Beranda blog Halaman 37

Jadi Tuan Rumah, ASN Lobar Diminta Sukseskan FORNAS VIII

HarianNusa, Lombok Barat – Kabupaten Lombok Barat akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Nasional (Fornas) yang akan diselenggarakan mulai tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dimana  Lobar akan menjadi tuan rumah untuk 5 cabang olahraga. Lokasi atau venuenya berada di Bencingah Agung dan lapangan kantor Bupati Lobar. 

“Kita akan menjadi tuan rumah untuk 5 cabor. tentu kami minta semua ASN untuk dapat mensukseskan penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat (Kab. Lobar) H. Ilham saat memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di Loby Kantor Bupati Lombok Barat, pada Selasa (16/7/2025) pagi. Apel Pagi juga diikuti oleh para Asisten kabag lingkup Pemkab Lobar.

Dalam kesempatan itu Ilham meminta semua pihak untuk dapat berkolaborasi dan bekerjasama meramaikan even ini. Ia berharap even ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pendapatan daerah Kabupaten Lombok Barat. Untuk itu semua ASN diminta agar  bisa menjaga citra daerah dengan menjadi tuan rumah Fornas yang ramah dan berkesan. 

“Diperkirakan sekitar 15 ribu orang yang akan datang mengikuti Fornas ini. Jadi saya minta jadilah tuan rumah yang baik dan berikan kesan positif,” ujarnya.

Ilham juga  meminta ASN untuk menunda dulu liburan ke Hotel-hotel di wilayah kabupaten Lombok Barat untuk memastikan ketersediaan penginapan bagi peserta festival, karena semua hotel di Lombok Barat diperkirakan akan habis dibooking oleh peserta Fornas. (F2)

Ket. Foto: Kegiatan apel pagi di Loby kantor bupati Lombok Barat. (Ist)

Gali Potensi PAD Baru dari Pelabuhan, Bupati LAZ Studi Banding ke Jatim

HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ),  terus melakukan kerja nyata dalam mencari sumber anggaran untuk pembangunan Lombok Barat. Setelah berhasil mencari terobosan anggaran ke Pemerintah Pusat, kini Bupati LAZ bergerak untuk mencari sumber potensi PAD baru bagi Lombok Barat. Hal tersebut dilakukan dengan melaksanakan studi banding ke Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur, Rabu, 16 Juli 2025 di Aula Dinas Perhubungan Jatim.

Hadir dalam studi banding ini Bupati LAZ, Asisten II Setda Lobar Akhmad Saikhu, Kadis Perhubungan Lobar Baiq Yeni S Ekawati, Sekdis Perhubungan, Kabag Prokopim dan Kabid Litbang Renbang Bappeda. Sementara dari Dinas Perhubungan Jawa Timur hadir Kepala Dinas Perhubungan Jatim Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T bersama jajarannya.

Bupati LAZ mengatakan, studi banding ini untum mempelajari kemungkinan penarikan Pajak atau retribusi dari pelabuhan terutama di Pelindo dan ASDP Lembar. Ia mengatakan hal ini sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam mencari dan menggali potensi potensi yang ada agar dapat dijadikan sumber PAD. Bupati yang juga ketua DPW PAN NTB ini mengatakan Pemerintah Daerah harus bekerja keras menggali dan memetakan sumber PAD agar Lombok Barat memiliki anggaran untuk melaksanakan pembangunan. 

“Kita harus serius dan kerja keras menggali dan memetakan berbagai potensi PAD agar kita memiliki sumber anggaran yang memadai untuk membangun,” ujarnya.

Bupati LAZ mengatakan, dari studi banding ini banyak hal yang diperoleh Lombok Barat dalam upaya menggali sumber atau potensi PAD di pelabuhan. Lebih lanjut Bupati LAZ menyampaikan, apabila Lombok Barat dapat menerapkan atau mencontoh apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur dalam menggali PAD di pelabuhan, ia optimis Kabupaten Lombok Barat dapat meningkatkan PAD hingga kurang lebih 10 persen. Hal ini tentu membutuhkan keseriusan dan konsistensi dalam pelaksanaannya. 

