More
    Beranda blog Halaman 394

    Diiringi Sholawat Badar, Doktor Zul Lantik Komunitas Lintas Etnis

    HarianNusa.com, Sumbawa – Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc kembali menyapa masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Sebelumnya Cagub yang berpasangan dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah ini sudah melakukan safari politiknya mulai dari kabupaten/kota di Pulau Lombok, lalu terbang ke Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Sabtu (31/3) kemarin berada di Kabupaten Dompu. Nyaris tanpa jeda Doktor Zul bertolak menuju Sumbawa.

    Untuk di Bumi Intan Bulaeng ini, Doktor Zul—sapaan Cagub kharismatik tersebut akan berkeliling selama dua hari, 1—2 April besok. Berdasarkan Rundown dari Tim Relawan Zul-Rohmi, ada 50 titik yang disambangi Doktor Zul. Sebagian besar titik ini dilakukan dengan cara menyapa. Dan tidak sedikit kehadiran Doktor Zul diiringi dengan kecimol dan atraksi karaci—salah satu adat dan budaya Suku Sasak, di samping gendang dan serunai yang sangat kental dengan budaya Samawa. Namun sedikit berbeda saat Doktor Zul yang didampingi istrinya, Ny Niken Saptarini menyapa masyarakat di Lingkungan Karang Bage, Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Minggu (1/4) siang tadi.

    Ketika memasuki gang utama, Doktor Zul disambut masyarakat perwakilan lintas etnis terdiri dari suku Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok dan Timor. Sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga, masyarakat mengalungkan selempang Samawa di leher tokoh yang dinilai pantas menggantikan TGB sebagai Gubernur NTB periode 2018–2023.Masing-masing perwakilan etnis ini mengenakan pakaian adatnya.

    Selanjutnya Doktor Zul diiringi Sholawat Badar yang dilantunkan tokoh agama dan tokoh masyarakat menuju titik kumpul masyarakat Karang Bage dengan wajib pilih sekitar 800 orang ini. Di tempat yang tidak jauh dari bantaran sungai tersebut, perwakilan lintas etnis yang tergabung dalam Komunitas SBDLT (Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok dan Timor) ini menyampaikan ikrar dukungan. Isinya “Siap Memperjuangkan dan Memenangkan Pasangan Zul-Rohmi Dalam Pilkada NTB 2018. Siap Menolak Segala Bentuk Bujuk Rayu Calon Lain dan Tetap Istiqomah Mendukung Pasangan Zul-Rohmi. Siap Menjadi Bagian dari Catatan Sejarah Pilgub NTB Dengan Kemenangan Pasangan Zul-Rohmi”. “Komunitas SBDLT ingin menang terhormat bersama Zul Rohmi dengan kemenangan yang tinggi tanpa harus merendahkan. Menang bermartabat dengan kemenangan yang besar tanpa harus mengecilkan. Dan menang terpuji dengan kemenangan yang diberkahi oleh Allah SWT,” cetusnya.

    Selanjutnya Calon Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat ini mengukuhkan kepengurusan Komunitas SBDLT. Selain itu juga Ny Niken Saptarini menyematkan secara simbolis Jilbab Ijo kepada ibu-ibu dan remaja putri untuk menjadi relawan Jilbab Ijo.

    Dalam sambutannya, Doktor Zul mengapresiasi terbentuknya Komunitas SBDLT sebagai wadah menyatukan beragam suku dan agama untuk sebuah mimpi besar. Melalui keberagaman ini Doktor Zul menyatakan Zul Rohmi akan membuat sejarah baru memenangkan Pilkada NTB 27 Juni mendatang.
    “27 Juni nanti Insya Allah kita akan buat sejarah baru dengan wakil saya Dr Hajja Siti Rohmi Djalilah yang merupakan saudara kandung Gubernur TGB,” kata Doktor Zul.

    Jika Hj. Rohmi menjadi Wakil Gubernur NTB, lanjutnya, maka suasana batin, perasaan, keinginan dan program serta mimpi ibu-ibu di NTB akan mudah dieksekusi dan dilaksanakan. Sebab Hj Rohmi sama seperti ibu-ibu yaitu wanita, seorang istri, dan seorang ibu. Karena itu dengan terpilih Zul Rohmi banyak mimpi wanita NTB mampu diakomodasikan dengan lebih baik di masa mendatang. “Jadi siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur akan ditentukan oleh suara ibu-ibu dengan jumlah ibu-ibu di NTB saat ini lebih banyak dari pada bapak-bapaknya. Untuk itu dengan adanya ibu-ibu yang menjadi calon gubernur ini adalah hadiah terindah bagi NTB bahkan Indonesia, dan juga dunia,” tandasnya.

