More
    Beranda blog Halaman 29

    PLN Pastikan Keandalan Listrik untuk Festival Pesona Dana Mbojo, Wujud Nyata Komitmen “Listrik untuk Rakyat”

    HarianNusa, Bima — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan keandalan pasokan listrik selama penyelenggaraan Festival Pesona Dana Mbojo yang digelar pada 10–12 Juli 2025 di Halaman Kantor Bupati Bima. Festival tahunan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Bima ke-385 dan mengusung tema “Dana Mbojo Menyapa – Dari Bima untuk Indonesia.”

    Ribuan pengunjung memadati area festival yang diramaikan dengan pertunjukan seni budaya dan pameran UMKM lokal. Acara juga dihadiri oleh Bupati Bima Ady Mahyudi dan unsur Forkopimda, menegaskan posisi strategis festival ini sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat.

    PLN hadir dalam memastikan keandalan pasokan listrik pada seluruh rangkaian kegiatan. Melalui PLN UP3 Bima dan ULP Woha, PLN menyiagakan Unit Gardu Bergerak (UGB) berkapasitas 250 kVA dan satu unit genset mobile 100 kVA sebagai sistem cadangan. Namun, selama tiga hari pelaksanaan, seluruh kegiatan berhasil dilayani dengan pasokan utama tanpa gangguan.

    “Keandalan listrik dalam acara ini menjadi bukti komitmen PLN untuk hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat. Bukan hanya untuk industri dan rumah tangga, tetapi juga untuk ruang-ruang budaya, ekonomi lokal, dan kebersamaan rakyat,” ungkap General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti.

    Sri Heny menegaskan bahwa semangat besar Listrik untuk Rakyat yang diusung PLN bukan sekadar slogan. “Kami memastikan energi tidak hanya mengalir ke rumah, tapi juga menghidupkan harapan, budaya, dan pertumbuhan ekonomi di daerah. Festival ini mencerminkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan PLN dalam menciptakan kemajuan yang berbasis nilai-nilai lokal,” ujarnya.

    Guna menjaga keandalan pasokan, tim teknis PLN UP3 Bima diterjunkan secara langsung di lokasi untuk memantau sistem secara real-time dan memastikan setiap instalasi listrik beroperasi optimal. Tidak tercatat adanya lonjakan beban signifikan selama festival, namun pengamanan dilakukan menyeluruh pada titik-titik vital seperti panggung utama dan zona UMKM.

    Manager PLN UP3 Bima, Syaiful Hannan, menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan kelistrikan ini merupakan hasil dari perencanaan teknis yang matang dan koordinasi intensif antarunit. “Kami siaga penuh untuk memastikan acara berjalan lancar. Ini adalah bentuk tanggung jawab PLN sebagai mitra strategis masyarakat Bima,” ujarnya.

    Selain dukungan teknis, PLN juga membuka booth edukasi di area festival yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan layanan digital seperti PLN Mobile, pemakaian listrik aman, serta transisi menuju energi bersih. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk terus memperkuat literasi kelistrikan masyarakat.

    Festival Pesona Dana Mbojo tidak hanya menjadi panggung perayaan budaya, tetapi juga ruang kolaborasi antara masyarakat dan penyedia layanan publik. PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa sebagai bagian dari misi besar PLN menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. (F*)

    Ket. Foto: Petugas  PLN memastikan kelancaran listrik selama gelaran Festival Pesona Dana Mbojo. (Ist)

    PLN Hadirkan Listrik untuk Rakyat, Dukung Eco School Lentera Intergeneration di Lombok Timur

    HarianNusa, Lombok Timur – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) terus memperluas peran sosialnya dalam menghadirkan energi yang tidak hanya mengalir ke rumah, tetapi juga menghidupkan harapan dan masa depan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN NTB memberikan dukungan terhadap Eco School Lentera Intergeneration, sebuah sekolah komunitas inklusif lintas generasi yang berlokasi di Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

    Dalam kolaborasi ini, PLN NTB mendukung pembangunan ruang belajar yang aman dan layak bagi seluruh usia, membangun fasilitas pendukung, serta memberikan 20 unit mesin jahit sebagai sarana pelatihan keterampilan. Energi yang dihadirkan tidak hanya menyalakan lampu, tapi juga menyalakan semangat para lansia, anak-anak, dan kader komunitas untuk tumbuh dan belajar bersama dalam lingkungan yang hangat dan inklusif.