“Banyak yang bagus menjadi sumber PAD baru bagi Lombok Barat seperti yang kita dapatkan di Jatim ini Semoga dapat diterapkan  di Lobar agar PAD Lobar terus meningkat,” terangnya. 

Berbagai upaya yang dilakukan oleh Bupati LAZ dan Wakil Bupati UNA sebagai bentuk kerja nyata dalam mewujudkan Lombok Barat yang Maju, Mandiri dan Berkeadilan dengan program utama sejahtera dari desa. (F3)

Ket. Foto:

Bupati Lombok Barat, H.Lalu Ahmad Zaini bersama Kepala Dinas Perhubungan Jatim Dr. Ir. Nyono. (Ist)

Dinsos Lobar dan HARSA NTB Jemput Bola, Bantu Lansia Tak Tersentuh BPJS 

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan organisasi Harmoni Sahabat (HARSA) NTB bergerak cepat membantu Nenek Keli, lansia 90 tahun di Dusun Jatisela, Gunungsari, yang telah tiga tahun lumpuh total dan luput dari bantuan sosial, termasuk BPJS Kesehatan.

Kepala Dinsos Lombok Barat HK Lalu Winengan bersama Ketua HARSA NTB Lalu Muhammad Saleh, pada Selasa, (15/7) langsung mendatangi  Nenek Keli di kediamannya. Kondisi Nenek Keli yang terbaring di kamar sempit dan tanpa akses kesehatan menggerakkan hati mereka.

“Kalau ada lansia seperti ini, tugas pemerintah adalah datang, lihat langsung, dan segera cari solusi,” tegas Lalu Winengan. Ia berjanji akan segera mengurus BPJS Kesehatan Nenek Keli dan memasukkannya ke program pemberian makanan dua kali sehari dari Kementerian Sosial untuk lansia di atas 70 tahun yang hidup sendiri.

 Di Lombok Barat, sudah ada 150 lansia yang menerima bantuan makanan bergizi ini, disinergikan dengan dapur umum Dinsos.Winengan juga meminta HARSA untuk membantu identifikasi lansia dengan kondisi serupa agar bisa segera diproses. Dalam kunjungan tersebut, Nenek Keli menerima bantuan makanan, kebutuhan dasar, kasur, pakaian tidur, dan perlengkapan pribadi. Ia tampak haru hingga meneteskan air mata. 

Dinsos Lobar juga berencana menjalin komunikasi dengan Kominfo RI untuk mengintensifkan sosialisasi gizi dan hak-hak lansia. “Perhatian kepada disabilitas dan lansia seperti ini perlu terus digerakkan bersama,” ujar Winengan, mengapresiasi peran HARSA NTB.

Program “Dinsos dan HARSA Menyapa Jompo” menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat sipil dalam menghadirkan layanan sosial hingga ke pelosok, memastikan lansia dan disabilitas mendapatkan perhatian dan hak dasar mereka. (F3)

Ket Foto:

Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, HK. Lalu Winengan mengunjungi Nenek Keli di kamarnya yang sempit. (Ist)

Praktik Curang Minyak Goreng Dibongkar Polisi, Satu Pemilik Toko Diamankan Polresta Mataram 

HarianNusa, Mataram –  Praktik curang dalam bisnis penjualan minyak goreng bermerek “Minyak Kita” yang tidak sesuai dengan takaran sebagaimana tertera di label kemasan akhirnya berhasil dibongkar oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter)

Dalam kasus ini, seorang pria berinisial INPA, warga Cakranegara Selatan, Kota Mataram, diamankan bersama sejumlah barang bukti dari gudangnya yang berada di wilayah Babakan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

 “Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan isi minyak goreng kemasan 2 liter yang dibeli tidak sesuai dengan volume sebenarnya. Dugaan pelanggaran ini kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh tim Tipidter,” ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Rabu (16/07/2025).

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, S.Tr.K., S.I.K., menambahkan dari hasil penyelidikan yang dimulai sejak akhir April 2025, pihaknya menemukan bahwa minyak goreng dalam kemasan 2 liter produksi CV. PJK ternyata hanya berisi kurang dari yang tercantum pada label.

 “Kami uji beberapa sampel di Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan hasilnya memang tidak sesuai. Ini jelas melanggar ketentuan perlindungan konsumen,” tegas Regi.

