More
    Beranda blog Halaman 37

    Imigrasi Mataram Tetapkan Desa Jenggik Utara sebagai Desa Binaan Imigrasi untuk Cegah TPPO dan TPPM

    HarianNusa, Lombok Timur – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram secara resmi menetapkan Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading, sebagai Desa Binaan Imigrasi.

    Penetapan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, kepada Kepala Desa Jenggik Utara. Seremoni ini berlangsung pada Rabu, 21 Mei 2025, di sela kegiatan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Lombok Timur yang diselenggarakan di Rinjani Waterpark.

    Pembentukan desa binaan ini merupakan langkah strategis Imigrasi Mataram dalam mendekatkan layanan serta edukasi keimigrasian langsung ke tengah masyarakat. Desa Jenggik Utara dipilih karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam mencegah praktik-praktik ilegal yang berisiko tinggi, terutama yang menyasar warga untuk menjadi korban TPPO maupun TPPM.

    “Melalui program Desa Binaan Imigrasi, kami ingin membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pemahaman keimigrasian sejak dari lingkungan terkecil, yaitu desa. Ini bagian dari komitmen kami untuk melindungi masyarakat dari ancaman perdagangan orang dan migran ilegal,” ujar Mirza.

    Dengan terbentuknya Desa Binaan ini, masyarakat Jenggik Utara diharapkan dapat lebih memahami hak dan kewajiban mereka dalam bidang keimigrasian, serta berperan aktif dalam melaporkan potensi pelanggaran yang terjadi di lingkungannya. Edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan akan menjadi pilar utama dalam pelaksanaan program ini.

    Imigrasi Mataram optimis bahwa sinergi antara pemerintah desa, aparat penegak hukum, serta masyarakat akan memperkuat sistem perlindungan sosial di tingkat akar rumput, sekaligus menciptakan Lombok Timur yang lebih aman, sadar hukum, dan sejahtera. (HF)

    Ket. Foto:
    Penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, kepada Kepala Desa Jenggik Utara. (Ist)

    Perkuat Pengawasan Orang Asing di Lombok Timur, Imigrasi Mataram Gelar Rapat TIMPORA

    0

    HarianNusa, Lombok Timur – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antar instansi terkait pengawasan orang asing, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram menggelar Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat Kabupaten Lombok Timur pada Rabu (21/5), bertempat di Rinjani Waterpark.

    Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Lombok Timur, H. Mustofa, dan dihadiri oleh berbagai unsur TIMPORA seperti TNI, Polri, Kejaksaan, Disdukcapil, Disnaker, Pemerintah Daerah, serta instansi terkait lainnya.

    Dalam sambutannya, H. Mustofa menekankan pentingnya koordinasi dan pertukaran informasi lintas instansi dalam rangka pengawasan orang asing. Ia menyoroti tiga hal utama yang menjadi fokus dalam rapat kali ini, yakni: mekanisme pertukaran informasi terkait keberadaan dan aktivitas orang asing, identifikasi potensi kerawanan dan pelanggaran, serta penyusunan langkah-langkah pengawasan yang efektif dan efisien.

    “TIMPORA ini bukan hanya menekankan pada aspek keimigrasian saja, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, hingga budaya. Karena itu, diperlukan keterlibatan aktif dari seluruh unsur yang tergabung dalam tim,” ujar Mustofa.

    Rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Iqbal Rifai. Bertindak sebagai narasumber, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, menyampaikan berbagai dinamika pengawasan orang asing di wilayah Lombok Timur.

    Dalam diskusi terungkap sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengawasan, seperti kendala dalam pertukaran informasi, perbedaan data antar lembaga, hingga pentingnya peningkatan kewaspadaan dalam proses penerbitan perizinan.

    Menutup rapat, Mirza menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung pengawasan orang asing yang optimal.

    “Pada hakikatnya, Imigrasi bukanlah satu-satunya ujung tombak dalam TIMPORA. Tim ini dibentuk sebagai wadah koordinasi antar instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan orang asing. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengawasan yang efektif,” tutup Mirza.

    Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kerja sama antar instansi dan menciptakan sistem pengawasan orang asing yang lebih responsif terhadap dinamika dan tantangan yang ada di lapangan, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur. (HF)

    Ket. Foto:
    Foto bersama dalam kegiatan rapat TIMPORA di Lombok Timur. (Ist)

    Polres Lombok Barat Gelar Patroli Malam, Sasar Aksi Kriminalitas dan Balap Liar

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Jajaran Polres Lombok Barat melalui Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Tim patroli menyambangi Dusun Sedayu Utara, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dalam sebuah operasi antisipasi dini terhadap berbagai bentuk kriminalitas, pada Kamis (22/5/2025).

    Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., mengatakan, bahwa kegiatan patroli ini secara spesifik diarahkan untuk mengantisipasi terjadinya aksi 3C (Curas, Curat, Curanmor). Serta tindak kriminalitas lainnya yang seringkali memanfaatkan kelengahan warga di jam-jam rawan.

    Selain itu, tim juga memberikan perhatian serius terhadap pencegahan aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

    "Patroli dini hari ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menciptakan rasa aman bagi warga Lombok Barat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kriminalitas dan aksi balap liar yang mengganggu ketertiban," tegas Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Eko Nugroho, S.H.

    Kegiatan semacam ini akan terus digencarkan untuk memastikan keamanan wilayah hukum Polres Lombok Barat. Dalam kesempatan tersebut, Tim Patroli Perintis Presisi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak muda yang masih berkumpul hingga larut malam di lokasi patroli.

    Dengan pendekatan persuasif, petugas memberikan himbauan agar mereka segera kembali ke rumah masing-masing. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat secara luas.

    "Kami menghimbau kepada adik-adik yang masih nongkrong hingga larut malam tanpa kepentingan jelas untuk segera pulang. Ini demi kebaikan dan keamanan bersama, serta untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," jelas Iptu Eko Nugroho.

    Himbauan ini menjadi penting mengingat jam-jam larut malam kerap menjadi waktu rentan bagi terjadinya tindakan kriminalitas. Dengan mengurangi kerumunan di jalan, potensi risiko tersebut dapat diminimalisir.

    Keberadaan Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lombok Barat di tengah masyarakat pada dini hari, merupakan wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir dan melindungi warga.

    Upaya preventif seperti ini sangat krusial dalam menekan angka kriminalitas dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lombok Barat.

    Masyarakat diharapkan dapat terus mendukung langkah-langkah kepolisian dengan turut serta menjaga lingkungan dan melaporkan hal-hal mencurigakan.

    Patroli serupa akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai titik rawan di seluruh wilayah Lombok Barat, menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan keamanan.

    Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. (F2)

    Ket. Foto:
    Personel kepolisian resort Lombok Barat saat melakukan patroli malam, mengimbau agar anak-anak muda segera pulang di jam tengah malam. (Ist)

    Damkar Lombok Barat Butuh Armada dan UPT Tambahan

    0

    HarianNusa, Lombok Barat -Keterbatasan armada dan personel pemadam kebakaran menjadi tantangan serius bagi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat dalam merespons kejadian kebakaran. Hingga pertengahan Mei 2025, Damkar mencatat 25 kasus kebakaran dan 52 insiden non-kebakaran, namun kemampuan tanggap darurat terus terkendala.

    Plt. Sekretaris Dinas Damkar Lombok Barat, H. Mohamad Amin, SP, mengungkapkan bahwa dari total 118 personel, hanya tersedia 5 unit armada. Mirisnya, hanya dua di antaranya dalam kondisi baik, sementara tiga lainnya sudah berusia antara 20 hingga 28 tahun.

    “Topografi Lombok Barat yang luas dan berbukit sangat menyulitkan. Idealnya dalam radius 7,5 km bisa dijangkau dalam 15 menit. Namun dengan kondisi armada sekarang, itu hampir mustahil,” jelas Amin saat ditemui di Kantornya, Rabu (21/5/2025).

    Sebagai solusi, Damkar mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru di wilayah strategis. Saat ini, hanya UPT Batulayar yang beroperasi untuk melayani Batulayar dan Gunungsari. Amin menilai Narmada dan Sekotong sebagai kawasan rawan yang mendesak untuk segera memiliki UPT sendiri.

    “Penambahan UPT akan memangkas waktu respons dan memperluas jangkauan pelayanan. Ini bukan keinginan, tapi kebutuhan mendesak,” tegas Amin.

    Damkar juga menggagas program “Rentcar” (Relawan Kebakaran) di tingkat desa dan dusun. Relawan ini akan dibekali Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai lini pertama pencegahan sebelum tim utama tiba di lokasi.

