More
    Beranda blog Halaman 435

    Polda NTB Hentikan Penyelidikan dr Mawardi

    HarianNusa.com, Mataram – Telah lebih dari dua tahun mantan Direktur RSUP NTB, dr. Mawardi Hamry menghilang dari rumah dinasnya di Jalan Langko Kota Mataram. Hingga saat ini keberadaanya belum menemukan titik terang.

    Kisruh Lombok Marathon, Ketua KONI dan Kadispar NTB Minta Maaf

    HarianNusa.com, Mataram – Kisruh yang terjadi pada saat penyelenggaraan event tahunan Lombok Marathon 2018 kemarin, dianggap mencoreng pariwisata NTB.

    Angin Kencang di Kota Bima, Seorang Pelajar Sekolah Meninggal Dunia

    HarianNusa.com, Bima – Angin kencang melanda Kota Bima sejak pukul 07.20 Wita, Senin (29/01). Angin kencang tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menghancurkan genteng rumah warga di beberapa titik Kota Bima.

    Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Donggo

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dua rumah warga di Dusun Mangge To’i Desa Kala Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, rusak disapu angin puting beliung. Kejadian terjadi sekitar pukul 09.30 Wita, Senin (29/01).

    Mantan Ketua Timses Bung Nuri Dukung Zul-Rohmi

    HarianNusa.com, Mataram – Barisan Rakyat Jajar Karang Bersatu (Rajabatu) Kabupaten Lombok Barat siap menangkan Zul Rohmi di wilayah Lombok Barat.

    Kapolda NTB: Event Lombok Marathon Sangat Memalukan!

    HarianNusa.com, Mataram – Event Internasional Lombok Marathon yang diselenggarakan Minggu (28/01) di Mataram, gagal menuai prestasi. Bahkan event tersebut justru membuat NTB malu di mata dunia. Pasalnya, sejumlah peserta protes terkait tidak diberikan medali oleh panitia sesuai yang dijanjikan.

    Tidak hanya peserta yang kecewa, bahkan Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Firli, SH., M.Si mengaku sangat kecewa dengan penyelenggaraan event tersebut. Siang tadi, Senin (29/01), saat acara perdamaian konflik Monjok di Polda NTB, Kapolda menyinggung event Lombok Marathon.

    Bahkan di hadapan Wakil Walikota Mataram dan ratusan warga Monjok, Kapolda mengutarakan kekecewaannya.

    “Ini memalukan, bisa dibayangkan bagaimana menodai NTB, sehingga saya mengambil keputusan ikut campur. Kalau tidak benar panitianya jangan kasi izin, karena ini akan membawa malu NTB, saya mau menghindar masak Kapolda menghindar, panitianya kabur,” ujar Kapolda.

    Bahkan di hadapan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Kapolda meminta untuk ke depannya, setiap panitia evant harus betul-betul memiliki kompeten dan dapat bertanggungjawab.

    “Kalau ada izin keramaian Pak Wakil Walikota dicek betul, jangan dia mungut biaya pendaftaran hanya dikasi satu Pocari satu pisang ijo, baru mereka (peserta) bayar 650 ribu, ini enggak benar. Ini juga merupakan benih-benih konflik. Mereka sampai marah Wagub, Wagub enggak tahu apa-apa,” tegasnya.

    Kapolda juga merasa kecewa, pihak EO yang berasal dari Jakarta yang disebutnya bernama Dunia Lari. Kapolda berharap agar pihak panitia tidak lari dari dunia nyata.

    “Kemarin saya kecewa, walaupun saya bukan panitia, tapi EO diselenggarakan oleh panitia Jakarta, namanya kalau enggak salah Dunia Lari, ya mudah-mudahan dia tidak lari dari dunia nyata gitu ya,” guyon Kapolda.

    Menurutnya, kekacauan acara tersebut akan memperburuk NTB di mata dunia, karena banyak peserta juga berasal dari mancanegara.

    “Karena terjadi yang tidak enak bagi NTB, banyak orang asing datang, seharusnya sesuai kesepakatan panitia akan memberikan baju kaos, plus snack, plus medali, tapi kenyataannya persoalannya medali belum datang,” ucapnya.

    Kapolda berharap ke depannya panitia acara lebih memiliki kompeten dan bertanggungjawab yang tentunya tidak memalukan NTB.

    “Makanya saya bilang kalau melakukan evant nasional maka perlu rapat intens dan pastikan panitia memiliki kompetensi yang cukup. Itu jelek sekali, itu tidak boleh lagi terulang,” cetusnya.

    Polda NTB ke depannya akan memeriksa semua yang bertanggungjawab dalam pergelaran event tersebut. Malam kemarin, Ketua KONI NTB dan empat orang lainnya telah diperiksa.

    “Tadi malam sudah beberapa dimintai keterangan oleh Krimum. Selanjutnya kita akan telusuri bagaimana mekanisme pendaftaran, bagaimana mengkampanyekan kegiatan Lombok Marathon, berapa besar pungutannya,” katanya. (sat)

    Ketua KONI Diperiksa Polda NTB Terkait Lombok Marathon

    HarianNusa.com, Mataram – Lombok Marathon 2018 yang digelar di Kota Mataram, Minggu (28/01) kemarin tidak berjalan mulus. Event tersebut justru berbuah protes peserta yang tidak kebagian medali. Padahal dijanjikan, semua peserta akan memperoleh medali ketika sampai di garis finish.

    Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di NTB Hingga Tiga Hari

    HarianNusa.com, Mataram – Akhir-akhir ini angin kencang melanda sejumlah wilayah di NTB. Bahkan, siang tadi Minggu (28/01) di Taman Udayana Kota Mataram, dua warga tertimpa pohon tumbang. Salah satunya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

    134.904 Dukungan Ali-Sakti akan Diverifikasi Faktual KPU

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan verifikasi faktual terhadap perbaikan dukungan bakal pasangan calon H. Mochamad Ali Bin Dachlan – TGH. Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni.

    Emil Fiqrah Ranggabarani Terpilih Jadi Ketua Forum Anak Samawa

    HarianNusa.com, Mataram – Sorot matanya yang teduh membinar, sesekali dia mengulas senyum ramahnya, dialah Emil Zaman Fiqra Ranggabarani, putra Nurdin Ranggabarani. Ia terpilih sebagai Ketua Forum Anak Samawa (FAS) yang baru dalam pemilihan demokratis di Sekretariat Forum Anak Samawa, Sabtu (27/1) di jalan Setia Budi Sumbawa Besar yang juga dihadiri Dewan Pembina FAS.

    Siswa kelas X SMA 2 Sumbawa ini tampil meyakinkan dalam penyampaian visi misi selama periode dua tahun ke depan. Siswa yang gemar menggambar ini ingin memajukan Forum Anak Samawa dengan visi Forum Anak Samawa adalah garda terdepan menuju anak Samawa yang hebat bermartabat dan berdaya saing tinggi.

    Sementara itu menurut Emil panggilan akrabnya, kepemimpinannya akan menjadikan FAS sebagai wadah anak-anak Samawa menyalurkan aspirasi, inspirasi dan ide-ide sehingga bisa unggul dalam mutu dan prestasi dalam pemenuhan hak anak.

    Selain itu kata Emil periodenya akan mempertahankan hak hak anak sesuai Konvensi Hak Anak (KHA) yaitu kelangsungan hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan partisipasi. “karena hal ini selaras pula dengan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Emil.

    Dalam pemilihan yang demoratis santun dan saling menghargai itu Emil juga memaparkan misinya untuk menguatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan semua kalangan dalam pengembangan pendidikan, bakat anak serta potensi anak termasuk anak-anak yang tinggal di pelosok pedalaman.

    “Kita ingin mendorong agar pemerintah atau siapapun yang berwenang dalam penanganan anak harus memperhatikan potensi teman teman yang tinggal di remote area atau pedalaman,kita ingin pemerintah memperhatikan kekurangan fasilitas belajar mereka sehingga mereka dapat belajar dengan layak dan wajar,” papar Emil.

    Emil yang juga gemar badminton ini ingin mengangkat dan melestarikan tradisi lokal khususnya permainan khas Anak Samawa yang sudah mulai memudar tergantikan tekhnologi canggih atau gadget.

    Padahal menurut Emil,  produk teknologi gadget tidak lebih baik dari permainan anak “Saya lihat permainan anak lebih sehat karena memadukan gerakan fisik dan otak sedangkan gadget bisa dikatakan tidak ada gerakan hanya diam di tempat dan memainkan alat alat, tombol belum lagi bahaya radiasi layar screen dan signal wifi,” kata Emil.

    Selanjutnya Emil berjanji akan mengembangkan permainan anak Samawa baik skala kecamatan atau tingkat Kabupaten.

    Emil yang akan bertugas dalam dua tahun ke depan 2018/2020 ini akan berduet pucuk pimpinan dengan wakilnya Fadly Duransyah siswa kelas 9 SMPN 1 Sumbawa.

    Sementara itu Ketua Demisioner Salsabila Mistaan (Salsa) dan wakilnya Yosa Amartya Rahmat (Yosa) berharap pada  periode Emil ini,  FAS lebih baik dan semakin banyak prestasi anak Samawa.

    Sementara itu Forum Anak Samawa yang sudah terbentuk tingkat kecamatan saat ini Forum Anak Kecamatan Lape, Forum Anak Kecamatan Lopok, Forum Anak Kecamatan Tarano.

    Terpilihnya Emil jadi Ketua FAS Sumbawa tidak lepas dari peran dan motivasi sang kakak mendiang Ocha Matwah Gilang Rosadha Ranggabarani yang berpulang ke Rahmatullah tujuh hari berselang.

    “Kakak Ocha yang jadi teman diskusi merumuskan visi misi yang saya sampaikan” ungkap Emil lirih dan mata meremang.

    “Kakak Ocha berpesan supaya tidak buat malu kakak,” kenangnya.

    Terakhir Emil  mengatakan ingin mendedikasikan masa baktinya ini untuk kebahagiaan dan kemuliaan sang kakak, karena ia juga adalah aktivis di organisasi ini selama hidupnya.

    “Saya  sangat terinspirasi dari keaktifan mendiang kakak Ocha,” pungkasnya. (sat)

    error: Content is protected !!