More
    Beranda blog Halaman 390

    Spanduk Dokter Mawardi Kembali Beredar di Mataram

    HarianNusa.com, Mataram – Spanduk mantan Direktur RSUP NTB, dr Mawardi Hamry kembali beredar di Mataram. Terpantau, sejumlah titik dipasang spanduk bertulis “Dr Mawardi Kami Rindu” di sejumlah wilayah di Kota Mataram.

    Dua Pemuda di Brang Rea Tewas Tenggelam di Air Terjun

    HarianNusa.com, KSB – Air terjun Pemurun Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menelan dua korban. Dua pemuda tewas tenggelam saat mandi sekitar pukul 17.00 Wita, Minggu (08/04).

    Puluhan Pelajar di Lotim Keracunan Terang Bulan

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Puluhan pelajar Madrasah Ibtidaiyah NW Penyenggir Desa Sikur Barat Kec. Sikur Lombok Timur (Lotim) mengalami keracunan usai mengkonsumsi jajanan di luar sekolah, Kamis (05/04) lalu.

    Pemuda Desa Kalijaga Tengah Inisiasikan “Gerakan 500 Kemos”

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Guna menumbuhkan semangat kolektif masyarakat Dusun Asmalang Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel Lombok Timur, khususnya untuk pembangunan dusun setempat, dibentuk sebuah gerakan donasi pembangunan dusun bernama “Gerakan 500 Kemos” atau “Miluke”.

    Kejar Target, Dukcapil Lobar Layani Perekaman E-KTP Malam Hari

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat (Lobar) melakukan berbagai upaya dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.
    Tidak hanya dengan jemput bola ke desa-desa dan membuka lapak layanan saat acara pengumpulan massa, Dinas yang dipimpin oleh H. Muridun ini pun membuka kantornya untuk memberikan pelayanan di malam hari.

    Sejak pukul 19.30 WITA pada Jum’at malam (6/4) kantor itu sudah terlihat ramai. Paling sedikit seratus orang berkerumun mendaftar meminta pelayanan dari para staf pendaftaran penduduk dan catatan sipil yang sesungguhnya sudah nampak lelah karena sejak pagi sampai sore sudah terporsir melakukan pelayanan.

    H. Muridun mengakui hal itu karena mengejar target cakupan administrasi kependudukan warga Lobar.

    Dari data jumlah penduduk wajib KTP yang tersedia, baru 86,99% warga yang telah terekam secara elektronik. Terdapat 66.489 orang dari 511.069 orang yang belum melakukan perekaman dan ini menjadi target utama Disdukcapil.

    Dari 10 kecamatan yang ada, Kecamatan Narmada tercatat mencapai persentase rekam tertinggi, yaitu 93,4% atau 63.839 jiwa dari 68.300 warga yang wajib KTP. Paling sedikit justru dicapai oleh Kecamatan Kuripan, yaitu baru sampai 78,7% saja.

    “Itu data per Maret 2018. Pemerintah Pusat melakukan Konsolidasi Data Bersih per semester guna pencocokan data keseluruhan secara nasional,” terang Sekretaris Disdukcapil, Fathurrahman.

    Dari pantauan proses pelayanan, di malam pertama ini saja sejak pukul 19.30 sampai 20 30 WITA, paling sedikit 40an orang yang dilayani rekaman, sisa terbanyaknya adalah yang sudah melalukan perekaman namun membutuhkan Surat Keterangan yang nilainya sama dengan KTP Elektronik.

    Tampak salah seorang masyarakat yang sedang direkam retina matanya adalah seorang nenek tua. Ia mengaku datang dari Desa Pelangan dan terpaksa menginap di rumah sanak familinya.

    “Saya perlu e-KTP untuk mengurus BPJS,” akunya dalam bahasa daerah.

    Pendaftaran sendiri ditutup jam 21.00 WITA namun dituntaskan sampai seluruh pelayanan selesai. Keseluruhan kegiatan direncanakan berakhir sampai jam 23.00 WITA.

    Hal yang menarik ditemukan malam itu adalah durasi waktu yang hanya membutuhkan 15 menit saja, dari proses daftar, verifikasi berkas, rekam, olah data, sampai cetak.

    “Ini pelayanan yang termasuk cepat. Jauh di bawah target pusat, yaitu 1 jam,” tambah Fathurrahman.

    Selain masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman e-KTP,.menurut H. Muridun kurangnya peralatan dan SDM membuat Disdukcapil juga melakukan pelayanan di malam hari.