    Upaya sinergi antarwilayah juga telah dilakukan, seperti kerja sama Damkar Lombok Barat dengan Kota Mataram. Namun, Amin menekankan, tanpa tambahan armada dan UPT, risiko keterlambatan akan tetap tinggi, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman.

    Kini, Damkar berharap Pemkab Lombok Barat segera mengambil langkah strategis, pengadaan armada baru dan pembangunan UPT di kecamatan-kecamatan rawan kebakaran.

    “Kebakaran tidak menunggu. Maka, kesiapan dan kelengkapan kami pun tidak boleh ditunda,” tutup Amin. (F2)

    Ket. Foto:
    Plt. Sekretaris Dinas Damkar Lombok Barat, H. Mohamad Amin, SP., saat ditemui di kantornya. (HarianNusa)

    Kartu KSB Maju Resmi Dilaunching, Semua Kepala Keluarga Miliki Rekening di Bank NTB Syariah

    HarianNusa, Kabupaten Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya merealisasikan peluncuran Program Kartu KSB Maju, sebuah terobosan berbasis digital yang mengintegrasikan berbagai layanan bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kartu.

    Acara launching yang sangat dinanti oleh seluruh warga Sumbawa Barat tersebut bertempat di lapangan Gedung Graha Fitrah, Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Kemutar Telu Center (KTC), Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat pada, Selasa pagi (20/05/2025).

    Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., dalam pidatonya menyampaikan bahwa Kartu KSB Maju merupakan hasil dari proses panjang pembenahan sistem layanan bantuan yang lebih transparan, tepat sasaran, dan efisien. Kartu ini dirancang tidak hanya sebagai alat administrasi, tetapi sebagai alat eksekusi dan kontrol program pemerintah.

    Di bidang pendidikan, kata Bupati, program ini memungkinkan proses pencairan bantuan pendidikan berjalan otomatis dan lebih cepat. Setelah siswa dinyatakan diterima di sekolah, baik tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, maupun pondok pesantren, orang tua hanya perlu menunjukkan Kartu KSB Maju atau Kartu Keluarga saat pendaftaran ulang.

    “Dana bantuan akan langsung masuk ke rekening yang telah disiapkan atas nama kepala keluarga. Bahkan untuk mahasiswa, tinggal melapor ke operator program di Dinas Pendidikan. Semua kepala keluarga penerima bantuan kini memiliki rekening di Bank NTB Syariah. Ini semua terintegrasi,” jelas Bupati.

    Dalam pidatonya, Bupati Amar juga mengangkat contoh nyata yang menyentuh publik, yakni kejadian seorang warga KSB yang meninggal dunia di RSUP Mataram. Keluarga almarhum yang sudah dalam kondisi duka, ternyata masih harus menghadapi beban biaya ambulans hingga Rp3juta.

    “Keluarga sudah berduka, harus bayar pula biaya ambulans. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka? Maka kami segera mengambil tindakan. Biaya kami tanggung, jenazah dipulangkan tanpa biaya sepeser pun,” tegasnya.

    Selain itu, program Kartu KSB Maju juga menghadirkan model pelayanan kesehatan yang proaktif dan berbasis Puskesmas, di mana warga cukup menghubungi nomor layanan darurat, dan tim medis lengkap dengan ambulans akan langsung datang ke rumah.

    “Kalau ada warga yang sakit, tinggal telepon nomor layanan yang tersedia. Tidak perlu lagi repot datang ke Puskesmas. Dokter dan ambulans yang akan datang langsung ke rumah,” ucap Bupati, disambut tepuk tangan dari undangan yang hadir.

    Di sektor sosial, Kartu KSB Maju memberikan insentif bulanan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini belum terjamah secara optimal, antara lain: Guru ngaji, Hukum masjid, Marbot, Lansia, Penyandang disabilitas dan anak yatim piatu (menerima bantuan Rp500.000 per anak per bulan) dan FM332 (Forum Masyarakat Miskin dan Rentan).

    “Ini bukan sekadar kartu biasa. Ini adalah alat eksekusi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bupati Amar.

    Selain sebagai alat eksekusi, Kartu KSB Maju juga memegang fungsi pengawasan (kontrol) dan monitoring berbasis data. Seluruh bantuan yang diberikan harus tercatat dan di-input oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam sistem aplikasi KSB Maju.

