Beranda blog Halaman 46

DPRD Lombok Barat Setujui Raperda RTRW 2025–2045, Ajukan Puluhan Catatan dan Pertanyaan Strategis

HarianNusa, Lombok Barat – Dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025, Gabungan Fraksi–Fraksi DPRD Lombok Barat menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025–2045.

Pandangan umum tersebut dibacakan oleh Abdul Majid, di hadapan pimpinan dewan, eksekutif, dan seluruh peserta sidang. Gabungan Fraksi -fraksi DPRD Lombok Barat menegaskan, bahwa penyusunan RTRW merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi.

“Raperda ini adalah dokumen strategis jangka panjang yang sangat menentukan arah pembangunan, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat. Dengan penataan ruang yang baik, kita berharap dapat meminimalisir konflik pemanfaatan ruang, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan wilayah,” ujar Abdul Majid.

Gabungan fraksi DPRD yang terdiri dari Fraksi Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS, PKB, PPP, Demokrat, PAN, Gerindra, dan Perindo menyatakan sepakat agar Raperda RTRW 2025–2045 dilanjutkan ke tahap pembahasan lebih rinci. Namun, kesepakatan itu disertai sejumlah catatan kritis, saran strategis, dan permintaan penjelasan dari pemerintah daerah.

Dalam dokumen pandangan umum tersebut, DPRD menyampaikan lebih dari 20 pertanyaan substantif. Beberapa hal krusial yang ditanyakan antara lain:

Urgensi penyusunan RTRW baru: Apa dasar utama revisi RTRW 2025–2045 dibandingkan kebijakan sebelumnya?

Sinkronisasi: Sejauh mana dokumen ini sudah sejalan dengan RTRW Provinsi NTB dan Rencana Tata Ruang Nasional?

Visi jangka panjang: Apa arah pembangunan ruang Kabupaten Lombok Barat hingga 2045?

Zonasi wilayah dan tumpang tindih fungsi lahan: Termasuk pertanyaan tentang bagaimana penanganan kawasan hutan yang tumpang tindih dengan kawasan pariwisata atau pertambangan.

Mitigasi bencana: Bagaimana RTRW ini mengantisipasi risiko gempa dan bencana lainnya di wilayah rawan seperti pesisir dan perbukitan?

Pertanian dan hutan lindung: Langkah apa yang diambil untuk melindungi kawasan pertanian berkelanjutan dan hutan?

Pengembangan infrastruktur strategis: Termasuk rencana pengembangan jalan, pelabuhan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya.

Konflik pemanfaatan ruang dan penegakan hukum: Termasuk mekanisme pengawasan terhadap bangunan ilegal dan sanksi bagi pelanggar tata ruang.

Fraksi Gabungan juga menyoroti pentingnya perlindungan kawasan strategis dan sumber daya alam. Khususnya di kawasan seperti Senggigi, Sekotong, dan penyangga KEK Mandalika, pemerintah diminta memperhatikan keberlanjutan lingkungan, perlindungan budaya lokal, serta keberpihakan terhadap UMKM dan pasar rakyat dalam penataan zona pariwisata.

“Penataan ruang harus memperhatikan keterpaduan antara fungsi ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan yang merugikan masyarakat dan merusak ekosistem, terutama di kawasan pesisir dan perbukitan yang rawan bencana,” tegas Abdul Majid.

DPRD juga mengingatkan bahwa RTRW seharusnya tidak hanya berfokus pada kawasan strategis, tapi juga memperhatikan jalur pendukung seperti akses jalan, drainase, fasilitas umum, dan ruang terbuka hijau di sepanjang jalur menuju kawasan tersebut.

Salah satu penekanan penting dari gabungan fraksi adalah soal partisipasi publik dalam penyusunan RTRW. DPRD meminta agar pemerintah daerah melibatkan berbagai pihak mulai dari masyarakat, akademisi, pelaku usaha, LSM, hingga tokoh adat dan komunitas lokal dalam proses perumusan.

“RTRW bukan hanya milik pemerintah, tapi menyangkut seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga berhak menyampaikan masukan, keberatan, atau usulan terhadap tata ruang yang akan mengatur kehidupan mereka selama 20 tahun ke depan,” tegasnya.

Tak kalah penting, fraksi gabungan juga meminta agar RTRW ini dapat menjadi dasar hukum yang kuat, bebas dari konflik, tumpang tindih, dan menjadi acuan mutlak dalam semua program pembangunan, baik oleh pemerintah maupun swasta.