    “PLN percaya bahwa listrik bukan sekadar teknis, melainkan energi sosial yang mampu menggerakkan perubahan. Dukungan kami terhadap Eco School Lentera adalah wujud dari komitmen ‘Listrik untuk Rakyat’, yang memberi dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIW NTB.

    Sejak awal tahun 2025, Eco School Lentera Intergeneration telah menjadi tempat tumbuh bersama bagi lebih dari 300 orang, terdiri dari 170 lansia, 110 anak usia dini, serta puluhan kader komunitas lokal. Sekolah ini dirancang sebagai ruang aman untuk semua generasi, tempat mereka saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan.

    Ragam kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan menjahit, home visit, pemeriksaan kesehatan, hingga Festival Lansia untuk kelompok usia lanjut. Anak-anak belajar melalui pendekatan humanis seperti pendidikan karakter dan edukasi lingkungan. Sementara itu, kader komunitas mengikuti pelatihan komunikasi antar pribadi, keterampilan tanggap darurat, hingga diskusi program kerelawanan.

    Papuq Odah (78 tahun), salah satu lansia peserta pelatihan, mengungkapkan rasa syukurnya, “Saya merasa senang disini. Belajar menjahit di usia ini memberi semangat baru, Terima kasih PLN”

    Eco School Lentera dirancang untuk tumbuh secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas lembaga. Lombok Eco International Connection hadir sebagai penyusun kurikulum dan pelaksana program di lapangan, bersama Komunitas Rumah Senja yang aktif mengorganisir kegiatan lansia di Desa Jenggik. Dukungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Lombok Timur, serta berbagai organisasi non-profit, turut memperkuat penyelenggaraan program agar berjalan konsisten dan berdaya guna.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap listrik dari PLN bukan hanya menyalakan ruangan, tetapi juga menyalakan semangat hidup masyarakat. Ketika listrik menghidupkan kegiatan produktif seperti menjahit, belajar, dan berdiskusi, di situlah nilai sosial energi benar-benar dirasakan,” lanjut Sri Heny.

    Eco School Lentera menjadi bagian dari komitmen jangka panjang PLN dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memperkuat peran komunitas. Setelah sebelumnya menghadirkan Eco School Amani di Lombok Barat pada Desember 2022, yang fokus pada pemberdayaan difabel melalui pendekatan edukasi yang inklusif, PLN juga menghadirkan pendekatan serupa di Lombok Timur dengan menyasar kelompok rentan lainnya seperti lansia dan anak-anak.  Kedua sekolah ini menunjukkan bahwa konsep Eco School dapat diterapkan secara fleksibel dan kontekstual, sesuai kebutuhan komunitas lokal. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan energi dan kepedulian, kita bisa membangun masa depan yang lebih inklusif. PLN akan terus hadir untuk mendukung langkah-langkah baik seperti ini,” pungkas Sri Heny. (F3)

    Ket. Foto:

    Melalu Eco School Lentera PLN memberikan pelatihan bagi lansia di Lombok Timur. (Ist)

    Wabup UNA Ajak Baznas Lobar Kelola Zakat Secara Profesional untuk Turunkan Kemiskinan

    HarianNusa, Lombok Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Barat harus mengelola Zakat, Infaq dan Sedekah dengan profesional, akuntabel dan Transparan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj.Nurul Adha (UNA) dalam kegiatan Sosialisasi Zakat, Infaq dan Sedekah Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Baznas, Senin (14/07/2025). Hadiri dalam kegiatan ini Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha (UNA), Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat TGH Taisir Al Azhar beserta komisioner BAZNAS lainnya, Kepala dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Camat, Bendahara OPD, Instansi vertikal dan SMP Se Kabupaten Lombok Barat.

    Dalam sambutannya Wakil Bupati Lombok Barat Hj.Nurul Adha (UNA) mengatakan Zakat, Infaq dan Shadaqah merupakan pilar penting dalam kehidupan umat Islam. Ia mengatakan Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu sesama dan mencapai kesejahteraan bersama. Karenanya ia meminta agar Baznas Lovar dapat mengelola Zakat, infaq dan shadaqah dengan profesional, akuntabel dan transparan. 

    “Baznas harus mengelola Zakat, infaq dan Shadaqah (ZIS) secara Profesional dan akuntabel agar masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi sehingga dengan sendirinya tergerak untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas Lobar,” ujarnya.