    “Setiap bantuan yang diberikan harus dievaluasi efektivitasnya. Jangan sampai kita bantu nelayan dengan sampan dan alat tangkap, tapi hasil tangkapannya tetap lima kilogram. Maka itu artinya bantuan tidak efektif. Harus kita evaluasi dan ganti bentuk bantuannya agar lebih tepat guna,” ujarnya.

    Data ini juga menjadi bank data terintegrasi yang memastikan tidak ada lagi bantuan ganda dan menjadi dasar pengambilan kebijakan bantuan tahun-tahun berikutnya.

    Bupati Amar juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah menyetujui penggunaan Kartu KSB Maju sebagai kartu ATM. Dengan demikian, Pemda KSB menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang menggabungkan fungsi layanan dan transaksi perbankan dalam satu kartu program bantuan.

    “Digitalisasi ini menjadi terobosan penting untuk mempermudah birokrasi, mempercepat penyaluran, dan memperkuat akuntabilitas layanan,” tegasnya.

    Untuk tahap awal, Kartu KSB Maju akan difokuskan pada tujuh sektor program unggulan. Namun, Bupati menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan fitur dan cakupan program sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Insyallah, hari ini kita mulai dengan tujuh program. Ke depan, program ini akan terus berkembang sesuai dengan dinamika masyarakat dan kemampuan fiskal daerah,” tutupnya.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan undangan dan jajaran penting Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kajari, Kapolres, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Ketua DPRD, serta tokoh penting lainnya seperti mantan Bupati KSB Dr. H. W. Musyafirin, MM, Plt. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kepala Kemenag, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Sumbawa Barat. (F3)

    Ket. Foto:
    Foto bersama dalam kegiatan launching Kartu KSB Maju. (Ist)

    Maad Adnan Resmi Jabat Kadis Kominfotik Lombok Barat: Siap Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Digital

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat resmi dipimpin oleh Maad Adnan, S.Pd., M.Pd. setelah serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Aula Diskominfotik, Rabu (21/5). Maad Adnan menggantikan pejabat sebelumnya, Ahad Legiarto, ST., M.Eng., yang kini dimutasi menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat.

    Acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural, fungsional, dan staf Diskominfotik ini menjadi penanda penting dimulainya babak baru kepemimpinan di dinas strategis tersebut, di tengah tuntutan percepatan transformasi digital di daerah.

    Dalam sambutannya, Maad Adnan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan daerah, serta mengajak seluruh pegawai untuk bekerja bersama dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan era digital.

    > “Saya memohon izin dan restu dari rekan-rekan semua, kinerja dan kerja samanya sangat saya harapkan. Mari kita saling mendukung, bergandeng tangan, dan kita lanjutkan semua program yang ada,” ujar Maad Adnan penuh semangat.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya disiplin kerja, penguatan sinergi lintas bidang, dan kolaborasi dalam mewujudkan transformasi digital yang berdampak langsung bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah.

    > “Transformasi digital bukan sekadar slogan, tapi harus diwujudkan melalui kolaborasi konkret. Kita ingin Diskominfotik menjadi motor perubahan digital di Lombok Barat,” tegasnya.

    Maad Adnan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman birokrasi yang kuat, ia diyakini akan membawa semangat baru di tubuh Diskominfotik.

    Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Ahad Legiarto menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh tim selama masa jabatannya. Ia juga berharap kepemimpinan baru dapat membawa Diskominfotik ke level yang lebih tinggi.

    > “Mari kita dukung penuh beliau, bersama dalam memimpin Diskominfotik ke depan,” ucap Ahad Legiarto, yang kini mengemban tugas baru di Dinas PUPR.

    Sertijab ini merupakan tindak lanjut dari mutasi pejabat eselon II yang dilakukan Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), pada Jumat, 16 Mei 2025 lalu. Mutasi ini disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan strategi percepatan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. (F2)

    Ket. Foto:

    Jabat tangan setelah serah terima jabatan Kadis Kominfotik Lombok Barat Maad Adnan menggantikan pejabat sebelumnya, Ahad Legiarto, ST., M.Eng., yang kini dimutasi menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat. (Ist)

    DPRD Lombok Barat Setujui Raperda RTRW 2025–2045, Ajukan Puluhan Catatan dan Pertanyaan Strategis

    HarianNusa, Lombok Barat – Dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025, Gabungan Fraksi–Fraksi DPRD Lombok Barat menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025–2045.

