Beranda blog Halaman 7

KAI Wisata Hadirkan Paket Spesial Festival Waisak Borobudur 2026, Perpaduan Perjalanan Nyaman dan Pengalaman Spiritual Tak Terlupakan

0

Jakarta (29/4) – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) kembali menghadirkan pengalaman perjalanan istimewa melalui paket Festival Waisak Borobudur 2026, yang menggabungkan kenyamanan transportasi kereta api dengan momen spiritual dan budaya yang mendunia. Paket ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menikmati perayaan Waisak di kawasan Borobudur dengan layanan terintegrasi. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Majelis Buddhayana Indonesia sebagai mitra dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan Waisak.

Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati mentakan “Kami menghadirkan paket Festival Waisak Borobudur sebagai bagian dari komitmen KAI Wisata dalam memberikan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Ini merupakan momen spesial yang kami kemas secara eksklusif bagi pelanggan”.

Paket spesial ini tersedia dalam dua pilihan, yaitu Batch 1 (28 Mei – 1 Juni 2026 / 5D4N) dan Batch 2 (30 Mei – 1 Juni 2026 / 3D2N), dengan harga mulai dari Rp1.800.000 per orang. Seluruh paket telah mencakup akses resmi ke festival lampion Waisak Borobudur serta tiket kereta api pulang-pergi, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Festival Waisak Borobudur sendiri dikenal sebagai salah satu perayaan keagamaan terbesar di Indonesia yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Momen pelepasan lampion menjadi daya tarik utama yang menghadirkan suasana magis dan penuh makna. “Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap wisata berbasis event dan budaya semakin meningkat, oleh karena itu, KAI Wisata menghadirkan paket ini sebagai solusi perjalanan yang praktis, aman, dan berkesan” tambah Hetty.

Dengan layanan terintegrasi, pelanggan tidak perlu lagi repot mengatur perjalanan secara terpisah. Selain memberikan kemudahan, program ini juga menjadi bagian dari upaya KAI Wisata dalam mendukung pengembangan pariwisata nasional, khususnya dalam mempromosikan destinasi berbasis budaya dan spiritual kepada pasar yang lebih luas.

“KAI Wisata akan terus menghadirkan inovasi produk perjalanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Kami berharap paket Festival Waisak Borobudur ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman perjalanan yang berbeda, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia” tutup Hetty.

Melalui paket ini, KAI Wisata mengajak masyarakat untuk menikmati perjalanan yang tidak hanya sekadar berpindah tempat, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang bermakna dan tak terlupakan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi terbaru tentang KAI Wisata pada Website PT Kereta Api Pariwisata, yaitu : info.

Kantah Kota Mataram Laksanakan Pertimbangan Teknis di Dasan Cermen

HarianNusa, Mataram — Kantor Pertanahan Kota Mataram melaksanakan kegiatan Pertimbangan Teknis Berusaha yang berlokasi di Kelurahan Dasan Cermen. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kemudahan berusaha sekaligus memastikan pemanfaatan ruang dan tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan Pertimbangan Teknis Berusaha dilakukan melalui peninjauan langsung di lapangan oleh tim dari Kantor Pertanahan Kota Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kesesuaian rencana kegiatan usaha dengan kondisi fisik tanah, aspek tata ruang, serta data pertanahan yang ada.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha. “Melalui Pertimbangan Teknis Berusaha, kami memastikan bahwa setiap rencana kegiatan usaha telah sesuai dengan ketentuan tata ruang dan aspek pertanahan, sehingga dapat memberikan kepastian hukum serta meminimalisir potensi sengketa di kemudian hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Halid Aslamudin menegaskan komitmen Kantor Pertanahan Kota Mataram dalam memberikan pelayanan yang profesional dan transparan. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan pertanahan yang cepat, tepat, dan akuntabel guna mendukung iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kota Mataram,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, serta mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di wilayah Kota Mataram.

Kantor Pertanahan Kota Mataram terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung pembangunan daerah melalui tertib administrasi pertanahan. (*)

Ket. Foto:

Kantor Pertanahan Kota Mataram melakukan Pertimbangan Teknis Berusaha untuk kepastian usaha. (Ist) 

Urus Roya Sendiri Lebih Hemat dengan Biaya Rp50 Ribu

HarianNusa, Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram mengajak masyarakat untuk mengurus layanan roya (penghapusan hak tanggungan) secara mandiri karena prosesnya mudah, cepat, dan terjangkau.