Dalam penggerebekan di gudang milik terduga, polisi menyita barang bukti berupa: 568 kemasan Minyak Kita ukuran 2 liter, 6 jerigen ukuran 5 liter, Nota pembelian dari sejumlah toko pengecer, Timbangan digital, Mesin pengisi minyak goreng,Tanki stainless, Dan 2 unit mobil box yang digunakan untuk mengedarkan produk ke berbagai wilayah di Pulau Lombok.

INPA mengaku memproduksi dan mengemas minyak goreng dengan label resmi “Minyak Kita” lalu mendistribusikannya ke pasar dan toko-toko pengecer. Namun, volume minyak dalam kemasan tidak sesuai dengan takaran 2 atau 5 liter seperti yang tertera di label.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp2 miliar.

 “Kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk apakah ada keterlibatan pihak lain dan seberapa luas distribusi produk ini. Kami tegaskan, praktik-praktik curang yang merugikan konsumen akan kami tindak tegas,” pungkas AKP Regi.

Praktek curang seperti ini tentunya berdampak merugikan konsumen. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengusaha wajib jujur dalam menjalankan bisnis, terutama ketika menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. (F3)

Ket. Foto:

Kegiatan konferensi pers dan penggerebekan di gudang milik INPA di Babakan Sandubaya oleh Polresta Mataram. (Ist)

PLN Pastikan Keandalan Listrik untuk Festival Pesona Dana Mbojo, Wujud Nyata Komitmen “Listrik untuk Rakyat”

HarianNusa, Bima — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan keandalan pasokan listrik selama penyelenggaraan Festival Pesona Dana Mbojo yang digelar pada 10–12 Juli 2025 di Halaman Kantor Bupati Bima. Festival tahunan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Bima ke-385 dan mengusung tema “Dana Mbojo Menyapa – Dari Bima untuk Indonesia.”

Ribuan pengunjung memadati area festival yang diramaikan dengan pertunjukan seni budaya dan pameran UMKM lokal. Acara juga dihadiri oleh Bupati Bima Ady Mahyudi dan unsur Forkopimda, menegaskan posisi strategis festival ini sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat.

PLN hadir dalam memastikan keandalan pasokan listrik pada seluruh rangkaian kegiatan. Melalui PLN UP3 Bima dan ULP Woha, PLN menyiagakan Unit Gardu Bergerak (UGB) berkapasitas 250 kVA dan satu unit genset mobile 100 kVA sebagai sistem cadangan. Namun, selama tiga hari pelaksanaan, seluruh kegiatan berhasil dilayani dengan pasokan utama tanpa gangguan.

“Keandalan listrik dalam acara ini menjadi bukti komitmen PLN untuk hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakat. Bukan hanya untuk industri dan rumah tangga, tetapi juga untuk ruang-ruang budaya, ekonomi lokal, dan kebersamaan rakyat,” ungkap General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti.

Sri Heny menegaskan bahwa semangat besar Listrik untuk Rakyat yang diusung PLN bukan sekadar slogan. “Kami memastikan energi tidak hanya mengalir ke rumah, tapi juga menghidupkan harapan, budaya, dan pertumbuhan ekonomi di daerah. Festival ini mencerminkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan PLN dalam menciptakan kemajuan yang berbasis nilai-nilai lokal,” ujarnya.

Guna menjaga keandalan pasokan, tim teknis PLN UP3 Bima diterjunkan secara langsung di lokasi untuk memantau sistem secara real-time dan memastikan setiap instalasi listrik beroperasi optimal. Tidak tercatat adanya lonjakan beban signifikan selama festival, namun pengamanan dilakukan menyeluruh pada titik-titik vital seperti panggung utama dan zona UMKM.

Manager PLN UP3 Bima, Syaiful Hannan, menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan kelistrikan ini merupakan hasil dari perencanaan teknis yang matang dan koordinasi intensif antarunit. “Kami siaga penuh untuk memastikan acara berjalan lancar. Ini adalah bentuk tanggung jawab PLN sebagai mitra strategis masyarakat Bima,” ujarnya.

Selain dukungan teknis, PLN juga membuka booth edukasi di area festival yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan layanan digital seperti PLN Mobile, pemakaian listrik aman, serta transisi menuju energi bersih. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk terus memperkuat literasi kelistrikan masyarakat.