    Di bagian lain Doktor Zul menyatakan rasa syukur karena hasil survey atas dukungan masyarakat NTB terhadap Zul Rohmi sudah baik. “Saya datang di Karang Bage ini untuk memastikan, jangan sampai kita menang di Pulau Lombok tapi kalah di Sumbawa. Semoga dengan adanya KSBDLT di Karang Bage, saya yakin bukan hanya pasangan nomor 3 akan menang tapi akan menang dengan sangat mutlak. Kalau Karang Bage ini bulat, ini menjadi simbol kemenangan kami di Sumbawa. Kalau menang di Kabupaten Sumbawa mutlak, insyaa Allah Gubernur NTB 2018-2023 berasal dari Pulau Sumbawa.
    Di akhir pidatonya, Doktor Zul yang juga tokoh nasional ini mengingatkan masyarakat untuk tidak terpecah belah meski berbeda pilihan. “Partai boleh beda, dukungan boleh beda, yang penting pada tanggal 27 Juni coblos nomor 3,” pungkasnya.

    Ketua Komunitas SBDLT, Ramli S yang didampingi Sekretarisnya, Afroditus Lede Bili menjelaskan Komunitas SBDLT ini dibentuk 20 Maret 2018 lalu yang diinisiasi beberapa ketua RT dan tokoh masyarakat di RW 02 dan RW 03, Karang Bage, Kelurahan Bugis. Dukungan terhadap Zul Rohmi ini sebagai program jangka pendek SBDLT. Ketetapan hati mendukung Zul Rohmi karena menilai pasangan ini sangat pas melanjutkan kepemimpinan TGB M. Zainul Majdi yang sukses menjadi Gubernur dalam membangun NTB selama dua periode.

    Duet Zul Rohmi merupakan representasi masyarakat di dua pulau besar NTB juga diyakini mampu mengikis kesenjangan pembangunan antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Dua figur ini juga masih muda dengan kapasitas dan jaringan yang luas baik nasional maupun internasional. Dengan kemampuan ini Zul Rohmi menjadi magnet baru untuk membangun NTB menjadi semakin lebih baik.
    Ditambahkan Sekretaris SBDLT, Afroditus, selain mendukung Zul Rohmi, tujuan penting terbentuknya SBDLT untuk menyatukan masyarakat di Karang Bage dari beragam latar belakang di samping sebagai wadah silaturrahim.

    Untuk diketahui Karang Bage Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, didiami beragam etnik dan agama. Selain Suku Samawa yang sedikit mendominasi, Karang Bage juga ditempati Suku Mbojo, Sasak dan Timor, sisanya beberapa suku lainnya. Namun keberagaman ini menjadi penguat bagi masyarakat untuk hidup rukun dan berdampingan secara damai. Karena masyarakat Karang Bage percaya perbedaan menjadi pemersatu yang melahirkan kekuatan, terutama untuk ikut terlibat dalam program pembangunan. (sat) 

    Doktor Zul Ajak Rawat Keberagaman NTB

    HarianNusa.com, Mataram – NTB terdiri dari tiga suku besar yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo. Di luar tiga suku besar itu, ada juga suku Jawa, Bugis, Bali, Minang, dan banyak lagi. Belum lagi ditambah adanya etnis Arab maupun Tionghoa.

    Calon Gubernur NTB Doktor Zulkieflimansyah memandang keberagaman NTB tersebut perlu dirawat. Karena ini yang memperkuat NTB.

    “Selain Sasambo NTB Juga terdiri dari Arab, Bali, Jawa, Bugis,Tionghoa dan suku lain,” kata Dr Zul saat melantik Lintas Etnis di Sumbawa.

    Dr Zul pun kurang sependapat dengan adanya kampanye Sara yang dilakukan oleh kelompok tertentu dimasyarakat. Dikatakan, di era milenial saat ini TGB yang juga seorang ulama mampu memberikan contoh kepemimpinan yang bisa berdiri diatas semua golongan suku dan agama.

    “Ssungguh tak elok ada oknum-oknum tertentu menggunakan isu Sara,” tegasnya.

    Ditambahkan, sebagai calon pemimpin NTB memang harus melanjutkan pembangunan on the track iyang berdiri di atas semua golongan, agama, ras, dan suku.

    “Ayo semua yang Sasak, Samawa, Mbojo, Arab, Banjar, Bugis,Jawa,Mandar, Bali, Tionghoa dan semuanya kita bersatu bangun NTB,” ajaknya. (sat) 

    Mi6 : Kampus Harus Jadi “Wasit Moral” dalam Pemilukada NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Gelaran Pesta demokrasi rakyat di NTB saat ini minus partisipasi aktif kalangan intelektual kampus dalam memberikan pencerahan politik kepada rakyat. Sebagai Avant Garde Demokrasi, kampus tidak boleh membiarkan rakyat berjalan tanpa panduan moral.

    Minimnya keterlibatan kalangan kampus dalam mewarnai proses dialektika Pemilukada NTB makin memperkuat asumsi bahwa kampus back to basic dan steril dalam urusan politik. Akibatnya kampus makin terasing dengan realitas lingkungan sosialnya.

