More
    Beranda blog Halaman 41

    Pemkab Lombok Barat Gencarkan Promosi Kesehatan Mata, Fokus Tangani 3.500 Kasus Katarak

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor dalam upaya promosi layanan kesehatan mata dan penanggulangan gangguan penglihatan di Hotel Jayakarta, Batulayar, Selasa (29/4). Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), serta ratusan peserta dari berbagai lintas sektor, termasuk Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kesehatan.

    Dalam sambutannya, Bupati LAZ menegaskan komitmen pemerintahannya terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan gangguan penglihatan. Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 3.500 kasus katarak di Lombok Barat, namun kemampuan fiskal daerah hanya mampu menangani sekitar 1.000 kasus per tahun.

    “Kesehatan adalah prioritas utama pemerintahan kami. Gangguan penglihatan seperti katarak bukan hanya masalah medis, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Maka, kami butuh dukungan semua pihak untuk melakukan pendataan dan penanganan yang lebih efektif,” ujar Bupati.

    Bupati juga menekankan pentingnya peran sektor promotif dan preventif dalam mengatasi gangguan mata, termasuk skrining dini dan akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Program Comprehensive Eye Care (CRC) dan The Fred Hollows Foundation (FHF), yang selama ini telah membantu operasi katarak bagi ratusan warga secara gratis.

    Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Arief Suryawiryawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat edukasi dan memperluas jangkauan layanan kesehatan mata. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati dan mitra seperti FHF yang sudah membantu 253 operasi katarak sejauh ini. Harapannya, sinergi ini terus berlanjut demi mengurangi angka kebutaan di Lombok Barat,” ungkapnya.

    Pertemuan yang diikuti oleh lebih dari 173 peserta ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta sepakat untuk mendukung program pemerintah dalam memperluas cakupan layanan kesehatan mata dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan penglihatan. (F2)

    Ket. Foto:
    Pertemuan koordinasi lintas sektor dalam upaya promosi layanan kesehatan mata dan penanggulangan gangguan penglihatan di Hotel Jayakarta, Batulayar. (Ist)

    Kuasa Hukum Termohon Lahan Gili Sudak Siap Gugat Balik: “Hukum Masih Membuka Ruang Perlawanan!”

    0

    HarianNusa, Mataram – Meskipun proses eksekusi lahan di Gili Sudak, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, telah dilaksanakan pada Kamis (24/4/2025), kuasa hukum dari tiga pihak termohon eksekusi yakni Brigjen Pol (Purn) Drs. Idris Kadir, PT. Pijak Pilar, dan Awanadi, menegaskan akan tetap menempuh upaya hukum lanjutan.

    Dari Kantor Hukum AN Law Office, kuasa hukum Ainudin SH., MH., dan Kurniadi SH., MH. (alias Ciko), menyatakan bahwa masih terdapat sejumlah peluang hukum yang bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan hak-hak klien mereka.

    “Eksekusi bukanlah akhir dari segalanya. Ini perkara keperdataan, yang secara prinsip masih membuka ruang bagi siapapun untuk mempertahankan haknya maupun mengajukan klaim baru,” ujar Ainudin dalam konferensi pers, Sabtu (26/4/2025).

    Ia menilai, dalam perkara ini masih banyak "peristiwa hukum janggal" yang dapat dikaji sebagai dasar untuk mengajukan legal action baru terhadap Muksin Mahsun, selaku pihak yang memenangkan perkara sebelumnya. “Salah satu prinsip hukum acara perdata adalah bahwa pengadilan tidak boleh menolak perkara,” tegasnya.

    Ainudin juga menyoroti dugaan adanya pemalsuan bukti jual beli bawah tangan, yang diklaim dilakukan secara adat dan menjadi dasar utama (causa prima) bagi Muksin dalam melakukan klaim terhadap tanah di Gili Sudak.

    Sementara itu, Ciko menyatakan bahwa meskipun putusan pengadilan telah inkracht (berkekuatan hukum tetap), hukum tetap membuka ruang untuk koreksi terhadap produk hukum yang dinilai bermasalah.