    Wabup UNA lebih lanjut mengatakan kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang peran dan fungsi ZIS. Selain itu diharapkan juga dapat mengimplementasikan pengelolaan Zakat Infaq dan Shadaqah secara efektif dan efisien, sehingga manfaatnya di rasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia meminta agar Baznas dapat menghimpun ZIS lebih luas lagi atau tidak hanya menyasar ASN namun dapat diperluas lagi ke pengusaha atau perusahaan swasta di Lobar. Hal ini agar ZIS dapat mengurangi angka kemiskinan di Lobar. 

    “Kami mengapresiasi langkah Baznas Lobar. Semoga ZIS yang dikelola dapat lebih banyak lagi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Lobar dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Lobar. Tentunya dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan kesejahteraan umat serta menuju Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan dengan program unggulan sejahtera dari desa,” ujarnya.

    Sementara itu Wakil Ketua l Baznas Kabupaten Lombok Barat TGH Mohammad Syukri, S.Pd.I menyampaikan  pendapatan Baznas Lobar dari Januari sampai dengan Juni mencapai 4,444 miliar. Hal ini tentu membutuhkan kerja keras dan terobosan agar target Zakat kurang lebih 11 miliar pada Desember 2025 dapat tercapai. Ia meminta dukungan semua pihak dan masyarakat Lobar agar menyalurkan ZIS melalui Baznas Lobar. 

    “Dengan demikian maka berbagai upaya harus terus dilakukan dalam meningkatkan pendapatan Baznas antara lain harus melibatkan perusahaan besar dan retail modern agar target ZIS dapat tercapai,” jelasnya.

    Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Para peserta  nampak mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh perhatian. Diharapkan ZIS yang dikelola oleh Baznas Lobar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Lobar. (F2)

    Ket foto:

    Wabup UNA (tengah) memberikan pemaparan terkait pengelolaan Zakat untuk atasi kemiskinan di Lombok Barat. (Ist)

    Abdul Hadi Dorong Tambahan Anggaran SAR: “Rp2,3 Triliun dari Rp3.000 Triliun APBN Masih Terlalu Kecil”

    HarianNusa, Lombok Barat – Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, menyoroti minimnya alokasi anggaran bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam mendukung penanganan bencana di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Workshop Sosialisasi SOP dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencarian dan Pertolongan di Lombok Barat, Senin (14/07/2025).

    Dalam sambutannya, Abdul Hadi menyebut bahwa dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai lebih dari Rp3.000 triliun, permintaan Basarnas hanya sekitar Rp2,3 triliun. Angka tersebut dinilai terlalu kecil mengingat luasnya wilayah Indonesia serta tingginya potensi dan frekuensi bencana alam yang terjadi setiap tahun.

    “Dari Rp3.000 triliun itu, Basarnas hanya minta sekitar Rp2,3 triliun. Itu pun baru dua kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya. Sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkap Abdul Hadi di hadapan peserta workshop.

    Politisi dari Fraksi PKS ini juga menyinggung keterbatasan personel SAR di wilayah Nusa Tenggara Barat yang hanya berjumlah sekitar 130 orang dan harus mencakup 10 kabupaten/kota. Dengan jumlah tersebut, kata dia, mustahil operasi SAR dapat dilakukan secara maksimal tanpa dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

    “Kalau dibagi rata, tiap kabupaten hanya dapat 13 personel. Sangat minim. Karena itu, kita harus bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan terutama masyarakat,” tambahnya.

    Abdul Hadi menegaskan bahwa masyarakat merupakan ujung tombak dalam penanggulangan bencana. Ia mendorong agar pelatihan dan pemberdayaan masyarakat terus diperluas, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti kawasan pegunungan dan pesisir. Salah satunya dengan melatih porter dan warga lokal agar memiliki keterampilan dasar penyelamatan.

    “Porter di gunung misalnya, mereka sudah punya fisik kuat, tinggal diberi pelatihan SAR agar bisa turut membantu saat kondisi darurat,” ujarnya.

    Selain mendorong pelatihan teknis, Abdul Hadi juga menekankan pentingnya peningkatan aspek fisik dan mental para personel. Ia mengapresiasi dedikasi para anggota SAR dan menilai bahwa kesiapan fisik harus didukung dengan pelatihan berkelanjutan.

    Mengakhiri sambutannya, Abdul Hadi menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran SAR di DPR RI. Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan sistem penanggulangan bencana berjalan optimal.

    “Kami di Komisi V akan berupaya memperbesar alokasi anggaran SAR pada tahun 2026. Karena menyelamatkan nyawa harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.