    Kampus dipandang makin berjarak dengan realitas sosial politik kemasyarakatan, karena absen memberikan edukasi dalam perspektif moral politik yang benar kepada konstituen. Sebagai pemandu moral yang netral sejatinya kampus bisa memainkan perannya sebagai “wasit moral” yang baik bagi rakyat dalam menentukan pilihan politiknya.

    Akibat tidak adanya second opini yang aktif dari kalangan kampus yang dihibahkan buat referensi rakyat, maka ada nuansa yang hilang dan kemeranggasan nilai dalam konstestasi Pemilukada serentak di NTB 2018.

    Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH di tengah hiruk pikuk situasi partisan menyongsong Pilkada serentak ini, harusnya intelektual kampus turut berpartisipasi secara aktif memberikan votter education atau pendidikan pemilih agar memiliki perspektif politik yang benar dalam menentukan pilihannya. “Kampus sebagai salah satu pilar lokomotif demokrasi tidak boleh berpangku tangan menyaksikan Pemilukada NTB ini,” ujar Didu, panggilan akrab Bambang Mei F.

    Bagi Didu dalam konteks kekinian, trust publik terhadap kampus masih tinggi dan opini yang dibangun oleh intelektual kampus masih memiliki kredibilitas yang tinggi di mata rakyat.

    “Untuk itu kampus segera mengagregasi situasi Pilkada NTB membangun wacana/opini secara intens sekaligus turba,” pinta Didu.

    Untuk itu Mi6 mengimbau intelektual dan cendekiawan di NTB segera turun gunung dari menara gading tembok kampus dan merapatkan barisan bersama rakyat memberikan pencerahan dan pendidikan pemilih yang benar.

    “Keterlibatan kampus ini akan menjadi spirit buat rakyat menjadi pemilih yang bertanggungjawab,” ujar Didu.

    Selain itu Didu melihat apatisnya kalangan kampus dalam Pilkada NTB tidak terlepas dari ketidaksamaan pandangan dalam melihat proses politik Pemilukada ini.

    “Benturan nilai/moral dengan realitas politik (baca: politik transaksional) inilah salah satu yang membuat kampus agak menghindar dalam percaturan politik Pemilukada agar tidak dikooptasi,” pungkasnya. (sat)

    Laporkan Pajak Tahunan secara Online, TGB: Praktis dan Mudah Sekali

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) memenuhi kewajibannya sebagai warga negara baik. Yaitu melaporkan dan mengisi formulir laporan pajak tahunan orang pribadi. Pelaporan dilakukan di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (31/3/2018).

    Gita Gugur, Akun Instagram Hingga Facebook Liga Dangdut Banjir Kritikan

    HarianNusa.com, Mataram – Baiq Gita perwakilan Provinsi NTB dalam Liga Dangdut Indonesia gagal maju dalam babak final 15 besar. Langkahnya terhenti di babak final 20 besar (top 20) di group 5. Dini hari tadi, Sabtu (31/03) nama Gita disebut sebagai perwakilan yang pulang lebih awal.

    Dini Hari, Gempa 4,8 SR Guncang NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Gempa tektonik berkekuatan 4,8 skala richter (SR) mengguncang NTB, pukul 00.10 Wita, Sabtu (31/03) dini hari.

    Bang Zul Kepergok Mandi di Loang Gali

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Setelah menjalani rutinitas menemui konstituennya se-NTB dalam beberapa bulan ini, akhirnya

    Tepis Anggapan Tak Serius, Dr Zul: Jangan Jual “Gorengan” Murahan Ah…

    Masyarakat Kecamatan Bolo Antusias Sambut Blusukan DR Zul

    HarianNusa.com, Bima – Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Zulkieflimansyah kembali melaksanakan blusukan dan tatap muka dengan masyarakat Bima. Paslon nomor 3 ini menyusuri sejumlah desa di Kecamatan Bolo termasuk pasar pagi dan pasar sore Sila di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Jumat (30/3/2018).

    Menilai Kinerja Kapolda NTB Jelang Pilkada Serentak

    Oleh : Lalu Athari Fathullah, SE

    (Sekretaris DPD KNPI NTB & Sekretaris Lembaga M16)

    Tahun politik sudah mulai memasuki ahapan proses kampanye, kegiatan hiruk pikuk politik karena beda pilihan tidak menutup kemungkinan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat, KPU sebagi pihak penyelnggara tentu sudah melakukan koordinasi yang matang bersama pihak kepolisian.

    Baiq Gita Gagal Melaju di Liga Dangdut Indonesia

    HarianNusa.com, Mataram – Baiq Gita perwakilan Provinsi NTB dalam Liga Dangdut Indonesia gagal lolos dalam babak final 15 besar.

    error: Content is protected !!