    “Kami pernah menang dalam gugatan Partij Verzet di PN Mataram, dan berhasil mengeluarkan hampir 2 hektar tanah milik PT. Pijak Pilar dari objek eksekusi. Artinya, celah hukum itu nyata dan bisa diperjuangkan,” kata Ciko.

    Lebih lanjut, kuasa hukum menyayangkan eksekusi yang menyasar lahan milik Brigjen Pol (Purn) Drs. Idris Kadir seluas 10 are (1.000 m²), padahal tanah tersebut telah dibeli secara sah, bersertifikat, dan sudah dilakukan balik nama sesuai prosedur.

    “Klien kami membeli tanah itu dalam status bersih, tidak bersengketa, dan telah dilakukan pengecekan ke BPN serta ke lokasi fisik. Putusan pengadilan tidak bisa serta-merta mengikat pihak yang tidak terlibat dalam perkara, sesuai asas inter partes,” jelas Ciko.

    Pihak kuasa hukum juga menegaskan akan menempuh jalur pidana terhadap oknum yang melakukan perusakan plang dan masuk ke lahan kliennya secara melawan hukum. Diketahui, sekitar 10 orang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

    “Perlawanan hukum melalui Derden Verzet juga telah kami ajukan, namun eksekusi tetap dijalankan. Padahal, merujuk pada Perdirjen Badilum MA RI No. 40 Tahun 2019, eksekusi seharusnya ditunda jika ada keberatan dari pihak ketiga yang memiliki hak atas objek,” tambahnya.

    Pihak Muksin Mahsun juga disebut telah mengklaim sejumlah bidang tanah bersertifikat yang sebenarnya berada di luar objek sengketa, termasuk sertifikat atas nama Idris Kadir, Yusinta Dewi, dan Debora Susanto.

    “Ini menunjukkan adanya kekeliruan dalam peta kadastral yang dijadikan dasar dalam perkara. Konstatering pengadilan pun mencatat adanya sertifikat yang berada di luar objek perkara,” pungkas Ciko.

    Sebelumnya, Ahmad Zainal, SH., MH , Kuasa Hukum Debora Susanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan surat keberatan ke PN Mataram sebelum eksekusi dilakukan. “Dasar kami keberatan karena terdapat empat SHM aktif di titik batas yang disengketakan: dua atas nama Debora Susanto, satu atas nama Idris Kadir dan satu lagi atas nama Yusinta Dewi,” ujarnya, saat proses eksekusi.

    Ahmad menegaskan bahwa pelaksanaan eksekusi harus merujuk pada batas-batas SHM yang sah secara hukum. “Kalau eksekusi dijalankan sesuai SHM yang aktif, silakan. Tapi kalau tidak sesuai, kami tolak. Ini sesuai Buku II Mahkamah Agung Tahun 2013. Putusan PK yang tidak relevan dengan objek perkara pokok tidak dapat dieksekusi. Di sini, ada empat SHM aktif, jadi PN harus jawab: mana yang dieksekusi?” tegasnya.

    Sebelumnya, berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung dan peninjauan kembali (PK), Muksin Mahsun ditetapkan sebagai pemilik sah atas sebagian lahan di Gili Sudak. Eksekusi dilakukan pasca konstatering untuk menetapkan batas-batas objek sengketa. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan, banyak sertifikat sah milik pihak lain justru ikut terdampak eksekusi.

    Kuasa hukum menegaskan, langkah hukum lanjutan akan terus dilakukan demi memastikan hak-hak klien mereka terlindungi sepenuhnya di mata hukum. (F3)

    Ket. Foto :
    1. Kuasa Hukum Termohon Lahan Gili Sudak, Ainudin, SH., MH. (Ist)
    2. Kuasa Hukum Debora Susanto Ahmad Zainal, SH., MH (batik). (Ist)

    Semarak Fun Walk Meriahkan CFN Gerung, Masyarakat Antusias Ramaikan Taman Kota

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Suasana Minggu pagi (27/4/2025) di Taman Kota Gerung begitu semarak. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian Car Free Night (CFN) hari kedua yang dimeriahkan dengan Fun Walk atau jalan santai. Acara ini menjadi bukti nyata semangat baru untuk menghidupkan Kota Gerung sebagai jantung Lombok Barat.

    Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), jajaran kepala OPD, hingga tokoh-tokoh masyarakat. Start dan finish Fun Walk berlokasi di taman kota yang kini kian menjadi ikon baru kebersamaan warga Lobar.

    Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan apresiasi kepada warga yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam meramaikan acara CFN, termasuk kegiatan Fun Walk pagi itu. "Semangat besar masyarakat menjadi motivasi kita bersama untuk terus menghidupkan Kota Gerung," ujarnya penuh optimisme.

    Bupati juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan rutin digelar setiap pekan. Menurutnya, CFN bukan hanya soal hiburan, tapi juga cara menghadirkan kebahagiaan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Melalui CFN Gerung ini, kita tidak hanya sehat dan bahagia, tapi juga mendorong ekonomi lokal agar terus hidup," tambahnya.

    Di sisi lain, Bupati LAZ yang kini juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTB, mengajak masyarakat menjaga kebersihan. Ia mengingatkan bahwa keindahan kota tidak lepas dari kepedulian warganya terhadap lingkungan. "Jangan buang sampah sembarangan, karena kebersihan itu sebagian dari iman," pesannya disambut tepuk tangan warga.

    Ahmad, warga Labuapi, mengaku senang bisa terlibat dari malam hingga pagi dalam rangkaian acara CFN. Ia menyebut ini sebagai mimpi lama masyarakat Lobar yang kini mulai terwujud. "Terima kasih Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Sekarang Gerung mulai hidup dan ramai, ini yang kami tunggu-tunggu," ungkapnya dengan mata berbinar.

    Kemeriahan Fun Walk makin terasa dengan undian berhadiah yang dibagikan langsung oleh Bupati dan Wabup. Selain jalan santai, senam massal juga digelar dan diikuti penuh semangat oleh warga. Tawa, gerakan energik, dan semangat kebersamaan jadi bukti nyata bahwa CFN Gerung sukses menjadi ruang bahagia untuk semua. (F2)

    Ket. Foto:
    Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Adha memberikan sambutan dalam kegiatan Jalan Santai Car Free Night Gerung. (Ist)

    Zulkifli Hasan Tunjuk H. Muazzim Akbar Jadi Korwil PAN Bali-Nusra, PAN Gaspol Konsolidasi Jelang 2029

    0

    HarianNusa, Mataram – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, secara resmi memberikan mandat kepada H. Muazzim Akbar sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) PAN untuk Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mandat ini diberikan sebagai bagian dari strategi besar PAN menuju Pemilu 2029, terutama untuk memperkuat basis partai di wilayah Bali-Nusra.

    Muazzim yang juga anggota DPR RI Dapil NTB 2 Pulau Lombok itu menyatakan bahwa Bali menjadi tantangan tersendiri karena hingga kini PAN belum memiliki kursi legislatif maupun struktur partai yang lengkap di provinsi tersebut.

    > "Saya diamanahkan oleh Ketua Umum untuk memperbaiki Bali. Tapi saya hanya memfasilitasi, bukan untuk menjadi Ketua DPW PAN Bali selamanya. Targetnya adalah membentuk struktur lengkap dari DPW, DPD, hingga DPC," tegas Muazzim di sela Muswil DPW PAN NTB di Mataram, Sabtu, (26/4).

    Ketua Bappilu PAN Wilayah Jatim, Jabar, NTT, NTB, dan Bali, Bima Arya turut menanggapi hal ini dengan serius.

    > "Bali itu agak berat, nanti kita bicarakan khusus Bang Muazzim. Tapi kita semua satu semangat untuk target besar: PAN masuk empat besar nasional di 2029," ujarnya.