Gabungan fraksi juga mendorong agar pembangunan tidak bersifat sentralistik, namun menyentuh wilayah pinggiran seperti Buwunmas di Kecamatan Sekotong yang selama ini dianggap kurang tersentuh pembangunan.

“Pemerintah juga diminta lebih serius dalam menertibkan bangunan tanpa izin, terutama di kawasan strategis. Pengawasan harus diperketat, dan setiap pelanggaran tata ruang harus ditindak tegas demi menjaga keteraturan pembangunan,” ujarnya.

Selain itu, fraksi mendukung penyederhanaan proses perizinan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi, dengan catatan pengawasan yang kuat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang negatif.

Menutup pandangan umum tersebut, DPRD menekankan pentingnya RTRW sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang Kabupaten Lombok Barat. Mereka berharap Raperda RTRW 2025–2045 ini mampu menghadirkan pembangunan yang serasi, selaras, seimbang, dan berkelanjutan.

Dengan tata ruang yang berpihak pada rakyat, menghargai kearifan lokal, dan memperkuat daya tahan lingkungan, DPRD berharap Lombok Barat mampu menghadapi tantangan masa depan dengan arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan. (F3)

Ket. Foto:
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Barat dengan agenda penyampaian pandangan umum gabungan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025–2045. (HarianNusa)

Penataan Parkir untuk Tingkatkan PAD Wabup UNA: Tidak Boleh Ada “Raja-raja Kecil”

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penataan sistem retribusi parkir yang lebih tertib dan akuntabel. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat menanggapi beredarnya video petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan penarikan retribusi parkir di Pasar Kediri.

Menurut Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Bupati Lombok Barat yang menginginkan kerja cepat, kerja nyata, dan hasil yang konkret, terutama dalam aspek peningkatan PAD.

> “PAD ini berkaitan erat dengan retribusi parkir. Sebenarnya banyak titik-titik parkir potensial yang belum kita garap dengan baik. Nah, inilah yang jadi perhatian Bapak Bupati agar Dishub mulai menata kembali sistem pengelolaan parkir,” ujar Wakil Bupati Lombok Barat yang akrab disapa Ummi Nurul Adha (UNA) ini, Senin, (19/5) saat diwawancara di kantor nya.

Ia menjelaskan, selama ini banyak titik parkir yang diserahkan ke pihak mandor, yang kemudian dialihkan lagi ke pihak lain secara tidak terstruktur. Akibatnya, potensi PAD yang seharusnya masuk ke kas daerah justru bocor ke oknum tertentu.

> “Alhamdulillah, saat ini Dishub sudah mulai merapikan sistem itu. Saya yakin, ada pihak yang menerima ada juga yang merasa dirugikan dengan penataan ini, karena mereka terbiasa mengelola sendiri. Tapi inilah yang harus kita benahi. Tidak boleh lagi ada ‘raja-raja kecil’ yang menjadikan parkir sebagai ladang pribadi,” tegasnya.

Penataan ini, lanjutnya, diharapkan akan membawa dampak positif dalam jangka panjang. Dengan pengelolaan yang rapi, disiplin, dan dikelola penuh oleh pemerintah daerah, maka akuntabilitas bisa dijaga dan pendapatan dari sektor ini bisa meningkat untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Barat.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan bahwa semua kebijakan ini dilakukan demi membangun tata kelola keuangan daerah yang sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (F2)

Lombok Barat Masuk Daftar Kabupaten Paling Maju, Wabup Hj. Nurul Adha Apresiasi OPD dan Dorong Inovasi

0

HarianNusa, Lombok Barat – Kabupaten Lombok Barat kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih skor 3,84 dalam penilaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD). Capaian ini menempatkan Lombok Barat sebagai salah satu kabupaten paling maju di Indonesia, dan satu-satunya dari Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengungkapkan rasa syukur sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran OPD yang telah bekerja keras.

"Alhamdulillah, kita bersyukur Lombok Barat masuk nominasi ini. Saya menyampaikan apresiasi kepada kepala-kepala OPD atas kerja keras mereka. Ini pencapaian luar biasa, karena di NTB hanya Lombok Barat yang meraih prestasi ini," ungkapnya, ditemui di kantornya, Senin, (19/5).