Layanan roya merupakan proses penghapusan catatan hak tanggungan pada sertipikat tanah setelah kewajiban kredit telah dilunasi. Masyarakat tidak perlu menggunakan jasa perantara, karena pengurusan dapat dilakukan langsung di Kantor Pertanahan dengan biaya resmi yang sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin, menegaskan bahwa masyarakat diharapkan semakin sadar untuk memanfaatkan layanan secara mandiri.

“Pengurusan roya sangat sederhana dan biayanya jelas. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurus sendiri tanpa melalui perantara agar lebih hemat dan terhindar dari biaya tambahan yang tidak perlu,” ujar Halid Aslamudin.

Selain lebih ekonomis, pengurusan secara mandiri juga memberikan kepastian proses yang transparan dan aman. Petugas Kantor Pertanahan siap memberikan pendampingan serta informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kantor Pertanahan Kota Mataram berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mudah, terjangkau, dan bebas dari praktik percaloan.

Ayo urus roya Anda sendiri, lebih hemat, mudah, dan pasti! (*)

Ket. Foto:

Masyarakat kini bisa mengurus Roya sendiri dengan biaya murah tanpa melalui perantara. (Ist) 

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

0

HarianNusa, Jakarta – Universitas Paramadina menegaskan komitmennya mencetak lulusan berintegritas, adaptif, dan inovatif dalam Wisuda ke-44 melalui sambutan Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. dan orasi ilmiah Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Ph.D. Acara berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Henri Tambunan menegaskan Paramadina memiliki mandat sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, tetapi membentuk lulusan berdaya dampak.

“Paramadina lahir dari gagasan besar pendirinya, Almarhum Nurcholish Madjid, yang membentuk identitas sebagai ‘Kampus Peradaban’,” ujar Henri.

Ia menekankan bahwa dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. “To educate a person in the mind but not in morals is to educate a menace to society,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Yassierli menyoroti perubahan besar dunia kerja akibat AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau. Menurutnya, lulusan masa depan harus memiliki triple readiness: keterampilan teknis, human skills, dan kesiapan masuk pasar kerja.

“AI tidak bekerja optimal tanpa Human Skills,” ujar Yassierli. Ia juga menekankan pentingnya pola pikir inovatif dan adaptif dalam menghadapi disrupsi.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyatakan bahwa wisuda ini menjadi momentum melahirkan lulusan yang siap menjadi penggerak perubahan.

“Paramadina ingin melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memimpin perubahan dengan integritas dan inovasi,” ujar Didik.

Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, Wijayanto Samirin, menegaskan pendidikan adalah investasi peradaban. “Bangsa ini membutuhkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin dan memberi makna,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Harry T.Y. Achsan, menambahkan bahwa capaian wisuda kali ini juga menandai rekor baru institusi.

“Pada periode wisuda semester genap ini, Universitas Paramadina meluluskan 211 lulusan Program Sarjana dan 309 lulusan Program Magister, sehingga total keseluruhan lulusan berjumlah 520 orang,” ujar Harry.

Menurut Harry, jumlah tersebut merupakan jumlah wisudawan semester genap kali ini yang meningkat secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata wisuda sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja akademik sekaligus efektivitas pengelolaan proses studi di tingkat program studi. “Capaian hari ini menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan kolaborasi mampu menghasilkan hasil yang nyata,” kata Harry.

Wisuda ke-44 Paramadina menegaskan sinergi pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul sebagai pilar peradaban baru Indonesia.

Bingung Belum Ambil Sertipikat?Manfaatkan Layanan Cepat Antar Kantor Pertanahan Kota Mataram

HarianNusa, Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui program Layanan Cepat Antar (LANCAR). Layanan ini hadir untuk memudahkan masyarakat dalam menerima sertipikat tanah tanpa harus datang langsung ke kantor pertanahan.

Melalui layanan LANCAR, sertipikat yang telah selesai diproses dapat diantarkan langsung ke alamat pemohon dengan aman dan tepat waktu. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan kemudahan, efisiensi waktu, serta kenyamanan bagi masyarakat.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Layanan LANCAR kami hadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya bagi yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak. Dengan layanan ini, sertipikat dapat diterima langsung tanpa harus datang ke kantor,” ujar Halid Aslamudin, Selasa, (28/4).