    Masih di forum Muswil DPW PAN NTB, Bima Arya mengungkapkan bahwa posisi PAN saat ini sudah tidak lagi di pinggiran kekuasaan. Dengan 9 kader di kabinet dan 69 kepala daerah di seluruh Indonesia, PAN kini berada di jantung pemerintahan.

    > "Kita mungkin bukan yang paling banyak suaranya, bukan juga yang paling kuat secara logistik. Tapi kita punya satu hal: nyali petarung. Ini yang jadi ciri khas PAN hari ini," ucapnya penuh semangat.

    Ia menyebut peran Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan sangat strategis karena dipercaya Presiden Prabowo untuk menjalankan misi besar seperti swasembada pangan, koperasi desa Merah Putih, dan satgas pengelolaan sampah nasional.

    Bima pun menutup pernyataannya dengan pesan kepada seluruh kader di NTB.

    > "Kalau kita ingin menang, enggak bisa pakai cara yang biasa-biasa. Harus satu komando, solid, dan siap mental juara. Kita rebut panggung Pilkada 2029 dan menangkan pertarungan di seluruh NTB," tutupnya. (F3)

    Ket. Foto:

    Muazzim Akbar. (Ist)

    Lalu Ahmad Zaini Resmi Pimpin DPW PAN NTB 2025–2029, Usung Semangat Kebersamaan dan Konsolidasi

    HarianNusa, Mataram – Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Nusa Tenggara Barat resmi menetapkan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), sebagai Ketua DPW PAN NTB periode 2025–2029. Penetapan dilakukan secara musyawarah mufakat oleh seluruh pengurus DPD PAN dari sepuluh kabupaten/kota se-NTB.

    Dalam keterangannya kepada wartawan, LAZ mengaku amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar. Namun, ia optimis mampu menjalankannya dengan baik berkat semangat kebersamaan seluruh kader dan pengurus PAN di NTB.

    > "Saya selalu optimis, kebersamaan kita dan bergandengan tangan antara satu dan lainnya, insyaallah akan memberikan hasil sesuai harapan Ketua Umum DPP PAN," ujar LAZ di sela-sela Muswil di Mataram, Sabtu, (26/4).

    Lebih lanjut, LAZ menegaskan komitmennya mendukung penuh program pemerintah pusat dan daerah, sejalan dengan posisi PAN sebagai partai penguasa. Ia juga menargetkan agar seluruh daerah pemilihan (dapil) di NTB dapat terisi oleh kader PAN pada Pemilu 2029 mendatang.

    Sebagai langkah awal, ia akan melakukan konsolidasi dan inventarisasi kader potensial di seluruh wilayah NTB. Bahkan, LAZ membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berjuang bersama PAN.

    Sementara itu, Haji Muazzim Akbar, mantan Ketua DPW PAN NTB yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, menyatakan dukungannya penuh terhadap kepemimpinan LAZ. Ia menyebut bahwa sebelumnya sempat mengusulkan dua nama kader lain, yakni Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Walikota Bima Fery Sofyan. Namun keduanya memilih fokus membesarkan PAN di daerah masing-masing.

    > "Ady Mahyudi ingin memperkuat PAN di kabupaten karena kemungkinan Pilkada ke depan akan dipilih oleh DPRD. Begitu juga Fery Sofyan, memilih tetap di Kota Bima untuk menambah kursi di Pilkada 2029," jelas Muazzim.

    Ia menilai figur LAZ sebagai eksekutif yang memiliki struktur hingga tingkat paling bawah akan menjadi modal kuat dalam membesarkan PAN di NTB.

    Dengan kepemimpinan baru ini, PAN NTB diharapkan semakin solid dan siap menghadapi tantangan politik ke depan, termasuk persiapan Pilkada dan Pemilu 2029. (F3)

    Ket. Foto:

    Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) terilih aklamasi sebagai Ketua DPW PAN NTB periode 2025–2029. (Ist)

    Wakaf Hutan Jadi Upaya Kolaborasi StrategisLintas Sektor untuk Aksi Pelestarian Bumi

    Jakarta (22 April 2025) – Potensi umat dan institusi keagamaan untuk pelestarian lingkungan berkelanjutan terus dioptimalkan pemerintah melalui salah satu Asta Program Prioritas Kementerian Agama mengenai ekoteologi. Salah satunya melalui skema Wakaf Hutan yang diinisiasi Kementerian Agama bersama BWI (Badan Wakaf Indonesia) dan MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact).