IDSD mengukur kemajuan daerah dari empat komponen utama: sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung. Nurul Adha menilai capaian ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi seluruh elemen pemerintahan daerah.

Lebih lanjut, Hj. Nurul Adha juga menyampaikan, bahwa Lombok Barat juga akan menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pekan depan atas keberhasilan sekolah-sekolah dalam mengembangkan budaya lokal.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kadis Dikbud sebelumnya atas kinerjanya. Semoga capaian ini bisa diteruskan oleh Kadis yang baru. Saya yakin, para kadis hasil mutasi kemarinmaupun yang tetap di jabatan lama punya semangat yang sama untuk membawa Lombok Barat lebih maju," tambahnya.

Meski membanggakan, Wakil Bupati menegaskan perlunya peningkatan dalam hal inovasi daerah. Ia mengatakan program Car Free Night (CFN) sebagai contoh inovasi lintas OPD yang berhasil disambut baik oleh masyarakat.

"Pak Bupati berharap tiap OPD bisa menciptakan satu inovasi. CFN ini salah satu yang sukses karena kolaborasi berbagai OPD," ungkapnya.

Ia berharap agar setiap OPD bisa menghasilkan inovasi yang membanggakan. Misalkan Dinas Sosial dengan rencana membentuk Sekolah Rakyat sesuai mandat Kementerian Sosial. "Ini bisa menjadi inovasi bagi OPD tersebut," pungkasnya.

Ia Optimis dengan semangat kolaborasi dan inovasi akan terus membawa Lombok Barat menuju kemajuan yang lebih besar. (F3)

Ket. Foto:
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha saat diwawancara di Kantornya. (HarianNusa)

[attach 1]

Panitia Muskab Buka Pendaftaran Calon Ketua PMI Lombok Barat, Ini Syaratnya!

0

HarianNusa, Lombok Barat – Panitia Musyawarah Kabupaten (Muskab) pemilihan Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Barat telah membuka pendaftaran pemilihan calon ketua PMI Lombok Barat periode 2025-2030.

Sekretaris PMI Provinsi NTB Lalu Dody Setiawan mengatakan pengurus Provinsi NTB dan PMI Lombok Barat telah membentuk panitia Muskab PMI untuk pemilihan ketua PMI yang baru.

"Hasil koordinasi Ketua PMI Lombok Barat Fahrul Mustofa, panitia Muskab sudah dibentuk," kata Dody, Senin (19/5/1025).

Pengurus PMI Provinsi NTB, kata Dody melanjutkan memastikan Muskab PMI Lombok Barat harus berjalan dengan ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi.

"Sehingga hasil didapatkan dalam Muskab nanti menjadi harapan insan PMI di Lombok Barat para pengurus dan relawan," ujarnya.

Dody mengatakan waktu pendaftaran calon Ketua PMI Lombok Barat telah dibuka. Semua calon yang mendaftar akan diverifikasi sesuai ketentuan AD/ART untuk tampil di arena Muskab nanti.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Barat Fahrul Mustofa mengatakan agenda Muskab PMI Lombok Barat akan digelar di Kota Mataram pada Kamis 22 Mei 2025 mendatang.

"Kami sudah menggelar rapat semua pengurus Kecamatan se-Lombok Barat. Berdasarkan hasil rapat. Muskab akan digelar tanggal 22 Mei 2025," ujar Arul sapaanya.

Arul selaku tokoh pers NTB ini mengaku estimasi peserta Muskab berjumlah 150 orang. Panitia akan mengundang semua stakeholder di Lombok Barat dan jajaran pengurus PMI NTB.

"Pendaftaran akan dibuka sampai Rabu, 21 Mei 2025. Prinsipnya kami mencari ketua PMI yang peduli kepada sesama, pemimpin yang punya jiwa kemanusiaan, dan pemimpin yang bisa memimpin semua kalangan," tegas Arul.

Muskab yang digelar nanti Arul berujar akan merubah mindset PMI Lombok Barat yang ekslusif menjadi inklusif atau terbuka untuk siapa pun. Hal itu berdasarkan arahan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla.

"Sesuai pesan pak JK perkuat organisasi dan layanan. Intinya kami sudah melakukan perbaikan organisasi sehingga kami siap memilih calon ketua baru 2025-2030," tegas Arul.