    “Masih banyak warga yang belum ber-KTP. Di sisi lain, kita kekurangan alat, personil atau SDM, dan anggaran. Ini semua kerja suka rela. Kami sudah tidak ada lagi anggaran lembur dan perjalanan dalam daerah pun dipangkas. Sedangkan administrasi kependudukan ini sangat penting,” keluhnya sambil berharap hal itu diperhatikan oleh Tim Anggaran dan DPRD.

    “Kami ini melayani rakyat,” tegasnya sambil menjelaskan minimal jumlah alat, personil, dan anggaran yang harus dipertimbangkan.

    Menurut Muridun, alat rekam di tingkat Kabupaten saja idealnya harus 10 buah dan masing-masing kecamatan 5 buah. Hal itu pun dibarengi dengan jumlah pegawai minimal 10 orang di Kabupaten dan 5 orang di setiap kecamatan.

    Kegiatan pelayanan malam hari, ungkapnya, akan dilakukannya sampai target cakupan adminduk para wajib e-KTP terpenuhi dan tuntas.

    “Kecuali nanti mungkin akan kita pertimbangkan jeda di Bulan Puasa,” ujarnya.

    Muridun meminta warga masyarakat yang wajib KTP untuk segera melakukan perekaman.

    “Jangan menunda-nunda masalah adminduk ini,” pinta Muridun. (f3)

    TGB Tepis Hoax Soal Polemik NU dan NW

    0

    HarianNusacom, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pertemuan dengan tokoh- tokoh Nahdlatul Ulama (NU) NTB, di antaranya TGH. Lalu Ahmad Turmudzi Badruddin, TGH. Al Ma’arif, TGH. Taqiuddin, Profesor Masuk, H. Lalu Winengan, H. Rosiady Sayuti di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu, (7/4/2018).

    Pertemuan tersebut untuk bersama-sama memberikan klarifikasi terkait beredarnya berita hoax di portal Duta Islam tanggal 7 Maret berjudul “TGB Zainul Majdi yang ‘Habisi’ Orang-Orang NU, Bukan Cerita Baru di NTB dan berita tanggal 6 April berjudul “TGB Zainul Majdi, Kader NW yang “Membunuh” Kebijakan NU Lombok” yang dianggap memecahbelah NW dengan NU dan memprovokasi umat.

    Dalam kesempatan itu, TGB tidak berbicara panjang lebar. Ia hanya meminta agar tidak menelan mentah-mentah suatu pemberitaan.

    “Mungkin satu dua hal yang perlu disampaikan untuk memperkokoh persaudaraan, memberikan klarifikasi hal-hal yang dianggap perlu disampaikan,” ungkap TGB panggilan akrab Gubernur NTB itu.

    Sementara itu, TGH Al Ma’arif menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang seharusnya ditanggapi secara serius layaknya masyarakat yang biasa berbicara tidak jelas, tidak mendasar, tidak rasional.
    Ia mengatakan sebagai pimpinan ormas belum pernah merasa dirugikan oleh kebijakan TGB selaku Gubernur NTB.

    “Jadi terus terang saja dari yang kita baca, yang kita dengar beberapa hari ini dan terakhir habis magrib saya baca. Terasa tidak ada sesuatu yang seharusnya kita tanggapi secara serius karena layaknya seperti biasanya masyarakat kita sering berbicara yang tidak jelas tidak mendasar , tidak rasional. Oleh karena itu kami sebagai warga NTB, sebagai pimpinan ormas belum merasa sama sekali, ada sesuatu mulai sejak bapak gubernur menjabat sampai hari ini belum pernah ada sesuatu yang kira-kira membuat kita komplain, apalagi melakukan sesuatu dan perlawanan, jadi apa yang disampaikan berita-berita seperti itu saya kira bukan sesuatu yang perlu kita tanggapi, tapi kalau memang dirasa menggangu masyarakat saya ingatkan saja kepada mereka yang menggangu ini untuk tidak membuat konsentrasi TGB di akhir masa jabatannya terganggu. Saya kira cuma pikiran itu yang saya tangkap, belum wajar kiranya organisasi sebesar NU atau NW untuk memperbincangkan terlalu jauh,tidak ada data dan dalil yang dipakai itu hanya sekedar omongan saja, hanya perasaan saja.
    Kami sebagai warga NU tetap berdoa mudah- mudahan diakhir masa jabatannya Gubernur tetap Khusnul khotimah,” ungkapnya.

    Pada kesempatan yang sama TGH Taqiuddin mengimbau kepada warga NU untuk tidak percaya begitu saja dengan pemberitaan tersebut. Ia menegaskan kan bahwa itu tidak benar.