    Workshop tersebut diikuti oleh berbagai instansi dan masyarakat relawan, serta menghadirkan instruktur profesional dalam bidang pencarian dan pertolongan. Acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah oleh Abdul Hadi.

    CFN Hari Koperasi, Bupati LAZ : Koperasi dan UMKM adalah Penggerak Ekonomi Lobar

    HarianNusa, Lombok Barat – Gelaran Car Free Nite edisi Sabtu, 12 Juli 2025 dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari Koperasi ke 78. Kegiatan berlangsung di Kawasan Penas Kantor Bupati Lombok Barat. Hadir dalam CFN Hari Koperasi ini Bupati Lobar H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha (UNA), Ketua TP PKK Lobar Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua Dekopinda Lobar Ir. H. Jumahir, para Asisten, Kepala OPD dan masyarakat Lombok Barat.

    Dalam sambutannya Bupati LAZ mengatakan, koperasi merupakan harapan masa depan Indonesia. Hal ini karena Pemerintah Pusat mengarahkan semua desa untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Untuk Lombok Barat, kPM telah terbentuk di semua desa. Karenanya koperasi bersama UMKM menjadi penggerak ekonomi masyarakat. 

    “Koperasi dan UMKM adalah penggerak ekonomi masyarakat karenanya mari kita terus mengembangkan koperasi dan UMKM kita untuk mengurangi tingkat pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Kami sampaikan selamat Milad Koperasi ke 78 semoga semakin maju,” ujarnya.

    Bupati LAZ lebih lanjut mengatakan, ajang CFN ini menjadi tempat bagi UMKM untuk beraktivitas. Tidak kurang 400 UMKM setiap pekan berjualan di Car Free Nite. Hal ini tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Lombok Barat. Ia mengatakan, CFN ini sebagai wadah untuk masyarakat luas dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Karenanya ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung CFN ini. 

    “UMKM juga menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi Lobar karenanya kami menyalurkan bantuan modal tanpa bunga kepada UMKM agar semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

    Sementara itu Ketua Dekopinda Lombok Barat, Ir.H. Jumahir,  Perayaan hari jadi koperasi ke 78  pada ajang Car Free Nite ini sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi koperasi dengan Pemerintah Daerah. Ia mengatakan koperasi merupakan Soko Guru Ekonomi Indonesia sehingga keberadaan koperasi sangat penting bagi masyarakat Indonesia khususnya Lombok Barat. Ia berharap agar koperasi dapat bangkit untuk mendukung program pemerintah daerah sejahtera dari desa. 

    “Melalui momentum ini kami harapkan koperasi dapat bangkit untuk mendukung program sejahtera dari desa. Dengan koperasi ekonomi Indonesia khususnya Lombok Barat akan semakin kuat,” harapnya.

    Pada CFN edisi ini Dinas Koperasi dan UMKM menjadi koordinator. Dalam kegiatan ini juga dihadirkan sejumlah artis lokal ternama seperti Jhon Kursi Roda. Dan dimeriahkan juga oleh  sejumlah tari budaya dari siswa siswi sekolah di Lombok Barat. CFN ini dihadiri oleh ribuan masyarakat Lombok Barat dan sekitarnya. (F2)

    Ket. Foto: 

    Bupati LAZ (tengah) pada kegiatan Car Free Nite bertepatan dengan perayaan Hari Koperasi di Lombok Barat. (Ist) 

    KUPA PPAS Perubahan 2025  Disepakati, Bupati LAZ : Kerja Nyata dan Cepat untuk Lobar

    HarianNusa, Lombok Barat – Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Kabupaten Lombok Barat tahun 2025 disepakati oleh DPRD dan Pemerintah Daerah dalam sidang paripuran DPRD. Kegiatan ini digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Lombok Barat di Gerung, Sabtu, 12 Juli 2025. Hadir dalam sidang paripurna ini Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini, Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi, Wakil ketua dan Anggota DPRD, para asisten, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya. 

    Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dalam sambutannya mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Lobar yang telah melakukan pembahasan terhadap KUPA PPAS Perubahan anggaran 2025 dengan cepat dan tepat waktu. Hal ini memberikan semangat yang besar bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam melakukan perubahan menuju Lombok Barat Maju, Mandiri dan Berkeadilan. Hal ini juga menjadi kerja nyata dan kerja cepat dari legislatif dan eksekutif untuk masyarakat lobar membangun daerah. 