Dia pun memastikan pemilihan Ketua PMI Lombok Barat yang baru nanti berjalan demokratis dan transparan. Panitia Muskab tidak akan menutup ruang untuk siapa yang ingin memimpin PMI Lombok Barat.

"Silakan mendaftar mengisi formulir dan datang ke Sekretariat PMI Lombok Barat," tandas Arul.

Ket. Foto :
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Lombok Barat Fahrul Mustofa. (Ist)

Bupati LAZ Gelar Mutasi Perdana, 17 Pejabat Dirotasi 10 Jabatan Belum Terisi

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dibawah Kepemimpinan Bupati H.Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha melaksanakan mutasi perdana. Kegiatan pengambilan sumpah dan janji jabatan pejabat eselon II ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Lobar, Jumat, 16 Mei 2025. Hadir dalam kesempatan ini Bupati LAZ, Wakil Bupati Ummi Nurul Adha, Sekda Lobar H.Ilham, para kepala OPD dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati LAZ menyampaikan mutasi atau rotasi adalah hal biasa dalam pemerintahan. Ia memastikan bahwa mutasi ini objektif didasarkan pada penilaian kinerja melalui Job Fit yang tim penilainya berasal dari kalangan independen. Karenanya Ia bersama wakil Bupati memastikan pergeseran ini berbasis kinerja.

"Mutasi atau pergeseran ini untuk percepatan pembangunan di Lobar. Saya dan Ibu Wabup pastikan bahwa mutasi ini objektif berdasarkan hasil job fit beberapa waktu lalu yang dinilai oleh tim independen," tekannya.

Lebih lanjut Bupati LAZ mengatakan tidak ada sama sekali unsur politis dalam mutasi ini. Hal ini ia pastikan karena sebagian besar ASN Lobar tidak ada yang mendukungnya saat pilkada lalu. Karenanya ia dan wabup tidak memiliki beban politik terhadap para ASN. Bupati LAZ mengatakan ia dan wakil Bupati bersepakat untuk menempatkan personil berdasarkan kinerja dan kemampuan yang dimiliki. Karenanya pada mutasi kali ini para pejabat diberikan kontrak kerja yang berisi angka angka yang harus dicapai selama satu tahun. Dimana angka angka tersebut berdasarkan RPJMD Lobar 2025-2029.

"Kita ingin membuat budaya baru yaitu kontrak kinerja untuk semua kepala OPD sebagai target kinerja yang akan dievaluasi setiap triwulan. Kalau mencapai target bisa berlanjut dan kalau tidak mencapai target bisa mundur atau diberhentikan. Tentu ini budaya atau tradisi baru yang kita buat agar semuanya terukur dan objektif serta untuk percepatan pembangunan," terangnya.

Bupati LAZ dalam kesempatan ini juga menyampaikan, bahwa mulai Sabtu besok ia sudah mulai cuti untuk melaksanakan ibadah haji selama sebulan. Nantinya tugas-tugas pemerintahan akan dilaksanakan oleh Wakil Bupati bersama Sekda. Ia berharap agar semua jajarannya dapat bekerja nyata untuk masyarakat Lombok Barat.

Adapun nama-nama pejabat dirotasi adalah:

1. H. Suherman sebagai Kadis Damkar
2. Fauzan Husniadi Sebagai Asisten Administrasi Umum
3. Baiq Yeni Satriani Ekawati sebagai Kepala Dinas Perhubungan
4. H.Lalu Najamudin Sebagai Kadis Perumahan dan Pemukiman
5. Suparlan Sebagai Inspektur
6. Maad Adnan sebagai Kadis Kominfotik
7. Arief Suryawirawan : Kepala DP2KBP3A
8. Lalu Martajaya sebagai Kadis Tenaga Kerja
9. H.Lalu Winengan sebagai Kadis sosial
10. Ahad Legiarto Kadis PUPR
11. M. Hendrayadi sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
12. H.Lalu Muhammad Hakam Kadis Dispora
13. Hermansyah : staf ahli bidang pemerintahan hukum dan politik
14. H.Maksum : staf ahli bidang ekonomi, keuangan pembangunan
15. H.Ahmad Syaikhu Asisten Bidang perekonomi dan pembangunan
16. Mahnan Kadis PMD
17. Ramdhan Haryanto Kepala Kesbangpol