    “Itu adalah berita palsu yang tujuannya memecah belah dua ormas ini antara NU dan NW. Kami mohon kepada warga Nahdlatul Wathan kalau mendengar atau membaca berita itu dengan hormat kami bersama almukaram TGB mengklarifikasi hal ini. Dengan demikian urusannya sudah selesai, yang dibaca (berita,red) itu adalah bohong dan tidak benar, yang benar itu NU dan NW selama ini bersaudara tidak ada perbedaan dalam hal akidah, akhlak dan sebagainya,” tegasnya.

    Dengan tegas ia meminta kepada warga NU untuk tidak mepercayai berita yang menyebut TGB membunuh karakter NU yang ada di NTB. Begitu juga Ia meminta kepada warga NW yang ada di NTB untuk menahan diri dan jangan emosi.

    “Masalah ini sudah selesai dan kami beserta TGB sudah mengklarifikasi. kepada warga NU dan saudara-saudara kami dari warga NW demi NTB bersatu mudah2an ini tidak terjadi lagi,” harapnya. (f3)

    Kombes Tajudin Diusulkan Jadi Kapolda NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Dilantiknya Irjen Pol Firli sebagai deputi penindakan KPK merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi warga NTB,  bagimana tidak, Irjen Firli belum genap setahun menjabat Kapolda kini menjabat posisi strategis di lembaga anti rasuh tersebut.

    Dengan telah terpilihnya Firli maka tentu posisi Kapolda NTB kini kosong. Untuk menjaga kesinambungan dan stabilitas keamanan serta kondusivitas di NTB tentu dibutuhkan sosok yang tepat sebagai pengganti Irjen Firli.

    Menimbang siapa yang layak melanjutkan tongkat komanda di korps seragam coklat ini maka tidak salah kiranya Wakapolda Kombes Pol Drs Tajidin,  MH diangkat sebagi pengganti Irjen Firli yang sudah dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK.

    Menurut Sekretaris M16, Lalu Athari Fadlullah, SE, bukan tanpa alasan kenapa Wakapolda NTB yang sekarang dianggap layak untuk menempati Jabatan Kapolda NTB,  sebab selama bersama dengan Kapolda NTB Irjen Firli,  Wakapolda NTB  terbukti mampu bekerjasama secara baik dalam menjaga kondisi keamanan di NTB selama ini.

    “Terlebih dalam waktu dekat ada agenda pesta demokrasi yang membutuhkan perhatian khusus untuk pengamanan,” ujar Athari yang juga Sekretaris DPD KNPI NTB.

    Selain itu Lalu Athari menilai  sekiranya Wakapolda NTB  yang saat ini menjadi pengganti Irjen Firli akan semakin  memudahkan  melakukan koordinasi dan penyesuaian tugas-tugas dalam pengamanan,  karena sudah mengetahui kondisi dan situasi di wilayah Hukum NTB.

    Athari  berharap dengan alasan untuk lebih memudahkan kinerja kepolisian dengan berbagai agenda penting ke depan. “Ada baiknya Kapolri mengangkat Wakapolda NTB yang sekarang sebagai pengganti Irjen Firli,” pungkasnya. (sat)

    Seorang Wisatawan Meninggal di Gili Trawangan

    HarianNusa.com, Lombok Utara – Albert Alianto (78) asal Kelurahan Sukahaji Kecamatan Ciparay Bandung mengembuskan napas terakhir di sebuah kamar hotel di Gili Trawangan Lombok Utara, Jumat (06/04) sekitar pukul 14.00 Wita.

    TGH Jamaluddin: DR Zul Doang, Gak Ada yang Lain

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Dr. Zulkieflimansyah tak henti hentinya mendapat sambutan masyarakat, Kali ini giliran masyarakat Batukliang Utara, Lombok Tengah dari pagi hingga siang hari menyambut kedatangan Cagub yang ramah dan murah senyum ini dengan sambutan yang luar biasa hangat kamis (5/4).

    Di salah satu titik pertemuan, di Desa Lantan Kamis, salah seorang tokoh masyarakat Batukliang Utara TGH. Jamaluddin menyampaikan bahwa dalam memilih pemimpin sama dengam membeli barang. Kita harus tahu barangnya seperti apa. Menurutnya jangan hanya perlihatkan fotonya saja, Fisiknya juga harus kita tahu. Apakah barangnya bagus, barangnya berkualitas. Nah, Doktor hadir disini, bersilaturrahim dengan kita agar kita bisa tahu calon pemimpin kita, bisa kenal calon pemimpin kita.

    Di akhir sambutannya, TGH. Jamaluddin menutup dengan sebuah syair, “Dalam hati yang indah, Dalam hati yang Ikhlas
    Terukir namamu, Zulkieflimansyah” Ungkapnya.

