggu (13/7) hingga Rabu (16/7) itu, dilakukan sebagai respon cepat pasca hasil asesmen PMI NTB dan pemda setempat yang menunjukkan bahwa Karang Kemong merupakan salah satu dari empat lingkungan terdampak banjir terparah di kawasan Cakranegara, Kota Mataram.

    Ratusan warga terlihat antusias dan  berbondong-bondong mendatangi lokasi pemeriksaan kesehatan gratis. 

    Mereka  menyambut baik dan memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis yang disediakan oleh Kagama NTB dan PMI setempat. 

    Demikian pula dengan anak-anak korban banjir  tersebut, mereka menyambut hangat tim yang datang menghibur.

    Ketua Harian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, mengatakan  sebanyak 73 pasien mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan hingga konsultasi medis.

    Sementara, 100 lebih anak-anak korban banjir di Karang Kemong juga mendapatkan trauma healing dari tim medis.

    Sebab, aspek psikologis perlu menjadi perhatian sejak awal guna mencegah dampak jangka panjang terhadap korban.

    “Banyak reaksi emosi psikologis yang muncul. Seringkali orang mengalami shock atau kaget, dan hal ini perlu segera ditangani,” ujar Dokter Eka, panggilan akrabnya, pada Jumat 18 Juli 2025. 

    Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang juga Pengurus PMI NTB ini menegaskan, pihaknya terus berkomitmen untuk hadir dalam situasi darurat dan bencana, dengan mengedepankan nilai solidaritas, profesionalisme, dan kebermanfaatan. 

    “Yang utama, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan alumni UGM untuk Indonesia yang tangguh dan berdaya,” tegas Dokter Eka. 

    Lebih lanjut dikatakannya, adanya layanan kesehatan dan trauma healing ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban banjir di ibukota Provinsi NTB.

    Apalagi, katanya, para petugas kesehatan yang terlatih dengan sabar memberikan pelayanan terbaik kepada setiap warga yang datang. 

    Dokter Eka menjelaskan, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, KAGAMA NTB dan PMI NTB membuktikan bahwa alumni dan relawan dapat menjadi garda terdepan dalam pemulihan pascabencana.

    “Dan tentu, ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak,” ucap Dokter Eka. 

    Sebagian besar warga korban banjir yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Umumnya, mengeluhkan gangguan kesehatan seperti gatal-gatal, tekanan darah tinggi akibat kelelahan fisik dan batuk pilek.

    Karena itu, Tim medis pun tak lupa memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

    “Semoga, pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada korban banjir ini dilakukan dengan harapan penyakit-penyakit yang timbul pasca bencana banjir dapat dicegah dan diobati. Serta, anak-anak bisa kembali lebih rileks dan ceria guna menghilangkan rasa traumatik yang dialami,” jelas Dokter Eka. 

    Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa juga akan digelar pada Minggu depan. Namun PMI akan bekerjasama  dengan IKAMEDICA UNDIP. 

    “Untuk lokasi berikutnya yang kita sasar, yakni di Musholla  Darmayu, Majeluk, Kecamatan Mataram,” ungkap Dokter Eka. 

    Sementara itu, salah seorang warga Karang Kemong, Supriyadi mengapresiasi langkah cepat tim medis dalam membantu warga terdampak banjir. Menurutnya, hal ini sangat membantu. 

    “Alhamdulillah, kami bersyukur dan sangat berterima kasih pada PMI atas pengobatan yang diberikan. Maka jangan heran, jika warga tiap hari selalu ramai yang datang ke Pos Pelayanan Kesehatan PMI karena sangat membantu kami yang terdampak banjir,” ungkapnya. (F3)

    Ket. Foto:

    Masyarakat terdampak banjir tampak antusias memeriksakan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis Kagama NTB dan PMI NTB. (Ist)

    Jadi Tuan Rumah, ASN Lobar Diminta Sukseskan FORNAS VIII

    HarianNusa, Lombok Barat – Kabupaten Lombok Barat akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Nasional (Fornas) yang akan diselenggarakan mulai tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dimana  Lobar akan menjadi tuan rumah untuk 5 cabang olahraga. Lokasi atau venuenya berada di Bencingah Agung dan lapangan kantor Bupati Lobar. 

    “Kita akan menjadi tuan rumah untuk 5 cabor. tentu kami minta semua ASN untuk dapat mensukseskan penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat (Kab. Lobar) H. Ilham saat memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di Loby Kantor Bupati Lombok Barat, pada Selasa (16/7/2025) pagi. Apel Pagi juga diikuti oleh para Asisten kabag lingkup Pemkab Lobar.