Festival Pesona Dana Mbojo tidak hanya menjadi panggung perayaan budaya, tetapi juga ruang kolaborasi antara masyarakat dan penyedia layanan publik. PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa sebagai bagian dari misi besar PLN menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. (F*)

Ket. Foto: Petugas  PLN memastikan kelancaran listrik selama gelaran Festival Pesona Dana Mbojo. (Ist)

PLN Hadirkan Listrik untuk Rakyat, Dukung Eco School Lentera Intergeneration di Lombok Timur

HarianNusa, Lombok Timur – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) terus memperluas peran sosialnya dalam menghadirkan energi yang tidak hanya mengalir ke rumah, tetapi juga menghidupkan harapan dan masa depan masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN NTB memberikan dukungan terhadap Eco School Lentera Intergeneration, sebuah sekolah komunitas inklusif lintas generasi yang berlokasi di Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kolaborasi ini, PLN NTB mendukung pembangunan ruang belajar yang aman dan layak bagi seluruh usia, membangun fasilitas pendukung, serta memberikan 20 unit mesin jahit sebagai sarana pelatihan keterampilan. Energi yang dihadirkan tidak hanya menyalakan lampu, tapi juga menyalakan semangat para lansia, anak-anak, dan kader komunitas untuk tumbuh dan belajar bersama dalam lingkungan yang hangat dan inklusif.

“PLN percaya bahwa listrik bukan sekadar teknis, melainkan energi sosial yang mampu menggerakkan perubahan. Dukungan kami terhadap Eco School Lentera adalah wujud dari komitmen ‘Listrik untuk Rakyat’, yang memberi dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIW NTB.

Sejak awal tahun 2025, Eco School Lentera Intergeneration telah menjadi tempat tumbuh bersama bagi lebih dari 300 orang, terdiri dari 170 lansia, 110 anak usia dini, serta puluhan kader komunitas lokal. Sekolah ini dirancang sebagai ruang aman untuk semua generasi, tempat mereka saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan.

Ragam kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan menjahit, home visit, pemeriksaan kesehatan, hingga Festival Lansia untuk kelompok usia lanjut. Anak-anak belajar melalui pendekatan humanis seperti pendidikan karakter dan edukasi lingkungan. Sementara itu, kader komunitas mengikuti pelatihan komunikasi antar pribadi, keterampilan tanggap darurat, hingga diskusi program kerelawanan.

Papuq Odah (78 tahun), salah satu lansia peserta pelatihan, mengungkapkan rasa syukurnya, “Saya merasa senang disini. Belajar menjahit di usia ini memberi semangat baru, Terima kasih PLN”

Eco School Lentera dirancang untuk tumbuh secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas lembaga. Lombok Eco International Connection hadir sebagai penyusun kurikulum dan pelaksana program di lapangan, bersama Komunitas Rumah Senja yang aktif mengorganisir kegiatan lansia di Desa Jenggik. Dukungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Lombok Timur, serta berbagai organisasi non-profit, turut memperkuat penyelenggaraan program agar berjalan konsisten dan berdaya guna.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap listrik dari PLN bukan hanya menyalakan ruangan, tetapi juga menyalakan semangat hidup masyarakat. Ketika listrik menghidupkan kegiatan produktif seperti menjahit, belajar, dan berdiskusi, di situlah nilai sosial energi benar-benar dirasakan,” lanjut Sri Heny.

Eco School Lentera menjadi bagian dari komitmen jangka panjang PLN dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memperkuat peran komunitas. Setelah sebelumnya menghadirkan Eco School Amani di Lombok Barat pada Desember 2022, yang fokus pada pemberdayaan difabel melalui pendekatan edukasi yang inklusif, PLN juga menghadirkan pendekatan serupa di Lombok Timur dengan menyasar kelompok rentan lainnya seperti lansia dan anak-anak.  Kedua sekolah ini menunjukkan bahwa konsep Eco School dapat diterapkan secara fleksibel dan kontekstual, sesuai kebutuhan komunitas lokal. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan energi dan kepedulian, kita bisa membangun masa depan yang lebih inklusif. PLN akan terus hadir untuk mendukung langkah-langkah baik seperti ini,” pungkas Sri Heny. (F3)