    “Tujuan wakaf itu untuk mempertahankan. Wakaf Hutan mewariskan simbol kehidupan karena tanpa ada hutan artinya tanpa kehidupan. Jika kita mau mempertahankan bumi ya seharusnya berwakaf,” jelas Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A dalam acara Ekoteologi dalam Aksi: Gerakan Green Waqf untuk Pelestarian Hutan Berkelanjutan di Jakarta pada Selasa (22/4) malam.

    Menurut Menteri Agama, pepohonan tidak pernah tidak bermanfaat. “Wakaf Hutan akan
    menyediakan oksigen yang diperlukan makhluk hidup. Di surat Al-Qashash ayat 30 disebutkan tempat yang diberkahi adalah tempat yang ada pohon. Pohon ini mengundang hujan. Setiap tetes hujan sesungguhnya diiringi oleh malaikat,” terangnya. Apalagi, lanjut Menteri Agama, konsep wakaf secara umum penting untuk dikembangkan karena ndonesia selalu berada di urutan pertama negara paling dermawan menurut World Giving Index sejak 2021.

    Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.A menyatakan hutan wakaf bukan sekadar ruang hijau namun juga manifestasi dari program prioritas ekoteologi yang memadukan ibadah, tanggung jawab sosial, dan kepedulian ekologis.

    “Wakaf melalui hutan wakaf bukan hanya investasi akhirat namun juga solusi dunia yang
    menjembatani langit dan bumi. Pihaknya mengapresiasi komitmen semua pihak yang
    memperhatikan fungsi penting hutan dalam peran kehidupan umat beragama.

    “Kita perlu menggaungkan kembali semangat Islam sebagai agama yang tidak hanya mengajarkan shalat dan zakat, tetapi juga menjaga pohon, melindungi air, dan menghormati kehidupan.”

    Sejak awal Maret 2025, Kementerian Agama, BWI, dan MOSAIC telah melakukan Roadshow Wakaf Hutan di empat kota yang ditetapkan sebagai Kota Wakaf, yaitu Wajo, Gunungkidul, Tasikmalaya, dan Padang serta menyelenggarakan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan para nazhir hutan wakaf untuk mengembangkan ekosistem dan roadmap hutan wakaf nasional.

    Selanjutnya para nazhir hutan wakaf dari Aceh, Bogor, Mojokerto, Gunung Sindur, Tasikmalaya, Wajo, Gunungkidul dan Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah menuangkan hasil FGD tersebut ke dalam sebuah komitmen bersama untuk menaikkan skalabilitas hutan wakaf di Indonesia, yang ditandatangani bersama dan disaksikan oleh Menteri Agama. Salah satu keluaran dari penandatanganan komitmen tersebut adalah terciptanya wadah bersama bentuknya Forum Hutan Wakaf Indonesia.

    Untuk memudahkan masyarakat menyalurkan dananya, penggalangan Wakaf Hutan telah
    tersedia di aplikasi Satu Wakaf Indonesia yang mengintegrasikan skema wakaf berbagai
    badan/lembaga pengelola wakaf di Indonesia. “Semakin banyak partisipasi untuk tujuan yang luhur akan makin baik,” ungkap Menteri Agama.

    Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A menjelaskan
    pertumbuhan tahunan aset wakaf di Indonesia mencapai enam persen, dengan empat persen di antaranya dialokasikan untuk wakaf produktif. Dari angka tersebut potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai USD 12 miliar per tahun, dengan realisasi hingga Maret 2024 mencapai USD 180 juta. “Ini menjadi modal sosial yang kuat karena masyarakat kita dikenal dermawan,” ujar Kamaruddin.