Selain memberikan kemudahan, layanan ini juga menjadi upaya untuk mengurangi antrean di kantor pertanahan serta mendukung pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Kantor Pertanahan Kota Mataram mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan LANCAR sebagai solusi praktis dalam pengambilan sertipikat tanah.

Tak perlu bingung atau menunda, manfaatkan layanan LANCAR dan nikmati kemudahan menerima sertipikat langsung di tempat Anda. (*)

Ket. Foto:

Pelayanan di Kantor Pertanahan Kota Mataram. (Ist)

Pastikan Keaslian Sertipikat Tanah Anda dengan Sentuh Tanahku 

HarianNusa, Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam memastikan keaslian sertipikat tanah dengan memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Aplikasi resmi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi pertanahan secara cepat, praktis, dan transparan. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan data sertipikat tanah serta memantau proses berkas layanan tanpa harus datang langsung ke kantor pertanahan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan perlindungan kepada masyarakat di bidang pertanahan.

“Melalui aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat dengan mudah memastikan informasi pertanahan secara mandiri. Ini menjadi upaya kami untuk meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisir risiko terhadap sertipikat yang tidak valid,” ujar Halid Aslamudin, Senin, (27/4) dalam keterangannya. 

Selain itu, aplikasi Sentuh Tanahku juga menyediakan berbagai fitur layanan, seperti informasi lokasi bidang tanah, monitoring proses layanan, serta akses informasi dan pengaduan yang terintegrasi.

Kantor Pertanahan Kota Mataram berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini secara optimal sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pertanahan yang modern, terpercaya, dan bebas dari praktik percaloan.

Unduh aplikasi Sentuh Tanahku sekarang melalui Play Store atau App Store dan pastikan keaslian sertipikat tanah Anda dengan mudah di ujung jari. (*)

Ket. Foto:

Dengan aplikasi Sentuh Tanahku masyarakat sudah bisa memastikan keaslian sertipikat tanahnya dalam satu jari. (Ist) 

Kantor Pertanahan Kota Mataram Gelar Pengajian Rutin Usai Shalat Dzuhur

HarianNusa, Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram terus menumbuhkan suasana religius di lingkungan kerja dengan menggelar pengajian rutin setiap selesai shalat Dzuhur berjamaah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai muslim dan telah menjadi agenda tetap yang memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan.

Pengajian dilaksanakan di mushala Kamilul Ardhi Kantor Pertanahan Kota Mataram.  Selain pegawai dilatih disiplin dalam bekerja, juga dibekali dengan kedisiplinan dalam memupuk nilai nilai spiritual sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Dengan demikian, para pegawai tidak hanya mendapatkan pencerahan rohani, tetapi juga bekal moral untuk diterapkan dalam pekerjaan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membentuk karakter pegawai yang berintegritas, jujur, dan amanah. 

“Kami ingin setiap pegawai tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat,” ujar Halid.

Selain meningkatkan pemahaman agama, pengajian rutin ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai. Dengan berkumpul dalam suasana keagamaan, tercipta ikatan emosional yang lebih erat sehingga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan penuh kekeluargaan.

Para pegawai menyambut baik kegiatan ini karena dirasakan mampu menyejukkan hati di tengah kesibukan pekerjaan. Banyak di antara mereka yang mengaku lebih bersemangat dan tenang dalam menjalankan tugas setelah mengikuti pengajian, sehingga berdampak positif pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya pengajian rutin, Kantor Pertanahan Kota Mataram berupaya menjadikan lingkungan kerja bukan hanya sebagai tempat yang produktif, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual. Tradisi ini diharapkan dapat terus berlangsung dan menjadi teladan bagi instansi lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam budaya kerja. (*)

Ket. Foto:

Kegiatan pengajian di Kantor Pertanahan Kota Mataram. (Ist)

Terpilih Jadi Ketua, Syafrin Salam Siap Hidupkan Fortal 

HarianNusa, Mataram – Forum Pewarta Lombok (Fortal) akhirnya memiliki pemimpin baru setelah cukup lama vakum. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Mataram, Syafrin Salam terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi wartawan tersebut.