Ket. Foto:

Melalu Eco School Lentera PLN memberikan pelatihan bagi lansia di Lombok Timur. (Ist)

Wabup UNA Ajak Baznas Lobar Kelola Zakat Secara Profesional untuk Turunkan Kemiskinan

HarianNusa, Lombok Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Barat harus mengelola Zakat, Infaq dan Sedekah dengan profesional, akuntabel dan Transparan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj.Nurul Adha (UNA) dalam kegiatan Sosialisasi Zakat, Infaq dan Sedekah Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Baznas, Senin (14/07/2025). Hadiri dalam kegiatan ini Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha (UNA), Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat TGH Taisir Al Azhar beserta komisioner BAZNAS lainnya, Kepala dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Camat, Bendahara OPD, Instansi vertikal dan SMP Se Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lombok Barat Hj.Nurul Adha (UNA) mengatakan Zakat, Infaq dan Shadaqah merupakan pilar penting dalam kehidupan umat Islam. Ia mengatakan Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga sebagai sarana untuk membantu sesama dan mencapai kesejahteraan bersama. Karenanya ia meminta agar Baznas Lovar dapat mengelola Zakat, infaq dan shadaqah dengan profesional, akuntabel dan transparan. 

“Baznas harus mengelola Zakat, infaq dan Shadaqah (ZIS) secara Profesional dan akuntabel agar masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi sehingga dengan sendirinya tergerak untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas Lobar,” ujarnya.

Wabup UNA lebih lanjut mengatakan kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang peran dan fungsi ZIS. Selain itu diharapkan juga dapat mengimplementasikan pengelolaan Zakat Infaq dan Shadaqah secara efektif dan efisien, sehingga manfaatnya di rasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia meminta agar Baznas dapat menghimpun ZIS lebih luas lagi atau tidak hanya menyasar ASN namun dapat diperluas lagi ke pengusaha atau perusahaan swasta di Lobar. Hal ini agar ZIS dapat mengurangi angka kemiskinan di Lobar. 

“Kami mengapresiasi langkah Baznas Lobar. Semoga ZIS yang dikelola dapat lebih banyak lagi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Lobar dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Lobar. Tentunya dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan kesejahteraan umat serta menuju Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan dengan program unggulan sejahtera dari desa,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua l Baznas Kabupaten Lombok Barat TGH Mohammad Syukri, S.Pd.I menyampaikan  pendapatan Baznas Lobar dari Januari sampai dengan Juni mencapai 4,444 miliar. Hal ini tentu membutuhkan kerja keras dan terobosan agar target Zakat kurang lebih 11 miliar pada Desember 2025 dapat tercapai. Ia meminta dukungan semua pihak dan masyarakat Lobar agar menyalurkan ZIS melalui Baznas Lobar. 

“Dengan demikian maka berbagai upaya harus terus dilakukan dalam meningkatkan pendapatan Baznas antara lain harus melibatkan perusahaan besar dan retail modern agar target ZIS dapat tercapai,” jelasnya.

Kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Para peserta  nampak mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh perhatian. Diharapkan ZIS yang dikelola oleh Baznas Lobar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Lobar. (F2)

Ket foto:

Wabup UNA (tengah) memberikan pemaparan terkait pengelolaan Zakat untuk atasi kemiskinan di Lombok Barat. (Ist)

Abdul Hadi Dorong Tambahan Anggaran SAR: “Rp2,3 Triliun dari Rp3.000 Triliun APBN Masih Terlalu Kecil”

HarianNusa, Lombok Barat – Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, menyoroti minimnya alokasi anggaran bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam mendukung penanganan bencana di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Workshop Sosialisasi SOP dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencarian dan Pertolongan di Lombok Barat, Senin (14/07/2025).

Dalam sambutannya, Abdul Hadi menyebut bahwa dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai lebih dari Rp3.000 triliun, permintaan Basarnas hanya sekitar Rp2,3 triliun. Angka tersebut dinilai terlalu kecil mengingat luasnya wilayah Indonesia serta tingginya potensi dan frekuensi bencana alam yang terjadi setiap tahun.

“Dari Rp3.000 triliun itu, Basarnas hanya minta sekitar Rp2,3 triliun. Itu pun baru dua kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya. Sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkap Abdul Hadi di hadapan peserta workshop.

