HarianNusa.com Mataram – Kasus perampokan dan pembunuhan di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Selasa (30/5) lalu mulai terkuak. Empat dari sepuluh pelaku berhasil dilumpuhkan polisi kemarin.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan, dari empat pelaku, dua pelaku ditangkap di Bali, sementara dua lainnya ditangkap di Lombok. Pelaku berinisial GB (30) ditangkap di Desa Pengengat, Lombok Tengah, sementara AE (35) ditangkap di Dusun Watan, Kecamatan Jerowaru.

“Sedangkan dua lainnya, yakni AS (37) dan ASD (35) ditangkap di Kabupaten Gianyar, Bali,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolda NTB, Kamis (8/6).

Penangkapan

Penangkapan keempat pelaku berlangsung dramatis. Keempat pelaku yang ditangkap di lokasi terpisah melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian, sehingga polisi menghadiahi timah panas pada pelaku.

“Keempat perlaku dilumpuhkan karena melakukan perlawanan pada petugas,” ungkapnya.

Dari hasil introgasi keempat pelaku, diketahui aksi perampokan dilakukan oleh sepuluh orang pelaku. Kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap sisa pelaku. Diduga, pelaku lainnya bersembunyi di wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali.

“Polisi terus melakukan pengejaran. Karena diduga pelaku lainnya lari ke wilayah Sumbawa, Bali dan di wilayah Lombok,” paparnya.

Sebelumnya, korban Amaq Jon (40) ditebas kawanan perampok di rumahnya. Amaq Jon tewas seketika dengan luka menganga bekas tebasan parang. Istri korban pun tidak luput dari aksi bejat pelaku. Dia dipukul menggunakan tabung gas 3 kg. (sat)

iklan[/caption]</div>    </div>


    <footer>
                
        <div class=