HarianNusa, Mataram – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan capaian kinerja yang progresif selama periode Februari hingga April 2026. Di bawah kepemimpinan baru periode 2026-2031, lembaga ini fokus pada penguatan internal organisasi serta pemantapan persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB.
Ketua Harian LPTQ NTB, Dr. H. Sabarudin, M.Pd, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan pengurus pada 14 Februari 2026. Langkah ini kemudian disusul dengan Rapat Kerja (Raker) pada 7-8 Maret 2026 untuk menyusun program strategis selama lima tahun ke depan.
”Laporan ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami dalam menjalankan tugas pembinaan dan pengembangan kualitas tilawah serta pemahaman Al-Qur’an di masyarakat NTB,” ujar Sabarudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (16/4/26).
Menjelang perhelatan MTQ XXXI Tingkat Provinsi, LPTQ NTB telah melakukan berbagai langkah teknis, di antaranya:
• Digitalisasi Sistem: Persiapan pendaftaran berbasis E-MTQ untuk meningkatkan akuntabilitas.
• Distribusi Juknis: Pengiriman Petunjuk Teknis (Juknis) ke seluruh Kabupaten/Kota sejak awal Maret, yang kemudian diikuti dengan revisi dan pengantar perubahan jadwal pendaftaran pada April 2026.
• Bank Soal: Pendistribusian Bank Soal Fahmil Qur’an ke daerah-daerah pada 8 April 2026 untuk memastikan kesiapan peserta.
• Identitas Visual: Pengumuman pemenang sayembara logo dan piala resmi MTQ XXXI pada 7 April 2026.
Selama periode Maret, LPTQ NTB juga aktif menyemarakkan bulan suci melalui kegiatan Syiar Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan ulama Al-Qur’an dari Mesir serta pelaksanaan Haflah Al-Qur’an bersama Qori’ Internasional. Selain itu, tradisi khataman Al-Qur’an dan buka puasa bersama rutin digelar di Pendopo Gubernur NTB sebagai sarana silaturahmi.
Secara administratif, LPTQ NTB tengah mengupayakan penguatan sarana prasarana. Pihak pengurus telah melayangkan permohonan audiensi kepada DPRD NTB untuk mempresentasikan Grand Design LPTQ NTB. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan BKAD dan Disperindag terkait penggunaan gedung operasional, termasuk rencana menempati eks Gedung NTB Mall dan eks Dinas Perkim NTB guna menunjang kinerja sekretariat.
Meski seluruh agenda dilaporkan berjalan sesuai rencana, LPTQ NTB mencatat beberapa tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan jadwal kegiatan yang sangat padat. Namun, sinergi yang baik antar pengurus dan pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga momentum positif pengembangan Tilawatil Qur’an di Bumi Gora. (**)
Ket. Foto:
Ketua Harian LPTQ NTB, Dr. H. Sabarudin, M.Pd, (Ist)