Politisi dari Fraksi PKS ini juga menyinggung keterbatasan personel SAR di wilayah Nusa Tenggara Barat yang hanya berjumlah sekitar 130 orang dan harus mencakup 10 kabupaten/kota. Dengan jumlah tersebut, kata dia, mustahil operasi SAR dapat dilakukan secara maksimal tanpa dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

“Kalau dibagi rata, tiap kabupaten hanya dapat 13 personel. Sangat minim. Karena itu, kita harus bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan terutama masyarakat,” tambahnya.

Abdul Hadi menegaskan bahwa masyarakat merupakan ujung tombak dalam penanggulangan bencana. Ia mendorong agar pelatihan dan pemberdayaan masyarakat terus diperluas, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti kawasan pegunungan dan pesisir. Salah satunya dengan melatih porter dan warga lokal agar memiliki keterampilan dasar penyelamatan.

“Porter di gunung misalnya, mereka sudah punya fisik kuat, tinggal diberi pelatihan SAR agar bisa turut membantu saat kondisi darurat,” ujarnya.

Selain mendorong pelatihan teknis, Abdul Hadi juga menekankan pentingnya peningkatan aspek fisik dan mental para personel. Ia mengapresiasi dedikasi para anggota SAR dan menilai bahwa kesiapan fisik harus didukung dengan pelatihan berkelanjutan.

Mengakhiri sambutannya, Abdul Hadi menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran SAR di DPR RI. Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan sistem penanggulangan bencana berjalan optimal.

“Kami di Komisi V akan berupaya memperbesar alokasi anggaran SAR pada tahun 2026. Karena menyelamatkan nyawa harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.

Workshop tersebut diikuti oleh berbagai instansi dan masyarakat relawan, serta menghadirkan instruktur profesional dalam bidang pencarian dan pertolongan. Acara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah oleh Abdul Hadi.

CFN Hari Koperasi, Bupati LAZ : Koperasi dan UMKM adalah Penggerak Ekonomi Lobar

HarianNusa, Lombok Barat – Gelaran Car Free Nite edisi Sabtu, 12 Juli 2025 dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari Koperasi ke 78. Kegiatan berlangsung di Kawasan Penas Kantor Bupati Lombok Barat. Hadir dalam CFN Hari Koperasi ini Bupati Lobar H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha (UNA), Ketua TP PKK Lobar Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua Dekopinda Lobar Ir. H. Jumahir, para Asisten, Kepala OPD dan masyarakat Lombok Barat.

Dalam sambutannya Bupati LAZ mengatakan, koperasi merupakan harapan masa depan Indonesia. Hal ini karena Pemerintah Pusat mengarahkan semua desa untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Untuk Lombok Barat, kPM telah terbentuk di semua desa. Karenanya koperasi bersama UMKM menjadi penggerak ekonomi masyarakat. 

“Koperasi dan UMKM adalah penggerak ekonomi masyarakat karenanya mari kita terus mengembangkan koperasi dan UMKM kita untuk mengurangi tingkat pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Kami sampaikan selamat Milad Koperasi ke 78 semoga semakin maju,” ujarnya.

Bupati LAZ lebih lanjut mengatakan, ajang CFN ini menjadi tempat bagi UMKM untuk beraktivitas. Tidak kurang 400 UMKM setiap pekan berjualan di Car Free Nite. Hal ini tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Lombok Barat. Ia mengatakan, CFN ini sebagai wadah untuk masyarakat luas dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Karenanya ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung CFN ini. 

“UMKM juga menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi Lobar karenanya kami menyalurkan bantuan modal tanpa bunga kepada UMKM agar semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dekopinda Lombok Barat, Ir.H. Jumahir,  Perayaan hari jadi koperasi ke 78  pada ajang Car Free Nite ini sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi koperasi dengan Pemerintah Daerah. Ia mengatakan koperasi merupakan Soko Guru Ekonomi Indonesia sehingga keberadaan koperasi sangat penting bagi masyarakat Indonesia khususnya Lombok Barat. Ia berharap agar koperasi dapat bangkit untuk mendukung program pemerintah daerah sejahtera dari desa. 