    Dalam kesempatan itu Ilham meminta semua pihak untuk dapat berkolaborasi dan bekerjasama meramaikan even ini. Ia berharap even ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pendapatan daerah Kabupaten Lombok Barat. Untuk itu semua ASN diminta agar  bisa menjaga citra daerah dengan menjadi tuan rumah Fornas yang ramah dan berkesan. 

    “Diperkirakan sekitar 15 ribu orang yang akan datang mengikuti Fornas ini. Jadi saya minta jadilah tuan rumah yang baik dan berikan kesan positif,” ujarnya.

    Ilham juga  meminta ASN untuk menunda dulu liburan ke Hotel-hotel di wilayah kabupaten Lombok Barat untuk memastikan ketersediaan penginapan bagi peserta festival, karena semua hotel di Lombok Barat diperkirakan akan habis dibooking oleh peserta Fornas. (F2)

    Ket. Foto: Kegiatan apel pagi di Loby kantor bupati Lombok Barat. (Ist)

    Gali Potensi PAD Baru dari Pelabuhan, Bupati LAZ Studi Banding ke Jatim

    HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ),  terus melakukan kerja nyata dalam mencari sumber anggaran untuk pembangunan Lombok Barat. Setelah berhasil mencari terobosan anggaran ke Pemerintah Pusat, kini Bupati LAZ bergerak untuk mencari sumber potensi PAD baru bagi Lombok Barat. Hal tersebut dilakukan dengan melaksanakan studi banding ke Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur, Rabu, 16 Juli 2025 di Aula Dinas Perhubungan Jatim.

    Hadir dalam studi banding ini Bupati LAZ, Asisten II Setda Lobar Akhmad Saikhu, Kadis Perhubungan Lobar Baiq Yeni S Ekawati, Sekdis Perhubungan, Kabag Prokopim dan Kabid Litbang Renbang Bappeda. Sementara dari Dinas Perhubungan Jawa Timur hadir Kepala Dinas Perhubungan Jatim Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T bersama jajarannya.

    Bupati LAZ mengatakan, studi banding ini untum mempelajari kemungkinan penarikan Pajak atau retribusi dari pelabuhan terutama di Pelindo dan ASDP Lembar. Ia mengatakan hal ini sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam mencari dan menggali potensi potensi yang ada agar dapat dijadikan sumber PAD. Bupati yang juga ketua DPW PAN NTB ini mengatakan Pemerintah Daerah harus bekerja keras menggali dan memetakan sumber PAD agar Lombok Barat memiliki anggaran untuk melaksanakan pembangunan. 

    “Kita harus serius dan kerja keras menggali dan memetakan berbagai potensi PAD agar kita memiliki sumber anggaran yang memadai untuk membangun,” ujarnya.

    Bupati LAZ mengatakan, dari studi banding ini banyak hal yang diperoleh Lombok Barat dalam upaya menggali sumber atau potensi PAD di pelabuhan. Lebih lanjut Bupati LAZ menyampaikan, apabila Lombok Barat dapat menerapkan atau mencontoh apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur dalam menggali PAD di pelabuhan, ia optimis Kabupaten Lombok Barat dapat meningkatkan PAD hingga kurang lebih 10 persen. Hal ini tentu membutuhkan keseriusan dan konsistensi dalam pelaksanaannya. 

    “Banyak yang bagus menjadi sumber PAD baru bagi Lombok Barat seperti yang kita dapatkan di Jatim ini Semoga dapat diterapkan  di Lobar agar PAD Lobar terus meningkat,” terangnya. 

    Berbagai upaya yang dilakukan oleh Bupati LAZ dan Wakil Bupati UNA sebagai bentuk kerja nyata dalam mewujudkan Lombok Barat yang Maju, Mandiri dan Berkeadilan dengan program utama sejahtera dari desa. (F3)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat, H.Lalu Ahmad Zaini bersama Kepala Dinas Perhubungan Jatim Dr. Ir. Nyono. (Ist)

    Dinsos Lobar dan HARSA NTB Jemput Bola, Bantu Lansia Tak Tersentuh BPJS 

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan organisasi Harmoni Sahabat (HARSA) NTB bergerak cepat membantu Nenek Keli, lansia 90 tahun di Dusun Jatisela, Gunungsari, yang telah tiga tahun lumpuh total dan luput dari bantuan sosial, termasuk BPJS Kesehatan.