Musda digelar setelah 40 hari wafatnya Ketua Fortal periode 2023–2027, almarhum Trisnawadi, sesuai ketentuan AD/ART organisasi. Pelaksanaan forum tertinggi di tubuh Fortal itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa kevakuman dan dimulainya babak baru kepengurusan di bawah komando Syafrin Salam.

Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua, Syafrin menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali aktivitas organisasi. Ia mengaku siap lahir dan batin mengemban amanah tersebut demi mengembalikan eksistensi Fortal di tengah dinamika dunia pers.

“Saya siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Fokus utama kami adalah menghidupkan kembali roh organisasi dan memastikan Fortal hadir sebagai wadah yang aktif bagi rekan-rekan wartawan,” ujarnya dalam musda yang digelar di Kedai Jurnalis Kebon Kopi yang berada di Kantor Sekretariat PWI NTB.

Syafrin menyebut, sejumlah program strategis telah disiapkan untuk memperkuat peran Fortal, baik dalam peningkatan profesionalisme jurnalis maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah cepat yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan baru.

Ia juga berencana merangkul sejumlah tokoh berpengaruh di NTB untuk bergabung dalam jajaran kepengurusan periode ini. Upaya tersebut dinilai penting guna memperkuat soliditas dan memperluas jejaring organisasi.

“Dalam waktu dekat, kami akan segera melengkapi komposisi kepengurusan. Kami ingin Fortal lebih solid. Karena itu, kami akan merangkul tokoh-tokoh potensial di NTB untuk ikut berkontribusi membangun organisasi ini ke depan,” tegasnya.

Terpilihnya Syafrin Salam secara aklamasi diharapkan membawa semangat baru bagi Fortal dalam menjalankan fungsinya sebagai wadah profesional wartawan serta pilar demokrasi di wilayah Lombok. Dengan kepemimpinan baru, Fortal ditargetkan kembali aktif dan responsif terhadap isu-isu strategis di daerah. (F*)

Ket. Foto:

Kegiatan Musda Forum Pewarta Lombok (Fortal) berlangsung khidmat dalam suasana sederhana. (HarianNusa/fit)

Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut

HarianNusa, ​Jakarta – Saat orang tua ingin menghibahkan rumah yang dimiliki kepada anaknya, proses administrasi pertanahan yang harus dilalui disebut dengan proses balik nama sertipikat. Langkah ini melibatkan tahapan hukum, administrasi, hingga kewajiban pajak yang perlu dipahami masyarakat agar tidak salah langkah dan terhindar dari biaya yang membengkak.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian, menjelaskan bahwa balik nama merupakan proses pengalihan hak atas tanah dari pemilik lama ke pemilik baru. Termasuk dalam konteks keluarga, dari orang tua ke anak-anaknya.

“Jadi balik nama itu adalah proses pengalihan hak atas tanah dari pemilik lama ke pemilik baru yang sah secara hukum. Dalam konteks orang tua ke anak, balik nama tidak terjadi secara otomatis walaupun hubungan kekeluargaannya sudah jelas,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol, saat ditemui di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin, (20/04/2026).

Menurut Shamy Ardian, banyak masyarakat baru menyadari pentingnya balik nama saat tanah akan dijual, dijaminkan ke bank, atau dibutuhkan untuk keperluan hukum lainnya. Pada kondisi tersebut, proses dan biaya yang muncul sering kali terasa lebih berat karena tidak dipersiapkan sejak awal.

Ia menekankan, langkah pertama yang harus dipahami masyarakat adalah perbedaan antara hibah dan waris. Peralihan melalui hibah dilakukan saat orang tua masih hidup, sedangkan waris berlaku ketika orang tua telah meninggal dunia. Pemahaman ini penting karena akan menentukan jenis akta, dokumen pendukung, serta skema pajak dan biaya yang dikenakan. “Kalau salah menentukan sejak awal, bisa berakibat pengurusannya berulang lagi dari proses awal,” tegas Shamy Ardian.

Dalam praktiknya, terdapat setidaknya empat tahapan dalam proses balik nama, yaitu dasar hukum peralihan hak, pembuatan akta oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/notaris, pembayaran pajak dan bea, serta pencatatan resmi di Kantor Pertanahan. Masing-masing tahapan tersebut memiliki konsekuensi biaya yang perlu disiapkan masyarakat.