Sementara Kepala OPD yang belum terisi yakni:
1. Kepala Dinas Ketahanan Pangan
2. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
3. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
4. Staf Ahli Bidang KSDM
5. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
6. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
7. Kepala Dinas Kesehatan
8. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan
9. Kepala Dinas Koperasi dan UKM
10. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. (F2)

Ket. Foto:
Moment mutasi perdana yang digelar oleh Bupati Lombok Barat dibawah kepemimpinan LAZ-ADHA . (Ist)

Penyerahan SK CPNS dan PPPK Lombok Barat: Bupati LAZ Tekankan Pentingnya Kinerja dan Disiplin

0

HarianNusa, Lombok Barat – Gerung, Diskominfotik.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Barat melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS dan pelantikan serta pengambilan sumpah/janji bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Formasi Tahun 2024 di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis 15 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, para asisten, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, para Camat, Perwakilan Taspen Mataram, perwakilan BPJS Mataram, Perwakilan Bank NTB Syariah, serta para CPNS dan PPPK.

Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan para ASN yang hari ini diambil sumpahnya baik PPPK dan CPNS harus banyak bersyukur. Hal ini karena para ASN ini adalah orang orang pilihan yang bersaing dengan ribuan pelamar. Rasa syukur ini harus ditunjukan melalui kinerja yang maksimal dan memuaskan. Hal ini agar dapat memberikan yang terbaik untuk Lombok Barat. "Kalian adalah generasi penerus Lombok Barat karenanya harus memberikan yang terbaik bagi daerah dengan kerja nyata dan kerja maksimal. Sumbangkan dan curahkan tenaga dan pikiran untuk Lombok Barat tercinta,"ujarnya.

Lebih lanjut Bupati LAZ mengatakan jawaban atas kelulusan ini adalah kinerja maksimal. Hal ini harus menjadi perhatian karena informasi dari BKN para ASN PPPK yang tidak memiliki kinerja baik dapat tidak diusulkan kembali atau tidak diperpanjang. Bupati LAZ mengatakan saat ini gaji pegawai di Lobar berada pada posisi 38 persen dari APBD. Secara aturan sudah melebihi standart yang ditetapkan yaitu 30 persen. Hal ini tentu menjadi PR untuk mengurangi belanja pegawai menjadi 30 persen. "Tentu kami akan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan menjadi 30 persen. Karenanya kami menggunakan Kinerja menjadi indikator utama dalam penilian kepada ASN apakah akan dilanjutkan atau tidak. Kami minta kepada semua rekan rekan berikan kinerja terbaik untuk Lombok Barat,"Ungkapnya.

Sementara itu Sekda Lobar H. Ilham mengatakan semua Pegawai sangat bersemangat menanti momentum hari ini. Hal jni karena merupakan momentum sangat berbahagia bagi para CPNS dan PPPK. Ia menyampaikan beberapa hal terkait dengan kegiatan hari ini di antaranya CPNS Lombok Barat untuk formasi tahun 2024 memiliki 80 formasi, lalu yang mendaftar kurang lebih 2300 orang untuk memperebutkan formasi yang 80 tersebut, dan total jumlah formasi yang terisi adalah 79. Hal ini karena satu formasi yang dipersiapkan untuk disabilitas tidak terisi oleh disabilitas sehingga jumlahnya menjadi 79 formasi. "79 orang adalah orang-orang yang memiliki kompetensi dan kualitas personal yang luar biasa, sehingga berada di tempat ini," ungkapnya.

Ilham juga memaparkan formasi PPPK Lombok Barat mendapatkan formasi 259 orang di tahun 2024, yang 259 terdaftar oleh 3.600 peserta, dan yang lulus seleksi 249 dan saat ini menjadi bagian dari orang-orang hebat yang sudah terbukti memilki kualitas terbaik. Namun semua harus berorientasi kepada pelayanan karena sesungguhnya kita adalah pelayan masyarakat dan bekerja harus berorientasi kepada layanan. Ia berharap mulai sekarang kita harus Reorientasi kepada cara kerja dan Reorientasi diri kita kepada disiplin. "kita harus mulai membangun jati diri secara personal tanpa melihat kiri dan kanan, bangunlah jati diri kita sendiri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik dan ikut berperan untuk mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan," harapnya.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung terwujudnya ASN yang mandiri, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Hal ini sejalan dengan tagline dan visi Bupati Lombok Barat Maju, Mandiri dan Berkeadilan serta Sejahtera dari Desa. (F2)