    Pandangan umum tersebut dibacakan oleh Abdul Majid, di hadapan pimpinan dewan, eksekutif, dan seluruh peserta sidang. Gabungan Fraksi -fraksi DPRD Lombok Barat menegaskan, bahwa penyusunan RTRW merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi.

    “Raperda ini adalah dokumen strategis jangka panjang yang sangat menentukan arah pembangunan, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat. Dengan penataan ruang yang baik, kita berharap dapat meminimalisir konflik pemanfaatan ruang, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan wilayah,” ujar Abdul Majid.

    Gabungan fraksi DPRD yang terdiri dari Fraksi Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS, PKB, PPP, Demokrat, PAN, Gerindra, dan Perindo menyatakan sepakat agar Raperda RTRW 2025–2045 dilanjutkan ke tahap pembahasan lebih rinci. Namun, kesepakatan itu disertai sejumlah catatan kritis, saran strategis, dan permintaan penjelasan dari pemerintah daerah.

    Dalam dokumen pandangan umum tersebut, DPRD menyampaikan lebih dari 20 pertanyaan substantif. Beberapa hal krusial yang ditanyakan antara lain:

    Urgensi penyusunan RTRW baru: Apa dasar utama revisi RTRW 2025–2045 dibandingkan kebijakan sebelumnya?

    Sinkronisasi: Sejauh mana dokumen ini sudah sejalan dengan RTRW Provinsi NTB dan Rencana Tata Ruang Nasional?

    Visi jangka panjang: Apa arah pembangunan ruang Kabupaten Lombok Barat hingga 2045?

    Zonasi wilayah dan tumpang tindih fungsi lahan: Termasuk pertanyaan tentang bagaimana penanganan kawasan hutan yang tumpang tindih dengan kawasan pariwisata atau pertambangan.

    Mitigasi bencana: Bagaimana RTRW ini mengantisipasi risiko gempa dan bencana lainnya di wilayah rawan seperti pesisir dan perbukitan?

    Pertanian dan hutan lindung: Langkah apa yang diambil untuk melindungi kawasan pertanian berkelanjutan dan hutan?

    Pengembangan infrastruktur strategis: Termasuk rencana pengembangan jalan, pelabuhan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya.

    Konflik pemanfaatan ruang dan penegakan hukum: Termasuk mekanisme pengawasan terhadap bangunan ilegal dan sanksi bagi pelanggar tata ruang.

    Fraksi Gabungan juga menyoroti pentingnya perlindungan kawasan strategis dan sumber daya alam. Khususnya di kawasan seperti Senggigi, Sekotong, dan penyangga KEK Mandalika, pemerintah diminta memperhatikan keberlanjutan lingkungan, perlindungan budaya lokal, serta keberpihakan terhadap UMKM dan pasar rakyat dalam penataan zona pariwisata.

    “Penataan ruang harus memperhatikan keterpaduan antara fungsi ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan yang merugikan masyarakat dan merusak ekosistem, terutama di kawasan pesisir dan perbukitan yang rawan bencana,” tegas Abdul Majid.

    DPRD juga mengingatkan bahwa RTRW seharusnya tidak hanya berfokus pada kawasan strategis, tapi juga memperhatikan jalur pendukung seperti akses jalan, drainase, fasilitas umum, dan ruang terbuka hijau di sepanjang jalur menuju kawasan tersebut.

    Salah satu penekanan penting dari gabungan fraksi adalah soal partisipasi publik dalam penyusunan RTRW. DPRD meminta agar pemerintah daerah melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha, LSM, hingga tokoh adat dan komunitas lokal dalam proses perumusan.

    “RTRW bukan hanya milik pemerintah, tapi menyangkut seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga berhak menyampaikan masukan, keberatan, atau usulan terhadap tata ruang yang akan mengatur kehidupan mereka selama 20 tahun ke depan,” tegasnya.

    Tak kalah penting, fraksi gabungan juga meminta agar RTRW ini dapat menjadi dasar hukum yang kuat, bebas dari konflik, tumpang tindih, dan menjadi acuan mutlak dalam semua program pembangunan, baik oleh pemerintah maupun swasta.

    Gabungan fraksi juga mendorong agar pembangunan tidak bersifat sentralistik, namun menyentuh wilayah pinggiran seperti Buwunmas di Kecamatan Sekotong yang selama ini dianggap kurang tersentuh pembangunan.