Adapun biaya yang harus dipenuhi antara lain Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya pembuatan akta hibah atau waris, biaya layanan di Kantor Pertanahan, termasuk juga biaya PNBP, serta pajak lainnya sesuai kondisi objek tanah. Besaran biaya tersebut dapat berbeda di setiap daerah. Adapun besaran biaya layanan di Kantor Pertanahan dapat dihitung berdasarkan nilai tanah yang ditetapkan oleh Kantor Pertanahan, dengan rumus nilai tanah per meter persegi dikalikan luas tanah, kemudian dibagi 1.000. Untuk melihat estimasi biaya, masyarakat dapat langsung menghitungnya di aplikasi Sentuh Tanahku.

Dalam proses pengurusan peralihan hak karena waris, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon. Pemohon diwajibkan mengisi dan menandatangani formulir permohonan di atas materai, serta melampirkan surat kuasa apabila pengurusan dikuasakan. Selain itu, perlu disertakan fotokopi identitas para ahli waris atau kuasa berupa KTP dan KK yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, sertifikat tanah asli, akta kematian, serta Surat Keterangan Waris sesuai peraturan perundang-undangan. Dokumen lain yang turut dibutuhkan meliputi akta wasiat notariil (jika ada), fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah diverifikasi, serta bukti pembayaran SSB (BPHTB) dan uang pemasukan pada saat pendaftaran hak. Untuk perolehan tanah dengan nilai lebih dari Rp60 juta, juga wajib melampirkan bukti SSP/PPH.

Sementara itu, dalam pengurusan hibah, pemohon juga harus memenuhi persyaratan administratif yang tidak jauh berbeda. Formulir permohonan harus diisi dan ditandatangani di atas materai, disertai surat kuasa apabila diwakilkan. Pemohon wajib melampirkan fotokopi identitas pemberi dan penerima hibah (KTP dan KK) yang telah dicocokkan dengan aslinya, serta menyerahkan sertifikat tanah asli. Dokumen penting lainnya adalah akta hibah yang dibuat oleh PPAT, serta izin pemindahan hak apabila pada sertifikat tercantum ketentuan tersebut. Selain itu, pemohon perlu menyertakan fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah diverifikasi, serta bukti pembayaran SSB (BPHTB) dan uang pemasukan. Untuk nilai tanah di atas Rp60 juta, juga diwajibkan melampirkan bukti SSP/PPH.

Shamy Ardian mengingatkan, biaya pengurusan bisa terasa mahal karena dipengaruhi oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang meningkat, adanya denda keterlambatan, serta dokumen lama yang belum diperbarui. “Nah ini kalau semakin ditunda, biasanya biaya makin meningkat dan terasa mahal,” pungkasnya. (*)

Ket. Foto:

Suasana pelayanan di salah satu Kantor BPN. (Ist)

Kantor Pertanahan Kota Mataram Kembali Hadir di Car Free Day Udayana

HarianNusa, Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram kembali menghadirkan layanan pertanahan di kegiatan Car Free Day (CFD) Udayana, Mataram. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan interaktif.

Kegiatan layanan pertanahan di CFD Udayana memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), layanan elektronik pertanahan, serta konsultasi mengenai proses sertifikasi tanah. Kehadiran petugas di ruang publik ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya tertib administrasi pertanahan.

Selain menyediakan informasi, Kantor Pertanahan Kota Mataram juga membuka ruang konsultasi langsung bagi warga yang memiliki pertanyaan seputar hak atas tanah, prosedur pelayanan, maupun pemanfaatan layanan digital. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan sosialisasi, tetapi juga solusi praktis atas kebutuhan mereka.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram, Halid Aslamudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memberikan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses. 

“Kami ingin memastikan bahwa layanan pertanahan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran kami di Car Free Day bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga sarana untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Halid Aslamudin menambahkan, bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan. 

“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya sertifikasi tanah dan mulai beralih menggunakan layanan elektronik yang lebih cepat dan transparan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, layanan pertanahan di Car Free Day Udayana akan kembali dibuka pada 3 Mei 2026. Dengan jadwal yang telah ditetapkan, Kantor Pertanahan Kota Mataram berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh layanan secara langsung sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya tertib administrasi pertanahan.

Dengan adanya layanan pertanahan di CFD Udayana, Kantor Pertanahan Kota Mataram berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi pertanahan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)

Ket. Foto:

Pengumuman pelayanan pertanahan Kantah Kota Mataram. (Ist)