Ket. Foto:
Sesi foto bersama dalam kegiatan penyerahan SK CPNS dan PPPK Kabupaten Lombok Barat. (Ist)

Kerja Nyata LAZADHA Tingatkan PAD, Pemkab Lobar Kerjasama Penggunaan Smart Tax Dengan Pemkot Malang

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dibawah Kepemimpinan pasangan LAZADHA terus melakukan kerja nyata untuk melakukan perubahan di Lombok Barat. Terbaru Pemkab Lombok Barat menjalin kerjasama atau MOU dengan Pemkot Malang dalam penggunaan sistem Smart Tax dengan Pemerintah Kota Malang. Kegiatan ini dilaksanakan Rabu, 14 Mei 2025, di Balai Kota Malang. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), didampingi Sekretaris Daerah H. Ilham, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) H.Adnan, Kabid Aptika Diskominfotik Sumirah, Walikota Malang Wahyu Hidayat beserta jajaran.

Bupati Lobar LAZ mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan pendapatan daerah untuk menguatkan fiskal daerah. Hal ini sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk mencari sumber pendanaan dalam membangun Lombok Barat dan mensejahterakan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan pembayaran pajak online untuk mengoptimalkan PAD.

"Karenanya kami ke Pemkot Malang untuk studi komparasi sekaligus menjalin kerjasama penggunaan smart tax yang telah sukses diterapkan di Pemkot Malang," ungkapnya.

Bupati LAZ lebih lanjut mengatakan, Lombok Barat dan Kota Malang memiliki kesamaan dalam hal letak geografis dan potensi yang ada. Karenanya pihaknya bersama jajaran melakukan studi komparasi ke Pemkot Malang untuk mempelajari smart tax agar bisa diterapkan di Lobar. Ia berharap dengan smart Tax ini dapat mengurangi kebocoran PAD. Dalam kesempatan ini Bupati Lobar juga menyampaikan terima kasih kepada walikota Malang.

"Tentunya kami ingin belajar dan mencontoh kota Malang dalam optimalisasi pengelolaan PAD sehingga bisa lebih optimal dan maksimal. Tentu kami menyampaikan terima kasih kepada walikota malang dan ini adalah bentuk kerjasama dalam memajukan daerah untuk mensejahterakan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Malang Wali Kota Wahyu Hidayat menyampaikan selamat datang kepada bupati Lobar dan jajarannya. Ia memberikan apresiasi kepada Bupati LAZ atas semangatnya dalam memajukan daerah. Dikatakannya, Smart Tax menjadi sistem yang tepat dalam meningkatkan PAD yang lebih transparan dan efisien. Hal ini juga dapat mencegah terjadinya kebocoran PAD. "Tentu kerjasama ini sangat strategis dalam membangun daerah. Kami menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lobar atas semangatnya dalam mengoptimalkan PAD melalui digitalisasi pajak daerah," ujarnya.

Bupati Lobar dan Walikota Malang resmi menandatangani kerja sama penggunaan sistem Smart Tax. Penandatanganan ini sekaligus menjadi bagian dari studi komparasi untuk memperkuat tata kelola perpajakan daerah guna mendorong optimalisasi PAD secara berkelanjutan. Kerjasama smart tax ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan PAD Lobar. (F2)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), didampingi Sekretaris Daerah H. Ilham (dua ke kanan) usai menandatangani kerjasama dengan Walikota Malang Wahyu Hidayat beserta jajaran (tiga dari kanan ke kiri). (Ist)

Lepas 172 JCH Kloter 11 asal Lombok Barat, Wabup UNA Pesan Jaga Kesehatan dan Stamina

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama Kantor Kementerian Agama Lombok Barat kembali melepas Jama’ah Calon Haji asal Kabupaten Kabupaten Lombok Barat yang tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Lombok (LOP). Sebanyak 172 Jama’ah calon Haji resmi dilepas keberangkatannya pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 06.00 Wita di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Kepala Kantor Kemenag Lobar Drs. Hariadi Iskandar, Asisten 1 Setda Lobar H. Fauzan Husniadi, perwakilan Polres Lobar, para kepala OPD Lobar, serta panitia pemberangkatan jamaah calon haji.