    “Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan anggota DPRD Lombok Barat karena telah membahas KUPA PPAS perubahan 2025 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

    Bupati LAZ mengatakan hal tersebut merupakan bentuk sinergi yang kuat dan harmonis antara legislatif dan eksekutif. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dalam upaya membangun Lombok Barat. Bupati LAZ menambahkan bahwa setelah KUPA PPAS Perubahan tahun 2025, pihaknya dan jajaran akan segera mengajukan rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan tahun 2025. 

    “Ini adalah sinergi yang kuat dan harmonis antara legislatif dan eksekutif dalam membangun daerah. Kami berharap agar hal ini bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

    Sementara itu Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Lombok Barat Pauzul Bayan dalam laporannya menyampaikan Badan Anggaran DPRD bersama Pemerintah Daerah telah melaksanakan  pembahasan yang mendalam terhadap KUPA PPAS Perubahan tahun 2025. Hal ini sebagai bentuk komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi anggaran secara transparan, akuntabel, berpihak pada kebutuhan dan kepentingan rakyat. Ia mengatakan bedasarkan hasil pembahasan yang dilakukan oleh banggar terdapat sejumlah catatan dan rekomendasi yang perlu untuk ditindaklanjuti. 

    “Beberapa catatan tersebut adalah agar Pemerintah daerah memperbanyak program program pembangunan yang berpihak dan pro rakyat serta menyentuh kepentingan rakyat terutama sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur pedesaan, pemberdayaan UMKM dan Pengentasan kemiskinan. Selain itu juga agar program program pembangunan dapat ditujukan untuk mempercepat pencapaian RPJMD sesuai dengan visi dan misi kepada daerah,” ujarnya.

    Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Laporan Badan Anggaran DPRD terhadap hasil pembahasan KUPA PPAS Perubahan tahun 2025, Persetujuan DPRD dan Penandatanganan  Kesepakatan bersama terhadap KUPA PPAS Perubahan tahun 2025 berjalan dengan lancar. Dalam laporan badan anggaran juga disampaikan pendapat fraksi fraksi dan rekomendasi kepada kepala daerah terhadap KUPA PPAS Perubahan tahun 2025.

    Tamu undangan mengikuti rapat paripurna ini dengan hidmat. (F2)

    Ket. Foto:

    Penandatanganan KUA PPAS Perubahan Tahun 2025 oleh Bupati Lombok Barat dan Ketua DPRD Lombok Barat. (Ist)

    Sengketa Tapal Batas Selesai, Nambung Tetap Milik Lobar

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemkab Lombok Tengah mencapai kesepakatan terhadap tapal batas atau batas  wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah. Kesepakatan itu ditandai penandatanganan kesepakatan antara Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dengan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fahul Bahri dalam pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB di Samara Hills Resort, Kamis, 10 Juli 2025. 

    Hadir dalam penandatanganan kesepakatan tersebut Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, Kabag Kerja Sama Biro Pemerintahan Provinsi NTB Sri Irmalasari, Sekda Lobar H. Ilham, Sekda Loteng H. Lalu Firman Wijaya, Staf Ahli Bidang Politik dan Kesra Lobar Hermansyah, Kepala Bappeda Lombok Tengah Lalu Wiranata, Kedis PUTR Lombok Tengah Lalu Rahadian, Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Ratnawi, Kabag Tata Pemerintahan Setda Lobar Rosaria Indah,  dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Loteng Baiq Murniati.

    Menurut Kabag Tata Pemerintahan Lombok Barat, Rosaria Indah, dalam kesepakatan itu Pantai Nambung, desa persiapan Pengantap tetap masuk Lombok Barat. Wilayah yang dibagi adalah wilayah sengketa yang berada di dalam kawasan Samara Hills Resort, wilayah sengketa tersebut memiliki luas kurang lebih sekitar 64,43 hektar dimana Lombok Barat memperoleh 34,22 hektar dan Lombok Tengah 30,21 hektar. 

    “Alhmdulillah sudah ada kesepakatan dimana Nambung tetap masuk Lobar. Yang dibagi dr awal itu hanya wilayah Samara Hills Resort yang selama ini menjadi sengketa,” ujarnya.

    Sementara itu Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, mengatakan Pemerintah Daerah perlu memberikan kepastian hukum terhadap tapal batas karena hal tersebut berpengaruh terhadap banyak hal. Karenanya pihaknya difasilitasi Pemerintah Propinsi NTB menjalin komunikasi dengan Pemkab Lombok Tengah untuk menyelesaikan sengketa tapal batas secara kekeluargaan. Bupati LAZ mengatakan diperlukan komunikasi yang baik dan lancar serta setara untuk mengatasi tapal batas. Hal ini karena kedua kabupaten masih dalam wilayah NKRI yang harus saling mendukung kemajuan dan pembangunan daerah. 