    “Pemerintah juga diminta lebih serius dalam menertibkan bangunan tanpa izin, terutama di kawasan strategis. Pengawasan harus diperketat, dan setiap pelanggaran tata ruang harus ditindak tegas demi menjaga keteraturan pembangunan,” ujarnya.

    Selain itu, fraksi mendukung penyederhanaan proses perizinan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi, dengan catatan pengawasan yang kuat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang negatif.

    Menutup pandangan umum tersebut, DPRD menekankan pentingnya RTRW sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang Kabupaten Lombok Barat. Mereka berharap Raperda RTRW 2025–2045 ini mampu menghadirkan pembangunan yang serasi, selaras, seimbang, dan berkelanjutan.

    Dengan tata ruang yang berpihak pada rakyat, menghargai kearifan lokal, dan memperkuat daya tahan lingkungan, DPRD berharap Lombok Barat mampu menghadapi tantangan masa depan dengan arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. (F3)

    Ket. Foto:
    Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Barat dengan agenda penyampaian pandangan umum gabungan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025–2045. (HarianNusa)

    Penataan Parkir untuk Tingkatkan PAD Wabup UNA: Tidak Boleh Ada “Raja-raja Kecil”

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penataan sistem retribusi parkir yang lebih tertib dan akuntabel. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat menanggapi beredarnya video petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan penarikan retribusi parkir di Pasar Kediri.

    Menurut Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Bupati Lombok Barat yang menginginkan kerja cepat, kerja nyata, dan hasil yang konkret, terutama dalam aspek peningkatan PAD.

    > “PAD ini berkaitan erat dengan retribusi parkir. Sebenarnya banyak titik-titik parkir potensial yang belum kita garap dengan baik. Nah, inilah yang jadi perhatian Bapak Bupati agar Dishub mulai menata kembali sistem pengelolaan parkir,” ujar Wakil Bupati Lombok Barat yang akrab disapa Ummi Nurul Adha (UNA) ini, Senin, (19/5) saat diwawancara di kantor nya.

    Ia menjelaskan, selama ini banyak titik parkir yang diserahkan ke pihak mandor, yang kemudian dialihkan lagi ke pihak lain secara tidak terstruktur. Akibatnya, potensi PAD yang seharusnya masuk ke kas daerah justru bocor ke oknum tertentu.

    > “Alhamdulillah, saat ini Dishub sudah mulai merapikan sistem itu. Saya yakin, ada pihak yang menerima ada juga yang merasa dirugikan dengan penataan ini, karena mereka terbiasa mengelola sendiri. Tapi inilah yang harus kita benahi. Tidak boleh lagi ada ‘raja-raja kecil’ yang menjadikan parkir sebagai ladang pribadi,” tegasnya.

    Penataan ini, lanjutnya, diharapkan akan membawa dampak positif dalam jangka panjang. Dengan pengelolaan yang rapi, disiplin, dan dikelola penuh oleh pemerintah daerah, maka akuntabilitas bisa dijaga dan pendapatan dari sektor ini bisa meningkat untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Barat.

    Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan bahwa semua kebijakan ini dilakukan demi membangun tata kelola keuangan daerah yang sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (F2)

    Lombok Barat Masuk Daftar Kabupaten Paling Maju, Wabup Hj. Nurul Adha Apresiasi OPD dan Dorong Inovasi

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Kabupaten Lombok Barat kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih skor 3,84 dalam penilaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD). Capaian ini menempatkan Lombok Barat sebagai salah satu kabupaten paling maju di Indonesia, dan satu-satunya dari Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut.

    Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengungkapkan rasa syukur sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran OPD yang telah bekerja keras.

    "Alhamdulillah, kita bersyukur Lombok Barat masuk nominasi ini. Saya menyampaikan apresiasi kepada kepala-kepala OPD atas kerja keras mereka. Ini pencapaian luar biasa, karena di NTB hanya Lombok Barat yang meraih prestasi ini," ungkapnya, ditemui di kantornya, Senin, (19/5).

    IDSD mengukur kemajuan daerah dari empat komponen utama: sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung. Nurul Adha menilai capaian ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi seluruh elemen pemerintahan daerah.

    Lebih lanjut, Hj. Nurul Adha juga menyampaikan, bahwa Lombok Barat juga akan menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pekan depan atas keberhasilan sekolah-sekolah dalam mengembangkan budaya lokal.