    Menurutnya saat ini penting untuk mentransformasi modal sosial tadi menjadi aksi nyata.
    “Pemahaman masyarakat tentang wakaf perlu diterjemahkan dalam bentuk aksi yang bisa
    mengajak agar masyarakat berwakaf,” ujarnya. Salah satunya dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agama, BWI, MOSAIC, dan komitmen dari para pengelola hutan wakaf.

    Nota kesepahaman tersebut menyatakan kesiapan masing-masing lembaga untuk mendukung pengembangan hutan wakaf dan wakaf hutan di Indonesia. Dikarenakan ambisi pengembangan hutan wakaf membutuhkan daya dukung yang lebih besar dari multipihak termasuk pemerintah, BUMN/swasta, lembaga swadaya masyarakat dan dari akademisi.

    Ketua MOSAIC, Nur Hasan Murtiaji mengungkapkan sejak tahun 2022 MOSAIC telah
    berkomitmen mendukung program ekoteologi yang diinisiasi di Kongres Umat Islam untuk
    Indonesia Lestari serta peningkatan kesadaran, pemberdayaan masyarakat, serta aktivitas riset Wakaf Hutan yang dimulai sejak 2023.
    “Wakaf Hutan adalah bukti wakaf untuk pembangunan lingkungan dapat bertumbuh melalui dukungan bersama,” jelasnya. Hasan menyatakan, Wakaf Hutan bukan sekedar konsep namun sinergi nilai Islam dan gerakan lingkungan sebagai langkah nyata menjaga bumi. “Inisiatif ini perlu kolaborasi multipihak dan multidisiplin untuk bersama menjaga bumi, menguatkan masyarakat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan,” tutupnya.

    Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama membeli sebuah karya seni bertajuk ‘Julang
    Sulawesi dan Karpet Merah untuk Nilam’ karya Aad Mandar dari Sulawesi Barat. Karya ini
    adalah bagian dari kampanye ‘Canvas Masa Depan’ yang mengundang seniman Indonesia
    untuk berkarya dengan tema biodiversitas dan hutan guna mendukung penggalangan dana
    Wakaf Hutan. “Saya mencintai karya seni sebagai karya luhur. Orang yang suka menikmati seni bagian daripada Tazkiyatun Nafs atau penyucian, pembersihan batin, pelembutan jiwa yang kasar,” jelas Nasaruddin Umar.

    Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polsek Kediri Patroli Blue Light di Jalur Bil I dan Bil II

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Polsek Kediri, Polres Lombok Barat, Polda NTB, menggelar patroli Blue Light pada Selasa (22/4/2025) dini hari.

    Patroli yang menyasar jalur Bypass BIL I dan BIL II ini bertujuan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, Curanmor), begal, serta balap liar yang meresahkan warga.

    Kegiatan yang dimulai pukul 01.00 WITA hingga selesai ini melibatkan personel Polsek Kediri. Mereka menyisir sepanjang jalur Bypass BIL I dan BIL II, melakukan pemantauan dan peneguran terhadap para pengguna jalan yang berpotensi melanggar hukum.

    Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Kediri, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H., menegaskan, bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat penting untuk memberikan rasa aman dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

    "Patroli Blue Light ini adalah upaya kami untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta mengurangi dan meminimalisir adanya pelaku tindak kriminalitas," ujarnya.

    Lebih lanjut, AKP Jahyadi Sibawaih, S.H. menjelaskan bahwa patroli ini juga bertujuan untuk mencegah balap liar yang seringkali membahayakan pengguna jalan lain.

    "Kami juga melakukan peneguran terhadap pengguna jalan yang nongkrong di pinggir jalan dan melanggar rambu lalu lintas. Ini semua demi keselamatan bersama," tambahnya.

    Selain mengantisipasi tindak kriminalitas, patroli ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.

    "Dengan melakukan patroli, kami yakin dapat mendekatkan Polri dengan masyarakat. Peran proaktif masyarakat sangat membantu dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ungkap Kapolsek Kediri.