    Doktor Zul sendiri merasa sangat bahagia atas sambutan hangat masyarakat Batukliang Utara. Ia bersyukur, kehadirannya ke kampung-kampung, ke dusun-dusun, tidak pernah ada permintaan yang macam macam dari masyarakat, malah ia didoakan selamat dunia akhirat.

    “Sudah dua bulan lebih saya turun menyapa masyarakat, turun ke kampung-kampung, turun ke dusun-dusun, tapi belum pernah saya menemukan permintaan aneh-aneh. Tidak pernah ada tokoh masyarakat yang meminta didaratkan pesawat di kampungnya, mereka malah mendoakan, semoga kami selamat dunia akhirat”. Ungkapnya

    Cagub nomor urut tiga ini menjelaskan betapa pentingnya memikirkan pemilihan gubernur dengan baik. Ada keterkaitan pemilihan gubernur dengan kepedulian kita di sini katanya. Kalau kemudian orang yang terpilih menjadi pemimpin tidak punya kemampuan, tidak punya kapasitas, dan punya orientasi lain buat kehidupannya sendiri, maka mimpi-mimpi anak-anak kita ke depan akan hancur.

    “masyarakat harus berhati-hati dalam memilih pemimpin NTB. Jika salah memilih, jika tidak hati-hati memilih, masyarakat bisa mati di tengah keberlimpahan, seperti anak ayam yang mati di lumbung padi, jangan pilih pemimpin yang hobi umbar janji apalagi yang selalu menjelekkan calon lain.” tegasnya.

    Hingga pukul 14.00 Cagub yang akrab disapa Bang Zul ini telah mengunjungi 7 titik pertemuan diantaranya Dusun Jeliman, Dusun Sintung Timur, Ai Berik, Dusun Sumberan, Dusun Lantan, Dasan Lekong, dan Teratak. (sat) 

    Pra Musrenbang 2018, Sekda Instruksikan Fokus Program Penurunan Kemiskinan

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Memaksimalkan Forum Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTB, agar dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019, fokus pembahasannya pada program penurunan angka kemiskinan.

    “Ini sesuai dengan tema Pra Musrenbang tahun 2018 ini yakni Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi untuk Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan,” Ungkap Sekda yang lebih dikenal Pak Ros itu membuka Rapat Pra Musrenbang Provinsi NTB Tahun 2018, di Hotel Lombok Raya, Kamis (5/4/2018).

    Selama hampir 10 tahun, Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Dr. TGH. M. Zainul Majdi, NTB telah mengalami kemajuan yang membanggakan. Tentunya, kemajuan tersebut dapat dilihat dari capai-capaian pembangunan dan prestasi-prestasi yang diraih, baik skala nasional maupun Internasional.

    Dalam dua periode kepemimpinan TGB tersebut, ekonomi NTB terus mengalami pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Pada Tahun 2017 ekonomi NTB tumbuh sebesar 7,10 persen, di atas rata-rata nasional. Sedangkan untuk penurunan angka kemiskinan dari angka 23,4 persen tahun 2008 dapat diturunkan menjadi 15,05 persen pada tahun 2017.

    Artinya dalam kurun waktu 9 tahun lebih tersebut, NTB telah berhasil melakukan penurunan angka kemiskinan 1 persen/ tahun.
    Selain itu, Tingkat gini rasio di NTB juga terus berupaya untuk ditekan, dengan angka 0,378 persen di bawah nasional sebesar 0,41 persen, namun relatif masih rendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

    Dengan berbagai capaian tersebut, Pak Ros tetap mendorong agar dari kegiatan yang sangat strategis seperti pra Musrenbang ini, akan melahirkan solusi-solusi yang lebih konstruktif dari masalah kemiskinan ke depan, dengan ide-ide dan gagasan program yang lebih efektif untuk upaya penurunan angka kemiskinan di NTB.

    “Hal Ini sesuai dengan instruksi Gubernur NTB yang mengatakan, bahwa apapun yang kita lakukan, tidak ada artinya apabila angka kemiskinan dan tingkat ketimpangan di NTB tidak bisa kita turunkan,” ungkapnya.

    Sekda juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Pra Musrenbang RKPD tahun 2019, dengan harapan akan melahirkan program strategis untuk ditindaklanjuti pada Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2019 pada tanggal 16 April 2018 mendatang.

    “Semoga apapun rumusan-rumusan program yang dihasilkan nanti, akan membawa dampak positif bagi kemajuan NTB dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa-masa yang akan datang”, harapnya.

    Hadir dalam Pra Musrenbang itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten/Kota se-NTB, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB dan pejabat vertikal lingkup Provinsi NTB. (f3)

    error: Content is protected !!