Wakil Bupati UNA (Umi Nurul Adha), dalam sambutannya menyampaikan, ibadah haji merupakan rukun islam kelima yang dilaksanakan oleh umat muslim yang mampu, secara materi, fisik dan mental. Karenanya selama melaksanakan Ibadah Haji para Jama’ah calon haji diharapkan dapat manfaatkan waktu selama berada di tanah suci. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, berzikir, meningkatkan keimanan, dan tawakal. Selain itu, UNA juga berpesan kepada Jama’ah calon haji untuk tetap menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

“Mari Jaga kesehatan dan stamina serta fokuskan pada ibadah inti agar jema’ah dapat melaksanakan ibadah haji ini dengan lancar dan pulang sehat walafiat, ”jelasnya.

UNA juga berpesan, agar para Jama’ah dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan selama di tanah suci. Ia juga mendorong agar para jama’ah untuk saling tolong menolong antar sesama jemaah calon haji. Selain itu wabup UNA juga berpesan agar para jama’ah calon haji Lombok Barat untuk tetap menjaga nama baik daerah,bangsa dan negara selama beribadah dengan cara mengikuti berbagai aturan yang berlaku didaerah tersebut.

"Mari kita saling menjaga dan saling membantu karena ada jama’ah yang sudah lanjut usia sehingga perlu dijaga sama yang muda. Selain itu perlu juga menjaga keharmonisan dan saling menghargai satu sama lain, selama menjalankan ibadah haji agar dilancarkan oleh Allah SWT," harapnya.

Sementara itu, kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lombok Barat Drs.Hariadi Iskandar, menyampaikan kepada seluruh jamaah agar terus menjaga kesehatan selama di Makkah agar ibadah yang dilaksanakan berjalan dengan lancar. Selain itu ia juga meminta para jama’ah untuk memperbanyak zikir dan sabar agar ibadah dilancarkan. Ia juga bersyukur semua jama’ah haji asal Lombok Barat dapat berangkat dengan lancar dan menyeluruh.

"Saya harapkan semua jamaah bisa menjaga kesehatan, tetap memperhatikan surat dan dokumen yang ada agar terus dibawa ketika beribadah untuk menjadi tanda pengenal selama menjalankan ibadah haji," pesannya. (F2)

Ket. Foto:
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menyapa salah seorang Jamaah Calon Haji Lansia. (Ist)

Tuntaskan Kebutuhan Warga, Dukcapil Lombok Barat Gelar Layanan Kedua di Belongas

0

HarianNusa, Lombok Barat – Pelayanan Administrasi Kependudukan (adminduk) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Barat kembali menyasar Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong.

"Ini pelayanan sesi kedua karena sesi pertama tidak bisa menuntaskan seluruh kebutuhan masyarakat," terang Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat, H. Saepul Akhkam saat mendampingi para staffnya di Kantor Desa Persiapan Belongas, Rabu (14/5/2025).

Pelayanan tersebut kembali menyedot antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai dusun di wilayah desa pemekaran tersebut. Walaupun diselingi oleh hujan yang lebat, Kantor Desa tetap dipenuhi ratusan warga yang ingin mendapat pelayanan. Seperti dikemukakan oleh Amaq Sar (49 tahun), salah seorang warga Dusun Belongas yang datang untuk perekaman e-KTP.

"Kemarin saya ke sini, tapi tidak dapat antrian. Walaupun hujan, saya tetap datang karena perlu KTP. Alhamdulillah tadi saya sudah perekaman," ujarnya.

Menurut Akhkam, pelayanan terpaksa dilakukan kembali karena permintaan desa.

"Kami kembali ke sini karena desa meminta lagi. Ini daerah terpencil sehingga menjadi prioritas di kami. Ini saja ada banyak warga yang terhambat ke sini karena akses jalan dan akibat hujan. Banyak warga dusun Bunut Kantor, Panggang, dan Makam Kedaro tidak bisa ke sini," terang Akhkam.

Selain melakukan pelayanan, Dinas Dukcapil juga melakukan serah terima hasil pelayanan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Sebanyak 239 keping KTP, 187 dokumen KK, 135 Akta Kelahiran, 4 Akta Kematian, dan 20 KIA diserahkan ke para Kepala Dusun se desa Belongas.

Menurut Akhkam, seluruh dokumen kependudukan akan menguatkan desa tersebut dalam menyongsong definitif nya.