“Melalui momentum ini kami harapkan koperasi dapat bangkit untuk mendukung program sejahtera dari desa. Dengan koperasi ekonomi Indonesia khususnya Lombok Barat akan semakin kuat,” harapnya.

Pada CFN edisi ini Dinas Koperasi dan UMKM menjadi koordinator. Dalam kegiatan ini juga dihadirkan sejumlah artis lokal ternama seperti Jhon Kursi Roda. Dan dimeriahkan juga oleh  sejumlah tari budaya dari siswa siswi sekolah di Lombok Barat. CFN ini dihadiri oleh ribuan masyarakat Lombok Barat dan sekitarnya. (F2)

Ket. Foto: 

Bupati LAZ (tengah) pada kegiatan Car Free Nite bertepatan dengan perayaan Hari Koperasi di Lombok Barat. (Ist) 

KUPA PPAS Perubahan 2025  Disepakati, Bupati LAZ : Kerja Nyata dan Cepat untuk Lobar

HarianNusa, Lombok Barat – Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Kabupaten Lombok Barat tahun 2025 disepakati oleh DPRD dan Pemerintah Daerah dalam sidang paripuran DPRD. Kegiatan ini digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Lombok Barat di Gerung, Sabtu, 12 Juli 2025. Hadir dalam sidang paripurna ini Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini, Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi, Wakil ketua dan Anggota DPRD, para asisten, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya. 

Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dalam sambutannya mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Lobar yang telah melakukan pembahasan terhadap KUPA PPAS Perubahan anggaran 2025 dengan cepat dan tepat waktu. Hal ini memberikan semangat yang besar bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam melakukan perubahan menuju Lombok Barat Maju, Mandiri dan Berkeadilan. Hal ini juga menjadi kerja nyata dan kerja cepat dari legislatif dan eksekutif untuk masyarakat lobar membangun daerah. 

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan anggota DPRD Lombok Barat karena telah membahas KUPA PPAS perubahan 2025 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Bupati LAZ mengatakan hal tersebut merupakan bentuk sinergi yang kuat dan harmonis antara legislatif dan eksekutif. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat dalam upaya membangun Lombok Barat. Bupati LAZ menambahkan bahwa setelah KUPA PPAS Perubahan tahun 2025, pihaknya dan jajaran akan segera mengajukan rancangan peraturan daerah tentang APBD Perubahan tahun 2025. 

“Ini adalah sinergi yang kuat dan harmonis antara legislatif dan eksekutif dalam membangun daerah. Kami berharap agar hal ini bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Lombok Barat Pauzul Bayan dalam laporannya menyampaikan Badan Anggaran DPRD bersama Pemerintah Daerah telah melaksanakan  pembahasan yang mendalam terhadap KUPA PPAS Perubahan tahun 2025. Hal ini sebagai bentuk komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi anggaran secara transparan, akuntabel, berpihak pada kebutuhan dan kepentingan rakyat. Ia mengatakan bedasarkan hasil pembahasan yang dilakukan oleh banggar terdapat sejumlah catatan dan rekomendasi yang perlu untuk ditindaklanjuti. 

“Beberapa catatan tersebut adalah agar Pemerintah daerah memperbanyak program program pembangunan yang berpihak dan pro rakyat serta menyentuh kepentingan rakyat terutama sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur pedesaan, pemberdayaan UMKM dan Pengentasan kemiskinan. Selain itu juga agar program program pembangunan dapat ditujukan untuk mempercepat pencapaian RPJMD sesuai dengan visi dan misi kepada daerah,” ujarnya.

Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Laporan Badan Anggaran DPRD terhadap hasil pembahasan KUPA PPAS Perubahan tahun 2025, Persetujuan DPRD dan Penandatanganan  Kesepakatan bersama terhadap KUPA PPAS Perubahan tahun 2025 berjalan dengan lancar. Dalam laporan badan anggaran juga disampaikan pendapat fraksi fraksi dan rekomendasi kepada kepala daerah terhadap KUPA PPAS Perubahan tahun 2025.

Tamu undangan mengikuti rapat paripurna ini dengan hidmat. (F2)

Ket. Foto:

Penandatanganan KUA PPAS Perubahan Tahun 2025 oleh Bupati Lombok Barat dan Ketua DPRD Lombok Barat. (Ist)