    “Kita selesaikan melalui cara kekeluargaan melalui komunikasi yang lancar dan setara agar ada kepastian hukum dan  untuk semua masyarakat,” ujarnya.

    Bupati LAZ mengatakan bahwa kesepakatan ini difasilitasi oleh Pemerintah Propinsi NTB untuk mencari jalan keluar terbaik untuk kepentingan masyarakat luas. Ia mengatakan setelah tercapai kesepakatan nantinya tim dari masing masing kabupaten akan menentukan titik-titik koordinat sesuai kesepakatan yang ditandatangani. Lokus penyelesaiannya sebenarnya adalah terkait dengan pembagian kawasan wisata Samara Hills Resort yang selama ini disengketakan. 

    “Alhmdulillah kita sudah menyelesaikan semuanya dengan baik dan tinggal ditindaklanjuti oleh tim masing masing daerah nantinya,” ujarnya.

    Tim dari kedua Kabupaten turun meninjau secara langsung batas wilayah. Kesepakatan ini mencakup wilayah Nambung, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lobar, yang berbatasan langsung dengan Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng. 

    Kedua belah pihak menyepakati secara teknis titik koordinat yang telah disepakati dan ditentukan bersama. Titik koordinat tapal batas ini pun tertuang melalui berita acara kesepakan terkait batas wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah. Pertemuan dua kepala daerah tersebut berlangsung di Samara Hills Resort yang berlokasi di wilayah perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah. Pertemuan ini berjalan baik. (F2)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dengan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Fahul Bahri dalam pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB di Samara Hills Resort, Kamis, 10 Juli 2025. (Ist)

    Dituding Memeras, Abubakar Abdullah Gugat Balik: Saya Difitnah, Ini Murni Sengketa Bisnis

    HarianNusa, Lombok Barat – Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, Abubakar Abdullah balik resmi melaporkan rekan bisnisnya, Nigel Barrow, investor asal Australia, beserta kuasa hukumnya, Lalu Anton Hariawan, ke Polda NTB atas dugaan pencemaran nama baik dan penggelapan dana perusahaan senilai Rp15 miliar, Kamis (10/7).

    Langkah hukum ini diambil Abubakar setelah dirinya dilaporkan lebih dulu ke Kejaksaan Tinggi NTB oleh Nigel atas tuduhan pemerasan. Tak terima dengan tudingan yang dinilai tidak berdasar, Abubakar menegaskan bahwa kasus ini murni sengketa bisnis, bukan tindak pidana.

    “Saya merasa nama baik saya dicemarkan. Tuduhan itu tidak punya dasar dan tidak disertai bukti kuat. Ini kerjasama bisnis yang sah sejak 2016, jauh sebelum saya menjadi anggota dewan,” tegas Abubakar pada sejumlah media saat konferensi pers di Labuapi,  Lombok Barat.

    Melalui kuasa hukumnya,  M. Arif, SH, Abubakar mengungkapkan bahwa ia sudah menyerahkan sederet bukti otentik kepada Polda NTB. Laporan pertama menyangkut dugaan pencemaran nama baik dengan jeratan pasal UU ITE, dan yang kedua terkait dugaan penggelapan dana perusahaan PT Bakau Gili Gede, di mana Nigel menjabat sebagai direktur utama.

    “Audit internal perusahaan menemukan penggunaan dana hingga Rp1,3 miliar oleh Nigel yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, termasuk biaya operasional yang tidak wajar untuk bangunan joglo,” jelas Arif.

    Lebih lanjut, pihaknya juga meminta auditor independen untuk mengusut aliran dana perusahaan secara objektif dan transparan.

    Ia membeberkan bahwa  bisnis ini bermula tahun 2016, saat Abubakar menggandeng Nigel membentuk joint venture untuk mengembangkan kawasan wisata di Gili Gede. Dalam akta perjanjian notaris, disepakati pembagian saham dan kontribusi dana masing-masing 50 persen, termasuk pembayaran tanah senilai Rp1,5 miliar oleh Nigel,  yang kini diputarbalikkan menjadi tuduhan pemerasan.