    Kepala Dinsos Lombok Barat HK Lalu Winengan bersama Ketua HARSA NTB Lalu Muhammad Saleh, pada Selasa, (15/7) langsung mendatangi  Nenek Keli di kediamannya. Kondisi Nenek Keli yang terbaring di kamar sempit dan tanpa akses kesehatan menggerakkan hati mereka.

    “Kalau ada lansia seperti ini, tugas pemerintah adalah datang, lihat langsung, dan segera cari solusi,” tegas Lalu Winengan. Ia berjanji akan segera mengurus BPJS Kesehatan Nenek Keli dan memasukkannya ke program pemberian makanan dua kali sehari dari Kementerian Sosial untuk lansia di atas 70 tahun yang hidup sendiri.

     Di Lombok Barat, sudah ada 150 lansia yang menerima bantuan makanan bergizi ini, disinergikan dengan dapur umum Dinsos.Winengan juga meminta HARSA untuk membantu identifikasi lansia dengan kondisi serupa agar bisa segera diproses. Dalam kunjungan tersebut, Nenek Keli menerima bantuan makanan, kebutuhan dasar, kasur, pakaian tidur, dan perlengkapan pribadi. Ia tampak haru hingga meneteskan air mata. 

    Dinsos Lobar juga berencana menjalin komunikasi dengan Kominfo RI untuk mengintensifkan sosialisasi gizi dan hak-hak lansia. “Perhatian kepada disabilitas dan lansia seperti ini perlu terus digerakkan bersama,” ujar Winengan, mengapresiasi peran HARSA NTB.

    Program “Dinsos dan HARSA Menyapa Jompo” menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat sipil dalam menghadirkan layanan sosial hingga ke pelosok, memastikan lansia dan disabilitas mendapatkan perhatian dan hak dasar mereka. (F3)

    Ket Foto:

    Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, HK. Lalu Winengan mengunjungi Nenek Keli di kamarnya yang sempit. (Ist)

    Praktik Curang Minyak Goreng Dibongkar Polisi, Satu Pemilik Toko Diamankan Polresta Mataram 

    HarianNusa, Mataram –  Praktik curang dalam bisnis penjualan minyak goreng bermerek “Minyak Kita” yang tidak sesuai dengan takaran sebagaimana tertera di label kemasan akhirnya berhasil dibongkar oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter)

    Dalam kasus ini, seorang pria berinisial INPA, warga Cakranegara Selatan, Kota Mataram, diamankan bersama sejumlah barang bukti dari gudangnya yang berada di wilayah Babakan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

     “Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan isi minyak goreng kemasan 2 liter yang dibeli tidak sesuai dengan volume sebenarnya. Dugaan pelanggaran ini kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh tim Tipidter,” ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Rabu (16/07/2025).

    Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, S.Tr.K., S.I.K., menambahkan dari hasil penyelidikan yang dimulai sejak akhir April 2025, pihaknya menemukan bahwa minyak goreng dalam kemasan 2 liter produksi CV. PJK ternyata hanya berisi kurang dari yang tercantum pada label.

     “Kami uji beberapa sampel di Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan hasilnya memang tidak sesuai. Ini jelas melanggar ketentuan perlindungan konsumen,” tegas Regi.

    Dalam penggerebekan di gudang milik terduga, polisi menyita barang bukti berupa: 568 kemasan Minyak Kita ukuran 2 liter, 6 jerigen ukuran 5 liter, Nota pembelian dari sejumlah toko pengecer, Timbangan digital, Mesin pengisi minyak goreng,Tanki stainless, Dan 2 unit mobil box yang digunakan untuk mengedarkan produk ke berbagai wilayah di Pulau Lombok.

    INPA mengaku memproduksi dan mengemas minyak goreng dengan label resmi “Minyak Kita” lalu mendistribusikannya ke pasar dan toko-toko pengecer. Namun, volume minyak dalam kemasan tidak sesuai dengan takaran 2 atau 5 liter seperti yang tertera di label.

    Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp2 miliar.

     “Kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk apakah ada keterlibatan pihak lain dan seberapa luas distribusi produk ini. Kami tegaskan, praktik-praktik curang yang merugikan konsumen akan kami tindak tegas,” pungkas AKP Regi.

    Praktek curang seperti ini tentunya berdampak merugikan konsumen. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengusaha wajib jujur dalam menjalankan bisnis, terutama ketika menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. (F3)

    Ket. Foto:

    Kegiatan konferensi pers dan penggerebekan di gudang milik INPA di Babakan Sandubaya oleh Polresta Mataram. (Ist)

    error: Content is protected !!