    "Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kadis Dikbud sebelumnya atas kinerjanya. Semoga capaian ini bisa diteruskan oleh Kadis yang baru. Saya yakin, para kadis hasil mutasi kemarinmaupun yang tetap di jabatan lama punya semangat yang sama untuk membawa Lombok Barat lebih maju," tambahnya.

    Meski membanggakan, Wakil Bupati menegaskan perlunya peningkatan dalam hal inovasi daerah. Ia mengatakan program Car Free Night (CFN) sebagai contoh inovasi lintas OPD yang berhasil disambut baik oleh masyarakat.

    "Pak Bupati berharap tiap OPD bisa menciptakan satu inovasi. CFN ini salah satu yang sukses karena kolaborasi berbagai OPD," ungkapnya.

    Ia berharap agar setiap OPD bisa menghasilkan inovasi yang membanggakan. Misalkan Dinas Sosial dengan rencana membentuk Sekolah Rakyat sesuai mandat Kementerian Sosial. "Ini bisa menjadi inovasi bagi OPD tersebut," pungkasnya.

    Ia Optimis dengan semangat kolaborasi dan inovasi akan terus membawa Lombok Barat menuju kemajuan yang lebih besar. (F3)

    Ket. Foto:
    Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha saat diwawancara di Kantornya. (HarianNusa)

    [attach 1]

    Panitia Muskab Buka Pendaftaran Calon Ketua PMI Lombok Barat, Ini Syaratnya!

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Panitia Musyawarah Kabupaten (Muskab) pemilihan Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Barat telah membuka pendaftaran pemilihan calon ketua PMI Lombok Barat periode 2025-2030.

    Sekretaris PMI Provinsi NTB Lalu Dody Setiawan mengatakan pengurus Provinsi NTB dan PMI Lombok Barat telah membentuk panitia Muskab PMI untuk pemilihan ketua PMI yang baru.

    "Hasil koordinasi Ketua PMI Lombok Barat Fahrul Mustofa, panitia Muskab sudah dibentuk," kata Dody, Senin (19/5/1025).

    Pengurus PMI Provinsi NTB, kata Dody melanjutkan memastikan Muskab PMI Lombok Barat harus berjalan dengan ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi.

    "Sehingga hasil didapatkan dalam Muskab nanti menjadi harapan insan PMI di Lombok Barat para pengurus dan relawan," ujarnya.

    Dody mengatakan waktu pendaftaran calon Ketua PMI Lombok Barat telah dibuka. Semua calon yang mendaftar akan diverifikasi sesuai ketentuan AD/ART untuk tampil di arena Muskab nanti.

    Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Barat Fahrul Mustofa mengatakan agenda Muskab PMI Lombok Barat akan digelar di Kota Mataram pada Kamis 22 Mei 2025 mendatang.

    "Kami sudah menggelar rapat semua pengurus Kecamatan se-Lombok Barat. Berdasarkan hasil rapat. Muskab akan digelar tanggal 22 Mei 2025," ujar Arul sapaanya.

    Arul selaku tokoh pers NTB ini mengaku estimasi peserta Muskab berjumlah 150 orang. Panitia akan mengundang semua stakeholder di Lombok Barat dan jajaran pengurus PMI NTB.

    "Pendaftaran akan dibuka sampai Rabu, 21 Mei 2025. Prinsipnya kami mencari ketua PMI yang peduli kepada sesama, pemimpin yang punya jiwa kemanusiaan, dan pemimpin yang bisa memimpin semua kalangan," tegas Arul.

    Muskab yang digelar nanti Arul berujar akan merubah mindset PMI Lombok Barat yang ekslusif menjadi inklusif atau terbuka untuk siapa pun. Hal itu berdasarkan arahan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla.

    "Sesuai pesan pak JK perkuat organisasi dan layanan. Intinya kami sudah melakukan perbaikan organisasi sehingga kami siap memilih calon ketua baru 2025-2030," tegas Arul.

    Dia pun memastikan pemilihan Ketua PMI Lombok Barat yang baru nanti berjalan demokratis dan transparan. Panitia Muskab tidak akan menutup ruang untuk siapa yang ingin memimpin PMI Lombok Barat.

    "Silakan mendaftar mengisi formulir dan datang ke Sekretariat PMI Lombok Barat," tandas Arul.

    Ket. Foto :
    Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Barat Fahrul Mustofa. (Ist)

    error: Content is protected !!