    Hasil dari patroli Blue Light ini menunjukkan situasi yang kondusif di sepanjang jalur Bypass BIL I dan BIL II.
    Tidak ditemukan adanya tindak kriminalitas yang signifikan, dan para pengguna jalan pun tertib mematuhi aturan lalu lintas.

    "Kami akan terus melakukan patroli secara rutin, terutama pada jam-jam rawan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat," tegas AKP Jahyadi Sibawaih, S.H.

    Kegiatan patroli Blue Light ini merupakan bagian dari upaya Polsek Kediri dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukumnya. (F2)

    Ket. Foto:
    Personel Polsek Kediri, Polres Lombok Barat saat menggelar patroli Blue Light di sepanjang jalan Bypass BIL I dan BIL II. (Ist)

    Hadapi Antrean Panjang dan Cuaca Panas, Polres Lombok Barat Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Ternak di Gilimas dan Segenter

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Menyikapi antrean panjang truk pengangkut ternak dan cuaca panas ekstrem di Pelabuhan Gilimas dan Terminal Segenter, Polres Lombok Barat menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi ratusan sapi yang siap diberangkatkan menuju Pulau Jawa.

    Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Ipda Imran, mengatakan bahwa kondisi di lapangan cukup memprihatinkan.
    "Cuaca hari ini sangat terik, ternak-ternak ini sangat membutuhkan air minum yang cukup untuk menjaga kondisi mereka. Kami tidak bisa membiarkan mereka kekurangan air dalam situasi seperti ini," ujarnya, Sabtu (19/4/2025).

    Sebanyak 105 truk pengangkut ternak terparkir di area RTK Gilimas dan 32 unit lainnya di Terminal Segenter. Beberapa pengawal ternak mengaku telah menunggu hingga tiga hari.
    "Kami masih cukup pakan, tapi air susah. Sementara kami pakai air kali, tapi itu pun tidak ideal," ungkap salah satu pengawal ternak.

    Merespons kondisi tersebut, satu truk tangki air bersih berisi sekitar 5.000 liter tiba di lokasi pada pukul 11.20 WITA. Para peternak langsung menyambut bantuan ini dengan antusias.
    "Alhamdulillah, air bersih ini sangat membantu. Terima kasih untuk pihak kepolisian yang sudah peduli," kata seorang pemilik ternak.

    Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., menegaskan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.
    "Kami ingin hadir di tengah masyarakat, membantu di mana pun dibutuhkan, termasuk dalam situasi seperti ini yang menyangkut kesejahteraan hewan dan ekonomi peternak," tegasnya.

    Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pelabuhan serta balai karantina untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan antrean pengiriman ternak. (F2)

    Ket. Foto:
    Para pengawal ternak tampak antri mengambil air dari satu unit mobil tangki air yang didatangkan oleh Polres Lombok Barat untuk minuman ternak di Gilimas dan Segenter. (Ist)

    The People’s Cafe Resmi Hadir di Lombok, Tawarkan Cita Rasa Nusantara dengan Sentuhan Modern

    HarianNusa, Mataram – Setelah menancapkan eksistensinya di berbagai kota besar Indonesia, The People’s Cafe (TPC) dari Ismaya Group kini resmi membuka cabang ke-57 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Lombok Epicentrum Mall. Ini sekaligus menjadi gerai pertama TPC di pulau yang dikenal dengan keindahan alamnya.

    Lombok dinilai sebagai lokasi strategis karena pertumbuhan sektor pariwisata dan gaya hidup yang kian dinamis. TPC hadir dengan konsep restoran kasual yang menyajikan jajanan khas Indonesia seperti nasi goreng, kwetiau, dan mie goreng, dalam suasana yang nyaman dan modern.

    “Nasi goreng adalah ikon kami. Di seluruh gerai, terjual lebih dari 50.000 porsi per bulan,” ujar President Director Ismaya Group, Cendyarani, dalam keterangan pernya, Kamis, 17 April 2025.