    “Uang itu bukan hasil pemerasan. Itu murni pembayaran atas kerjasama yang sah dan tercatat,” jelasnya

    Tahun 2018, keduanya mendirikan PT Bakau Gili Gede, dengan rencana awal membangun hotel darat. Namun belakangan, konsep berubah menjadi water bungalow yang memerlukan perizinan ruang laut dari berbagai lembaga, semua proses diklaim telah diurus langsung oleh Abubakar.

    “Semua izin diurus oleh pak Abubakar,  dari kabupaten, provinsi, hingga ke Dinas Lingkungan Hidup. Tidak mudah dan butuh waktu dan dana besar. Dan semua dokumen  dipegang pak Abu,” ujar Arif sambil menunjukkan dokumen yang dimaksud.

    Lebih lanjut dikatakan, bahwa konflik muncul ketika rencana bisnis berubah, dan proyek mengalami ketidaksesuaian antara master plan awal dengan kebutuhan investor baru. Perubahan ini berimbas pada izin dan sertifikat tanah, sehingga memerlukan biaya tambahan. Namun pihak Nigel disebut enggan menanggung beban itu.

    “Awalnya 20 unit vila, tapi karena regulasi berubah, hanya bisa bangun 3 unit. Kalau dipaksakan, itu justru menabrak hukum,” jelasnya.

    Tak hanya menempuh jalur pidana, pihak Abubakar juga menempuh proses keimigrasian untuk memeriksa legalitas aktivitas Nigel Barrow di Indonesia.

     “Kalau mereka bicara hukum, maka bicaralah dengan data. Jangan asal tuduh,” tukas Arif.

    Sementara itu, Lalu Anton selaku kuasa hukum Nigel saat dihubungi mengaku masih menunggu kliennya untuk memberikan keterangan lebih detail.

    “Saya masih menunggu kedatangan klien saya. Nanti kami tunjukkan bukti-buktinya,” kata Anton singkat via WhatsApp. (F3)

    Ket. Foto:

    (kiri) Abubakar Abdullah usai melapor ke Dirreskrimum Polda NTB. (Kanan) Abubakar Abdullah bersama kuasa hukumnya menunjukkan bukti dokumen saat melakukan konferensi pers di Labuapi, Lombok Barat. (HarianNusa)

    ASN Bersih-bersih Setiap Jumat, Bupati LAZ : Salah Satu Bentuk Kerja Nyata Menjaga Kebersihan

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan bersih bersih setiap jumat. Kegiatan bersih bersih pada jumat pekan kedua, 11 Juli 2025 dilaksanakan di Kompleks Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Sekretaris Daerah H.Ilham, Asisten, Kepala OPD dan ASN di Lombok Barat.

    Bupati Lombok Barat, H.Lalu .Ahmad Zaini,  menyampaikan kegiatan gotong royong ini merupakan salah satu bentuk kerja nyata Pemkab Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya atau ikhtiar untuk menjaga kebersihan di Lombok Barat. Menurutnya budaya gotong royong untuk bersih bersih ini harus menjadi tradisi untuk menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan. 

    “Ini salah satu bentuk kerja nyata kita dalam upaya menjaga kebersihan di Lombok Barat. Kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran kita semua untuk menjaga dan melestarikan lingkungan kita,” ujarnya.

    Bupati LAZ lebih lanjut mengatakan, menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan alam adalah upaya kita untuk menyelamatkan bumi ini. Karenanya dibutuhkan kolaborasi semua pihak dalam menjaga lingkungan. Ia mengatakan kegiatan bersih bersih ini dilaksanakan setiap hari jumat sebagai wujud dari gerakan bersih bersih sapta pesona Lombok Barat. Dalam kesempatan ini ia juga mengajak semua masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar untuk mencegah dan mengantisipasi terjadi bencana saat musim hujan. 

    “Semoga kita dapat memberikan yang terbaik untuk Lombok Barat salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Mari kita bersihkan semua saluran saluran di lingkungan kita untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan,” ujarnya.

    Kegiatan bersih bersih ini dilaksanakan setiap hari jumat. Pada pekan pertama kegiatan bersih bersih dilaksanakan di kawasan wisata senggigi. Pekan kedua dilaksanakan dikantor bupati, pekan ketiga dikantor masing masing dan pekan keempat diisi dengan senam dan olahraga. (F2)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat, H.Lalu .Ahmad Zaini dan aksi bersih-bersih ASN Pemkab Lobar. (Ist)

    Amanda Brownies Hadir di Mataram dengan Citarasa Legendaris, Usung Konsep Baru bersama UMKM Lokal

    HarianNusa, Mataram – Pecinta brownies, siap-siap dimanjakan! Amanda Brownies resmi membuka outlet ke-146 mereka di Pulau Lombok, tepatnya di Jalan Pejanggik No. 21–23, Cakranegara, Kota Mataram. Grand opening brand kuliner legendaris asal Bandung yang digelar pada Jumat, (11/7/25) ini tidak hanya seru, tapi penuh kejutan spesial dan promo menarik.