"Kepemilikan adminduk yang tertib juga akan menunjang visi daerah untuk sejahtera dari desa. Desa akan lebih mudah memetakan kondisi sosial ekonomi warganya. Ini yang menjadi tema besar dinas dan menjadi bahasan utama dalam rakor kependudukan beberapa waktu lalu," paparnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Dinas Dukcapil menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kependudukan. Dalam rakor yang dihadiri oleh seluruh operator kios adminduk desa dan kesehatan serta beberapa OPD pengguna data padan dukcapil, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha berpesan agar data padu adminduk harus menjadi dasar dalam penetapan seluruh jenis bantuan.

"Ini menjadi PR buat Dukcapil agar jangan sampai ada warga tidak dapat mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan lainnya hanya karena urusan KTP," tegas Ummi Nurul Adha.

Di kesempatan itu, Akhkam memaparkan aneka terobosan yang dilakukan dinasnya dalam dua tahun terakhir. Selain bekerja sama dengan desa membentuk dan mengaktifkan kios adminduk, pihaknya juga bekerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit untuk pelayanan online penerbitan akta kelahiran. Selain kerja sama, pihaknya juga menerima panggilan untuk pelayanan rekam KTP bagi pasien di rumah sakit dan rumah sakit jiwa, pelayanan di rumah warga untuk lansia dan penderita stroke atau ODGJ. Sebanyak 70 panggilan di tahun 2024 lalu dan 30 di triwulan satu tahun 2025 seakan menggenapi upaya dinas dukcapil dalam melakukan pelayanan.

"Untuk turun desa, sudah 99 desa yang kami layani," terang Akhkam. (F2)

Ket. Foto:
1.Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat, H. Saepul Akhkam langsung memantau pelayanan Adminduk di Kantor Desa Persiapan Belongas, Sekotong. (Ist)
2.Petugas Disdukcapil Lobar tampak antusias melayani warga Belongas. (Ist)

Hadiri Pembukaan Sidang PUIC Ke-19, Abdul Hadi Apresiasi Pidato Presiden Prabowo tentang Pembelaan Dunia Islam, Khususnya Palestina

Jakarta, 14 Mei 2025 – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil NTB 2 (Pulau Lombok), H. Abdul Hadi, SE., MM., menghadiri pembukaan Sidang Parlemen Negara-Negara Anggota OKI (PUIC) ke-19 yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (14/5/2025). Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hadi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas pidato Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, yang disampaikan di hadapan para delegasi negara Islam.

“Pidato Presiden Prabowo luar biasa menyentuh. Saya, bersama seluruh peserta, memberikan standing applause atas keberanian dan ketegasan beliau dalam menyuarakan pembelaan terhadap dunia Islam, khususnya Palestina. Ini mencerminkan sikap konsisten bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan,” ungkap Abdul Hadi.

Abdul Hadi juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani, yang telah terpilih sebagai Ketua PUIC, sebagai representasi aktif parlemen Indonesia di tingkat global dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam sedunia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo tidak hanya menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi juga mengajak para pemimpin dunia Islam untuk meneladani para tokoh besar dalam sejarah Islam seperti Umar bin Khattab, Khalid bin Walid, dan Salahuddin Al Ayyubi.

“Presiden mengajak kita semua merenungkan keteladanan para pemimpin besar tersebut — keberanian, kecerdasan, dan keteguhan mereka dalam membela kebenaran serta keberhasilan mereka membangun peradaban Islam. Ini menjadi panggilan moral bagi seluruh umat Islam untuk bangkit dan bersatu,” ujar Abdul Hadi.

Ia juga menekankan pentingnya dunia Islam untuk kembali menjadi pelopor dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan peradaban.
“Islam pernah memimpin dunia dalam sains dan teknologi. Kini saatnya umat Islam bersatu dan bangkit kembali, tidak hanya untuk membela Palestina, tetapi juga untuk membangun kesejahteraan bagi rakyat di negeri-negeri Muslim,” tegas Politisi PKS asal Lombok ini.

Sebagai anggota DPR RI yang mewakili rakyat NTB, Abdul Hadi menyatakan bahwa semangat persatuan umat dan pembelaan terhadap Palestina harus menjadi agenda bersama dalam diplomasi Indonesia ke depan.

“Kami berharap, Indonesia bersama seluruh negara anggota OKI dapat mempelopori konsolidasi global demi menghadirkan dunia yang lebih adil, damai, dan merdeka, terutama bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah seperti Palestina,” tutup Abdul Hadi.