    Menu andalan lainnya termasuk Nasi Goreng Sei Kecombrang, Nasi Goreng Iga Bakar, dan Nasi Guyur Tikungan, semuanya menghadirkan inovasi rasa yang unik dan menggugah selera.

    Kehadiran TPC di Lombok juga membuka peluang kolaborasi dengan kuliner lokal. “Lombok suka pedas, bisa jadi kami sesuaikan rasa. Bahkan mungkin hadirkan menu khas Lombok di gerai luar,” tambah perwakilan TPC.

    Untuk menyambut pembukaan, TPC menghadirkan dua promo spesial:

    Gratis nasi goreng untuk 50 pengunjung pertama setiap hari pada 18–20 April, mulai pukul 16.00 WITA.

    Beli 1 gratis 1 untuk menu tertentu, berlaku 21 April–4 Mei 2025.

    Dengan harga menu mulai Rp28.000 hingga Rp60.000, The People’s Cafe hadir sebagai pilihan kuliner terjangkau yang menyatukan rasa lokal dalam atmosfer kekinian, siap menjadi destinasi kuliner baru bagi warga Lombok dan wisatawan.

    Grand Opening The People’s Cafe ditandai dengan pemotongan pita bersama oleh Samuel Jozephus (Asst. Marketing Manager Outer City), Inelya Zeafira (Marketing Executive The People’s Cafe), Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P.
    (Wakil Gubernur NTB), Sinta Agathia Iqbal (Ketua Dekranasda NTB), Salim Abdad (General Manager Lombok Epicentrum Mall), Rizky Darmawan (Operation Manager TPC Outer City).

    (F3)

    Ket. Foto:
    1.Samuel Jozephus (Asst. Marketing Manager Outer City), Inelya Zeafira (Marketing Executive The People’s Cafe), memberikan pemaparan dalam acara Grand Opening The People’s Cafe di Lombok Epicentrum Mall. (HarianNusa)

    2. Beberapa menu yang menjadi favorit di The People’s Cafe. (HarianNusa)

    Dua Terduga Pengedar Narkoba Dibekuk di Lombok Barat, Satu Tertangkap di Kios Pinggir Jalan

    HarianNusa, Lombok Barat – Peredaran narkotika di wilayah Lombok Barat kembali berhasil diungkap aparat kepolisian. Dua pria asal Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, berinisial MUL dan MAP, ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram karena diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

    Penangkapan bermula dari penggerebekan di sebuah kios kecil di Desa Jatisela. Di lokasi itu, petugas meringkus MUL yang saat itu menyimpan dua poket shabu siap edar di dalam saku celananya.

    "MUL kami amankan di kios pinggir jalan dekat rumahnya. Setelah diperiksa, dia mengaku mendapatkan shabu dari MAP yang juga tinggal di wilayah Gunungsari," ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH, MH, Rabu (16/04/2025).

    Tak menunggu lama, tim langsung bergerak cepat ke Desa Midang untuk membekuk MAP. Meski tak ditemukan barang haram di rumahnya, sejumlah alat bukti penting yang berkaitan erat dengan peredaran narkoba berhasil diamankan.

    "Dari rumah MAP, kami temukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan keterlibatannya dalam aktivitas peredaran narkotika," jelas AKP Bagus Suputra.

    Polisi juga melakukan penggeledahan lanjutan di rumah MUL dan menyita barang bukti tambahan, termasuk alat isap, plastik klip kosong, dan alat komunikasi yang diduga digunakan untuk transaksi.

    Total barang bukti yang berhasil disita adalah narkotika jenis shabu seberat 0,42 gram beserta peralatan pendukung lainnya. Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Mataram guna pengembangan lebih lanjut terhadap jaringan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

    Kedua terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara jangka panjang.

    "Upaya kami tidak berhenti di sini. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lebih besar di balik peredaran narkoba ini," tegas AKP Bagus Suputra. (F2)

    Ket. Foto:
    Dua terduga pengedar narkotika yang diamankan oleh pihak Polresta Mataram. (Ist)

    error: Content is protected !!