    General Manager Amanda Brownies, Endi Yunarso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga Mataram dan kemitraan yang terjalin dengan baik.

    “Terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat. Ini adalah outlet ke-146 Amanda di seluruh Indonesia. Tahun ini, kami mengusung konsep baru, yaitu bertumbuh bersama UMKM lokal,” ungkapnya.

    Amanda Mataram menghadirkan konsep outlet modern dan nyaman, dilengkapi dengan area Doh&GO dan Scoop&Skoops, yang menyediakan aneka roti segar, kopi hangat, dan es krim segar. Selain sebagai pusat oleh-oleh, outlet ini juga menjadi tempat berkumpul dan bersantai bagi keluarga dan anak muda.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, Amanda membuka ruang khusus untuk produk-produk UMKM agar bisa dipasarkan di outlet secara gratis, tanpa pungutan biaya.

    “Syaratnya hanya legalitas sederhana dan sertifikasi halal. Produk UMKM terpilih nantinya berpeluang masuk ke seluruh jaringan outlet Amanda di Indonesia,” tambah Endi.

    Dalam kesempatan ini, Amanda juga memperkenalkan produk terbarunya, yakni Bolen Lilit, camilan kekinian dengan adonan berlapis, renyah, dan isian manis yang cocok untuk oleh-oleh khas Lombok.

    Regional Manager Amanda Area Timur, Muhajir Rahman, menambahkan, bahwa Amanda telah menyiapkan berbagai promo menarik selama tiga hari pembukaan, antara lain:

    Brownies gratis untuk 10 pengunjung pertama yang ikut challenge media sosial.

    Diskon Rp10.000 untuk pembelian minimal 3 box brownies

    Promo beli 2 gratis 1 untuk beberapa varian

    Beli 1 gratis 1 untuk es krim,  dan beli 3 gratis Tumbler ekslusif. 

    Kepala Dinas Perindustrian dan UMKM Kota Mataram, M. Ramdani, yang hadir mewakili Wali Kota Mataram, memberikan apresiasi atas kontribusi Amanda terhadap perekonomian daerah.

    “Kehadiran Amanda Brownies di Mataram sangat kami sambut baik. Ini bukan hanya menambah pilihan oleh-oleh, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang positif bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan bersaing secara nasional,” ujarnya.

    Acara juga dihadiri oleh istri Direktur Utama Amanda Brownies, Ibu Atin, serta Kapolsek Sandubaya, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang turut menggeliatkan sektor ekonomi kreatif di kota ini.

    Kehadiran Amanda Brownis di Mataram ini disambut antusias para pengunjung. Usai launching mereka langsung menyerbu beragam rasa brownis yang ada di outlet. Lina (32), salah seorang  pengunjung pertama mengaku senang bisa ikut merasakan suasana pembukaan. Ia pun tak mau ketinggalan berburu jajanan manis tersebut. “Saya dapat brownies gratis, tempatnya nyaman, dan Bolen Lilit-nya enak banget!” serunya.

    Menurutnya konsep tempat nongkrong yang nyaman, menambah daya tarik untuk para pengunjung, terutama anak-anak muda kekinian. 

    “Disini kita bisa berbelanja dan menikmati kuliner enak sambil nongkrong,” ujarnya.

    Amanda Outlet Mataram Jl. Pejanggik No. 21–23, Cakranegara – Kota Mataram Buka setiap hari, mulai pukul 09.00 WITA

    Ayo kunjungi Amanda Brownies Mataram dan nikmati manisnya promo, lezatnya kuliner khas Amanda Brownis serta hangatnya suasana baru di jantung Kota Mataram!.  (F3)

    Ket. Foto:

    Regional Manager Amanda Area Timur, Muhajir Rahman menyerahkan bingkisan dan plakat kepada Kepala Dinas Perindustrian dan UMKM Kota Mataram, M. Ramdani dalam acara Grand Opening Outlet ke 146 Amanda Brownis di Mataram. (HarianNusa)

    error: Content is protected !!